Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

05 January 2016

Tak Kenal Bukan Berarti Tak Sayang


Wishing to be friends is quick work, but friendship is a slow ripening fruit ~ Aristotle 

Saat merenungkan arti seorang teman, aku teringat pada proverb dari Aristotle di atas tadi. Bahwasanya berharap menjadi teman dari seseorang adalah pekerjaan yang mudah. Namun sesungguhnya pertemanan jauh lebih dalam makna dan prosesnya. Ada yang bilang berteman itu tak selalu harus di sisi, tetapi selalu di hati. Ada juga yang menyatakan bahwa teman itu akan muncul tak hanya saat bahagia saja, saat duka pun dia akan ada sekedar menyodorkan bahunya untuk kita sandari.

Namun benarkah hanya kepada orang yang kita kenal saja kita bisa berlaku tulus ikhlas?

Jadi inget salah satu buku pengantar di jaman kuliah dulu yang berjudul Psikologi Komunikasi. Wuiiihh... udah buku besarnya anak Komunikasi jaman dulu nih. Berbagai jenis pola komunikasi dibahas di sana, mulai dari yang komunikasi organisasi, komunikasi massa, komunikasi kelompok, komunikasi antar pribadi, bahkan yang intrapersonal (komunikasi dengan diri sendiri) pun juga dibahas. Lho tapi sekarang ya sudah lupa semua nih hihihii... Bahkan sekadar Johari Windows yang dulu paten banget di ingatan sekarang sudah melayang entah kemana :)

Apa kaitannya coba teori komunikasi dengan pertemanan tadi?

Secara teoritis sepertinya aku tak sanggup membahasnya. Cuma heran aja ya saat mengalami kondisi dimana belum kenal sama sekali dengan seseorang, tetapi begitu ketemu udah kayak teman lama saja.

courtesy : travelerien.com

Contohnya seperti foto tersebut di atas. Bener-bener loh semula aku nggak kenal sama sekali dengan siapa itu Katerina, Primastuti, dan Dee An. Ketiga nama yang kusebut di atas adalah blogger dari kota lain, bahkan ada yang berdomisili di luar Pulau Jawa. Tau namanya ya karena seliweran saja di timeline sosial media.

Ada beberapa orang seperti Ivonie, Ihwan Hariyanto dan Diah Indrie yang kukenal jaman masih ikutan proyek menulis di Mozaik Indie Publishing milih Ihwan. Aku pernah menjadi salah satu kontributor di buku My Wedding Story bersama dengan Mba Diah Indrie dan beberapa penulis lainnya. Ya kenal hanya sebatas komunikasi di grup terbatas saja.

Nah, saat ada kesempatan para blogger tersebut hendak berkunjung ke Semarang, diikutkan deh aku di dalam grup percakapan tertutup. Ya iya iya ajalah diriku menyambut mereka. Kebetulan datangnya pas jam kerja pula, jadi ya kudu sedikit tricky soal ini hehehee...

Entah mengapa ya, baru kenal saja tapi kok ya pada sok kenal sok dekat gitu sih. Hahahihi bersama-sama melalui topik maupun gaya berfoto apapun. Udah kayak kenalan lama aja ya. Inilah tadi yang kumaksudkan dengan pertanyaan apakah hanya akan berlaku ikhlas kepada orang yang sudah dikenal saja? Dalam kasus ini padahal aku tak begitu mengenal mereka kan.

foto ini milik Taro atau Manda ya? hahahaa pokoknya pinjaaaammmm.... :)

Sense of friendship memang bisa ditumbuhkan sepanjang itu terjadi pada kedua belah pihak. Bila kita terbuka kepada orang lain yang belum kita kenal, namun orang tersebut 'membentengi diri', tentunya proses pertemanan tidak akan mudah terjalin. Bener kan?

Dari pertemuan pertama dengan blogger-blogger di atas tadi entah kenapa kami sudah menjadi semacam gerombolan huru-hara yang hebohnya luar biasa. Di mana saja dan pose apa saja selalu narsis tanpa pandang bulu. Mau diliat orang atau enggak kayaknya nggak perduli. Coba aja kalau punya drone, pasti udah ambil foto dengan posisi berbaring berkeliling muterin Sam Po Kong :))

Dan setiap kali aku membahas pertemuan tak disangka-sangka dengan sahabat baru yang tadinya tak kenal ini entah kenapa selalu ada rasa rindu yang menyeruak ya. Kapaaaaannn aku bisa diajak kopdar lagi, tapi yang nggak usah jauh-jauh. Hahahhaaa... balada buruh teladan nih, nggak bisa sering-sering bolos dari rutinitas ngamplas yang tak berujung :)

3 comments:

  1. Trus kalau kita ketemu, mungkinkah akan terasa seperti pertemuan dgn emak-emak keren di atas mba ?? xixixiix

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita kan udah pernah ketemu waktu blognus, maksay. Tapi dikau tak menghampirikuuuuu huhuhuuu sedihnya :(

      Delete
  2. Seneng kalau lihat blogger bisa ketemu & seneng2 begini. Semoga damai dunia perbloggingan.

    ReplyDelete