Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

13 February 2016

Mencoba Go Food, Layanan Antar Makanan by Gojek


Bagi teman-teman yang tinggal di ibu kota tentunya sudah familiar sekali ya dengan Gojek.Salah satu moda transportasi ini memang amat membantu pergerakan orang-orang yang butuh bergegas sampai ke tempat tujuan dengan menghindari kemacetan. Bila menggunakan angkutan darat lainnya seperti angkot, bis ataupun taxi, tetap saja akan terjebak macet. Namun dengan naik Gojek bisa wuz wuz wuuuzzz deh potong sana sini dan ambil jalan pintas agar cepat sampai tujuan.

Beda lagi ceritanya kalau tinggal di kota kecil macam Semarang gini. Ritme lalu lintas yang meskipun padat tapi tidak sedahsyat Jakarta, membuat masyarakat setempat tidak terlalu dipusingkan dengan urusan angkutan darat. Sejauh-jauhnya paling lama ya 1 jam lah kalau jarak perjalanan, itupun kalau perjalanannya pakai kecepatan 20km per jam ;)

Gojek hadir di Semarang sekitar bulan November 2015 yang lalu. Nggak tau juga nih apakah prospeknya bisa secemerlang di Jakarta secara orang-orang di kota sekecil Semarang tidak terlalu urgent harus sampai ke suatu tempat dengan cara menghindari kemacetan. Tapi sepanjang jalanan kota selalu ada saja mas-mas atau bapak-bapak berjaket hijau seliweran. Berarti laris nih Gojek. Semoga barokah ya mas / bapak.... *kayak doa kenduri ajah

Kalau untukku sendiri sih kayaknya belum memerlukan jasa maspak Gojek itu. Lha wong kemana-mana naik motor sendiri hihihiii... apa enaknya cari sabetan aja sekalian ya dengan ngGojek ;)

Namun ada pepatah dari negeri antah berantah kan kalau kamu enggak kekinian kalau belum pernah nyobain Gojek. Oleh karena itu pada suatu hari yang panas banget, saat office girl ijin tidak masuk kerja, sedangkan aku dan teman-teman sedang dilanda mager tak terperi, ada 2 pilihan nih antara makanan siap saji biasa atau makanan yang bisa dipesan melalui jasa antar. Maka terbersitlah keinginan untuk menjadi kaum kekinian yang ngerasain manfaat Gojek dalam kehidupan kami.

Sudah lumayan lama aku dan teman-teman sekantor kepengin beli Panties Pizza. Di Semarang ada outletnya, berada di seputaran kampus Undip lama, tepatnya di Jl. Hayam Wuruk. Cuma kok ya jauuuuhh sekali lokasinya dari kantor tempatku bekerja yang berada di ujung timur kota. Cek cek di aplikasi smartphone pas nemu menu pizza di salah satu layanan Go Food. Go Food itu bagian dari servis Gojek. Kita tinggal pesan makanan melalui app Gojek di smartphone kita, nanti maspak pengendara Gojek akan memesankan dan membayarnya terlebih dahulu. Kita tinggal membayar total belanjaan tersebut plus biaya ojeknya.

Kalau pesannya sekalian banyak ga bakalan kerasa ongkos ojeknya kok ;) *kaum kekinian yang penuh perhitungan



tampilan menu Go Food setelah kita selesai melakukan pesanan

Kali ini aku tidak akan menjabarkan secara detail teknis penggunaan aplikasi Go Food ini ya. Teman-teman bisa kulik sendiri menu selengkapnya yang ada di smartphone android masing-masing. Tampilan gambar di atas tadi akan muncul setelah kita menyelesaikan pesanan kita. Selain total belanjaan, akan ditambahkan pula ongkos kirimnya via Gojek.

Cepat juga proses Gojek melayani pesanan tadi. Baru saja mengirim data pesanan, tak sampai satu menit langsung muncul pemberitahuan bahwa sudah ada Gojek yang melayani orderan tadi. Lengkap dengan foto pengendara, nama, serta nomor telepon selularnya.


Huwiiikk...lha koq yang melayani pesanan dedek brondong emezh gini ya ;)  Wah pasti ntar pizzanya jadi nikmat dan lezat nih kalau yang nganter bening hihihii... Teman-teman sekantor langsung ngikik-ngikik dan berlanjut dengan ngomongin dedek Gojeknya. Uhuks...




Beginilah tampilan kemasan Panties Pizza. Setiap paket pizza dibungkus tersendiri dengan paper bag. Paper bagnya nggak gratis loh, kami harus bayar seribu rupiah untuk setiap kemasan tersebut. Tak mengapa lah ya, itu namanya tanggung jawab lingkungan karena kami telah menambah sampah kertas ke dunia.

Lalu bagaimana penampilan pizzanya sendiri?


Waktu itu kami pesan beberapa jenis pizza sih dengan tujuan bisa saling mengicip. Ternyata semua enak looohh... apalagi adonan pizzanya empuk dan lembut. Tipis saja tidak seperti pizza lain pada umumnya. Hmmm....




Kejunya itu looohh... wuih bisa mak bledrek gitu saat ditarik. Maaf nih susah translate-nya ke Bahasa Indonesia soal mak bledrek tadi hihihii... Just see the picture lah, that's what I want to tell you ;)

Sudahkah teman-teman mencoba pesan makanan melalui jasa Go Food? Kalau pernah bagi sini dong pengalamanmu ;)

2 comments:

  1. Di Malang belum terjamah ama Go-Jek neh, mungkin dianggap ga berprospek h3

    ReplyDelete