20 October 2016

Menghindari Rasa Panik Saat Anak Mimisan



"Bu, ini kenapa kok berdarah?"

Bertahun-tahun yang lalu saat Vivi kecil tiba-tiba tanya seperti itu, hatiku rasanya mau mencolot ajah. Lah iya, seumur-umur emaknya kagak pernah keluar darah dari hidung. Biar jumpalitan kemana-mana dan udah kena panas sedahsyat apapun, ini hidung emaknya setrong-setrong aja. Benar-benar deh pengalaman pertama ngadepin anak sendiri mimisan tuh berasa panik banget.

Mana pas liat di kesempatan berikutnya mimisan udah mulai netes-netes ke seragam sekolah. Duuuhh... selain khawatir dengan kondisi Vivi, aku jadi kepikiran entar gimana itu cara ngebersihin bajunya. Biasa nih, emak-emak rempong, anak sakit malah yang dipikirin urusan baju *jitak

Sebenarnya apa sih mimisan itu?

Mimisan atau epitaksis adalah suatu kondisi medis yang umum dialami banyak orang. Ada beragam penyebab mimisan, salah satunya cuaca yang terlalu panas dan sinar matahari yang menyengat. Jika suhu teramat tinggi, maka kondisi ini dapat membuat lubang hidung kering sehingga pembuluh darah di dalam hidung iritasi. Akibatnya apa? Bisa pecah dan mengeluarkan darah. Keluarnya darah terkadang tidak sedikit, maka bisa jadi pengalaman tersebut menjadi hal yang amat menakutkan.

Sebenarnya, mimisan karena cuaca panas bukan lah suatu yang perlu dikhawatirkan karena perdarahannya terjadi di bagian depan. Sebaliknya, mimisan akibat perdarahan di bagian belakang perlu mendapatkan perhatian medis yang lebih serius.

Dari beberapa referensi yang kukumpulkan, mimisan di bagian depan dapat ditangani sendiri dengan cara-cara berikut:
  • Duduk lurus dan majukan kepala sedikit ke depan. Perhatian: Jangan mendongakkan kepala karena ini dapat membuat darah mengalir ke tenggorokan, dan malah tertelan. Menelan darah dapat membuat lambung iritasi, dan menyebabkan muntah. Dan muntah, dapat memicu perdarahan yang lebih parah. Jika darah berkumpul di mulut, sebaiknya langsung diludahkan. 
  • Gunakan jempol dan telunjuk untuk memencet bagian cuping hidung agar menutup 
  • Kompres hidung dan pipi dengan es. Dinginnya akan menutup pembuluh darah, sehingga menghentukan perdarahan 
  • Tetap pencet hingga 10 menit, jangan membukanya sebelum waktunya selesai 
  • Setelah 10 menit, oleskan gel hidung dengan dasar saline atau air, atau krim antiseptik hidung 
  • Jangan mengorek atau meniup hidung keras-keras, paling tidak 12 jam setelah mimisan 
 
Mimisan akibat panas juga dapat dicegah dengan menyemprotkan NasalSpray yang bisa diperoleh di apotek. Nasal Spray ini akan membantu melembabkan hidung dan membuatnya kembali nyaman.

10 comments:

  1. Tips yang sangat bermanfaat. Makasih Mbak Uniek.

    ReplyDelete
  2. Suamiku pernah mimisan, aku panik minta ampun ga tau malahan kepalannya suruh aku dongakin mba. Terus kasih daun sirih *jadul bgt* baru berhenti netes :/ horor banget liat yang mimisan

    ReplyDelete
  3. dulu kalo mimisan dikasih daun sirih, sekarang jaraang nemu daun sirih. makasih sharingnya Mbak.

    ReplyDelete
  4. Jadi inget, dulju pernah sekali mimisan. Pas MTs. Lobang hidung tak tekan satu, lalu sreeng sreeng sreeng. Darah pada keluar. :D

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah seumur2 saya blm pernah mimisan mbak, tapi kenapa yang pernah mimisan ntar bisa mimisan lagi ya mbak..?

    ReplyDelete
  6. Alvin pernah pas tidur mimisan nih mbak tapi kita tauny apas udah pagi

    ReplyDelete
  7. Aku sampe segede ini masih mimisan. Oke itu yg ga boleh mengorek baru tau

    ReplyDelete
  8. Sangat bermanfaat. Saya waktu kecil paling sering mimisan, dan masih ingat masuk rumah sakit karena mimisan parah, darahnya menggumpal dan langsung dinomorsatukan dari antrian, karena darurat

    ReplyDelete
  9. I'am banget nih seriiiiiing banget mimisan. Mau lagi kedinginan, kepanasan, entah lah. :(

    ReplyDelete
  10. nasal spray khusus mimisan ya, Mbak. Temanku pernah nanya, obatnya apa ya?

    ReplyDelete