Kupandang cucuku yang cantik itu sembari meratapi diriku
sendiri. Seakan tak percaya kini aku telah sering pipis di luar kendali, rematik
melanda, juga pelupa.
Nah, harus segera kuminum pil anti lupa yang dibelikan
cucuku kemarin. Mana, kok tidak ada? Aku yakin meletakkannya di meja makan ini.
“Cu… mana pil yang kemarin itu?” tanyaku.



