Di dalam tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat pula. Setujukah dengan pendapat tersebut?
Aku pun sepakat dengan hal tersebut. Dimana-mana banyak kan digaungkan pola hidup sehat melalui berbagai macam aktivitas, mulai dari olah raga hingga pengaturan pola makan.
Namun pernah kah terpikir oleh teman semua akan suatu kondisi dimana tubuh kita sehat namun jiwa kita kering kerontang? Lalu kenapa jiwa bisa kering dan kosong?
Kekosongan jiwa bisa terjadi pada banyak orang dalam babak tertentu kehidupannya. Bisa saja seseorang tersebut telah mengalami hal-hal berat seperti kehilangan seseorang yang dicintai. Bukan hanya pasangan hidup atau orang tua saja, kehilangan teman dan sahabat pun akan membekas luar biasa. Kehilangan ini bisa dikarenakan orang tersebut meninggal, atau berpisah secara jarak maupun akibat perselisihan yang luar biasa.
Dianjurkan orang yang mengalami problematika di atas segera berkonsultasi ke ahlinya agar menemukan jalan keluarnya. Namun seringkali orang yang bersangkutan tidak merasa kalau dia sedang mengalami problem kesehatan jiwa. Nah, di sini lah perlunya campur tangan orang lain.
Aku pernah baca di telegraph.co.uk ada terapi untuk kesehatan jiwa berupa horticultural and gardening therapy. Penasaran banget loh aku masak iya sih berkebun bisa jadi solusinya. Di web tersebut Sue Stuart-Smith yang sebentar lagi akan mempublikasikan buku berjudul The Well Gardened Mind mengatakan : In the plant world, regeneration is a matter of course, but psychological repair does not come so naturally to us. While we have an innate capacity to form strong attachments, we are less well equipped to deal with trauma and loss.
Jelas kan dari kutipan Sue tadi bahwa mekanisme psikis kita kurang terkondisi untuk menghadapi trauma dan kehilangan. Untuk itulah kita harus menyadari kondisi tersebut dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan bertahan dari trauma dan kehilangan tadi dengan berbagai cara.
Salah satunya ya dengan berkebun tadi. Merawat tanaman semenjak dari bibit bunga hingga mekar berkembang berarti menjauhkan diri kita dari hingar bingar dunia dan sejenak menyibukkan diri dengan tanaman. Berbeda dengan manusia yang punya potensi untuk membebani diri kita dengan berbagai persoalan, tanaman memberikan perasaan tenang karena dia 'diam' dan rela kita apakan saja.
Tak harus berkebun sendiri sih di sini sebenarnya. Menikmati keindahan bunga-bunga yang mekar hasil kerja tangan orang lain pun tak kalah menenangkannya. Itu yang kualami sendiri di rumah. Kebunku dirawat sepenuh hati oleh ibuku. Beliau sukses mengembangbiakkan aneka tanaman. Beli bibit tanamannya sih bisa dari mana saja. Dari penjual tanaman keliling, bisa dari toko tanaman hias, dikirimi oleh teman sesama pencinta tanaman, adaaaa saja pokoknya jenis tanaman yang dirawat oleh beliau.
Salah satu tanaman di kebun yang lumayan langka adalah kecombrang. Tuh di foto atas terlihat saat kecombrang sedang berbunga dengan hebatnya ;) Bunga kecombrang ini enak sekali loh untuk disantap saat dimasak sebagai urap. Kalau di daerah tertentu menyebutnya Megono. Megono yang menggunakan kecombrang biasanya khas Pekalongan. Rasanya memang wangi dan sengir gitu, tapi enak kok. Bunga kecombrang ini bisa juga dicampurkan ke dalam masakan tom yum, melengkapi wanginya daun jeruk dan serai yang biasanya ada di masakan tersebut.
Saat banyak kerjaan di kantor dan pulang ke rumah dengan banyak beban, memandangi kebun dengan segala tanaman tadi sangat membantu untuk self healing ku. Makanya aku ceria terus kaaaann... *digampar se Indonesia Raya. Coba deh teman-teman meluangkan waktu sejenak untuk berkebun ataupun menikmati keindahan bebungaan. Bila memang tidak memiliki lahan untuk berkebun, ya bisa saja bertanam di pot-pot kecil. Atau kalau tidak mau repot ya memandang tanaman tetangga atau pergi sejenak ke taman kota gitu. Biarkan rasa jiwa kita yang 'berbicara' pada tanaman tersebut.... enjoy it... be relax....
Dianjurkan orang yang mengalami problematika di atas segera berkonsultasi ke ahlinya agar menemukan jalan keluarnya. Namun seringkali orang yang bersangkutan tidak merasa kalau dia sedang mengalami problem kesehatan jiwa. Nah, di sini lah perlunya campur tangan orang lain.
Aku pernah baca di telegraph.co.uk ada terapi untuk kesehatan jiwa berupa horticultural and gardening therapy. Penasaran banget loh aku masak iya sih berkebun bisa jadi solusinya. Di web tersebut Sue Stuart-Smith yang sebentar lagi akan mempublikasikan buku berjudul The Well Gardened Mind mengatakan : In the plant world, regeneration is a matter of course, but psychological repair does not come so naturally to us. While we have an innate capacity to form strong attachments, we are less well equipped to deal with trauma and loss.
Jelas kan dari kutipan Sue tadi bahwa mekanisme psikis kita kurang terkondisi untuk menghadapi trauma dan kehilangan. Untuk itulah kita harus menyadari kondisi tersebut dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan bertahan dari trauma dan kehilangan tadi dengan berbagai cara.
Salah satunya ya dengan berkebun tadi. Merawat tanaman semenjak dari bibit bunga hingga mekar berkembang berarti menjauhkan diri kita dari hingar bingar dunia dan sejenak menyibukkan diri dengan tanaman. Berbeda dengan manusia yang punya potensi untuk membebani diri kita dengan berbagai persoalan, tanaman memberikan perasaan tenang karena dia 'diam' dan rela kita apakan saja.
Tak harus berkebun sendiri sih di sini sebenarnya. Menikmati keindahan bunga-bunga yang mekar hasil kerja tangan orang lain pun tak kalah menenangkannya. Itu yang kualami sendiri di rumah. Kebunku dirawat sepenuh hati oleh ibuku. Beliau sukses mengembangbiakkan aneka tanaman. Beli bibit tanamannya sih bisa dari mana saja. Dari penjual tanaman keliling, bisa dari toko tanaman hias, dikirimi oleh teman sesama pencinta tanaman, adaaaa saja pokoknya jenis tanaman yang dirawat oleh beliau.
Salah satu tanaman di kebun yang lumayan langka adalah kecombrang. Tuh di foto atas terlihat saat kecombrang sedang berbunga dengan hebatnya ;) Bunga kecombrang ini enak sekali loh untuk disantap saat dimasak sebagai urap. Kalau di daerah tertentu menyebutnya Megono. Megono yang menggunakan kecombrang biasanya khas Pekalongan. Rasanya memang wangi dan sengir gitu, tapi enak kok. Bunga kecombrang ini bisa juga dicampurkan ke dalam masakan tom yum, melengkapi wanginya daun jeruk dan serai yang biasanya ada di masakan tersebut.
Saat banyak kerjaan di kantor dan pulang ke rumah dengan banyak beban, memandangi kebun dengan segala tanaman tadi sangat membantu untuk self healing ku. Makanya aku ceria terus kaaaann... *digampar se Indonesia Raya. Coba deh teman-teman meluangkan waktu sejenak untuk berkebun ataupun menikmati keindahan bebungaan. Bila memang tidak memiliki lahan untuk berkebun, ya bisa saja bertanam di pot-pot kecil. Atau kalau tidak mau repot ya memandang tanaman tetangga atau pergi sejenak ke taman kota gitu. Biarkan rasa jiwa kita yang 'berbicara' pada tanaman tersebut.... enjoy it... be relax....




