Diihh... berasa basa-basi banget deh sapaannya. Garing ya? Ya iyalah garing, enggak minum ini ;)
Di postinganku sebelumnya, aku pernah menulis tentang yang favorit untuk berbuka puasa. Ada teh hangat, kurma, hingga mendoan tersaji di sana. Kalau untuk orang tua sih yang mainstream macam itu memang sudah cukup. Lantas bila si kecil yang baru belajar puasa mulai menunjukkan gelagat bosan dengan menu berbuka, harus gimana dong?
Beberapa kali aku berkomunikasi dengan teman-teman yang pintar menyajikan aneka menu berbuka puasa untuk keluarganya. Pada bikin berbagai penganan dengan bahan dasar yang diganti-ganti. Misalnya hari pertama membuat makanan kecil dengan bahan dasar tepung terigu yang digoreng, lain hari ia akan membuat lagi adonan terigu namun dimasak dengan cara dimasukkan oven. Untuk menu berikutnya dia bisa juga mengkukus penganan dari tepung ketan. Jadi ya jenis jajanannya bisa bervariasi mulai dari bakwan, mendoan, donat kentang, macaroni schotel, combro, lapis ketan, dan masih banyak lagi.
Jidatku langsung berkerut, keringat dingin mulai menetes deras, jantung berdebar *mulai limbung
Jadi selama sebulan puasa itu aku harus belajar masak dengan intensif gitu agar keluargaku bahagia dan sejahtera saat buka puasa?
Sebenarnya keinginanku kuat sekali untuk belajar. Sayang, waktu jua yang memisahkan *apasiiiiyyy.... Membuat makanan kecil sih sesekali kulakukan, namun seringnya memang membeli saja yang praktis sepulang dari kantor. Si kecil ingin jajanan apa, ya itu yang kubeli.
Saat aku browsing di salah satu e-commerce yang cukup ternama, mataku tertumbuk pada makanan ini :
Hmmm... cake in jar, looks yummyyy... Sebenarnya kue yang dikemas dalam toples ini sudah lama sekali beredar. Namun karena lokasi tempat tinggalku masih di desa, gaungnya kurang terasa ;) Oleh karena itu aku berencana bikin surprise untuk anak-anak dengan menyajikan menu baru berbuka puasa ini.
Duuuhh... jadi ngiler sendiri saat browsing aneka macam rasa cake in jar yang terpampang di layar monitor. Sabar...sabaaarr... Kuatkan iman ;) Berhubung krucilku gemar aneka macam rasa coklat, akhirnya kupilih yang Black Forest dan Monster Chocolate.
Senang nggak anak-anakku saat kue pesananku datang?
Jangan ditanya deh.... sekedar menunggu kuenya agak dingin biar lebih maknyus saat dimakan saja mereka tak sabar.
Serutan coklat masak bertabur di lapisan paling atas. Krim yang rasanya seperti ada aroma kopinya itu sungguh bikin lidah bergetar. Brrrrrr..... Enak banget deh. Si kakak dan adek sampai rebutan meskipun sudah kuminta untuk menikmati bersama-sama dengan tenang.
Gimana mau tenang ya kalau lihat penampakan seperti ini.
![]() |
| lapis demi lapis Black Forest in jar ini memang enak sekali |
Disendok sedikit demi sedikit nikmat sekali. Aku jadi ngiler melihat mereka berdua makan rebutan gitu. Nggak sabar kepengin lihat lapisan bawahnya apaan. Irisan black forest yang lembut dan 'nyoklat' banget itu rasanya kurang banyak deh. Baru sebentar disendok kok sudah habis ;)
Lanjut dong ke yang rasa Monster Chocolate. Yang ini rasa coklatnya lebih pekat lagi. Sungguh membuat tekad dietku hancur berantakan tak bersisa ;)
"Beliin lagi dong, Bu. Enaaakkk...." pinta anak-anakku.
Kali ini aku sudah bertekad untuk diet. Tak boleh gagal lagi. Diet dompet maksudnya ;)




