Cung siapa yang di sini gemar makan mie instan kayak aku nih? 😉 Enak kan
yaaa... Meskipun sudah menyediakan nasi dan lauk pauknya, terkadang kita ingin
juga menikmati lezatnya mie instan. Cepat dan praktis kan ya masak mie instan
itu.
Tapi perlu diperhatikan nih kandungan yang ada di dalam bahan-bahan pembuat
mie instan tersebut loh. Jangan sampai keinginan kita untuk menyantap makanan
yang nikmat dan sedap malah nantinya menimbulkan masalah kesehatan di kemudian
hari.
Hayo siapa yang tidak pernah mendampingi putra putrinya saat belajar? Apalagi menjelang tes, kebanyakan orang tua -- sepertinya lebih banyak ibu/mama/bunda deh ya dibandingin bapak/papa/ayahnya -- menjadi tentor dadakan untuk ananda tercinta. Sistem kejar tayang demi menghadapi tes esok paginya.
Bisa dibayangkan kah ekspresi anak-anak kita saat 'spaneng' belajar model kejar tayang begitu?
Menjadi seorang ibu itu simpel. Ah masa? Bukannya malah kompleks sekali permasalahan yang harus dihadapi saat diri kita sudah menjadi ibu? Bagiku kedua statement di atas tidak ada yang salah. Koq bisa begitu? Bukankah seharusnya ada kebenaran yang hakiki atas suatu keadaan yang terjadi pada diri manusia di dunia.
Ah rumit sekali bila harus memperpanjang landasan pemikiran dari kedua statement tadi. Buatku, kompleksitas permasalahan yang dihadapi seorang ibu adalah asam garam kehidupannya. Tanpa asam dan garam,sayuran ataupun lauk pauk tak akan terasa nikmatnya *khusus untuk sayur asam lho :) Begitu juga dengan keindahan menjadi ibu yang akan terpeta sempurna dengan segala detail yang harus dijalani sehari-hari bersama keluarga dan buah hati tercinta.
Tak terasa sewindu sudah aku hidup berdampingan dengan ayah dari
anak-anakku. Bukan hal mudah saat dahulu kami memutuskan untuk menikah. Berpegang
teguh pada prinsip kemapanan ekonomi, kami baru menikah setelah delapan tahun
berpacaran. Dan akhirnya sungguh kusesali pernikahan itu, kenapa enggak dari
dulu saja ;) Tak bisa dipungkiri, hidup berpasangan dan saling mencintai
secara halal memang luar biasa nikmatnya.
Kehadiran kedua buah hati kami makin melengkapi kebahagiaan penuh
cinta ini. Anak pertama lahir setahun kemudian, kini sudah menjadi seorang
gadis cilik manis dan pintar, saat ini duduk di kelas tiga sekolah dasar. Adek laki-lakinya
lahir lima tahun kemudian, cowok imut ganteng yang sekarang sedang giat bermain
di salah satu PAUD dekat rumah kami.