Banyak orang sibuk berangkat upacara di tanggal 17 Agustus ini. Kemeriahan pelaksanaan upacara bendera di berbagai tempat tampak nyata. Apalagi di Istana Negara, terlihat luar biasa gegap gempita dengan warna-warni baju adat daerah yang dikenakan oleh para undangan yang hadir untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke78.
Tampilkan postingan dengan label life story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life story. Tampilkan semua postingan
Dih, bikin bulu kuduk merinding saja. Dulu waktu aku masih bekerja di perusahaan yang berlokasi di Kawasan Industri Terboyo, setiap kali pulang malam harus melintas jalan raya Kaligawe dan lanjut melalui jalur jalan Bangetayu. Jaman dulu belum seramai sekarang, di setiap pinggir jalan ada saja yang jualan. Dulu mah swepiiiii...
Ruas jalan yang kulewati tersebut sebenarnya merupakan jalan besar, hanya saja kalau sudah lewat Maghrib memang tidak terlalu ramai lagi lalu lalangnya mobil dan kendaraan. Beda dengan sekarang, pengguna jalur ini sudah luar biasa membeludak karena makin banyak orang yang bekerja di dan dari Semarang ke Demak, begitu juga sebaliknya.
Suatu hari ada salah satu karyawan lapangan yang datang ke pabrik dengan luka babak belur.
"Kenapa tuh bisa kayak gitu?" tanyaku.
"Kemarin malam lewat pengkolan Bangetayu, Mba. Tiba-tiba kayak ada nenek-nenek yang nyebrang. Padahal saya lagi ngebut cepet-cepetan. Coba hindari mba, malah saya jatuh sendiri."
"Trus, si nenek nggak kenapa-kenapa?" kepo banget aku tanya lagi.
"Orang di belakang saya malah heran, Mba, ngapain saya pontang-panting nyetirnya. Nggak ada siapa-siapa katanya."
Weeeww... jadi merinding kaaaan... Padahal aku juga sering banget pulang malam lewat jalur situ. Emang sih pas di tkp itu gelap sekali, mana jalannya berbelok hampir 90 derajat.
"Kan di situ ada kuburan..."
Halaaahh... malah ada yang nambah-nambahi begitu. Bikin tambah keder aja.
Sejak kejadian karyawan jatuh ga keruan di jalan raya itu, aku selalu ngajak barengan siapapun yang kebetulan jam pulangnya sama. Jika kepepet banget ga ada yang diajak, bela-belain deh putar jalan yang jauhnya hampir 2 kali lipat. Yang penting enggak lewat pengkolan itu lagi.
Apa enaknya coba ntar tiba-tiba ada yang bonceng di pengkolan itu. Duh, menuliskan ini saja bulu-bulu di tangan jadi berdiri. Padahal mungkin tidak ada apa-apa kali ya. Mungkin saja karyawan yang jatuh tadi sedang dehidrasi dan terlalu berkhayal yang serem-serem :)
"Enaknya hari ini posting apa ya di blog?"
Kalau sekarang sudah ngeblog bawaannya gitu deh setiap kali bingung mau isi blog dengan artikel apa. Habis gimana ya, kepala sudah terlalu penuh dengan angka-angka dan wajah-wajah sadis yang berkelebatan seharian tadi di kantor. Penginnya bobok manis manja aja sepulang dari tempat kerja :)
Cuma ya itu tadi, pertanyaan di atas selalu menghantui. Meski sering hanya menatap nanar laptop yang duduk manis di tempatnya, hati ini sering kebat-kebit sendiri. Bawaannya pengin posting melulu. Perang antara hasrat ingin nulis artikel dengan tubuh yang lunglai selalu saja terjadi. Jadi ini sudah prestasi banget ya bisa update saban hari. Semua gara-gara Teh Ani Berta ;) Terima kasih ya Teh, 'jamu' pelancar postingnya manjur.
Soal hasrat ingin menulis jadi inget semasa SMA dulu. Kalau jaman anak-anak SMA tahun 90 an ada tuh yang namanya majalah dinding (mading). Benar-benar serupa majalah berbahan kertas yang ditempelkan ke dinding gitu. Kalau anak sekarang apa masih ada mading ya? Madingnya pakai screen LED kali yak sekarang hihihiiii...
Jaman SMA dulu, setiap kelas digilir untuk memajang mading hasil karya mereka di tempat yang telah ditentukan. Aku keingetan banget nih hebohnya kelasku mempersiapkan naskah dan outline mading yang akan kami tampilkan. Rata-rata kelas lain seringnya menampilkan ramalan bintang di mading mereka. Dih, terlalu mainstream kan ya.
Lalu, kelasku menampilkan apa dong biar lain dari yang lain?
Waktu itu kami sekelas punya ide untuk membahas profil masing-masing guru yang mengajar. Nah, di sinilah apa yang orang bijak katakan sebagai "Genious ideas can kill you" benar-benar kejadian.
Emang kenapa sih kok segitunya amat?
Idenya sih sederhana, bercerita yang asyik-asyik tentang guru-guru yang mengajar kami. Hanya saja, yah, namanya juga abege ya, eksekusinya itu suka kebablasan. Berkat mading kami yang extraordinary itu guru mata pelajaran geografi ngambek mengajar sampai seminggu.
Sebagai murid teladan tentu saja aku resah dan gelisah gara-gara ini. Aku suka belajar, jadi gimana dong kalau gurunya tidak mau mengajar. Aku bisa sakau. *turuuuun...turuuuuuunn...
Lain halnya dengan teman-temanku yang bahagia sekali ada jam kosong. Paling dikasih tugas ini itu, ngerjainnya juga bisa sambil contek-contekan wong gurunya enggak nungguin. Kondisi ini tidak berlangsung lama karena wali kelas kami yang sangarnya tujuh turunan sudah mulai investigasi.
Beliau menanyakan kepada guru yang bersangkutan kenapa tidak mau mengajar lagi di kelas kami. Tau nggak bu guru geografi jawab apa? "Saya mau jual gorengan saja, nggak mau ngajar."
Waktu wali kelas menyampaikan ini ke murid-murid, tentu saja aku dan teman-temanku hanya bisa menahan tawa. Mana berani ngakak di depan wali kelas yang galak. Sampai mules-mules deh waktu itu dinasehati agar menjadi anak yang sopan, tidak kurang ajar sama guru, belajar yang benar nggak usah suka nyelinap-nyelinap beli gorengan ke kantin.
Bahahahaa... Iya, dulu memang kami sekelas bandel banget. Di ruang kelas yang kutempati bersama teman-teman, ada 2 pintu besar yang menjadi akses keluar masuk. Pintu utama tentu saja di bagian depan, adapun satu lagi pintu yang hanya bisa dibuka separuh berada di bagian belakang, tepat sejajar dengan dinding dan area berkumpulnya para jagoan jajan :) Kebetulan ibu guru yang mengajar geografi ini kalau mengajar suka nggak merhatiin murid-muridnya. Asyik saja memberikan catatan dengan mendikte ataupun menulis di papan tulis. Ya gitu deh, ada oknum-oknum yang hobi menyelinap ke kantin, balik-balik ke kelas sudah bawa gorengan 1 plastik penuh.
Herannya ya, si ibu guru kok ya tidak mencium aroma ini. Anak-anak sekelas pada kunyah-kunyah gitu ya bisa-bisanya loh beliau tidak tau. Yang terlalu gurunya apa muridnya siiiihhh.... Hanya di kelas geografi saja kami berani begitu, kalau pas pelajaran yang lain enggak berani.
Nah, di majalah dinding itulah semua fakta akhirnya terkuar gara-gara kealayan kami sekelas. Menulis "asyik loh kalau pas pelajaran geografi, serasa di kantin deh, gorengannya anget dan bergizi" kok ya enteng sekali waktu itu. Mungkin saat itu kami berpikir paling bu guru geografi nggak bakalan nengokin mading. Ternyata apes banget deh, si ibu beneran baca waktu itu.
Jadi deh akhirnya kami sekelas meminta maaf kepada bu guru tersebut dan berjanji untuk tidak mengulang kembali.
Beneran nggak ngulangi lagi?
Biarlah hanya kami dan Tuhan yang tau ya ;)
"Bu, serem amat sih kalau malem-malem lewat di samping kebunmu."
"Emang kenapa?" tanyaku.
"Bau bunga kenanganya wangi banget, sereeeeem....."
Lah, darimana ya dulu asal muasalnya korelasi bau wangi bunga kenanga dengan perasaan seram? Sebagian besar orang mengasumsikan terciumnya aroma wangi kenanga sebagai tanda-tanda hadirnya 'sesuatu' di sekitar kita.
Ealah, kalau gitu kondisinya, coba saja sudah berapa banyak makhluk gentayangan yang menyatroni rumahku kan? Bagaimana enggak mau ada bau wangi kenanga kalau di kebun belakang tumbuh pohon kenanga yang bunganya secara periodik muncul dan mempercantik suasana.
Pada gambar yang kugunakan sebagai ilustrasi judul di atas, tampak betapa cantiknya wujud bunga kenanga tersebut. Berwarna hijau kekuningan dan menjulur indah, sungguh menyita perhatian di antara rimbunnya dedaunan yang semuanya berwarna hijau.
Rata-rata orang Jawa menganggap bunga kenanga itu pelengkap sesajen yang sering digunakan dalam beberapa ritual adat. Bahkan kemudian entah kenapa diposisikan sebagai bunga yang mistis auranya ;) Lalu ngapain coba keluargaku menanam tumbuhan yang satu ini? Mau jadi pemasok bahan-bahan sesajen? ;)
Tentu tidak seperti itu. Almarhum bapak suka sekali berkebun. Berbagai macam tumbuhan dikembangbiakkan di kebun keluarga. Mulai dari sayuran, pohon buah, hingga tanaman obat. Ibuku di masa tuanya pun amat sayang dengan tanaman-tanaman yang dulu dikembangkan oleh bapak.
Salah satu tanaman obat itu ya pohon kenanga tadi. Ada yang belum tau apa manfaat kenanga bagi kesehatan?
Wanginya bunga kenanga ini bisa dimanfaatkan sebagai pencegah bau badan loh. Bukan dibalurin di badan tapinya ya ;) 15 gram bunga kenanga beserta gula batu secukupnya direbus di dalam 600 cc air mendidih. Bila jumlah air tinggal separuhnya, matikan api. Biarkan dingin dan segeralah minum. Lakukan secara rutin agar mendapatkan hasil yang diinginkan.
Bagi kaum ibu yang mengalami demam pasca nifas, bunga kenanga ini juga dapat membantu meredakan demam. Tumbuk bunga kenanga bersama dengan bunga turi merah, kunyit, jahe, kencur serta asam. Setelah halus tambahkan sedikit garam dan air. Buat menjadi tapal yang ditempelkan ke perut ataupun sekedar dibalurkan di punggung. Lakukan secara rutin selama 2 kali sehari agar demam segera sirna.
Untuk mengatasi gigitan serangga juga bisa loh. Haluskan bunga kenanga bersama dengan bunga melati dan mawar. Tambahkan sedikit minyak kelapa dan segera balurkan di bagian tubuh yang digigit serangga.
Mantep kan ya khasiat bunga yang satu ini? Nggak rugi deh masih memiliki tanaman tersebut di rumah kita. Tak hanya wanginya yang bakalan kita nikmati, berbagai manfaat untuk kesehatan pun bisa terapkan dalam keseharian.
"Mba, sudah punya user name dan password di web Indonesia National Single Window?"
Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang kolegaku. Dia bekerja di sebuah perusahaan yang bidang usahanya persis dengan perusahaan tempatku bekerja selama ini. Sebagai sesama pelaku usaha di bidang ekspor kami memang dituntut untuk menguasai berbagai sistem online yang diluncurkan oleh pemerintah.
Indonesia National Single Window (INSW) merupakan sistem nasional Indonesia yang memungkinkan dilakukannya suatu penyampaian data dan informasi secara tunggal (single submission of data and information), pemrosesan data dan informasi secara tunggal dan sinkron (single and synchronous processing of data and information), dan pembuatan keputusan secara tunggal untuk pemberian izin kepabeanan dan pengeluaran barang (single decision making for customs clearance and release of cargoes).
Secara lebih simpelnya, INSW ini adalah sistem yang memungkinkan seorang pelaku usaha ekspor hanya melakukan satu kali entry data saja. Secara otomatis sistem ini akan terakses oleh berbagai instansi terkait. Dalam hal ini yang berkaitan dengan pekerjaanku selama ini adalah Direktorat Jendral Perdagangan Luar Negeri, Departemen Kehutanan dan Bea Cukai.
Bila pada masa yang lalu segala macam aktivitas penyampaian data masih manual dan harus memproses data kesana kemari ke masing-masing instansi, sekarang apa-apa sudah by system. Hambatan-hambatan yang mungkin dialami oleh pelaku usaha makin diminimalisasi oleh pemerintah.
Namun kemudahan yang diberikan pemerintah ini juga harus diimbangi oleh kesiapan sumber daya manusia dari masing-masing pelaku usaha. Setiap personil yang mewakili kepentingan perusahaan berkaitan dengan urusan birokrasi diharapkan siap menerima setiap perubahan kebijakan yang dilakukan pemerintah. Ya seperti yang sudah kusebutkan di atas tadi, dari yang manual berubah menjadi computerized dan system based. Hal ini selaras dengan prinsip yang terkandung di Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) dimana salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah menyiapkan sumber daya manusia yang terampil, cerdas dan kompetitif.
Secara logika, aku yang sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun dengan job description yang sama, tentunya sudah fasih untuk melakukan ini dan itu yang berkaitan dengan pekerjaanku sehari-hari. Namun perkembangan dan persaingan seputar dunia ekspor terus menerus bergerak. Selain urusan supply dan demand antara pelaku usaha di Indonesia dengan buyer di luar negeri, kebijaksanaan dari pemerintah yang secara berkala berubah pun harus terus kuikuti. Termasuk urusan INSW tadi.
Coba kalau aku malas melakukan upgrade kemampuan diri, bakalan ketinggalan jauh kan ya. Semua pelaku usaha bergerak cepat agar roda bisnisnya berjalan dengan laju. Tak terkecuali pemilik perusahaan dimana tempatku bekerja. Kalau punya karyawan yang malas belajar dan tidak mengikuti perkembangan, bisa-bisa banyak hal yang berkaitan dengan birokrasi bakalan keteteran. Ujung-ujungnya perusahaan juga yang rugi waktu dan biaya. Harus mengulang-ulang terus hal-hal yang semestinya sudah dikuasai bila karyawannya tak punya semangat untuk menjadi lebih baik.
Beberapa kali aku mewakili perusahaan mengikuti berbagai workshop yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan bidang pekerjaanku. Namun berhubung rekan kerjaku suka 'under estimate' pada kemampuannya sendiri, maka diriku yang stok percaya dirinya berlebih lah yang diberangkatkan untuk mengikuti berbagai pelatihan yang memang membutuhkan skill tertentu yang berkaitan dengan penggunaan komputer dan penguasaan hal-hal yang berbau sistem. Padahal sih sebenarnya detil-detil workshop itu tidak seberapa sulit. Asalkan memang sudah terbiasa mengoperasikan komputer, mendengarkan materi dengan tekun, dan tak segan bertanya saat mengalami kesulitan, instansi terkait yang melatih tenaga-tenaga ahli dari tiap perusahaan ini akan dengan senang hati mengajarkannya hingga para peserta paham.
Di sini aku tidak bisa menjelaskan secara terperinci apa saja detail pekerjaanku karena banyak hal yang memang bukan untuk konsumsi publik. Aku hanya bisa menginformasikan bahwa selama ini aku bekerja di divisi ekspor.
Jaman dulu masih umur dua puluhan, sering merasa tidak cocok dengan lingkungan bekerja maupun dengan pimpinan. Kalau dipikir-pikir ya, aneh sekali orang bekerja kok mikirin cocok atau tidaknya. Justru sebaliknya, diri kita lah yang harus terus beradaptasi dengan lingkungan kerja bila ingin bisa terus bersaing. Dimana-mana perusahaan bakalan lebih menghargai orang yang memiliki potensi tinggi sekaligus beretos kerja prima.
"Susah banget sih ya pekerjaan ini.... "
Pernah dengar kan ya orang bilang begitu. Yang namanya bekerja mana ada sih yang mudah ;) Kalau apa-apanya mudah ya nggak perlu ada itu segala macam workshop, pelatihan, kursus, sekolah maupun berbagai program peningkatan kemampuan diri berkaitan dengan dunia kerja.
Indonesia sebagai bagian dari MEA tentunya juga membutuhkan andil kita berkaitan dengan ketersediaan sumber daya manusia yang terampil, cerdas dan kompetitif. Bekerja di sektor apapun, kita selayaknya terus memacu semangat untuk upgrade kemampuan diri di bidang kita masing-masing. Sekecil apapun effort yang kita lakukan demi perusahaan tempat kita bekerja, itu bakalan jauh lebih baik dibandingkan hanya sekedar masuk kerja, mengisi daftar hadir, lalu pulang tanpa hasil apapun yang kita berikan kepada tempat kita mencari nafkah selama ini. Meski jumlah gajinya tiada beda antara yang rajin maupun tidak, manalah enaknya bekerja sekadarnya. Pimpinan, jajaran manajemen, bahkan kolega kita dari perusahaan maupun instansi lain bakalan tau, siapa saja 'key person' di perusahaan yang bakalan tanpa ragu mereka percaya saat mereka membutuhkan orang-orang berkompeten di bidangnya.
Satu lagi yang masih ingin kukejar berkaitan dengan upgrade kemampuan diri ini. Pengin bisa ngobrol cas cis cus menggunakan Bahasa Inggris dengan fasih seperti sobat bloggerku Indah Nuria. Meskipun banyak bahasa asing yang perlu juga dipelajari agar bisa menembus sekat-sekat ketidakmengertian, paling tidak dengan menguasai Bahasa Inggris secara advance maka salah satu pintu menuju keterbukaan bisa segera tercapai.
Sehari-hari dalam melakukan pekerjaan pun sebenarnya sudah menggunakan Bahasa Inggris tertulis untuk korespondensi. Tapi jelas beda dong ya sekedar "Dear Sir, how many container do you want to order this month?" dengan bercakap-cakap penuh kegembiraan dan sharing pengetahuan secara berkelanjutan menggunakan bahasa internasional yang satu itu. Makanya nih, salah satu usaha melancarkan dan memperkaya penggunaan vocab ya dengan belajar menulis postingan dengan Bahasa Inggris. Bisa dilihat loh di blogku yang khusus membahas seputar kartu pos : Postcard of Hearts.
Terlalu tinggikah obsesi kerjaku bila ingin menguasai ini dan itu tanpa henti?
Well, saat supply sumber daya manusia melimpah ruah di Indonesia, padahal porsi 'kue pekerjaan' yang tersedia amat terbatas, bagi karyawan seperti diriku apa lagikah yang bisa kulakukan selain terus meng-upgrade kemampuan diri agar bisa terus bersaing. Nggak mau dong nanti suatu saat perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor ekspor malah merekrut karyawan dari negara tetangga yang penguasaan Bahasa Inggrisnya lebih bagus. Duuuhh jangan sampai deh ya. Oleh karena itu, siapa saja nih tak hanya diriku, mari terus upgrade kemampuan diri agar bisa terus bersaing di era MEA ini.
"Ada pelatihan apa lagi berikutnya, Bos? Kapan jalan-jalan lagi niiiihh...." *rajin, semangat, ataupun doyan dolan sudah tak jelas lagi batasnya ;)
Hwaduuuhh... jebulnya kok sudah malam ya, padahal kayaknya baru sekejap punya hasrat ingin bobok siang, gimana dooonggg....
Petikan kalimat di atas sebenarnya banyak wagunya, cenderung bombastis gitu, lha mana ada coba bobok siang kok di malam hari. Dan yang jelas ala era Srimulat an jaman baheula. Dulu dulu sih aku bisa ngakak-ngakak liat lawakan mereka, lha wong nggak ada tandingannya jaman semono. Kalau sekarang sih liat yang pada open mic gitu hampir udah ga sanggup ketawa lagi, saking banyaknya yang unjuk kebolehan berkomedi ria.
Kalau hati lagi sumpek dan butuh hiburan sekaligus mencari inspirasi, kini tak lagi buru-buru nyalain televisi. Aku lebih sering browsing sana sini mencari bacaan yang menenangkan. Kadang juga mampir ke beberapa blog yang suguhan 'write up comedy' nya jwooozzz. Ada beberapa sih, tapi ini dia satu blogger yang sepintas lalu tulisannya tampak 'ora pokro'. Duuuhh... apa ya padanan dalam Bahasa Indonesianya? Ora pokro is a term used to describe the condition of something less useful. Hihihii...malah ini kemlinthi pakai Enggres segala ya, padahal belum tentu benar itu translation-nya. Intinya sesuatu yang begitu doank deh, ga ada lebih-lebihnya.
Namun bila membacanya dengan sepenuh jiwa raga dan segenap panca indera (mau baca blog atau semedi sih) kita bisa menemukan sesuatu yang luar biasa nilainya di dalam segala ocehan mas-mas geje yang biasa dipanggil Gus Mul ini.
Seperti yang dia tulis sendiri di tab Tentang Agus, panggilan Gus Mul-nya ini sama sekali berbeda dengan Gus Dur, Gus Mus, dan gus gus lainnya alumni pesantren. Gus Mul itu ya singkatan dari Agus Mulyadi. Bhahahaa.. jan jenius tenan kowe Gus *jempol bengkak ngawe-awe :)
Siapa dia dan apa pekerjaannya tak pernah sekalipun kukulik-kulik di blog tersebut. Belum lagi hingar bingar karyanya pun tak pernah kulihat wara-wiri di aneka sosmed. Mungkin blogger satu ini kurang kekinian meskipun sering tampil sebagai pembicara soal blogging dan photoshop. Bahkan beberapa kali tampil di televisi sebagai nara sumber juga. Yang jelas, apa-apa yang ditulis di blognya sangat kekinian loh.
Pernah ya kapan itu lagi heboh soal anjuran Mba Puan agar masyarakat mengurangi konsumsi nasi, Gus Mul ini dengan santainya bikin postingan bertajuk Wahai Mbak Puan. Nih, kutulis ulang sedikit pembicaraannya yang semrawut akut, keminter, tapi nggemesin :
Dear mbak Puan yang sudah langsing tanpa harus diet atau minum WRP,
Njenengan tahu ndak, rakyat Indonesia itu, kalau sudah urusan makanan, inovasi dan lifehacks-nya luar biasa total. Penghayatannya mantap. Pengiritannya ngaudubillah setan.
Muahahaa...piye ora kemlinthi tur keminter, bisa-bisanya dia bawa-bawa istilah lifehacks segala loh. Jan kelas tinggi tenan bahasanya, meskipun aku yakin dia dapet istilah itu juga hasil nyari wangsit bertahun-tahun. Gus Mul cerdas sekali memadukan aroma politik dengan fakta keseharian yang dihadapi rakyat Indonesia. Baca aja sendiri deh artikel itu, kajiannya bener-bener ngaudubillah setan (pinjem istilah Gus Mul).
Berhubung sama-sama orang Jawa, yang tentunya paham dengan berbagai diksi nyleneh lokalan, aku sering sekali terpingkal-pingkal saat membaca tulisan Gus Mul. Oya, aku juga beberapa kali mem-posting tulisan berbahasa Jawa. Biasanya saat menulis postingan itu bawaannya pengin curcol parah, tapi yang pada baca suka bilang kalau tulisanku itu bikin ngakak. Tega banget ya, aku lagi sedih malah diketawain. Kalau mau baca bisa loh ditengok-tengok, tentu saja bagi yang tidak bisa berbahasa Jawa harap sediakan penerjemah handal dulu :) Sekedar apes tak berkesudahan saat makan siang pernah kutulis dengan judul Mangan (ra) Enak, terus ada lagi celotehan tentang asisten rumah tangga yang jujur, ada pula sekedar berkeluh kesah tentang tontonan di televisi yang makin tidak bermutu di tulisan berjudul Mendhem Jero.
Nah, sepertinya Gus Mul ini bikin postingan juga berdasarkan desakan hati nurani terdalam. Nyatanya banyak permenungan yang kudapat seperti saat membaca artikel tentang Mbak Puan tadi. Namun tak jarang hanya sekedar melegakan diri dengan tertawa terbahak-bahak membaca tulisan Gus Mul pun sudah cukup bikin aku bahagia. Bisa tengok nih artikelnya yang berjudul Perkara Komentar di Video Steven Tyler saat dia hanya berceloteh nggak jelas, tapi asli bener-bener menghiburku yang saat itu lagi penat-penatnya ngurusin data setumpuk *repot banget data aja dikurusin, suruh diet napah...
Postingan tersebut pendek sekali, itupun hanya sekedar nyeritain saat dia baca komen yang ada di youtube. Ceritanya si Steven Tyler, vokalis Aerosmith, bikin surprise dengan mendatangi pengamen yang sedang menyanyikan lagunya yang berjudul "I don't want to miss a thing". Itu looohh lagu yang menjadi soundtrack film Armageddon. Tyler gabung dengan pengamen tersebut dan ikut nyanyi bersama. Huaaahh...pasti tuh pengamen bawaannya pengin pingsan tujuh turunan ya :)
Ndilalah kok ya Gus Mul ini iseng banget scroll komen-komen yang bertaburan di video tersebut dan mendapatkan komen yang berbunyi seperti ini : “This happened to me also ! One day we were playing on the street with my band Every Breath You Take by the Police and the Police came up and arrested us.” Hahhahaaa..ya gimana enggak mau ngakak ya bacanya. Tentu saja kelucuan ini hanya berlaku bagi mereka yang usianya sepantaran dengan Sting :))
Lantas ada gunanya gitu baca-baca blog Gus Mul? Ealah, masalah berguna atau tidak sih semua orang punya parameter sendiri-sendiri ya. Ada yang hobi mantengin inspirasi terkini dari para motivator, ada pula yang ngefans blogger kondang yang sering menang lomba blog ataupun jago SEO-google analytics-review berbayar, pun ada yang tak mau ketinggalan tutorial crafting, memasak, maupun fotografi di blog-blog favorit mereka.
Nah, blog Gus Mul ini biasa-biasa saja, bahkan cenderung nyebelin karena setiap kali membaca postingannya, itu foto profilnya bakalan terus setia melototi kita yang lagi baca. Jan-jane risih loh Gus, mbok ojo disetting ngono to hihihiiii... Tapi nggak tau kenapa ya, aku suka banget baca pesan-pesan yang ingin dia sampaikan melalui bahasa keseharian yang simpel. Seakan-akan tuh dia mengajak kita bersuka ria saat menikmati inspirasi sederhana yang coba dihadirkannya pada para pembaca blognya.
Kapan waktu yang paling pas untuk menikmati blog Gus Mul? Saat kita sedang kejar-kejaran dengan posting job review ataupun pusing mikirin alexa-PR-DA-PA. Juga saat cucian di rumah tak kunjung habis untuk dicuci dan disetrika. Atau pas kerjaan di kantor sedang menguras ketahanan fisik dan psikis. Baca saja blog ini untuk sekedar melepaskan beban duniawi terkini :)
C'mon...once in your life time, you are free for laughing out loud without thinking of serious things.
![]() |
| Founder Gandjel Rel : (ki-ka) Dedew, Uniek, Taro, Rahmi, Wuri |
Ngapain sih kamu ngeblog? Apa sih yang ingin kaucapai melalui aktivitas ngeblog?
Pertanyaan itu pernah hinggap ke pikiranku jauh sebelum foto di atas itu diambil. Kalau yang foto atas itu sih baru saja kejadiannya, waktu aku, Dedew, Rahmi, Taro dan Wuri bisa hadir barengan di suatu event yang berkaitan dengan aktivitas ngeblog kami.
Jaraaangg.. jarang sekali kami berlima bisa kumpul bareng seperti ini. Ya maklum ya, namanya emak-emak. 4 orang di antara kami memang sudah berstatus emak, adapun yang 1 lagi sih masih bujang. Cuma rempongnya juga gak kalah dibandingkan dengan 4 orang lainnya :))
Ngapain sih kamu ngeblog? Kembali lontaran pertanyaan itu mengingatkanku pada langkah kelima orang yang ada di foto tadi saat galau galau manis tentang tujuan kami ngeblog. Sekedar ngeblog untuk curcol? untuk jualan? untuk ikutan lomba? untuk...untukkk... dan masih banyak untuk untuk yang lain. Ketika akhirnya kami berlima memutuskan bahwa tujuan ngeblog itu bebas, sebebas merpati yang mengepakkan sayapnya saat membubung tinggi ke udara, maka ada sesuatu terlintas di benak kami.
Apapun tujuan ngeblognya, aku dan keempat perempuan lainnya di foto tadi menyadari, bahwa melangkah sendirian itu lebih sering membuat perasaan menjadi hampa. Berjalan barengan bergandeng tangan rasanya jauh lebih menyenangkan. Begitu juga yang terasa saat kami merasakan uluran tangan sahabat dalam aktivitas ngeblog. Dari sekedar bantuin benerin template blog temen, ngasih ide postingan hingga kesempatan bekerja sama dengan brand tertentu, ke sanalah akhirnya persahabatan kami berlima melarut.
Tak bisa dipungkiri, sebagai pribadi yang memiliki perbedaan sifat dan kepentingan, aku paham bahwa seribu jalan menuju Roma harus kami tempuh untuk menyatukan diri. Tak mudah, namun juga tak sulit-sulit amat. Untungnya keempat sahabatku ini punya tingkat pengertian yang luar biasa saat menghadapiku yang super antagonis dan lebih sering ngaconya dibandingin benernya. Luv u all, Girls muaaachh..
Kami berlima sebelumnya telah sering bertemu di komunitas penulis, yang anggotanya sangat heterogen. Banyak penulis handal di komunitas itu, ada juga yang lebih concern sebagai blogger meskipun tetap menulis juga di media cetak.
Tau nggak teman, jadi blogger yang tinggal di kota kecil itu sering bikin trenyuh. Kenapa? Iya, ngintip peta pergerakan aktif blogger ibu kota itu sungguh membuat blogger daerah macam aku ini pengin juga seaktif mereka. Biar postingan di blognya rada update gitu loh hihihiii... Kadang salah satu di antara kami berlima tadi tau satu info event yang akan berlangsung di Kota Semarang. Namun karena satu dan lain hal terkadang lupa tidak share.
Nah, oleh karena itu butuh dong wadah bagi kami untuk saling mengingatkan dan share segala sesuatu tentang dunia blogging. Lagian ya kalau pergi ke event ataupun menulis satu tema kekinian yang serupa, rasanya kok lebih sreg kalau membahasnya ramai-ramai. Asyik gitu loh, geliat blogger jadi berasa di kota kecil nan panas ini ;)
Di Semarang sendiri sebenarnya sudah ada komunitas blogger yang kiprahnya sudah kemana-mana. Hanya saja komunitas tersebut kebanyakan berisi para lelaki ganteng. Duuuhh nggak ku ku kan yaaaa *dikemplang bojo. Lebih nge-blend aja gitu kalau kumpulnya dengan sesama perempuan, chemistry-nya lebih dapet. Yakali mau nulis dan ngobrolin popok bayi dan harga minyak goreng sama bapak-bapak, ngweerriii thok to Nda :)
Thus.... jadi deh lima sekawan nan kiyut dan imut tadi garuk-garuk kepala gimana caranya biar bisa bikin wadah untuk para blogger perempuan di Semarang, yang intinya bisa berkegiatan bersama namun fun. Siapa saja asal perempuan, blogger, tinggal di Semarang dan sekitarnya, boleh lah gabung bersama nantinya. Aaahh... bikin komunitas blogger aja kali yes. Namanya apa dooonkkk....
Cukup 'sengit' juga 'pergulatan' lima sekawan tadi untuk dapetin nama yang merepresentasikan keberadaan kami plus khas Semarangan. Mulai dari Tugu Muda, Kali Mberok (duuuhh...), Simpang Lima, sampai apa lagi ya sudah lupa saking serunya ;) Hingga akhirnya kami menemukan Gandjel Rel sebagai nama yang paling pas untuk kami. Jajanan jadul khas Semarang yang mirip-mirip oetbijkoek ini selain rasanya yang manis, sangat lengket teksturnya (lengket di tenggorokan lebih tepatnya hihihii...). Semanis dan selengket persahabatan kami. Adapun pori-pori besar yang ada di kue tersebut pas sekali untuk menggambarkan adanya perbedaan dan jarak di antara kami, yang lebih berperan sebagai penyeimbang kepentingan. Jadi bukan sebagai pembatas kedekatan loh ya. Kedekatan yang sangat menjunjung tinggi privacy lah intinya.
Duh haduuuhh sampai kemana-mana deh ini postingannya. Asyik sih mengingat-ingat perjalanan bersama kami setahun ke belakang, saat tanggal 22 Februari 2015 sepakat membentuk komunitas blogger perempuan Gandjel Rel ini. Semua perbedaan yang ada di antara kami terasa tak berarti lagi ketika ngeblog dan bersahabat menjadi pilihan.
Dua di antara kami berstatus karyawan, tiga lainnya berkarya sebagai penulis handal yang sudah merambah ke penerbit nasional. Jadi ya, kalau pas ada event yang mengharuskan kami berlima hadir gitu, udah deeehh... pembahasan siapa yang bisa hadir akan menjadi serius banget melebihi Perundingan Renville :)
Senang sekali rasanya kami berlima bisa gabung bareng dengan blogger-blogger perempuan lainnya yang tersebar di penjuru Kota Semarang dan sekitarnya. Energi luar biasa dari para blogger ini sungguh membuatku terharu, ternyata aku tak kesepian lagi ngeblog di kota kecil ini. Banyak teman sedaerah yang passion ngeblognya patut diacungi jempol. Beraneka ragam event yang selama ini diikuti bersama oleh member Gandjel Rel menjadi ajang pembuktian kami berlima bahwa kebersamaan yang kami cita-citakan ini bukan mustahil akan terwujud.
Baru setahun langkah Gandjel Rel bersama, Inshaa Allah masih akan terus bergandengan bareng dalam aktivitas blogging ini. Terima kasih banyak untuk banyak pihak yang telah bersedia menjadi partner Gandjel Rel, juga para blogger senior yang terus mendukung kiprah Gandjel Rel di Kota Semarang tercinta ini. Semoga saja Gandjel Rel dapat terus menjadi wadah blogger perempuan Semarang, makin asyik, makin nyaman untuk berteman, makin menjadi sarana silaturahim dan saling berbagi manfaat. Aamiin.
Selamat ulang tahun yang pertama, Gandjel Rel tercinta. Mari terus menabur kebaikan dan manfaat melalui aktivitas blogging. Bagikan pengetahuan dan hal-hal berharga lainnya melalui blog, nggak usah disimpen sendirian, ntar ngganjel loh. Ingat tagline Gandjel Rel : ngeblog ben rak ngganjel.
Jaraaangg.. jarang sekali kami berlima bisa kumpul bareng seperti ini. Ya maklum ya, namanya emak-emak. 4 orang di antara kami memang sudah berstatus emak, adapun yang 1 lagi sih masih bujang. Cuma rempongnya juga gak kalah dibandingkan dengan 4 orang lainnya :))
Ngapain sih kamu ngeblog? Kembali lontaran pertanyaan itu mengingatkanku pada langkah kelima orang yang ada di foto tadi saat galau galau manis tentang tujuan kami ngeblog. Sekedar ngeblog untuk curcol? untuk jualan? untuk ikutan lomba? untuk...untukkk... dan masih banyak untuk untuk yang lain. Ketika akhirnya kami berlima memutuskan bahwa tujuan ngeblog itu bebas, sebebas merpati yang mengepakkan sayapnya saat membubung tinggi ke udara, maka ada sesuatu terlintas di benak kami.
Apapun tujuan ngeblognya, aku dan keempat perempuan lainnya di foto tadi menyadari, bahwa melangkah sendirian itu lebih sering membuat perasaan menjadi hampa. Berjalan barengan bergandeng tangan rasanya jauh lebih menyenangkan. Begitu juga yang terasa saat kami merasakan uluran tangan sahabat dalam aktivitas ngeblog. Dari sekedar bantuin benerin template blog temen, ngasih ide postingan hingga kesempatan bekerja sama dengan brand tertentu, ke sanalah akhirnya persahabatan kami berlima melarut.
![]() |
| Saat gabung dengan blogger Semarang lainnya di event Speed Test Smartfren 4G LTE-Advanced |
Tak bisa dipungkiri, sebagai pribadi yang memiliki perbedaan sifat dan kepentingan, aku paham bahwa seribu jalan menuju Roma harus kami tempuh untuk menyatukan diri. Tak mudah, namun juga tak sulit-sulit amat. Untungnya keempat sahabatku ini punya tingkat pengertian yang luar biasa saat menghadapiku yang super antagonis dan lebih sering ngaconya dibandingin benernya. Luv u all, Girls muaaachh..
![]() |
| berawal dari rumpi2 soal buku |
Kami berlima sebelumnya telah sering bertemu di komunitas penulis, yang anggotanya sangat heterogen. Banyak penulis handal di komunitas itu, ada juga yang lebih concern sebagai blogger meskipun tetap menulis juga di media cetak.
Tau nggak teman, jadi blogger yang tinggal di kota kecil itu sering bikin trenyuh. Kenapa? Iya, ngintip peta pergerakan aktif blogger ibu kota itu sungguh membuat blogger daerah macam aku ini pengin juga seaktif mereka. Biar postingan di blognya rada update gitu loh hihihiii... Kadang salah satu di antara kami berlima tadi tau satu info event yang akan berlangsung di Kota Semarang. Namun karena satu dan lain hal terkadang lupa tidak share.
Nah, oleh karena itu butuh dong wadah bagi kami untuk saling mengingatkan dan share segala sesuatu tentang dunia blogging. Lagian ya kalau pergi ke event ataupun menulis satu tema kekinian yang serupa, rasanya kok lebih sreg kalau membahasnya ramai-ramai. Asyik gitu loh, geliat blogger jadi berasa di kota kecil nan panas ini ;)
![]() |
| member Gandjel Rel menjadi kontributor di web HelloSemarang.com ~ foto milik : Hyudee |
Di Semarang sendiri sebenarnya sudah ada komunitas blogger yang kiprahnya sudah kemana-mana. Hanya saja komunitas tersebut kebanyakan berisi para lelaki ganteng. Duuuhh nggak ku ku kan yaaaa *dikemplang bojo. Lebih nge-blend aja gitu kalau kumpulnya dengan sesama perempuan, chemistry-nya lebih dapet. Yakali mau nulis dan ngobrolin popok bayi dan harga minyak goreng sama bapak-bapak, ngweerriii thok to Nda :)
Thus.... jadi deh lima sekawan nan kiyut dan imut tadi garuk-garuk kepala gimana caranya biar bisa bikin wadah untuk para blogger perempuan di Semarang, yang intinya bisa berkegiatan bersama namun fun. Siapa saja asal perempuan, blogger, tinggal di Semarang dan sekitarnya, boleh lah gabung bersama nantinya. Aaahh... bikin komunitas blogger aja kali yes. Namanya apa dooonkkk....
Cukup 'sengit' juga 'pergulatan' lima sekawan tadi untuk dapetin nama yang merepresentasikan keberadaan kami plus khas Semarangan. Mulai dari Tugu Muda, Kali Mberok (duuuhh...), Simpang Lima, sampai apa lagi ya sudah lupa saking serunya ;) Hingga akhirnya kami menemukan Gandjel Rel sebagai nama yang paling pas untuk kami. Jajanan jadul khas Semarang yang mirip-mirip oetbijkoek ini selain rasanya yang manis, sangat lengket teksturnya (lengket di tenggorokan lebih tepatnya hihihii...). Semanis dan selengket persahabatan kami. Adapun pori-pori besar yang ada di kue tersebut pas sekali untuk menggambarkan adanya perbedaan dan jarak di antara kami, yang lebih berperan sebagai penyeimbang kepentingan. Jadi bukan sebagai pembatas kedekatan loh ya. Kedekatan yang sangat menjunjung tinggi privacy lah intinya.
![]() |
| bertiga ikutan press conference pra tayang film Ngenest by Ernest Prakasa |
Duh haduuuhh sampai kemana-mana deh ini postingannya. Asyik sih mengingat-ingat perjalanan bersama kami setahun ke belakang, saat tanggal 22 Februari 2015 sepakat membentuk komunitas blogger perempuan Gandjel Rel ini. Semua perbedaan yang ada di antara kami terasa tak berarti lagi ketika ngeblog dan bersahabat menjadi pilihan.
Dua di antara kami berstatus karyawan, tiga lainnya berkarya sebagai penulis handal yang sudah merambah ke penerbit nasional. Jadi ya, kalau pas ada event yang mengharuskan kami berlima hadir gitu, udah deeehh... pembahasan siapa yang bisa hadir akan menjadi serius banget melebihi Perundingan Renville :)
Senang sekali rasanya kami berlima bisa gabung bareng dengan blogger-blogger perempuan lainnya yang tersebar di penjuru Kota Semarang dan sekitarnya. Energi luar biasa dari para blogger ini sungguh membuatku terharu, ternyata aku tak kesepian lagi ngeblog di kota kecil ini. Banyak teman sedaerah yang passion ngeblognya patut diacungi jempol. Beraneka ragam event yang selama ini diikuti bersama oleh member Gandjel Rel menjadi ajang pembuktian kami berlima bahwa kebersamaan yang kami cita-citakan ini bukan mustahil akan terwujud.
Baru setahun langkah Gandjel Rel bersama, Inshaa Allah masih akan terus bergandengan bareng dalam aktivitas blogging ini. Terima kasih banyak untuk banyak pihak yang telah bersedia menjadi partner Gandjel Rel, juga para blogger senior yang terus mendukung kiprah Gandjel Rel di Kota Semarang tercinta ini. Semoga saja Gandjel Rel dapat terus menjadi wadah blogger perempuan Semarang, makin asyik, makin nyaman untuk berteman, makin menjadi sarana silaturahim dan saling berbagi manfaat. Aamiin.
Selamat ulang tahun yang pertama, Gandjel Rel tercinta. Mari terus menabur kebaikan dan manfaat melalui aktivitas blogging. Bagikan pengetahuan dan hal-hal berharga lainnya melalui blog, nggak usah disimpen sendirian, ntar ngganjel loh. Ingat tagline Gandjel Rel : ngeblog ben rak ngganjel.
Dari pertama kali memiliki handphone, aku tak pernah neko-neko menetapkan standar gagdet apa yang ingin kumiliki. Beraneka ragam handphone canggih setiap bulannya bermunculan. Mulai dari yang asal pabrikan China hingga Eropa tak kunjung berhenti mengalir ke daratan Indonesia.
Jika tak pandai mengekang keinginan, pastilah inginnya setiap saat update gadget terkini. Untungnya ya kondisi daya beli yang lumayan mepet amat membantuku. Jadi cukup menggunakan handphone seadanya saja.
Namun kondisi dan tuntutan kerja rupanya mengharuskanku bersanding dengan smartphone yang cukup mumpuni untuk mengatasi berbagai kebutuhan. Alhamdulillah kesampaian juga memiliki smartphone canggih yang amat membantuku dalam menuntaskan pekerjaan. Urusan di kantor beres, urusan utak-atik blog maupun bersosmed ria juga oke dengan menggunakan smartphone-ku ini.
Zenfone Selfie. Sejak awal smartphone ini launching, aku beruntung sekali bisa menikmati kehebatan performanya. Bagi yang ingin tau suasana saat launching itu, ini rekaman acara bulan November lalu saat Zenfone Selfie di-release di Indonesia bersama dengan Zenfone 2 Laser, Zenfone Max dan Zenfone 2 Deluxe. Kebetulan waktu itu aku beruntung bisa berada di sana dan menyaksikan megahnya launching produk baru Asus ini.
Tuuuhh...keren kan acaranya, aku ada di samping pembawa acaranya loh. Ituuuu...ituuu loh yang pake kerudung *ngayal banget ;)
Nah, mau tau apa saja kelebihan Zenfone Selfie ? Yuuukk marilah kemari kawan....
Tuuuhh...keren kan acaranya, aku ada di samping pembawa acaranya loh. Ituuuu...ituuu loh yang pake kerudung *ngayal banget ;)
Nah, mau tau apa saja kelebihan Zenfone Selfie ? Yuuukk marilah kemari kawan....
Kamera Smartphone yang Unggul
Judulnya saja Zenfone Selfie, tentunya bagi para selfie mania akan makin dimudahkan untuk merekam gambar selfie mereka dengan menggunakan perangkat yang satu ini. Gimana enggak asyik kalau mau motret pake kamera belakang ataupun kamera depan sama-sama sudah 13 MP. Bahkan sudah disediakan mode Selfie Panorama, jadi saat kita welfie bareng teman-teman, kamera bisa menangkap sampai sudut pandang 140 derajat sehingga lebih banyak yang bisa dimuat dalam frame.
Apalagi nih ya, perangkat yang satu ini ditunjang maksimal dengan opsi Beautification saat ber-selfie ria. Dengan mode Beautification, banyak pilihan menu untuk menyeimbangkan fitur wajah, melembutkan dan menghaluskan kulit untuk menciptakan foto tanpa cela.
Aku paling suka foto selfie dengan mode yang satu ini. Bahkan saat pertama kali selfie menggunakan Zenfone Selfie dengan setelan Beautification, kemudian upload foto di Facebook, banyak pujian datang menghampiri. Katanya sih beda banget aslinya dengan di foto. Ya iyalaaahh... aslinya kan ya emang cuma begitu doang hihihihiii...
Hahahahaaa... maklum, sebagai sesama pengguna dia tentunya tau efek positif dari menu yang satu ini. Untung saja waktu itu beliau bilang begitu, jadi kan meringankan beban hatiku untuk berterus terang kepada khalayak bahwa orang yang ada di foto itu telah terselamatkan oleh Zenfone Selfie ;)
Bersenang-senang sedikit dengan smartphone boleh lah yaaaa....
Selain itu, dukungan dual LED real tone yang ada pada Zenfone Selfie menciptakan cahaya paling alami di suasana indoor. Saat tombol shutter ditekan, maka perangkat ini akan langsung membuat kombinasi sempurna dari cahaya putih dan cahaya kuning untuk menghasilkan tone yang paling pas.
Bagi yang sering mengalami gangguan backlight saat pengambilan gambar, Zenfone Selfie juga jadi andalan yang paling tepat loh. Dengan mode pixelmaster backlight (Super HDR), secara otomatis akan mengambil banyak gambar dan memprosesnya menggunakan teknologi ASUS Enhancing. Hasil akhirnya akan 400% lebih terang, juga warna dan detail yang lebih baik. Proses enhancing ini untuk memastikan foto yang kita ambil dalam kondisi cahaya latar sangat kuat tadi tetap akan kelihatan alami.
Jadi hanya saat kondisi amat terang aja nih kehebatan Zenfone Selfie?
Nggak dong, masih ada lagi kelebihannya. Saat kita setel kamera pada mode Low Light, Zenfone Selfie akan memproses gambar secara sempurna ketika pengambilan gambar dilakukan di suasana yang minim cahaya. Melalui kombinasi dari teknologi pixel-merging yang menggabungkan 4 piksel terdekat untuk membentuk piksel baru dan algoritma pemroses gambar canggih, mode Low Light meningkatkan sensitifitas cahaya sampai 400%. Fitur ini juga menyempurnakan peredam gangguan gambar dan meningkatkan kontras warna 400%, untuk foto minim cahaya yang jelas dan terang tanpa bantuan flash.
Gimanaaa...gimanaaa... asyik kan bereksperimen dengan kamera smartphone yang satu ini?
Saat tumpukan kerjaan menggunung di kantor, smartphone yang satu ini sangat membantu untuk mengurangi stress. Bermain-main dengannya merupakan hiburan yang amat bermanfaat. Bereksperimen dengan mode Depth of Field, sekedar di meja kerja aja sih... cekrak cekrek dikit, lanjut upload ke Instagram. Gitu aja sudah seneng loh hihihii... bisa lanjut kerja lagi dengan hati riang setelah asyik-asyikan dengan Zenfone Selfie.
Lumayan kan hasilnya ;)Gimanaaa...gimanaaa... asyik kan bereksperimen dengan kamera smartphone yang satu ini?
Saat tumpukan kerjaan menggunung di kantor, smartphone yang satu ini sangat membantu untuk mengurangi stress. Bermain-main dengannya merupakan hiburan yang amat bermanfaat. Bereksperimen dengan mode Depth of Field, sekedar di meja kerja aja sih... cekrak cekrek dikit, lanjut upload ke Instagram. Gitu aja sudah seneng loh hihihii... bisa lanjut kerja lagi dengan hati riang setelah asyik-asyikan dengan Zenfone Selfie.
A photo posted by Uniek Kaswarganti (@uniekkas) on
Bagi yang sudah mahir fotografi, Zenfone Selfie juga menawarkan menu Manual agar pengguna lebih maksimal mempraktekkan kemampuan fotografi mereka.
Desain Ergonomis
ZenFone Selfie mendefinisikan cara terbaik untuk berinteraksi dengan manusia, dengan menghadirkan tombol fisik belakang sebagai bagian dari desain lengkung ergonimis dengan casing setipis 3.9mm di bagian sisinya.
Pengendali volume suara di belakang dan tombol rana secara ideal diposisikan untuk telunjuk Anda, agar mengambil selfie dan mengatur volume dapat dilakukan lebih mudah saat Anda menggengam.
Corning Gorilla Glass 4
Zenfone Selfie Partner Kerjaku
Selain memaksimalkan kemampuan kameranya, Zenfone Selfie benar-benar membantuku mengatasi berbagai tantangan yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari![]() |
| salah satu program online dari instansi terkait yang harus kugunakan untuk entry data |
Berkaitan dengan perbaikan kinerja pemerintah di segala sektor, tempatku bekerja menjadi salah satu perusahaan yang harus mengikuti kebijakan dari instansi terkait. Salah satunya adalah dengan penggunaan sistem entry data secara online, sehingga nantinya akan mudah akses segala aplikasi yang berkaitan dengan beberapa instansi pemerintah terkait.
Begini inilah beberapa hal yang harus kulakukan melalui bantuan Zenfone Selfie ini :
Berkat ketajaman lensa kamera yang tertanam dalam Zenfone Selfie, setiap data yang harus kuinput melalui beberapa aplikasi seperti terlihat di atas tadi menjadi sangat mudah. Entry data yang dibarengi dengan scan barcode barang yang digunakan oleh perusahaanku seakan tanpa hambatan dengan kecanggihan Zenfone Selfie yang didukung RAM 3GB ini. Tak ada nge-lag ataupun gambar jam pasir saat smartphone ini memproses entry data melalui aplikasi tadi.
Mau senang-senang ataupun bekerja, tetep dooonkk temennya Zenfone Selfie :)
Apa saja sih isi tasmu?
Suka ditanyain gitu nggak, Kawans? Apalagi bagi kawan yang kerap membawa tas berukuran setara kulkas mini :)
Meski berstatus ngantor, tak ada kewajiban kan untuk membawa tas jenis tertentu saat bekerja? Khususnya untukku nih yang seringnya males banget urusin isi tas. Semuaaaa masuk cemplang cemplung ke dalam tas. Tas ransel merupakan tas yang paling representatif untuk mengakomodir kebiasaan nyemplungin segala macem ke dalam tas ini.
Seiring dengan perjalanan usia (beeghhh...kayak udah seabad aja nih nini niniiiii) rupanya tas ransel yang kegedean bikin puyeng juga. Tak jarang saat mencari barang tertentu tangan kudu gerayangan ke hampir semua isi kantong. Mana ya kabel charger? Mana nih kabel data saat diperlukan? Lho lhoooo perasaan baru saja naroh uang receh, koq nggak ada ya? Hedeeehhh.... sepele-sepele gitu deh, tapi sungguh bikin sakit hati karena keliatan banget tidak credible atas isi tas sendiri.
Pernah sekali waktu nih pergi untuk urusan kantor dan saat ditanya mana cap perusahaan yang tadi kubawa, euhmmm... langsung deh jadi aktris pemeran utama film berjudul "Pikun Oldewey". Hiks hikss... maluuuu banget karena tak kunjung menemukan cap yang dicari di dalam tas. Sebegitu sulitkah menemukan cap perusahaan di dalam tas tadi? Iya, sulit banget, karena ternyata cap itu tadi kutaruh di dalam kantong jas saking takutnya kelupaan naroh. Dan ternyata itu bukan solusi yang tepat. Omagaaaa...
Menyadari akan kelemahanku dalam hal mengingat-ingat tadi, maka kuputuskan untuk mengganti ransel yang terlalu besar tadi dengan ransel yang sedikit lebih kecil ukurannya. Seperti foto di atas tadi, ransel bunga-bunga boooo.... biar lebih feminin sedikit lah ;) Dan untuk menghindari tragedi lupa sepanjang waktu, di dalam ransel tadi kuletakkan kantong-kantong khusus yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri.
Mau tau apa saja kantong / wadah tersebut? Yuuukkk.... mari mari sini eike tunjukin :))
Dompet
Perempuan mana sih yang suka bepergian tanpa bawa dompet? Ada ya? Ohhh... iya sih, kalau sekedar beli cabe ke abang belanjaan sayur depan rumah memang ga usah bawa-bawa dompet ;) Tapi kalau bepergian kemana-mana kayaknya sih sekecil apapun ukurannya, barang yang satu ini sudah lazim menemani perempuan.
Dompetku bertipe sederhana saja, tadinya bagus berwarna ungu terang. Sekarang sih sudah jadi ungu buluk :)) Mestinya sih rutin dicuci ya biar tetep kinclong. Tapi gimana yaaa... ntar kalau dicuci terus segala macam sumpelan isinya taroh mana?? Ntar lupa lagi kan malah repot. Ada yang mau nyumbang dompet sini buat aku? Hihihiiii....
Pouch untuk Wadah Perlengkapan Gadget
Isi tas yang campur aduk tuh paling nyebelin rasanya saat tangan gerayangan kesana kemari mencari sesuatu. Seperti waktu mencari charger nih. Udah cari-cari kabel yang sepertinya bagian dari charger henponku, eeee...begitu ditarik ternyata malah kabel data. Saking uyel-uyelannya segala macam kabel nih sampai bingung mana yang kabel charger, kabel data, kabel earphone, bahkan tali beha *ehAda salah satu barang bawaan jaman purba yang sampai sekarang masih setia menemani hari-hariku looohh... Mau tau??
Hahahaa... iniloh MP3 player yang dulu beli harga tiga puluh ribuan. Meski sudah jadul dan tampak lebam-lebam gitu tombolnya, si mungil satu ini merupakan penyelamat ampuh saat ingin melarikan diri dari jutaan kalimat tak enak yang mungkin mampir di telinga. Entah itu amukan bos, gosipan teman sekantor yang bakalan bikin kadar ke-syar'i'-anku berkurang, atau saat badai ngantuk menyerang padahal dokumen yang harus dikerjakan tumpukannya ngalah-ngalahin tingginya atap.
Bisa saja sih sebenenarnya nyetel musik di komputer kantor. Cuma kan ga enak ya sama temen seruangan kalau pas ingin nyetel lagu rohani kenceng-kenceng, ntar dikira pamer kerelijianku *pasti bawaannya pada pengin bacok-bacok nih, ya kan ya kaaann....
Pouch Tambahan
Satu pouch saja ternyata tak cukup untukku. Kadang-kadang ya saat di kantor atau lagi pergi kemana gitu, ada saatnya 'bengong time' melanda. Terutama kalau pas nunggu sesuatu. Selain buku sebagai teman setia, aku punya cadangan amunisi yang paling sip untuk mengatasi waktu senggang.Yup, sebagian besar teman akrabku sudah tau kalau aku ini postcard lover. Kemana-mana juga bawa ini. Di dalam pouch cantik berbahan wastra Endek Bali ini (pasti tau dooongg dari siapa, itu tuuuhh mamak diplomat muda yang sekarang tinggal di NYC) kusimpan beberapa postcard, isolasi lucu, stamp kiyut dan kantong perangko.
Telah beberapa saat aku register di web yang khusus digunakan untuk tukar menukar kartu pos. Dengan merekues satu alamat yang akan menjadi tujuan kartu posku, maka web tersebut secara random akan memilih salah satu membernya untuk kukirimi kartu. Bisa saja dapet alamat orang di India, China, Thailand, Jerman, Finlandia, Turki, atau negara-negara lainnya. Nah, selepas mendapatkan alamat itu, sebaiknya sih langsung saja menulis kartu posnya dan dikirimkan.
Di web tersebut akan tampil lama perjalanan kartu hingga sampai ke tujuan, terhitung dari tanggal rekues alamat tadi. Jadi biar waktu perjalanannya presisi, alangkah baiknya kartu pos segera dikirim. Nanti kalau penerima telah menerima kartu pos tersebut, maka dia akan melakukan register via sistem web. Setelah data masuk, maka seseorang di salah satu penjuru dunia akan menerima notifikasi untuk mengirim postcard kepadaku saat dia sedang melakukan aktivitas rekues alamat seperti yang kulakukan tadi. Jadi random ini modelnya, ngirimnya ke siapa, tapi dapet reply nya dari orang lain gitu.
Web ini gampang sekali diakses, bahkan dengan menggunakan smartphone sekalipun. Kapan pun aku ingin kirim kartu pos tinggal klak klik sedikit dan mencatat detailnya ke dalam buku khusus postcard swapping (tukeran kartu pos) yang ada di dalam pouch khusus ini. Tuuuhh...keliatan kan di bawah tumpukan postcard.
Pernak-pernik Isi Tas Lainnya
Selain dompet dan kedua pouch tadi, masih ada lagi loh isi tasku.Tetap berwujud kantong meskipun lebih kecil ya ukurannya. Atau lebih tepatnya dompet sih ya. Yang berwarna pink dan ada blink blink nya berhias gajah kecil itu adalah hadiah dari sahabat baikku Dewi Rieka. Oleh-oleh waktu dia pergi ke Negara Gajah Putih. Kubawa terus nih untuk wadah uang receh.
Meski sekedar berisi receh, peran dompet kecil ini luar biasa loh. Kalau nggak ada dia, bisa-bisa waktu parkir di swalayan ataupun warung bakso bisa kelabakan saat tiba waktu membayar jasa parkir. Apa mau sekedar nyari uang seribu saja sampai ditunggu lama sama tukang parkirnya? Tengsin lah ya. Malu plus kepanasan kalau pergi belanjanya pas siang hari :))
Dompet kecil satunya lagi yang transparan itu berisi kumpulan flash disc, mulai yang isinya dokumen kantor, foto-foto pribadi, hingga file-file perbloggeran hihihiii... Gaya banget ya ngumpulin segala flash disc. Lha daripada bawa-bawa external disc tapi entar lupa nyimpennya di folder yang mana, mendingan gini deh. Pas pergi ikutan workshop juga lebih enak kalau ngopi file dari pemateri ke flash disc daripada nyodorin external memory. Ntar dikira gayaaaa.... Maklum partner kerjanya kan juga sama-sama dari desa, ntar malah bingung ngeliat itu apaan segala batu bata dibawa kerja :)
Nah, kalau yang kayak gulungan perkamen itu alas foto yang bisa dipakai kapan saja ingin beraksi. Hahahaa gaya banget kayak tukang potret beneran saja. Padahal ya cuma gini aja sih sebenarnya :
Di Instagram ada beberapa akun yang menjadi wadah bagi para penggemar potrat-potret tematik. Salah satu yang kusukai adalah @uploadkompakan. Ada beberapa lagi seperti @clickandframes, @motretforfun, @setorfotobareng, dan masih banyak lagi lainnya, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri. Kadang kalau pas sempat nengok IG dan melihat tema fotonya bisa kuusahakan saat itu juga, ya jeprat jepret sekadarnya saja lah saat di kantor menggunakan smartphone. Yang penting hepiiii... Meski hasil fotoku tak seberapa, seneng banget loh bisa melihat foto-foto hasil jepretan peserta lain. Keren kereeeennn...
Penghuni Kantong Depan
Selayaknya ransel pada umumnya, pasti ada kantong yang menjadi pelengkap tas kan? Entah itu kantong samping maupun depan. Nah, di ransel kemayu ala bunga-bunga milikku tadi, kantong depan juga tak kalah penting isinya dibandingkan bagian dalam.Kantong depan ini berisi segala macam alat tulis, kadang-kadang ada obeng kecil juga, kadang-kadang minyak aromaterapi (sesuai usia banget kaaaaannnn) dan kotak aluminium kecil tempat kartu nama. Hahahaaa gaya bangeeeett pake bawa-bawa kartu nama segala. Mana kartu namanya ada 2 pula. Yang satu versi gaya ala kantoran, yang satunya lagi versi gaya banget ala blogger. Iya, yang centil kiyut manja itu kartu nama sebagai blogger. Ada yang mau?? Ntar ya kalau ketemu kubagi agar namaku selalu hadir di hati teman-teman semua *ember mana embeeeerrr....
Ya gitu deh kisah meriahnya isi tas perempuan. Kebetulan tak ada pouch kosmetiknya nih, karena memang sebetulnya diriku hampir tak pernah berdandan. Oles-oles wajah biasanya kulakukan pas berangkat kerja saja plus setelah sholat. Peralatan lenongnya ada di laci kantor, tak dibawa kemana-mana. Standar isi tasku ya yang itu aja di atas.
Jadi penasaran nih ingin tau juga isi tas kawans semua. Apa aja sih isinya? Mau intip-intip aaahhh....
Bolak-balik reuni melulu, apa sih sebenarnya manfaatnya?
Pernah terlontar pertanyaan seperti itu dari seorang sahabat. Seseorang yang kecewa luar biasa saat tidak menemukan esensi sebenarnya reuni yang dihadirinya. Semua teman lama yang hadir saat itu berlomba-lomba memamerkan kesuksesan masing-masing. Adapun bagi yang belum sukses rata-rata melipir dan lebih memilih mojok sambil memegang gelas bekas minum es, yang meskipun sudah kosong tak berisi tetap saja dipegang dan dipandang-pandang saking ga ada lainnya yang bisa dikerjakan. Mau apa lagi coba, teman yang sukses sedang mewartaberitakan kehebatannya, sedangkan yang pegang gelas ini tak ada yang bisa dipamerkan.
Ironis?
![]() |
| saat reuni dengan teman SMA |
Buatku sendiri sih tidak ironis.
Mungkin bagi yang hobi sensian dan baperan memang ya kondisi yang dialami si pemegang gelas tadi memang bikin menderita. Suasana menjadi tidak asyik tatkala hati kita sudah terluka pada gebrakan pertama. Gimana mau enggak terluka, niatnya pengin kangen-kangenan sama teman lama lha koq malah ndengerin orang riya'.
Buatku sih reuni itu memang ajang seneng-seneng, plus bonus silaturahim. Plus plus lainnya akan tercipta saat melalui silaturahim itu satu sama lain bisa saling support. Misalnya nih, ketemu aku yang selain mburuh juga hobi ngeblog, trus nawarin deh : piye Niek misalnya kamu bikin tulisan tentang cafe baruku? Ntar ada cuan nya laaahhh... Hahahaa... kalau seperti itu kan namanya simbiosis mutualisme kan?
Itu misalnya saja loh. Tak perlu berujung materi. Mendapatkan referensi ataupun koneksi melalui teman lama juga bukan hal yang mustahil. Bisa saja kan bagi kita yang misalnya punya usaha craft, eh ndilalah pas ketemu teman lama di reunian ternyata dia sedang membutuhkan pengrajin untuk mensupply toko aksesorisnya. Harak klop banget to yang begini ini.
Sekali lagi itu tadi misalkan saja lho ya. Intinya bukan berujung pada materi, namun perolehan nilai plus plus dari sebuah reunian tadi memang akan terasa hangat karena diiringi dengan semangat kekeluargaan dan persahabatan yang tulus.
![]() |
| Dua dari kami dulunya tomboy sekali, sekarang enggak kan? Udah ibuk-ibuk semuaaaa,.. :) |
Ada juga nih yang minder saat ketemuan. Entah itu karena status marital ataupun status ekonomi yang dianggapnya tak layak bersanding dengan teman-teman lainnya. Duh, kalau aku sih cuek saja ya. Teman-teman sekolahku sudah pada sukses dan naik mobil bagus ya kan itu hak mereka. Aku tak kalah bangganya saat datang dengan menumpang angkot. Aku lebih hebat karena dengan uang yang kubayarkan kepada supir angkot berarti aku sudah memiliki kontribusi kepada supir angkot tersebut plus keluarganya. Siapa tau sekian ribu yang kubayarkan di saat dia sedang sepi penumpang itu memang benar-benar sedang dibutuhkan oleh keluarganya untuk membeli sesuatu. Ya kan ya kaaann...
Lagipula, rata-rata orang yang sedang reunian juga tidak melakukan rekap statistik data kekayaan teman-temannya. Paling banter kan ya nggedabrus alias ngobrol seru tak keruan tentang masa lalu. Apalagi sih yang mau kita tertawakan bersama selain masa lalu yang lugu, lucu dan naif itu ;)
Mentertawakan kebodohan kita sendiri di masa lalu itu termasuk self healing loh. Kok bisa?
Coba kalau tidak ada pengalaman itu di masa lalu, tentu kita sekarang nggak akan jadi begini. Paling tidak, kita yang sekarang, yang Insya Allah sudah jauh lebih baik dibandingkan masa sekolah itu, bisa merasa bersyukur telah mendapatkan waktu untuk terus berkembang. Dari sekedar anak sekolahan yang taunya cuma mbolos dan nyontek, bisa menjelma menjadi seseorang yang paling tidak memiliki arti untuk orang-orang di sekitar kita. Bisa keluarga, bisa tetangga, bisa juga sahabat kita.
Lha kalau ternyata ada juga yang babar blas tidak memiliki arti?
Ya berarti itu PR untuk diri kita sendiri gimana caranya agar bisa melakukan aktivitas yang berkaitan dengan masa depan, yang tak sekedar berguna untuk diri kita sendiri, namun juga bermanfaat untuk orang lain. Nggak usah muluk-muluk lah. Bagi yang sudah menikah, tentunya ada saja kan yang bisa kita kerjakan untuk keluarga kita. Dan untuk yang masih bujang, heiiii... waktumu untuk orang lain masih lebih banyak loh. Ayo segera leburkan diri kesana-kemari agar makin banyak kenalan dan kawan.
Kalau buatku pribadi, reuni sekolah itu sesuatu yang layak dipertahankan pelaksanaannya. Asalkan diingat asas tidak pamer dan membuat teman yang lain minder. Plis deh ah, kalau sukses itu dibagi-bagi, jangan dipek dhewe ;)
Kalau untuk teman-teman, suka hadir di reuni sekolah apa tidak? Suka dan merasa nyaman kah saat hadir di sana?
Pernah nggak sih mengalami kejadian mati gaya mau pakai baju apa saat mau ke kantor ataupun bepergian untuk keperluan lainnya?
Bagi yang bekerja dan mengenakan seragam, tentunya tak perlu pusing-pusing lagi ya mikirin besok mau pakai baju apa. Sudah default gitu, konsentrasi bisa dialihkan ke hal-hal lain yang lebih penting. Beda kejadiannya nih dengan diriku yang setiap hari mikir harus mengenakan baju atau setelan apa biar tidak bosan.
Sehari-hari sih cukup mengenakan jins dan kemeja atau kaos. Maklum nih kerja 'ngamplas', mau pakai jas mentereng ntar malah diketawain kuli-kuli ngamplas :) Belum lagi bila kepanasan akibat aktivitas di lapangan yang harus kesana kemari, bisa saltum dong kalau mengenakan yang terlalu formal.
Meski seringnya hanya mengenakan jins dan kaos, namun sesekali pengin juga kan tampil agak beda. Modifikasi baju tak harus membeli banyak setelan, kan bisa di mix and match agar variasi tampilan kita bisa bermacam-macam.
Yang paling menyelamatkanku dari tragedi mati gaya adalah cardigan. Aku memiliki beberapa buah cardigan yang siap kupadukan dengan manset aneka warna. Salah satu jenis cardigan yang kumiliki via belanja di toko online adalah kimono cardigan. Mungkin terinspirasi dari model kimono yang digunakan orang Jepang gitu ya.
Kimono sendiri dalam Bahasa Jepang memiliki arti sebagai berikut : ki berarti pakai, mono berarti barang. Jadi sebenarnya kimono itu bisa dibilang 'something to wear'. Adapun di negara asalnya, kimono itu memiliki kriteria tersendiri untuk masing-masing penggunanya. Bagi yang single kimononya akan berbeda dengan yang telah menikah.
Modifikasi busana ala kimono ini hanya mengadopsi model lengannya saja. Kimono cardigan yang ada di foto atas tadi merupakan salah satu cardigan kesayanganku karena modelnya yang unik. Meskipun di waktu tertentu akan memberikan kesan lebar pada badan, di saat yang lain cardigan ini bermanfaat sekali untuk melapisi kaos manset yang biasa kukenakan saat harus padu padan dengan berbagai baju lengan pendek yang ada di almari.
Teman-teman blogger yang perempuan, adakah yang juga memiliki kimono cardigan model begini? Kalau iya, motif kesukaannya seperti apa? Bolehlah di sosmed diupload dan nanti aku di-tag ataupun di-mention ya :)
Ganteng sedikit, cekreeekk...
Cantik dikit, cekreeekk...
Imut maksimal, cekrek cekrek cekreeeekk...
Mengambil sedikit bunyi iklan salah satu provider layanan jasa telekomunikasi di atas tersebut, kita tentu sudah mahfum dengan kebiasaan orang-orang kekinian. Hampir di tiap moment yang kita hadapi sangatlah mudah untuk mengabadikannya melalui layanan ponsel dan sharing saat itu juga ke seluruh dunia. Kekinian po ora kowe Nda.... :)
Kemarin saat nonton youtube sempat melihat satu iklan lewat sebelum video clip yang akan kunikmati muncul. Kadang-kadang suka merhatiin iklan juga loh aku, nggak sekedar di-skip gitu aja. Iklan ini sih sebenarnya promosi pewangi baju gitu, namun ada embel-embelnya #RomanceHour
Coba deh temen-temen lihat dulu iklannya. Lucu banget, plus ho oh gw banget untuk kaum kekinian :) Kan hobi banget tuh lagi ngapain saja cekrek dan upload. Iya, aku juga gitu soalnya. Jadi ketampar deh sama iklan unyu yang ini.
sebuah sentuhan sederhana untuk cinta yang nyata
Ajakan untuk ber #RomanceHour sebenarnya tak hanya bisa diterapkan saat tanggal 14 Februari saja. Kapan pun kita bisa melakukannya bersama pasangan tercinta, teman-teman terkasih maupun keluarga tersayang. Bonding dengan orang-orang di dekat kita memang tak bisa digantikan oleh gadget apapun meskipun ada kesukacitaan tersendiri saat bisa memamerkan tempat-tempat istimewa kepada semua orang melalui file-file unggahan di dunia maya.
Antara geli dan malu juga nih saat liat scene mulai 0:21 saat pasangan romantis di video tersebut sedang candle light dinner. Si cewek udah cantik banget mengenakan dress pink lembut nan anggun, begitu mulai cekrak cekrek wajah pasangannya langsung berubah illfeel. Mana habis itu lilinnya tumbang ke piring pula, failed banget.
Iya nih, aku suka gitu deh. Saat makan malam bareng suami dan anak-anak malah kesenengen motretin makanannya. Kalau cuma sebentar aja sih nggak pa pa kali ya, tapi biasanya sih jadi bermenit-menit. Suami dan anak-anak sudah nggak sabar ingin segera menyantapnya kok malah aku sibuk motretin demi sebuah foto baru yang pengin kuunggah di sosmed saat itu juga. Hiiih... ibu yang terlalu ya aku ini :(
Ketika kita sadar gadget bukan segala-galanya, kita bakalan lebih fokus dengan orang-orang terkasih yang ada di samping kita saat itu. Kalau kecanggihan teknologi membuat kita yang saling berjauhan menjadi dekat, bukan berarti sebaliknya kan, malah menjauhkan yang dekat.
Pernah nggak sih mengalami kejadian diperlakukan istimewa oleh orang yang hampir-hampir tidak kita kenal dengan benar-benar?
Mungkin kalau di dunia nyata sudah tidak lazim ya kejadian seperti ini. Nggak kenal kok bisa-bisanya memperlakukan kita dengan istimewa. Bahkan orang yang sudah kenal bertahun-tahun pun belum tentu bisa berlaku seperti itu.
Namun aku yakin loh kalau masih ada orang-orang tipe seperti ini. Ada yang bahkan tanpa pamrih rela membagi apa yang mereka miliki dengan kita meskipun tidak ada jaminan kita bakalan membalas kebaikannya.
Tak sengaja aku menemukan this kind of a perfect stranger saat menikmati hobi postcrossing-ku. Postcrossing merupakan aktivitas tukar-menukar kartu pos, bisa berlaku secara domestik maupun internasional. Selembar kertas bergambar yang bagi orang lain mungkin tak ada nilainya, namun bagi seorang postcrosser lembar bergambar yang biasanya diisi dengan tulisan sarat kehangatan plus aneka perangko istimewa itu merupakan harta karun tak terkira.
Di blog khusus kartu pos milikku aku pernah bercerita tentang seorang wanita Jerman bernama Birgit yang dengan begitu luar biasanya mencoba membuat teh susu jahe hanya gara-gara aku mengirimkan kartu pos resep itu kepadanya. Padahal untuk mencari serai yang ada di dalam resep itu dia harus pergi keluar kota karena di kota tempat tinggalnya tak ada.
Suatu hari dia mengirimkan sebungkus besar paket yang perangkonya saja sudah memenuhi permukaan amplop. Isinya ya selayaknya barang-barang yang biasa dipertukarkan antar postcard pals (sahabat tukar-menukar kartu pos secara kontinyu). Ada merchandise ala kota tempat tinggalnya, buku, perangko bekas, koin kuno, permen coklat, dan sebagainya.
![]() |
| perangko bekas untuk suamiku tercinta |
Dalam beberapa kali tukar postcard, rupanya Birgit telah mematrikan memori bahwa suamiku suka mengumpulkan perangko bekas. Maka dikirimkanlah sejumlah perangko cantik untuk mas bojo. Kalau aku sendiri sih tidak mengkoleksi perangko. Aku lebih suka mengkoleksi kartu pos, khususnya yang ada tulisan si pengirim, bercerita tentang sesuatu yang ada di sekelilingnya. Aku kan orangnya kepoan ya, suka pengin tau segala sesuatu yang ada di tempat lain, di belahan bumi yang berbeda. Kegemaranku 'ngibril' memang cocok deh kayaknya tertuang melalui hobi yang satu ini.
Yang membuatku semakin terharu atas kebaikan hati si perfect stranger ini adalah effort yang dilakukannya saat menyertakan pula hadiah untuk anak-anakku.
Birgit membedakan masing-masing kiriman untuk orang-orang terkasihku ke dalam amplop kecil yang berlainan di dalam amplop besar pembungkusnya. Untuk Vivi (putri sulungku) dibungkus sendiri, sedangkan untuk si kecil Faris beda lagi bungkusnya.
Faris mendapat jatah kiriman buku cerita anak. Di Jerman sana sih katanya buku ini populer. Dan aku pun tadinya bingung bagaimana harus menceritakan isi buku ini ke anakku karena buku ini ditulis dalam Bahasa Jerman. Gimana mau paham yak aku kan bisanya bahasa daerah ;)
Tapi lihat dong bagaimana my perfect lady yang satu ini benar-benar telah mempersiapkan dengan benar-benar apa yang dikirimnya. Dia telah membuatkan versi terjemahan di kertas tersendiri. Hahahaayyy... Birgit ailopyuuuuuu.... Padahal kami baru beberapa kali saja loh bertukar kartu pos. Itu pun sepertinya dia yang lebih rajin ngirim dan sungguh-sungguh mencarikan kartu pos yang kuinginkan.
Semoga aku bisa membalas kebaikan hati Birgit di kemudian hari. Dia, seseorang yang masih asing bagiku, namun dengan tulus hati mengirimkan banyak kejutan padaku. Hadiahnya tak cuma yang kuunggah gambarnya di atas tadi. Masih ada beberapa lagi lainnya yang harganya tentunya lumayan. Ah, aku sungguh terharu bisa memiliki teman jauh yang super seperti ini.
Yang membuatku semakin terharu atas kebaikan hati si perfect stranger ini adalah effort yang dilakukannya saat menyertakan pula hadiah untuk anak-anakku.
![]() |
| gelang-gelang cantik untuk Vivi |
Birgit membedakan masing-masing kiriman untuk orang-orang terkasihku ke dalam amplop kecil yang berlainan di dalam amplop besar pembungkusnya. Untuk Vivi (putri sulungku) dibungkus sendiri, sedangkan untuk si kecil Faris beda lagi bungkusnya.
Faris mendapat jatah kiriman buku cerita anak. Di Jerman sana sih katanya buku ini populer. Dan aku pun tadinya bingung bagaimana harus menceritakan isi buku ini ke anakku karena buku ini ditulis dalam Bahasa Jerman. Gimana mau paham yak aku kan bisanya bahasa daerah ;)
Tapi lihat dong bagaimana my perfect lady yang satu ini benar-benar telah mempersiapkan dengan benar-benar apa yang dikirimnya. Dia telah membuatkan versi terjemahan di kertas tersendiri. Hahahaayyy... Birgit ailopyuuuuuu.... Padahal kami baru beberapa kali saja loh bertukar kartu pos. Itu pun sepertinya dia yang lebih rajin ngirim dan sungguh-sungguh mencarikan kartu pos yang kuinginkan.
Semoga aku bisa membalas kebaikan hati Birgit di kemudian hari. Dia, seseorang yang masih asing bagiku, namun dengan tulus hati mengirimkan banyak kejutan padaku. Hadiahnya tak cuma yang kuunggah gambarnya di atas tadi. Masih ada beberapa lagi lainnya yang harganya tentunya lumayan. Ah, aku sungguh terharu bisa memiliki teman jauh yang super seperti ini.
Heart of Uniek Kaswarganti

Halo, saya Uniek, mom blogger dari Semarang yang punya hobi membaca novel, bertukar kartu pos dan membuat kerajinan cross stitch atau kruistik. Blog milik saya ini terbuka untuk kerjasama penulisan. Jika ingin menghubungi saya, silakan langsung klik laman Tentang Saya ini. Terima kasih.
POPULAR POSTS
Blog's Archive
IBX582A750D7C3FA











































