Wowww.... apa ini? Mataku tertumbuk pada logo berwarna merah ini. Mungil, unik namun catchy. Warna merah yang acap diartikan sebagai pemberani itu jelas menyeruak di tampilannya. Hmm... keberanian seperti apa ya yang ditawarkan oleh logo unik ini?
 |
| just point your mouse over this icon to make it double-sized ;) |
Penasaran deh jadi ingin tau, sejatinya apa sih ini. Buka mata, buka telinga dan lentikkan jari jemari di laptop dulu aaahh....
Nah, ini ada lagi, kok berkoneksi dengan Facebook dan Twitter pula ya?
Hayo siapa yang tidak pernah mendampingi putra putrinya saat belajar? Apalagi menjelang tes, kebanyakan orang tua -- sepertinya lebih banyak ibu/mama/bunda deh ya dibandingin bapak/papa/ayahnya -- menjadi tentor dadakan untuk ananda tercinta. Sistem kejar tayang demi menghadapi tes esok paginya.
Bisa dibayangkan kah ekspresi anak-anak kita saat 'spaneng' belajar model kejar tayang begitu?
Warning : tulisan ini khusus untuk PEREMPUAN. Jika bukan perempuan namun nekat untuk membaca, jangan salahkan daku bila nanti termimpi-mimpi
Pernah tau kan ya pastinya istilah "apapun dijabanin" untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Nah, aku dan teman-teman sekantor dulu pernah mengalami hal tersebut. Kala itu kantor kami akan mengadakan outward-bounds, atau untuk lebih gampangnya kusingkat outbounds (OB) saja ya. Nah, salah satu daya pikat tertinggi dari OB ini terletak pada kegiatan arung jeram menyusuri Kali Elo, Magelang.
 |
| sumber : Magelang Arung Jeram |
Tulisan ini sudah pernah tayang di sini, kali ini re-post dengan banyak revisi. Disesuaikan dengan tema GA bunda Hana, juga karena versi aslinya 'luar biasa acak adul' bahasanya ;)
Aku memanggil ibundaku dengan sebutan IB. Padat dan bergizi. Ib termasuk kategori wanita yang luar biasa. Dari muda
sudah terbiasa susah, sehingga tempaan hidup telah membuat beliau menjadi orang yang tegar. Tegar yang bukan penuh ketegangan lho. Justru Ib memiliki sense of humor yang sangat tinggi. Hingga kadang-kadang saat bercanda denganku, kami tertawa terbahak-bahak bersama dan saling melontarkan ejekan bak sahabat karib saja.
Saat ini Ib menikmati masa tua dengan berbagai kegiatan di komunitas lansia dan pengajiannya. Happy happy always lah. Trus apa yang luar biasa dari
kegiatannya itu?
Kupandang Kapten Bhirawa saat dia melangkah dengan gagah. Kini aku tak bisa sesering dahulu mengagumi kegantengannya. Sejak dia berdinas di Kodam, aku semakin sulit menemukan bayangannya. Hanya kenangan lampau yang membuatku tetap mempertahankan sosok Kapten Bhirawa dalam ruang imaji.
Badannya yang tinggi dan tegap, dagu licin kebiruan, dan parfum maskulin yang selalu tercium dari tubuhnya, sangatlah menggoda untuk dilewatkan begitu saja. Sejak dulu aku kesengsem berat pada Kapten Bhirawa. Tak banyak laki-laki di Surabaya ini yang bisa memikat hatiku sejak kepindahanku dari Jakarta tiga tahun yang lalu. Pagiku selalu terisi dengan rutinitas memandang sosok tampan pujaan hatiku itu. Setiap kali tatapan mata kami bersirobok, tak kuasa hatiku untuk terus menatapnya. Tertunduk malu. Pastilah mukaku telah merona merah saat itu.