Menggunakan gigi palsu itu hal biasa bagi orang tua kita, terutama yang sudah lanjut usia. Ibuku pun telah mengenakannya. Namun bukan karena faktor usia. Ibu terpaksa mencopot gigi aslinya akibat kecelakaan di usia muda. Jadi sejak beliau berusia sekitar 40 tahunan sudah mengenakan gigi palsu di bagian kiri dan kanan.
Ibuku tidak minder, meskipun tadinya risih juga saat pertama kali mengenakannya. Lama-lama malah beliau suka mengejek diriku saat menggosok gigi bersama sebelum tidur. "Nah, coba kamu gosok gigi sambil singsot (bersiul), bisa nggak?" Nyerah maaakkk... *ngibarin bendera putih
Kedatangan bulan Ramadhan selalu saja dinanti-nantikan. Bulan penuh ampunan dan penuh rahmad yang bisa kita gunakan untuk berlomba-lomba menabung pahala. Tiada bulan yang lebih dinantikan oleh muslim selain bulan yang menjanjikan Lailatul Qadar ini.
Berbagai aktivitas harian pun diagendakan untuk mendukung target Ramadhan kita. Beribadah dan beramal sebanyak-banyaknya. Meskipun di luar bulan Ramadhan pun harus melakukan hal yang sama, namun rasanya memang jauh luar biasa saat melaksanakan berbagai amal ibadah di bulan istimewa ini.
Ada satu pengalaman di bulan Ramadhan yang cukup memalukan untuk dikenang meskipun tetap dapat dipetik pembelajaran dari kejadian tersebut. Pengalamanku ini terjadi belasan tahun yang lalu, saat diriku masih aktif 'kelayapan' kesana kemari :)
 |
| Tanamkan kebaikan sekecil apapun - pic by credit |
Bener enggak sih bila ada yang bilang kalau hare gene makin banyak aja orang jahat di muka bumi ini? Makin ruwet dan semrawutnya urusan di dunia seakan-akan telah menghalau banyak kebaikan yang mampu disajikan. Benarkah?
Tak hendak kumenghakimi pernyataan itu ataupun membenarkannya. Aku hanya ingin sedikit berbagi tentang kebaikan yang ternyata begitu dekat di saat kupikir sulit sekali untuk mendapatkannya. Tak perlu jauh-jauh untuk menemukannya. Di sekitar kita, di keseharian yang kita jalani, selalu akan ada kejutan yang tak terduga. Kebaikan yang seakan-akan selalu kita cari itu akan menghampiri secara apa adanya.
"Ngapain sih loe bela-belain komen sana sini seperti itu?" suatu tanya terkuak.
"Tidak mbelain apa-apa, senang aja punya teman dimana-mana," jawaban santun tersaji sederhana.
"Emang kalo loe susah dan menderita, yang tadi loe kasih komen bisa bantuin apa?" iiihh...nyinyir banget deh lama-lama.
Haruskah
kita selalu mengharapkan balasan dari teman? Berteman itu adalah sebuah keikhlasan, dengan siapa saja. Semua yang dimulakan dari suatu kebajikan
akan berakhir pada kebajikan pula sesuai niat tulusnya.
Ilustrasi cerita di atas berlaku untuk berbagai 'segmen' cerita
persahabatan, entah itu sahabat di dunia nyata maupun maya. Melalui
dunia maya, sekarang kita bisa terhubung dengan teman kita dari berbagai
penjuru dunia. Jarak dan waktu seakan tak bisa membatasi lagi dalamnya
ikatan persahabatan yang indah.
Siapa sih yang dari kecil tak punya mimpi? Sepertinya hampir sebagian besar anak mempunyai mimpi yang terpendam. Bocah dengan daya imajinasi dan kreativitas yang menggunung akan memiliki mimpi setinggi langit.
Nah bagaimana denganku? Aku sendiri hampir-hampir sudah lupa pernah punya mimpi-mimpi yang indah.. Aneka cita-cita berkelebatan di masa lalu. Kadang tampak begitu nyata untuk diraih, namun kemudian seiring berjalannya waktu semua tampak menjadi kelabu. Mengapa bisa begitu?