Menjadi seorang ibu itu simpel. Ah masa? Bukannya malah kompleks sekali permasalahan yang harus dihadapi saat diri kita sudah menjadi ibu? Bagiku kedua statement di atas tidak ada yang salah. Koq bisa begitu? Bukankah seharusnya ada kebenaran yang hakiki atas suatu keadaan yang terjadi pada diri manusia di dunia.
Ah rumit sekali bila harus memperpanjang landasan pemikiran dari kedua statement tadi. Buatku, kompleksitas permasalahan yang dihadapi seorang ibu adalah asam garam kehidupannya. Tanpa asam dan garam,sayuran ataupun lauk pauk tak akan terasa nikmatnya *khusus untuk sayur asam lho :) Begitu juga dengan keindahan menjadi ibu yang akan terpeta sempurna dengan segala detail yang harus dijalani sehari-hari bersama keluarga dan buah hati tercinta.
Keren yak pastinya bila dirimu jadi seorang reporter? Pan kudu pinter tuh, mahir berbicara dan memancing informasi dari narasumber maupun endus-endus sumber berita yang lain. Tul kan, bukankah begitu lazimnya reporter? Harus sekolah di mana sih untuk menjadi reporter handal?
Itulah pertanyaan mendasar dan yang menjadi alasan pertama saat teman sebangkuku sekaligus sohibku menyodorkan pilihan untuk masuk jurusan Komunikasi saat lulus SMA dulu. Padahal tadinya aku pilih jurusan lain loh, eh dibilang ama dia itu Madesu. Masa depan suram booowww...
Tersedu-sedu.
Aku menangis tak kunjung henti di ujung dapur rumahku. Meratapi nasib malang yang mendera perjalanan hidup.
Kupandang kosong aneka peralatan masak yang terjajar di depanku dari balik rinai air mataku yang terus menerus mengalir. Tak hanya pedih rasanya mata ini akibat derai kesedihan yang tak berkesudahan, namun hatiku pun serasa terkoyak-koyak duri dan tergodam martil raksasa.
Aku menangis sesenggukan sembari mengelus-elus perutku yang sudah mulai membuncit di kehamilanku yang sudah masuk bulan keempat. Kesedihan yang kualami ini juga salah satunya saat mengingat jabang bayi yang sedang berlindung di rahimku. Dia sepenuhnya mengandalkanku.
Tetapi apa lah aku ini. Aku hanyalah seorang ibu yang lemah, yang kini terduduk lemas dan tersedu tiada tara.