20 Maret 2013

My Lovely Inseparable Coffee

sumber : blog ini
Semerbak aroma kopi kental sungguh membuai diriku saat langit alam raya menjadi atapku. Di kesunyian malam berhiaskan ribuan bintang dan terang benderang purnama, aku dan belasan sobat pendaki gunung kian mengakrabi sendunya gulita, menangisi kebahagiaan bersama dan mentertawai duka lara kami semua. Eratnya persahabatan kami tak terpisahkan, bahkan setelah terpaan rasa lelah mendera perjalanan jauh kami menuju puncak gunung nan damai ini.

19 Maret 2013

Transformasi si Petualang



Kau ada sekarang atas jasa masa lalumu... jangan ingkari itu


Duh, lagi kesengsem ama quote di atas, kurang tau deh itu quote siapa, tiba-tiba saja melintas di pikiran 😉

Tak bisa dipungkiri memang, apa yang kita alami di masa sekarang, tentunya juga ada andil dari 'sang masa lalu' kita. Kira-kira setuju kah? Harus setuju dooonkkk.... idih maksa ya.

Rasa syukur atas semua yang kualami di masa lalu rupanya berjodoh dengan event Give Away yang diluncurkan Bunda Yati Rachmat, bertajuk The Old and The New Photos. 

Suka banget dengan misi GA ini, walaupun sebenarnya aku kurang tau tepatnya apa harapan Bunda Yati. Bagiku event dari Bunda Yati ini sangat bermanfaat khususnya buatku untuk merefleksi bagaimana aku di masa lalu dan kini.


Nanti kalau pembaca sudah mengikuti kedua foto yang jelas-jelas jauh sekali perbedaannya ini, baik dari segi fisik, kedewasaan maupun spiritual (hehehee...maaf malah ngegaya), tentu akan bisa memahami seberapa rasa syukurku atas apa yang sudah kudapatkan di masa lalu ini.

1993

Nah, foto pertamaku yang 'spektakuler' ini berasal dari jaman 'keemasanku' hihihiii...kayak apa aja ya Bunda Yati? Ini foto tahun 1993 saat pendakian ke Gunung Slamet, Pemalang. 

Dulu aku penggiat alam bebas, Bunda. Sejak jadi mahasiswa aku memang aktif berkegiatan outdoor. Sebenarnya itu pelarian dari gagalnya masuk jurusan kuliah idola, jadinya ya gitu deh, lebih giat berpetualang daripada kuliah. Jelas bukan contoh yang bagus untuk anak cucu saya ya Bunda :) 

Tapi tunggu dulu, banyak sisi positifnya juga loh. Ada beragam manfaat sebetulnya yang kudapatkan kala aktif berpetualang dan berorganisasi di kelompok pencinta alam yang kuikuti ini. 

Selain bisa lebih mensyukuri nikmat alam yang Allah berikan pada kita semua, aku juga belajar banyak tentang kedisplinan. Tanpa disiplin aku tak akan bisa bertahan di alam bebas, dimana petualangan sangat membutuhkan kekuatan stamina, kestabilan mental dan kecepatan pengambilan keputusan saat marabahaya menghadang. 

Berbagai kemampuan yang kudapatkan di atas sangat berjasa di masa kini. Dunia kerja yang keras dan penuh persaingan bisa kutaklukkan karena sudah kenyang dengan berbagai tempaan dari para senior dan alam raya itu sendiri saat berpetualang dulu.


2013
Kini aku sudah menjadi ibunda dari 2 orang anak yang sehat, pintar, lucu dan Insya Allah sholehah dan sholeh. Putriku saat ini hampir berusia 9 tahun (tanggal 25 Juni nanti), sedangkan adeknya seorang cowok imut yang November lalu baru berusia 3 tahun. Suami dan kedua orang anakku ini merupakan belahan jiwa tiada tara, pemacu semangat jiwa, penghapus segala duka lara. 

Dari foto kedua ini yang kuambil awal tahun 2013, sudah tidak kelihatan tomboy kan? ;) Yang jelas sekarang jauh lebih 'bundar dan berisi' hihihiii... 

Namun bagaimana pun keuletan dunia berpetualang masih kental mewarnai cara berpikirku.



We can always pass the worst

Menurutku kalimat itu bisa menjadi pelecut semangat saat menghadapi hal-hal terburuk di berbagai sisi kehidupan. Bisa pada kehidupan rumah tangga, bersosial, ataupun di dunia kerja. Sudah banyak terbukti bahwa di dalam dunia bekerja sering terjadi sikut-menyikut, siapa yang lemah akan kalah. 

Di sini bukan berarti aku suka menang-menangan lho, Bunda Yati :) Maksudku di sini Insya Allah aku sudah kuat mental menghadapi berbagai kesulitan maupun halangan yang lazim terjadi di dunia kerja.

Dari dulu aku sangat suka membaca, namun baru kurang lebih setahun ini aku menyukai dunia tulis-menulis. Seiring dengan semaraknya dunia maya, makin mudah memperoleh informasi tentang dunia yang satu ini. Berkat aktif bersosial media pula lah aku bisa gabung dengan beberapa komunitas ibu menulis dan ibu blogger. Di sini lah awalku mengenal Bunda Yati, sosok yang sangat pantas dikagumi. 

Bunda Yati seumuran ibuku, namun ibuku 'mboten ngertos' (tidak tau) dunia maya sama sekali, walaupun beliau tetap sangat aktif berkegiatan di kelompok warga usia lanjutnya. Semangat ibuku dan Bunda Yati ini luar biasa. Aku yang baru berusia kepala 3 semestinya harus lebih terlecut lagi semangat menulisnya. Bunda Yati aja bisa, kenapa aku tidak? Betul kan, Bunda?

Terima kasih banyak Bunda Yati atas kesempatan mengikuti Give Away ini. Bener deh, hadiah-hadiahnya bikin ngileeeerrrr.... Semoga ya aku bisa beruntung mendapatkan salah satu. Yuk teman-teman blogger siapa yang belum ikut, buruaaann deh, ada banyak hadiah menanti loh. 



Foto dan tulisan diikut-sertakan pada GiveAway - Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS




selamat ultah Blog Miscellaneous

06 Maret 2013

Permainan Nasib



Baru-baru saja menyemangati rekan kerja yang sedang kena problem serius. Tak bisa dibayangkan memang, tatkala kita sebagai karyawan sudah berusaha bekerja sebaik dan sejujur mungkin, namun tetap saja ada lontaran pertanyaan yang cukup menyakitkan dari pihak manajemen. 

Ya seputar kejujuran itu tadi.

Mencoba flashback pada kisahku sendiri sekitar empat tahun yang lalu, manakala cobaan terberat dalam pekerjaan menghantamku. Sepanjang hampir lima belas tahun bekerja ‘ngikut orang’, baru kali itu aku bertemu dengan seseorang yang dengan begitu ‘keji’ mencoba memangkas peruntunganku, jalan rejekiku, saranaku mendapatkan nafkah untuk anak-anak dan keluargaku.

Bertahun-tahun aku bekerja sebagai pegawai yang ‘berkeahlian khusus’ ngurusi dokumen, birokrasi, kelengkapan dan segala tetek bengek menyangkut ekspor kayu olahan. So many regulation, so many avoidance, too much prohibition dan lain sebagainya, yang tidak bisa kujelaskan secara detail. Rahasia dapur perusahaan dan segenap birokrasi yang nyantol ke aneka instansi ;) 

Intinya rumitlah kalau kerja di pabrik kayu itu. Tapi di sinilah duniaku. Tak hendak ditolak tak akan disesali, hanya berharap selalu menikmati apa yang bisa aku lakukan sebagai ladang ibadahku untuk anak-anak dan keluargaku.

Nah, di saat aku baru beberapa bulan bekerja di suatu pabrik kayu (setelah beberapa tahun sebelumnya bekerja di pabrik kayu lainnya) tiba-tiba saja dipanggil big boss

Wah ada apa nih, deg-degan juga, secara aku hampir tidak pernah berkomunikasi dengan beliau sepanjang kerjaanku beres-beres saja. Jangan-jangan mau naik gaji nih hihihiiii… 

Ternyata harapan naik gaji tadi cuma mimpi di siang bolong. Tak ada hujan tak ada petir tiba-tiba saja beliau menyampaikan ada tuduhan bahwa aku mencuri 2 kontainer yang siap ekspor. 

Huah, antara jengkel, marah namun juga geli atas tuduhan ini. Rupanya ada teman sejawatku, yang notabene tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaanku, namun dulunya adalah orang kepercayaan beliau, melaporkan ada ketidaksamaan antara nomor truk yang masuk dan keluar pabrik. 

Sebelumnya mari bayangkan seberapa ukuran container. Pernah lihat kan kalau pas berpapasan dengan container, itu tuh box raksasa dari besi yang ditumpangkan di atas truck trailer. Container dengan ukuran sebegitu gedenya tentunya juga untuk diisi barang dengan volume yang besar juga (kalau cuma sedikit kan rugi ongkos tentunya). 

Sebagai gambaran bagaimana isi container tersebut mari kita lihat foto berikut (tampilan dari pintu container, tempat dimana barang dimasukkan maupun dikeluarkan).




Tinggiku 1.65 M maximum cuma mencapai tulisan MAX GROSS itu (sebagai perbandingan) 

Wow, gede banget kan. Nah, kira-kira kalau container segede gaban gitu mungkin gak ya gue colong? 

Rupa-rupanya tuh 'teman berbulu domba' ini udah ngincer dari dua bulan sebelumnya. Padahal temenku itu juga tau bahwa untuk memasukkan barisan decking (kayu olahan berupa deck yang sudah siap dipasang sebagai lantai atau pun dinding) perlu cara khusus yang sangat membutuhkan ketrampilan dan koordinasi antar bagian, mulai dari mandor packing+loading, supir forklift, karyawan-karyawan yang bertugas untuk membantu angkut-angkut segala pernak-pernik kelengkapan proses muat ini. 

Jadi tidak bisa hanya menggunakan tenaga manusia, harus ada peralatan khusus untuk mengangkat produk, mendorongnya masuk ke dalam container dan menggeser-geser produk tersebut bila kurang lurus tatanannya. Nah, bila untuk muat saja sudah sekian banyak orang yang dilibatkan, berarti untuk nyolong atau berbuat curang harus membungkam berapa mulut tuh? 



begini lah cara si produk masuk ke dalam container, tak mungkin bisa manual 


Pada tumpukan kayu seperti terlihat di gambar atas ini, bisa tampak ada 3 tumpukan besar kayu (alias 3 package). Masing-masing package beratnya sekitar 1.5 ton, jadi untuk 3 tumpukan itu beratnya 4.5 ton. Kira-kira butuh karyawan yang sekuat Superman kah untuk mengangkat beban seberat itu diam-diam tanpa harus melibatkan berbagai pihak seperti tersebut di atas. Hihihiii... yuk Man Superman kita main bola. 😁

Belum lagi stock opname kayu tiap bulan pasti dilakukan. Masak setelah dua bulan berjalan enggak ada yang nyap-nyap kehilangan kayu sekian puluh meter kubik. Padahal satu meter kubiknya saja sudah lebih dari setengah tahun gajiku. Seberapa pun level gajiku saat itu, tentunya secara logika sudah jelas how much money already lost bila kejadian itu benar. Tentunya di stock opname bulan pertama pasti sudah akan langsung ter-detect. Ampun dah, lelucon yang enggak lucu sama sekali ini namanya. 

Sejelek-jeleknya teman kerja, paling-paling cuma nggosipin di belakang. Tapi kalau ‘tikaman’nya sudah ke arah pembunuhan karakter sekaligus pembunuhan jalan rejeki orang, wah sudah terlalu itu. 

Pada saat aku disidang, luar biasa meluap amarah di dada, sampe wajah merah dan dada mau pecah. Terlaluuuu… sungguh terlaluuuu… Sungguh tidak menyangka dia yang paginya masih bermanis kata denganku ternyata tega 'menusukku' seperti itu. 

But the show must go on. Kujawab satu demi persatu pertanyaan dan mengklarifikasi kejadian. Didukung setumpuk dokumen yang lengkap kutunjukkan pada big boss tersayang, bahwa aku bukanlah pencuri (huahuahuaaaa nangis terisak-isak dalam hati sebenarnya).

Ketika dikonfirmasi balik ke si pelapor, ternyata si dia malah dasar pengaduannya tidak kumplit. Kebingungan sendiri deh doi. Apalagi sidang kali ini tidak cuma diriku yang tersangkut, jajaran manajer dan direksi terkena semua. 

Dianggap kecolongan, kenapa kejadian seperti ini kok tidak bisa disinyalir dari awal. Mau disinyalir apanya, wong memang tidak ada kejadiannya kan. Di sini letak permasalahannya cuma sekedar human error. Aku salah tulis plat nomor trailernya, misal nih ya, 9898 kutulis 9889. Udah, gitu doank. 

Ceritanya bisa ngalor ngidul, sampai ada skenario kalau container muat barang malem-malem, dibawa pergi diam-diam (satpam mana satpaaaaammm :p) trus masuk lagi untuk ambil barang. Perasaan kayak muat pasir aja deh awww :D Sebagai tambahan informasi, untuk memasukkan produk kayu tersebut luar biasa sulit. Dan lebih sulit lagi proses 'unload'nya, tanpa peralatan dan kecakapan khusus, produk tersebut bisa cacat tergores-gores di sisi-sisinya. Negara tujuan (importir) lebih capable dalam membongkar muatan ini karena mereka punya peralatan yang lebih canggih. 

Jadi bisa dibayangkan betapa murkanya bapak-bapak manajer dan direktur yang kena semprot itu. Setelah kejadian itu, si pelapor tadi langsung dimutasikan ke bagian stok kayu, dengan alasan bahwa agar stok kayu aman dan tidak dicuri lagi, sebaiknya dia saja yang handle urusan hitung menghitung kayu itu. 

Nah, jadi kena batunya tuh ‘temanku yang baik hati dan tidak sombong’ itu. Ending-nya si doi mengundurkan diri karena memang tidak menguasai masalah stok kayu dan merasa ‘dinelangsakan’ di bagian itu. Memang posisi pekerjaannya tidak berurusan dengan hitung-menghitung kayu, si doi cuma pemegang pembukuan / kas.

Tulisan ini kubuat tidak untuk mengungkit-ungkit kejelekan siapapun, termasuk my lucky friend tadi. 😉 Hanya untuk menunjukkan bahwa kejujuran amat diperlukan di mana pun, termasuk di lingkungan kerja. Setinggi apa pun lompatan yang kita buat, tapi bila didasari ketidakjujuran, kemungkinan untuk 'terpeleset' dan 'terpelanting' pasti ada.


You already paid by your boss, if you need some more, please ask him/her to give you additional. If not possible, just pass your days there like nothing happened or try to seek some other better job. One important thing to remember : Never cheat. 

Semoga para ibu di rumah yang semula mengira jauh lebih mudah menjadi ibu bekerja bisa mengerti, dunia tak seindah yang selalu kita bayangkan. Mungkin semula berasumsi bahwa enak banget ya, tinggal berangkat kerja, enggak usah ngurusin anak dan rumah , di kantor kalau capek kan tinggal istirahat, gak puyeng dengan segudang urusan rumah tangga. 

Hehehe….padahal kalau anak di rumah sakit ataupun nelpon sekedar nanya boleh makan ini gak, boleh ambil itu gak, atau minta ibunya pulang cepet, jadi kepikiran loh, bener. Duuuhh, kalau pas begitu rasanya hati teriris-iris lho Bun, terpaan rasa bersalah luar biasa membuncah. 

Belum lagi ditambahi dengan tekanan kerja yang tidak 'beradab' seperti di atas. OMG, siapa sih yang kepingin ngalamin seperti itu :'( Tolong saya didoakan biar bisa jauh lebih bersyukur ya, sebesar syukur para mommies yg bisa full time mendampingi putra putrinya. Sungguh saya ngiri luar biasa pada mereka ;)

Banyak juga yang menyarankan untuk jadi housewife sejati aja. Rejeki toh tak lari kemana, Allah pasti kasih lah. 

Yes, terima kasih banyak untuk perhatian dan sarannya. Masih ada banyak faktor yang tidak bisa diungkapkan di sini kenapa sampai sekarang diriku masih kerja kantoran. Semua pilihan pasti ada konsekuensinya kan. 

Yuk saling mendoakan saja. Semoga siapa pun, di mana pun dan apa pun pekerjaan yang kita lakukan selalu diberkati olehNya.