29 September 2013

Gotosovie : Ingin Menginspirasi Melalui Sedikit Arti

Bisa jadi aku ini bukan siapa-siapa. Tapi belum tentu juga orang lain bisa menjadi diriku yang bukan siapa-siapa ini. Paling tidak untuk suami dan kedua buah hatiku. I'm everything for them. Terlalu sombong ya? Tentu saja tidak. Hanya mencoba berlogika, bila tak ada diriku, maka tak ada jua lah mereka.

Sejak belasan tahun yang lalu, aku telah terjebak pada rutinitas bekerja yang itu dan itu saja. Meskipun telah berpindah tempat bekerja hingga sepuluh kali, akhirnya aku menemukan satu benang merah di antara berbagai pengalaman itu. Bekerja ikut orang itu tak ada yang menyenangkan. You have to deal with it, or just leave it. Semua tergantung pada yang menjalaninya saja.

Lebih dari delapan jam sehari kuhabiskan di luar rumah. Meninggalkan anak-anak bersama pengasuh dan neneknya. Seakan menjelma menjadi seorang bunda yang tiada rasa. Mungkin begitu anggapan banyak tetangga dan saudara. Tapi tak mengapa, semua cerita pasti ada kelabu maupun warna ceria. Justru untuk itulah hidup masih harus terus berjalan.

Beberapa kali menuliskan kisah sehari-hari, yang sepertinya tiada arti, rupanya sangat tepat untuk dijadikan self healing di antara jebakan rutinitas kerja eight to five. Secuil kisah yang mungkin bisa memberi arti bagi yang membutuhkannya. Who knows? Aku hanya ingin berbagi dan menginspirasi melalui sedikit arti.

Tak jauh beda dengan Gotosovie kan? Pengalaman yang baik itu menginspirasi. Sesuatu yang mencerahkan, atau sesuatu yang menginspirasi. Dari mana datangnya itu? Dari apa saja yang bisa kita kreasikan, bahkan di dalam kehidupan yang super sederhana sekalipun. Tengok ceritaku di sini dan sini. Sederhana dan biasa. Namun potensi inspirasi dari cerita itu hanya pembaca yang tau. The floor is yours.

Punya pengalaman hidup yang berwarna-warni? Baiklah, sebut saja ada orange dan biru seperti Evelyn Orange Sky pada gambar di atas. Kita pun memiliki aneka warna dalam penggalan kisah sederhana, bisa jadi orange dan biru, tak menutup kemungkinan juga hijau dan kuning. Atau ungu? Tak perlu malu untuk berbagi. Sedikit kebaikan jauh lebih berharga saat dibagikan daripada tumpukan rahasia terpendam tentang cerita hebat? Siapa yang bisa belajar dari sana bila kita tak coba untuk membaginya?


Activities make life perfect, don't they? Apapun kegiatan yang kita lakukan, sekecil apapun efeknya, jauh lebih berarti daripada diam di tempat. Menciptakan arti tak melulu tentang seberapa besar, ataupun seberapa berpengaruh. Hitamnya pengalaman yang kita miliki seperti halnya ceritaku di sini, tentu bisa ditarik hikmahnya dengan sedikit arti yang kita bagikan, betul kan? Meski hitam tak selalu berarti kelam, banyak orang yang coba menghindarinya untuk satu dan lain hal. Alangkah berharganya makna yang kita bagi manakala ada orang yang merasa mendapatkan sedikit manfaat dari pengalaman yang kita angkat itu. Simple kan?

Lantas seperti apakah inspirasi yang ingin kita bagi? Tentukan sendiri. Hal kecil pun bisa berarti. Just like Gotosovie. Keindahan itu bisa ditemukan di mana saja. Hal-hal kecil pun menjadi bermakna manakala kita mampu mengungkap arti di baliknya. Yang penting open our mind, seperti yang dilakukan oleh Gotosovie. Terbuka terhadap pengalaman baik dari para pelanggannya untuk dibagikan kepada yang lain.

Berbagi tak mungkin terjadi bila kita hanya berdiam diri. Tak perlu kepada seluruh dunia kita berkata-kata. Cukuplah dengan menginspirasi melalui sedikit arti. Just like Gotosovie.




25 September 2013

Andai Aku Jadi Detienne

Bayang lekuk ala Spanish guitar itu terus menghantui pikiranku. Ah, Detienne, kamu bikin iri deh. Bisa banget sih punya badan seksi dan semok begitu. Aku? aku? Serasa ingin kusingkirkan semua kaca pengilon yang ada di dekatku. Hiks, menangis tiada henti dalam hati setiap ingat Detienne dan lekuk pinggangnya.

Bentuk alismu pun sempurna. Pernah kau bercerita, saat liburan kau mencoba yang namanya sulam alis. Ealah, ternyata tak cuma kain ya yang bisa disulam. Aku tak mampu membayangkan kengerian saat kau menyulam alismu, Detienne. Kengerian yang sebenarnya lebih terfokus pada sejumlah uang yang kau pakai untuk itu. Sekali sulam alis berarti anak-anakku tak makan, Nona Cantik.

Detienne Imajiner
Teringat lagi saat kau tengok megahnya Menara Eiffel dan tak lupa kau oleh-olehkan padaku parfum cantik dengan kemasan persis seperti menara itu. Pun kala kauceritakan perjalananmu keliling Eropa dengan mata berbinar-binar dan senyum mengembang, sambil sesekali mengibaskan rambut pirangmu yang indah. Belum lagi kulitmu yang putih mulus itu, Detienne. Bener-bener bikin kesel. Aku telah susah payah menutupi tanganku dengan kaos tangan saat pulang-pergi dari rumah ke pabrik agar tak terkena sengatan matahari. Tetapi tetap saja tubuhku ini gosong dan mangkak tidak keruan. Njengkelke tau ndaaakk...

Oh, Detienne, kau tak pernah tau, sering kuhabiskan hariku dengan berkhayal andai saja aku menjadi dirimu. Pasti aku tak perlu susah-susah bekerja seperti ini. Kau memang bekerja, tapi kurasa itu hanya formalitas saja. Kau bekerja di perusahaan abangmu, berbagai fasilitas dan dispensasi kaudapat. Bahkan kau bisa bebas travelling kemana saja saat hari kerja sedang berlangsung. Tuh, enak kan?  Kalau jadi dirimu, akan kuminta abang untuk memberiku uang saku keliling dunia. Aku kan ingin lihat Great Barrier Reef secara langsung. Belum lagi Taj Mahal nan eksotik. Terus keliling kota dengan Gondola di Venice, wuiihhh.... so romantic. Apalagi kalau bisa singgah di Kremlin dan Red Square-nya, ingin kubayangkan bagaimana rasanya menjadi Tsarina yang dulu bermukim di sana..

Seandainya aku jadi kamu ya Detienne, aku tak perlu buru-buru membuat laporan, sering berkutat dengan keringat di lapangan agar kau bisa segera memberikan laporan itu ke boss-ku, yang juga sekaligus abangmu itu. Aku bisa duduk terus di kantor yang adem, menikmati lagu-lagu Mandarin kesukaanmu, sembari download game-game menarik yang biasa kaumainkan sesuka hati.

Andai aku jadi dirimu, Detienne, aku bisa pilih salah satu cowok bule koleksimu. Kamu memang punya beberapa pacar bule, tapi hingga kini tak satupun kau pilih untuk jadi pendamping. Andai kamu itu aku, pasti sudah dari dulu aku punya anak-anak berhidung mancung dan berambut pirang. 

Setiap malam menjelang, saat capek-capek melanda badan, paling enak berkhayal menjadi dirimu, Detienne. Hidup serba mudah, mau apa saja dituruti abangmu itu, pulang-pergi ke pabrik pakai antar jemput. Bahkan kadang supir antar jemput pabrik tadi kausuruh antar ke salon untuk rebonding ataupun facial. Ish isshh... kau bikin aku ngiri, Detienne.

Mbak, kapan ya aku bisa punya anak-anak yang lucu seperti dirimu. Sudah kumplit pula laki perempuan. Yang sulung cewek, manis imut kayak mbak. Terus adeknya cowok cakep, lucu nggemesin. Doain aku dong mbak biar bisa segera menikah dan punya momongan.

Lamunanku buyar saat Detienne mengatakan kalimat itu. Saat aku mengkhayalkan dirinya hingga ke langit sap tujuh, ternyata dia masih setia duduk di depanku. Semula sih dia minta diajari cara-cara menyusun laporan yang baik untuk direksi. Namun keterusan curcol kemana-mana. Tatapan matanya sendu dan penuh rasa iri saat melihat potret kedua anakku yang kujadikan wall screen. Khayalanku pun tumbang dalam sekejap.



18 September 2013

LG G2 : To Me You Are Perfect

Sobat pernah merasakan ketar-ketir di saat benar-benar membutuhkan bantuan gadget namun tanpa disadari kondisi gadget sedang low battery? Padahal sudah merasa nge-charge full semalam, eh pas kondisi urgent malah baterainya nge-drop. Pasti jengkel banget ya.

Aku sering banget mengalami hal seperti ini. Satu telepon selular (ponsel) tua milikku plus satu buah smartphone yang harganya 'miring' sering bikin jengkel manakala dibutuhkan. Baterainya tiba-tiba sudah tinggal satu garis tipis, kadang-kadang malah jadi kedip-kedip saat digunakan untuk menelpon ataupun ber-chatting ria dengan suami. Tadi saat tidak dipakai baik-baik saja, eh begitu dipakai kok malah nge-drop, gimana sih? Gubraaakkk...ya iya lah, tidak dipakai ya awet baterainya :D

Eee... jangan bilang gitu dulu dong, aku salah satu orang yang memang butuh ponsel yang baterainya awet untuk sering-sering berkomunikasi dengan suami. Yang pertama, kami berdua sama-sama bekerja, jadi memang harus kontinyu untuk memantau anak-anak di rumah. Terkadang saat si kecil terlalu lama bermain game di rumah, sedangkan si bibik sudah kewalahan untuk memberitahunya, saat itulah kami berdua harus pasang strategi untuk mengatasi kebandelan si kecil. Tak sekedar via messenger, kami pun kerap harus bertelpon langsung untuk mencari solusi bersama.

Yang kedua, suami bekerja sendiri / tanpa bos, jadi harus ulet kesana kemari mencari 'obyekan'. Resikonya ya tentu saja jadi sering sekali ke luar kota. Nah, bila di dalam kota saja kami sering kontak apalagi saat seperti ini. Selain urusan anak-anak yang kami diskusikan, tentu saja memantau kondisi suami juga perlu. Apalagi suami sudah beberapa kali sakit cukup berat karena kurang mampu menjaga kondisi badan. Terlalu capek bekerja yang dibarengi dengan tidak tertibnya mengatur jam makan. Ini perlu pengawasan khusus dari 'ibu asrama' tentunya :D  Meskipun sering bikin cemas seperti ini, I want you to know my darling : To me you are perfect. Ya perfect bikin rindunya, ya perfect bikin cemasnya :D

Selain berkomunikasi dengan suami, sebenarnya smartphone amat kubutuhkan untuk urusan kantor maupun bisnis pribadi. Di samping bekerja full time di sebuah perusahaan manufaktur wood working, aku pun punya bisnis kecil-kecilan knitted accessories. Padatnya waktu di kantor tidak memungkinkanku untuk memiliki toko offline saat ini. Jadilah usahaku ini kujalankan seratus persen online. Mulai dari mengunggah foto produk hingga melayani berbagai pesanan maupun sekedar tanya jawab dengan calon pembeli. Oleh karena itu kehadiran si smartphone yang unggul merupakan urgensi tersendiri untukku. 

Sayangnya ya itu, smartphone yang sekarang kumiliki sekarang kok sering nge-drop. Padahal juga belum lama-lama amat belinya. Jadi lirak-lirik untuk memiliki yang jauh lebih canggih kalau gini dong. Walhasil, galau level dewa saat melihat si Learning from You ini : 

LG G2 : To me you are perfect, sama perfect-nya dengan suamiku, yang selalu ada di saat aku membutuhkannya, baik melalui keberadaannya secara fisik maupun secara dukungan moril di saat sedang berjauhan. Si G2 ini juga memiliki kualifikasi selalu siaga saat dibutuhkan. Dengan baterai SiO+ 3000 mAh, G2 sepertinya pantas untuk menjadi andalan utama. Tak seperti ponselku yang berbaterai Li-Ion saat ini, sering bikin aku mati gaya di saat butuh mengakses beberapa fiturnya untuk berbagai kepentingan. Dulu aku beli ponselku ini karena body-nya yang slim, gampang dibawa kemana-mana. Tapi ya itu, ternyata ketahanan baterainya tak bisa diandalkan. Sedangkan G2 berbeda, meskipun body-nya super slim (spesifikasi bisa ditengok langsung di LG G2) ternyata daya tahan baterainya luar biasa. Step-design dan anoda silikonnya membuat G2 mampu mencapai kapasitas penyimpanan daya yang maksimum. Didukung adanya chipset GRAM, penggunaan energi baterai bisa direduksi sebesar 10%. Inilah yang membuat G2 menjadi jawara dalam hal ketahanan baterai.

Masih dengan si G2 nih, masih tak percaya dengan berbagai keunggulannya? Lebih baik memang dicontohkan dengan kondisi keseharian saja ya. Ini nih, seperti yang sudah kusebutkan di atas, aku memiliki usaha rumahan memproduksi aksesoris dari bahan rajut. Cantik, meriah dan cute untuk baby girl maupun gadis remaja, sekaligus cool dan anggun sebagai pelengkap tampilan muslimah (untuk produk tertentu) dan wanita dewasa pada umumnya. Selama ini aku hanya mengandalkan kamera 3MP dari ponselku saja. Lumayan sih, tapi kalau dibandingkan dengan yang ini ya jauuuuhhhh....


Eits... ada OIS-nya nih si G2, Optical Image Stabilizer yang merupakan terobosan teknologi dari LG G2. Dengan OIS ini, saat memotret kini bukan lagi menjadi saat yang menegangkan. Bahkan dengan getaran dan gerakan alami yang kita lakukan, foto maupun video yang dihasilkan tetap tajam. 13MP pula, bener-bener high resolution deh ini. Ditambah adanya Multi Points AF yang memungkinkan menetapkan beberapa fokus foto maupun obyek bergerak sekaligus secara akurat dan cepat. Super Resolution-nya berguna untuk zooming tanpa kehilangan kualitas gambar agar detail tetap terjaga. Semula aku terobsesi ingin memiliki kamera digital sebagai penunjang usaha rumahanku ini. Namun kalau bisa dapet LG G2 yang memiliki berbagai fungsi, salah satunya ya kamera beresolusi tinggi, ngapain lagi pusing mikirin punya kamera tersendiri. Boros tempat penyimpanan.

Selain itu aku hobi sekali foto, baik bersama teman maupun keluarga. Pergi kemana pun inginnya selalu mengabadikan moment yang sedang dialami, bisa saja kan moment itu nantinya akan menjadi pengalaman sekali seumur hidup. Tapi sering diomelin sama temen nih gara-gara foto yang dihasilkan blur ataupun kurang pencahayaan. Yah, gimana lagi, namanya pengin cepet-cepet, bawaannya jeprat jepret sekenanya saja kan? Kalau goyang sedikit ya itu resikonya.

Lagian kamera smartphone-ku ini sebenarnya juga sudah dilengkapi flash untuk mensiasati kondisi yang gelap. Tapi tetap saja sering tak mampu capture yang romantis saat candle light dinner, awawawww.... sedihnya. Setting kamera untuk night mode memang ada sih di situ, namun setting model ini juga perlu diimbangi dengan konsentrasi tinggi agar tidak goyang-goyang tangan kita saat pengambilan gambar. Repot bener yak?  Beda banget dengan G2 yang ada OIS-nya ini. Meskipun saat kita menggenggam LG G2 tak terlalu kokoh (kadang bernapas pun bikin kamera goyang, percaya kan?) hasil fotonya tetap tajam.

Habis potrat-potret tentu saja yang tak kalah mengasyikkan ya melihat hasilnya di folder media yang terdapat di smartphone-ku. Eh, kok ternyata sering memandang foto yang kurang maksimal gara-gara screen yang terbatas. Maunya sih punya yang bisa display sesempurna ini :

Tentu saja, mana bisa gak bening dan foto sesuai kondisi sebenarnya. Lha wong G2 ini punya 5.2" Full HD IPS, menjadikan gambar sesuai warna aslinya, tulisan tajam sempurna terbaca, serta detail tampilan yang terdefinisikan secara akurat  berkat resolusi 423 piksel per inch. Pasti foto maupun video yang terekam di dalamnya akan tampil sesuai kenyataan. Tak hanya aku yang hobi menikmati foto dan video, anak-anak pun juga sering meng'intervensi' ponselku bila di rumah. Yah, sekedar melihat foto mereka pas jalan-jalan, foto di rumah ataupun sekedar dine-out.


Nah ini nih yang rada bahaya, anak-anak jadi bisa mengakses fitur lain yang kebetulan sedang kubuka. Jadi kehapus deh file-nya, hiks hiks... Kadang berupa foto produk, kadang juga file penting dari kantor. Duh, mau marah ya tidak bisa, namanya juga anak-anak. Yang salah kan aku sendiri, meletakkan ponsel sembarangan.

Pada LG G2 ada satu fitur yang memungkinkan pengaturan Guest Mode, dimana selain user utama (yaitu diriku sendiri) hanya bisa mengakses menu tertentu saja. Tujuannya ya itu tadi, menghindari resiko terganggunya aktivitas di ponsel yang tengah kita kerjakan.

cara setting Guest Mode, created by Uniek


Wah, sampai di sini saja aku sudah terpesona level dewa pada G2. Si ibu narsis ini (julukan teman-temanku gara-gara hobi foto) memang memiliki kegemaran melihat-lihat koleksi fotonya sembari membuka fitur lain di ponsel. Biasanya buka email sekaligus melihat foto, chatting ataupun browsing secara bersamaan. Akibatnya si smartphone itu jadi lemot deh. Smartphone yang nggak smart ya kalau begini caranya? ;)

Berharap si smartphone ini bisa kayak G2 yang seamless alias mulus tanpa lag time saat meng-handle beberapa aplikasi sekaligus. G2 menggunakan processor Qualcomm® Snapdragon™ 800 dengan CPU Quad-core 2.26 Ghz. Pembagian tugas secara efisien keempat core ini tidak hanya membuat G2 mampu menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, namun juga meningkatkan hingga 50% kinerja grafis dan mempercepat speed yang dimiliki oleh CPU itu sendiri.

Selain berurusan dengan grafis, ternyata si G2 ini jitu banget loh untuk audionya. Tingkat clarity yang didasari oleh High Quality Sound-nya setanding dengan foto beresolusi tinggi yang dihasilkan oleh kamera seperti yang telah disebutkan di atas. Setiap kali mendengarkan musik dengan G2, kita tak akan lagi kehilangan tone-tone manis, suara penyanyi yang lembut, atau bahkan detail instrumen lain yang biasanya dinikmati oleh penggila musik. Pas banget nih untukku yang sering mendengarkan musik sembari mengerjakan beberapa tugas kantor. Tak bisa kubayangkan saat getaran bass yang pas dari Roedyanto Wasito-nya Emerald, petikan gitar Lee Ritenour, gesekan violin Vanessa Mae, tiupan saxophone Dave Koz ataupun suara tenor Phil Perry yang hanya samar-samar terdengar gara-gara MP3 player ecek-ecek maupun sistem audio di ponsel lamaku yang memang tidak dikhususkan untuk penikmat musik. Yah, pasti bukan pengalaman yang menyenangkan bagi music-addicts seperti diriku saat menemui penurunan kualitas audio dari music player yang sedang dimainkan. I need you LG G2 : to me you are perfect  *menangis desperate mengharapkan sumbangan G2, menjerit bombastis, sembari menghindar dari sepatu melayang admin LG G2 blog competition :D



Nah, bila pada kamera fitur Super Resolution berguna untuk zooming gambar tanpa kehilangan kualitasnya, di sisi audio G2 memiliki Audio Zoom. Audio Zoom digunakan untuk memfokuskan suara pada obyek tertentu di saat kita sedang melakukan recording video.Fitur unik ini mengandalkan 3 mikropon yang bertugas untuk menonjolkan suara dari obyek utama yang kita inginkan sekaligus meredam suara berisik di sekitarnya. Bisa disimak tutorialnya pada video yang kusertakan di atas. Canggih yaaaa.... *ngiler.com pengin segera punya :)

Merekam video jadi menyenangkan ya bila ada fitur secangih tadi. Apalagi bila kita yang merekam bisa ikutan masuk ke video yang sedang dibuat itu. Hah? Memang bisa ya?

Bisa dong, G2 punya fitur Dual Recording / Dual Camera yang memungkinkan kita menjadi 'aktor' pula di video yang sedang direkam meskipun saat itu kita berada di belakang kamera. Fitur canggih ini memungkinkan kita menghidupkan kamera depan dan belakang secara bersamaan. Ini berlaku baik untuk pengambilan foto maupun merekam video, menggunakan teknologi picture-inpicture yang menempatkan wajah kita di foto maupun video yang sedang kita jepret / rekam.

Mau tau lagi fitur canggih G2 dalam hal rekam-merekam ini? Masih ada lagi lhooo... jangan bosan-bosan mengeksplor G2, yang jitu untuk urusan audio visual ini. G2 masih punya Tracking Zoom saat kita ingin membuat rekaman video yang istimewa. Obyek favorit yang akan kita rekam bisa kita jadikan fokus dalam frame  picture-in-picture tanpa mengabaikan obyek-obyek lainnya yang ada di sekitarnya. Obyek favorit itu tadi akan di-zoom dan ditampilkan pada layar tersendiri di atas video latar belakang.

Haduhhaduuuhh...serasa tak ada habisnya deh kalau mau mengupas satu demi satu fitur canggih dari G2. Untuk kepiawaian dalam fitur zoom, masih ada lagi yang namanya Zoom To Track, dimana saat  menonton rekaman video, kita bisa menentukan obyek mana dipilih untuk diperbesar di screen G2. Seakan-akan kita masih ada di belakang kamera, melakukan zoom in dan menyaksikan obyek favorit yang sayang untuk dilewatkan secara detail. Pilihan tepat nih bila ingin memanjakan mata saat menatap paras cute si Mika X-Factor *eh... maapin uwak yang keganjenan ini ya nak :)


Masih banyak lagi sebenarnya kehebatan si slim G2 ini. Ada KnockON yang memberi kemudahan menghidupkan layar G2 hanya dengan 2 kali mengetuk permukaannya saja. Ini sangat bermanfaat di saat tangan kita dua-duanya sedang sibuk mengerjakan berbagai hal, namun di saat yang sama tiba-tiba tersadar untuk menengok ponsel yang lagi blank screen, padahal tadi sedang digunakan untuk melihat file yang berkaitan dengan pekerjaan yang sedang dilakukan. Cukup ketuk dua kali dan layar yang kita inginkan untuk segera muncul langsung tersaji di depan mata.

Kalau untukku sepertinya yang tak kalah pentingnya ini nih, fitur Capture Plus dan Clip Tray. Fiture capture di ponsel rata-rata hanya sebatas menangkap gambar yang ada di layar saja. Tapi bukan seperti itu yang berlaku di G2. Si ramping menawan ini tak hanya melakukan screen capture, namun lebih jauh G2 bisa menyimpan screen shot satu halaman full dari web page yang kita kehendaki.





Coba diklik dulu itu embed videonya, agar tau ke arah mana nanti pembicaraanku di penghujung artikel ini. ;)  Setelah melakukan Capture Plus, hasil capture tadi bisa disimpan dalam Clip Tray, penyimpan aneka file yang mempermudah kita untuk menambahkan berbagai item yang berbeda ke dalamnya. Item-item ini nantinya bisa disertakan ke dalam email, postingan, dokumen maupun pesan.

Melalui fitur terakhir yang kubahas ini, aku punya kesempatan menyimpan berbagai informasi destinasi wisata yang terkumpul dari beberapa web travelling. Simpan di Clip Tray dan tinggal tunjukkan deh ke suami sembari berkata, "Kayaknya sudah waktunya nih pergi ke sini Yah, keren dan romantis lho untuk second honeymoon. Kan akhir bulan September ini nanti wedding anniv kita yang kesepuluh".  Bagaimana, tidak kelihatan licik kan? Tak terlalu mencolok kan triknya? :D

Semoga semesta mendengar doa-doaku. Oh LG G2 : to me you are perfect. Come to me, my baby... 


Note :
Semua gambar dan keterangan tentang G2 diambil dari web resmi LG : www.lg.com/global/g2

16 September 2013

Ngerumpiin Chaidir's Web

Dear Sobat Blogger, 

Tau nggak, dari sekian banyak give away, selalu yang bertema review blog itu sukses membuatku adem panas. Kenapa eh kenapa? Karena aku sendiri masih belum begitu mengetahui seluk beluk dunia blog. Habis gimana yaaa.. Lebih asyik curcol dan ikutin kuis sih kalau pas nge-blog gitu *eh  Mungkin kali ini lebih tepat disebut sebagai ajang ngerumpiin Chaidir's web aja kali yaaa... ;)

Tapi nggak tau juga ya, begitu melihat ada salah satu warga Warung Blogger bernama mas Chaidir bikin give away review blog untuk Chaidir's Web ini, hatiku jadi kebat kebit pengin ikutan. Apa karena :
  • Doi itu brondong cakep nan smart? Aihhh, enggak segitunya kale... (sambil ketawa terkikik-kikik ala mak lampir mendamba brondong). 
  • Hadiah mouse wireless-nya yang super memikat beserta buku dan danbo paper craftnya yang keren itu? Yaaa... kemungkinan itu sih... (tetep sambil ketawa-ketiwi nggak jelas sembari ngiler berat saat melirik foto-foto hadiah itu).
  • Tampilan blognya yang memang bagus banget itu? Ho oh, bener banget itu  (sudah mulai pasang tampang serius nih, ssstt.... serius, mau mulai ngreview nih) 
Pertama kali membuka Chaidir's Web akan terlihat tampilan seperti ini :
halaman awal Chaidir's Web

Ajib beneerr... kok bisa seperti halaman muka google gitu ya. Sumpe mati bikin penasaran deh, ini anak dapat template dari mana ya bisa kayak gitu. Sudah beberapa kali aku nyoba ganti template tetep nggak bisa dapet tuh yang kayak gitu. *ya iyalah, sukanya template gretongan mulu :D

Melanjutkan ke menu blognya akan terlihat seperti ini :

Ringkas dan menarik dengan gambar yang ada di artikel disertai sedikit cuplikan dari awal artikelnya. Eye catching banget boooo... Itu tuuuhh, ada juga gambar emoticon kelihatan di bagian kiri atas itu.

Nah, artikel ini yang paling kusuka. Eeee.... jangan memandang sinis gitu dong. Mungkin buat sebagian orang membuat emoticon di blog itu sudah biasa, atau malah mungkin ada yang bilang emoticon itu nggak penting. Yang penting kualitas komennya. Ya terserah aja sih. Yang jelas pada Memasang Emoticon WhatsApp di Blogspot ini ada daya tarik tersendiri bagi emak gaptek seperti diriku. Mau tau alasan kenapa saya suka artikel itu? 

Coba simak keterangan pembuat blog pada artikel tersebut :
Untuk mengetahui kode emoticonnya sahabat cukup mengarahkan kursor mouse tepat diatas gambar yang ingin sahabat gunakan. Nanti secara otomatis akan muncul hover text. Sekali lagi cara ini pun saya adopsi dari smiley emoticon di Facebook, yaitu ketika kursor kita berada diatas gambar smiley akan muncul kode emoticonnya.
Saya harus nyari ide lagi untuk nemuin kode text yang bener-bener cocok untuk dipakek pada emoticon tersebut. Selanjutnya kode text emoticon itu pun harus di translasikan lagi ke bahasa PHP dengan menggunakan istilah Regex yang kemudian dimasukkan ke dalam JavaScript
Huaduhhh... ngomongin apa sih anak muda ini, istilahnya sulit bener untuk dipahami. Eh jangankan memahami istilah ini, mau mencoba mempraktekkannya di blogku aja deg-degan banget. Takutnya ntar malah hancur lebur. Jadi ya mas Chaidir, kalau ente emang baikan, kapan-kapan diajarin tutorialnya yang lebih detail lagi ya. Les privat gretong gituuu... *kedip-kedip genit pada keponakan :D

Yang unik dari Chaidir's Web itu ya pada karakter kartun khasnya : si Wakdir dan Wakder

Wakdir itu singkatan dari Wak Idir, adapun Wakder dari Wak Eder. Nggak tau juga tuh apa arti dari kedua nama itu. Kata si empunya blogger, kedua kartun ini dimaksudkan untuk mewakili dan mencitrakan Chaidir's Web mulai segi tampilan blog, icon dan logo, warnanya, dan dari segi karakternya. Si Wakdir mewakili simbol angka 1 dengan ciri-ciri yang dicitrakan oleh pemilik blogger sebagai :
Otaknya cerdas tapi pemalu
Wakdir
Rajin dan sukanya belajar
Hobinya berbagi ilmu dan pengetahuan
Sifatnya serius dan cuek
Kritis dan jago nulis
Suka nyari solusi dan memotivasi
Bahasanya sopan dan ramah
Introvert dan gak pande bergaul
Adapun Wakder mewakili angka 5 dengan citra berikut ini :
Wakder
Otaknya kreatif tapi pemalas
Berani dan sukanya hiburan
Hobinya berkarya dan cari pengalaman
Suka jahilin orang dan humoris
Jago design dan kadang pelupa
Suka nyanyi dan buat inovasi
Bahasanya suka-suka aja
Outrovert dan suka bergaul
Jiahahaaa...kreatif bener ih mas Chaidir, tokoh animasi saja dibedakan karakternya. Angka 1 dan 5 itu ternyata diambil dari icon C15 atau singkatan dari @Chaidir15. Kalau mereka bersama maka sesuai lah dengan tagline dan tujuan dari blog ini, yaitu Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan. Nah, kalau karakter yang paling pas untuk mewakili blog-ku apa donk mas Chaidir, boleh minta dibuatin? *ups

Asli, sebenarnya aku minder banget loh harus ngreview blog yang perfect banget ini.

Terlihat dari video di atas, bagaimana pergerakan menu tiap kali cursor digeser. Slow motion-nya gak nguwati reeeekkk... Bisa begitu ya? Cuma sayangnya tiap kali menu atas kena pointer, tulisannya jadi hilang, sehingga yang nampak cuma anak menunya saja. Sengaja begitu atau gimana sih mas Chaidir?

Tapi ada satu hal yang cukup melegakan hatiku, yang selalu merasa kecil hati saat berhadapan dengan blog-blog lain, apalagi kalau bukan masalah Page Rank. Walau tadinya bertekad tidak akan mengulik-ulik PR maupun estimasi blog, iseng aja kucoba masukkan url Chaidir's Web ke PR checker tool. Hasilnya... treng treeeenggg...

Nggak tau tuh, si prchecker yang lagi error apa gimana. Masa blog yang isinya udah banyak plus bagus kayak gini masih N/A. Kok sama dengan blog ala emak-emak punyaku yang amburadul itu. Wah, pasti bercanda nih si checker. *ngompor-ngomporin mas Chaidir :D

Bagaimana, sudah semakin tidak bermutu ya reviewku?heheheee... maafkan aku ya mas Chaidir. Dari pertama juga sudah kubilang, aku tuh bisanya ngerumpi. Namun kau tetap memaksaku untuk me-review. Paksaanmu sungguh menggoda imanku xixixiiii... jangan mual mules perih kembung ya mas baca rumpian emak ini. 

Yang jelas Chaidir's Web itu :
  1. Penampilannya sederhana namun keren, atau lebih tepatnya lagi eksklusif, kagak ada yang nyaingin. Cukup dengan warna hitam, putih dan abu-abu Chaidir's web telah memikat mata at the first sight.
  2. Ukuran font yang digunakan cetho welo-welo alias jelas banget. Sangat mendukung optimasi mata pembaca yang sudah berumur macam emak rumpi nan gaptek ini.
  3. Tata letak menu maupun artikelnya eye catching sehingga tidak bikin bingung saat harus bolak-balik dari artikel yang sedang dibaca ke menu semula.
  4. Isinya bermanfaat meskipun bergenre campur-campur. Ada pengalaman, tutorial, psikologi, pendidikan, design dan sebagainya. Menyesuaikan dengan tag-nya : Berbagi Pengalaman dan Pengetahuan. 
Sip deh, terus berkarya ya mas Chaidir. Keep writing and keep inspiring ;)



Tulisan ini diikutsertakan dalam "First Give Away Chaidir's Web"

11 September 2013

Hari Ini Aku Merinding Lagi - Part 1

    Hari ini aku merinding lagi, ingat masa-masa dahulu saat telapak tangan berkeringat berbalut chalk tebal, mencoba mencari ceruk tebing untuk mendaratkan jari yang sudah mulai 'ndredeg' alias bergetar hebat saking capeknya. Merinding bener deh saat menatap foto yang gahar ini :
into Pitch I - Tebing Kelud, 8 September 2013 (courtesy : Alex MG)

    Wuih, keren banget tuh adek-adek dari Wapeala (Mahasiswa Pencinta Alam) Universitas Diponegoro. Mereka sedang mengadakan Pendidikan Lanjutan (Dikjut) Rock Climbing (RC) di Tebing Kelud, Jawa Timur. Tim terdiri dari 3 orang, salah satunya cewek booo...
 
     Beberapa malam sebelumnya, adek-adek dari 'fakultas pencinta alam' yang kuikuti dulu semasa kuliah mampir sebentar ke rumah. Kesempatan untuk ngobrol nih, biar tau perkembangan organisasi tercinta yang dulu sempat mendarah daging dan membuatku kerasan di bangku kuliah alias tak segera lulus ;)  Hanya bisa memberikan pandangan berbagai hal seputar manajemen organisasi yang sekiranya bisa membantu mereka menemukan jawaban atas permasalahan keanggotaan yang sedang dihadapi.

    Apapun yang sedang dialami oleh adek-adek saat ini, aku tetap bangga luar biasa pada mereka. Di antara himpitan jatah masa kuliah yang sudah tak sepanjang dulu lagi, mereka tetap aktif berkegiatan di alam bebas, yang notabene selalu menyedot waktu, tenaga dan biaya. Makanya aku tak mau sering ikutan nge-judge berbagai kelemahan mereka yang sering diangkat ke permukaan oleh senior-seniornya, meskipun sebenarnya itu bentuk perhatian dan kecintaan mas & mbak terhadap adek-adeknya. Agar gelora petualang mereka terus menyala. Toh kondisi yang dialami saat ini jelas berbeda dari dulu, duluuuuu sekali saat euphoria menjadi pencinta alam masih luar biasa. 

    Menjadi anggota pencinta alam yang berbentuk organisasi memang tak semudah kelompok pencinta alam yang tak punya AD / ART, yang cukup berkumpul di suatu tempat sebelum menyandang carrier untuk melaju ke lokasi pendakian / pemanjatan / pengarungan / penyelaman. Mereka yang setelah berkegiatan bisa pulang ke rumah dan tak perlu memikirkan lagi minggu depan atau bulan depan harus ada kegiatan apalagi. Belum lagi saat harus bertanggung jawab secara finansial kepada pihak universitas yang telah memberikan suntikan dana untuk program-program besar. Butuh ekstra pemikiran dan kesediaan meluangkan waktu untuk menggagas program-program rutin yang wajib ada dalam hidup sebuah organisasi. Jadi tak hanya sekedar naik gunung sini, panjat tebing sana, arung jeram di sungai situ, diving di kepulauan ini, dan sebagainya. 

    Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kira-kira begitulah peribahasa yang bisa diambil untuk menggambarkan repotnya menjalankan organisasi pencinta alam. Menghidupkan nyawa organisasi sekaligus membentuk anggota yang tangguh. Tangguh secara fisik maupun mental. Secara fisik jelas sudah, masak berpetualang tanpa latihan fisik, emang di sana nanti mau digendong melulu? :D  Lalu kenapa harus tangguh secara mental juga? Harus tegar saat berpetualang ya, enggak cengeng, enggak panggil-panggil mami papi?  Itu sih harus. Bukan, bukan itu maksudku. Jauh lebih dalam lagi, ketangguhan mental yang mampu membuat seseorang tetap berada di baris terdepan organisasi, bahkan saat organisasi itu sedang terancam bahaya. 

    Bahaya itu bukan dalam bentuk serangan fisik dari pihak luar, itu sih sudah kuno, sudah tak layak adu fisik. Mahasiswa kok 'gelutan', ora mutu :D  Bahaya laten seperti malas, tak mau repot, mudah menyerah sebelum berusaha, naaahh... itu dia maksudku. Pencinta alam dalam wadah organisasi butuh regenerasi, harus terus hidup dari tahun ke tahun sebagai wujud eksistensi. Menggagas masalah regenerasi memang tak akan pernah ada habisnya. Ada yang ngotot tentang kualitas calon anggota yang akan diterima, ada juga yang bilang kuantitas anggota itu perlu. Semua itu kembali lagi kepada kebutuhan organisasi, mau dibawa kemana para petualang dan pencinta lingkungan ini bergerak di masa depan. Ini juga tantangan lho,  justru lebih sulit dibandingkan teknik travers 5 pitch ataupun ber-hanging bivoak ;)

    Sungguh, meskipun sudah tidak aktif berkomunikasi dengan adek-adek ini, setiap kali mereka 'tembus' ke berbagai destinasi petualangan, selalu aku merinding lagi. Ingat tentang kekompakan, persaudaraan, dan pengorbanan yang harus dilakukan untuk mencapainya. Petualang itu butuh tantangan Dek, kalau belum nemu tantangan, sana gih buruan dicari. Semangat terus ya dekadek...


masih merinding saat ingat ikatan persaudaraan utk mencapai Puncak Garuda (Merapi)