29 Juli 2015

Souvenir dan Oleh-oleh Khas Semarang

jo lali karo Semarang = jangan lupakan Semarang ;)

Ada yang belum pernah ke Semarang? Duh nggak komplit banget sih hidupmu bhahahaa... *ditoyor cantik

Buat yang tinggal di luar kota, tentunya berkunjung ke kota ini nggak komplit pake banget deh kalau tidak membawa pulang souvenir dan oleh-oleh khas Semarang. Emangnya apaan aja sih itu?

Bentaaar...bentaaarrrr... sebelumnya mau tanya dulu nih, Semarang itu ada di mana sih? Disabdo malaikat jadi orang yang beriman dan kaya raya loh kalau nggak tau Semarang itu dimana :) Kalau memang tidak tau bisa kok di-gugelmep-in, dijamin sepersekian detik udah muncul. S&K berlaku... terutama tergantung kondisi sinyal anda mahahahaaa...

Ngobrolin soal souvenir dari Semarang, hmm... ada macam-macam nih. Mulai dari kaos, gantungan kunci, tempelan kulkas, dan pernak-pernik buatan cah Semarang dan sekitarnya. Macam kaos yang fotonya ada di atas tadi. Foto tadi hasil jepretan Lia, seorang famous blogger yang baik hati dan tidak sombong. Kapan hari beliau berkunjung ke Semarang dan mendapatkan souvenir murah meriah itu.

Nggak cuma orang luar kota loh yang butuh dan seneng souvenir khas Semarang. Pernah ya kapan hari aku berburu kartu pos luar negeri di grup yang isinya peminat tuker-tukeran kartu pos gitu (lebih gampangnya disebut postcrosser). Bukannya milih kartu pos koleksiku malah postcrosser dari Jerman ini bertanya apakah aku punya tempelan kulkas dari kota tempat tinggalku.

tempelan kulkas Lawang Sewu, Semarang
Enteeenggg dong, dadekke thok to yaaaa... (kata orang Semarang sih gitu)  Souvenir ini bisa dibeli di salah satu toko oleh-oleh yang terkenal akan persediaan kartu posnya yang muraaaahhh bingit. Murah dan bagus. Percaya aja lah kalau postcrosser yang bilang. Kalau nggak percaya boleh nitip beliin kok sini, tapi jangan lupa bonusnya yaaaa :)

Jadi selain oleh-oleh khas Semarang seperti wingko babad yang menjadi andalan di toko itu, pernak-pernik berupa souvenir juga tersedia di situ. Ada beberapa warna untuk tempelan kulkas Lawang Sewu tadi. Kalau kepengin punya ya sini japri saja, tapi dilarang gratis loh ya, jangan mempermalukan diri sendiri dengan hobi cari gretongan hahahaaa.... Duh, ketauan Mak Irits bisa perang dunia nih :)

miniatur Pagoda Avalokitesvara
Untuk cindera mata lainnya yang khas juga, ada ini nih :

Bila menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke bagian atas kota Semarang, salah satu tempat yang bisa  dikunjungi adalah Vihara Buddhagaya. Berlokasi di daerah Watugong, tempat ibadah yang bebas dikunjungi oleh turis ini tak pernah sepi. Meskipun tak sepadat Masjid Agung Jawa Tengah, ada saja pengunjung yang datang karena tertarik dengan arsitektur pagodanya. Hanya saja yang perlu diperhatikan, karena ini tempat ibadah, ada baiknya menghormati pengunjung lain yang sedang melakukan ritual sembahyangan. Lebih baik menjaga kesantunan di sana, tidak mengeluarkan suara yang mengganggu.

Disana dijual juga beberapa pernak-pernik khas yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung. Seperti gambar di atas, miniatur pagoda yang cantiknya nggak ketulungan itu. Harganya lumayan tinggi, tapi sepadan banget dengan keindahan barangnya. Selain pagoda itu, ada juga miniatur patung Buddha dengan warna keemasan yang senada. 

Pagoda Avalokitesvara, 22 Juli 2015

Bentuk pagodanya membuat kita seakan-akan berada di negeri asalnya. Di timeline FBku, foto di atas sudah sukses menipu orang hihihiii... dikira sedang ke luar negeri. Duh, Indonesia aja kaya akan tempat-tempat indah lhoooo... Cintailah negeri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagiiii?? *sirik sama yang ke luar negeri betulan :)

Nah, itu tadi beberapa pilihan souvenir yang bisa sobat blogger dapatkan. Kalau oleh-oleh?

lunpia Semarang yang super duper yummyyyy.... credit : tokopedia.com

Banyaaaakkk... mulai dari lunpia yang ngehitsnya seantero dunia itu, sampai wingko babad (yang sebenarnya berasal dari Kota Babad di Jawa Timur), bandeng presto, otak-otak bandeng, dan petis Yudistira. Petis Yudistira ini laris banget dibeli oleh para penikmat petis ala Semarangan. Manis legit dan tidak terlalu amis. Teman-temanku yang kapan hari berkunjung ke Semarang pas lebaran juga pada borong petis ini. Di kota tempat tinggal mereka nggak ada soalnya.

Penasaran kepengin dapetin souvenir dan oleh-oleh khas Semarang? Hayuuukk.... marilah kemari hey hey heyyy... mari bertandang ke kota yang suhu tropisnya aduhai seksinya ini ;) Sehari suntuk ga bakalan habis loh kalau mau jalan-jalan ke berbagai tempat menarik plus wisata kulineran. Bakalan nikmat dan hangat berada di kota ini, apalagi ditemani bloher rempong nan jelita seperti penulis postingan ini :D

Jadi, kapan sobat mau berkunjung ke Semarang? Forget-me-not loh yaaaa.... koling koling kopdaraaaann....


27 Juli 2015

All You Can Eat yang Kebablasen


Akhirnyaaaa..... bisa kembali online dan sharing tulisan plus bewe bewe niiiihh...

Kalau mau ngucapin met lebaran berasa udah basi kayaknya ya hihihiii... Namun mohon maaf atas semua kesalahan tak dilarang kan? Beneran nih teman-teman semua, tolong maafkan diriku bila banyak salah selama berteman di sosmed, blog maupun di dunia nyata. Apalah aku ini yang seringnya komen asal saja plus berpendapat yang lebih banyak sok taunya ;) Beneran yaaa... maapin yaaakkk....

Bulan puasa belum lama kita tinggalkan, jadi masih kerasa banget nih suasananya. Begitu damai, begitu indah, begitu bersemangatnya semua orang dalam berlomba-lomba meraih kebajikan. Semoga ya selepas Ramadhan tahun ini kita tetap terpola seperti itu dalam bertutur, bertingkah laku maupun beribadah.

Ada satu yang sampai sekarang masih mengganjal dalam hati nih. Saat puasa kemarin kan banyak ya ajakan untuk buka puasa bersama teman-teman. Seringnya sih ya berbuka puasa dengan keluarga. Namanya juga emak-emak, selain melatih anak-anak untuk berpuasa, tentunya jadi penanggung jawab juga dong atas menu buka puasa mereka. Nyiapin minum dan makanan yang harus terus berotasi menunya dalam sebulan. 

siomay sehat ala tokopedia.com
Tak perlu berlebihan sih kalau menurutku. Di keluargaku yang biasanya dicari oleh suami dan anak-anak justru teh hangat dan camilan. Setelah minum air putih, biasanya kedua menu tadi jadi incaran. Jarang pake banget sih bikin sendiri karena keterbatasan waktu dan kemampuan masak ;) Lebih sering beli jajanan macam martabak mini, arem-arem, kue ku, maupun siomay.

Nah, jajanan yang terakhir ini favorit suamiku. Kalau pas bisa beli di lapak dimsum gitu bisa sampai habis 4 atau 5 biji yang gede-gede. Tapi kalau pas mepet waktunya antara pulang kantor dan beli jajanan, maka siomay ala ala yang dijual di gerobak jajanan buka puasa pun cukup sudah ;) 

Selain buka puasa di rumah, ada beberapa kali aku dapet ajakan untuk bukber alias buka puasa bersama teman-teman. Pilih tempat yang ada layanan all you can eat

Bukber sahabat dengan sajian All You Can Eat

Sesuai dengan ritme perut saat puasa, aku tetap cari air putih, teh manis hangat dan cemilan. Eh luar biasa ya ternyata kalau buka puasa di resto atau hotel yang menyajikan menu all you can eat. Para pengunjungnya kayak orang kalap, ambil makanan segunung ibarat besok nggak bisa makan lagi.

Di situlah rasanya sedih banget ngeliat all you can eat yang kebablasen itu. Bukannya pada ngambil seperlunya saja, tapi banyak yang berlomba-lomba untuk banyak-banyakan ngambil. Kupikir ya urutannya membatalkan puasa dengan minum yang manis plus nyemil. Lanjut maghriban dulu, baru kemudian bisa makan berat kan. 

Yaaahh... kalau nggak ambil duluan bisa kehabisan dooonkk....

Ealah, seberapa kuat sih sebenarnya lambung kita bisa menerima makanan pasca seharian kosong? Justru dengan berpuasa perut kita jadi disiplin kan. Makan secukupnya saja. Bukan malah jadi semua-semua dimakan ;)

Semisal makanan yang diambil habis sih tidak masalah. Yang bikin sedih nih ya, saat selesai dengan minuman, buah dan makanan kecil, kulihat banyak sekali sisa makanan di piring orang-orang itu. Gorengan yang tadi pada ngambil empat sampai lima biji, masih sisa dua biji. Nasi di piring yang tadi disendok dengan gegap gempita, hanya dimakan separuhnya saja. Hih...gemes banget nggak sih. Apalagi saat aku sadar, aku nggak kebagian lauk lagi :(  Semua sudah habis tak bersisa gara-gara aku terlalu lemah lembut dan gaya, buka puasanya kayak putri keraton ;) 

Menurut sobat blogger gimana, apakah sepaham denganku tentang all you can eat yang kebablasen ini? Ataukah hanya aku yang terlalu melebih-lebihkan saja? Share donk opinimu :)

15 Juli 2015

Asyiknya Persiapan Idul Fitri di Rumah


Segala macam tentang mudik sedang jadi trending topic di berbagai media. Dan aku pun hanya menunduk lemas karena seumur-umur belum pernah mudik. Envy deh dengan keseruan mudik yang diceritakan teman-temanku.

Tetapi bukankah hidup harus terus berjalan? Nikmati sajalah asyiknya persiapan Idul Fitri di rumah seperti tahun-tahun sebelumnya. Empat tahun yang lalu masih bisa melakukan perjalanan luar kota yang bukan mudik, menengok satu-satunya nenek yang masih ada di desa masa kecil alm. bapakku. Namun karena kini nenek telah tiada, otomatis nggak ada lagi agenda bepergian. Mana jalur Semarang ke arah Yogyakarta dan Solo selalu padat merayap bagaikan wijen yang melapisi onde-onde itu. Tak tersibakkan deh kemacetannya. 

Di daerah tempat tinggalku, suasana jelang Idul Fitri terasa meriah sekali. Selain banyak anak cucu yang pada datang mengunjungi orang tuanya, mushola dan masjid yang ada di dekat rumah makin ramai didatangi orang. Selain ingin menuntaskan ibadah Ramadhan, di penghujung puasa ini tempat-tempat ibadah sudah mulai membuka penyetoran zakat. Berkantung-kantung beras pun akan mulai memadati tempat tersebut.

Selain yang berhubungan dengan ibadah, apalagi sih persiapan Idul Fitri? Harus beli baju baru kah? Duh, yang satu ini kalau dibahas pasti akan menimbulkan war baru lagi deh ;)  Ada yang merasa beli baju sendiri pakai duit-duitnya sendiri tapi kok dinyinyirin, ada lagi yang beranggapan tak perlu membeli baju baru padahal dalam hati sebenarnya udah ngelirik koleksi baju lebaran di online shop. Ya kan ya kaaaannn.... *memandang bayangan diri di cermin :)

Ya sudah deh, tak perlu bahas baju baru. Yuk mendingan ke dapur aja lah. 

tumisan ati sapi, kentang, kapri dan cabe merah -- siap untuk dimasak besok

Untung hari ini sudah libur lebaran, jadi bisa ikutan riweuh di rumah. Urusan masak-memasak memang bukan 'domain'ku, tetapi ya namanya hari spesial lah ya, ikhtiarnya juga harus spesial ;)  Persiapan memasak ini jadi ajang berebut talenan. Di rumah hanya ada 2 talenan, jadi saat Uti mengiris daging, aku mengiris rebusan ati sapi, maka si sulung yang mendapat tugas mengiris-iris kentang pun jadi geger enggak keruan karena tak kebagian talenan. Si talenan pasti bangga banget deh jadi primadona ;)

Mau masak apa siiiyyy rempong bener?

Seperti tradisi masakan lebaran lah, harus ada ketupat, opor dan sambel goreng ati. Sebelum besok dibumbuin dan dimasak dengan santan, hari ini semua bahan-bahan sambel gorengnya ditumis dulu agar nantinya masakan tidak mudah basi. Tak gampang 'ngiler' kalau istilah di daerah sini, itu tuh, kentangnya biar tak mudah berlendir apabila telat dipanasi.

Lebaran kali ini keluarga kami ketambahan satu orang anggota keluarga baru. Kakak keduaku kan beberapa bulan yang lalu menikah. Jadi lebaran kali ini, anak-anakku sudah punya dua orang pakdhe. Dua orang yang mestinya porsi makannya lebih gede dibandingkan kaum perempuan. Jadilah Uti mempersiapkan menu lain selain yang sudah disebutkan di atas tadi. 

daging rendang yang baru dipresto dengan bumbu dasarnya, belum ditambah santan

Meskipun kami sekeluarga besar terdiri dari orang-orang Jawa asli, tak ada salahnya menambahkan rendang dalam daftar menu lebaran. Beli daging sapinya sekalian untuk rencana memasak soto di hari kedua atau ketiga lebaran gitu. Kan setelah 'mblenek' makan yang bersantan kental, soto daging bening bisa menjadi pengurang rasa eneg. Okesip, mari lanjutkan asyiknya persiapan Idul Fitri di rumah ;) 

Daripada ngiri sama yang mudik, mendingan menyibukkan diri di dapur saja lah. Goreng yang ini juga yuuukkk...

kacang mede yang nggemesin ;)

Untuk cemilan, selain sudah menyiapkan kastengel dan nastar (andalan banget ini.... beli di penjual kue maksudnya), agar lebih meriah lagi keluarga kami juga memasak kletikan macam emping dan kacang mede. Yang model begini ini biasanya malah larisnya cepat sekali dibandingkan kue-kue. Baru saja dipindah ke toples dan dihidangkan di meja, tak berapa lama pasti akan lekas licin tandas. Mendingan ditata di toples-toples mini aja kali ya biar ngirit ;)

Bagi sobat blogger lainnya yang tidak mudik, apakah juga punya kisah asyiknya persiapan Idul Fitri di rumah? Share yuukkk....

10 Juli 2015

Teman Setiaku Yang Baru : ASUS ZenPower

Teman setia itu yang bijimane siiiyy.... Setia setiap saat? *kayak tagline deodoran ajah. Ada di saat suka dan duka? Terus menerus?

Apa enggak kasian ya teman setia kita kalau harus seperti itu. Selalu ada untuk kita. Emangnya dia nggak ada keperluan pribadi gituh? ;)

Ah, bicara soal teman selalu pikiran jadi melayang kemana-mana. Biasanya kalau habis ketemuan dengan teman lama jadi kayak gini nih :) Ya teman sekolah, teman kuliah, teman nongkrong.... Padatnya jadwal harian emak-emak yang dari itu ke itu aja, jadi kerasa beda deh setiap kali diwarnai pertemuan dengan teman lama.

Jreng jreeeengg.... Yang kayak gini nih...

hoax doang nggitarnya :)
Kalau udah pewe narsisan kayak foto di atas itu serasa lupa semua urusan. Anak bojo kayak lagi hijrah entah kemana :)  Apakah ini yang dinamakan me time yak? Me time kan nggak harus sendirian kan. Beramai-ramai pun tak masalah asalkan sejenak terbebas dari rutinitas. Jreeeenggg.... tarik maaangg...

Foto di atas itu saat aku ketemuan dengan sobat-sobat lama yang biasa nongkrong di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Ya, terus terang kami bertiga ini bukan dari golongan yang rajin kuliah. Kami lebih banyak menghabiskan waktu nongkrong tak keruan di lereng-lereng pegunungan, kegelapan gua, dinginnya laut dan di tengah-tengah ramainya keroyokan pasukan nyamuk yang setia berkeliaran di PKM tercinta. Saat telah menjelma menjadi penguasa rumah dan komandan keluarga, kami tiba-tiba rindu untuk membincang masa lalu yang luar biasa itu. Bagaimana kami bisa survive hingga ke jenjang wisuda adalah kisah yang tak pernah membosankan untuk diulang-ulang :)

Acara seneng-seneng seperti ini bisa saja mendadak jadi kacau loh tapinya begitu kita mengalami seperti ini : 

(suara si ayah di hp ) : Bu, jangan lupa ya, ntar sekalian pulang tolong..... 

<<<LOW BAT>>> aaakkkk.... KZL banget kaaan... Jadi kepikiran tadi ayah mau pesen apa ya?

Gini ini kalau suka lupa nge-charge baterai henpon. Lagi asyik-asyiknya berada di suatu acara ternyata baterai tinggal satu strip. Dipakai untuk buka FB, twitter dan WA-nan makin menjerit-jerit deh. Tambah parah lagi saat menerima panggilan telepon :(

Pas acara ketemuan itu aku belum punya yang satu ini sih :


ASUS ZenPower. Belum lama ini aku mendapatkan rejeki nomplok, bisa merasakan dahsyatnya power bank besutan ASUS. Silver nih warnanya, simpel nan elegan :)  Dimensi ukuran tipisnya 90,5 mm x 59 mm saja. Cuma seukuran kartu kredit.

Perbandingan dimensi ASUS ZenPower dengan smartphone

Tuh, dari foto di atas keliatan kan perbedaannya. Chic banget nih buat dibawa kemana-mana. Ini yang namanya teman setia beneran. Kalau dulu pas nggak bawa power bank kan bikin kesel diri sendiri plus yang nelpon. Sekarang enggak lagi doooonggg...

posisi port USB ASUS ZenPower saat sedang digunakan untuk mengisi daya

ASUS ZenPower ini jenis baterainya lithium-ion isi ulang dengan kapasitas DC 3.6V / 10050 mAh. Bisa digunakan untuk mengisi daya lebih dari 2 kali. Aku hanya cukup memastikan pengisian daya di power bank ini penuh agar mendapatkan fungsi yang maksimal. Kalau menggunakan kabel standar DC 5V/2A cukup 6 jam saja pengisian daya ke ASUS ZenPower ini. Tapi kalau menggunakan yang DC 5V/1A ya sekitar 9 jam. Belajar disiplin juga nih, sebelum tidur isi power bank agar siap digunakan kapan saja. 

Aman nggak sih nge-charge power bank sambil ditinggal tidur? Kalau power banknya menggunakan ASUS ZenPower ya gak bakal khawatir lagi deh. Power bank ini dirancang dengan mengutamakan keamanan bagi penggunanya. Pengisian akan berhenti otomatis bila baterai telah penuh. No worry lah yaaa.... 

Teman setiaku yang baru : ASUS ZenPower

Hayuuukk...siapa lagi nih sekarang yang mau ngajakin aku kopdaran dan kangen-kangenan? Beres wes, sekarang udah bawa power bank yang mumpuni ini. Nggak deg-degan lagi henpon sekarat saat sedang kumpul dengan teman-teman :)

07 Juli 2015

Asyiknya Bertukar Kartu Pos

Tau nggak sih gimana asyiknya bertukar kartu pos?

kirim kartu pos ke luar negeri
Bagi beberapa orang teman blogger yang cukup akrab denganku, tentu sudah tau kalau selain ngeblog aku senang sekali berkirim / bertukar kartu pos

Awalnya sih lihat di timeline Facebook, ada beberapa orang yang share tentang Postcrossing (bisa cek langsung di postcrossing[dot]com ya). Apaan sih itu.... penasaran banget. Ada kaitannya dengan filateli kah?
Jaman berjayanya filateli di tahun 80an, aku masih bau kencur *keliatan eksotis kaaan berbalut rempah-rempah gini ;)  Sekedar melihat kakak sulungku asyik tuker-tukeran perangko dan ngumpulin Sampul Hari Pertama (SHP)

Ada yang belum tau apa itu SHP?

SHP makanan tradisional, 2005 - foto milik  filatelisindonesia.wordpress.com

Kiyut banget ya SHP di atas itu. Jadi SHP itu terbitan PT Pos Indonesia, berupa amplop khusus yang dibubuhi perangko yang baru saja terbit, lengkap dengan post mark (cap) senada. Setiap kali PT. Pos Indonesia menerbitkan perangko baru, pasti ada SHPnya. 

Seneng aja sih melihat-lihat SHP milik kakakku. Koleksinya sudah beralbum-album karena hobi ini telah ditekuninya sejak 30 tahun yang lalu.

<<<30 TAHUN YANG LALU>>> umurku aja masih seputaran tujuh belas gini ;) 

Terus terang aku kurang bisa menikmati keindahan koleksi filateli secara sendirian. Iya, aku tipe orang yang senang sekali berkomunikasi dengan banyak orang. Kalau beli perangko atau SHP untuk dikoleksi gitu kan hanya bisa dipandang-pandang sendirian. Masak mau memandangnya barengan orang se-RT.

Beda kalau tuker-tukeran kartu pos, dimana aku akan mendapatkan kartu pos dari berbagai negara, plus pesan-pesan yang tertulis di kartunya, pluuuusss perangko-perangko cantiknya. Paket komplit lah untukku :)  Apalagi sebenarnya aku kepengin sekali bisa menjelajah dunia. Sayang banget duitnya cekak saat ini, jadilah kartu pos dari luar negeri itu menjadi jembatan bagi impian dan kenyataan.

Para postcrosser (orang yang hobi postcrossing-an) luar negeri itu kebanyakan ramah-ramah. Mereka menuliskan sedikit keterangan tentang gambar yang ada di kartu posnya. Banyak sekali tempat yang aku tidak tahu, akhirnya bisa kukenal melalui postcrossing ini. 

Isthmos Canal, Yunani
Dulu waktu masih bekerja di pelayaran, aku hanya tau 2 kanal / terusan terbesar di dunia, yaitu Terusan Suez dan Terusan Panama. Kedua terusan itu ramai dilewati berbagai kapal yang membawa barang-barang ekspor dari Indonesia ke berbagai negara yang berada di Amerika. Tergantung pilihan rute West Coast atau East Coast yang diambil oleh eksportir, maka salah satu dari terusan tadi akan menjadi jalur pelayarannya.

Nah, baru tau deh ada Isthmos Canal di Yunani ini. Eh kok kebetulan ngobrolin Yunani yaaa..enggak kok, ini gak ada hubungannya dengan berita ekonomi itu ;)  Kanal sepanjang 3.5 mil ini selesai dibuat pada tahun 1893, menghubungan Teluk Corinth dengan Laut Agean. Kanal ini hanya memiliki lebar 60 feet, atau sekitar 18 meter saja. Hiiiyy...ngeri nggak sih bayangin kapal sebesar yang ada di foto atas tadi harus melewati kanal ini tanpa tergores badannya? 

Vinci, City of Leonardo

Ada yang pernah dengar tentang Leonardo da Vinci? Tau kan yaaa... Siapa sih dia coba jelasin ;)

Aku hanya tau kalau Leonardo ini pelukis Mona Lisa dan The Last Supper. Leonardo adalah seorang arsitek, sekaligus musisi, pematung, dan pelukis yang lahir di kota Vinci tahun 1452. Lhooo beneran baru ngeh kalau da Vinci itu artinya 'from Vinci'. Ealaaahhh.... taunya itu ya hanya nama panjang saja. 

Nah, keterbatasan tafsir nama ini kan karena adanya perbedaan budaya antar negara. Selama ini mana pernah aku menyebut diriku Uniek da Semarang atau Uniek van Kota Lunpia ;)  Jarang nama kota ditempelkan pada nama kita. Pengetahuan kecil seperti ini lah yang menarik untuk terus digali bersamaan dengan hobi bertukar kartu pos.

Ada nih yang paling epic selama aku tukeran kartu pos. Sebagai fans berat Harry Potter, sudah beberapa kali aku menerima kartu pos bergambar tokoh-tokoh yang ada di film tersebut, lengkap dengan perangko senada. Di Amerika Serikat, perangko Harpotnya keren kereeeenn.... Namun, aku juga punya satu lagi idola nih : Matt Damon. Entah mengapa, hampir tidak pernah kulihat lalu lalang kartu pos bergambar pemeran Jason Bourne ini. 


Tadaaaa... akhirnya bisa merasakan asyiknya bertukar kartu pos saat mendapatkan kartu dengan foto Matt Damon ini. Dikirim oleh seorang postcrosser Finlandia yang sama-sama penggemar Matt Damon. Meskipun bukan dari film Jason Bourne, tak apa lah ya... Sekedar 'pecah telor' aja untuk koleksi kartu pos Matt Damon. Kali aja setelah ada yang baca postingan ini (versi English-nya ada di blog sebelah) kartu-kartu abang Damon langsung berdatangan ke rumah ;)

Coba, sobat blogger punya hobi apa saja yang memungkinkan untuk berkoleksi sekaligus berinteraksi dengan orang banyak? Yuuk share dooonkkk...