28 November 2015

Setting Komentar di Blogspot yang Ramah URL



Deewwhhh... yang mau malem mingguan udah pada punya agenda apa saja nih? Jalan-jalan dengan keluarga, teman, sahabat, orang terdekat, atau justru di rumah saja. Kalau pilihan terakhir itu kayaknya gue banget deh ya, secara nih secaraaaa.... setiap kali membuka dompet berasa ada aura bawang merah yang membuat mata pedih. Kemanakah perginya lembaran-lembaran pengisi dompet ini? Apakah mereka iri dengan manusia, pengin jalan-jalan juga gitu? *butuh minyak gosok aromaterapi ;)

Ada yang punya jadwal berkutat dengan blognya nggak nih malming gini? Temeni aku dooonkkk.... Lagi kepengin berkeliling rumah maya alias jalan-jalan ke blog teman-teman nih. Dengan aktivitas keseharian yang sering kali menyita waktu, berselancar ke blog teman-teman blogger yang lain memang membutuhkan effort tersendiri. Aku salut banget dengan sobat blogger yang rajin berkeliling ke blog teman-temannya. Mau mengikuti jejak para BWers ini sih niatnya. Yatapiiii... nulis postingan saja tersendat-sendat, gimana mau blogwalking? *masalah loe 

Okay, stop mengeluh kekurangan waktu untuk blogwalking. Kalau memang niat mau mampir ke rumah maya orang lain, kuatkan tekad. Mari... mari kita bergandengan tangan untuk blogwalking :)

Saat blogwalking itu yang paling asyik ya saat meninggalkan komentar setelah membaca postingan teman kita. Pernahkah sobat blogger kepikiran, sebenarnya apa sih gunanya komen di blog orang lain? Manfaat banget gitu? 



Maanfaat Komentar di Blogpost Orang Lain

Kalau aku sih ya komen di blog orang lain itu nggak ada perhitungan untung ruginya. Pas isi artikelnya asyik, menarik, menyentuh, atau apa pun lah temanya, selalu ada keasyikan tersendiri saat berinteraksi dengan pemilik blog melalui postingan tersebut. Tentunya nih ya, yang punya blog sebaiknya tidak abai kepada komentatornya, kali aja ada komen mereka yang berupa pertanyaan yang benar-benar membutuhkan jawaban. Bisa saja kan setelah membaca postingan kita terus pembaca blog ingin tau lebih lanjut hal-hal yang berkaitan dengan artikel yang tertulis.

Bila kita telaah lebih lanjut, sebenarnya meninggalkan komen di blogpost orang lain itu bermanfaat untuk : 
  1. Menunjukkan eksistensi kita di blogosphere. Pernah dengar kata bijak dari Socrates ini : menulislah maka kamu ada. Yup, bahkan di sosial media pun banyak orang berlomba-lomba untuk menuliskan sesuatu demi eksistensi diri. Begitu juga di dunia blogging, tak hanya penulis artikel saja yang bertekad menunjukkan bahwa dia 'ada', komentator pun juga begitu. Intensitas kita nongol di blog teman itu tentu akan membuat aware teman-teman kita, eh..si Uniek Cantix masih aktif di dunia perbloggeran looohh... *abaikan nama alay tersebut
  2. Menjalin pertemanan. Tak hanya di dunia nyata saja kita sebaiknya beramah tamah dengan tetangga, di blog pun tak ada salahnya kita membina pertemanan. Komen di blog teman-teman lama tentu asyik, mencari teman baru dengan meninggalkan komen di postingan mereka juga tak kalah asyiknya. Beraneka link artikel blog kan hampir tiap hari update di komunitas blogger, tinggal sambangi saja tuh.
  3. Berinteraksi secara intens dengan pemilik blog. Ada sih sebagian blogger yang memposting artikel dengan tujuan sharing saja, kunjungan maupun komentar tidak terlalu diharapkan. Namun menurutku pribadi, saat kita meninggalkan komentar di blogpost seseorang, ada kesempatan berinteraksi dengan lebih intens dengan si pemilik blog. Bertukar ide, sekedar menyapa atau bercanda, bahkan terlibat obrolan yang panjang di kolom komentar. Tak hanya satu dua kali bersambung komen, berpuluh-puluh komen bisa saja terjadi bila memang si komentator ini tertarik dengan isi artikel dan membacanya dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir. 
  4. Meningkatkan kemampuan menulis. Pernah dapet komen yang berbunyi begini : nice artikel gan, bermanfaat... Uhuks, iya terima kasih gan sudah berkunjung :)  Eh padahal kadang-kadang artikelnya sedang menceritakan kesedihan, kok komennya nice artikel, apa maksudnya kaaaan.... Beratus-ratus kata bisa kita latih untuk membuat blogpost sendiri dengan cara berkomen ini. Berkomen itu kan ya mengikuti alur posting yang disampaikan penulisnya meskipun kadang tak semua bagian artikel sanggup kita scroll. At least dengan berkomen yang nyambung dengan isi postingan, selain silaturahim dengan si pemilik blog, kita juga melatih kemampuan membaca secara holistik dan menuliskannya ulang dalam wujud komentar yang berkaitan dengan isi artikel tersebut. Paham gan? ;)
  5. Menemukan ide baru. Iya bener loh, aku beberapa kali membaca blogpost yang isinya benar-benar out of the box. Bisa banget ya si penulis itu punya ide luar biasa, begitu batinku saat itu. Dari berkunjung ke artikel tersebut dan komen-komenan dengan si pemilik blog, kita bisa saja menuliskan ide kita sendiri berdasarkan hasil 'konsultasi' kita dengannya.
  6. Meningkatkan arus kunjungan balik ke blog kita sendiri. Ada yang pernah sharing bahwa dengan rajin berkomentar di postingan orang lain, maka ada kesempatan traffic blog kita naik grafiknya. Nah, kalau yang ini sih terlalu teknis, aku kurang begitu paham. Namun sobat blogger bisa mencobanya bila memang memiliki keinginan untuk mendapat kunjungan balik saat kita berkomentar di blog orang lain. Untukku pribadi meninggalkan komentar itu nothing to lose, mau dikunbal alhamdulillah, enggak pun juga tak apa. Kan masih ada 5 manfaat di atas tadi yang sudah kusebutkan ;)



Setting Komentar di Blogspot

Jika sudah memahami manfaat berkomentar di blog orang lain, nah sekarang apakah kita sudah melakukan usaha untuk mempermudah orang lain juga saat mereka bertandang ke rumah maya kita?

Pernah tau ada blogger yang mengeluh susah meninggalkan komen saat bertandang ke blog seseorang? Yang kolom komennya entah kemana lah, terhadang captcha yang berupa gambar (udah menteleng liat gambar dan klak klik eeehh salah melulu, KZL), komen yang hanya bisa diisi oleh mereka pengguna G+ saja, bahkan kadang diminta login dulu. Hasrat untuk berkomentar tentu saja akan langsung hilang bila terhadang oleh berbagai problem tersebut.

Salah satu masalah yang dihadapi saat berkunjung ke blog berplatform blogspot adalah settingan blog yang hanya memperbolehkan pengguna G+ saja untuk meninggalkan komentar. Tentu saja ini menyulitkan sobat blogger lainnya yang tidak menggunakan G+.

Lalu bagaimana dong cara mengubah settingan tersebut?

Untuk mengubah setting komentar, berikut ini langkah yang bisa dilakukan : 




Coba masuk ke dashboard, pilih tab Settings (1), lalu klik pilihan post, comments and sharing (2). Scroll di bagian sebelah kanannya sampai masuk menu Google+ Comments (3). Kemudian pilih No agar semua orang bisa meninggalkan identitas sesuai keinginan. Bisa menggunakan akun google-nya maupun menuliskan url blog.

Oke, masalah sudah teratasi. Namun ternyata masih ada lagi loh sesuatu yang menghadang komentator blogspot. Rata-rata sobat blogger yang telah berkunjung ingin meninggalkan URL blog mereka juga.

Loh, tadi kan sudah dibuka agar tak hanya pengguna G+ saja yang bisa komen. Apa lagi ini?

Hehehehe... masih ada satu setting komentar lagi yang perlu dilakukan oleh pengguna blogspot (ini bagi para pemilik blog yang memang welcome dan benar-benar mengharapkan sepatah-dua patah kata dari pembaca blognya). Mari kita lihat gambar berikutnya : 



Pada bagian Setting / Setelan (1), masuklah ke pilihan Post, comments and sharing (2). Lalu pada bagian menu sebelah kanan, pilih Anyone (3) agar siapa saja bisa berkomen dengan bebas di blog kita.

Dengan melakukan setting seperti ini, teman-teman blogger lainnya dari platform apapun bisa meninggalkan URL blog mereka. Jadi suatu saat jika kita berniat berkunjung balik ke blog mereka, tinggal kita klik saja tuh nama yang tertera di kolom komentar. Kita akan langsung masuk ke blog mereka sesuai URL yang dimasukkan.

See? Semudah itu kan mempermudah pertemanan via blog? Posting artikel, lalu sharing di berbagai sosial media, mendapatkan komentar, berkunjung balik, semua itu bisa berjalan dengan lancar bila pemilik blog aware terhadap setting komentar di blognya yang ramah bagi blogger lainnya, bahkan bagi yang menggunakan platform berbeda sekalipun.

Jangan lupa pula, pelajari pula cara mempercepat loading blog. Hal ini perlu kita perhatikan agar blog kita yang sudah ramah untuk komentator tadi sudah maksimal kecepatan loadingnya. Perlu diingat, mempercantik blog bukan berarti harus memperlambat akses teman-teman kita saat ingin membaca artikel yang baru saja kita buat. Tentunya tak asyik kan ya membuka blog yang loading time-nya seabad. 😉

Happy blogging, my dear friends....

27 November 2015

Petualangan Rasa




Liburan mana liburaaaann....

Sepertinya mendamba liburan itu sudah kebutuhan banget ya untuk para buruh sepertiku ini. Dari Senin ke Sabtu, dari pukul delapan hingga pukul enam belas, harus menjelajahi nikmatnya perjalanan waktu bersama para abang mandor tercinta di pabrik ;)  Instruksi-instruksi yang tak bisa dihindari, tatapan tajam yang seakan mengejar sukma, hingga berbagai situasi heboh yang terus mewarnai hari-hariku. *sepertinya memang butuh liburan nih, sudah 'mumpluk' banget imajinasinya

Liburan tak berarti harus off dari pekerjaan dalam waktu yang lama. Bisa berada di rumah dan geluntungan seharian bersama bocah-bocah itu rasanya sudah surga banget. Tak perduli jeritan dan teriakan anak-anak yang hobi banget bertengkar itu, tetap rasanya luar biasa bisa menghabiskan waktu bersama mereka. 

Apa saja sebenarnya yang bisa dilakukan saat sedang quality time begini dengan anak-anak bagi ibu bekerja di luar rumah sepertiku? Banyaaaakkk.... Mengajarkan cara menyapu ke si sulung bisa, mengajak cuci baju bareng-bareng pun asyik, memeriksa PR di week end ceria, melongok kamar anak-anak yang berantakan dan mengajak untuk membereskan.... wooww... sepertinya bakalan si bocah yang gantian stress nih kalau ibunya di rumah wkwkwkk...

Oke oke, skip saja ya yang bagian horor di atas tadi. Lebih asyik deh kalau bisa 'cari angin' bersama anak-anak.

Berhubung Sabtu aku masih harus kejar setoran di kantor, jadi week end berasa kurang maksimal. Bersyukur masih ada hari Minggu dimana aku bisa berada di samping anak-anak sepenuhnya. Pilihan untuk bepergian pun bervariasi. Kadang-kadang anak-anak minta ke Perpustakaan Daerah. Di sana ada kid ground nya yang bikin bocah tak mau diajak pulang.  Sedangkan buku-buku cerita kesukaan si sulung pun berjejer rapi, mulai dari buku lama hingga yang terbaru. Seringkali emaknya sudah ngantuk dan lelah membaca, anak-anak masih asyik saja di sana.

Selain ke perpustakaan, kami juga sesekali melakukan petualangan rasa ke berbagai warung makan. Ya soalnya gini...eh... anu... ibu bocah-bocah itu nggak bisa masak sih *fiuuhh elap keringet mau terus terang gini. Jadi lebih asyik sepertinya kalau jajan together saja :)

jajan di Richeese Factory

Waktu ada pembukaan outlet baru Richeese Factory aku sempat mendapatkan undangan soft launchingnya. Begitu anak-anak tau ibunya pernah makan di sana, tentunya dong mereka juga ingin merasakan seperti apa nikmatnya ayam saus barbeque yang dicocol ke keju. Ada yang belum pernah? Melasi banget sih hihihi... *sawuri keju mbledrek :))

Nongkrong cantik di D'Cafe MG Suites Semarang

Pernah juga nih ajak anakku saat nongkrong bareng dengan teman-teman kuliah dulu. Emaknya ngobrol ngalor-ngidul, si bocah bisa bebas bereksperimen dengan makanan yang tersaji di depannya. Seperti di D'Cafe yang terletak di lantai bawah MG Suites ini. MG Suites merupakan hotel plus apartemen yang lengkap fasilitasnya. Yang paling penting ada cafenya yang enak banget untuk nongkrong ini. Berada di pinggir kolam renang yang seakan-akan menggoda untuk diceburi.

Kenapa sih kok anak-anak itu senang sekali ya diajak jajan di luar?

<<SUDAH JELAS MASIH NANYAK...YA IBUNYA GA BISA MASAK>>

Hehehehe... iya sih iya... ngaku deh.

Paling sering di rumah sih masak sup, sayur bening bayem, sayur asem, lodeh, telur balado, dan masakan lainnya yang tak harus pusing-pusing meracik bumbunya lah. Itu juga perbandingan antara memasak dan beli lauk lebih sering beli lauknya.

Untuk sarapan lebih sering bikin yang praktis-praktis aja. Di kulkas sudah nyetok berbagai 'senjata' sarapan, seperti telur, nugget dan sosis. Bahan-bahan ini bisa diolah menjadi apa saja maupun digoreng apa adanya.

Paling gampang ya bikin nasi goreng yaaaa... campurannya bisa menggunakan bahan-bahan di atas. Nasi goreng telur sudah pasti yang paling simpel. Tinggal ditambahkan bahan lain sesuai persediaan saja. Bila sosis masih ada, bisa langsung  ditambahkan pula ke dalam campuran nasi goreng tersebut.

Pernah sempat gaya-gayaan bikin nasih gurih nih, yang paling gampang caranya ya dengan menggunakan magic com saja. Beras, santan, garam dan serai saja waktu itu, nggak pake ketumbar dan lain-lain seperti nasi uduk itu. Yang penting ada rasanya hahahhaa... Mau gampangnya aja kan ya si ibu ini? :)  Untuk pendamping kusediakan kering kentang (beli dong, masak bikin sendiri hihihiii), abon, dan irisan telur dadar. Kok ya tetep loh anak-anak request digorengin sosis.

Sosis rupanya memang idola banget nih untuk anak-anak. Berbagai jenis sosis pernah kubeli untuk mereka, dari yang harga normal hingga sosis jenis bradwurst yang lumayan banget harganya ;)  Ternyata kekuatan rasa sosis ini rupanya tak lepas dari pengaruh seasonings dan spices yang terkandung di dalamnya. Salah satu seasoning ternama untuk produk daging olahan yang telah lulus LPPOM-MUI dan mendapatkan sertifikat halal dari HFFIA (Halal Feed and Food Inspection Authority) adalah merk Wiberg yang ada di seasoning markaindo. Wiberg dibuat untuk menjaga konsistensi rasa olahan daging agar konsumen tidak kecewa saat menyantap produk favorit mereka dari waktu ke waktu. Misalnya ya kita suka sosis A, tentu saja kita berharap saat membelinya di kemudian hari rasanya ya tetap sama seperti itu. Di situlah peran seasoning semacam seasoning markaindo dalam mengkonsistenkan rasa.

Selain sosis ada lagi produk olahan daging yang menjadi kesukaan anak-anak : bakso. Selalu ada bakso di kulkas untuk persediaan. Bisa dimasak dan menjadi campuran sup, tumis dan capcay. Kalau lagi males banget ya tinggal dibikin bakso kuah. Gampang banget kan tinggal ditumiskan bawang putih, masukkan kaldu, cemplungin deh baksonya. Sawi dan mie bisa ditambahkan seperlunya.

Tapi nih ya, kalau mau bicara jujur, kenapa ya kalau beli bakso di warung yang spesialis bakso itu rasanya bisa khas banget. Sudah beli tongjay yang katanya bisa bikin sedep kuah bakso itu tetap saja tidak bisa seperti yang dijual di warung itu. Hihihiii... makanya kalau pas kepengin banget jajan bakso meluncurlah kami dalam petualangan rasa ke warung bakso yang telah cukup tenar kesedapannya, seperti bakso Pak Wardi di depan RS. Telogorejo, bakso Krebo di Banyumanik (daerah atas), bakso Kuncoro di dekat swalayan ADA, warung bakso samping ADA Siliwingi, bakso Doa Ibu di Lamper, ataupun bakso Mawardi di daerah Telogosari.

Padahal ya bakso ya, segimana sedapnya sih sampai warung-warung bakso itu terkenal banget rasanya?

Susah jawabannya bila belum membuktikan sendiri rasa dari masing-masing sajian tadi. Hayuk berpetualang rasa kalau gitu yuuuukk...

26 November 2015

Menikmati Susu Kedelai

susu kedelai, sumber : tokopedia.com
Bagi kebanyakan orang, susu sapi merupakan minuman yang selain bergizi juga lezat untuk dinikmati. Namun entah mengapa sejak kecil diriku ini agak susah minum susu sapi dan lebih memilih susu kedelai.

Masih teringat hingga kini bila hendak minum susu, kerepotan yang kuhasilkan lumayan juga menyibukkan orang tua ataupun kakakku waktu aku masih kecil dulu. Susu sapi yang bisa kuminum tak sekedar yang plain / putih biasa, harus dicampur bubuk coklat. Itupun nantinya bukan minuman susu coklat hangat yang akan kunikmati. Susu coklat itu harus dibuat pagi-pagi sekali untuk kemudian dimasukkan ke dalam freezer agar segera membeku. Baru deh nanti es susu coklat itu akan kuminum sembari digaruk-garuk permukaan esnya dengan menggunakan sendok. Huaaahh... bocah rempong banget yak ini, bikin seisi rumah sibuk sejak pagi buta.

Apa sih enaknya susu kedelai jika dibandingkan dengan susu sapi?

Semuanya kembali ke preferensi pribadi sebenarnya. Kebetulan saja indera pencium dan indera perasaku kurang bersahabat dengan susu sapi yang harus diminum dengan cara diseduh air begitu saja. Bila sudah dalam bentuk olahan, entah itu dibuat kue atau es krim, baru bisa deh menerima meskipun nantinya juga tak bisa mengkonsumsi dalam jumlah banyak. Bakalan terasa eneg gitu.

Susu kedelai memiliki berbagai kandungan gizi yang manfaatnya tak kalah dengan susu sapi. Dalam 100 gram susu kedelai terkandung energi sebesar 41 kkal (kilokalori), protein sejumlah 3,5 gram, lemak 2,5 gram, kalsium sebesar 50 mg, karbohidrat 5 gram, fosfor 45 mi, dan zat besi 1 mg. Selain itu pada 100 gram susu kedelai tadi juga terdapat vitamin A sebesar 200 IU, vitamin B1 0,08 mg dan vitamin C 2 mg (sumber : organisasi.org).  Dengan kandungan gizi yang sedemikian rupa itu maka tak heran bila susu kedelai memiliki berbagai manfaat sebagai berikut  :
  1. Tepat dikonsumsi bagi mereka yang mengalami alergi susu sapi karena adanya enzim laktase yang baik untuk metabolisme tubuh.
  2. Mengandung isoflavon yang membantu melawan kanker terutama kanker prostat, payudara, uterus dan usus. Selain itu soy isoflavonesnya dapat membantu mencegah penyakit diabetes.
  3. Susu kedelai juga bisa menurunkan kolesterol, meningkatkan HDL dan mengurangi LDL.
  4. Dapat menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya rendah. 
  5. Cepat mengenyangkan perut karena tinggi akan serat.
  6. Kandungan saponin di dalam susu kedelai merupakan anti oksidan yang membantu mencegah penuaan dini serta meningkatkan daya tahan tubuh.
  7. Dapat menghilangkan sembelit dan melancarkan BAB berkat kandungan oligosaccharides.
  8. Bagi pemilik riwayat penyakit jantung, susu kedelai juga bagus karena kandungan lemak jenuhnya relatif rendah.
  9. Menguatkan tulang dan menurunkan resiko osteoporosis berkat kandungan proteinnya yang melimpah.
  10. Soybean lipid yang terkandung dalam susu kedelai bisa mencegah ateriosklerosis atau pengerasan arteri di dalam tubuh kita. (sumber : muradmulana.com)
Dulu jika ingin minum sebungkus susu kedelai, harus memesan ke pembuatnya yang keliling kampung dan menawarkan susu kedelai buatannya. Tidak seperti sekarang ya, berbagai merk susu kedelai dapat kita temukan dengan mudah di mini market terdekat.

Beberapa bulan yang lalu saat mengantar si kecil piknik TK di salah satu farm yang ada di Kabupaten Semarang, sempat bingung waktu harus mencari minuman segar. Farm tersebut merupakakan penghasil susu sapi dimana varian minuman dan makanan yang disajikan di sana kebanyakan berbahan dasar susu sapi.

Duh, nanti aku minum apa dong, harus puas dengan air mineral saja kah? ;)

Rupanya kekhawatiranku terlalu berlebihan nih. Tentu saja farm tersebut sudah mempertimbangkan adanya pengunjung rempong bawel sepertiku yang hobi mencari minuman alternatif di saat mengunjungi tempat yang jelas-jelas memproduksi susu sapi :) Di mini market yang ada di kawasan farm tersebut, ternyata aneka rasa susu kedelai juga disediakan.

Lega rasanya bisa mendapatkan salah satu minuman favoritku nih. Aku lebih suka menikmati susu kedelai yang tanpa tambahan perasa apa pun alias yang original. Kucoba mencari yang rasa susu jahe tapi tak ada hehehee... banyak permintaan amat sih ;)



Sebelum menikmati susu kedelai dalam kemasan seperti ini, tolong pastikan segelnya masih tertutup rapat ya. Bagaimanapun sehatnya kandungan gizi yang terdapat dalam makanan dan minuman, bila kadar kebersihannya kurang terjaga, kembali kekhawatiran dapat melanda konsumen.  Alhamdulillah, beberapa botol susu kedelai yang kubeli di farm tersebut semuanya dalam kondisi tersegel rapat. Buru-buru deh kunikmati segarnya susu kedelai yang tersimpan di lemari pendingin mini market.

segarnya susu kedelai dingin

Glek, segarnyaaaaa.... Bagi sobat blogger yang gemar dengan susu kedelai juga sepertiku, biasanya suka yang rasa apa nih? Lebih menikmati susu saat masih dalam kondisi hangat atau justru telah didinginkan segar seperti pilihanku ini?

24 November 2015

Camilan Hangat di Musim Hujan



Hello sobat blogger semua.... Di Semarang sini curah hujan sudah mulai meningkat nih. Musim kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan di berbagai daerah rupanya akan segera berganti dengan musim penghujan. Meskipun belum begitu sering turun hujan, namun paling tidak basahnya bumi telah memberikan harapan baru bagi para penanti hujan. 

Tak hanya para petani yang bersuka ria akan datangnya hujan ini. Mereka memang menggantungkan hasil pertaniannya pada sistem pengairan yang lancar pasokan airnya. Di rumahku pun turunnya hujan disambut dengan suka cita. Dengan banyaknya tanaman yang terdapat di kebun belakang rumah, otomatis kebutuhan akan air menjadi penting sekali. Bahkan kadang kudu berhemat mandi dan mencuci gara-gara mau menyiram tanaman nih. Melihat beberapa daun yang berubah kemerahan karena kekurangan air adalah hal yang sangat menyedihkan.

Kini aneka tanaman di kebun belakang sudah bisa menari-nari. Tanpa perlu disiram mereka sudah basah bersimbah segarnya air hujan yang tercurah beberapa hari belakangan ini. Hawa pun sudah mulai dingin bila malam tiba, kontras sekali dengan panas nan menyengat khas Kota Semarang saat hari masih siang.

Nah, dingin-dingin seperti ini paling enak nyemil makanan hangat sebagai pendamping wedang yang selalu setia hadir di meja makan. Yang paling gampang sih bikin pisang goreng ya. Pisang kepok yang digoreng, lalu dilumuri mentega dan ditaburi meses, wuiiih...ini kesukaan anak-anakku. 

Berhubung aku dan suami kurang suka penganan yang manis-manis, biasanya kami berdua lebih memilih jajanan macam bakwan sayur, bakwan jagung dan mendoan. Bermodalkan tepung dan bumbu-bumbu ala kadarnya, camilan sederhana ini bisa segera dihadirkan untuk keluarga. Dengan catatan lho tentunya, pas lagi enggak malas hehehee... Nah itu dia, yang paling sering bikin gagal jadi chef keluarga itu ya karena mager ini :)

Belum lagi jika membandingkan masakan sendiri dengan racikan penjual yang hasil akhirnya seperti ini :



Mendoan hangat seperti ini favorit suamiku nih. Mendoan yang benar-benar berasal dari mendo, tempe setengah jadi yang sengaja dibuat tipis sekali. Satu bungkus terdiri dari dua buah mendo yang super tipis. Jadi, sebenarnya mendoan yang benar-benar mendoan itu adalah yang berasal dari tempe mendo seperti ini, bukan dari tempe berbentuk balok yang kemudian diiris tipis-tipis ;)  Namun demi mempermudah penyebutan saja akhirnya lama-lama tempe goreng tepung ala bakul gorengan itu ya disebut mendoan saja.

mendo yang super tipis

Suamiku lebih suka mendoan yang masih setengah matang, jadi tepungnya masih berwarna putih dan terasa kenyal saat digigit. Mendoan Purwokerto setengah matang ini memang paling banyak direkues oleh pembeli saat aku ngantri di bakul mendoan yang ada di daerah Tlogosari Semarang.

Untukku sendiri sih lebih suka menggoreng kembali mendoan setengah matang tadi untuk menghilangkan rasa tepung yang masih melekat kuat. Herannya loh, mendoan asli khas Purwokerto ini meskipun digoreng agak lama tetap saja tak mau keras tepungnya :)

Nah sobat blogger sendiri apakah memiliki camilan favorit di musim hujan ini?

23 November 2015

Potrat Potret Berakhir Baper? Pasti Nggak Pakai Zenfone 2 Laser

Pernah nggak sih mengalami baper (terbawa perasaan) saat memotret sesuatu atau seseorang? Bapernya tuh gara-gara hasil bidikan kita tak sesuai dengan yang diharapkan. Waktu kita bidik sudah oke, kok kenyataannya hasil foto yang muncul malah hancur lebur? 

Apalagi nih ya untuk seorang blogger sepertiku yang butuh banget kehadiran foto untuk memperkuat artikel. Coba deh sobat blogger bikin artikel ratusan kata tanpa ada foto, lalu baca berulang-ulang, bagaimanakah kira-kira? 

Postingan tanpa foto?? TIDAAAAKKK....

Ya..yaaa... foto di atas memang lebay ;)  Tapi beneran loh, postingan satu halaman penuh di blog bila tidak dilengkapi dengan ilustrasi apapun, rasanya hampaaaaa sekali saat 'menyantap'nya. Blogger-blogger sekarang malah sudah pada canggih-canggih loh, infografis yang keren dan informatif pun sudah banyak di-attach di dalam postingan blog. Sayang sekali, kayaknya cuma aku seorang nih yang tak sanggup bikin :(

Untuk melengkapi postingan blog, aku lebih sering menggunakan foto-foto saja. Media yang kugunakan untuk mengambil foto pun bervariasi, mulai dari smartphone hingga kamera DSLR. Nah, ini niiih... yang soal DSLR, jangan beranggapan bahwa aku pinter motret loh yaaaa... Beneran, aku hanya bisa puter-puter tombol diafragma, speed dan beberapa setting manual lainnya. Dari ratusan foto yang kuambil via DSLR, palingan cuma satu dua saja yang beres, lainnya wassalam.... sediiihh banget rasanya kalau begini. 

Gimana nggak baper coba kalau begini caranya? Udah dibawa berat-berat, riweuh setting ini itu (berkesan udah profesional aja deh motretnya), eeee...begitu lihat hasilnya : FAILED. Aaaakkk.... Sebenarnya ada sih settingan automatic-nya, namun hasilnya menurutku sih ya begitu-begitu saja. 

Pake manual failed, pake automatic ga puas, lalu mau loe gimanaaaa??? 


Moment yang terlewatkan gara-gara gagap gadget


Dari sekian pengalaman memotret yang pernah teman-teman alami, kira-kira ada nggak sih masa-masa dimana mendapatkan hasil memotret seperti ini ?

hasil foto yang fokusnya berlarian entah kemana :(

Perasaan sebelum menekan tombol shutter kedua gitaris ini baik-baik saja. Lantas kenapa ya di hasil fotonya muka mereka jadi seperti ini. Fyuuuhh.... berkali-kali kujepret dapetnya malah lebih parah lagi.

<<<TAMBAH BAPER>>> Oke bhay....

Beberapa kali moment penting terlewatkan saat aku ingin meng-capture-nya, seperti ini contohnya :

hasil jepretan yang sudah tidak membutuhkan komen lagi :'(

Waktu itu ceritanya sedang ingin menulis artikel tentang warung angkringan kekinian yang makin menjamur di seluruh penjuru kota. Maunya sih memotret mas kasir yang sedang melayani transaksi pembayaran sekaligus menyajikan wedang roti hangat yang saat itu kupesan. Namun apa yang terjadi? Foto di atas jelas sama sekali tidak menceritakan apapun. Gagal total. Padahal foto itu ya kuambil dengan menggunakan smartphone loh, bukan DSLR. Harusnya lebih gampang, kok ya tetap failed sih :(


Butuh memotret dengan cepat dan tepat


Berdasarkan problem memotret seperti yang telah kusebutkan di atas, saat ini kebutuhan yang paling utama untukku adalah mendapatkan gadget yang bisa support aktivitas fotografi. Nggak muluk-muluk sih harapannya, cuma pengin memotret dengan hasil yang bisa diandalkan.

Selama ini sudah bertanya kesana kemari tentang teknik fotografi, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kamera DSLR. Tetapi kok ya kemampuanku tampaknya hanya sampai segitu-segitunya saja. Berasa boros hati dan boros tenaga deh kalau seperti ini caranya. Baca-baca artikel fotografi ya sudah kulakukan, belajar dari para master foto pun beberapa kali kulakukan, mengamati foto-foto keren yang bertebaran di Instagram pun tiada henti kulakukan. Kok fotoku tetap tidak ada peningkatan kualitas.

Gimana baper tidak to be continued kalau caranya begini???

Ada nggak sih kamera, atau smartphone saja deh... yang bisa memenuhi kebutuhanku untuk potret-memotret ini? Paling tidak yang hasilnya cukup pantas lah disajikan sebagai pelengkap postingan blogku, bukan yang kabur seperti di atas tadi.


Asus Zenfone 2 Laser, solusi memotret bebas baper


Bukan kebetulan bila akhirnya pada tanggal 19 November 2015 yang lalu aku bisa hadir di ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Di tempat tersebut aku datang sebagai tamu undangan Asus untuk mengikuti Zenfestival 2015.


Asus memang luar biasa. Sekian ratus orang diundang dan dijamu untuk menyaksikan peluncuran produk baru berupa Zenfone 2 Deluxe, Zenfone 2 Laser, Zenfone Max, dan Zenfone Selfie. Gadget-gadget baru yang handal di masing-masing kelas.

Asus sepertinya tau benar problematika yang dihadapi oleh seorang emak blogger seperti diriku ini. Yang selalu ingin menyertakan foto bagus dan berkualitas tinggi di setiap postingan blog. Kepengin punya foto bagus tapi tak perlu repot putar-putar berbagai tombol pengatur kamera.

Mr. Jerry Shen, ASUS CEO, hadir di panggung kehormatan sebagai orang pertama yang menyambut dengan hangat para tamu undangan Zenfestival 2015. Beliau menyampaikan bahwa dari sekitar 13 juta  unit Zenfone yang terjual di Asia Tenggara sejak tahun 2014, Indonesia memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Indonesia menyumbang penjualan lebih dari 5 juta unit Zenfone. Bahkan di Indonesia, Asus Zenfone merupakan 'Top Two Brand in Smartphone Market Share'. Keren kaaann....


Pemaparan secara detail dilakukan oleh para petinggi ASUS, mulai dari Mr. Jerry Shen yang membahas dengan seksama Zenfone 2 Deluxe, dilanjutkan oleh ASUS Vice Presiden Mr. Bryan Chang yang mengupas tuntas Zenfone 2 Laser. Masih disusul oleh Mr. Alvin Chou, ASUS Associate Vice President yang menyampaikan berbagai teknologi andalan Zenfone Max. Hadir pula ASUS Design Center Director Mr. Daniel Alenquer yang mengulik Zenfone Selfie.

Saat Mr. Bryan Chang asyik menjelaskan tentang Zenfone 2 Laser, hatiku sudah mulai kebat-kebit, sibuk sekali berkata pada diri sendiri : kayaknya ini deh soulmate ngeblog yang kucari-cari :)

Gimana nggak akan terpikat kalau ASUS menghadirkan teknologi fotografi pada kamera melalui yang satu ini :

modifikasi foto dari sumber : Asus Indonesia

Dengan teknologi laser auto-focus, gambar yang dihasilkan menjadi jernih luar biasa. Laser di smartphone ini mampu mengukur jarak bidikan dalam kecepatan cahaya. Focusingnya cuma 0,03 detik lhoooo.... mantep bener.

Untuk menguji kemantapan dalam mencari gadget anti baper, berburulah aku di Demo Zone. ASUS mempersilakan semua peserta Zenfestival untuk mencoba smartphone yang tadi diperkenalkan. Tak mau kehilangan moment dong, aku pun mencoba semua Zenfone tersebut. Peserta lain pun ternyata tak kalah semangatnya denganku.



Dari mencoba Zenfone 2 Laser secara langsung, bener-bener baru percaya deh kalau piranti canggih ini memiliki kelebihan sebagai berikut :
  1. Pengguna bebas memilih mana Zenfone 2 Laser idamannya, mau yang berlayar 5 / 5,5 / 6 inci silakan sesuaikan dengan selera saja.
  2. Desain premium yang dihadirkan oleh Zenfone 2 Laser ini bisa kita miliki dengan budget yang terjangkau bagi pengguna yang memiliki anggaran terbatas. 
  3. Fitur Laser Auto-Focus membuat pengambilan fokus gambar lebih cepat dan presisi. Kita tak perlu lagi takut kehilangan moment berharga yang ingin kita abadikan.
  4. ASUS PixelMaster Camera membuat Zenfone 2 Laser mampu menangkap gambar dan video hingga 400% lebih terang saat cahaya minim.
  5. Prosesor Qualcomm Snapdragon menciptakan keseimbangan antara performa multimedia dengan efisiensi energi.
  6. Permukaan smartphone telah dilindungi oleh lapisan anti gores terbaru Corning Gorilla Glass 4. Daya tahan saat terjatuh 2 kali lebih baik dibandingkan versi sebelumnya, mereduksi kemungkinan layar pecah hingga 85%, dan 2.5 kali lebih kuat dibandingkan dengan versi Gorilla Glass 3.
  7. Dibenamkannya Bluelight Filter membuat para penikmat video streaming tidak lekas lelah saat melihat ke layar terus menerus dalam waktu yang lama.
  8. Kamera depan juga disediakan dengan resolusi yang cukup tinggi yaitu 5MP dengan aperture f/2.0. Selain beresolusi tinggi, kamera depan ini juga mendukung autofocus yang baik. Bahkan bagi penikmat selfie bisa berasyik ria dengan kamera depan yang memiliki sudut yang lega hingga 85 derajat. Obyek yang bisa ditangkap saat berfoto menjadi lebih banyak. Mantep tep teepp.... deh pokoknya :)
Asyik sendiri di Demo Zone Zenfestival 2015 - courtesy : Bai RUindra

Beneran nih... yakin dengan Zenfone 2 Laser?

Yup... kalau sudah ada smartphone yang sekaligus bisa menyelamatkan moment-moment berhargaku, kenapa kudu repot lagi baper saat potrat potret. Bukannya mengambil gambar kini semudah menyentuh lapisan Corning Gorilla Glass 4 di Zenfone 2 Laser?

Goodbye baper...  Kini sudah ada teknologi canggih laser auto-focus yang bisa menjadi teman setiaku dalam pengambilan gambar untuk mempercantik postingan blogku. Tinggal bidik saja target foto yang dituju, langsung unggah dong via Zenfone 2 Laser yang juga mumpuni jaringan 4G nya untuk mengakses blog. Ngeblog dan motret kini bisa jadi satu paket.

I do hope this lovely Zenfone 2 Laser will come to me... cross my fingers for that.

Zenfone 2 Laser
See What Others Can't See

21 November 2015

Haruskah Ngopi di Cafe?

Saat suntuk melanda, paling asyik itu untuk sementara 'lari dari kenyataan' ;) Eh eh, bukan lari dari masalah lho ini maksudnya. Masalah kan untuk dihadapi ya, bukan untuk dihindari. Di sini yang kumaksud adalah sejenak melonggarkan hati dan menikmati hari demi pulihnya stamina jiwa *ketinggian banget bahasanya :)

Apa saja nih aktivitas yang biasa kita lakukan saat harus 'lari dari kenyataan'? 

Kalau aku sendiri punya beberapa jalan menghibur diri. Dari sekian tekanan hidup seperti tuntutan kerja dari pimpinan yang grafiknya hampir selalu meningkat, anak-anak sakit namun pekerjaan di kantor tak mau mengerti, dompet kosong di saat kebutuhan lagi banyak-banyaknya, sebenarnya tak satu pun yang tak bisa diatasi. Seberat apapun dan seberapa belum selesainya masalah tersebut, ada jeda yang perlu kita sisipkan dalam tarikan nafas kita.



Salah satu mood booster yang bisa membantu menceriakan suasana hati yang muram adalah nongkrong di cafe bareng teman dekat. Sekedar ngobrol maupun mendengarkan live music bisa menurunkan kadar stress. Ya asal enggak ganti stress kantong bolong untuk bayar makanan dan minumannya ya hehehe..

Saat nongkrong di cafe haruskah kita ngopi? Cafe kan dulunya memang diperuntukkan sebagai tempat penyaji kopi ya? Kini tak mesti kopi yang harus disajikan oleh tempat yang bernama cafe. Ini nih saat aku pernah nyoba nongkrong di salah satu cafe baru yang ada di Semarang. Justru saat itu aku asyik berbincang dan memesan cokelat dingin sebagai pelepas dahaga.



Di cafe tersebut tersaji aneka ragam jenis kopi. Sebenarnya aku sukaaaa sekali mencium aroma kopi. Apalagi saat melihat aneka ragam biji kopi yang berasal dari berbagai tempat di penjuru Indonesia. Ingin rasanya meneguk minuman beraroma sedap ini. Sayang seribu sayang, badan kini sudah tak sehebat dulu bisa menghabiskan bergelas-gelas kopi sehari. Saat ini kalau sedang rindu pada kopi, cukup sesendok dua sendok saja lah untuk 'tombo kangen' :)  Iya, sejak kira-kira 12 tahun yang lalu aku terpaksa 'putus' dengan kopi karena satu dan lain hal.

Jadi sah nggak sih sebenarnya dibilang 'ngafe' kalau enggak 'ngofi'?

17 November 2015

Berburu Event Menarik Melalui Bookmyshow


Rutinitas yang kita hadapi sehari-hari pada tahap tertentu ternyata bisa memicu ketegangan mental. Apalagi bila di tengah rutinitas tersebut kita tidak membuat agenda untuk menikmati berbagai event menarik di sekeliling kita. Emosi, stress, bahkan depresi bisa saja menghampiri bila kita secara pribadi kurang menyadari ambang kekuatan kita sendiri.

Stress sendiri itu apa sih? Di berbagai web bisa kita temukan definisi stress dengan berbagai versi. Yang jelas stress itu semacam alarm tersendiri di dalam tubuh yang akan melawan beban berat yang diterimanya. Saat stress ini sistem syaraf akan menuju kondisi 'persneling tinggi' dan memicu pergerakan hormon untuk meningkatkan pertahanan tubuh. Jika kita nantinya tak bisa menurunkan kadar stress tersebut, maka bukannya tidak mungkin salah satu sistem syaraf pada tubuh kita akan menunjukkan efek yang negatif. 

Lah, beban hidup kan kadang memang berat ya, masak gak boleh stress?

Stress sih manusiawi ya dulurs, asalkan kita mampu mengelolanya. Saat sadar sedang ada di ambang stress, alangkah indahnya bila kita sejenak meletakkan beban dengan ibadah maupun berkumpul dengan orang-orang yang kita cintai. 

Nggak jauh-jauh deh ya, ini semacam reminder untukku sendiri yang masih harus terus berjibaku dengan manajemen waktu. 6 hari seminggu di tempat kerja tentunya tak memberiku banyak pilihan untuk mengeluh ini dan itu. Kerjaan di kantor harus tuntas, urusan rumah dikontrol dari jauh, kudu tetap memegang kendali anak-anak meskipun tidak 24 jam mendampingi, well... hidup memang selalu penuh dengan pilihan.

Kalau raga maupun jiwa sudah terasa terseok-seok, aku lebih memilih untuk melongok berbagai agenda event yang sedang berlangsung. Yaahh...tapi namanya kota kecil lah ya, tentunya event-event yang berlangsung tidak sebanyak event Jakarta.

Jakarta, kota metropolitan dengan jutaan orang yang tiap harinya harus berhadapan dengan jadwal super ketat. Jebakan kemacetan ada di mana-mana. Nah kalau misalnya tekanan hidup tersebut tak dibarengi dengan usaha untuk relaksasi, mau gimana dong ya sobat-sobat yang tinggal di sana.

Mencari event menarik kini sudah semakin mudah loh. Buka-buka web nih ada id.bookmyshow.com yang menawarkan berbagai event yang bisa kita pilih sendiri mana yang akan dihadiri dalam rangka melepas penat sehari-hari.

tampilan home id.bookmyshow.com


Waktu kuintip-intip nih ya portal tersebut, hedeeww....ngiler banget deh dengan dinamika kota yang tak pernah tidur ini. Eventnya seru-seru lho lur.... Ada komedian internasional Daniel-Ryan Spaulding dan Steve Lee yang akan hadir di Jakarta Comedy Club tanggal 20 November ini.

Yang tak kalah menarik dan berpotensi meningkatkan pengembangan diri, ada Sankalp Southeast Asia Summit 2015 yang akan berlangsung di Shangri-La Hotel tanggal 19 November 2015. Untuk detail acara dan bagaimana cara untuk bisa ikutan langsung saja klik alamat web yang sudah kusebutkan di atas tadi ya.

Keren nih, apa-apa sekarang mudah ya saat kita butuh informasi apapun. Untuk mencari tahu event menarik yang sedang berlangsung pun tinggal gerakkan jemari dan tadaaaaa.... kita bisa menemukan banyak pilihan via kemajuan teknologi internet. Tak hanya sampai di situ saja loh. Setelah tau event mana yang ingin kita hadiri, kita bisa langsung booking tiket melalui portal keren ini. Jadi tak perlu repot-repot ngantri tiket kaaann...

Nah, sedulur blogger punya rencana menarik apa nih untuk mengusir kegalauan dan stress yang sepertinya sudah mulai melipir menghampiri?

12 November 2015

Sosok Ayah

Hari ini saat menghidupkan komputer dan mulai online, tampak google doodle lucu yang berkaitan dengan Hari Ayah Nasional. Keren banget nih Google, setiap ada event apa saja, bahkan hari lahir para penemu kelas dunia, bakalan hadir doodle terbarunya. Semacam rindu gitu kalau tidak muncul goodle doodle baru di browser saat memulai aktivitas online ;)

Di berbagai sosmed sudah terpampang ucapan Selamat Hari Ayah Nasional. Tanpa mengecilkan makna dari ucapan tersebut, sepertinya secara pribadi aku tidak ikut mengucapkan. Mau ngucapin ke ayah sendiri, lha sudah gak punya ayah. Kalau mengucapkan selamat ke suami, ntar pasti malah diketawain. Iya bener, suamiku tipe orang yang menganggap semua hari sama saja. Mau hari ayah kek, hari ibu, hari kereta api, dan hari-hari lainnya tak ada beda. Mungkin yang paling bikin beda hari lebaran kayaknya ya, dia harus nambah budget belanja harian soalnya.

Di blog ini, jarang sekali terungkap cerita soal ayah anak-anakku. 

<<<TERUNGKAP>>> kek apaan aja yak 

Biasanya bisa posting soal suami ya pas ulang tahun pernikahan. Kebanyakan memang sibuk ngebahas diri sendiri sih di blog ini. Sungguh terweluuuuu....


Pernah nemu quote yang kayak gini nggak?

Dad is his son's first hero and his daughter's first love

Pernah dong nemu pastinya, hari ini bertebaran di mana-mana tuuuhh ;)  Ya meskipun menurutku ini tidak berlaku mutlak ya, tergantung kondisi keluarga yang bersangkutan. Ada juga ibu yang menjadi hero bagi anak-anaknya karena sang ayah telah tiada.

Dalam keseharian di rumah, sosok ayah kadang terabaikan. Dia hanya akan teramati saat lampu teras mati, genteng bocor, lantai retak, dan saat-saat lainnya dimana ibu sudah tak sanggup mengerjakannya. Benarkah sedemikiannya?

Duh kejam sekali ya ibu hihihii... Suka nggak merhatiin suami di rumah nih aku, dia sedang apa, mengerjakan apa, dengan siapa *kayak lagu ajah...  Apalagi kebetulan suamiku itu kalau di rumah bawaannya memang kencan dengan gadget dan tumpukan buku. Iya nih, berbagai buku mulai dari buku hukum pidana, perdata, tata usaha, revolusi rakyat, hingga berbagai buku biografi tokoh-tokoh dilalapnya habis. Padahal loh hampir tiap pagi sosok ayah yang ganteng dan gawl ini membantuku membangunkan dan memandikan si nomor dua. Setahun lagi bocah ganteng itu akan masuk SD, tapi sampai sekarang dia masih terbuai dengan jam sekolah TK nya yang longgar. Bangun ya semau-maunya, padahal emaknya sudah gedubrakan harus segera berangkat mburuh.

Belum lagi kalau ada urusan anak-anak di sekolah yang tak bisa kuatasi karena faktor jam kerja yang cukup mengikat, si ayah akan langsung turun tangan. Kebetulan karena bekerja sendiri doi nggak perlu ijin atasan ya kalau mau rapat dewan sekolah di SD tempat Si Kakak menuntut ilmu. Banyaaaakk sebenarnya yang dilakukan ayah dari anak-anakku ini, hanya saja memang sepertinya si istri saja yang kurang mengapresiasi. Maafkan ya cyiiinttt...

Sosok ayah idola tuh yang bagaimana sih sebenarnya?

Setiap anak tentu memiliki kriteria tersendiri saat mengidolakan ayahnya. Nah, kalau untuk anak-anakku, ada beberapa poin yang selama ini kuamati nih berkaitan dengan ayah mereka :
  1. Ayah hebat karena berani membela orang lain di pengadilan *ya iyalah naaakk...itu kan kerjaannya :)
  2. Ayah luar biasa, sudah mengajarkan anti korupsi sejak kecil. Yang poin ini berkaitan dengan penyalahgunaan uang saku, yang bersangkutan sudah insyaf dan benar-benar teringat hingga sekarang.
  3. Ayah kelihatan keren kalau pas tidak marah-marah.
  4. Ayah so sweet banget saat membelikan buku, mainan dan jajanan. 
  5. Ayah keren karena suka nonton konser Iron Maiden, Metallica, Edane dan Helloween.
Errrr... lama-lama tambah absurd aja nih kategori ayah kerennya :))


Sosok ayah dambaan alhamdulillah ditemukan oleh anak-anak pada ayahnya meskipun masih banyak sekali kekurangannya. Yang jelas kedua buah hatiku dekat dengan ayah mereka, juga suka cerita-cerita soal keseharian dengan ayah dan ibunya. Daaannn...yang jelas mereka dengan penuh cinta dan suka cita merobekkan dompet ayah ibunya saat diajak pergi ke toko buku, warung makan hingga jalan-jalan di pasar tiban *oh tidaaaakkk....

Nah, menurut sobat blogger sosok ayah seperti apa sih yang diidolakan anak-anaknya?

09 November 2015

Teman Maya yang Manis



Memang benar ya tak bisa disangkal lagi bila kita katakan jaringan internet itu bisa menembus jarak dan waktu. Berbagai kemudahan diperoleh manusia dengan adanya kesempatan berinteraksi secara cepat dengan orang di belahan bumi yang berbeda hanya dengan sekali klik. Tak hanya melalui komputer atau laptop saja loh ini, melalui handphone pun kemudahan ini ibarat membalikkan telapak tangan saja.

Salah satu penyumbang kemudahan dalam pertemanan tentu kita sudah paham sekali ya dengan yang namanya Facebook. Sebenarnya banyak sekali sih aplikasi sosial media yang lain seperti G+, twitter, instagram, LinkedIn, WAYN, dan masih banyak lainnya. Namun kali ini aku sedang ingin membahas facebook nih.

Pertama kali dulu jadi jamaah pesbukiyah rasanya sudah nge-heits banget jika sudah punya akun FB. Semuaaaaa orang dari masa lalu coba dicari, mulai dari teman kuliah hingga teman SD saja ketemu. Tentu saja yang bersangkutan (yang sedang dicari itu) juga punya akun FB loh ya. Apalagi bila teman kita itu tidak menggunakan nama yang aneh-aneh macam D3nN153 ataupun Rossye Cemumuth Eeaa. Akan lebih mudah menemukan seseorang di sosial media manakala yang bersangkutan menggunakan nama panggilan yang cukup populer. Bahkan jauh lebih mudah bila teman kita itu menggunakan nama aslinya. Sekali masukkan di kotak searching google, dalam hitungan detik maka kita bisa langsung menemukan orang yang kita cari.

Hanya mencari teman lama sajakah melalui dunia maya?

Setelah beberapa saat menggunakan sosmed aku pun berkenalan dengan banyak teman baru. Awalnya mungkin itu teman dari teman kita yang ada di friend list. Lama kelamaan lingkaran pertemanan ini berkembang. Benar-benar membentuk jejaring bila kita memanfaatkannya dengan optimal.

Apalagi setelah aku mulai belajar ngeblog nih. Untuk sharing artikel yang kita buat, sosmed memegang peranan penting. Kita jadi bisa berbagi postingan dengan teman-teman yang ada di dalam jejaring yang kita buat itu. Saling berinteraksi satu sama lain via blog, berlanjut terus dengan dukungan sosial media. Bahkan ya, banyak loh teman blogger yang semula tidak kukenal satu sama lain. Hanya berbekal komentar di blog dan dilanjutkan dengan say hello di sosmed, teman maya yang manis pun akhirnya semakin meningkat.

Iya loh, teman baik di dunia maya tak kalah pentingnya dengan teman yang kita temui sehari-hari di dunia nyata. Saat sedang sendiri pun, ratusan teman maya masih setia menemani. Yang perlu diingat sih, jangan sampai ya teman maya ini membuat kita menjauh dari teman kita yang ada di hadapan mata. Ingat nggak sih kalimat satir yang menyatakan : mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. No way yaaa... semua teman perlu kita perlakukan dengan sebaik-baiknya.

Aku lupa yang satu ini. Pernah ya suatu kali bertukar sapa dengan seorang teman maya yang tempat tinggalnya sangat jauh dari rumahku. Beda kota, beda propinsi. Waktu itu dia masih sering menyapa dunia lewat kalimat-kalimat manisnya di blog. Entah sekarang kok rasanya sudah agak jarang. Atau mungkin aku saja ya yang kurang bewe ;)

Satu yang menautkan kami waktu itu adalah masalah ransel. Hahahaa... iya, RANSEL. Seru sekali saat aku dan dia membahas ransel yang berbeda jaman. Hanya mereka yang pernah hidup di era 90 an dan aktif menggunakan ransel naik gunung yang tau guyonan kami berdua.

Ransel cagak. Dia bilang kalau dulu saat aku naik gunung masih menggunakan ransel yang ada cagaknya (cagak = tiang). Padahal ransel di jaman aku dulu suka keluyuran sih sudah tidak begitu bentuknya. Becandaan di antara kami berdua ini sepertinya menjadi sebuah penegasan bahwa kami berdua berasal dari era yang sangat jauh berbeda. Heiii...dikira aku seangkatan dengan Nyonya Meneer apaaahhhh...

Kami berdua belum pernah berjumpa sebelumnya. Pertama kali bertemu ya pas event Blogger Nusantara di Yogyakarta tahun 2013. Senang sekali berjumpa dengan blogger manis yang punya 'ciri khas' ini. Aha, ciri khasnya itu tak perlu disebut ya, hanya 'yang tau' yang bisa mengungkapkannya :)

Tak sempat ngobrol lama, hanya bersapa satu dua kata, namun entah mengapa suatu hari aku menerima foto ini di sosial media : 




Lupa, dulu dalam rangka apa ya Priit mengirimkan foto ini. Sebelum ketemu di BlogNus bulan Desember 2013 itu dia sempat menelponku sekali. Nggak jelas sih waktu itu dia nelpon untuk apa. Yang jelas, sejak telpon pertama itu, terungkap bahwa kami berdua adalah mantan pengguna ransel dengan rentang usia yang cukup jauh. Nah... teman maya yang manis ini pun lalu memanggilku Bulik. Huh...nyebelin deh :D  

Tak cuma dia yang memanggilku seperti itu, banyak blogger dari Jember yang memang dekat dengan Priit pun ikut-ikutan memanggilku seperti itu. Hiks...hancur sudah pasaran tante-tante yang imut manis dan kenyal ini hahahaha... 

Priit... aku rindu padamu Nduk... kamu kemana saja sih kok ga pernah nongol lagi? Sibuk opo to Cah Ayu?

07 November 2015

Alien kah Aku ?


I am Indonesian and speak English a little.

Tsaaahh...udah begaya banget nih aku nulis begini hihihii... Padahal kalau tau ya tadi bolak-balik ngegugel biar tau sudah bener apa belum itu susunan kalimatnya. Iya, sekedar satu kalimat begitu rasanya keringetan banget saat ingin memastikan sudah benar apa belum.

Sejak kelas berapa sih kita mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris? Kalau aku sih baru di bangku SMP mendapatkan pelajaran tersebut. Beda sekali ya dengan anak jaman sekarang yang bahkan sejak di playgroup sudah dilatih untuk menguasai bahasa internasional yang satu ini. Nah, makanya ketauan toh kualitas berbahasa Inggrisku yang levelnya medok banget ini :)

Beneran loh, bagi yang sudah pernah ketemu langsung dengan diriku pasti bakalan ngikik mendengarkan logat bicaraku. Jangankan logat saat berbahasa asing, saat berbahasa Indonesia pun bakalan ketauan deh aku ini berasal dari mana. Ho oh, medok Jawa banget ndaaa... Jawa Semarangan to be precise ;) 

Malu ketauan medok? 

Enggak lah, setaraf bapak presiden tercinta pun beliau tetap melaju dengan kekhasan logat bahasanya. Ya kan memang orang Jawa, mau gimana lagi. Begitu pun diriku, sejak lahir ceprot sudah diayun-ayun dan dijaga dengan penuh kasih dalam nuansa Jawa. Berasa alien nggak sih kalau tiba-tiba enggak nJawani lagi? :)

Sebenarnya bukan mau ngebahas logat bicara nih. Kali ini aku ingin sedikit mengajak sobat blogger menengok sedikit ke asal muasal diri kita masing-masing. Setinggi apa pun kita terbang dan menguasai berbagai ketrampilan level internasional, masih teringatkah kita pada budaya dan bahasa daerah kita masing-masing.

Saat ini anak-anakku sudah tidak begitu fasih lagi berbahasa daerah. Salah siapa ini? Ihiks... ya salah siapa lagi kalau bukan salah orang tuanya *melipir.... Teringat di masa kecilku dulu betapa kuat usaha alm. bapakku untuk membuatku paham sepaham-pahamnya atas bahasa ibuku sendiri. Sampai-sampai beliau berlangganan majalah Panjebar Semangat untuk mematenkan bahasa tersebut di memoriku. Meskipun tampilan majalah ini so yesterday  tapi aku suka banget loohh... terutama dengan rubrik membaca tulisan Jawa dan cerita misteri. Huhuuyy... cerita yang beraroma horor gitu kan bila disampaikan dalam bahasa daerah sensasi merinding diskonya kerasa bangeeettt.... Ada istilah 'makdlewer' dan 'makjegagik' yang susah mencari padanan secara tepat dan singkat dalam Bahasa Indonesia.

Bagi yang berasal dari Jawa dan semasa kecil pernah mendapatkan pelajaran menulis aksara Jawa, coba sini mamak tjantik mau tanya, masih pada bisa apa enggak nulis Jawa? Oke...kalau menulisnya sudah tidak fasih, apakah membaca tulisan Jawa masih bisa?

Sumangga.... yuk melancarkan peredaran darah dikit yuuukkk :)


Itu huruf-huruf Jawa paling basic lho sodara-sodara.... nggak tau? Iiihh....alien darimana kah dirimu? :p

Bagi yang bisa membaca tulisan di atas tadi, yuuukk sedikit naik tingkat ke tulisan-tulisan berikutnya. Ini kubuat dengan font Jawa yang kuinstal di komputerku. Masih level elementary banget loh ini tulisannya, mestinya bisa loh bacanya ;)  


Yuukk seseruan dikit ya, boleh loh sobat blogger yang mau mencoba menulis dalam huruf latin bagi masing-masing nomer di atas di kolom komentar postingan ini. Hihihii... sedikit latihan sekaligus memanggil memori masa lalu. Bagi sobat blogger yang bukan berasal dari Jawa nggak pa-pa ya sesekali roaming nih. Boleh loh kalau mau sharing pendapat tentang fenomena 'alien' di diri kita masing-masing.

Ini bukan berarti aku berpendapat bahwa menguasai bahasa asing itu enggak penting loh. Frame of thinking-nya bukan ke arah itu lho ya, semoga tidak ada yang salah paham. Postingan ini murni tercetus dari rasa kecewa penulis terhadap dirinya sendiri yang belum sukses mengajarkan bahasa dan aksara Jawa secara holistik kepada anak-anaknya.

03 November 2015

Tas Cantik dari Limbah Plastik

Bepergian kemana pun kalau namanya perempuan pasti tak lepas dari jinjingan. Ada yang kemana-mana bawa tas kresek saja? ;) 

Apapun bentuknya, rata-rata tas wanita selalu menemani perjalanan. Berbagai macam barang bisa mengisi space tas yang dibawa oleh 'sang nyonya / nona' kemanapun. Ada yang hanya membawa tas kecil berisi peralatan kosmetik, dompet dan hape. Ada pulan yang harus membawa tas besar berisi semua peralatan yang sudah disebut tadi plus buku, segombyok kunci, kamera, dan beberapa alat tempur lainnya sesuai kebutuhan yang bersangkutan.

Kalau sobat blogger sendiri bawaannya apa saja?

Tas jenis seperti apa yang biasanya menjadi pilihan sobat semua? Saat jalan-jalan dan acara resmi apakah menggunakan tas yang berbeda?

Membincang soal tas ini, aku jadi ingat ada pengrajin tas wanita yang tinggal tak jauh dari rumahku. Berawal dari keaktifannya ikut serta dalam kegiatan PKK tingkat RW, beliau diajukan menjadi peserta pelatihan ketrampilan berbasis rumah tangga di tingkat kelurahan. Ketrampilan yang diberikan berupa teknik menganyam limbah plastik yang kemudian dibentuk menjadi tas cantik.

Limbah plastik seperti apa sih yang digunakan?

Selama ini saat kita minum kopi instan sachet-an, terpikirkah oleh kita akan jadi apa sampah plastik tersebut? Sekedar dibuang dan entah akan didaur ulang menjadi apa kan? Rupanya sampah yang untuk kita tak berguna ini menjadi bahan dasar utama bagi pengrajin tas yang kusebutkan di atas. Berbagai jenis bungkus kopi didapat dari para penikmat kopi sachet-an untuk diolah menjadi sesuatu yang cantik seperti ini :



Tas wanita merah nan cantik ini berasal dari puluhan lembar bekas bungkus kopi instant merek tertentu. Setelah dicuci bersih, bungkus-bungkus kopi tersebut digunting dalam pola tertentu dan kemudian dilipat dengan teknik tersendiri. Dilipat untuk kemudian dijalin sambung menyambung hingga terbentuk tas cantik ini. Awalnya aku sendiri nggak percaya loh kok bisa ya dari sekedar bekas bungkus kopi saja bisa menjadi barang yang super cantik seperti ini.

Untuk kekuatan tas itu sendiri bagaimana?

Yah, meskipun sudah diberi furing dan dijahit kuat di bagian-bagian tertentu, memang daya topang terhadap kekuatan tentu saja tak bisa dibandingkan dengan tas yang berbahan dasar kulit maupun canvas. Tas cantik dari limbah plastik ini  pas sekali bila untuk jalan-jalan ataupun dijadikan tas tangan yang berisi pernak-pernik yang tak terlalu berat.

Setiap bulannya bisa menghasilkan berapa buah tas ya kalau bahan dasarnya berupa limbah plastik begini?

Berdasarkan keterangan si pengrajin, untuk total produksi memang masih belum menentu, tergantung pasokan limbah plastik yang didapatkannya dari rumah ke rumah dan dari beberapa warung angkringan. Di bagian ini lah pengrajin rumahan seperti beliau masih membutuhkan bantuan. Ketersediaan bahan baku yang sebenarnya justru sampah bagi orang lain, memiliki peran penting dalam roda bisnis tas cantik ini.

Memangnya kalau pasokan bahan baku melimpah dijamin bakalan laku keras?

Selama ini di rumah ibu pengrajin tersebut, belum pernah ada tersisa satu pun tas hasil produksinya. Setiap kali beliau menghasilkan satu atau dua tas baru, sudah langsung ada yang membeli. Nama beliau sudah cukup tenar di daerah tempat tinggalku, bahkan beberapa pembina PKK sering mengkontak beliau untuk ikut pameran kerajinan bila ada event pameran yang diselenggarakan di tingkat kecamatan hingga kota.

Sobat blogger (terutama yang perempuan) kira-kira malu nggak sih mengenakan tas cantik dari limbah plastik ini? Memang setiap orang beda-beda sih ya berkaitan dengan preferensi kepemilikan aksesoris. Buatku sendiri tak ada masalah saat mengenakan tas cantik ini. Selain jadi lebih feminin, paling tidak bisa sedikit berkontribusi melancarkan roda rejeki pengusaha menengah ke bawah. Semoga suatu saat nanti pengrajin tas seperti ini bisa sukses dan mengayomi banyak orang yang membutuhkan pekerjaan.