Heart of Mine

Catatan Momblogger dari Semarang

  • Home
  • Kesehatan
  • Techno-Gadget
  • Artikel Lifestyle
    • Traveling
    • Properti
    • Kuliner
    • Beauty
    • Fashion
    • Parenting
    • Healthy
    • Blogging
    • Ekonomi
    • Liputan
    • Obrolan-Inspirasi
    • Sosial
    • Budaya
  • Giveaway
    • Giveaway Cinta Produk Indonesia
    • ASUS Laptopku - Blogging Competition
    • Blog Competition - Makin Produktif dan Kreatif bersama Notebook Kesayangan
    • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
    • Giveaway Cerita di Balik Blog
    • 10th Wedding Anniversary
    • Kuis Bukune SGFD
    • Perempuan & Bisnis


"Numpang dong fotoin aku, ga punya kamera bagus nih..."

Pernah nggak sih merasakan hal seperti itu? Pas ada moment bagus lewat di depan mata, terpaksa cuma bisa sedih doang di pojokan gegara merasa nggak punya piranti yang mumpuni untuk memotret.

Lebaran sebentar lagi…. Baju baru mulai naik daun lagi… 

Ahelah, udah umur berapa nih masih suka berburu baju baru untuk lebaran? ;) 

Sebenarnya bukan soal baju baru atau bukan nih. Tau sendiri kan sekarang semua kebutuhan bahan pokok sudah meroket harganya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Padahal sebaliknya, gaji tak kunjung naik nih. Bukan ngeluh loh ini, bukaaaan… Cuma konversi aja sekian rupiah pendapatan dibandingkan dengan rupiah yang harus dikeluarkan. 


Lagi marak nih pada nonton film My Stupid Bos. Udah pada tau kan ya kalau film itu based on novel dengan judul yang sama? Aku sendiri malah belum nonton nih filmnya, tapi udah ngelotok banget soal 'boss man'-nya Cece Kerani. ;)

Jaman pertama kali novelnya beredar, aku suka sekali membaca My Stupid Bos ini. Kisah frustrasi seorang karyawati dalam menghadapi bosnya yang ajaib ini seakan-akan 'gue banget'. Mentertawakan diri sendiri plus Si Kerani ini menjadi cara yang sangat manjur untuk meredam kegalauan yang disebabkan oleh perilaku bos ;)

Emangnya bos di kantor serese di novel itu?



Berpakaian dengan rapi dan sopan serta menutup aurat sudah merupakan ajaran Islam untuk umatnya. Mengenakan hijab untuk menutup aurat wanita kini sudah banyak dilakukan oleh wanita di Indonesia. Bagi kita yang berhijab, pastinya akan selalu mengoleksi aneka hijab dengan berbagai model dan warna untuk digunakan setiap harinya. 



Sampai sekarang masih keingetan terus jaman kuliah dulu. Pertama masuk kuliah sudah 'teracuni' dengan berbagai aktivitas di alam bebas. Jadinya yaaahhh... akhirnya kuliah itu seakan-akan jadi mengganggu hobi gituh.

Pernah ya waktu semester 1 aku dapet E untuk mata kuliah statistika. Padahal waktu ujian aku bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan loh. Meski jarang kuliah karena rajin 'ngelayap', aku tetap belajar dengan rajin setiap kali akan ujian. Lalu kenapa oh kenapa dapet nilai E gituh?



Bagi teman-teman yang pernah merasakan riweuhnya berburu pekerjaan selepas kuliah, dulu pas nyari kerja yang terbayang di dalam pikiran kita tuh kerja model apa sih?

Kebanyakan memilih tipe kerja kantoran. Dengan bayangan memiliki pendapatan tetap yang diandalkan setiap bulannya, hampir sebagian besar anak muda memilih untuk bekerja di sektor formal ini. Begitu juga denganku yang dulu membayangkan saat ditanya "Kerja di mana?" bakalan bisa jawab dengan penuh rasa bangga "Kerja di PT. ABC nih".



Petty sedang sibuk menyemburkan air ke tubuhnya yang kepanasan 
dengan belalainya yang belum terlalu panjang. 
Hari ini dia diperbolehkan oleh Ibu Gajah 
untuk bermain sendirian di sungai. 
Senang sekali hati Petty mendapatkan ijin dari ibunya 
yang lembut dan baik hati itu. Dari ibunya lah 
Petty selalu belajar untuk ramah dan suka menolong 
(Selengkapnya ada di : http://www.kompasiana.com/uniek.kaswarganti/)


Dulu waktu masih aktif-aktifnya ikutan ngefiksi di kanal Fiksiana-nya Kompasiana, aku pernah menulis tentang Ronald Si Belalang Congkak. Entah waktu itu habis ngobrol dengan Mas Belalang Cerewet apa ya kok terus kepikiran mengambil tokoh belalang di kisah fiksi tersebut.



Siapa yang suka milih-milih kado niiihh untuk someone special?

Beneran tapi kan ya kalau memilih kado itu biasanya rasanya menyenangkaaaann bingitz. Kita jadi full berimajinasi saat membayangkan ekspresi gembira dari orang yang akan kita beri kado. Tetapi enggak jarang lho kalau kemudian kita malah dibikin bingung sendiri dengan kegalauan hati bila belum punya ide tentang kado yang hendak dibeli. 



Kapan terakhir kali ke Surabaya?

Duh aku langsung merasa bersalah tiap kali ditanya hal ini. Sudah lamaaaa sekali aku nggak pergi ke kota ini lagi. Dulu waktu masih SD pernah ke sana sih, nengok kos-kosan Bapak yang waktu itu kuliah di sana. Trus pas kakak sulungku melanjutkan S2 di sana juga sempat main ke Surabaya dengan agenda yang sama : nengok kos-kosan :)  Dikira aku inspektor kos-kosan kali yak.

Emangnya pergi ke sana enggak piknik atau apa gitu?



Sudah pernah dengar tentang Dusun Bambu?

Bentar lagi libur panjang kan ya ini? Pas banget dong kalau kita gerak cepat mempersiapkan rencana mau jelong-jelong kemana gitu. Nah, salah satu yang pantas dilirik ya Dusun Bambu. 

Dusun Bambu layak menjadi destinasi wisata dalam liburan panjang akhir minggu ini. Tempat wisata yang terletak di kaki Gunung Burangrang Cisarua Lembang ini menyajikan area wisata yang dilengkapi dengan restaurant, villa serta Pasar Khatulistiwa dan Tegal Pangulinan. Hotel juga banyak tersedia di sekitar lokasi Dusun Bambu. 

Untuk sampai ke Dusun Bambu Lembang, bagi mereka yang berasal dari Jakarta, perjalanan darat Jakarta - Bandung bisa via kereta, bis maupun mobil pribadi. Biasanya sekitar 2 sampe 3 jam ya dengan kendaraan pribadi kalau pas nggak hectic ;) Siap-siap memanjangkan usus nih kalau pas musim libur panjang week end seperti ini. Apalagi buatku yang harus mengawali perjalanan dari Kota Lunpia dulu. Hoossshh... butuh obat kuat dan suplemen untuk daya tahan fisik nih ;)

Meskipun lelah karena perjalanan jauh, bagi yang muslim jangan lupa lho untuk tetap beribadah. Ada Masjid Alun-Alun Kota Bandung yang bisa kita gunakan untuk sholat maupun beristirahat sejenak selepas masuk kawasan Bandung. Ah, jadi ingat nih sahabat-sahabat blogger yang pada tinggal di kota ini. Halooooo teteh dan akang, temani aku doooonggg.... :) 

Menurut beberapa artikel yang kubaca, dari Alun-alun Kota Bandung ini kita bakal menempuh perjalanan lebih dari 1 jam untuk sampai ke Dusun Bambu. Dusun Bambu terletak di Jalan Kolonel Masturi Km 11. Bisa langsung free masuk ke sana nggak sih?

Well, untuk masuk ke Dusun Bambu kita beli tiket masuk dulu ya. Nggak mahal-mahal amat kok, cuma Rp. 15.000 per orang. Eh dengan catatan harga sewaktu-waktu dapat berubah. Mau ceki ceki lagi aaahh demi fix nya soal tiket masuk ini. 

Oh ya, di Dusun Bambu ini pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman dari luar. Demi menjaga keamanan dan kesehatan kali ya jadi mereka menawarkan bundling service seperti ini. Ntar kalau pengunjung membawa jajanan dari luar trus kenapa-kenapa di sana, tentunya pihak pengelola bakalan kesulitan kan ya menemukan penyebabnya. Salah-salah malah dikira mereka lagi yang jadi penyebabnya. Reasonable lah kalau ada kebijaksanaan seperti ini. Aku sendiri maklum banget dengan ketentuan yang diterapkan beberapa tempat wisata berkaitan dengan hal tersebut.

Jika pergi secara rombongan, ada salah satu tips dari teman yang hobi jalan-jalan nih yang sampai sekarang masih kuingat-ingat : kumpulkan uang tiket menjadi satu agar lebih mudah mengkordinirnya. Daripada bayar sendiri-sendiri kan malah ribet. Belum kalau antriannya penuh sesak, kan kesian yang sudah agak berumur maupun anak kecil. Betul kan? 

Perlu nggak bawa kamera kalau pergi ke Dusun Bambu?

Gimana maksud loe yak halan-halan ke tempat asyik tanpa bawa kamera hihihiii... Bawa dong, kamera dari smartphone pun sekarang udah canggih-canggih kok. Mengabadikan keindahan di Dusun Bambu ga bakalan rugi deh. 

Tempat pertama yang bisa dikunjungi di Dusun Bambu adalah Lutung Kasarung. Kayak judul legenda yang sering kita dengar itu ya. Lutung Kasarung merupakan bangunan kecil menyerupai sarang burung yang berbentuk kapsul. Ada danau kecilnya dengan restaurant Purbasari di sekelilingnya juga loh. 

sumber foto : kabarrakyat.co

Beragam aktifitas bisa dilakukan di Dusun Bambu, mulai dengan naik perahu, bermain ATV,  latihan memanah dan menembak, dan tentu saja juga mencicipi beraneka ragamnya jajanan dan kuliner yang ada di Dusun Bambu.

Sebagai tambahan informasi nih ya, saat di Dusun Bambu jika ingin membeli sesuatu, kita harus menukarkan uang dengan kupon. Nanti pada saat ingin membayar dan membeli sesuatu, kita tinggal gunakan saja kupon tersebut.

Setelah puas mengunjungi satu persatu tempat yang ada di Dusun Bambu seperti Lutung Kasarung, danau dan Restaurant Purbasari, kita masih punya banyak tujuan menarik lainnya loh yang bisa dinikmati selama di sana. Ada camping ground dan wahana bermain anak-anaknya juga. Wiiihh... paket komplit kan ya kalau liburan ke sana mengajak serta buah hati kita. Masjid di Dusun Bambu juga cukup bersih dan nyaman untuk digunakan sholat bagi para pengunjung.

sumber foto : bisbandung.com

sumber foto : sauus.com

Eh eeehh.. ada juga loh tempat berkumpul yang asyik kalau pas rame-rame pergi ke Dusun Bambu. Itu, danau dekat kebun strawberry. Setelah capek keliling-keliling, bisa nih jadi alternatif untuk relax sejenak di sini.

Dusun Bambu merupakan tempat wisata yang tergolong baru di Lembang Bandung. Dulu udah pernah sih bareng teman-teman kuliah reunian di Lembang, tapi bukan di Dusun Bambu. Jadi tempat ini pantas ditarget untuk disambangi lah ya pas liburan. Buat teman-teman yang pas berkunjung ke Lembang juga, bisa banget nih mampir ke tempat wisata yang satuini. Selain untuk berwisata, tempat ini juga sangat cocok untuk dijadikan tempat pemotretan, baik itu untuk majalah, pre wedding, atau belajar photography. Spot dan areanya yang sangat indah amatlah disayangkan jika tak diabadikan.

Waaawww... udah kebayang ajah nih bisa update akun sosmed dengan setting tempat seperti foto-foto di atas tadi. Instagenic banget kan ya tempatnya. Ya kan ya kaaaan.... Mau capek atau ngantuk setelah menempuh perjalanan panjang, kalau liat tempat kayak gini sih demi apa ajah bakalan pose syantiek dan heboh deh ah ;) 

Yuukk liburan ke Lembang yuuukk... Jika ingin bermalam di sekitar Lembang, banyak loh hotel yang bisa dipilih. Nggak usah bingung tanya sana sini soal info dan harga hotel, coba aja klik di sini.
Bila ada yang menyebut nama makanan yang satu ini, memoriku seakan terbawa kembali ke tahun 1999, pertama kali aku menginjakkan kaki di bumi pecel yang satu ini ;)

PECEL MADIUN. Belinya harus di Madiun yak? *tanya sonoh sama sambel pecel 

sumber : faktakita.com

Berhubung susah banget nemuin Pecel Madiun yang bener-bener seperti apa yang pernah kucoba dulu di Madiun, pinjem gambar ya dari web lain. Secara umum orang makan pecel itu identik berlauk rempeyek. Paling ngehits memang rempeyek kacang sebagai teman kriyak-kriyuk si pecel ini.

Tapi, kalau teman-teman pernah menghabiskan waktu di Madiun, ntar bakalan tau deh kalau jodohnya pecel ini bukan rempeyek. Kata papa mertua yang asli orang Ngawi (Ngawi tuh tetanggaan ama Madiun) Pecel Madiun itu paling cocok ditemani oleh lempeng.

What? Lempeng?

Ini bukan lempeng yang bermakna pecahan kerak bumi loh. Jangan terlalu inget pelajaran sekolah ya, ntar jadi pinter loh ;)  Lempeng ini sebenarnya nama lain dari kerupuk gendar. Itu tadi di atas ada gambarnya. Di tempat tinggal teman-teman apa tuh namanya? Kayak kerupuk puli sih bentuknya. Tapi kalau pernah membandingkan secara langsung antara kerupuk puli dan kerupuk gendar ini pasti teman akan tau bedanya.

Sudah pusing dengan penjelasanku di atas?

Hahahahaa....nggak usah pusing lah. Dulu waktu pertama kali bekerja selulus kuliah, aku sudah pusing urusan Pecel Madiun ini. Setiap pagi, saat mencari sarapan, penjual makanan yang paling dekat akses ke kos ya penjual pecel ini. 6 kali seminggu nasi pecel setia menggelontor lidah dan lambungku. Bukannya nggak kreatif nyari sarapan ya, tapi emang penjual sarapan lainnya jauuuuhh banget lokasinya dari kos-kosan.

Hingga akhirnya ada satu masa aku berasa trauma gitu ketemu nasi pecel :))  Tapi nggak lama sih, wong pecel itu kan ya makanan yang sungguh eksotis, bikin rindu untuk bertemu lagi dan lagi.

Apa bedanya sih Pecel Madiun dengan pecel-pecel dari daerah lain?

Yang amat membedakan pecel satu ini dengan yang lain adalah taburan petai cina mentah di atasnya. Juga tambahan daun kemangi yang makin membuat aroma pecel ini terasa wangi. Di dekat rumahku sini di Semarang pernah ada penjual Pecel Madiun, tapi kok tampilannya tidak seperti pecel yang kumakan dulu di tempat aslinya.

"Orang sini pada nggak suka Mba kalau pecelnya ditaburi petai cina," begitu penjelasan penjualnya saat kutanya perihal tersebut. 

Nah, teman-teman sendiri suka nggak sih makan pecel dengan taburan petai cina plus kemangi? Kalau aku sih suka bangeeeettt... Petai cina dan kemanginya sih gampang saja beli di dekat-dekat sini. Sayangnya untuk sambal pecelnya agak susah nih ndapetinnya. Berbagai sambal kemasan yang dijual di supermarket masih kurang pas rasanya.

Untung saja aku punya teman yang tinggal di Madiun, blogger kalem yang biasa kupanggil Mba Reni. Reni Judhanto tepatnya nama beliau. Mba Reni ini baik banget suka bagi-bagi sambal Pecel Madiun ke teman-teman yang ada di grup whatsapp Embakceria. Aku salah satunya yang sudah pernah dapet kiriman sambal pecelnya yang memang kerasa banget kencur dan daun jeruknya itu. Syedaaaappp....

pinjam foto dari idahceris.com

Apalagi waktu kirim itu Mba Reni baik banget ngasih bonus krupuk jagung. Rasa jagungnya benar-benar nonjok deh kerupuk ini setelah digoreng. Kayak makan tortila chips itu loh, tentunya tanpa embel-embel perasa makanan ya. Udah sering keliling-keliling ke warung-warung kelontong untuk cari kerupuk jagung ini, tapi nihil nih. Mba... Mba Reni... ini kode garis keras looh :))

Walhasil ya setiap kali pengin banget menikmati Pecel Madiun, ya ingatnya ke Mba Reni Judhanto. Sepertinya Mba Reni ini layak deh mendapat predikat Blogger Sambal Pecel terheitzzz di muka bumi. Mba... aku padamu yo mbaaaaa....
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Heart of Uniek Kaswarganti



Halo, saya Uniek, mom blogger dari Semarang yang punya hobi membaca novel, bertukar kartu pos dan membuat kerajinan cross stitch atau kruistik. Blog milik saya ini terbuka untuk kerjasama penulisan. Jika ingin menghubungi saya, silakan langsung klik laman Tentang Saya ini. Terima kasih.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Mampir Ngopi di Kebun Makna Magelang
  • Menjaga Nyala Literasi di Tengah Ujian Bangsa
  • Mengapa Harus Baca Buku?
  • Oase Unik Itu Bernama Microlibrary Warak Kayu
  • Kekuatan Kebaikan Kecil yang Menular
  • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Giveaway Cerita di Balik Blog
  • Giveaway : 10th Wedding Anniversary
  • Gak Neko-neko, Cukup Acer Slim Aspire E1

Trusted Blogger Intellifluence

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink

Seedbacklink

Blog's Archive

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

IBX582A750D7C3FA

Pengikut

Featured Post

Mampir Ngopi di Kebun Makna Magelang

Popular Posts

  • Bu, Hebatnya Pengorbananmu Itu Nyata dan Tiada Tara
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Mengapa Translation Agency Profesional Penting untuk Ekspansi Global
  • Tips Memilih Air Galon yang Aman dan Sehat Untuk Keluarga

Labels

  • blogging 16
  • budaya 8
  • kuliner 16
  • lifestyle 3
  • liputan 25
  • parenting 13
  • properti 27
  • sehat 16
  • sosial 20
  • traveling 42
Part of
Gandjel Rel Komunitas BP BloggerHub Indonesia

Copyright © Kinsley Theme. Designed by OddThemes