Halo teman-teman bloger, masih semangat ngeblog sampai saat ini?
Dulu pernah ya ada pembahasan tentang tipikal bloger yang beredar di dunia maya. Ada yang sampai berapi-api mengatakan bahwa bloger sekarang sudah tidak sesuai khitah, sekadar mengejar trafik, angka-angka dan endebre endebre lainnya.
Lalu, look who’s talking, sendirinya juga melakukan hal yang sama. 😂😂
Ihh... serem laaah... tempatnya aja beraura gelap gitu.
Males aaahh... ngapain ke sana, ga ada yang menarik.
Pendapat ini sering kudengar manakala membincang kunjungan wisata ke tempat-tempat sekelas
cagar budaya Indonesia. Tempat yang menurutku menarik dan penuh kisah, namun bagi mereka yang berusia belasan hingga remaja dewasa kok malah berkesan ngeri.
Herbadrink Lidah Buaya
Jadi ibu tuh nggak boleh sakit!
Pernah nggak sih dengar atau baca pernyataan itu?
Kadang kalau dipikir-pikir ulang, ya masak seorang ibu tak bisa lelah ataupun jatuh sakit ya. Ibu kan juga manusia, bukan bionic woman. 😉
Mendapatkan uang dari instagram
Instagram merupakan media sosial yang sudah populer sejak beberapa tahun lalu. Seiring dengan perkembangan Instagram, banyak orang mulai memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan utama maupun pendapatan sampingan.
Cara mendapatkan uang dari Instagram untuk pemula sebenarnya tidak sulit. Kita hanya perlu mempraktikkan
cara mendapatkan uang dari Instagram untuk pemula secara konsisten supaya hasilnya maksimal.
Siapa yang nge-blog asal nulis aja, hanya tulis lalu lupakan gitu?
Pertama kali nge-blog dulu ya begitulah diriku. Pada dasarnya aku memang gemar bercerita. Sejak kecil memang hobi banget menuangkan segala imajinasi ke dalam coretan pena.
Seiring berkembangnya waktu, kini menulis bukan lagi sekadar merealisasikan imajinasi. Menulis bisa menjadi sarana self healing. Ketika kita menemukan suatu masalah, tak lagi hanya berkeluh kesah melalui tulisan tersebut, namun ada tindakan lebih lanjut untuk mencoba mencari solusinya.
Berbagai referensi bisa kita gunakan sebagai sumber tulisan untuk memperkaya content dari tulisan kita. Lalu kita olah dengan gaya bahasa kita sendiri dan sesuaikan dengan kebutuhan dari tema yang hendak kita tuangkan.
Media apa sih yang paling lengkap digunakan untuk menuangkan segala ide yang ada di kepala?