Ini kenapa sih pandemi Covid-19 tak juga segera pergi ya? Rasanya hati dan
pikiran sudah terlalu lelah memikirkannya. Bahkan sudah banyak saudara dan
teman yang terkena imbas dari kondisi ini.
Lalu kita bisa apa dong kalau kayak gini?
Sayangi jantungmu. Yuk cegah CVD.
Ada yang tahu apa itu CVD? Bukan CFD lho yaaa...
CVD merupakan singkatan dari Cardiovascular Disease yang secara mudah bisa
dijelaskan sebagai penyakit kardiovaskuler berupa penyakit jantung dan
stroke. Sampai saat ini, si CVD ini masih menjadi penyebab kematian nomor satu di
dunia.
Tinggal di Pulau Bali mungkin menjadi salah satu mimpi bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Mimpi punya rumah yang dikelilingi alam dan lingkungan yang asri, juga identik dengan kekentalan budaya dan kearifan lokalnya.
Hal inilah yang menjadi alasan masyarakat betah tinggal berlama-lama di sana. Sekalipun di Ibukotanya yakni Denpasar, nuansa dari elemen-elemen tersebut turut hadir menyelimutinya.
Masa pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan di Ibukota sejak masa pandemi Covid-19 ditentukan, membuat sejumlah aktivitas pekerjaan kantor banyak dilakukan di dalam rumah. Bagi beberapa masyarakat yang kurang suka untuk melakukannya di rumah mungkin akan terasa menyakitkan.
Menilik kondisi pandemi saat ini, aku yakin makin banyak orang yang
mengusahakan pola hidup sehat bagi dirinya. Iya dong, agar tak mudah terserang
virus, badan harus dijaga kesehatannya.
 |
| credit : dream.co.id |
Ada banyak cara untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. Beberapa tulisan
terkait ikhtiar menjaga kesehatan di musim pandemi telah kubuat di blog ini.
Bisa klik ya kategori healthy atau kesehatan. Namun secara garis besar,
langkah untuk tetap sehat itu terdiri dari 4 langkah utama berikut ini:
Gimana sih kondisi bisnis di saat krisis gini yaa.. Seperti yang kita ketahui pandemi Covid saat ini menimbulkan dampak luar biasa di berbagai sendi kehidupan.
Banyak orang kehilangan pekerjaan karena produksi secara global menurun. Berbagai perusahaan berusaha mengendalikan neraca keuangan dengan mengurangi jumlah karyawannya. Para pemilik usaha baik yang skala besar maupun kecil merasakan hantaman badai finansial di saat pandemi Corona ini.
Pernah mendengar atau membaca tentang ngemil bijak?
Coba, siapa yang begitu baca kalimat di atas langsung ngerespon gini :
"Mana ada ngemil kok bijak, ngemil tuh ya udah bebas ajah."
"Ngemil ya ngemil aja, ngapain mikirin soal bijak segala!"
Lalu emosi. Habis biskuit sekaleng nggak kerasa. 😀
Setiap kali membaca artikel tentang perjalanan umroh ataupun haji, hati ini
serasa tergetar hebat. Selain berdoa dan melakukan ikhtiar tanpa henti, aku
jadi teringat saat ibundaku dulu berangkat ke Baitullah menggunakan paket
umroh dari Madinah Iman Wisata (MIW).
Teringat pada tanya si bapak pengelola MIW Semarang ini :
"Mengapa Ibunda dibiarkan berangkat sendiri? Kenapa Mba tidak menyertai
Ibunda?"
Terheran-heran aku membaca salah satu buku yang sempat kubeli karena rasa penasaran. Kecenderungan remaja untuk mencari bahan bacaan melalui salah satu aplikasi di smartphone tentu saja mengundang rasa ingin tahu pada diriku. Penasaran dan ingin mencari tahu letak cacat sastra yang kian lama kian menghantui.
Di masa sebelumnya, orang hendak menerbitkan buku itu harus melalui proses yang bertahap. Dimulai dari mengumpulkan ide, menata alur, menuliskannya dan melamar kesana-kemari agar tulisannya itu bisa diterbitkan.
Beberapa waktu yang lalu, aku pernah mendengarkan keluhan seorang teman
tentang seringnya mendapat telepon maupun SMS tagihan utang dari penyedia
pinjaman online. Dia tak pernah merasa memiliki utang, namun kok rasanya hidup
jadi penuh teror baginya.
Kok bisa gitu?