18 March 2019

Hindari Pencurian Data Pribadi Saat Transaksi Pinjaman Online





Sempat terkaget-kaget nih saat suatu hari aku ditelpon oleh seseorang. Sebenarnya udah males banget sih mau angkat, biasanya kalau nomor belum kesimpen gitu ntar percakapannya bakal 'tidak menyenangkan'. 

Feeling rupanya kalah oleh rasa penasaran. Pengin tau siapa nih yang telpon, kalik orang mau kasih job kan yaaa.... *moto ijo


Mba, ini benar keluarga atau temannya Puspa? (Puspa bukan nama sebenarnya)

Sebenarnya mau jawab enggak sih, biar urusannya cepat kelar. Tapi dalam hati penasaran, jangan-jangan Puspa sedang mengalami kecelakaan atau apa gitu. Misalnya butuh bantuan kan kasihan ya kalau aku jawabnya enggak kenal.

Iya, saya temannya Puspa.

O temannya ya mbaa... tolong dong sampaikan ke Puspa, ditunggu ya sama Dana Darurat Endebre Endebre (nama pemberi pinjaman disamarkan). Udah berapa bulan nih ga bayar.

Loh, kok nagihnya ke saya, Mba?

Ya kan mba temannya... masak temannya utang udah lama nggak dibayar-bayar.

Kan bukan saya yang pinjam, Mba.

Heh, Mba, denger yaa... saya bilangin. Saya ini..... 

KLIK. LO GW END.

Langsung aja tuh telepon kuputus sepihak. Dia bukan gebetan, apalagi calon suami yang bakalan membawaku ke Jannah, ngapain juga diladenin. Udah putusin ajah. πŸ˜€

Aku yakin di luaran sana banyak model debt collector macam si endebre endebre gini. Ketika Puspa kutanya soal pinjaman ini, dia bilang tidak memberikan nomor hapeku ke pihak pemberi dana. Tapi data di smartphone Puspa dihack oleh oknum tersebut.

Duuuh... emang segimananya sih sampe parah gitu kejadiannya?

Saat ini, aneka ragam pinjaman online ditawarkan kepada masyarakat. Bagi mereka yang sudah familiar dengan pembayaran cashless, tentunya tau ya seputar perkembangan financial technology atau biasa kita sebut fintech

Ada beberapa kelebihan yang terdapat pada metode pembayaran cashless seperti ini, antara lain : 
  1. Tidak repot bawa aneka dompet. Ada kan ya yang suka memisahkan berbagai slip, bon ataupun bukti pembayaran lainnya dengan uang tunai. Jadi, untuk bawa segambreng bill itu ada dompet khusus, sedangkan untuk uang tunai pakai dompet yang lain. Tentunya ini sangat merepotkan ya. Sedikit uang tunai tak apalah untuk jaga-jaga, tapi mendingan kan dananya dimasukkan rekening saja.
  2. Hindari kehilangan uang dalam jumlah banyak. Bawa-bawa uang dalam jumlah banyak tentu rawan ya. Bisa jadi menarik perhatian orang, atau jika kita ceroboh uang itu bisa tercecer. Malah pening kan ya mikirin uang yang hilang.
  3. Sudah banyak merchant yang menerima pembayaran cashless. Tuh kaaann.. jadi ketika kita berbelanja nggak perlu bawa segepok uang.
  4. Bisa mendapatkan aneka promo cashless. Sudah bukan rahasia lagi, saat ini pembayaran menggunakan metode cashless menawarkan banyak promo menarik yang tidak akan bisa dinikmati oleh mereka yang masih membayar dengan cara tunai. Lumayan irit kan jika kita bisa memanfaatkan teknologi ini.


Saat ini sudah nggak jamannya kemana-mana bawa dompet tebal. Pun ketika akan membayar sesuatu melalui aplikasi smartphone, cukup klik klik saja, dana kita akan berpindah ke pihak yang kita bayar. Bahkan saat ini sudah banyak cara kredit tanpa kartu kredit. Ya itu tadi, gunakan aplikasi di smartphone yang telah memudahkan kita bertransaksi via fintech

Nggak usah khawatir, saat ini kita bisa memanfaatkan aneka jasa fintech ini dengan aman, asaaalll... tau mana fintech yang sudah diotorisasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fintech yang sudah diotorisasi oleh OJK akan memberikan perlindungan data pribadi para pengguna aplikasi pinjaman online dan cicilan online. Untuk tau perusahaan fintech apa yang sudah terdaftar, silakan bisa cek ke web ojk.go.id

Jika hati masih was-was, nih sini kubagi beberapa wacana yang perlu teman-teman tau seputar perlindungan data pribadi kita. Setelah memastikan jasa fintech yang kita pakai sudah terdaftar di OJK, lakukan juga hal ini : 
  • Tidak instal sembarang APK yang tidak jelas asal usulnya ke dalam smartphone kita.
  • Update antivirus untuk mencegah masuknya malware terbaru.
  • Berikan permission yang tepat ketika hendak instal aplikasi baru di smartphone. Misalnya nih mau instal aplikasi senter/light kok harus memberikan ijin segala untuk mengakses foto/media/file. Aneh kaaann...
  • Hindari klik link-link yang mencurigakan yang berseliweran di smartphone. Kadang-kadang ada saja spam yang masuk ke akun kita. 
  • Sedapat mungkin hindari penggunaan WIFI publik ketika melakukan transaksi online. Yah namanya jaman serba canggih dan penuh tipu daya, kita kan juga harus waspada.




Jika kita telah yakin dengan segala langkah-langkah di atas, maka tidak perlu lagi takut data pribadi dicuri untuk disalahgunakan. Silakan saja menggunakan kemajuan teknologi ini untuk makin memudahkan berbagai transaksi kita dalam keseharian.

Yang paling oke nih yang pernah kuketahui, terkait dengan dunia traveling, kita bisa memanfaatkan kemudahan Traveloka PayLater. Melalui sistem pembayaran non tunai yang bisa dicicil kemudian ini, seseorang bisa melakukan perjalanan tanpa perlu mengkhawatirkan kekurangan dana.

Bisa saja kan saat hendak melakukan perjalanan itu, kita juga sedang mempunyai pengeluaran lain yang sama urgent-nya. Nah, kita bisa manfaatkan Traveloka PayLater ini untuk membayar aneka pembelian tiket maupun persiapan akomodasi di tempat tujuan wisata tanpa harus kelimpungan cari pinjaman ke tetangga. Ntar pas gajian bisa langsung dibayar lah. πŸ˜‰


Gimana, udah enggak parno lagi kan dengan yang namanya fintech? Asalkan kita memastikan fintech yang kita pilih sudah terdaftar di OJK, nggak perlu was-was lagi. Jaman sekarang semuanya serba dimudahkan, asalkan kita tidak menggampangkan prosedur yang sudah kusebutkan di atas tadi. Okay?? Have fun yaaa...

72 comments:

  1. Menarik ya mbak, traveling sekarang jg bisa dicicil hehe.
    Tp aku gak tenang klo traveling pake cicilan, khawatir jd males bayar hahha

    ReplyDelete
  2. Ngeri ya, cara menagihnya. Sepertinya semua kenalan peminjam dihubungi untuk ditagih ya...
    Memang mesti hati-hati meminjam di Fintech, harus yang sudah diotorisasi oleh OJK

    ReplyDelete
  3. Seram cerita di atas itu, Mbak. Ganggu banget. Bisa diblokir nomornya, 'kan?
    Yah, cari fintech yang aman ternyata ada aturannya, jangan asal pilih harus pastikan otoritasnya kayak gimana. Debt collector itu kalau menggonggong bisa sadis juga, ya?
    TravelokaPaylater kayaknya masih batasan aman dan bisa bantu para pelancong.
    Soal klik-klik, wah, di ponsel saya pernah ada ucapan selamat sebagai pengguna kesekian browser yang beruntung. Saya malas dan close. Gak bisa diblokir karena tak tahu caranya. Harus hati-hati memang. Meski saya tak instal pun akan ada spam.

    ReplyDelete
  4. Nah aku pernah ngalami ini nih..bukan ditelpon sih tapi via SMS. Duh..sering banget seperti aku buronan saja ..mangkanya aku suka berprasangka negatif dg fintech..ternyata nggak semua begitu ya..hehe..

    ReplyDelete
  5. Serem juga ya kalau data kita dicuri. Kejadian di atas bisa menimpa baik yang meminjam secara online maupun offline. Penagih soalnya butuh saluran berekspresi dan bantuan untuk menekan yg berutang, ya hihihi.. ��

    ReplyDelete
  6. Aku nonton di YouTube tentang data peminjam online yang dihack oleh fintech. Ngeri sih katanya semua data temannya bisa dicuri dan mereka dengan gampangnya mengakses untuk nagih ke semua temannya.

    ReplyDelete
  7. Saya pernah juga ditelpon debt collector yang mau nagih ke sepupu, padahal saya dan sepupu ini sudah lama gak kontak-kontakan. Sempet bingung juga, kok saya yang dipake bumper. Abis itu saya blokir aja nomor telpon si debt collector.

    ReplyDelete
  8. Serem kalo inget pinjaman online ini ya. Mereka bisa mengakses informasi kita dengan mudah, bahkan bisa tahu kita ada dimana. Udah seperti dimata-matain aja. Ternyata ada tipsnya, supaya bisa bertransaksi lebih aman.

    ReplyDelete
  9. Aku udah di SMS .. kasihan ya temen yang pinjam .. akhirnya dia mengasingkan diri. Malu.

    ReplyDelete
  10. Aku sering denger tuh mak yang seseorang ditelponin debt collector karena ada di kontak orang yang utang, aneh2 aja ya kelaurga bukan ikut diomelin, hehe. Aku suka sama traveloka pay later karena aman nggak usah masukin data kartu2an pas transaksi :)

    ReplyDelete
  11. Sekarang ini udah banyak pinajaman online, Mbak. Kalau sekali kita daftar gitu, berarti kita ngasih semua nomor2 orang yg ada di data hp kita. Maka itu, Mbak Uniek kena getahnya ditelpon sama debt collector si Puspa. Ngeri deh sekarang ah kalo dah minjem2an online gitu.

    ReplyDelete
  12. Hahaha, ngakak pool aku pas sampai di sini:

    "... kalik orang mau kasih job kan yaaa.... *moto ijo!"

    Pinjaman online memang primadona ya, mba.
    Prosedurnya simpel, praktis dan gampang cair.

    Setuju, mba.
    Kita kudu tahu trik dan tip agar terhindar dari teror penagihan serta pencurian data pribadi.

    Sekali lagi, memang kudu hati-hati di zaman serba digital ini!

    ReplyDelete
  13. aku pernah nyobain pake fitur traveloka pay latter & ditolak hahahahah karena aku ngga terlalu sering pake traveloka, ya make sense sih ya :D tapi emang bener harus hati2 kalau bertransaksi secara online, aku pernah 3x kebobolan kartu kredit pas belanja di salah satu olshop ternama, dari situ trauma & lbih hati2 lagi ketika bertransaksi online :D

    ReplyDelete
  14. Akhir-akhir ini saya beberapa kali membaca kejadian seperti itu. Siapa minjem, siapa yang diganggu. Saya belum pernah mengalami. Semoga aja enggak. Tapi, ini tipsnya penting. Karena memang jadinya mengganggu kenyamanan

    ReplyDelete
  15. zaman sekarang, saat bertransaksi online memang harus hati-hati banget yaa, Mba. Soalnya banyak banget modus penipuan. Sekali saja kita lengah, bisa jadi korbanlah kita :(

    ReplyDelete
  16. Segala macam cara orang sekarang untuk menipu or mencoba-coba mengelabui ya mba Un.. aku paling sebeeel kalau orang ngotot padahal udah tau mau nipu ya mba. Be extra careful

    ReplyDelete
  17. saya juga pernah mba, ditagih sama kolektor pinjaman online padahal bukan saya yang minjem, tiap hari pula dan akhirnya saya jadi renggang sama si temen. Makasih ya mba tipsnya, saya sih gak kapok sama pinjaman online :D seperti kata mba pilih yang terpercaya.

    ReplyDelete
  18. Ngeri banget ya baca prolognya.Saya juga akhir2 ini sering banget ditelpon sama orang tak dikenal tpi malas aja saya angkat. Apalagi memang saya nggak ada kepentingan sama sekali.

    Btw sekarang apa-apa serba mudah ya mbak, termasuk pinjam / kredit karena bisa via online gitu. Tapi meski mudah tetap kudu hati2 ya mbak apalagi yang berhubungan dengan uang.

    ReplyDelete
  19. Beneran jadi takut mbak kasih data melalui aplikasi. Beberapa kali download aplikasi dan memang dibutuhkan data yang enggak umum. Next semakin mawas diri mengingat kejadian ini.

    ReplyDelete
  20. Ngeri juga ya mba Uniek kalau data kita sampai bocor dan dicuri, khawatir disalahgunakan, pengen juga sih cobain traveloka paylater tapi masih ragu, asa gimana gitu, jalan-jalan tapi kredit, hehehe mungkin karena belum coba dan merasakan kemudahannya jadi masih ragu gitu

    ReplyDelete
  21. Eh iya, kubaru sadar euy, kalau menggunakan wifi publik kurang aman juga ya. Uupsm besok kukasih tahu suamiku nih, kadang dia pakai juga.

    ReplyDelete
  22. Pencurian data membuat kita suka sebel dan kesel karena kita suka di hubungi sama debt collector tanpa kenal waktu dan nada meninggi.

    Berhati hati menggunakan ponsel

    ReplyDelete
  23. Lagi marak nih..teman juga kena, asal aja ambil pinjaman online dan ternyata tersiksa..duh, memang perlu hati-hati dan waspada ya...jangan sampai yang dibikin mudah tapi malah kitanya jadi susah

    ReplyDelete
  24. Iya nih, Mbak Uniek. Aku sering denger tentang perusahaan pinjaman online yang malah nagih-nagih utang peminjam ke temen2nya dengan menggunakan kontak yg ada. Duh, ngeri deh dengernya. Sampe segitunya ya :(

    ReplyDelete
  25. Ikut gemez kalau nerima telpon seperti itu, nada kalimatnya bikin kuping panas. Setuju, lgs end saja daripada kebawa emosi bikin rugi hati dan jiwa.

    ReplyDelete
  26. Yah kudu pinter2nya kita lah. Namanya kemudahan teknologi punya 2 sisi. Tinggal kitanya ajah bisa manfaatkan yg mana. Kalau telepon2 begitu saya sebutnya telepon cari mangsa. Kalau dari awal gak sreg mending tutup ajah. Kalau bs blokir

    ReplyDelete
  27. Aku sering dapetnya sms mbak un. Nagih hutang si A temenku katanya namaku ada dalam daftar pertemanan si A. Ngeri banget ya sekarang sistem peminjaman online semua org disasar

    ReplyDelete
  28. Saya banget nih, kalau install aplikasi klik next next aja, tanpa baca term of services.

    wah di traveloka bisa pay later ya. Pas banget nih buat saya yang sering bepergian karena urusan dinas. kan biasanya tiket ditukar saat selesai acara.

    ReplyDelete
  29. Kok serem banget sih hp bisa di-hack gitu. Memang harus banget baca snk dan permissions setiap install aplikasi. Dan pastinya, pilih yang udah jelas aja deh.

    ReplyDelete
  30. Nah aku pernah nih, pas mau daftar aplikasi (bukan pinjol) eh ada permintaan kalo aplikasi ingin mengelola dan mengedit media sosial. Untunglah aku sempat baca, padahal biasanya langsung OK OK aja...
    Akhirnya ga jadi daftar deh...

    ReplyDelete
  31. Aku juga pernah tuh tiba2 ditelpon katanya ak ada pinjaman. Duh takut banget tak kira pie pie. Mendingan keep baik2 data.. wah traveloka ajibb banget bisa paylater..

    ReplyDelete
  32. Itu gimana caranya ya si debt colector tau kontak temen teman peminjam. Kayak dipaksa gitu ya, data kita ada di mereka. Sebenernya perusahaan seperti itu bisa dilaporkan gak sih mbak ya? Sebab sudah merusak hak privacy orang lain?

    Untuk pinjam dana online memang perlu bijak ya mbak, kalau bisa sih jangan sampai deh punya pinjaman. Apalagi yang iming iming awalnya gak ada bunga tapiternyata sama aja cara nagihnya ga manusiawi. Saya sih berdoa moga kita semua sejahtera dan gak perlu utang kemana mana ya mbak. Bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Dan cukup.

    ReplyDelete
  33. Sia Mba Uniek, harus hati-hati banget ya.
    Kalau nggak bahaya juga ya. Data kita kudu aman.
    waspada akan pinjaman online

    ReplyDelete
  34. Huhuhu... aku nih sering dapet sms dari agen Fintech. Katanya temen2ku pada nunggak. Disuruh ngingetin buat bayar. Waduh, mereka nyuri dataku dari temen2ku. Dan iya, nama pinjolnya aneh2. Gak sering denger. Kalo telepon sih belom penah dapet. Soalnya kalo ada nomor asing masuk, aku gak angkat. Kalo yg butuh banget, misalnya temen atau sodara, pas gak diangkat mereka langsung smsm. Jadi ketahuan deh siapa.

    ReplyDelete
  35. Hiksss deg2an ya mba, skrg akutu agak2 gimana kalau ada sms masuk, tiba2 minta pembaruan password. Padahal ga lagi minta apa2. Jadi parno sendiri terlalu apa2 online.

    ReplyDelete
  36. Harus hati-hati memang memilih perusahaan fintech ya, karena ya gitu deh. Bisa terjadi pencurian data. Harus terdaftar di OJK.

    ReplyDelete
  37. Jadi takut yaa....kalau minjem online.
    Apakah aman?

    Temenku pernah cerita kak Uniek, kalau data di Bank saja bisa bocor, karena orang dalemnya sendiri.

    ReplyDelete
  38. Bunda sering banget dapat email menawarkan pinjaman cepat. Ah, buat apa dan mau bayar pake apa? Lha, wong kl mau apapa tibggal ngomong ke anak2 aja koq repot mau pinjem dari luar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Bunda Yati.
      Senang sekali anak-anak berbakti.

      Doanya apa Bunda?

      Delete
  39. Skarang Traveloka selalu saja ada inovasi untuk pelanggan ya, mba. Aku senang dengan inovasi paylater, mBA :)

    ReplyDelete
  40. Wah baru tau ada traveloka paylater. Bisa diingat nih kalo pas lagi pergi dan urgent harus balik cepet tapi dana minim. Noted pemakaian wifi publik saat transaksi online..

    ReplyDelete
  41. Serem banget ya kalau data-data pribadi kita diketahui pihak lain tanpa seizin kita. Mending kalau dimanfaatkan untuk hal yang berguna. Yang paling ngeri adalah digunakan untuk kejahatan, baik menjaga hati kita maupun orang-orang yang kita kenal. Thanks atas tipsnya Mbak

    ReplyDelete
  42. Nah iya makin ngeri ya pinjaman online gitu. Kudu hati-hati banget sekaraang mah ya.

    ReplyDelete
  43. Ternyata menggunakan wifi yang disediakan untuk umum, tidak aman untuk bertransaksi pinjaman online ya, Mbak.
    Saya baru tahu, ternyata menggunakan wifi bisa memudahkan pencuri mengambil data pribadi.

    ReplyDelete
  44. Itulah sebabnya kalau lagi ke mana gtu selalu ngandelin provider sendiri, walau ada wifi. Pakai wifi umum kalau pas kepaksa banget, apaalgi leptop dan henpon selalu konek aplikasi2 yg sifatnya pribadi gtu.
    Ngeselin emang kalau dapat telepon kyk gtu. Temennya juga ngeselin krn mungkin kasi nama kita buat penjamin, mungkin hohoho.
    Intinya kalau gak mampu bayar ya jangan berutang...

    ReplyDelete
  45. Klo emang butuh pinjaman dana tetap harus pilih-pilih deh. Cari tau dulu yang aman dan kredibilitasnya baik. Klo buat traveling ya bisa pake Traveloka paylater.

    ReplyDelete
  46. Duh segitunya ya nagih sampai berani pula nagih lewat temannya. Kalau memang benar puspa itu teman Mbak, tetap saja kurang etis ya nagih via teman.

    ReplyDelete
  47. Bener juga ya pakai Traveloka Pay Later ini bisa jadi salah satu andalan kalau kita misal harus mendadak pergi di tengah bulan.

    ReplyDelete
  48. Memang bener mba, kemudahan app fintech memudahkan kita dalam bertransaksi tnpa harus bwa dompet tebel �� tp kadang saya masih parnoan loh kalau misal krna transaksi online, data saya gak aman :( untung aja sih ad OJK dan fintech jaman now smkin kuat securitynya �� buat Traveloka Makin suka deh dgn plihan fiturnya yang memudahkan pelanggan ��

    ReplyDelete
  49. Ngeriiii pokoke mbaaa kalo FinTech dipakai oleh org2 yg tak kunjung dewasa dlm hal utang piutang.
    Semoga ALLAH menjaga dan melindungi kita dari fitnah dunia. Aamiiin
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  50. kesel ih aku juga pernah merasakan ditagih debt collector udah ngatain g*bl*k hahaha kesel banjet

    btw aku juga udah coba liat2 traveloka paylater mba jadi pengen cobain memudahkan ya buat liburan juga

    ReplyDelete
  51. Ngomong2 soal payler nih kan driver gojek ktnya diberi deposit 500rb utk melayani custpmers yg hobi PAYLATER. Bunda blm pernah coba fasilitas ini.

    ReplyDelete
  52. namanya debt collector suka serem kalo nagih. aku pernah didatengin krna dia nyari pemilik rumah yg ngutang (waktu masih ngontrak). sepertinya aku tertarik traveloka pay later...cuss kepoin ahh

    ReplyDelete
  53. Kpan hari aq buka grup FB Semarang yg femes itu,ada crita kyak gt juga. Smua nomer di kontak *puspa* dihubungi semua. Gilak yah �� smua tmen tau dia punya utang ��

    ReplyDelete
  54. Wah baru taunada aplikasi traveloka ini. Mmg teknologi itu makin memudahkan tp jg kudu ati2

    ReplyDelete
  55. Aku penasaran sama Traveloka Play Later mba Uniek hahahah. Bayar keri enak banget ya

    ReplyDelete
  56. Iya aku pun jarang pakai wifi, serem ama hacker.. Traveloka pay later, kapan2 nyoba ah..

    ReplyDelete
  57. Enak ya sekarang, bisa bayar nanti2 klo mau beli tiket. Jd nyaman klo gak nemu atm atau gak bisa mbanking

    ReplyDelete
  58. Betul sekarang harus melek fintech karena zaman sudah menuntut demikian.
    Btw ngeselin ya kalo ditagih debt collector padahal kita nggak utang. Saudaraku pernah ngalamin, adiknya kena jebakan batman CC dan tagihannya dialamatin ke kakaknya. Kasihan jadi dia yang kelimpungan

    ReplyDelete
  59. Hahaha jdi inget 7tahun jadi Sekretaris merangkap operator telpon sering banget kena omel debt collector yang bikin stress dan takut angkat telpon gegara takut di semprot.

    ReplyDelete
  60. Bahaya nih, yg polos bisa ketipu. Emang pencurian data tuh sering gak kita sadari yaaa. Apalagi yg telepon juga lihai olah kata. Betul... Mending cari yg aman2 ajah deh kalo mau coba pinjol

    Salam manis, artha

    ReplyDelete
  61. Aku pernah juga dapet telpon kaya gitu tuh mbak, dan seperti biasa aku jutekin langsung tutup telpon & block deh biar gak bisa telpon lagi hihihi.
    Traveloka kasih kemudahan penggunanya pakai fitur paylater ya, cocok yang mau beli tiket kereta mudik tapi belum dapet THR hihihi

    ReplyDelete
  62. Aplikasi pinjaman online ini memudahkan sekali ya, untuk bertransaksi saat tidak ada dana. Sodara saya waktu itu tuh, mau buka saldo di rekeing pas pakai wifi public, langsung dech saya bilangin, sebaiknya di rumah saja atau menggunakan data dari smartphonenya langsung.

    ReplyDelete
  63. Saya lumayan sering mendengar atau membaca kejadian ini. Tetapi, belum pernah mengalami sendiri. Mudah-mudahan jangan sampai, deh karena berasa mengganggu banget pastinya.

    Kemudahan yang ada sekarang memang harus bikin kita semakin hati-hati. Tetapi, kalau Traveloka mah memang udah dipercaya. Meskipun saya belum pernah cobain fitur paylater

    ReplyDelete
  64. Pwenah iseng daftar di salah satu fintech. Sampai di langkah harus selfie sambil pegang ktp saya hentikan. Lumayan ketat juga pengamanannya menurut saya

    ReplyDelete
  65. Wkwkwkwk.. moto ijoohh..

    kalau saya banyakan marketing asuransi, dan parahnya saya angkat juga dong kadang telponnya.

    kalau saya yakin bukan pemberi job sih, soalnya pakai nomor pribadi, yang hanya dipakai untuk keperluan bank dan keluarga.

    tapi kadang kepo juga, takutnya penting gitu.

    jadi saya install aplikasi yang bisa baca nama dari pemilik nomor tersebut.

    jadi sekali dia telpon, dan saya tau namanya, langsung saya blokir, meskipun besok nelpon lagi pakai nomor lain wkwkwwwk

    ReplyDelete
  66. Iya aku juga udah pernah nih coba daftar fintech lumayan bngt kok pengalaman tapi gk diterusin sih sejauh ini Aman kata temen2 yg udah coba dftar

    ReplyDelete
  67. Menggunakan wifi umum emang harus hati2 ya. Jangan sampai karena belain gratisan malah akun kita pada bocor 😨

    ReplyDelete
  68. Traveloka PayLater? koq jadi ingin jalan2 yaaah dengar kemudahan seperti ini :D

    duuhh, sebel banget ya Mbak klo dapat telp kayak gitu, isshh ikutan gemess

    ReplyDelete
  69. yang pinjaman online itu emang minta akses ke phone book di handphone yang download aplikasinya, mba...temenku ada yang tiap hari dapat SMS dari pinjaman online, SMS pemberitahuan kalau temennya udah telat bayar.jadi even cuma telat 1 hari aja kayanya semua contact yang ada di handphone peminjam otomatis dapat SMS...

    ReplyDelete
  70. Wah, aku juga pernah ditelfon kayak gitu mbaaaak, ngeselin banget yaaaah! Emang harus lebih hati2 untuk gak sembarangan klik supaya data pribadi gak tersebar yah mbak.

    Wah, baru tahu tentang Traveloka Pay Later ini lho, praktis juga yah.

    ReplyDelete
  71. Wah, aku juga pernah ditelfon kayak gitu mbaaaak, ngeselin banget yaaaah! Emang harus lebih hati2 untuk gak sembarangan klik supaya data pribadi gak tersebar yah mbak.

    Wah, baru tahu tentang Traveloka Pay Later ini lho, praktis juga yah.

    ReplyDelete