Heart of Mine

Catatan Momblogger dari Semarang

  • Home
  • Kesehatan
  • Techno-Gadget
  • Artikel Lifestyle
    • Traveling
    • Properti
    • Kuliner
    • Beauty
    • Fashion
    • Parenting
    • Healthy
    • Blogging
    • Ekonomi
    • Liputan
    • Obrolan-Inspirasi
    • Sosial
    • Budaya
  • Giveaway
    • Giveaway Cinta Produk Indonesia
    • ASUS Laptopku - Blogging Competition
    • Blog Competition - Makin Produktif dan Kreatif bersama Notebook Kesayangan
    • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
    • Giveaway Cerita di Balik Blog
    • 10th Wedding Anniversary
    • Kuis Bukune SGFD
    • Perempuan & Bisnis
 
pipa air rucika untuk hidroponik


Beberapa kali aku mengamati sistem perawatan sayuran yang ada di salah satu supermarket. Di bagian dekat kulkas pendingin, ada instalasi pipa air yang dibuat untuk meletakkan berbagai sayuran agar tetap segar ketika konsumen membelinya.

Untuk urusan tanaman gini aku memang bukan ahlinya. Hanya saja di rumah ibuku punya hobi berkebun. Jadinya terus punya ide misalnya ibuku mencoba beralih ke cara berkebun hidroponik gitu mungkin bisa jadi solusi. Saat ini ada sedikit masalah, pemasok pupuk tanah langganan ibuku sering kehabisan stok. Padahal kan tanaman di rumah harus rutin dirawat dan diganti tanah di dalam potnya.

Masa pandemi gini emang semuanya serba sulit ya. Si bapak penjual tanah yang mengandung hara tadi agak susah untuk dihubungi. Mungkin karena sedang tidak punya stok jadinya juga jarang ngider lagi ke daerah rumah kami. 

Padahal di satu sisi, ibuku gemar sekali mencoba menanam sayur-sayuran di rumah. Beliau senang sekali setiap pagi bisa memandang hijaunya tanaman di kebun yang dirawatnya sendiri. 

Trus solusinya gimana?



Berkebun Hidroponik Menggunakan Pipa Air


Sampai saat ini kebutuhan pupuk untuk tanah di rumah kami belum menemukan solusinya. Sementara tanaman yang ada dirawat dengan cara dipotong akarnya yang sudah terlalu 'gondrong' agar tidak memenuhi potnya. 

Agar aktivitas menanam tak berhenti di sini, butuh ide segar dan teknik berkebun yang berbeda dari sebelumnya. Kalau melirik sisa batang sayuran yang dimasak sehari-hari, aku menangkap kerinduan ibu untuk terus berkebun. Sayang sekali ya media tanam menggunakan tanah sedang tidak memungkinkan.

Makanya pas melihat deretan pipa air yang digunakan sebagai rak tempat sayuran segar di supermarket tadi timbul pemikiran nih, mengapa tidak menggunakan pipa dan botol saja sebagai media tanam. Nemu ide tambahan juga ketika membaca di kompas.com, ada informasi tentang aktivitas warga Kebayoran Lama yang bertanam sayuran organik dengan menyusun instalasi pipa air plus botol bekas.

Berkebun hidroponik dengan pipa dan botol, sumber : kompas.com

Sebenarnya pemanfaat limbah plastik sudah rutin dilakukan di rumah kami. Setiap kali ada botol bekas, panci bekas, ember retak, kami pasti mengumpulkannya di gudang. Sudah tahu nanti pasti eyangti (ibuku) bakalan menggunakannya untuk mengembangkan bibit tanaman sebelum memindahkannya ke dalam pot besar.


Ternyata bisa juga ya keberadaan botol bekas ini digabung dengan konsep membuat instalasi air menggunakan pipa. Tapi nggak bisa sembarang pipa deh kayaknya, harus pilih yang tahan terhadap korosi, kuat, bobotnya ringan, serta memudahkan dalam penyambungan dan pemeliharaannya.

Maka aku mulai mencari-carilah jenis pipa apa yang kira-kira cocok untuk digunakan. Browsing sana-sini akhirnya ketemu yang oke di www.rucika.co.id. Pipa Rucika JIS merupakan jenis pipa yang cocok untuk berkebun hidroponik ini. Adapun sambungannya menggunakan pipa uPVC Rucika, dimana keduanya terbuat dari bahan uPVC(unplastized Polyvinyl Chloride), pipa ini banyak sekali kelebihannya dibanding material polimer lainnya.

Sebagai informasi, Rucika JIS ini memiliki standar JIS (Japanese Industrial Standard) yang memiliki safety factor yang lebih tinggi dalam hal ketebalan pipa. Adapun bahannya termasuk kategori ramah lingkungan, terbuat dari bahan plastik yang mudah untuk didaur ulang. 


Baca-baca di web Rucika tentang cara penyambungan pipa ini, ternyata enggak sulit kok. Tinggal mengikuti langkah-langkah penyambungan yang ditulis secara detail di file lampiran khusus pipa JIS ini. 

Nah, setelah pemilihan pipa sudah beres, tinggal tentukan saja tanaman apa yang akan dikembangkan eyangti melalui cara hidroponik. Dari beberapa jenis sayuran dan buah yang sering dikonsumsi keluarga, berikut ini kandidat tanaman yang akan dikembangkan melalui cara hidroponik:
  1. Sawi
    Beberapa kali setelah belanja sayuran hijau yang satu ini, bagian pangkalnya kita buang begitu saja. Ternyata pangkal sawi jika dikenakan kelembaban selama beberapa hari akan mengeluarkan akar lho. Pernah nyobain nih menggunakan gelas plastik bekas kemasan air mineral dan berhasil. 
  2. Kangkung
    Ujung tanaman kangkung yang tidak turut dimasak bisa direndam di air. Nantinya daun akan tumbuh di bagian atas jika kita menyediakan air yang cukup untuk merendam bagian bawahnya. 
  3. Tomat
    Siapa sih yang enggak suka tomat? Sayuran segar yang enak sekali dijadikan lalapan ini bisa juga dijadikan pelengkap berbagai masakan. Untuk jadi bahan sop oke, ditambahkan untuk garang asem bakalan sedap banget, bahkan ditambahkan pada sambal pun tetap jadi favorit. 
  4. Selada
    Sayuran yang satu ini termasuk mudah banget untuk mengembangkannya dengan cara hidroponik. Daunnya yang lebar berwarna hijau muda itu amat menggugah selera ketika dihidangkan di meja makan sebagai pelengkap hidangan. 
Jadi ngebayangin nih betapa bahagianya ketika bisa panen berbagai jenis tanaman di atas dari kebun sendiri. Sebenarnya masih banyak lagi jenis tanaman yang bisa dikembangkan melalui cara berkebun hidroponik menggunakan pipa air ini. 

Teman-teman ada ide tanaman apa lagi yang bisa dijadikan bahan berkebun hidroponik? Boleh berikan saran di kolom komen yaaaa... Thanks. 


Sejak punya banyak waktu di rumah, aku jadi makin lengket nih di kamar. Nggak cuma untuk tidur, beberapa aktivitas lain juga kulakukan di sana. Ya nonton televisi, membaca buku hingga berada di depan laptop selama berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan.

Mager amat sih di kamar terus.... mungkin jadi timbul pertanyaan gitu ya?

penyakit yang ditandai dengan sesak napas pada anak


Beberapa kali membaca artikel teman-teman yang masih memiliki anak di bawah usia 3 tahun. Lalu ingatan kembali pada bertahun-tahun ke belakang, ketika anak-anakku masih batita gitu. Banyak pengalaman yang sama rupanya yaaa..
 
Siapa yang sedang mencari laptop nih? Akhir tahun ini banyak yang ngaku load kerjaannya tinggi dan butuh perangkat baru yang mumpuni. Nah, boleh simak nih, aku baru saja dapat informasi tentang produk baru dari ASUS, yaitu VivoBook A416.


 
Masa muda merupakan waktu yang tepat untuk meniti karir sekaligus mengumpulkan pundi-pundi uang yang sebanyak-banyaknya untuk persiapan di masa tua. Karena ketika muda, seseorang akan lebih produktif dibandingkan dengan mereka yang sudah berusia lanjut. 

taspen life


Berbicara soal wisata Bandung memang tak ada habisnya. Jika pandemi ini nantinya sudah berakhir, ingin sekali aku bisa jalan-jalan bersama keluarga ke sana. Kota Kembang ini punya banyak sekali destinasi wisata yang tersebar di seluruh kawasan, bukan cuma Lembang saja. 
 


Sewa mobil menjadi solusi yang sangat pas saat kita ingin berwisata dengan nyaman. Dengan menyewa mobil kita tak perlu risau memikirkan masalah transportasi untuk mengantarkan ke destinasi wisata tujuan. Jika dirasa bakalan kebingungan menentukan mobil yang pas untuk disewa, aplikasi TRAC To Go bisa nih jadi solusinya.

Kenapa kok aku bisa nulis gitu?
 


Perbanyak makan sayur dan buah lhooo...

Pesan ini banyak berseliweran di media sosial maupun chat. Bukan tanpa sebab ya ketika kita saling peduli satu sama lain terkait dengan kondisi kesehatan.

Mendekati akhir tahun ini, rupanya cobaan kehidupan yang berhubungan dengan pandemi belum juga berakhir. Sedih deh rasanya ketika melihat grafik orang yang terpapar dan menjadi korban virus Covid-19 masih tinggi.
 
Sudah mulai masuk musim penghujan nih. Hampir setiap hari suasana kota dihiasi mendung menggelayut. Rasanya mendung ini semakin menambah gelap hati, seiring dengan kondisi kesehatan yang masih tak jua menentu di masa-masa sekarang.


Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Heart of Uniek Kaswarganti



Halo, saya Uniek, mom blogger dari Semarang yang punya hobi membaca novel, bertukar kartu pos dan membuat kerajinan cross stitch atau kruistik. Blog milik saya ini terbuka untuk kerjasama penulisan. Jika ingin menghubungi saya, silakan langsung klik laman Tentang Saya ini. Terima kasih.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Mampir Ngopi di Kebun Makna Magelang
  • Menjaga Nyala Literasi di Tengah Ujian Bangsa
  • Mengapa Harus Baca Buku?
  • Oase Unik Itu Bernama Microlibrary Warak Kayu
  • Kekuatan Kebaikan Kecil yang Menular
  • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Giveaway Cerita di Balik Blog
  • Giveaway : 10th Wedding Anniversary
  • #UninstallKhawatir dan Nyaman Bepergian dengan GOJEK

Trusted Blogger Intellifluence

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink

Seedbacklink

Blog's Archive

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

IBX582A750D7C3FA

Pengikut

Featured Post

Mampir Ngopi di Kebun Makna Magelang

Popular Posts

  • Bu, Hebatnya Pengorbananmu Itu Nyata dan Tiada Tara
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Mengapa Translation Agency Profesional Penting untuk Ekspansi Global
  • Tips Memilih Air Galon yang Aman dan Sehat Untuk Keluarga

Labels

  • blogging 16
  • budaya 8
  • kuliner 16
  • lifestyle 3
  • liputan 25
  • parenting 13
  • properti 27
  • sehat 16
  • sosial 20
  • traveling 42
Part of
Gandjel Rel Komunitas BP BloggerHub Indonesia

Copyright © Kinsley Theme. Designed by OddThemes