Pernah nggak sih mengalami baper (terbawa perasaan) saat memotret sesuatu atau seseorang? Bapernya tuh gara-gara hasil bidikan kita tak sesuai dengan yang diharapkan. Waktu kita bidik sudah oke, kok kenyataannya hasil foto yang muncul malah hancur lebur?
Apalagi nih ya untuk seorang blogger sepertiku yang butuh banget kehadiran foto untuk memperkuat artikel. Coba deh sobat blogger bikin artikel ratusan kata tanpa ada foto, lalu baca berulang-ulang, bagaimanakah kira-kira?
![]() |
| Postingan tanpa foto?? TIDAAAAKKK.... |
Ya..yaaa... foto di atas memang lebay ;) Tapi beneran loh, postingan satu halaman penuh di blog bila tidak dilengkapi dengan ilustrasi apapun, rasanya hampaaaaa sekali saat 'menyantap'nya. Blogger-blogger sekarang malah sudah pada canggih-canggih loh, infografis yang keren dan informatif pun sudah banyak di-attach di dalam postingan blog. Sayang sekali, kayaknya cuma aku seorang nih yang tak sanggup bikin :(
Untuk melengkapi postingan blog, aku lebih sering menggunakan foto-foto saja. Media yang kugunakan untuk mengambil foto pun bervariasi, mulai dari smartphone hingga kamera DSLR. Nah, ini niiih... yang soal DSLR, jangan beranggapan bahwa aku pinter motret loh yaaaa... Beneran, aku hanya bisa puter-puter tombol diafragma, speed dan beberapa setting manual lainnya. Dari ratusan foto yang kuambil via DSLR, palingan cuma satu dua saja yang beres, lainnya wassalam.... sediiihh banget rasanya kalau begini.
Gimana nggak baper coba kalau begini caranya? Udah dibawa berat-berat, riweuh setting ini itu (berkesan udah profesional aja deh motretnya), eeee...begitu lihat hasilnya : FAILED. Aaaakkk.... Sebenarnya ada sih settingan automatic-nya, namun hasilnya menurutku sih ya begitu-begitu saja.
Pake manual failed, pake automatic ga puas, lalu mau loe gimanaaaa???
Moment yang terlewatkan gara-gara gagap gadget
Dari sekian pengalaman memotret yang pernah teman-teman alami, kira-kira ada nggak sih masa-masa dimana mendapatkan hasil memotret seperti ini ?
| hasil foto yang fokusnya berlarian entah kemana :( |
Perasaan sebelum menekan tombol shutter kedua gitaris ini baik-baik saja. Lantas kenapa ya di hasil fotonya muka mereka jadi seperti ini. Fyuuuhh.... berkali-kali kujepret dapetnya malah lebih parah lagi.
<<<TAMBAH BAPER>>> Oke bhay....
Beberapa kali moment penting terlewatkan saat aku ingin meng-capture-nya, seperti ini contohnya :
Waktu itu ceritanya sedang ingin menulis artikel tentang warung angkringan kekinian yang makin menjamur di seluruh penjuru kota. Maunya sih memotret mas kasir yang sedang melayani transaksi pembayaran sekaligus menyajikan wedang roti hangat yang saat itu kupesan. Namun apa yang terjadi? Foto di atas jelas sama sekali tidak menceritakan apapun. Gagal total. Padahal foto itu ya kuambil dengan menggunakan smartphone loh, bukan DSLR. Harusnya lebih gampang, kok ya tetap failed sih :(
Berdasarkan problem memotret seperti yang telah kusebutkan di atas, saat ini kebutuhan yang paling utama untukku adalah mendapatkan gadget yang bisa support aktivitas fotografi. Nggak muluk-muluk sih harapannya, cuma pengin memotret dengan hasil yang bisa diandalkan.
Selama ini sudah bertanya kesana kemari tentang teknik fotografi, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kamera DSLR. Tetapi kok ya kemampuanku tampaknya hanya sampai segitu-segitunya saja. Berasa boros hati dan boros tenaga deh kalau seperti ini caranya. Baca-baca artikel fotografi ya sudah kulakukan, belajar dari para master foto pun beberapa kali kulakukan, mengamati foto-foto keren yang bertebaran di Instagram pun tiada henti kulakukan. Kok fotoku tetap tidak ada peningkatan kualitas.
Gimana baper tidak to be continued kalau caranya begini???
Ada nggak sih kamera, atau smartphone saja deh... yang bisa memenuhi kebutuhanku untuk potret-memotret ini? Paling tidak yang hasilnya cukup pantas lah disajikan sebagai pelengkap postingan blogku, bukan yang kabur seperti di atas tadi.
Bukan kebetulan bila akhirnya pada tanggal 19 November 2015 yang lalu aku bisa hadir di ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Di tempat tersebut aku datang sebagai tamu undangan Asus untuk mengikuti Zenfestival 2015.
Asus memang luar biasa. Sekian ratus orang diundang dan dijamu untuk menyaksikan peluncuran produk baru berupa Zenfone 2 Deluxe, Zenfone 2 Laser, Zenfone Max, dan Zenfone Selfie. Gadget-gadget baru yang handal di masing-masing kelas.
Asus sepertinya tau benar problematika yang dihadapi oleh seorang emak blogger seperti diriku ini. Yang selalu ingin menyertakan foto bagus dan berkualitas tinggi di setiap postingan blog. Kepengin punya foto bagus tapi tak perlu repot putar-putar berbagai tombol pengatur kamera.
Mr. Jerry Shen, ASUS CEO, hadir di panggung kehormatan sebagai orang pertama yang menyambut dengan hangat para tamu undangan Zenfestival 2015. Beliau menyampaikan bahwa dari sekitar 13 juta unit Zenfone yang terjual di Asia Tenggara sejak tahun 2014, Indonesia memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Indonesia menyumbang penjualan lebih dari 5 juta unit Zenfone. Bahkan di Indonesia, Asus Zenfone merupakan 'Top Two Brand in Smartphone Market Share'. Keren kaaann....
Pemaparan secara detail dilakukan oleh para petinggi ASUS, mulai dari Mr. Jerry Shen yang membahas dengan seksama Zenfone 2 Deluxe, dilanjutkan oleh ASUS Vice Presiden Mr. Bryan Chang yang mengupas tuntas Zenfone 2 Laser. Masih disusul oleh Mr. Alvin Chou, ASUS Associate Vice President yang menyampaikan berbagai teknologi andalan Zenfone Max. Hadir pula ASUS Design Center Director Mr. Daniel Alenquer yang mengulik Zenfone Selfie.
Saat Mr. Bryan Chang asyik menjelaskan tentang Zenfone 2 Laser, hatiku sudah mulai kebat-kebit, sibuk sekali berkata pada diri sendiri : kayaknya ini deh soulmate ngeblog yang kucari-cari :)
Gimana nggak akan terpikat kalau ASUS menghadirkan teknologi fotografi pada kamera melalui yang satu ini :
Dengan teknologi laser auto-focus, gambar yang dihasilkan menjadi jernih luar biasa. Laser di smartphone ini mampu mengukur jarak bidikan dalam kecepatan cahaya. Focusingnya cuma 0,03 detik lhoooo.... mantep bener.
Untuk menguji kemantapan dalam mencari gadget anti baper, berburulah aku di Demo Zone. ASUS mempersilakan semua peserta Zenfestival untuk mencoba smartphone yang tadi diperkenalkan. Tak mau kehilangan moment dong, aku pun mencoba semua Zenfone tersebut. Peserta lain pun ternyata tak kalah semangatnya denganku.
Dari mencoba Zenfone 2 Laser secara langsung, bener-bener baru percaya deh kalau piranti canggih ini memiliki kelebihan sebagai berikut :
Beneran nih... yakin dengan Zenfone 2 Laser?
Yup... kalau sudah ada smartphone yang sekaligus bisa menyelamatkan moment-moment berhargaku, kenapa kudu repot lagi baper saat potrat potret. Bukannya mengambil gambar kini semudah menyentuh lapisan Corning Gorilla Glass 4 di Zenfone 2 Laser?
Goodbye baper... Kini sudah ada teknologi canggih laser auto-focus yang bisa menjadi teman setiaku dalam pengambilan gambar untuk mempercantik postingan blogku. Tinggal bidik saja target foto yang dituju, langsung unggah dong via Zenfone 2 Laser yang juga mumpuni jaringan 4G nya untuk mengakses blog. Ngeblog dan motret kini bisa jadi satu paket.
I do hope this lovely Zenfone 2 Laser will come to me... cross my fingers for that.
![]() |
| hasil jepretan yang sudah tidak membutuhkan komen lagi :'( |
Waktu itu ceritanya sedang ingin menulis artikel tentang warung angkringan kekinian yang makin menjamur di seluruh penjuru kota. Maunya sih memotret mas kasir yang sedang melayani transaksi pembayaran sekaligus menyajikan wedang roti hangat yang saat itu kupesan. Namun apa yang terjadi? Foto di atas jelas sama sekali tidak menceritakan apapun. Gagal total. Padahal foto itu ya kuambil dengan menggunakan smartphone loh, bukan DSLR. Harusnya lebih gampang, kok ya tetap failed sih :(
Butuh memotret dengan cepat dan tepat
Berdasarkan problem memotret seperti yang telah kusebutkan di atas, saat ini kebutuhan yang paling utama untukku adalah mendapatkan gadget yang bisa support aktivitas fotografi. Nggak muluk-muluk sih harapannya, cuma pengin memotret dengan hasil yang bisa diandalkan.
Selama ini sudah bertanya kesana kemari tentang teknik fotografi, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kamera DSLR. Tetapi kok ya kemampuanku tampaknya hanya sampai segitu-segitunya saja. Berasa boros hati dan boros tenaga deh kalau seperti ini caranya. Baca-baca artikel fotografi ya sudah kulakukan, belajar dari para master foto pun beberapa kali kulakukan, mengamati foto-foto keren yang bertebaran di Instagram pun tiada henti kulakukan. Kok fotoku tetap tidak ada peningkatan kualitas.
Gimana baper tidak to be continued kalau caranya begini???
Ada nggak sih kamera, atau smartphone saja deh... yang bisa memenuhi kebutuhanku untuk potret-memotret ini? Paling tidak yang hasilnya cukup pantas lah disajikan sebagai pelengkap postingan blogku, bukan yang kabur seperti di atas tadi.
Asus Zenfone 2 Laser, solusi memotret bebas baper
Bukan kebetulan bila akhirnya pada tanggal 19 November 2015 yang lalu aku bisa hadir di ballroom Ritz Carlton Pacific Place Jakarta. Di tempat tersebut aku datang sebagai tamu undangan Asus untuk mengikuti Zenfestival 2015.
Asus memang luar biasa. Sekian ratus orang diundang dan dijamu untuk menyaksikan peluncuran produk baru berupa Zenfone 2 Deluxe, Zenfone 2 Laser, Zenfone Max, dan Zenfone Selfie. Gadget-gadget baru yang handal di masing-masing kelas.
Asus sepertinya tau benar problematika yang dihadapi oleh seorang emak blogger seperti diriku ini. Yang selalu ingin menyertakan foto bagus dan berkualitas tinggi di setiap postingan blog. Kepengin punya foto bagus tapi tak perlu repot putar-putar berbagai tombol pengatur kamera.
Mr. Jerry Shen, ASUS CEO, hadir di panggung kehormatan sebagai orang pertama yang menyambut dengan hangat para tamu undangan Zenfestival 2015. Beliau menyampaikan bahwa dari sekitar 13 juta unit Zenfone yang terjual di Asia Tenggara sejak tahun 2014, Indonesia memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Indonesia menyumbang penjualan lebih dari 5 juta unit Zenfone. Bahkan di Indonesia, Asus Zenfone merupakan 'Top Two Brand in Smartphone Market Share'. Keren kaaann....
Pemaparan secara detail dilakukan oleh para petinggi ASUS, mulai dari Mr. Jerry Shen yang membahas dengan seksama Zenfone 2 Deluxe, dilanjutkan oleh ASUS Vice Presiden Mr. Bryan Chang yang mengupas tuntas Zenfone 2 Laser. Masih disusul oleh Mr. Alvin Chou, ASUS Associate Vice President yang menyampaikan berbagai teknologi andalan Zenfone Max. Hadir pula ASUS Design Center Director Mr. Daniel Alenquer yang mengulik Zenfone Selfie.
Saat Mr. Bryan Chang asyik menjelaskan tentang Zenfone 2 Laser, hatiku sudah mulai kebat-kebit, sibuk sekali berkata pada diri sendiri : kayaknya ini deh soulmate ngeblog yang kucari-cari :)
Gimana nggak akan terpikat kalau ASUS menghadirkan teknologi fotografi pada kamera melalui yang satu ini :
![]() |
| modifikasi foto dari sumber : Asus Indonesia |
Dengan teknologi laser auto-focus, gambar yang dihasilkan menjadi jernih luar biasa. Laser di smartphone ini mampu mengukur jarak bidikan dalam kecepatan cahaya. Focusingnya cuma 0,03 detik lhoooo.... mantep bener.
Untuk menguji kemantapan dalam mencari gadget anti baper, berburulah aku di Demo Zone. ASUS mempersilakan semua peserta Zenfestival untuk mencoba smartphone yang tadi diperkenalkan. Tak mau kehilangan moment dong, aku pun mencoba semua Zenfone tersebut. Peserta lain pun ternyata tak kalah semangatnya denganku.
Dari mencoba Zenfone 2 Laser secara langsung, bener-bener baru percaya deh kalau piranti canggih ini memiliki kelebihan sebagai berikut :
- Pengguna bebas memilih mana Zenfone 2 Laser idamannya, mau yang berlayar 5 / 5,5 / 6 inci silakan sesuaikan dengan selera saja.
- Desain premium yang dihadirkan oleh Zenfone 2 Laser ini bisa kita miliki dengan budget yang terjangkau bagi pengguna yang memiliki anggaran terbatas.
- Fitur Laser Auto-Focus membuat pengambilan fokus gambar lebih cepat dan presisi. Kita tak perlu lagi takut kehilangan moment berharga yang ingin kita abadikan.
- ASUS PixelMaster Camera membuat Zenfone 2 Laser mampu menangkap gambar dan video hingga 400% lebih terang saat cahaya minim.
- Prosesor Qualcomm Snapdragon menciptakan keseimbangan antara performa multimedia dengan efisiensi energi.
- Permukaan smartphone telah dilindungi oleh lapisan anti gores terbaru Corning Gorilla Glass 4. Daya tahan saat terjatuh 2 kali lebih baik dibandingkan versi sebelumnya, mereduksi kemungkinan layar pecah hingga 85%, dan 2.5 kali lebih kuat dibandingkan dengan versi Gorilla Glass 3.
- Dibenamkannya Bluelight Filter membuat para penikmat video streaming tidak lekas lelah saat melihat ke layar terus menerus dalam waktu yang lama.
- Kamera depan juga disediakan dengan resolusi yang cukup tinggi yaitu 5MP dengan aperture f/2.0. Selain beresolusi tinggi, kamera depan ini juga mendukung autofocus yang baik. Bahkan bagi penikmat selfie bisa berasyik ria dengan kamera depan yang memiliki sudut yang lega hingga 85 derajat. Obyek yang bisa ditangkap saat berfoto menjadi lebih banyak. Mantep tep teepp.... deh pokoknya :)
![]() |
| Asyik sendiri di Demo Zone Zenfestival 2015 - courtesy : Bai RUindra |
Beneran nih... yakin dengan Zenfone 2 Laser?
Yup... kalau sudah ada smartphone yang sekaligus bisa menyelamatkan moment-moment berhargaku, kenapa kudu repot lagi baper saat potrat potret. Bukannya mengambil gambar kini semudah menyentuh lapisan Corning Gorilla Glass 4 di Zenfone 2 Laser?
Goodbye baper... Kini sudah ada teknologi canggih laser auto-focus yang bisa menjadi teman setiaku dalam pengambilan gambar untuk mempercantik postingan blogku. Tinggal bidik saja target foto yang dituju, langsung unggah dong via Zenfone 2 Laser yang juga mumpuni jaringan 4G nya untuk mengakses blog. Ngeblog dan motret kini bisa jadi satu paket.
I do hope this lovely Zenfone 2 Laser will come to me... cross my fingers for that.
Zenfone 2 Laser









