Pernah jadi bu guru di sekolah dasar
(SD)? Pastinya berat ya? Membimbing anak-anak yang notabene masih 'belum
ndolor' (belum begitu mahfum A sampai Z nya dunia) tentu butuh
kesabaran ekstra.
Yang sudah kenal lama denganku pasti gak bakalan percaya kalau kuceritakan bahwa aku pernah
selama 2 tahun jadi bu guru di SD. Aku yang temperamental dan 'ngoboy'
tentu tak pantas masuk penilaian sebagai bu guru idaman. Belum lagi tak
punya dasar ilmu keguruan. Out of mind lah....
Street food itu tidak sehat dan tidak enak, itu kata Mr. X temanku. Wahai penggemar street food Indonesia, benarkah ini? Kalau aku sih ragu, buktinya apa? Sebelum berlanjut kali ini untuk Femina Foodlovers Blog Competition 2013 aku ingin "berkelana" menjelajahi indahnya keragaman makanan khas kaki lima. It's called a huge heaven of
culinary. Ya, itulah Street Food Indonesia.
Tengah hari selepas waktu Jumat'an tadi aku terima broadcast (BC) dari beberapa teman yang mengabarkan tentang kecelakaan. Tragedi ini terjadi di Jl. Dr. Wahidin atau lebih terkenalnya dengan tanjakan Tanah Putih bagi warga Semarang. Tanjakan yang lumayan curam nih. Pada BC itu disampaikan pesan untuk kembali BC ke sesama pengguna hape tertentu, dengan tujuan agar keluarga korban bisa segera tau.
Lah, darimana keluarga korban tau, wong korbannya siapa aja tidak tau. Kadang-kadang berita seperti ini ada juga yang hoax. Ragu deh untuk mem-forward ke teman-teman lainnya.
Hai my dear Myself,
Sadarkah engkau bahwa segala yang kau punya saat ini adalah anugrah terindah dari Yang Maha Kuasa? Coba kembali kau ingat, saat bangun pagi masih bisa bernafas dan duduk tegak, bukankah itu patut disyukuri. Saat anak-anakmu tertawa meriah dan bicara sekuat tenaga, dapatkah kau bayangkan banyak orang di luar rumahmu sana yang begitu mendambakan kehadiran bocah-bocah lucu nan menawan? Kenapa selama ini kau anggap buah hatimu kebisingan semata?
Ah Myself, ayo lah bangun sayang, masih banyak yang harus kau perbaiki.
Menjadi seorang ibu itu simpel. Ah masa? Bukannya malah kompleks sekali permasalahan yang harus dihadapi saat diri kita sudah menjadi ibu? Bagiku kedua statement di atas tidak ada yang salah. Koq bisa begitu? Bukankah seharusnya ada kebenaran yang hakiki atas suatu keadaan yang terjadi pada diri manusia di dunia.
Ah rumit sekali bila harus memperpanjang landasan pemikiran dari kedua statement tadi. Buatku, kompleksitas permasalahan yang dihadapi seorang ibu adalah asam garam kehidupannya. Tanpa asam dan garam,sayuran ataupun lauk pauk tak akan terasa nikmatnya *khusus untuk sayur asam lho :) Begitu juga dengan keindahan menjadi ibu yang akan terpeta sempurna dengan segala detail yang harus dijalani sehari-hari bersama keluarga dan buah hati tercinta.