Ada yang tau arti munthu? Yup, yang asli oran Jawa pasti tau lah. Munthu itu adalah soulmate-nya si cobek. Nama lainnya adalah ulekan, uleg-uleg atau alu. Tetapi lebih mudahnya kusebut munthu saja ya.
Tau juga kan kegunaan munthu dalam keseharian? Si munthu ini besar jasanya loh, apalagi bagi penggemar berat sambal asli, alias sambal racikan sendiri. Namun kini pamornya sudah menurun seiring tingginya permintaan sambal di warung-warung penyedia ayam goreng, lele goreng, ayam bakar, dan tempe / tahu penyet. Kita sudah tak perlu susah-susah lagi untuk menguleknya sendiri.
Kupandang cucuku yang cantik itu sembari meratapi diriku
sendiri. Seakan tak percaya kini aku telah sering pipis di luar kendali, rematik
melanda, juga pelupa.
Nah, harus segera kuminum pil anti lupa yang dibelikan
cucuku kemarin. Mana, kok tidak ada? Aku yakin meletakkannya di meja makan ini.
“Cu… mana pil yang kemarin itu?” tanyaku.
“Eyang, ini tadi yang meletakkan di wastafel kamar mandi
siapa?”
This article was awarded as Favourite Winner, you could trace it here
Saat anak-anak memasuki masa
liburan sekolah merupakan masa-masa yang sama mencemaskannya dengan saat mereka akan menjalani tes kenaikan kelas. Bila dalam persiapan tes kenaikan, aku sebagai ibu sekaligus mentor dadakan harus ekstra konsentrasi membimbing kesiapan penguasaan materi sekolah. Selalu harap-harap cemas, nanti apakah anakku bisa mengerjakan tes dengan benar atau tidak. Nanti saat hitungan matematika dia ingat yang tadi diajarkan atau tidak. Pada pelajaran PPKN apakah anakku bisa mengartikan pertanyaan yang sering berbelit-belit atau tidak. Ya, sejuta kekhawatiran yang terus menyelimuti pikiran, yang ternyata selama ini hanyalah 'paranoid temporer' jelang tes sekolah.
Si sulung yang baru saja sukses membuktikan kemampuan belajarnya dalam tes kenaikan kelas, telah membuatku lega. Sama persis dengan tes-tes yang dia jalani di kelas I dan kelas II SD yang lalu, saat ini sulungku dari kelas III naik ke kelas IV dengan hasil yang sangat memuaskan. Tentu saja aku bahagia luar biasa. Meskipun tidak mematok hasil tertentu, bila anak berprestasi tentu orang tua bangga juga kan?
Nah, saat mencemaskan berikutnya telah tiba. Loh, kok malah cemas, bagaimana pula ya itu maksudnya? Ananda tersayang sukses tes kenaikan kelas kok malah disambut kecemasan. Dimanakah letak kecemasan tersebut bersumber?
"Braaakkk...." setumpuk dokumen kuletakkan dengan kasar di atas meja kantor. Hari itu merupakan hari yang sangat melelahkan dan menjengkelkan. Saat aku harus berjibaku dengan panas dan keringat di area lapangan terbuka pabrik di tempat aku bekerja, eh teman kantorku ada yang mengajak berseteru. Ketidakpahamannya atas berbagai prosedur lapangan membuat dia beranalisa tidak pada tempatnya. Alhasil terciptalah laporan kepada atasan yang simpang siur. Berasa kepengin kutelan saja nih orang *maaf asap mengepul dari kepala ;)
Meretas Ego Di Tempat Kerja
Kejadian seperti tadi kebanyakan pernah dialami oleh mereka yang harus bergesekan dengan banyak orang dan beragam divisi dalam suatu perusahaan. Tak terkecuali diriku.
Musik ceria dan cute ala WHAM di atas telah familiar di telingaku sejak kecil. Lagu itu kudengar berulang-ulang di dalam L-300 yang membawaku bersama rombongan atlet Jawa Tengah lainnya rehat sejenak di antara padatnya event Kejurnas Renang & Loncat Indah, menuju arena Pekan Raya Jakarta di tahun 1984. Kala itu aku masih berusia 9 tahun dan sangat tidak 'tepat' untuk mendengarkan lagu yang kebanyakan disukai oleh remaja sepantaran kakakku yang delapan tahun lebih tua dariku. Aku pun hanya bisa ikutan menyanyikan satu baris lirik saja di lagu itu : Wake me up before yo go go.... Cuma itu saja yang kubisa karena lirik itu juga sekaligus judul lagunya ;)