Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

15 October 2015

Sejuta Topan Badai Yang Mengantarku Kemana-mana



Sejuta topan badai.....

Satu topan badai saja sudah mengerikan ya, apalagi ini sejuta. Terlaluuu... Terlalu banget yang berani bilang begitu. 

The one and only yang pernah sesongong itu berucap ya Kapten Haddock. Kadang-kadang ada terjemahan yang bilang sepuluh ribu topan badai, ada juga yang seribu topan badai. Tapi yang paling termemori dalam ingatanku kenapa yang sejuta ini ya :)  Bagi yang belum tau siapa itu Kapten Haddock, bisa mulai gugling dengan kata kunci Tintin. Buku komik jaman kuno yang juga telah edar filmnya dengan versi Bahasa Indonesia ini luar biasa sekali kisahnya.

sumber : jogjaicon.blogspot.com
Pada masa aku duduk di sekolah dasar dulu, aneka komik Tintin telah kubaca semua. Sayang sekali tak ada satu pun yang bisa kupamerkan saat ini. Sedihnya kalau ingat akan kecerobohanku yang tidak menyelamatkan 'harta karun' tersebut :(

Sebenarnya di toko buku masih ada sih aneka judul komik Tintin. Hanya saja sekarang harganya mihiiill... Untuk ukuran kocek Semarang ya rada lumayan lah ini kalau harus membeli seluruh seri Tintin yang komplit *kekep dompet

Membaca komik Tintin memang mengasyikkan, sayangnya saat ini kesempatan untuk asyik membaca aneka buku sudah agak terganjal dengan berbagai aktivitas lain. Untung saja nih aku punya koleksi yang ini :

aneka kisah Tintin yang kumiliki

Tadinya tak sengaja nemu VCD Tintin ini di toko buku yang cukup ternama. Pas diskonan. Ini fakta yang penting banget untuk disampaikan ;)  Seneng banget dong.... rindu pada aneka kisah petualangan jurnalis muda asal Belgia bernama Tintin ini pun terobati.

Tintin (kalau dalam bahasa aslinya sana dibaca Tangtang) adalah tokoh utama ciptaan Georges Remi. Nama ini kemudian disingkat terbalik menjadi RG, bila dalam Bahasa Perancis dibaca Herge. Karya ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan beruntung sekali Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapatkan hak untuk menterjemahkan karya ini.

Tintin adalah seorang wartawan muda yang memiliki keberanian luar biasa. Yah, layaknya cerita lah, sepak terjangnya selalu fantastis :)  Kadang-kadang menurutku tampak berlebihan dan terlalu beruntung. Yakali tokoh utama celaka dalam gebrakan pertama :)

Pertemuannya pertama kali dengan Kapten Haddock, yang kemudian menjadi sahabatnya, berawal pada kisah Kepiting Bercapit Emas. Kapten Haddock adalah seorang pelaut yang gemar mabuk, sehingga kapalnya dimanfaatkan oleh anak buahnya untuk menyelundupkan opium dengan kedok kemasan kepiting kalengan. Terbongkarnya kejahatan ini membuat mereka berdua kemudian bersahabat.

Di salah satu grup FB pencinta Tintin, roket ini dibuat miniaturnya dengan bahan fiber.

Tintin juga bersahabat dengan Profesor Calculus, seorang ilmuwan yang memiliki keahlian merancang berbagai piranti canggih. Mereka pertama bertemu pada kisah Harta karun Rackham Merah dimana Profesor Calculus merancang kapal selam berbentuk hiu yang canggih. Dan karena persahabatan mereka itulah, akhirnya Tintin diajak untuk ikut serta dalam uji coba roket ke bulan.

Pada setiap kisah yang dituturkan, selalu saja ada misteri yang harus dipecahkan oleh Tintin. Kecerdasannya sebagai seorang wartawan membuatnya pantang menyerah dalam mengejar jawaban misteri. Banyak hal nekat yang dilakukannya demi menemukan kebenaran. Hal inilah yang selalu membuatku suka saat menonton film Tintin.

Serunya petualangan Tintin tidak akan lengkap tanpa kehadiran anjing kesayangannya Snowy. Di negara asalnya sana, nama asli Snowy adalah Milou, seekor anjing bernama putih yang cerdas dan berani. Berkali-kali anjing mungil ini menjadi penolong tuannya saat sedang dilanda kesulitan.


Oya, Indonesia pernah juga lho masuk menjadi salah satu setting tempat kisah Tintin. Meskipun hanya dibahas di awal cerita, Kemayoran menjadi tempat transit Tintin saat akan pergi ke Sydney dalam rangka menghadiri seminar. Kisah Flight 714 to Sydney ini tak sengaja memasukkan Tintin, Kapten Haddock dan Profesor Calculus ke suatu kasus tanpa sengaja hanya karena ada seorang milyuner yang ingin ditemani oleh Kapten Haddock dalam duel game perang-perangan di jet pribadinya :)

Seberapa kental sih ke-Tintin-an dalam diriku ?

Hehehee...sebenarnya biasa saja sih, hanya saja dulu jaman aku kuliah, jaman masih ngetop-ngetopnya kaus C59 bergambar aneka cover buku Tintin, aku suka beli-beli. Dan karena sekarang kaus itu sudah kumal dan tentunya nggak cukup lagi, cari lagi dong yang pada hobi ber-Tintin ria.

Ada salah satu grup FB yang isinya pencinta Tintin semua. Berbagai pernak-pernik ala Tintin diproduksi oleh membernya. Dan aku jadi punya lagi dong kaus Tintin ini. Tuh, pas kan yang bergambar Penerbangan 714, kisah Tintin yang ada Indonesia-nya sedikit :)

Pada awal artikel ini juga terlihat model figurine Tintin dan Kapten Haddock. Dua figurine dari beberapa produk berlisensi Moulinsart ini milik suamiku. Hahahaa..kebetulan kami berdua pencinta Tintin. Moulinsart di Perancis sana bisa dikatakan sebagai The Herge Foundation, yang memiliki misi : protect and promote the work of Herge.

Moulinsart sendiri dalam Bahasa Inggris berarti Marlinspike Hall, rumah besar milik nenek moyang Kapten Haddock yang juga pelaut. Rumah ini hampir saja dilelang oleh pemerintah kalau saja tidak dibeli oleh Profesor Calculus. Nah, inilah luar biasanya persahabatan Tintin, Kapten Haddock dan Profesor Calculus. Saling mendukung dan membantu. Pun saling menyeret masing-masing ke berbagai petulangan seru :)


Gara-gara Tintin dan si Sejuta Topan Badai tadi, aku jadi ikut 'mengembara' kemana-mana. Aku ikut dalam keseruan Tintin mengejar sahabatnya Chang di Tibet, serunya penumpasan gangster di Amerika, ke Mesir, bahkan ke India. Masih banyak cerita dan tempat-tempat seru lainnya yang kuketahui bahkan sebelum aku lulus SD dulu.

Salah satu hal menarik yang kuketahui dari Tintin adalah Kilt, busana khas orang Skotlandia yang serupa rok kotak-kotak merah itu. Tadinya lucu saja saat melihat Tintin mengenakan rok kotak-kotak itu. Ternyata itu memang pakaian tradisional orang sana. Pengetahuan banget kan yang seperti ini? Thanks to Herge....

kaset dan perangko Tintin-ku

Menginspirasinya berbagai kisah Tintin tadi tak lepas juga dari dukungan teman-teman postcrossing-ku. Postcrossing.com adalah web yang membuatku berkenalan dengan banyak pencinta kartu pos di seluruh dunia. Dengan menyebutkan kesukaanku di dalam profil, banyak postcrosser pun tau bahwa selain suka pada apapun yang berbau Harry Potter, aku juga gemar sekali pada Tintin. Maka aku pun mendapatkan kartu pos yang disertai dengan satu set perangko dengan gambar para tokoh di cerita Tintin ini. Bahagianyaaaa.... Kebahagiaan yang tidak akan bisa dirasakan oleh orang lain yang hanya menganggap kartu pos dan perangko itu hanya sebentuk kertas saja ;)

Oya, bagi yang sama sekali tidak tau tentang Tintin dan belum pernah sama sekali menonton film layar lebarnya yang berjudul The Adventures of Tintin, bisa loh disimak trailernya ini :



Film besutan Steven Spielberg ini release pada Desember 2011 dengan mengambil 2 kisah yang memang bersambung, yaitu Rahasia Kapal Unicorn dan Harta Karun Rackham Merah. Seru dan asyik banget loh filmnya :)

Adakah yang menggemari suatu film seperti aku memfavoritkan Tintin dalam memori? Gara-gara suka nonton Tintin dan membaca aneka buku petualangan maupun thriller, aku jadi memiliki kesukaan mengamati orang dengan segala pola perilakunya. Bergaya bak Tintin maupun tokoh pengacara di aneka cerita karya John Grisham yang sukses difilmkan, aku suka memperhatikan polah orang lain di dunia nyata maupun dunia maya. Memangnya berguna ya? Hahahaa...enggak juga, iseng saja...

A world beyond imagination....
an adventure beyond belief...

Sejuta topan badai.... Ceritaku sudah kemana-mana nih :)



29 comments:

  1. aku juga suka tapi versi kartunya mb hihii
    anjingnya luchuu sih soalnya

    ReplyDelete
  2. Aku juga dulu sering nonton film kartun Tintin mak, duluu udah lama banget. Wuih koleksi Tintinnya lengkap.

    ReplyDelete
  3. Petualangan Tintin memang manarik. Entah saya pernah membaca bukunya yg mana, dan menonton filmnya yg mana. Menarik. Tapi saya tak sempat mengoleksinya.
    Oh iya saya mengoleksi film James Bond. Lengkap 23 film mulai dari film Bond berjudul Dr. No yg dirilis thn 1962. Hanya koleksi saya tidak dalam format kepingan CD, sperti koleksi filn Tintin-nya Mbak Uniek. Koleksi saya dalam format mkv yg tersimpan di hard disk.
    Sukses dengan GA nya ya Mbak...

    Salam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneran nih Kang Bambang punya James Bond lengkap? Mau dong yang mulai Pierce Brosnan ke sini. Aku juga suka banget James Bond :)

      Delete
    2. Bener banget Mbak...
      Dari Pierce Brosnan yg pertama, Golden Eye, sampe Skyfall-nya Daniel Craig maksudnya? Ada 7 film.Gimana ngirimnya ya Mbak?

      Salam,

      Delete
    3. Bener banget Mbak...
      Dari Pierce Brosnan yg pertama, Golden Eye, sampe Skyfall-nya Daniel Craig maksudnya? Ada 7 film.Gimana ngirimnya ya Mbak?

      Salam,

      Delete
    4. Duh klo soal kirim mengkirim nggak ngerti nih Kang :)

      Delete
  4. Komplit banget koleksi Tintinnya, mbak. Bisa puas-puasin nin nonton berulangkali ya :)

    Oh iya, moga cepet sehat lagi, nggak lemes dan tepar lagi di rumah yaaa, aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... makasih doanya dan kebaikanmu untuk anterin ini itu ya mbakku sayang...muaaachhh....luv u :*

      Delete
  5. kenangan masa kecil tintin....
    sangat menyenangkan

    ReplyDelete
  6. judulnya cetar mba, jd pengen ngeklik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak judulnya aja sih mba, yg nulis kagak? hehehhee....

      Delete
  7. Mak Uniek, kita selesaikan masalah ini by japri ! *halah *gak trimo hahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ga usah japri klo mo bilang pinjem vcd nya ahahahaa.....

      Delete
  8. sampai kapanpun, aku akan selalu jadi fans maniaknya Si Tintin dengan sejumlah kawan-kawannya. Jadi inget jaman es de dulu..sukses untuk kontesnya mbak :)

    ReplyDelete
  9. Blm pernah lihat film ini. Sejak kecil, gak begitu suka komik aku mbak...sering nggak fokus klo lihat gambar plus tulisan jadi satu. Paling dulu baca candy- candy itu... Tp lebih seneng yang model cerpen, atau novel ..

    ReplyDelete
  10. ya ampuuunnnn bacaanku jaman kecil... koleksiku pun skr udh ilang semua mba :(... ga cuma tintin, tp komik2 yg lain juga..skr di gramed ada sih bbrp buku terbitan barunya, tp lbh mahaaalll :(

    ReplyDelete
  11. waaaa banyak amat koleksinya mbak!
    aku nonton tintin bru sekali yang the movienya beberapa tahun lalu itu loh :DDD

    ReplyDelete
  12. saya dulu baca komiknya pinjam teman...
    kalau nggak salah ada tokoh yang kembar juga ya mbak...tapi lupa namanya...
    sukses GA nya ya mbak... :)

    ReplyDelete
  13. keren banget tulisannya mbak, saya dulu juga suka baca komik, namun sekarang sudah tidak lagi, maklum sibuk, hehehe salam kenal ya, mampir ya mbak di blog ku

    ReplyDelete
  14. waw. Komplit banget mak Un. Aku dulu punya banyak komik juga, koleksi gitu. Tapi sudah gak tau arah dan tujuannya kemana mereka semua, dipinjam2 gitu. huhuhu

    ReplyDelete
  15. Hiaaaah lengkap banget nih penggemar fanatik. Dulu aku sudah baca semua sih, tapi pinjem, nggak beli. Maklum...

    ReplyDelete
  16. waaah mbak Uniek bener-bener penyuka Tintin dari DVD, kaos, perangko sampai topan badai...sukaaaa postingannya

    ReplyDelete
  17. aku dulu suka film ini ama komiknya juga..soale ada anjing lucuukkk disana

    ReplyDelete
  18. Duh, jd salting deh klo berhadapan sm mba un pastinya, kuatir diamati gitu. Pfft :D

    ReplyDelete
  19. dan aku punya prangko tintin yang kau mauuuuu :)...moga2 nanti dapet lagi buat pelengkap koleksimu yooo mak unieeek...musti ke museumnya di Brussels :)

    ReplyDelete
  20. wahh ternyata penggemar tintin yo maak, aku juga sukaa tapi ngga ngumpulin eyy...

    ReplyDelete
  21. wuidihhh ini pecinta Tintin sejati, lengkap kap serial yang dipunya, sampai hafal semua serinya, makasih ya atas partisipasinya mbak

    ReplyDelete