23 July 2016

Liburan dan Jalan-jalan Seru



"Ntar kita lewat jalan desa saja ya, asyik menikmati segarnya perkebunan teh Bedakah."

Begitulah percakapanku dengan suami saat kami hendak mengakhiri libur lebaran kapan hari. Selain untuk menghindari kemacetan khas lebaran, rasanya bakalan lebih seru deh kalau mengoptimalkan jalur alternatif dan menikmati perjalanan dengan santai.

sumber : futuready.com
Saat lebaran kemarin tentunya kita masih ingat kan tragedi Brexit (Brebes Exit). Tak perlu menyalahkan pihak ini dan itulah, kita sebaiknya mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Bagi para pemudik, selain kesiapan materi dan ketahanan fisik, berbagai persiapan lain perlu diperhatikan. Yaaaa namanya saja mau perjalanan jauh ya, jadi nggak cuma kondisi kendaraan saja nih yang perlu diperhatikan (bagi mereka yang mengemudi sendiri), persediaan 'logistik' maupun asuransi perjalanan yang bagus juga perlu dipertimbangkan dengan seksama. Untuk asuransi perjalanan ini, cara paling gampang sih aku sarankan intip di futuready.com, di sana banyak pilihan auransi perjalanan yang sesuai dengan kemampuan maupun ekspektasi kita.


Apakah kebanyakan teman-teman melakukan perjalanan mudik dari Jakarta?

Kalau keluargaku sih asli 'utusan daerah' ya, jadi ya perjalanan libur lebarannya ya situ-situ aja. Lebaran 2016 yang lalu aku dan keluarga menikmati liburan dan jalan-jalan seru seputar Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Berhubung dulu suamiku menghabiskan masa kecil dan remaja di seputaran Kabupaten Kedu, udah deh jalur-jalur tikus dia menguasai. Belok sana belok sini, masuk menerobos desa yang seumur-umur aku belum pernah lewat, segarnya hawa dingin khas dataran dingin, weeww... perfecto deh.

Ngomongin soal liburan ya, bukan anak-anak saja loh yang bisa maksimal menikmati liburan. Suka denger nggak sih bapak-bapak dan ibu-ibu yang suka berkeluh kesah seperti ini : "Nyenengin anak nih, ga pa-pa deh ibunya yang kelenger."

Helaaawwww.... ada yang begitu? Hihihiii... nggak usah jauh-jauh lah, aku pun kerap mengalaminya. Bukannya nggak ikhlas loh ya, manusiawi lah saat terbersit pikiran bakalan repot banget nanti saat liburan. Jangankan jalan-jalan liburan ya, di rumah aja juga repot.

Jadi, sebenarnya liburan dan jalan-jalan itu tak sekedar menyiapkan dana, bekal makan yang cukup, stamina, asuransi perjalanan yang bagus, dan segala macam persiapan yang kasat mata. Pernahkah bertanya pada diri sendiri bagaimana sih sebenarnya menikmati liburan a la anak-anak kita?

Aku dapet referensi nih dari Carla Naumburg, PhD, seorang penulis dan pekerja sosial yang tinggal di Boston, Amerika Serikat. Di web seleni.org dia sharing tentang how to enjoy your holidays like your kids. Carla memberi 7 tips menikmati liburan yang nikmat dan seru a la bocah :

Menikmati rest area di Kledung Pass berlatar Gunung Sumbing yang cantik

  1. Rancanglah harapan yang tidak muluk-muluk. Berlibur itu bukan berarti kita akan terbebas sepenuhnya dari hal-hal rutin yang biasa terjadi, misal pertengkaran anak, tertinggalnya sesuatu yang penting / yang harus dibawa, kurangnya baju bersih yang ada di tas, dan masih banyak lagi. Jika kita sendiri sudah memimpikan liburan itu berarti suasana adem ayem tanpa masalah, well... silakan stress deh ;)  Dengan tidak berharap terlalu muluk-muluk alias jalani saja liburan dengan apa adanya, diharapkan kita tidak terlalu kecewa saat menghadapi hal-hal rutin yang 'menyebalkan' itu ;)
  2. Bersikap fleksibel bila rencana awal tidak terpenuhi. Menjalani liburan nih, apalagi kalau liburannya dengan melakukan perjalanan jauh, kita harus siap dengan Plan A, Plan B dan plan-plan lainnya. Bayangin aja nih, udah susah-susah booking tiket untuk perjalanan, eeehh saat hari H mau berangkat anak kita malah sakit. Mau tetep jalan-jalan ninggalin anak sakit ? Enggak mungkin kaaaannn... Ya gimana lagi, prioritas utama ya merawat anak kita dulu. Usahakan ia beristirahat lebih awal agar kondisinya lebih membaik. Nah, sisa waktu yang kita punya bisa kan kita maksimalkan dengan pasangan tercinta di rumah.
  3. Tetaplah konsisten selagi memungkinkan. Liburan tuh emang ibarat break the rules maksimal, tapi sebagai orang tua kita juga harus ingat ada beberapa hal pada anak kita yang perlu kita perhatikan. Misalnya tidur yang cukup agar esok hari siap jalan-jalan dengan segar lagi. Apalagi bagi orang tua yang masih memiliki anak bayi ya, badan mereka nggak enak sedikit aja udah bakalan rewel deh. Oleh karena itu tetap perlu lah memperhatikan hal-hal seperti ini.
  4. Berliburlah dengan gembira dan santai. Suka kepikiran seperti ini kah : Mumpung lagi liburan nih, hari ini kita harus nyambangi semua saudara kita. Nah, masalahnya, lokasi tempat tinggal saudara yang akan dikunjungi itu saling berjauhan. Mana situasi jalan raya masih penuh tragedi kemacetan, belum lagi persiapan fisik keluarga yang bisa terkuras habis, bisa-bisa saat berkunjung kesana kemari malah jadi loyo semua nanti. Mari kita rancang rencana perjalanan yang make sense saja lah, bukankah niat awalnya liburan itu ingin gembira dan santai?
  5. Berpetualang maksimal. Saat liburan ya seringnya kita sebagai orang tua ingin membelikan banyak hadiah untuk anak-anak. Bukannya enggak boleh loh, tapi coba kita ingat, saat kita memberikan hadiah mainan baru, seberapa lama coba anak kita akan mengekspresikan kebahagiaannya dengan mainan tersebut? Palingan nggak lama dia sudah bosen. Atau kalaupun dia suka games dan seperti mendapat durian runtuh saat kita hadiahi dengan games player sesuai harapannya, apa yang bisa dinikmati bersama selama liburan kalau dia sibuk dengan gadget barunya itu. Mendingan jalan-jalan saja ke berbagai tempat baru. Iya sih capek, keringetan dan tentunya butuh dana lebih untuk jajan ini itu, tapi inget dulu dong bonusnya : kebersamaan. Kita yang nemenin dia jalan-jalan juga bakalan merasakan nikmatnya kebersamaan tersebut seperti yang dirasakan anak-anak. 
  6. Menikmati liburan. Masih suka kepikiran pekerjaan saat sedang liburan? Itu wajar saja. Tapi yang harus diingat, sepanjang rutinitas yang harus kita jalani sebelum masa libur tiba, apa sih sebenarnya yang kita impikan untuk membuat hidup kita berimbang? Kerja keras sepanjang waktu bakalan bikin badan dan mental kita aus. Perlu liburan untuk menjadi penyeimbang hidup. Jadi kalau pas liburan, ya nikmati saja liburan itu. Mega proyek yang lagi kita kerjakan nggak bakalan lari kemana-mana koq ;)
  7. Ciptakan ritual liburan yang menyenangkan bersama anak-anak. Ada kan yang suka menikmati liburan dengan crafting bersama anak-anak? Ada juga yang hobi gegoleran sambil baca buku kegemaran, ditemani secangkir cokelat hangat. Hmmm... nikmatul maksimal ;) Ada yang punya ritual liburan seperti keluarga kami kah : bangun siang :))

Bagaimana, sudah siap menikmati liburan seperti cara anak-anak kita yang gembira maksimal saat masa libur sekolah tiba?
Read More »

20 July 2016

Belanja Hemat a la Ibu Bekerja


"Wah, kok telurnya sudah habis ya, mana mau bikin sarapan cepet-cepet nih."

"Loh, ternyata sabun cucinya masih ada 2 bungkus, terlanjur beli lagi tadi sepulang kerja."

"Apa, garamnya udah habis? Gimana nih mau masak..."

Ahayyy... wahai ibu-ibu tercinta di seluruh dunia, ada yang pernah mengalami kejadian dengan model celetukan di atas? Buat yang hidupnya tertata dengan rapi dan on schedule, tentu saja menjadi perkecualian ya ;) Kalau aku sih udah selebor banget lah suka nggak ingat di rumah ada persediaan apa saja.

Iya bener nih. Kadang-kadang saking hobinya mantengin harga diskonan minyak di salah satu hyper market gitu, bisa kejadian di dalam lemari dapur berjejer minyak dua literan. Mumpung diskon gitu, tadinya Rp. 25.000 jadi Rp. 19.900 kan anugrah banget ya untuk ibu-ibu. Hajar bleeeehh... beli aja mumpung murah, toh enggak bakalan busuk kan minyak goreng kemasan gitu.

Di lain waktu saat hendak membuat minuman hangat di pagi hari untuk seluruh keluarga, baru nyadar kalau gula dan teh habis. Padahal kalau ibu bekerja (di luar rumah) sepertiku kan harus serba buru-buru ya. Haduuuhh... langsung panik gedor-gedor warung kelontong milik tetangga yang belum buka. Nyebelin ya.

Yang punya pengalaman sama hayuuukk sini rapatkan barisan heheheee....

Mau nanya sekalian nih, para ibu bekerja rata-rata belanja kebutuhan sehari-harinya pas apa nih? Malam minggu, setiap kali abis gajian, tiap kali ada barang keperluan di rumah yang habis saja, atau bagaimana?

Dulu banget ya aku tuh hobi belanja kebutuhan bulanan setiap hari Sabtu setelah gajian. Biasanya ya memang pas, di akhir bulan banyak sekali barang kebutuhan keluarga yang sudah habis. Udah bikin segala list barang yang mau dibeli. 

Apa yang terjadi kemudian, sodara-sodara? Barang yang dibeli akhirnya banyak yang tidak berasal dari daftar belanjaan yang dibawa. Lapar mata selalu menjadi masalah terbesar bagiku saat belanja. Ya kan mumpung lagi ke supermarket gitu, banyak barang yang tidak ada di warung-warung kelontong dekat rumah. Udah yang penting beli aja dulu gitu. Lalu saat harus membayar total belanjaan barulah menahan tangis saat jumlah yang tertera di struk belanja jauh di luar perkiraan. Huhuhuuuu... tau-tau sudah berkurang banyak deh uang belanjaannya.

Merasa memiliki pendapatan sendiri memang menjadi cobaan tersendiri bagi ibu bekerja macam aku ini. Suka slebor aja mikir, "Ah, ntar kalau habis kan tinggal minta suami." Hihihiii.. curang banget ya pemikirannya. 

Makanya sekarang sudah insyaf deh klinong-klinong ke supermarket dengan pola pikir di atas. Berikut ini beberapa tips belanja hemat yang kupraktekkan demi mendukung 'ketahanan ekonomi' rumah tangga ;) :
  1. Sadar isi dompet dan rekening. Oke, punya pendapatan sendiri tidak berarti bebas membelanjakan sesuka hati. Kadang-kadang sekedar memberi reward pada diri sendiri dengan membeli barang kesukaan oke lah. Tapi kalau barang tersebut sampai menghabiskan hampir seluruh pendapatan, tentunya juga udah keblinger ya ini namanya. Mari berbelanja sesuai kemampuan saja.
  2. Buat daftar belanja dan patuhi daftar tersebut dengan benar-benar. Seperti yang sudah kutulis di atas tadi, seringkali banyak barang yang tidak masuk dalam daftar belanjaan asal kita comot saja dan taruh di keranjang belanjaan. Ah siapa tau nanti di rumah berguna, pasti begitu kan ya pikir kita. Padahal nantinya mungkin saja barang tersebut malah ngendon lama nggak dipakai-pakai. 
  3. Susun prioritas barang-barang yang akan dibeli. Kadang kala ada barang yang bawaannya pengin kita beli sesegara mungkin. Udah ayem saja kalau barang tersebut sudah kita miliki, padahal sebenarnya urgensinya tidak seberapa. Butuh kecermatan ibu sebagai manajer rumah tangga dalam menentukan skala prioritas barang kebutuhan keluarga yang akan dibeli lebih dahulu.
  4. Tidak mudah tergoda barang diskonan. Eeee sumpe lo gak mau beli barang diskonan? Hahahaa... ini sudah menjadi cobaan terberat ibu-ibu manapun di seluruh penjuru dunia. Mana bisa enggak beli barang yang didiskon hingga 50% saat kita belanja. Barang tersebut sudah melambai-lambai begitu cantiknya di depan mata, masak enggak dibeli meskipun tak ada di dalam daftar belanjaan? Nah loh, siapakah yang sering mengalami seperti ini? Hayuuuk sini temani aku ;) Sepertinya kita harus berjuang ekstra keras untuk lempeng pada tujuan utama saat belanja. Abaikan diskon segede gaban jika memang tidak membutuhkan barang tersebut. *sambil komat-kamit minta dikuatkan iman


Demi membatasi piknik mata yang tak berkesudahan, aku lebih sering belanja di warung dekat rumah maupun minimarket seperti toko mitra Alfamart. Banyak kan sekarang toko mitra Alfamart yang berada di sekeliling kita. Salah satu solusi untuk membentengi diri agar tidak gelap mata saat belanja yang mendingan pilih saja membeli kebutuhan keluarga yang sudah habis di toko terdekat. Bawa uang ngepas aja biar belanjaan enggak membengkak ;)
Read More »

18 July 2016

Daftar Peserta Giveaway Aku dan #KameraPonsel

Halo halo haiiiii...

Maaf banget yak teman-teman, deadline giveaway Aku dan #KameraPonsel sudah lewat 3 hari tapi baru bisa update list peserta hari ini. Hihiiii... emak-emak rempong lagi riweuh urus anak masuk sekolah nih. Adaaaa aja persiapan masuk sekolah yang masih belum terpenuhi sampai pas deadlinenya. Udah kayak ikutan giveaway Aku dan #KameraPonsel aja ya mepet-mepet deadline, uhuks ;) 

Terima kasih tak terhingga ya untuk sobat blogger yang telah berkenan meluangkan waktu untuk ikutan giveawayku ini. Berikut ini daftar pesertanya, bagi yang merasa namanya belum masuk silakan bisa japri via FB, twitter maupun instagram.




NAMA
URL


1
Pusvitasari

2
Abdul cholik

3
Ihwan Hariyanto

4
Diah Siregar

5
Eko Nurhuda

6
Naurah Kida

7
Rifky Jampang

8
Tri Sulistyowati

9
Nuryani

10
Munasyarotul

11
Rakhmawati

12
Usup Supriyadi

13
Relita Aprisa

14
Afin Yulia

15
Tri Wahyu Handayani

16
Noer Imma Kaltsum

17
Hendra Suhendra

18
Dita Indri Hapsari

19
Yeni Susanti

20
Baiq Rosmala

21
Hastira Soekardi

22
Arinta Adiningtyas

23
Yohanna Siallagan

24
Yuni Marliasari

25
Bai Ruindra

26
Andik Taufiq

27
Zainal Muttaqien

28
Didik Jatmiko

29
Wenny Pangestuti

30
Relinda Puspita

31
Hendra Suhendra

32
Jiah Al Jafara
http://www.jiah.my.id/2016/06/susah-gaya-salam-dua-jari-saja.html

33
Dias Shinta Dewi
https://diasshintaiyas.wordpress.com/2016/06/26/kisah-antara-aku-dan-kamera-ponselku/

34
Yustrini

35
HM Zwan

36
Neisia Larasati

37
Enny Rida

38
Monda Siregar

39
Catur Guna

40
Farhan Al-Fattah

41
Muhammad Husnul K.

42
Nur Rochma

43
Luluatul Khodijah

44
Fajar Ro'is Ardiansyah

45
Ina Tanaya

46
Indrias Wahyuni

47
Bartolomeus Varian

48
Rosa Linda

49
Nurul Dwi Larasati

50
Gusti Indah Primadona

51
Casmudi

52
Puji Ariningsih

53
Anjar Sundari

54
Jang Syauqi

55
Evrina Budiastuti

56
Rustop Tomy

57
Cecep Sopian

58
Rahmat Fazilah

59
Nurul Ulu Wachdiyyah

60
Farida Zulkaidah Pane

61
Ophi Ziadah

62
Dwi Sari

63
Winwin Faizah

64
Winwin Faizah

65
Shinta Theresia

66
Ratna Dewi

67
Alfiandar

68
Arief Suprapto

69
Susanti Dewi

70
Widyanti Yuliandari

71
Erny Kurniawati

72
Myra Anastasia

73
Evita

74
Nur Afilin

75
Dwi Murniati

76
Isnaini S Ibiz

77
Anggarani

78
Neti Suriana

79
Vety Fakhrudin

80
Retno Septyorini

81
Diah Kusumastuti

82
Okti Li

83
Siti Haifa

84
Agustina DJ

85
Ismiy

86
Diah Siregar

87
Winwin Faizah

88
Dian Farida Ismyama

89
Dwi Aprilytanti H

90
Hairul Amri

91
Uwan Urwan

92
Devi Yudhistira

93
Ani Apriani

94
Levina Mandalagiri

95
Witri Prasetyo Aji

96
Ria Mustika Fasha

97
Nur Sitakurniakasih

98
Esmasari Widyaningtyas

99
Kartika Eka

100
Lisa Maulida

101
Ety Abdoel

102
Airenie

103
Arif Budi Hartoyo

104
Anisa Ae

105
Handriati

106
Rita Dewi

107
Susanto

108
Riska Ngilan

109
Khalida Fitri

110
Mirna Kei Raharjo

111
Eri Udiyawati

112
Ifa Avianty

113
Mochammad Faizun

114
Attini Zulfayah

115
Merida Merry

116
Ria Rochma

117
Entik

118
Fitri Handayani

119
Prita HW

120
Khoirur Rohmah

121
Mariana

122
Rinda Gusvita

123
Rudi G. Aswan

124
Rahayu Pawitri

125
Anindya Rahadi

126
Mar'atus Solehah

127
Tarry Kitty

128
Irawati Hamid

129
Juliastri

130
Suci Santy Risalah

131
Hidayah Sulistyowati

132
Sumarti Saelan

133
Galih Pramudita

134
Hanik Mudrikah

135
Richa Miskiyya

136
Unni Riska

137
Rina Susanti

138
Desi Namora

139
Gilang Maulani

140
Tya Napitupulu

141
Leila Niwanda

142
Baiq Rosmala

143
Arif Rahman

144
Napitupulu Rodame

145
Lia Harahap

146
Ochie

147
Nanang Hernanto

148
Bang Doel

149
April Hamsa

150
Triadi C. Laksono

151
Dian Nafi

152
Siti Mudrikah

153
Pungky Prayitno

154
Witri Prasetyo Aji

155
Rahmad Al-Abrar

156
Febri Dwi Cahya

157
Ika Puspitasari

158
Ajeng R. Pitakasari

159
Dony Prayudi

160
Helmiati Sirajudin

161
Hardivizon

162
Lidya Fitrian

163
Arinta Setia

164
FJ Ismarianto

165
Titin Titan

166
Amy Zatiningsih

167
Arina Mabruroh

168
Windi Teguh

169
Mochammad Sobrian

170
Lestari

171
Nadia Lidzikri

172
Tuti Tresnawati

173
Riana Dewie

174
Syifa Fauziah

175
Uwien

176
Ernawati Lilys

177
Husnul Aini

178
Murtiyarini

179
Sri Rahayu

180
Kanianingsih

181
Izzah Annisa

182
Lianny Hendrawati

183
Herva Yulyanti

184
Putu Sukartini

185
Ade Anita

186
Ruth Ninajanty

Read More »