19 September 2017

Yakin Indonesia Bisa Bersatu?






Dasar lo Ci*a pelit, tak tau diuntung.

Daripada lo Jaw* males, ga mau usaha....

*lalu berantem... bawa genk masing-masing... kerusuhan... blow up di sosmed.. WA group isinya repost repost beginian 😢


Duh suka miris nggak sih saat mengetahui kejadian seperti ini? Ada beneran yang kayak gitu di negara tercinta kita Indonesia ini? 

Kadang nggak habis pikir deh, yang pada suka ribut itu udah mengerjakan apa saja sih untuk dirinya sendiri? Untuk diri sendiri loh, belum lagi untuk keluarga. Yang lebih besar lagi skalanya adalah untuk bangsa dan negara yang selama ini sudah menjadi tempat tinggal. Nggak harus hidup penuh tekanan seperti pendahulu bangsa yang bersakit-sakit menghadapi penjajah Belanda maupun Jepang kan?

Nah iya, jaman udah merdeka gini loh kok ya masih saja mengungkung diri dalam sempitnya pandangan yang terlalu meng'aku'kan dunia. Self confidence sih memang perlu ya gaes, tapi kalau selfish jelas BIG NO dooongg...

Yuk kita coba lihat sekeliling kita, apakah semua orang yang kita temui berasal dari agama ataupun etnis yang sama dengan kita. Ini Indonesia loh gals (karena men udah terlalu mainstream), alias Nusantara, jajaran ribuan pulau yang membentuk satu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penduduk Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke itu jelas memiliki keistimewaan masing-masing. Segala macam etnis berbaur menjadi satu saat sedang berinteraksi dalam level nasional. 

Berkaitan dengan kemajuan teknologi, interaksi tanpa batas kini sudah ada dalam genggaman. Bermodalkan smartphone termurah sekalipun, sekarang hampir semua orang bisa mengakses berbagai web, kanal, sosial media maupun berbagai chatting platform

(forward info 'asyik' di WA group)
Eh gaes, liat ni kyai brainwash santrinya supaya sapu bersih agama lain.
Ah masaaaa... ngaco lo.
Nih, loe baca sendiri aja klo ga percaya.
Haish... jangan sembarangan ya lo ngehina agama gw.

Endebreee.. endebreee... dan bincang-bincang hangat berdasarkan sepotong informasi di WA group (WAG) itu terus berlanjut. Makin panas dan kian meruncing manakala di WAG itu isinya orang-orang yang berasal dari berbagai jenis agama dan suku. Ada yang senang karena bisa menggosok info tidak jelas tadi, ada yang merasa tidak terima karena agamanya dilecehkan. Unsur utama tentang kebenaran dari sepenggal forward-an broadcast tadi menjadi tidak penting lagi untuk ditelusuri.

Masih ada yang kayak gitu? Jika ada, apakah lalu yakin Indonesia bisa bersatu?


Peran Netizen untuk Persatuan Indonesia

Makin mudahnya kita mengakses segala macam informasi yang tersedia di dunia maya bukan berarti kita bisa sembarang menyebarkannya secara auto mode ya. Klik dan share tanpa dipertimbangkan terlebih dahulu manfaat dari informasi tersebut, bahkan yang paling fatal saat kita tidak memperhatikan kebenaran dari isi berita tadi. 

Sekretaris Jendral MPR RI Bp. Ma'ruf Cahyono

Berbagai kasus penyebaran hoax yang berpotensi ke arah perpecahan bangsa memang memprihatinkan. Berangkat dari kondisi ini MPR RI menginisiasi netizen gathering di berbagai kota di Indonesia. Pada tanggal 16 September 2017 yang lalu, bertempat di Hotel Grandhika Semarang, MPR RI mengajak netizen Semarang untuk ngobrolin bareng soal 4 Pilar MPR RI dan peran netizen dalam penyebaran informasi yang bermanfaat di dunia maya.

Apa saja sih 4 Pilar MPR RI itu?
  1. Pancasila
  2. Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Bhinneka Tunggal Ika

Enggak perlu disebutin satu-satu kan ya sila-sila yang ada di dalam Pancasila? 😉

Bukan tanpa alasan loh kenapa Ketuhanan Yang Maha Esa itu dijadikan sila yang pertama. Masing-masing dari kita yang mengaku beragama, diharapkan melakukan tindakannya berdasarkan ajaran kebaikan dari masing-masing agama yang dianutnya. Bukan untuk saling tanding antar agama. Nggak bakal selesai lah bila saling mengunggulkan agama masing-masing. Seperti yang kita tau selama ini, manakala seseorang telah meyakini ajaran tertentu, pasti menurutnya itulah yang terbaik untuknya.

Lalu apakah salah bila kita menganggap agama dan keyakinan kita itu yang terbaik? Tentu tidak, dong. Mengamalkan segala kebaikan yang diajarkan oleh agama yang menurut kita terbaik itu justru menunjukkan pemahaman yang lebih hakiki. Nggak ada kan agama yang mengajarkan kita untuk berbuat kejahatan?

Trus jadi pertanyaan besar manakala di sosial media seru sekali baku hantam dengan bawa-bawa sensitivitas agama? Karepe opo?




Pada netizen gathering tersebut hadir juga Ibu Siti Fauziah SE, MM selaku Kepala Biro Humas Sekjen MPR RI dan Bp. Bambang Sadono - Ketua Badan Pengkajian MPR RI. Secara khusus kepada netizen Bp. Bambang Sadono mengingatkan tentang posisi sosmed dan peran sosmed dalam memperkuat posisi bangsa. Sadar kan jika sosmed itu selain memiliki pengaruh luar biasa juga memiliki daya rusak yang hebat?

Salah satu contoh daya rusak tadi ya seperti contoh di atas. Sepotong hoax yang tersaji di sosmed, dalam kecepatan yang melebihi kecepatan maksimum pesawat tempur melintasi perbatasan, dalam sekian menit sudah sampai kemana-mana. Dari sumbernya yang mungkin saja berada di pelosok desa, berita hoax itu tersebar ke seluruh penjuru negeri, bahkan bisa jadi telah mencapai belahan bumi yang lain.

Yang jauh lebih menyedihkan dari itu, penerima hoax yang tanpa babibu sudah sedemikian bangga membagikannya kemana-mana. Hal seperti ini lah yang terus menerus harus diedukasikan kepada masyarakat. Dari substansi informasi yang diberikan saja jelas kelihatan loh kalau hoax ini, belum lagi etika cara penyampaiannya. Aroma hasutan dan kebencian bakalan terasa sekali dalam sepotong berita hoax. Kita harus makin waspada pada hal-hal semacam ini.

Yakin Indonesia bisa bersatu meski perpecahan timbul di sana sini?

Sejak jaman Indonesia belum berdiri, wilayah kita ini sudah dikaruniai keistimewaan sebagai negeri dengan ribuan pulau. Beraneka ragam suku dan budaya membangun kita menjadi satu kesatuan. Para pendiri negeri pun dengan percaya diri mencetuskan Bhinneka Tunggal Ika. Meski berbeda-beda, kita ini tetap satu.

Lalu relakah kita, yang menjadi inspirasi bangsa-bangsa lain soal toleransi, jika harus terpecah-belah hanya untuk kepentingan segelintir orang? Segolongan orang yang menangguk keuntungan dari kehebohan di dunia maya. Hih, kita hajar bareng yuuukk yang model-model begini. Hajarnya dengan cara yang beradab dooong tentunya. Kita lawan semua konten negatif ini dengan menyemarakkan dunia maya dengan konten-konten positif. Bersuka ria di sosmed toh bisa sembari nge-share informasi yang penting dan bermanfaat kan?




Aku Jawa, kamu Sunda, kamu etnis Tionghoa, kalian beragama Budha, kalian pemeluk Nasrani, Indonesiakah kita? Jelas dong. Kita semua orang Indonesia yang cinta pada NKRI dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika tadi.



Read More »

13 September 2017

ICT Watch Mendukung Budaya Internet Baik




Penggunaan gawai untuk berbagai tujuan kini kian marak. Tak sekedar kaum muda dewasa saja yang telah fasih menggerakkan jemarinya, baik untuk berselancar di dunia maya maupun mengirimkan teks ataupun foto ke sosial media.

Remaja dan anak-anak pun kini bisa diibaratkan telah terpapar secara dahsyat oleh kemajuan teknologi dengan menggunakan internet. Banyak anak berusia di bawah 12 tahun yang telah terbiasa memegang gawai untuk berbagai keperluan, mulai dari main game, bersosial media maupun mengakses berbagai web. 

Kontrol atas penggunaan internet ini terkadang lupa dilakukan dalam lingkungan keluarga, terutama orang tua terhadap putra-putrinya. Kondisi yang rawan inilah yang kemudian menjadi alasan Telkomsel sebagai provider selular terbesar, terutama dalam penyediaan data internet bagi masyarakat merasa ikut bertanggung jawab. 

Sejak tahun 2016 Telkomsel mencanangkan program #InternetBaik dengan melakukan roadshow berupa seminar dan workshop ke berbagai kota di Indonesia. Selama dua tahun terakhir ini Telkomsel menggandeng rekanan yaitu Yayasan Kita & Buah Hati, Kakatu dan ICT Watch. Pada 2017 ini roadshow #InternetBaik akan menyasar 15 kota, sama dengan yang telah berjalan tahun sebelumnya.


Sejalan dengan misi tersebut di atas, ICT Watch yang sejak tahun 2002 mencetuskan ide advokasi Internet Sehat, turut berpartisipasi aktif dalam mengedukasi masyarakat berkaitan dengan penggunaan internet sehat. Sejalan dengan yang dinyatakan Ian dari IT Research ICT Watch, pendekatan internet sehat sebaiknya dimulai dari kalangan keluarga.

Seberapa sering orang tua melepas anak sendirian saat sedang memegang gawai? Apa saja kira-kira yang diakses anak ketika tersambung internet melalui gawainya?

Permasalahan yang sering terjadi berkaitan dengan paparan internet pada anak ini menjadi perhatian utama program #InternetBaik ini. Khusus dalam lingkungan keluarga, yang perlu diwaspadai dalam pemanfaatan internet antara lain :
  • kecanduan online
  • terpapar konten negatif
  • cyberbully
  • pelanggaran privasi 
  • terkena efek pedofil online
  • terpapar informasi bermuatan radikalisme



Langkah nyata dukungan untuk #InternetBaik dalam masyarakat bisa berupa :
  1. Mendorong komunitas / relawan untuk turut mengkampanyekan pemanfaatan internet secara baik.
  2. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlunya internet baik.
  3. Edukasi ke siswa, orang tua dan guru seputar penggunaan #InternetBaik.

Jika Telkomsel, ICT Watch dan beberapa lembaga lainnya telah memfokuskan perhatian bagi generasi muda seputar penggunaan internet yang sehat, bagaimana dengan papa-mama-oom-tante pembaca blog ini?



Sumber referensi :
- http://internetsehat.id/
Read More »

31 August 2017

Pengacara Itu Menjerat Hatiku



Hahaiii.... dikirain lagi mau ngebahas mas bojo ya pake judul begituan? 😉




Ini nih, kapan hari ditanyain oleh teman blogger Gandjel Rel, Mba Irfa Hudaya dan Dani Ristiawati, siapa penulis favoritmu. Buat teman-teman sesama doyaner buku dan sering ngibril-ngibril denganku, pasti tau dong siapa penulis favoritku.

Yoihhh... sejak awal kuliah tahun 90an dulu, aku udah ngefans berat sama bapak pengacara satu ini. Sebagian besar karya John Grisham menjadi sesi bacaan lanjutanku setelah di era sebelumnya aku gemar membaca serial detektif Pasukan Mau Tau-nya Enid Blyton, Trio Detektif-nya Alfred Hitchock, kisah petualangan Noni-nya Bung Smas, Imung-nya Arswendo Atmowiloto dan sepak terjang polisi Kosasih & sahabatnya Ghozali karya S. Mara GD. Nggak tau kenapa ya aku selalu suka novel dengan genre seperti itu.

Berkisah tentang apa sih karya-karya John Grisham?



The Firm merupakan novel karya John Grisham yang pertama kali kumiliki. Sebenarnya novel Grisham yang lebih awal terbit adalah A Time To Kill, sayangnya naskah tersebut kurang sukses di awal terbitnya. Barulah setelah Grisham naik daun berkat karyanya The Firm dan The Pelican Brief (yang kemudian naik ke layar lebar dan sukses berat), A Time To Kill republished oleh penerbit barunya dan kemudian juga difilmkan.

Udah saking lamanya yaaa punya The Firm dan The Pelican Brief, aku lupa-lupa ingat apa kisahnya. The Firm naik ke layar lebar diperankan oleh si ganteng Tom Cruise sebagai pengacara muda yang berambisi banget memasuki firma hukum yang dikiranya sempurna untuk karirnya. Sedangkan The Pelican Brief aktris utamanya adalah Julia Robert, si cantik yang berakting sempurna juga di Pretty Woman. Masih ingat Pretty Woman kan yaaa wahai kawan-kawan yang seumuranku?


salah satu seri bacaan yang kayaknya enggak bakalan di-preloved-in 😉


Rata-rata kisah yang diangkat oleh John Grisham ke dalam novelnya memang bertutur seputar kehidupan di dunia hukum dengan tokoh utama praktisi hukum. Kok bisa gitu sih?

Pada suatu saat dalam hidupnya, ketika sedang berada di pengadilan, Grisham mendengarkan pernyataan yang sangat menyedihkan dari seorang gadis berusia 12 tahun korban perkosaan. Grisham lalu berpikir, bagaimana ya kejadiannya bila ayah sang korban kemudian membalas dendam dengan membunuh si pemerkosa.

Lalu Grisham mulai mengutak-atik kisah tersebut di antara reses sidang-sidangnya dan di waktu luangnya. Setelah 3 tahun menyusun tulisan itu, jadilah novel A Time To Kill yang menceritakan tentang gadis kulit hitam berusia 10 tahun yang diperkosa dan dianiaya dengan amat sadis. Ayah dari gadis kecil Tonya itu lalu membunuh kedua pelaku pemerkosaan yang ternyata merupakan penganut rasisme, menganggap kaum kulit hitam itu sebagai kelas bawah yang layak diapakan saja.

Ya, Tonya adalah gadis kecil warga kulit hitam di kota Clanton. Sebelum membunuh kedua pelaku perkosaan, sang ayah (Carl Lee Hailey) sempat berbincang dengan seorang pengacara bernama Jake Brigance. Dia bertanya apakah bisa nantinya bebas dari tuntutan apabila dia melakukan balas dendam dengan membunuh kedua pelaku yang telah melakukan hal biadab kepada anak perempuannya.

Tentu saja Jake mencegah Carl untuk melakukan tindakan tersebut. Namun dendam dan rasa putus asa membuat Carl nekat. Akhirnya dia digelandang ke tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Nafas rasisme yang kuat berhembus di kota Clanton membuat peradilan yang akan dikenakan kepada Carl menjadi tidak fair. Seluruh juri yang akan mengikuti sidang Carl ini semuanya dari etnis kulit putih. Bisa dibayangkan ya, seorang kulit hitam yang membunuh 2 orang kulit putih, dan jurinya orang kulit putih semua.

Carl menunjuk Jake Brigance untuk menjadi pengacaranya. Dari sanalah perubahan hidup Jake berjalan dengan cepat. Tak sekedar mencoba menyelamatkan nasib Carl Lee Hailey sekeluarga, namun Jake juga terpaksa mengungsikan keluarganya karena mendapatkan ancaman serius dari kelompok rasis Ku Klux Klan.

Trus gimana akhirnya?

Yeee... baca sendiri dong bukunya, masak diceritain di sini. Buku A Time To Kill-ku yang cover lawas entah kemana, jadi akhirnya aku beli baru lagi dengan cover yang telah berbeda. Sayang sekali hiks.... aku termasuk pecinta buku yang jauh lebih menggemari buku dengan cover pertama kali terbit.

Nah, saat mengikuti kisah seperti yang kuceritakan di atas, penulis piawai sekali mengolah cerita. Fokus utama bukan pada kengerian kejadian perkosaan maupun pembunuhan kedua orang yang kusebutkan tadi. John Grisham selalu bisa menyelipkan unsur-unsur humanisme ke dalam novel-novelnya. Meski banyak yang beranggapan novel thrillernya ini berat untuk dilahap, ada banyak hal yang berbau humanis ditiupkan dalam ruh kisah-kisahnya. Poin inilah yang susah membuatku berpaling dari si bapak pengacara satu ini.


The Confession merupakan buku terbaru dari John Grisham yang kupunya. Yang setelah itu belum beli. 😃 Ceritanya baguuuuss banget, hatapi tebelnya dooongg udah sebantal sendiri. Novel ini berkisah tentang : An innocent man is about to be executed, only a guilty man can save him.

Seorang pemuda kulit hitam, bintang football di kota Slone, ditangkap 9 tahun yang lalu dengan tuduhan penculikan, perkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis yang populer sebagai cheerleader di kotanya. Berbagai upaya hukum telah ditempuh Donte Drumm untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

4 hari sebelum eksekusi hukuman mati bagi Drumm, nun jauh di negara bagian lain seorang langganan keluar masuk tahanan bernama Travis Boyette mengaku kepada salah satu pendeta di Kansas. Boyette mengaku dialah yang telah melakukan tindakan perkosaan dan pembunuhan yang dituduhkan kepada Drumm tadi. Sepanjang hidupnya dilalui dengan berbagai kekacauan, namun saat tumor di kepala hadir dan membuatnya sakit sepanjang hari, Boyette ingin sekali melakukan satu hal yang benar dalam hidupnya. Sang pendeta pun bingung apa yang harus dilakukannya. Dia buta hukum, terlebih lagi kota Slone dimana Drumm akan dihukum mati sangat jauh letaknya dari kota tempat tinggalnya. Belum lagi Boyette yang angin-anginan kesana kemari dan tidak taat melapor ke rumah singgah yang menjadi tempat bernaungnya selama mendapat hukuman.

Trus gimana dong akhirnya, bisakah hukuman mati Drum dihentikan dengan pengakuan Boyette itu? Sang pendeta terpaksa mengemudi ke Slone, membawa serta Boyette yang sudah merasa berada di ambang ajal, hanya belasan jam jelang eksekusi suntik maut dilaksanakan. Iiihhh... pas kisahnya masuk ke bagian ini aku deg-degan bangeeeetttt man teman.

Jadi kangen pengin baca-baca buku lawas dari John Grisham lagi, penyegaran atas semua kisah kemanusiaan  berbalut proses hukum yang disajikannya dengan apik. Pengin juga berburu buku berikutnya dari Grisham. Udah ikutan newsletter dari klub pembaca Grisham, hanya saja buku yang terbit di USA sana biasanya agak berjeda lama dengan peredarannya di Indonesia.

Mungkin tak semua teman suka ya penulis model begini. Boleh dooongg ceritain siapa penulis favoritmu di kolom komen. Hyuuukk...


Read More »

27 August 2017

ASUS VivoBook S S510 : Solusi Digital Terbaik untuk Mama Aktif





Eh, ada spot cakep nih di sini, kita wefie yuuukkk...

Ntar-an aja deh, aku lagi rempong nih. Kudu submit data ke bos segera.

Lalu acara bersenang-senang pun buyar. Krik krik.... 

Pernah nggak sih pada ngalamin yang seperti itu? Enggak harus yang submit data deh. Misal kudu ngerjain deadline artikel blog padahal di waktu bersamaan harus explore suatu tempat kece yang potensial untuk jadi bahan postingan blog juga. Bakalan galau kan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, dua-duanya sama-sama penting.

Mau nggak mau, dalam keseharian kita memang dihadapkan pada permasalahan tersebut. Dalam waktu bersamaan harus mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Terkadang bukan soal manajemen waktu yang meleset. Semua sudah on schedule, namun acapkali tugas-tugas mendadak datang di saat kita sedang menikmati tugas reguler.




Dalam perkembangan dunia kreatif, penggunaan perangkat digital menjadi suatu hal yang tak terelakkan lagi. Bagi blogger sepertiku, keberadaan notebook benar-benar dibutuhkan. Apalagi aku tipe blogger yang nggak bisa ngeblog pake smartphone. Selain karena jempol bengkak yang bakalan bikin typo abis sepanjang menulis, mata minus sekianku sepertinya lelah banget harus memandang layar smartphone dengan penuh cinta.

Lalu notebook yang seperti apa nih yang cocok untuk mama blogger aktif sepertiku? Apakah yang kecil aja, yang ukuran 12 inch gituh biar gampang bawa-bawanya?

Sepertinya sih memang paling cocok bawa notebook kecil gitu kemana-mana ya. Tinggal sleseeeepp gitu aja tiap kali mau dibawa kemana-mana. Tas kemayu pun tak harus diganti ransel agar bisa memuat si notebook mungil ini.

Pandanganku jadi berubah ketika pada 15 Agustus 2017 yang lalu aku memandang penuh terpesona pada ASUS VivoBook S S510.

captured by Om Yahya

Seperti yang pernah kutulis pada artikel sebelumnya tentang 6 notebook terbaru ASUS, pada event The Edge of Beyond ada satu notebook kece, yang menurutku paling sederhana dibanding kelima notebook lainnya. Meski sederhana, tampilan dan performanya tak kalah apik loh.

Iya, hatiku tertambat pada VivoBook S S510 💕💖💗



Notebook 15 Inci yang Ringan dan Ekonomis


Coba deh bayangin, saat aku merindukan notebook berlayar mumpuni agar mataku enggak jelalatan melototin tulisan, eeeehhh... ini si ASUS VivoBook S S510 malah muncul di depanku. Notebook ini ya meskipun memiliki layar berukuran 15 inci, namun dia punya bentang chassis berukuran seperti notebook 14 inci pada umumnya. Ringkasnya ukuran VivoBook S ini dimungkinkan oleh teknologi NanoEdge. Jadinya ringkes banget loh, bahkan jika harus dimasukkan ke dalam tas cangklong.




Bahu bisa mati rasa maaakkk kalau kudu bawa laptop.

Eh itu kan kalau laptop lainnya. Ini ya, si VivoBook S S510 ini meski layarnya seluas hatiku, tapi dia cukup ringan loh. Bobotnya hanya 1,7 kilogram, jauh lebih ringan dibandingkan pouch yang biasa kubawa, yang isinya bedak, lipstik, pembersih wajah, body lotion dan krim pemikat hati. Halaaahh....

Notebook yang satu ini tebalnya hanya 1,79 cm, jauh lebih tipis kan dibandingkan novel Casual Vacancy, yang terus terang hingga kini belum juga selesai kubaca. Untung saja aku tak harus nenteng novel itu kemana-mana hihiiii... Mendingan peluk-peluk VivoBook S ini ajah. Dia udah komplit lah didukung prosesor Intel Core generasi ke-7 yakni Intel Core i5 7200U yang punya kecepatan hingga 3.1GHz. Kombinasi ringkas, tipis dan ringan tersebut membuat notebook ini cocok untuk diajak bepergian.

ASUS VivoBook S S510 memang ditujukan untuk mereka yang aktif, dinamis dan penuh gairah. Intinya notebook ini didesain sebagai perangkat premium untuk mendukung aktivitas dan gaya hidup sehari-hari tetapi tetap ramah dari sisi budget.

Jelas dong, untuk mamah aktif dan penuh perhitungan <<<PENUH PERHITUNGAN>>> aku harus berpikir sekian ratus kali jika harus menebus notebook dengan harga di atas 10 juta. Kebutuhan lipstik, bedak dan SPP anak terus mengejar nih soalnya. Masak pengin tampil stylish aja harus berkorban sampai berdarah-darah ah buat dapetin notebook.



Desain Notebook yang Mendukung Penampilan


Kalau bisa tampil gaya, kenapa enggak.....



Ah, keplakable banget nih yang suka bilang gitu hehehee... Tapi rata-rata orang kan saat memilih suatu barang selain dilihat fungsinya juga diperhatikan efeknya dalam menunjang penampilan kan? Begitu juga saat memilih notebook dong. 

Mirip lah dengan kecenderungan fashion, saat kita memilih sesuatu mulai dari kendaraan, aksesoris, tas, sampai ke gadget termasuk smartphone hingga notebook, kita bakalan memilih yang cukup mewakili kepribadian kita. Untuk alasan inilah aku pun tertambat pada si VivoBook S S510 yang memang paling cocok mewakili citra diri dan mendukung aktivitas digital harianku.

ASUS VivoBook S510 memberikan kombinasi sempurna antara keindahan desain dan performa laptop. Memiliki bezel NanoEdge 7,8mm yang tipis, finishing logam yang sempurna, prosesor Intel Core i5 generasi ke-7 dengan RAM 4GB. Ditambah grafis NVIDIA GeForce 940MX, VivoBook S S510 memang sesuai untuk gaya hidup perkotaan yang serba cepat.

Bagi aku yang bekerja atau berkegiatan dengan notebook untuk beberapa hal seperti mengedit dokumen maupun menyunting naskah, beneran kebantu loh dengan ukuran display-nya yang 15,6 inci. VivoBook S S510 beneran bikin terkagum-kagum ketika melihat layarnya karena tampak tidak memiliki bezel alias bezel-less. Ratio atau perbandingan luas layar dengan body-nya mencapai 80 persen.

Kece banget kan cara ASUS menempatkan layar monitor berukuran 15,6 inci pada body notebook yang biasanya punya ukuran layar 14 inci. Masuk ke tas tentengku yang kemayu pun gampang. Layar notebook tersebut mampu menampilkan kualitas dan detil warna yang tajam berkat resolusi Full HD serta teknologi unggulan ASUS lainnya untuk mengoptimasi tampilan layar, seperti ASUS Splendid Technology, ASUS Tru2life dan lainnya.


Ngeblog bisa dimana saja dan kapan saja


Performa Cepat Berkat Dual Storage 


ASUS tidak pernah absen untuk mengedepankan aspek performa pada tiap perangkat buatannya, tidak terkecuali notebook yang satu ini. Selain dukungan kemampuan prosesor yang mumpuni untuk mengolah sistem dengan baik, ASUS VivoBook S S510 turut dilengkapi dengan RAM berukuran 4GB DDR4 berkecepatan 2133MH dan dua buah storage yang dikombinasikan antara HDD dan SSD.

Baru aja kapan hari aku mengeluhkan lolanya notebook lamaku yang hanya memiliki RAM 2GB. Dengan VivoBook S ini tentunya permasalahanku bakal teratasi. Penggabungan antara SSD dan HDD akan menghasilkan perangkat yang gesit untuk membuka maupun menutup aplikasi hingga multitasking sekaligus mampu menampung banyak program di dalamnya.

Suka kezeeeelll kan ya kalau pas diburu-buru waktu, eh notebook kita dipakai buka beberapa tab dalam satu window aja udah keok. Hiiih... berasa pengin uwel-uwel notebooknya. Nah, dengan VivoBook S S510 kita bakalan merasakan peningkatan dalam kecepatan baca dan tulis yang drastis, kinerja secara keseluruhan, waktu boot-up, dan data yang lebih aman saat disimpan di SSD. Adapun untuk data yang lebih besar, bisa disimpan di HDD berkapasitas 1TB yang sangat lega.


Sementara untuk urusan port konektivitas, ASUS VivoBook S S510 dilengkapi dengan port USB 3.1 dengan konektor USB Type-C reversibel dengan desain any-way-up yang membuat perangkat penghubung menjadi sederhana dan cepat. USB 3.1 juga memberikan kecepatan transfer data hingga 5x lebih cepat dari koneksi USB 2.0 lama. Didukung dengan port USB 3.1, slot kartu HDMI dan slot SD card tentunya mendukung kompatibilitas tanpa kerumitan dengan berbagai macam periferal, display dan proyektor.





Jadi kesimpulannya, saat kita aktif kesana kemari dan mengerjakan banyak hal, butuh banget nih dukungan ASUS VivoBook S S510 yang ringan untuk ditenteng dan memiliki kinerja handal. Mau diskusi dengan sahabat seputar kegiatan ngeblog, oke. Saat butuh partner untuk membincang urusan kerjaan yang urgent, tinggal bawa aja notebooknya. Terkadang urusan maha penting nggak bisa diselesaikan melalui skrinsutan di whatsapp. Dan ketika sewaktu-waktu harus presentasi, tak perlu pusing pinjam notebook tetangga, VivoBook sudah siap sedia menjalankan tugasnya.

Mau tau spesifikasinya yang lebih detail? Silakeuuuunn....



Main Spec.
ASUS VivoBook S S510
CPU
Intel® Core™ i5 7200U Processor (3M Cache, up to 3.1GHz)
Operating System
Endless OS
Memory
4GB DDR3L 2133MHz SDRAM
Storage
128GB SATA 3 M.2 SSD + 1TB HDD
Display
15,6” (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) with slim bezel
Graphics
Discrete graphics Nvidia GT940MX 2GB VRAM
Input/Output
1 x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 1 x Fingerprint (On selected models), 1 x HDMI, 1 x USB 3.0 port(s), 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 2 x USB 2.0 port(s)
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio
Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone
ASUS SonicMaster Premium Technology
Battery
3 Cells 42 Whrs Battery
Dimension
(WxDxH) 361.4 x 243.5 x 17.9 mm
Weight
1,7Kg with Battery
Colors
Icicle Gold
Warranty
2 tahun garansi global senilai Rp900.000
 

Read More »

24 August 2017

Tampil Antimainstream dengan ASUS ROG Zephyrus GX501 dan ASUS VivoBook Pro N580



Hai haiii... masih inget kan teman saat aku nulis sekilas tentang 6 notebook baru dari ASUS. Yes, dengan penuh gegap gempita aku ikut menyaksikan launching keenam notebook kece itu di Indonesia. Bertempat di Hotel Pullman Central Park Jakarta, Indonesia menyambut kedatangan keluarga baru notebook ASUS tersebut.

Jika sebelumnya aku sudah menulis tentang ZenBook 3 Deluxe, ZenBook Flip S, dan ZenBook Pro, maka kali ini yuuukk kita coba tengok yang anti mainstream. 

Apa itu?



ROG Zephyrus GX501, Notebook Gaming Tertipis di Dunia


ASUS kembali membuktikan diri sebagai perusahaan perangkat gaming paling inovatif sepanjang masa. Pada 15 Agustus 2017 yang lalu, ASUS menghadirkan produk terbarunya, ASUS ROG Zephyrus GX501 yang dinobatkan sebagai notebook gaming tertipis di dunia.



Notebook gaming yang tebal dan berat sudah menjadi hal lazim saat ini. Namun perangkat gaming berkemampuan tinggi yang mengusung bodi ramping layaknya ultrabook, adalah fenomena yang akan segera booming di masa depan. ASUS ROG Zephyrus GX501 merupakan inisiator yang akan mengawali tren tersebut.

Produk ini adalah hasil kolaborasi antara ASUS dan pembuat kartu grafis terkemuka, Nvidia, melalui dukungan kartu grafis terbaru mereka bernama Nvidia Max-Q. Kartu grafis tersebut memang didesain khusus oleh Nvidia agar mampu melahirkan perangkat gaming masa depan dengan bodi sekelas perangkat ultrabook. ASUS ROG Zephyrus GX501 memiliki ketebalan hanya 1,69 cm.

ASUS barengan Nvidia berhasil mewujudkan sesuatu hal yang dulunya dianggap mustahil, yakni menciptakan mesin gaming berperforma tinggi, di mana form factornya bahkan lebih tipis dari ultrabook sekalipun. Menurut Mr. Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia, sebelumnya ASUS berhasil menciptakan notebook gaming berkekuatan monster tercepat di dunia, dengan pendingin terpisah (water cooling) yakni ASUS ROG GX800. Tetapi, ASUS tidak ingin tenggelam dan berlama-lama merayakan keberhasilan masa lalu. Inovasi harus terus dilakukan.

Oke... setuju sekali, Sir. *sambil lirik manja (lirik suamiku sendiri laaahh...) 😜

ASUS ROG Zephyrus GX501 menjadi bukti bahwa ASUS selalu bekerja keras untuk terus melahirkan inovasi pada produk-produk gaming agar selalu menjadi pilihan utama para konsumen.


Performa Tinggi Dikemas dalam Desain yang Simple dan Elegan



Bicara mengenai performa notebook gaming, tak ada yang perlu diragukan dari ASUS ROG Zephyrus GX501. Tiap-tiap bagian di dalamnya terdiri dari susunan komponen perangkat kelas atas yang ada saat ini.

ROG Zephyrus GX501 memiliki prosesor Intel Generasi ke-7, Core i7-7700HQ disertai dukungan kartu grafis Nvidia Max-Q GTX 1080 dengan video memori 8GB GDDR5 yang punya performa 1,8 kali lebih tinggi dari GPU Nvidia GTX 1060, yang di setting untuk memainkan game level AAA pada grafis 4K pada preset tertinggi. Memori notebook berupa RAM 24GB DDR4 berkecepatan 2400MHz, disertai penyimpanan berbasis PCIe SSD bervolume 1TB yang memiliki bandwidth 7x lebih besar, 3x latensi lebih rendah dan 3,8x multitasking yang lebih kencang dari SSD berbasis SATA serta bisa diekspansi.

Teknologi pendinginnya pun dibuat menjadi lebih inovatif, sehingga meskipun notebooknya tipis tidak akan mengalami problem overheating atau panas sama sekali berkat sebuah teknologi pendingin inovatif yang dinamai ROG Active Aerodinamic System (AAS). ROG Zephyrus GX501 menyimpan 5 buah heatpipe yang melewati CPU maupun GPU yang akan berbagi tugas meredam panas dengan cepat saat sistem sedang full load. Ada 71 baling-baling kipas pada tiap fan-nya yang terbuat menggunakan bahan polikarbonat yang dikristalisasi. Dukungan AAS mampu meredam panas hingga 20% lebih baik ketimbang pendingin konvensional biasa. Kipas-kipas tersebut akan berputar dengan kecepatan tinggi, namun tetap minim noise untuk mendinginkan sistem. Sementara ruang pada kipasnya sendiri dibuat dari bahan alumunium menggunakan metode die-cast agar bobot tetap tipis, ringan serta meminimalkan kebisingan kipasnya.

Ketika notebook dibuka dan LID cover diangkat ke atas, bagian bawah dari ASUS ROG Zephyrus GX501 akan bertransformasi sedemikian rupa sehingga menciptakan ruang pembuangan panas sebesar 6mm yang terlihat sangat keren dan futuristik. Dengan terbuka ruang itu, temperatur pada CPU dan GPU akan tereduksi sebesar 10 derajat celcius.

Semua komponen ini dibungkus dengan bodi berbahan metal dengan senyawa magnesium aluminium alloy untuk menjamin daya tahan serta penyebaran panasnya terjaga dengan baik. Alumunium alloy adalah material yang kuat dan kokoh sekaligus elegan untuk digunakan sebagai pelapis notebook premium dan dapat menjaganya dari benturan ketika sedang digunakan.



Improvisasi Desain yang Menakjubkan 


Sebenarnya hal yang bisa dibanggakan dari ASUS ROG Zephyrus GX501 tidak hanya sekedar performa, desainnya yang tipis dan teknologi pendinginnya semata. Lebih dari itu, basis desain bodi dan penampilannya pun amat mengagumkan. ASUS banyak melakukan improvisasi pada desain notebook ini, terutama terlihat pada layout keyboardnya serta chargernya memiliki daya 230W yang juga dibuat menjadi lebih kecil dari standar charger notebook gaming pada umumnya.




ASUS tidak lagi meletakan touchpad dibagian bawah keyboard melainkan mereposisinya disebelah kanan dan secara unik menggabungkannya dengan numpad. Pada notebook ini tak lagi dipasang banyak aplikasi bawaan alias bloatware sehingga penggunanya bisa lebih memanfaatkan kapasitas storage sesuai kebutuhan.

Ketika gamer ingin menggunakan numpad untuk bermain atau keperluan lainnya, cukup tekan tombol numpad/touchpad yang terletak dibagian atas touchpad. Seketika numpad akan dapat diakses dengan tombol kapasitif yang terlihat sangat keren dan memukau. Hal-hal kecil dan sederhana pun amat diperhatikan oleh ASUS, contohnya membuat jarak antara tombol esc dan F Key agar ketika dalam permainan, gamer tidak akan keluar mendadak secara tiba-tiba dari game akibat salah menekan tombol F1 ketika game berjalan.

Ketika dukungan chip grafis sudah memadai, ASUS juga menyempurnakan layarnya dengan teknologi refresh rate 120Hz, G-Sync, IPS panel, anti glare dan siap VR Ready sehingga dapat menjalankan game VR dengan mudah. Hal tersebut akan membuat main game jadi kian asyik tanpa terganggu screen tearing.

Sementara untuk port konektor ASUS ROG Zephyrus GX501 telah dilengkapi dengan teknologi Thunderbolt 3. Pengguna bisa melakukan transfer data dengan kecepatan hingga 20Gbit/s atau lebih kencang dua kali lipat dibandingkan dengan USB 3.1. Ketika tidak sedang membutuhkan performa tinggi, kita bisa mengatur performa ROG Zephyrus GX501 ke dalam ECO mode. Mode tersebut bisa menghemat konsumsi baterai hingga 4 persen. Sementara ketika membutuhkan performa lebih, gamer bisa memilih perfomance mode.

Untuk dukungan jaringan Wi-Fi, ASUS ROG Zepyrus GX501 menggunakan teknologi MU-MIMO Intel 8265 yang memiliki hingga 78 persen lebih kencang dibandingkan teknologi Wi-Fi yang digunakan oleh notebook gaming kompetitor.

Meskipun bodinya amat sangat ramping, ASUS tetap memperhatikan salah satu aspek penting yang dibutuhkan seorang gamers, yakni keyboard yang nyaman. ASUS ROG Zephyrus GX501 memiliki fitur travel distance keyboard sebesar 1,4mm. Sementara jika dibandingkan dengan kompetitor, fitur travel distance pada Zephyrus 30 persen lebih baik sehingga kenyamanan mengetik pada notebook gaming tersebut akan jauh lebih nyaman.


ASUS VivoBook Pro N580, Notebook Tipis dengan Performa dan Suara Dahsyat



Selain tampil anti mainstream dengan ROG, ASUS juga launching notebook lini VivoBook yang memiliki spesifikasi sangat tinggi untuk kebutuhan olah grafis yang dapat menjadi alternatif pilihan bagi para kreator digital.  ASUS VivoBook Pro 15 N580 adalah notebook ramping yang memiliki dukungan kartu grafis tambahan Nvidia GTX 10 series. Notebook baru ini memiliki performa tinggi dan bobot ringan yang ditenagai oleh prosesor Intel® Core ™ generasi ke-7 yakni i7-7700HQ serta dilengkapi dengan RAM DDR4 8GB yang 33% lebih cepat dari DDR3 sehingga mempermudah kinerja saat multitasking. 

VivoBook Pro diciptakan untuk insan industri kreatif yang memang membutuhkan laptop dengan kinerja terbaik, karena telah dilengkapi dengan SSD berkinerja tinggi, kartu grafis gaming dengan video memory 4GB DDR5, dan teknologi fingerprint. Dilengkapi dengan graphics NVIDIA® GeForce® GTX 1050 yang sering digunakan dalam laptop gaming, membuat tampilan visual VivoBook Pro 15 N580 sangat jernih, menjadikannya sempurna saat main game, menonton film atau saat mengedit video. Laptop ini memiliki kekuatan untuk menangani tugas grafis yang paling banyak sekalipun dengan mudah. 

Selain dari performa kartu grafis, ciri khas lain yang juga menonjol dari perangkat ini adalah dari sisi desainnya. Meski menawarkan spesifikasi dan performa mumpuni, notebook yang dibalut dengan desain aluminium berkekuatan tinggi ini memiliki ketebalan yang sangat minimum. 


Elegan dengan Balutan Alumunium 


Dengan ketebalan hanya 19.2mm, ASUS VivoBook Pro 15 N580 hampir semua bagiannya dibalut oleh alumunium. Bobotnya sendiri yang cuma 2 kilogram menambah keistimewaannya dalam hal portabilitas untuk ukuran sebuah notebook berukuran 15 inci. Kita bisa dengan mudah membawa notebook ini kemana pun untuk membantu pekerjaan atau project yang sedang dikerjakan. 

ASUS amat memahami bahwa saat ini notebook sudah menjadi perangkat yang selalu harus berdampingan dengan penggunanya. Oleh karena itu diciptakanlah perangkat yang se-portabel mungkin terutama dari sisi ukuran beratnya.

Untuk membantu kita agar semakin produktif, port konektivitas yang dihadirkan pun lengkap, antara lain 1 buah VGA port, 1 buah USB 3.0, 1 buat USB type-C, 2 buah USB 2.0, LAN, HDMI, fingerprint, dan SD card reader. Perangkat ini juga memanfaatkan konekvititas jaringan Wi-Fi berjenis 802.11ac. Fitur tersebut menikmati kecepatan hingga 867 Mbps dimana kecepatan tersebut 6x lebih tinggi dari 802.11n. 


Dua Kipas Hasilkan Performa Berkelas 


Sebagai metode pendinginan alias cooling, ASUS VivoBook Pro N580 menggunakan sistem dual fan yang terpasang pada CPU dan GPU. Integrasi keduanya, akan sangat efektif untuk mengeluarkan panas yang terjadi ketika notebook dalam keadaan full load. 

Udara akan ditarik dari samping untuk kemudian akan dikeluarkan melalui exhaust yang terletak di belakang notebook atau persis dibawa LID cover. Cara tersebut akan memberikan pendinginan yang maksimum dengan sedikit noise. 


Sistem modul thermal tersebut bertugas untuk mendinginkan komponen yang terdapat di dalam PC antara lain, prosesor Intel generasi ke-7 core i7-7700HQ, Nvidia GTX 1050 4 GB VRAM, RAM 8GB DDR4, Harddisk 1TB yang didukung dengan SSD up to 128GB. 


Audio Dahsyat dengan Harman/Kardon 


ASUS VivoBook Pro N580 juga merupakan perangkat yang cocok untuk dijadikan alternatif notebook untuk keperluan multimedia. ASUS menempatkan Dual-coil, stereo speaker yang dibuat oleh Harman/Kardon dengan ruang sebesar 8cc beserta teknologi smart amplifier untuk menghasilkan suara yang paling keras dan paling jernih yang dimungkinkan dari sebuah perangkat tipis dan ringan meski tanpa menggunakan pengeras suara tambahan lagi seperti subwoofer, speaker ataupun perangkat yang sejenis lainnya. Hal tersebut mampu memaksimalkan kualitas audio yang kencang namun tetap jernih dan terdengar enak. 

Teknologi ASUS Smart Amp membuat VivoBook Pro menghasilkan volume audio 3,2 kali lebih kencang, 2,5 kali lipat lebih nge-bass, 3 kali lebih bertenaga dari notebook ASUS lain yang belum mengadopsi teknologi tersebut. Software AudioWizard menyediakan pilihan yang leluasa bagi pengguna untuk menyesuaikan output suara sesuai dengan kebutuhannya dengan sangat mudah.
Read More »

22 August 2017

Iklan yang Efektif untuk Menarik Pelanggan





Suka pada ngeliatin iklan yang seliweran kah, baik itu di televisi maupun media-media online? Kebanyakan iklan-iklan tersebut dikemas dengan sangat menarik ya. Bahkan untuk produk-produk tertentu, terkadang iklannya tidak menunjukkan secara kentara produk apa yang ditawarkan. Tapi penonton ataupun pembacanya udah ngeh aja itu produk apa. Beneran brandingnya dapet banget ya.

Selain berupa produk, iklan juga terkadang menampilkan jasa yang bisa dinikmati oleh para calon pelanggan. Jasa lebih tidak berbentuk ya dibandingkan produk, adapun produk itu jelas berupa barang yang mempunyai bentuk. Produk memiliki bentuk yang bisa dilihat, dipegang, dan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya saja ada produk makanan seperti mie instan, tahu, tempe, es krim, dan masih banyak lainnya. Selain itu ada juga produk elektronik, fashion, dan hal lain yang bisa dipilih oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

Itulah kelebihan produk saat akan diusung temanya ke dalam iklan. Ada wujud nyata yang dapat dieksploitasi untuk kepentingan promosi. Iklan dibuat jelas untuk kepentingan menarik pelanggan sehingga tertarik dan membeli produk yang ditawarkan. Istilahnya untuk menarik perhatian lah ya. Orang bakalan lebih terpapar informasi produk melalui tayangan iklan.

Iklan memiliki banyak jenis yang bisa dipilih oleh pihak yang ingin mempromosikan jualannya. Beberapa bentuk iklan yang bisa dipilih misalnya adalah sebagai berikut ini: 
  • Baliho, MMT, dan juga poster yang bisa dipasang di banyak tempat. Iklan seperti ini biasanya dipasang di tempat yang strategis, di depan toko yang dimiliki, dan juga dipasang di tempat lainnya yang dapat dilihat oleh orang banyak. 
  • Membuat brosur sehingga dapat disebarkan kepada siapa saja secara perorangan. Melalui  brosur ini penjual bisa mengedarkannya dan memberikan kepada masyarakat yang ditemui. Sering kan yaaaa kita menemui iklan model begini.
  • Iklan melalui surat kabar, majalah, radio, bahkan televisi yang dapat dilihat atau didengar oleh banyak orang. 
  • Iklan di internet yang merupakan media yang paling efektif saat ini untuk dapat memasang iklan yang menarik lebih banyak pelanggan. 

Berbagai jenis iklan produk tersebut sendiri mempunyai beberapa tujuan yang ingin dicapai. Walaupun mempunyai banyak jenis yang bisa dipilih, tetapi untuk tujuan dari pemasangan iklan tersebut adalah sama yaitu untuk: 
  • Mengenalkan produk yang dibuat oleh perusahaan atau pedagang. Dengan membuat iklan tersebut tentu saja produk yang dibuat akan lebih dikenal. Proses pelaksanaan pengenalan produk inilah yang biasa disebut dengan branding. Hal ini amat berpengaruh terutama untuk produk baru yang sangat butuh untuk dikenal di masyarakat. 
  • Dengan produk yang lebih dikenal maka juga dapat untuk menarik lebih banyak pelanggan. Perusahaan akan membuat produk dan untuk menarik pelanggan dibuat iklan yang atraktif sehingga membuat orang penasaran dan kepengin banget untuk membelinya. 
  • Menginformasikan kepada pelanggan mengenai suatu produk baik dari jenis produk, spesifikasi produk, kelebihan produk tersebut. 



Dengan membuat iklan yang tepat, maka perusahaan atau pedagang bisa mendapatkan efek positif berupa makin banyaknya pelanggan yang datang. Bisa jadi untuk pertama kali mereka penasaran dengan produknya. Apabila memang produknya oke, keren, kece, bermanfaat, menarik dan kompetitif harganya, bukan tak mungkin pembeli pertama dan seterusnya akan menjadi pelanggan tetap di masa mendatang.

Oleh karena itu perlu pertimbangan yang matang bagi penjual dalam pemilihan iklan yang tepat tentunya. Iklan yang tepat dapat menarik calon pembeli untuk menjadi pembeli beneran yang tertarik pada produk yang ditawarkan. Di situlah letak pentingnya pemilihan jenis media iklan yang tepat sasaran. 

Siapa saja yang berperan sebagai penjual dapat membuat iklan yang tepat dengan memperhatikan jenis iklan yang akan dipilih. Dan untuk mendapatkan jenis iklan yang dipilih ada beberapa pertimbangan seperti berikut ini : 
  • Produk yang akan diiklankan ini termasuk barang yang mudah untuk dikirim atau tidak. 
  • Produk tersebut termasuk tahan lama atau tidak. 
  • Lokasi toko atau tempat yang digunakan untuk pemasaran produk yang kita buat. 

Dengan memperhatikan hal-hal di atas maka diharapkan penjual dapat memilih iklan produk yang tepat. Misalnya nih ya, produk yang kita buat termasuk kategori kuliner,  maka pertimbangkan membuat iklan yang sekiranya menarik pelanggan dalam kapasitas jarak tertentu. Takutnya kan kalau kejauhan malah nantinya makanan tersebut bisa rusak di perjalanan. Bagi penjual yang jenis produknya tahan lama, kemudahan dalam internet marketing bisa dimaksimalkan agar makin banyak pembeli dari luar daerah bahkan luar negeri melirik produk yang ditawarkan.

Nah, kalau teman-teman selama ini suka memperhatikan iklan produk apa sih? Adakah iklan yang benar-benar nancep gitu di memori gara-gara saking bagusnya? Ceritain dong siniiii....
Read More »