07 December 2017

Cinta Bahasa Jawa Berkat Ibu Guru Tuaku



Setiap kali melihat kain jarik yang dikenakan oleh wanita sepuh (tua), entah kenapa aku selalu ingat guru Bahasa Jawaku di SMP dulu. Saat pertama kali mendapat pelajaran Bahasa Jawa di SMP, semua murid kaget semi semi kayak geli gitu. Ealah, masak dikasih guru yang sudah sepuh. Kasihan beliau maksudnya. Bocah SMP itu kan lagi aktif-aktifnya dan rempong-rempongnya.

Kenyataannya pun memang akhirnya memprihatinkan. Ibu Guru sepuh tadi seakan-akan enggak diperhatikan oleh murid-muridnya. Wanita tua yang selalu mengenakan kebaya sederhana dan kain jarik itu mungkin selalu mengelus dada saat menghadapi murid-muridnya yang super duper nakal. Mana beliau suaranya pelan pulak.

Trus, apakah aku ikutan ramai dan enggak memperhatikan pelajaran Bahasa Jawa itu?

Mungkin akan terkesan memuji sendiri ya postingan berikutnya ini hihiii... Tapi beneran deh, dari semua mata pelajaran yang kuterima selama di SMP, aku hanya suka pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris. Yang soal bahasa bahasa gitu deeehh memang kesukaanku. Aku selalu enjoy setiap kali ketiga mata pelajaran itu diajarkan, padahal teman-temanku lainnya sudah setengah mati bosan mengikutinya 😁

Ya namanya kesukaan yaaaa... Aku hobi banget baca-baca majalah berbahasa Jawa ataupun buka-buka buku pintar bahasa Jawa. Segala macam pepatah, peribahasa, apa nama biji dari buah tertentu, apa nama anak dari binatang tertentu, dan segala macam printilan lainnya dalam pelajaran tersebut aku sukaaaa sekali bacanya.

How about you, teman-temanku yang selama SD dan SMP mendapat pelajaran Bahasa Jawa? *jujur aja deeehh... 😉

Nah cucok banget nih ngobrolin seputar pengalaman mengesankan dengan guru. Pas banget ada tema ini yang dilemparkan oleh Relita Aprisa dan Yuli Arinta di #ArisanBlogGandjelRel. Bagiku, belajar Bahasa Jawa, menulis huruf Jawa dan semua seputar kebudayaan Jawa jadi makin melekat berkat Bu Kom (maafkan aku Bu, aku tak ingat kepanjangan dari namamu). Bu Kom dengan segala kesederhanaan dan kesantunan suaranya, memang harus bersabar menghadapi ratusan murid SMPnya yang rata-rata memang masih dalam tahap 'taunya hepi' itu. Setelah puluhan tahun berlalu, baru deh kini aku paham, yang namanya belajar mencintai bahasa daerah itu memang penting banget.

Coba deh para daddy and mommy yang asli orang Jawa dan tinggal di Jawa, seberapa bisakah anak-anakmu berbahasa Jawa? Bisa pake krama inggil?

Bahkan diriku yang dulu ngakunya suka pelajaran Bahasa Jawa pun tak pandai mengajarkannya pada anak-anakku sendiri. Duhh... itu baru dua anak ya, gimana dengan Bu Kom yang dulu harus mengajari ratusan anak gitu. Semoga segala pahala melimpah padamu ya Bu atas kesediaanmu bersusah payah mengajarkan bahasa daerah tercinta itu pada kami semua.

Kalau aku dulu senang sekali pelajaran Bahasa Jawa, tidak seperti itu yang dialami oleh teman-temanku yang orang tuanya bukan asli Jawa. Bak tersesat di padang tandus tanpa oase, mereka kebingungan mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut Bu Kom. Belum lagi kalau harus mengikuti sesi menulis Jawa. Ibaratnya nangis darah deh mereka. Dijamin nilainya nol mulus heheee... Duh sebenarnya kasihan juga ya mereka. Soalnya memang dari nol sih mereka belajar Bahasa Jawanya. Ngomong Jawa saja tidak bisa, eehh... harus menghapalkan banyak sekali pengetahuan baru di pelajaran yang satu ini.

Bahkan ada nih temanku yang tiap kali pelajaran Bahasa Jawa selalu pamit ke UKS. Alesannya apa coba? Lagi M, bu. Waduuuhh... dahsyat amat ya M-nya sampe kudu ke UKS mulu 😀

Yuuk yang SD dan SMPnya di Jawa Tengah, yang pasti pernah dapet pelajaran Bahasa Jawa, gimana kalau reunian sebentar dengan yang ini :


Itu tulisan huruf Jawa yang pernah kuposting di grup FB Ajar Nulis Jawa. Grup ini kubuat dengan alasan yang mungkin sama dengan yang ada di benak Bu Kom puluhan tahun yang lalu. 'Wong Jawa kudu ngerti jawane' alias orang Jawa harus paham dengan bagaimana semestinya yang dilakukan. Yang terkait dengan pelestarian budaya Jawa ya salah satunya dengan belajar menulis Jawa itu secara reguler.

Bahasa nasional pasti semua orang tau ya. Dari Sabang sampai Merauke semua orang pasti menggunakan bahasa tersebut. Mau medok kek kayak orang Jawa, atau menghentak-hentak seperti orang Batak, ataupun berbagai dialek sesuai daerah masing-masing, Bahasa Indonesia hampir dikuasai oleh semua orang Indonesia. Nah, jika sebagai orang Jawa memilih untuk berbahasa Indonesia saja, ataupun berbahasa Inggris demi mengikuti perkembangan dunia global, bagaimana nasib ini bahasa daerah?

Ini bukan berarti aku menyepelekan bahasa nasional ataupun bahasa internasional yang sudah makin menjadi tuntutan kids jaman now loh. Sebenarnya apapun bahasanya bisa kok selalu dipelajari dan di-'uri-uri' (dilestarikan). Tinggal mau apa enggak. Benarkah seperti itu?

Boleh kok kalau memiliki pendapat yang berbeda. Ayo dong share di kolom komen, aku bakalan seneng banget jika bisa saling bertukar wacana.

Oyaa... jangan lupa, yang masih bisa membaca huruf Jawa boleh loh nulis terjemahan sesuai gambar di atas tadi di kolom komentar. Nggak ada hadiah apa-apa sih, just for fun ajah. Belajar bahasa kan harus fun to? 😉


Read More »

03 December 2017

Lui Switzerland Brightening Anti-Aging Day Cream SPF 30 : Meremajakan Kulit Si Empat Puluh Sekian




Apa kabar, wrinkle?

Aiiihh... Rasanya tiap kali bangun pagi, yang buru-buru pengin diliat adalah wajah. Masih cerah kah? Ada kerutan kah? Ada noda hitam apa enggak?

Sounds so remfong yaaa... Tapi begitulah kenyataan hidup, khususnya untuk kaum perempuan. Ada kerutan dikiiiitt aja di wajah, duh dunia seakan mau runtuh. Masih teringat dulu ketika mulai menapak usia tiga puluhan hingga awal empat puluhan, melihat dahi ada kerutan saat sedang cemberut bawaannya panik banget. Dahi langsung dipijat-pijat terus dan diberi minyak zaitun.

Itu baru dahi, apa kabar ujung mata dan sudut bibir?

Teruntuk diriku yang saat ini sudah masuk ke fase usia empat puluh sekian tahun, tanda-tanda penuaan wajah memang tidak bisa dihindari. Namanya juga proses biologis tubuh ya. Pada usia tertentu memang kelembaban wajah sudah mulai berkurang. Akibatnya garis-garis halus secara wajar akan mulai 'menghiasi' wajah, begitu juga dengan hiper pigmentasi.

Apa sih sebenarnya yang menyebabkan munculnya kerutan di wajah?

Berdasarkan fakta-fakta yang dibeberkan di klinikkecantikan.co.id disebutkan ada 12 penyebab kulit cepat keriput dan menua secara dini : 
  1. Tubuh kurang cairan
  2. Kekurangan vitamin dan mineral
  3. Kebiasaan merokok
  4. Tipe kulit kering
  5. Terkena paparan sinar matahari
  6. Kebanyakan begadang
  7. Gerakan muk
  8. Posisi tidur yang salah
  9. Produk kosmetik yang kurang tepat
  10. Stress berlebihan
  11. Mengkonsumsi alkohol
  12. Kurang olah raga
Waduuuhh... banyak juga ya faktor penyebab penuan kulit. Secara sadar maupun tidak, kita telah melakukan berbagai kebiasaan di atas selama bertahun-tahun. Dan begitu sudah masuk ke usia tiga puluhan, baru deh panik mikirin si wrinkle.


Dulu jaman masih usia remaja, aku hobi banget jalan-jalan naik turun gunung. Kala itu belum tau bagaimana harus melindungi kulit wajah. Akibatnya muka jadi gosong terpanggang sinar matahari.

Setelah tiba usia jelang empat puluhan, aku juga masih beberapa kali jalan-jalan bersama teman dalam kondisi harus terkena paparan sinar matahari yang lumayan terik. Nah, setelah tau penyebab timbulnya kerutan, bintik hitam dan tanda-tanda penuaan kulit lainya, yuuuk mulai pikirkan gimana cara untuk mengatasinya.

Seperti yang pernah dilansir kabarinews.com ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk menghindari penuaan dini :
  1. Tidur dengan posisi terlentang. Posisi saat kita tidur pun bisa menimbulkan kerutan. Garis-garis bekas tidur itu tak mudah hilang begitu saja meski sudah lama terbangun. Disarankan saat tidur kita berada pada posisi terlentang. Posisi tidur ini lebih aman dibanding posisi lain, karena posisi wajah menghadap ke atas dan lebih bebas dari tekanan yang bisa menyebabkan wajah berkerut.
  2. Memperbanyak asupan Omega-3 yang sangat penting untuk menutrisi kulit dan membuatnya lebih kenyal, awet muda dan bebas kerutan. Oleh karena itu disarankan untuk kita semua mengkonsumsi ikan dan semua sumber protein yang mengandung Omega-3.
  3. Perawatan khusus untuk mata. Banyak orang yang keukeuh tidak menggunakan alat bantu untuk mata saat pandangan sudah mulai kabur. Lebih memilih untuk memicingkan mata berulang-ulang saat berusaha untuk memfokuskan pandangan. Kebiasaan ini bisa merusak susunan kulit sekitar mata. Bila pandangan mata sudah mulai kabur, sebaiknya segera gunakan kaca mata atau lensa kontak.
  4. Memilih produk pembersih wajah yang tepat. Seringkali dengan alasan kepraktisan, ada saja yang memilih untuk membersihkan wajah dengan sabun biasa. Padahal dengan melakukan hal ini akan mengurangi kadar kelembaban kulit wajah. Minyak alami pada wajah yang dibutuhkan oleh kulit agar tidak mudah berkerut malah jadi terkikis. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan pemilihan pembersih wajah yang tepat, yang sekaligus mengandung moisturizer
  5. Memperhatikan kecukupan Vitamin C pada tubuh. Vitamin C sangat penting untuk kulit, selain mampu meningkatkan produksi kolagen, vitamin C juga dapat melawan kerusakan akibat sinar UVA dan UVB, mengatasi masalah pigmentasi, dan mencegah radang kulit. 
  6. Ingat-ingat prinsip J2G2 : Jauhi sinar matahari - Jangan merokok - Gunakan tabir surya - Gunakan pelembab.
Udah tau kan kalau gitu kudu ngapain aja demi kulit wajah yang kencang dan minimal keriput? Buatku, salah satu yang urgent untuk perawatan anti-aging ini ya pelembab yang tepat. Apalagi saat ini aku memang udah ada di usia kepala 4, masa-masa dimana wrinkle dan black spots jadi masalah kulit tersendiri yang butuh perhatian khusus.




Lüi Switzerland Brightening Anti-Aging Day Cream

Alhamdulillah, nggak nyangka banget bulan lalu dapet kiriman dari Clozette Indonesia. Kebetulan sekali, saat pelembab sedang dalam kondisi kritis alias udah habis, dateng deh yang satu ini 💕  Buat yang ingin update berbagai informasi kece baik fashion maupun beauty matters, silakan cuz ke akun Instagram Clozette Indonesia di https://www.instagram.com/clozetteid/




Lüi Switzerland merupakan produk asli Swiss yang dihasilkan melalui inovasi tanpa henti. Selama ini Lüi dipercaya untuk menghasilkan produk-produk denga kualitas yang terbaik. Formulanya merupakan yang terdepan, perawatan kulit paling terkemuka yang pernah ada. Tak hanya untuk perempuan saja nih produk dari Lüi, pria pun bisa menggunakan perawatan kulit dari Lüi ini agar kesehatan kulit selalu terjaga.

Swiss merupakan negara yang terkenal dengan nilai-nilai tradisional yang berfokus pada produk yang alami, inovatif, mutakhir, terpercaya, penuh semangat dan terdepan. Bahan-bahan Lüi yang alami menambahkan unsur kesehatan dan sensasi bercahaya pada kulit. Semua produknya bebas parabens, silikon, sulfat dan konten lainnya yang berbahaya untuk kulit.

Tentu dooongg... kita harus memilih produk perawatan kulit yang tepat. Nggak cuma mau cantik saja kan, kelembaban pun harus terjaga. Sesuai dengan prinsip J2G2 tadi loooh... gunakan tabir surya dan pelembab. Cucok banget kan pilih Lüi Switzerland Brightening Anti-Aging Cream SPF 30 ini.




Sesuai dengan kebutuhan kulitku di usia 40 sekian tahun ini, Lüi diformulasikan dengan pemutih alami yang melembabkan dan melindungi kulit dari tanda-tanda penuaan seperti keriput, bercak hitam atau bintik-bintik gelap pada kulit. Perkara kantung mata hitam di bawah mata pun bisa teratasi dengan penggunaan Lüi secara teratur. Apalagi didukung dengan SPF 30 nya yang membuat wajah tampil sempurna setiap saat kita beraktivitas. Nggak cuma remaja dan perempuan usia dua puluhan loh yang berhak memiliki keremajaan kulit. Yang udah emak-emak kepala empat gini pun tetap bisa menjaga kondisi kulit wajah.




Aku udah nyobain sejak November kemarin nih, udah sekitar 3 mingguan. Berasa sedikit demi sedikit ada perubahan di kulit wajah. Lüi Switzerland Brightening Anti-Aging Day Cream ini memang diformulasikan khusus untuk membuat kulit wajah cerah dan sehat, melawan tanda-tanda penuaan dini, mengurangi kerut dan pigmentasi, memelihara dan meremajakan kulit, meningkatkan elastisitas wajah, dan tak lupa memberikan perlindungan ekstra SPF 30.

Saat nyobain kali pertama, memang berasa rada greasy gitu. Tapi enggak lama dia langsung terserap ke dalam pori. Mantep banget rasanya saat wajah terlindungi dengan pelembab wajah yang mengandung SPF 30 gini. Saat harus berpanas-panas ria kena sinar matahari jadi nggak terlalu worry lagi lah.


saat cream dioles dan beberapa detik kemudian

Maunya sih bintik-bintik hitam di wajah akibat jaman muda dulu ga pernah pake sun protection juga bisa hilang. Kudu ditelateni beberapa saat lagi mungkin ya. Namanya perawatan wajah yang sehat kan enggak bisa instan. Lanjutin sampai habis cream-nya aaahh... mau buktiin kekuatan si Lüi ini dalam memenuhi keinginanku memiliki wajah bebas spot hitam.




Lüi Switzerland Brightening Anti-Aging Day Cream SPF 30 ini bisa didapat seharga Rp. 700.000. Investasi kesehatan dan kecantikan kulit wajah, sis. Dengan level harga segini, berbagai problem penuaan dini di kulit wajah diharapkan bisa teratasi dengan paripurna. Semua perempuan maunya kan punya kulit wajah yang kenyal, berseri dan nggak ada kerutan kan yaaa...

For further information about Lüi Switzerland, please check their below accounts and web ya..

Website : Lüi Switzerland
Facebook : 
Twitter :
Instagram :



Read More »

02 December 2017

GAWE : Aplikasi Android yang Permudah Pencari Kerja dan Pencari Pegawai Harian




Masih teringat-ingat banget dulu jaman berpayah-payah mencari pekerjaan. Entah ya, sudah berapa ratus lamaran dikirim dan berapa kali harus kesana kemari untuk menjalani interview sebelum mendapatkan pekerjaan yang diidamkan. Bahkan pernah terlontar candaan dengan teman ketika ditanya seputar pekerjaan : Apa pengalamanmu? NGELAMAR KERJA. Yes, aku masuk ke gank pelamar kerja yang super duper aktif. 

Hasil memang tidak mengkhianati proses sih kata orang. Setelah jungkir balik sana-sini, melalui proses ini itu, beberapa kali aku mendapatkan pekerjaan yang kuinginkan. Diinginkan itu dalam artian sesuai dengan gambaran semula saat melamar kerja, apa yang harus dikerjakan dan mendapatkan sekian rupiah sebagai awardnya. 

Jika dulu kerja itu identik dengan mendapatkan pekerjaan tetap, kini pilihan kerja telah makin bervariasi. Banyak anak muda yang telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan tersendiri. Begitu pun bagi anak muda yang masih sekolah, di antara waktu luang telah banyak kesempatan tersedia untuk bekerja part time. Mau kerja harian pun kini sah sah saja. Terutama untuk anak kuliahan yang uang saku dari orang tua pas-pasan. Kan pengin juga dapet tambahan dooong…. 

Tau nggak sih sebenarnya di sisi lain, ada banyak pengusaha skala mikro yang juga butuh pekerja harian. Ada banyak ragam pekerjaan tidak tetap yang butuh dikerjakan oleh seseorang, namun tidak dalam kondisi sebagai pekerja tetap. Dalam jangka tertentu, pekerjaan tersebut paling-paling sudah selesai. Nah, kalau harus mempekerjakan seseorang dalam jangka waktu lama tentu saja pengusaha kecil ini bakal merasa berat. 

Lalu, gimana caranya biar bisa dapet pekerja honorer, dimana masing-masing antara pencari kerja dan pencari pegawai ini bisa ketemu dengan mudah? 

founder GAWE

Inovasi secara teknologi akhirnya dilakukan oleh 3 orang penemu aplikasi GAWE. Kurniawan Aryanto, Budiarto Harsono dan Elroy Hafidi Hardoyo mencoba memberikan solusi dengan mempertemukan kebutuhan antara pengusaha kecil tadi dengan orang yang membutuhkan pekerjaan sementara.



Saat ini para pencari kerja yang tak ingin terikat waktu, bisa coba GaweDulu melalui aplikasi android yang dibuat oleh 3 orang penemu GAWE tadi. Tak hanya pencari kerja saja, pengusaha kecil maupun menengah pun juga bakalan amat terbantu dengan aplikasi yang satu ini. Hanya dengan instal aplikasi di androidmu, maka bagi pencari kerja maupun pencari pegawai bisa dengan mudah saling terhubung.

Caranya bagaimana nih?

Masuk saja ke Playstore dan pilih Gawe. Ikuti saja step-step sesuai petunjuk dari aplikasi tersebut. Jangan lupa memasukkan lokasi tempat kerja (bagi pencari pegawai) maupun lokasi tempat tinggal (bagi pencari kerja).

Jika memilih menu sebagai Pencari Pegawai, maka tampilan akan terlihat seperti ini :



Butuhnya pegawai laki-laki atau perempuan, untuk bekerja berapa lama, jenis pekerjaannya apa, gaji per hari berapa rupiah dan lokasi kerja semua wajib dicantumkan agar pencari kerja juga mudah memahaminya. Masing-masing calon pekerja bisa menentukan info pekerjaan mana yang akan dilamarnya.

Misal seperti tampilan di atas ya, ketika aku butuh pegawai harian untuk ngeberesin pernak-pernik pekerjaan rajut yang sebelumnya pernah menjadi usaha crafting-ku barengan dengan kakak tercinta. Jika dulu bingung mencari bala bantuan untuk ngeberesin hal-hal yang berkaitan dengan persiapan pengiriman barang, dengan GAWE semua jadi gampang. 

Bagi Pencari Kerja, saat instal aplikasi akan membutuhkan verifikasi terlebih dahulu ketika akan mendaftar.

Tampilan menu Pencari Kerja sebelum diverifikasi. Masih terlihat 'tidak bekerja'.


Tampilan menu Pencari Kerja setelah lolos Verifikasi

Nah, gimana... gampang kan ya. Mencari pekerjaan kini tak serempong dulu lagi. Bagi yang ingin memanfaatkan waktu luang, bisa banget nih instal aplikasi kece yang satu ini. Aneka ragam pekerjaan temporer siap menanti.

Oya, tau ndak, selain bisa memaksimalkan gadget kita untuk mencari pekerjaan, saat ini dengan share seputar informasi aplikasi GAWE ini, kita bisa mendapatkan kesempatan untuk memenangkan iPhone 7. Pada saat instal, kita akan melihat pilihan Share ke akun sosial media. Pilih saja akun sosmed mana yang paling sering digunakan agar makin banyak teman yang tau seputar GAWE dan terbantu untuk mendapatkan pekerjaan tambahan.




Double manfaat kaaaann... share info soal app GAWE agar makin banyak yang mendapatkan pekerjaan, sekaligus membuka peluang bagi diri kita sendiri untuk memenangkan iPhone 7.

Ada yang enggak mau gituh dapet iPhone 7? Siniiii... buat aku ajah 😉
Read More »