22 June 2017

5 Tips Menjaga Pertemanan yang Sehat



Friends are the family we choose for ourselves 

Percaya nggak sih kalau sebenarnya begitulah “what friends are for”. Tanpa bermaksud menepikan fungsi keluarga kita sendiri, kita selalu butuh teman yang udah bagaikan keluarga sendiri. Mau cerita apa saja atau mau ngelakuin apa aja kalau sama dia udah ga butuh jaim-jaiman lagi. 

Punyakah teman atau sahabat yang sudah seperti keluarga ini? Emangnya enggak sulit cari teman itu? 

Ya sulit juga sih, karena terus terang diri kita pun juga mungkin sulit menjadi teman bagi orang lain. Pernah nggak sih menanyakan kepada diri sendiri kenapa ada teman yang tidak suka sama kita, ada teman yang terluka oleh kata-kata kita, ada teman yang tersakiti oleh status-status kita di sosial media. Pernah? 

Di keseharian aku memang terkenal galak, kalau bicara sering to the point, apalagi kalau ada hal-hal yang memang kurang berkenan di hatiku. Meski suka bercanda juga, kata teman-teman aura galakku memang memancar penuh pesona hahahaa.... 

Yang kuherankan cuma satu, udah tau galak gini kok ya adaaaa aja ya yang hobi curhat. Ya teman main, ya teman kantor. Apalagi di kantor kan aku di ruangan bekerja sendirian, jadi pada bebas aja gitu kalau mau konsultasi. Beugh... kayak terapis aja ya menerima konsultasi. Sebenarnya lebih pas kalau dibilang ‘tempat sampah’ sih. Mereka enteng aja nyeritain segala macam problem hidupnya, mulai dari friksi pertemanannya dengan rekan kerja yang lain, soal pacarnya yang gak mau ngelamar-ngelamar, seputar KDRT yang dialami, juga masalah dengan anaknya. 

Helaaawww... emang aku ndak punya masalah sendiri? ;) 

Tapi banyak hikmahnya juga saat teman-temanku pada curcol gitu. Aku jadi dapet banyak pelajaran kehidupan tentang beraneka ragamnya manusia dengan pembawaan masing-masing. Salah satu yang bikin aku jadi langganan ‘tempat sampah’ mereka itu karena apapun yang mereka ceritakan padaku tak pernah bocor ke pihak lain. Hmm... kayaknya bisa nih menerapkan jastip alias jasa titip curcolan. Per menit ada tarif sendiri kayaknya oke nih ya hahahaaa... 

Meski aku sendiri hampir tidak bisa menceritakan problem pribadiku ke orang lain, namun aku sungguh tidak keberatan mendengarkan curcolan orang. At least itu yang bisa kulakukan untuk meringankan perasaan mereka yang sedang dirundung duka. 

Sebenarnya perlu nggak sih kita melakukan sesuatu untuk menjaga pertemanan yang sehat? Apakah harus kita terus yang minta dimengerti oleh teman kita?


 Tips Menjaga Pertemanan yang Sehat

Dari psychologytoday.com aku baca-baca seputar menjaga pertemanan ini. Ada 5 tips menjaga pertemanan yang sehat yang bisa kita lakukan : 
  1. Jujur. Pernah nggak sih mengalami kondisi dimana kita pengin banget memberikan masukan kepada teman baik kita tapi justru yang kita lakukan malah nyindir-nyindir. No way banget ini mah. Dalam hal tertentu, khususnya saat kita harus memberikan masukan kepada teman kita, jauh lebih baik kalau kita bisa bicara jujur tentang apa yang kita pikirkan langsung kepada yang bersangkutan. Yang begini ini nantinya bakalan meningkatkan bonding satu sama lain, dengan catatan masing-masing pihak memang terbuka untuk memberi dan menerima masukan loh, enggak cuma searah aja. 
  2. Siap memperbaiki kesalahan. Namanya juga manusia ya, sebaik dan sedekat apapun hubungan kita dengan teman, selalu akan ada celah timbulnya konflik. Secara kodrati kan manusia memang dibekali ego yang tinggi. Hanya saja kita juga dibekali kemampuan untuk menyadari akan kesalahan yang kita perbuat. Jika tau sudah melakukan kesalahan, ga usah ngeyel kalau diri kita yang benar sendiri. Meminta maaf bukanlah hal yang buruk. Jelaskan saja kenapa kemarin kita bikin kesalahan seperti itu. 
  3. Menghargai. Kita sering beranggapan bahwa keluarga dan teman memang sudah selayaknya ada untuk kita, tanpa berpikir sebaliknya bahwa kita pun semestinya ada untuk mereka. Tak ada salahnya menunjukkan perhatian kita ke sahabat sesuai dengan kesukaannya. Bila dia suka diperhatikan dengan tidak membabi buta, kita ikuti saja. Kadang ya kalau terlalu merepet dengan sahabat tuh dianya jadi suka bete. 
  4. Tidak pamrih. Ada kan ya yang nganggep kalau kita sudah melakukan kebaikan dalam porsi tertentu ke sahabat, terus sahabat kita itu ya kudu ngebales dengan level yang sama. Iniiii... ini lah bibit-bibit pamrih yang suatu saat bakalan meletus. Kita sebaiknya memahami bahwa sekental apapun pertemanan kita, sahabat kita tentunya memiliki pola pikir dan prioritas yang berbeda dengan kita. Jadi kalau memberikan perhatian atau sesuatu, ya niatkan saja dengan ikhlas tanpa ngarep balesan. 
  5. Jujur dan tidak sinis. Siapa hayoooo yang suka nyindir-nyindir sahabatnya kalau pas lagi berantem? Memang berteman itu tak semulus pipi bayi, namun konflik bisa diredakan jika mau jujur satu sama lain saat hati sudah mulai tenang. Tak perlu sinis yang dibalut dengan kalimat-kalimat kutipan dari antah berantah untuk menyindir teman kita. Adanya ntar malah berantem tambah panjang. Udah sampaikan saja uneg-uneg kepada yang bersangkutan, tak perlu jadi kantor berita yang mengumbar-umbar masalah kita ke semua orang. Setuju? 


Berbagi dengan Teman

Nah, kalau dalam keseharian, praktek-praktek gimana sih yang bisa kita terapkan berkaitan dengan tips tadi? 


Meski dari Senin hingga Sabtu aku disibukkan oleh tumpukan kerjaan di kantor, hobi ceriwis dalam bicara dan menulis selalu butuh penyaluran. Bisa hambar deh rasanya kalau enggak mingle dengan teman-teman blogger yang ada di Semarang. Asyik loh saat bisa me time dengan mereka. Yang dibicarakan saat ketemuan bisa apaaaa saja, mulai dari yang serius hingga yang absurd :)

Salah satu teman bloggerku ada yang memiliki karakteristik jauh berbeda dengan aku. Sebut saja namanya Tina (nama sebenarnya heheheee...). Dari segi usia kami amat jauh berbeda. Hobi baperan loh dia, tapi pas banget buat sasaran bullying hahaha... enggak enggak Tiiin... becanda euy.

Tina ini meski usianya jauh lebih muda dari aku, tapi kemampuannya di bidang bisnis luar biasa. Mental enterpreneurshipnya sip banget, beda banget sama aku yang masih mental buruh. Jadi, saat dia bertanya padaku tentang banyak hal seputar dunia ngeblog (kebetulanan aja aku udah ngeblog lebih lama dari dia), aku pun tak segan bertanya padanya seputar dunia bisnis. Pengin loh bisa punya mental dagang sekuat baja kayak dia. I have to learn more about business with her, for sure.

Meski dia secara etnis berbeda denganku, kami tak pernah mempermasalahkan ini. Tina ini keturunan Tionghoa dan menjadi mualaf saat dia SMP dulu. Tapi hal-hal seperti ini tidak penting lah bagiku. Ada banyak topik pembicaraan bermanfaat yang bisa diangkat saat lagi santai dan diskusi berdua.

Emang dia suka nanya apaan aja soal ngeblog?

Ada beberapa sih. Dulu awal-awal seputar desain blog. Tapi sekarang dia udah punya solusi sendiri soal desain. Selain itu juga seputar mindset ngeblog. Kan ada ya yang sampai bentrok dengan teman juga gara-gara job ngeblog. Waaahh... udah deh kalau bahas ini bisa tujuh purnama enggak selesai.

Buatku yang penting apapun target saat melakukan sesuatu, termasuk ngeblog, sebisa mungkin saling menguatkan antar teman. Saling bantu dan menyemangati, tentunya bakalan lebih asyik kan. Melakukan banyak hal positif bareng teman-teman baik merupakan salah satu yang wajib kita lakukan untuk menjaga pertemanan yang sehat.

Oya, ngomongin soal sehat nih, selama ini teman-teman udah pilih minuman kesehatan apa?

Sejak terdeteksi mengalami kelainan di jantung, aku lebih memilih teh sebagai minuman kesehatan sehari-hari. Hariku serasa kurang lengkap kalau belum minum teh deh hehehee...

Teh apa sih yang bagus untuk kesehatan?



Sehat Bersama Teh Hijau

Dari sekian jenis teh yang beredar di pasaran, ada nih yang Sehatea dengan keinginan untuk tetap menjaga kesehatan, sesehat pertemanan kita baik di dunia nyata maupun dunia may.

Iyes... teh hijau punya segudang manfat nih untuk kesehatan. Teh hijau mengandung antioksidan yang dapat menolak racun yang berusaha masuk ke tubuh kita. Kandungan vitamin E dan vitamin C yang ada pada teh hijau bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, kesehatan kulit, dan kesehatan rambut. (sumber : doktersehat.com)

Dalam teh hijau terdapat kandungan senyawa polifenol yang sangat berperan untuk proteksi tubuh terhadap kanker. Polifenol termasuk antioksidan yang sangat ampuh dan dapat menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker. Daun teh hijau yang telah dikeringkan terdiri dari 40% polifenol. Selain dapat memerangi kanker payudara, zat ini juga diyakini dapat menurunkan risiko kanker lambung, paru-paru, usus besar, dubur, hati, dan pankreas.

Selain sebagai antioksidan, senyawa yang terdapat di dalam teh hijau mampu memperbaiki sel-sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, serta melancarkan sirkulasi darah.

Susah nggak sih mendapatkan teh hijau yang bermanfaat namun nikmat?



Enggak susah dong. Ada teh hijau cap Kepala Djenggot yang udah lama menjadi andalan dalam menjaga kesehatan. Buat aku yang sakau teh, menyediakan secangkir teh hijau tanpa gula merupakan kebutuhan yang tak dapat ditinggalkan. Apalagi ya kalau pas sedang mengerjakan deadline tulisan dan harus duduk berlama-lama di depan notebook. Menulis artikel sembari menyesap perlahan-lahan teh hangat terasa relax sekali.

Saat sedang ngobrol berdua dengan sahabat pun bakalan terasa hangat saat ditemani dengan secangkir teh. Kayak aku dan Tina nih, bisa ngobrolin banyak hal, mulai dari ngeblog hingga dunia bisnis. Nggak kerasa udah ngobrol seputar hal-hal yang serius karena dibarengi dengan bersantai minum teh hangat.




Buat teman-teman pembaca blog ini, punyakah teman #sehatea meskipun dia berbeda sekali dalam banyak hal dengan kalian? Boleh dong dishare di comment yaaaa... Aku kan kepo nih soal pertemanan sehat versi kalian.

Atau bisa juga loh bikin postingan di blog teman-teman sendiri soal teman yang berbeda namun #sehatea. Percaya atau enggak sih, kadang-kadang hal kecil yang kita tulis di blog bisa menjadi inspirasi orang lain loh. So, jangan pernah berhenti menulis dan share hal-hal bermanfaat 👌
Read More »

20 June 2017

Perawatan Wajah dan Tubuh sesuai Budaya Cantik Indonesia




Duuuhh… Semarang panasnya emang juara. 

Beberapa kali aku mendengarkan keluhan teman-teman dari kota lain yang sempat singgah di kota kelahiranku tercinta. Iya, memang benar, Kota Lunpia nan cantik ini memang memiliki keramahan suhu udara yang super hot hot pop😓😓

Jangankan bagi mereka yang baru saja singgah, bahkan untuk warga aslinya pun Semarang memang tidak pernah kehabisan kehangatannya yang lebih cenderung membakar kulit. Wajar saja sih ya mengingat kota ini merupakan kota yang terletak di pesisir pantai utara. 

Yang membuat Semarang berbeda adalah kombinasi pantai dan dataran tingginya. Di satu lokasi panas membara, eeehh… begitu melakukan perjalanan ke kota atas, udah lumayan sejuk hawanya.

Nah, paduan kondisi alam yang seperti ini terkadang membuat kulit kita bimbang bin galau… habis kepanasan kok terus kedinginan sih. Enggak cuma abege aja kan kalau caranya gini yang galau, kulit pun bisa mengalami stress jika terus menerus terkena cuaca alam yang kurang bersahabat. 

Untukku yang masih harus mondar-mandir dari rumah ke kantor, tentu saja tak lepas dari problema kelelahan kulit. Sepanjang perjalanan terkena debu, sinar matahari, asap kendaraan, mana di kantor pun terkena hembusan Air Conditioner tiada henti. Itu kulit kalau bisa ngejerit pasti udah meneriakkan derita yang dialaminya. 

Iya sih aku sudah pakai lotion pelindung kulit, namun apakah cukup ya sekedar mengoleskan lotion begitu saja? Kadang-kadang takut juga nih kalau kulit wajah dan tubuhku bakalan kenapa-kenapa karena kurang perawatan. Mau pergi ke tempat skincare atau salon gitu suka udah berasa lelah duluan. Enam hari dalam seminggu kudu kerja, kalau pas woles waktunya mendingan di rumah aja kan sama keluarga. Ogah pergi kemana-mana. 

Trus… gimana dong solusinya? 



Perawatan Kecantikan Tradisional

Ssstt... tau kah teman, Indonesia itu memiliki berbagai kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, termasuk urusan kesehatan dan kecantikan tubuh. Aneka macam tumbuhan yang ada di tanah air nan subur ini siap mendampingi kita dalam hal perawatan wajah dan tubuh. 

Tapi taukah teman-teman apa saja kekayaan alam Indonesia yang bisa dimanfaatkan tersebut? 




TEH HITAM


Kita lebih terbiasa mengkonsumsi teh hitam sebagai minuman yang menyegarkan dan menyehatkan. Di samping banyak manfaatnya saat dikonsumsi, teh hitam juga bagus sekali diaplikasikan ke wajah maupun tubuh dalam rangka perawatan kecantikan.

Teh hitam sebagai herbal alami dapat menjaga kelembaban dan kecerahan kulit muka, bisa juga dijadikan pereda kulit berjerawat. Bahkan teh hitam dipercaya dapat mengurangi keriput pada muka alias berfungsi sebagai anti aging alami.



KOPI

 
Selain menjadi penyegar dahaga yang memiliki antioksidan tinggi, kopi juga bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati pada tubuh kita. Secara lembut kopi akan membuat kulit kita makin cerah setelah kulit mati terangkat. Sifat deuretik pada kopi membuatnya mampu menarik lemak-lemak tubuh sehingga menyusutkan kemungkinan terjadinya selulit.




Perawatan kecantikan untuk wajah pun bisa banget menggunakan kopi, baik bubuk kopi maupun ampas kopi. Selain bermanfaat untuk mengatasi jerawat, kopi juga menghilangkan bekas hitam jerawat, flek hitam di wajah maupun komedo yang bertebaran. Pori-pori wajah bisa mengecil dengan penggunaan masker kopi secara teratur, wajah pun akan makin terasa kencang dan terbebas dari penuaan dini.


RUMPUT LAUT


Rumput laut memiliki kandungan senyawa anti inflamasi alam yang efektif membunuh bakteri penyebab jerawat sekaligus mencegah pembengkakan jerawat. Kandungan kuat antioksidannya mampu meremajakan dan mencegah penuaan kulit dengan meningkatkan regenerasi jaringan kulit, membantu menjaga kulit agar tetap elastis, kenyal dan tampak berseri-seri.



Rumput laut kaya akan lipid, protein, mineral dan vitamin yang mudah meresap sehingga melembabkan dan menutrisi kulit. Yang tak kalah penting nih, rumput laut mampu membantu mengeluarkan racun dan kotoran dari dalam kulit. 40 persen ekstrak rumput laut dapat terserap kulit dalam waktu cukup cepat : 30 detik. Kandungan vitamin dan mineralnya bisa bertahan hingga lebih dari tiga hari dalam proses detoksifikasi.


BERAS KETAN HITAM



Sudah pernah mengkonsumsi beras ketan hitam?

Di dalam beras ketan hitam terkandung gizi dan nutrisi yang baik bagi tubuh, yaitu zat besi dan antioksidan. Bagi perawatan wajah dan kulit, beras ketan hitam dapat menjaga kelembaban dan mendinginkan kulit. Beras ketan hitam sanggup mengangkat sel kulit mati dan meregenerasinya sehingga kulit tampak lebih halus dan cerah.

Selain itu, beras ketan hitam juga memberikan sensasi aroma alami bagi tubuh. Menggunakan beras hitam sebagai lulur dan masker tentunya terasa menyenangkan ya.


Beberapa rempah alami Indonesia tadi tentunya mudah didapatkan di sekitar kita pada saat kita ingin melakukan perawatan wajah dan tubuh. Tapi kok kayaknya riweuh sangat sih harus tumbuk ini dan itu sebelum mengaplikasikannya ke kulit.

Lalu bagaimana caranya ya biar praktis namun tetap mendapatkan khasiat bahan alami kekayaan alam Indonesia ini untuk menjaga kesehatan dan kecantikan wajah/kulit?



Roro Mendut :  Skincare Terbaik Indonesia




Suka kebayang kan rempongnya harus tumbuk ini itu, nyampurin dan ngemix berbagai bahan untuk luluran maupun maskeran. Penginnya sih cantik dan kulit terawat, tapi ogah banget kalau kudu berjibaku dengan segala tumbukan dan iris ini itu sebagai bahan campuran ramuan lulur ataupun masker.

Untung sekarang sudah ada lulur dan masker yang siap digunakan kapan saja. Perburuan mencari merk masker wajah yang bagus pun harus mempertimbangkan ingredientnya. Sebisa mungkin masker ataupun merk lulur yang bagus yang sudah kita incar mengandung aneka khasiat herbal alami seperti yang sudah kujelaskan di atas tadi.

Ketemu deh akhirnya dengan Skincare Roro Mendut, jamu dalam bentuk rangkaian produk perawatan kecantikan spa tradisional khas Keraton Mataram Yogyakarta. Lulur Roro Mendut dan Masker Roro Mendut ini diformulasikan dari ramuan resep jamu yang digunakan untuk ritual kecantikan tradisional keraton. Lulur yang ampuh memutihkan ini, juga masker pemutih wajah yang disajikan oleh Roro Mendut memanfaatkan penggunaan dedaunan, akar-akar, biji-bijian dan rempah-rempah yang khasiatnya telah terbukti secara ilmiah oleh dermatologis bermanfaat bagi perawatan kecantikan.

Yang paling penting nih, Roro Mendut telah ternotifikasi di BPOM dan diproses dengan standar CGMP sehingga sangat higienis dan berkualitas. Bahan baku Roro Mendut berasal dari hasil pertanian dan perkebunan Indonesia.

Produk ini vegetarian suitable dan no animal testing, juga bahannya halal digunakan. Ramuannya sangat alami dan lembut sehingga dapat digunakan untuk ibu hamil, menyusui dan bisa juga untuk baby spa.



Apa saja sih khasiat dan kandungan ramuan alami di dalam kedua jenis perawatan wajah dan tubuh yang sesuai dengan budaya cantik Indonesia ini?


LULUR REMPAH HITAM WHITENING 




Lulur Rempah Hitam Whitening merupakan lulur yang dapat digunakan untuk wajah dan badan. Terbuat dari beras ketan hitam, rempah-rempah dan aneka tumbuhan lainnya yang bertujuan untuk eksfoliasi sel kulit mati, mengangkat kotoran, daki dan juga komedo. Mengatasi kulit kusam, membersihkan noda bekas jerawat dan meratakan warna kulit. Jika kita memakainya secara rutin maka akan menjadikan kulit lebih putih, bersih dan halus.




Satu kemasan gitu bisa digunakan berapa kali sih?

Untuk 1 kemasan 40 gram seperti gambar di atas, kita bisa luluran untuk 1x perawatan badan. Beda lagi nih kalau untuk pemakaian di wajah. 1 kemasan ini bsa kita gunakan hingga 3x perawatan wajah.


MASKER REMPAH HITAM WHITENING 




Masker alami yang satu ini juga bisa digunakan di wajah maupun badan. Terbuat dari beras ketan hitam, rempah-rempah, teh hitam, kopi dan rumput lau yang mengandung nutrisi pencerah kulit alami (whitening agent), mengoptimalkan regenerasi sel, menutrisi kulit, menghaluskan permukaan kulit, menghilangkan noda hitam bekas jerawat, mengencangkan kulit dan merapatkan pori-pori.




Wah, banyak manfaat di dalam satu ramuan ya. Siapa sih yang enggak bakalan happy kalau begini caranya. Untuk perawatan badan 1 kemasan ini bisa kita gunakan untuk 1x perawatan, sedangkan kalau untuk wajah bisa hingga 3x perawatan.


Merawat wajah dan badan tentunya bakalan terasa menyenangkan ya kalau aroma rempah alaminya menguar. Dan ini beneran bikin aku jatuh cinta luar biyasak lho saat luluran dan maskeran dengan Roro Mendut. Sambil ciyam ciyom aroma kopi, teh hitam dan beras ketan hitam yang berasa nge-blend banget, eeehh...bonusnya dapet kulit yang halus, cerah dan kencang.


Gimana, tertarik untuk pakai Lulur Roro Mendut dan Masker Roro Mendut seperti aku? Gampang banget loh untuk mendapatkan produk ini. Kalau pas liburan ke Yogyakarta bisa banget angkut dan borong lulur dan masker ini di Mirota Batik Malioboro.

Untuk yang tidak tinggal di Yogyakarta, bisa juga mendapatkannya secara online di :

Read More »

15 June 2017

Sido Muncul Peduli Kaum Dhuafa



Sering mengalami masuk angin? Nah...pastinya teman-teman familier banget nih dengan jargon ini : orang pintar minum Tolak Angin 😉

Aku juga masuk golongan yang ini loh. Saat masuk angin karena kebanyakan mangap-mangap, yaaa apa lagi yang dicari kalau bukan jamu masuk angin.

Dan taukah teman-teman kalau jamu masuk angin ini diproduksi sini dekat-dekat dengan Semarang?

Iyes... Tolak Angin hanyalah satu dari sekian produk herbal yang dihasilkan oleh Sido Muncul. Sido Muncul adalah perusahaan jamu yang didirikan pada tahun 1951 oleh Ibu Rahmat Sulistio dan menjadi perusahaan terbuka pada 18 November 2013. Sido Muncul yang bergerak di industri obat herbal, saat ini dikelola oleh generasi ketiga yaitu Bapak Irwan Hidayat, Sofyan Hidayat, Sigit Hartoyo, Johan Hidayat, dan David Hidayat. Sebagai perusahaan terbuka, Sido Muncul juga dikelola oleh beberapa profesional dan seorang Komisaris Independen.

Pabrik jamu yang satu ini terkenal memiliki kepedulian yang tinggi pada sekitarnya. Teman-teman bisa baca juga postinganku sebelumnya tentang kepedulian Sido Muncul terhadap dunia pendidikan.

Sido Muncul : Herbal Medicine Factory Matters on Educational Development

Untuk menyambut datangnya Ramadhan, seperti pada tahun-tahun sebelumnya PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali memberikan santunan untuk 1.000 kaum dhuafa di Kabupaten Semarang. Acara ini berlangsung pada hari Rabu tanggal 14 Juni 2017 bertempat di Agrowisata pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang.

Agrowisata Sido Muncul

Luas banget loh lokasi Agrowisata Sido Muncul ini. Areal hijau ini memiliki berbagai jenis tanaman herbal, kolam ikan dengan jenis ikan yang unik, juga terdapat berbagai fauna. Sempat jalan-jalan loh aku di sana lihat-lihat harimau.

Bantunan yang diberikan oleh Sido Muncul senilai 200 juta rupiah, diserahkan secara simbolis oleh Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat kepada Bupati Semarang, Dr. H. Mundjirin ES, Sp. OG untuk diteruskan kepada para penerima bantuan. Dan yang paling keren nih, acara ini dipandu oleh Donny Kesuma looohh... itu tuh, bintang iklan Kuku Bima Energi. Doi di situ jadi pembawa acara.  Bisa bayangin nggak sih kebat-kebitnya mamah muda melihat cogan model gini 😁


Adapun bantuan yang diberikan berupa bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, biskuit, dan produk-produk Sido Muncul seperti Susu Jahe, Kopi Jahe, Rtd Red berry, Tolak Linu Mint dan Alang Sari Herbal. Sebelumnya pada bulan yang sama, tepatnya pada 3 Juni 2017 yang lalu, Sido Muncul bekerja sama dengan Jateng Pos telah berbagi kepada para kaum dhuafa di kota Semarang dengan memberikan bantuan senilai 50 juta rupiah.

Bapak Irwan Hidayat selaku Direktur PT Sido Muncul Tbk berharap santunan kepada kaum dhuafa ini bermanfaat dan bisa membantu sebagian kecil kebutuhan mereka.

“Setelah Semarang, kami juga akan memberikan bantuan yang sama di Yogyakarta.”

Yesss.... Pak Irwan dan Sido Muncul memang layak mendapat acungan jempol nih. Santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa secara rutin telah dilakukan oleh Sido Muncul sejak beberapa tahun lalu. Kota-kota yang telah diberikan santunan untuk anak-anak yatim dan kaum dhuafa diantaranya adalah Jakarta, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Bali, Lampung, Medan, Banjarmasin, Makassar, dan beberapa kota lainnya.

Nggak cuma itu loh. Selain kegiatan santunan yang secara rutin dilaksanakan pada saat bulan Ramadhan, ada lagi yang rutin dilakukan oleh Sido Muncul. Sudah familier kan dengan istilah Mudik Gratis?

Betooolll.. sudah berkali-kali dilakukan Mudik Gratis Sido Muncul bagi para pedagang jamu se-Jabodetabek. Mudik Gratis yang ke-28 kalinya ini rencananya akan dilaksanakan pada 17 Juni 2017 mendatang di TMII Jakarta.

Sudahkah dirimu bersiap-siap mudik, kawan? 😉


Read More »

11 June 2017

Corporate Image Award 2017 untuk Sido Muncul




Wajar nggak sih kalau misal sebagai putri daerah aku merasa bangga saat ada prestasi yang muncul dari potensi daerahku?

Ini loh, meski terbilang berada di lokasi yang jauh dari pusat pemerintahan, Jawa Tengah tetap terus bergeliat. Nafas kehidupan terus dialirkan dari berbagai daerah dan sektor, mulai dari pariwisata hingga ekonomi. Salah satu yang terus berada di garda depan ekonomi ya ini nih. Pabrik jamu.

Eiisshh... bukan sembarang pabrik jamu loh ini. Kali ini kita bicara soal PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang biasa disebut Sido Muncul. Perusahaan jamu yang didirikan sejak tahun 1951 ini pada hari Jumat yang lalu tanggal 9 Juni 2017 kembali menerima Corporate Image Award 2017 dari Tempo Media Group yang bekerjasama dengan Frontier Consulting Group.

Penghargaan yang diterima Sido Muncul untuk ketujuh kalinya ini berdasar kategori Traditional Herbal Medicine and Energy Drink. Penghargaan diserahkan oleh Chairman Frontier Consulting Group Handi Irawan, didampingi oleh CEO PT Tempo Inti Media, Tbk Bambang Harimurti dan diterima oleh Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi PT Sido Muncul, Tbk Bapak Irwan Hidayat.


Sido Muncul keren beud laaahh 😍


IMAC (The Indonesia’s Most Admired Companies) adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang paling dikagumi di Indonesia berdasar survey yang dilakukan oleh frontier terhadap empat kelompok responden yaitu 240 jurnalis, 240 investor, 320 kalangan manajemen (high level executive), dan 1680 public. Kriteria responden investor adalah mereka yang pernah melakukan transaksi saham di Indonesia ataupun luar negeri dalam satu tahun terakhir dan/atau saat ini menanamkan modal dalam bentuk saham, obligasi, ataupun reksa dana pada perusahaan tertentu.

Responden manajemen diambil dari mereka yang mempunyai jabatan minimal manajer pada perusahaan barang/jasa dengan usia 30-60 tahun. Responden jurnalis dengan usia 20 dan 50 tahun. Sementara untuk responden publik diambil dari masyarakat umum dengan usia 21-60 dan minimal mereka berasal dari kelas A+ dan memiliki pengeluaran paling sedikit Rp 5 Juta per bulan.

Untuk kriteria penilaian menggunakan empat dimensi yaitu: Kualitas (perhatian tinggi terhadap konsumen, produk/jasa berkualitas tinggi, perusahaan dapat dipercaya dan inovasi), Kinerja (tata kelola perusahaan dengan baik dan peluang untuk tumbuh dan berkembang), Tanggung Jawab (kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial), dan Daya Tarik (berdasar pada perusahaan sebagai tempat kerja idaman dan sejauh mana perusahaan memiliki karyawan berkualitas.

Direktur PT Industri Jamu dan Framasi Sido Muncul Tbk, Bapak Irwan Hidayat mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Beliau berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus melakukan inovasi dan menjaga kualitas produk-produk Sido Muncul.

Tentunya dong yaaa... produk-produk Sido Muncul kan memang sudah familier di segala lapisan masyarakat. Berbagai herbal penuh manfaat amat membantu masyarakat untuk menjaga kesehatan. Mulai dari minuman herbal yang bisa dikonsumsi sehari-hari hingga herbal untuk pengobatan macam Tolak Angin.

Angin aja bisa loh ditolak, kapan dooongg bisa tolak abang-abang kredit panci yang tiada henti kejar-kejar cicilan nih paaakk....
Read More »

07 June 2017

Mengapa Perempuan Belanja Lebih Banyak dibandingkan Laki-laki?



Mau dooonggg yang sepatu merah itu. Lucuk. 

Suka denger celotehan ciwi-ciwi atau mahmud kalau pas mantengin etalase? Baik itu etalase toko offline maupun online nih. Kata sakral LUCUK itu tadi udah jadi garansi kalau sebentar lagi 'keranjang belanja' bakalan terisi barang tersebut.

Denger-denger sih cowok suka kezeeell banget kalau cewek udah nunjuk-nunjuk barang dan bilang 'lucuk'. Mau belanja atau mau nonton lawak kok pilih yang lucu? 😁😂


Beb, kamu itu sudah punya banyak sepatu, masih mau belanja lagi?

Tapi kan yang merah itu belum punya, Ay.....


Nah, pasti banyak kan pasangan di muka bumi yang kayak si Beb dan Ay ini. Beb udah punya banyaaakk aja sepatu berjajar-jajar ibarat Imelda Marcos jaman dahulu. Teteeeep aja masih pengin beli sepatu lagi karena model dan motifnya tidak sama dengan yang sudah dimiliki. Ya kalau mau diturutin semua model dimiliki, bisa-bisa toko sepatunya dibeli juga nih sekalian 😜

Sebenarnya mengapa perempuan belanja lebih banyak dibandingkan laki-laki?

Buat aku pribadi, belanja memang terasa amat menyenangkan. Sekedar beli teh ke minimarket sebelah aja udah girang. Apalagi kalau bisa belanja-belanji fashion, surgaaaa banget rasanya. Tapi teman-teman tau nggak sih sebenarnya ada apa di balik perilaku perempuan yang gemar berbelanja ini? Sempat intip-intip di situs forbes.com kalau sebenarnya ada alasan nyata mengapa perempuan belanja lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan terbiasa mengurus berbagai macam hal, baik itu kaitannya dengan keluarga, teman maupun rekanan bisnis. Perempuan seringkali harus memikirkan urusan belanja ini itu untuk putra-putrinya, suaminya, orang tuanya, bahkan untuk kenalan baiknya.

Pernah tau kah ada cewek yang rempong banget saat mikirin kado ultah untuk pacarnya. Apa yang bakalan disukai oleh doi? Misalnya mau kado baju, motif dan warna apa ya yang bakalan jadi favoritnya? Trus kira-kira ntar ngebungkusnya gimana biar yg dikadoin seneng? Perlu pake kartu ucapan bentuk 💓💗 kah?

Seserius itukah perempuan berbelanja?

Iyaps... mungkin para penjual online, toko-toko baju dan sepatu, ataupun perusahaan pembuat kartu ucapan bakalan gulung tikar deh kalau tak ada perempuan yang seserius itu memikirkan soal belanja. Tak hanya beli untuk pacar ya, yang mamah-mamah pun selain mikirin dirinya sendiri juga hobi banget rempong belanja untuk orang-orang terkasihnya.


belanja bareng si sulung yang udah mulai gadis asyik nih kayaknya 😍


Apalagi kayak aku nih yang jaraaaaanggg banget bisa ketemu dengan putri sulungku yang saat ini masih ada di asrama. Udah ngebayangin aja dia di sana pake baju seadanya, yang ga bisa modis-modis amat karena ada aturan baku berbusana. Jelang lebaran gini tentu saja rasanya hectic banget mempersiapkan belanja fashion untuk si cantik soleha satu ini.

Enggak ada kebiasaan khusus soal baju lebaran sih. Beberapa tahun sebelumnya juga enggak mewajibkan diri untuk membeli baju lebaran untuk suami, anak-anak dan diri sendiri. Palingan kalau pas ada yang menarik dan kebetulan ada rejeki berlebih, suka ngintipin macam-macam baju lebaran di berbagai e-commerce. Tiap Ramadhan dan lebaran pasti ada berbagai promo yang menarik. Sekalian update tren fashion lah biar tidak ketinggalan *meski belum tentu pakai juga 😀

Jadi gitu ya man-teman, kecenderungan perempuan berbelanja memang bakalan lebih banyak dibandingin laki-laki. Perempuan senang sekali menghabiskan waktu windows shopping sebelum mengeksekusi belanjaannya. Banyak pertimbangan yang melintas di kepalanya setiap kali hasrat berbelanja muncul. Entar suamiku suka nggak ya baju yang ini? Anak gadisku bakalan gembira kah kalau dibelikan baju muslim baru untuk lebaran ini? Si bungsu keren kah kalau pakai setelan baju koko ini? Dan seterusnya....dan seterusnya....

Aktivitas ini tidak jarang menjadi hal melegakan sekali bagi perempuan. Dibandingin cuma termenung-menung saja membayangkan baju lebaran, tentu rasaya lebih afdol segera online dan berburu kebutuhan lebaran. Udah jadi ibu yang paling mulia deh rasanya kalau seluruh anggota keluarga happy berkat belanjaan ibu yang tepat pilihannya. Ya kan ya kaaaann....

Teman-teman punya pendapat sendiri soal kecenderungan perempuan berbelanja ini? Ayo sini share dooonkk... makasih ya.
Read More »

06 June 2017

What's Wrong with Monday?



I hate Monday...

Sering banget kan ya kita dengar desahan kalbu yang menjeritkan hal ini. Abis enak-enaknya liburan, pelesiran, gegoleran manja dan ngadem selama week end, eeehh... kudu ketemu sama Monday yang penuh dengan jadwal bertumpuk-tumpuk.

Ada apa sih sebenarnya di balik misteri Senin ini? Banyak orang yang terbangun di Senin pagi dan merasakan lemas tak bersemangat saat harus memulai aktivitas. Padahal biasanya di hari tersebut agenda pekerjaan sudah berjejal-jejal untuk segera dilakukan.

Bisa jadi pas hari Jumatnya ada banyak pending-an tugas yang belum diselesaikan. Jadi secara otomatis kita udah parno duluan mau berangkat kerja. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan jargon I Hate Monday ini, coba cek deh... sobat blogger ngerasa mana yang mewakili diri :
  • Bangun di Senin pagi dengan badan terasa lelah dan letih, padahal udah tidur nyenyak semaleman. Coba deh bandingin dengan orang yang jalan-jalan atau mendaki gunung itu, meski badan payah dan kaki udah kayak mau lepas dari badan, tetap aja setiap bangun pagi langsung excited mau melanjutkan perjalanan. Kenapa bisa begitu??
  • Kurang persiapan menghadapi Senin yang sibuk. 
  • I hate Monday because everyone else hates it too. Gubraaakk... 
  • Merasa tidak menyukai pekerjaan yang harus dilakukan di hari Senin. 
  • Tidak nyaman dengan orang-orang yang bekerja bersama kita selama ini.
  • Persepsi di dalam pikiran kita bahwa Senin itu saatnya memulai lagi dari awal, pheeww..

Gimana, adakah yang mewakili dirimu saat menghadapi Senin, sobat?

Enggak munafik sih, aku pun sering banget menghadapi hal seperti ini. Apalagi kalau pas di kantor gajian telat tapi bos rajin banget instruksi ini itu. Daaaarrr... penginnya liburan mulu enggak usah masuk kerja aja hahahaaa... Atau pas Senin ada instansi terkait yang mau melakukan surveilance dan data yang kubuat belum selesai. Mateeekkk.... tenan 😓

Akhirnya tetap harus kembali pada kenyataan hidup, situasi psikologis seperti ini harus diatasi. Meski selalu ada jiwa bocah di dalam diri kita, tetap bagaimana pun problema I hate Monday ini harus diatasi.

Gampang kah mengatasi kebencian kita akan datangnya hari Senin?


Yes, I Love Monday

Baca-baca di beberapa situs, aku sempat terpekur lama di pembahasan personal growth & fulfillment di prevention.com. Di sana dituliskan bahwa setelah menjalani hari Minggu yang indah, tidak dikejar-kejar email dari customer, bangun siang, sarapan kesiangan, rasanya begitu ngebayangin Senin mau tiba itu seperti mimpi buruk.

Ada beberapa tips yang bisa dicoba supaya Seninmu bagaikan extended weekend. Yaahh...kalau enggak bisa begitu, paling tidak hari Senin tidak bikin tertekan lah :


  1. Memulai hari dengan berbagi kebaikan kecil. Bisa banget loh pas hari Minggu ngeliat ada pernak-pernik lucu trus kita kepikiran : ini kayaknya kalau dipake teman seruanganku bakalan cantik deh. Apalagi kalau bisa kembaran, iiihh seruuuu... Nah, yang sepele-sepele model begini lumayan loh dijadikan mood booster. Melakukan tindakan yang baik ampuh banget digunakan untuk mengurangi stres. Kita kan jadi hepi tuh...
  2. Janjian makan siang dengan teman. Kalau biasanya doyan ngebekel, sekali-sekali lah cheating 😀 Sekedar ngebakso atau ngemie ayam udah asyik banget kalau dilakukan sembari rumpiin ini itu dengan teman baik kita.
  3. Berjemur diri di sinar matahari pagi, paling tidak 15 menit, uwwggghhh... selain mengumpulkan vitamin D ke dalam tubuh, kadar serotonin kita bakalan meningkat. Si serotonin inilah yang berpengaruh pada mood kita.
  4. Memakai sesuatu yang baru di hari Senin. Yeaayyy... akhirnya enggak itu lagi ituuuu lagi yang kita pakai. Sekedar cardigan baru harga seratus ribuan udah bikin kadar pede menggelegak, yakin banget kalau kita cantik pakai barang baru ini. 
  5. Mencoba teknik dandan yang berbeda. Kayak aku nih yang biasanya cuma pake bedak, pensil alis dan lipstik. Beneran lagi pengin banget pake eyeliner. Tapi kudu belajar dulu nih biar enggak beleber kesana kemari 😃
  6. Sarapan dengan sesuatu yang anti mainstream. Misal punya sisa es krim di freezer, bisa tuh embat. Udaah...singkirin aja pikiran kalau nanti pilek. Yang penting happy lah jilat-jilat es krim kesukaan kita sebelum berangkat kerja. Batuk pilek kan udah ada obatnya hahahaaa... Atau punya sisa cake coklat yang lumeran coklatnya bikin kita girang banget. Ikuti aja aturan hidup 80/20 : 80% makan sehat, 20% makan untuk bersenang-senang. Sesekali ora po po to? 
  7. Belanja online dengan jadwal yang tepat. Kalau bisa pas hari Jumat barangnya sudah terkirim. Kenapa harus begitu??  Ya iyalaaahh... kita kan mau pake barang tersebut di hari Senin. Hurrayyy... I love Monday 😍💖


Niiih... kalau terima paket beginian di hari Jumat, udah deehh... bakalan week end terasa ceria dan siap banget ngadepin Senin, se-hectic apapun ntar urusannya. Sesekali aku belanja baju, sepatu, bahkan buku jika kadar stress sudah menuju puncak. Printilan beginian ini ampuh banget melegakan jiwa.

Hahaayyy...thanks ya pak kurir JNE yang baik hati, yang udah apal saja alamatku meski kadang ada pengirim yang kurang lengkap nulis alamatnya. Bisa kerja dengan penuh dedikasi begitu rahasianya apa sih paaaakkk??




Program "I Love Monday" di JNE

Enggak nyangka loh kalau perusahaan sebesar JNE memperhatikan kesejahteraan karyawan sampai di tataran psikologis. Sejak April 2017 lalu JNE menjalankan program khusus bernama "I Love Monday", yaitu penerapan casual dress code bagi karyawan back office.


Bp. M. Feriadi, Presiden Direktur JNE ~ sumber foto : Yahdi Yandika

Menurut Presiden Direktur JNE Bp. M. Feriadi, berkaitan dengan penerapan "I Love Monday" ini, setiap hari Senin karyawan back office bebas mengenakan pakaian casual dan mengekspresikan karakter diri masing-masing sesuai etika dan norma perusahaan. Hal ini menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menambah keceriaan suasana kantor dan kenyamanan dalam aktifitas bekerja.

Sebagian besar karyawan JNE adalah anak muda yang termasuk generasi millenial. Jiwa-jiwa muda inilah yang harus terus dijaga semangat kerjanya. Apalagi tren millenial memang turut mengubah kebisaan daam aktifitas pengiriman paket yang dilakukan oleh masyarakat secara umum. Bisa dilihat dong, lima sampai sepuluh tahun yang lalu pengiriman paket melalui JNE didominasi oleh pengiriman yang bersifat pribadi. Saat ini aktifitas kirim-kiriman paket telah menjadi bagian dari hidup setiap orang karena maraknya e-commerce yang menyentuh hampir seluruh jenis produk yang dikonsumi masyarakat untuk aneka keperluan.

Berbagai perubahan budaya dan kebiasaan yang terjadi menuntut kita untuk lebih kreatif dalam menciptakan karya terbaik di bidang masing-masing. Untuk itu pengembangan dan inovasi tidak hanya dilakukan dalam hal-hal besar saja, hal-hal kecil seperti menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan ceria juga perlu.

staff JNE yang sumringah menyambut hari Senin ~ sumber foto : Yahdi Yandika

Terbukti loh dengan penerapan casual dress code setiap hari Senin ini, antusiasme karyawan sangat tinggi dan karyawan JNE di cabang pun turut meminta program "I Love Monday" ini juga diberlakukan di seluruh Indonesia. Bahkan beberapa karyawan sampai beli baju baru loh agar penampilannya maksimal di awal pekan.

Tuuuhh... sama kan dengan teori yang kusampaikan di atas tadi. Menggunakan sesuatu yang baru di hari Senin itu mood booster bangeeettt.... Apalagi kalau di hari Senin aku bisa pamer gadget baru yang habis aku unboxing ini, uwooowww....


Semangat banget berangkat kerja ditemani gawai baru yang dikirim pake #kotakkayu via JNE, yeaaayyy...

Sudahkah kamu menerapkan I Love Monday juga dalam keseharianmu, teman? Pernah syebel kah sama hari Senin? Kalau iya, bisa share loh tips yang berbeda yang mungkin teman-teman lakukan dalam mensiasati problem I hate Monday.

Selamat berkarya....
Read More »

28 May 2017

Yang Favorit di Bulan Ramadhan



Selamat menunaikan ibadah puasa ya saudara-saudara muslimku di seluruh dunia. Semoga di bulan Ramadhan ini kita semua bisa beribadah dengan tenang, tak tergoda oleh rayuan timeline yang sering bikin kepala cenat-cenut 😉

Hahaaa... enggak bermaksud nyinyir loh, tapi aslik banget beberapa waktu ke belakang setiap kali membuka timeline medsos bawaannya pengin segera nutup lagi. Berbagai permasalahan hidup memang akan terus ada, enggak bakalan bisa otomatis kita minimalisir dengan menutup jendela timeline. Namun, at least itulah hal termudah yang bisa dilakukan untuk tidak terpancing ini dan itu. 

Ya namanya orang sejagat raya ya, mana bisa frekuensi pemikirannya harus sama. Pun ketidaksamaan frekuensi itu tidak serta merta juga bisa dijadikan pembenaran untuk saling serang dan sikut.

Paling asyik ngebahas apa sih kalau pas puasa gini? Takmir masjid yang ganteng? 

Wooyy... istighfar wooyy.... 

Okelah, pembahasan tiap hari sudah dapat berapa juz mungkin bisa dilakukan di grup tertutup saja ya. Kali ini blogku bakalan menerima challenge dari GRes (sebutan untuk anggota komunitas blogger Gandjel Rel) Ika Hardiyan Aksari dan Mba Hidayah Sulistyowati. Kedua GRes ini memberikan tema posting yang asyik, pas banget untuk saat ini : masakan favorit di saat bulan Ramadhan.


Gorengan

Legenda Kuliner Wonosobo : Nasi Megono, Tempe Kemul dan Geblek


Sepertinya sih biasa aja ya value dari makanan yang sering kita sebut gorengan ini. Segala yang digoreng, mulai dari tempe, tahu, hingga sekedar gumpalan tepung diberi rajangan sayuran yang kerap kita sebut bakwan.

Ya yaaa... memang betul, satu potong gorengan jelas mengandung kalori yang berlebihan untuk jatah asupan dalam sehari. Secara ilmu gizi dan itung-itungan kalori memang begitu. Apalah daya, si biang serap minyak yang satu ini tak henti-hentinya menggoda iman untuk dicomot.

Apalagi nih ya kalau pas puasa trus bepergian ke arah Wonosobo, kota dimana suamiku dulu dibesarkan. Saking seringnya dibawain tempe kemul (olahan tempe yang digoreng dengan balutan tepung yang endeusss rasanya) dan geblek (jajanan dari tepung tapioka semacam cireng), sampai sekarang jadi favorit banget nih.

Hanya saja karena keterbatasan kemampuan memasak, akhirnya hanya bisa bikin gorengan tempe seadanya saja. Tempe papan diiris tipis, direndam dahulu dalam bumbu tempe, baru kemudian 'ditenggelamkan' dalam larutan tepung terigu yang telah diberi bumbu bawang, ketumbar dan diberi irisan daun bawang.

Gimana penampakannya?


Hahaayy...standar aja lah penampakannya. Dengan bumbu seadanya seperti disebut di atas, asalkan diramu dengan penuh cinta pasti bakalan lezat nikmat. Itu sih kata para pakar yaaa... Kalau menurutku sih karena di rumah adanya itu ya suami dan anak nrimo-nrimo saja. Daripada enggak buka puasa kan ya 😀

Seistimewa itukah gorengan di bulan puasa? Bukankah di bulan-bulan biasa pun bakul gorengan juga tetap jualan dan tak pernah sepi pembeli?

Kalau di hari-hari biasa sih aku justru berusaha menghindari yang namanya gorengan. Too much calories... Jadi ya pas puasa ini berasa istimewa banget bisa menyantap gorengan, terutama yang dibuat sendiri ya. Jelas minyak gorengnya baru dan bumbu-bumbu yang ditambahkan tidak ada MSGnya, benar-benar hanya bawang putih, ketumbar dan garam. Paduan bumbu-bumbu tersebut saat bertemu dengan daun bawang, amboooiii...syedapnyaaa...





Setup dan Kolak Pisang

Untuk urusan penghilang dahaga, di keluargaku termasuk yang simpel-simpel ajah. Yang utama kan membatalkan puasa terlebih dahulu ya dengan air putih. Setelah itu, untuk menghangatkan tenggorokan biasanya kami sekeluarga lebih memilih teh manis hangat. Saat kehangatan teh mengalir, terasa sungguh indah sehari puasa yang telah kami lewati.

Puasa itu ternyata memang sangat lah sederhana, tak perlu jajanan dan minuman yang berlimpah. Sepotong makanan dan aliran hangat air teh saja sudah menghapus segala lapar dan dahaga yang kita alami seharian. Memang sih, pas sedang berada di bawah terik sinar matahari, kerongkongan terasa kering, pasti pada mbayangin betapa segarnya kalau bisa minum es campur, es jus, ataupun aneka es istimewa lainnya. Kenyataannya, saat berbuka puasa tubuh kita tak membutuhkan sebanyak itu.

Sebagai tambahan teh hangat tadi, sesekali keluarga kami membuat setup maupun kolak pisang. Kalau pas pengin segar tanpa ada tambahan santan, setup pisang is da best lah 😍  Sesekali aja kalau kangen yang gurih-gurih, kolak pisang dengan ditambahi kolang-kaling boleh lah. Atau cincau hitam yang diiris-iris kotak dan dimasukkan ke dalam santan masak yang telah dibubuhi gula putih dan daun pandan. Hmmm... nikmatnyo kemano-manoooo...


Itu tadi favoritku dan keluarga di bulan Ramadhan, kalau teman-teman punya sajian favorit apa nih? Share yuuukk...

Read More »