13 August 2017

The Edge of Beyond : Pesona 6 Notebook Baru dari ASUS



Less is the new luxury. 


Kian hari kita makin dituntut untuk terus siap sedia mengikuti perkembangan jaman. Kini mayoritas aktivitas kerja maupun belajar telah dilakukan melalui dunia digital. Seperti aku nih ya misalnya, dalam melakukan kegiatan rutin ngeblog pun juga butuh sahabat setia sebagai pendukung utama.

Iyes, ketersediaan perangkat digital tak dapat dipungkiri makin menjadi kebutuhan yang lambat laun sudah bisa menjadi saingan nasi dalam kehidupan sehari-hari. Harus ada. Bahkan lama kelamaan tak hanya sekedar 'harus ada' saja, namun spesifikasinya pun bakalan menjadi kebutuhan khusus yang harus terpenuhi.

Keren sih, tapi kok berat....

Nah itu dia... Pengguna piranti digital dalam bentuk notebook kini makin aware dengan apa yang diinginkannya. Maunya pengin punya notebook yang mumpuni sekaligus fashionable. Mungkinkah?

Menyikapi trend pengguna notebook ini, ASUS sebagai pemain utama di industri notebook Indonesia memperkenalkan rangkaian lini notebook terbarunya dalam sebuah acara yang bertajuk The Edge of Beyond. Gelaran acara ini akan berlangsung di Jakarta tanggal 15 Agustus 2017. Wuiihh dua hari lagi, teman.

Dalam acara tersebut bakalan ada 6 buah notebook terbaru yang diperkenalkan. Apa aja siiihh...

Buat pendamba notebook tipis, ntar bakalan ada loh 5 ultrabook tipis di bawah brand ZenBook dan VivoBook. Sedangkan bagi penggila game, event The Edge of Beyond ini juga bakalan menghadirkan khusus untukmu notebook gaming ASUS ROG yang juga tipis.

5 ultrabook tipis tadi adalah ASUS ZenBook 3 Deluxe UX490SUS, ZenBook Pro UX550, ASUS ZenBook Flip S UX370, ASUS VivoBook S15 dan ASUS VivoBook Pro N580. Sedangkan untuk notebook gamingnya adalah ASUS ROG GX501 Zephyrus. Semuanya sejalan dengan tema yang diangkat yakni “Less is the New Luxury”.



Tema Less is the New Luxury menyiratkan sebuah pesan akan keindahan dan kesempurnaan yang tak terduga nilainya. Melalui tema tersebut, ASUS ingin memperkenalkan rangkaian notebook yang juga punya keindahan dalam desain, kesempurnaan bentuk dan tampilan, serta performa luar biasa yang tak terduga dalam tampilan yang lebih kompak, lebih tipis, dan lebih ringan.

Less is the New Luxury adalah rangkuman dari 3 gagasan utama perangkat yang notebook yang luar biasa dan berbeda. Ketiga gagasan itu berfokus pada : notebook stylish berpadu dengan dimensi yang ringan, ultrabook yang memiliki bezel layar sangat tipis, semuanya tetap dirancang dengan performa yang luar biasa.

VivoBook Pro dan VivoBook S15 adalah manifestasi dari notebook yang sangat stylish. ZenBook 3 Deluxe, ZenBook Flip S, dan ZenBook Pro adalah ultrabook masa depan yang indah, tipis dan sangat ringan. Sedangkan ROG Zephyrus GX501 merangkum semua kesempurnaan itu dengan performanya yang luar biasa.



Ultrabook Masa Depan, Tipis dan Bertenaga 

Lini ultrabook ASUS yang dikenal lewat nama ZenBook mengadopsi konsep desain yang tipis, convertible, elegan dan berperforma. ASUS ZenBook Flip UX370, ZenBook 3 Deluxe, dan ZenBook Pro, memuat semua unsur tersebut di dalamnya.

ASUS ZenBook Flip UX370 adalah perangkat yang sangat elegan dan cantik serta memiliki fitur convertibel. Sementara ZenBook 3 Deluxe memiliki desain yang sangat tipis dan premium. Adapun ZenBook 3 Pro adalah ultrabook yang memuat komponen chip grafis gaming di dalamnya yakni Nvidia GTX 1050Ti. Sangat bertenaga dan cocok untuk kebutuhan para konten kreator.

Performa semua notebook tersebut didukung oleh prosesor Intel Core i7 paling baru dari generasi ke-7 atau yang dikenal dengan sebutan Intel Kabylake. Tiga perangkat tersebut dipersiapkan untuk para profesional dan fashionist juga konten kreator yang memimpikan ultrabook stylish, simple, elegan sekaligus punya performa hebat.



Modernisasi Notebook Mainstream dengan Fitur Premium 

ASUS VivoBook Pro dan VivoBook S merupakan notebook mainstream yang telah dimodernisasi sehingga memiliki fitur yang lebih premium. Lihat aja deh, di situ ASUS juga menyematkan berbagai macam komponen unggulan yang ada pada ZenBook dalam perangkat ini, baik pada jeroan internalnya maupun desain bodinya.

Baik ASUS VivoBook S15 dan VivoBook Pro telah didesain dengan bezel layar yang tipis, dengan angka screen to body ratio mencapai 80 persen. Kedua notebook tersebut juga dipercanggih dengan sistem multimedia mumpuni pada hardware audionya, dengan menyematkan speaker yang didesain oleh tim Golden Ear ASUS dan Harman/Kardon



GX501, Varian Perdana dari Lini ROG Zephyrus 

ASUS ROG Zephyrus GX501 merupakan notebook gaming paling tipis di dunia dan sudah diperkuat oleh komponen terbaik. Mulai dari prosesor Intel Core generasi ke-7 yakni Core i7-7700HQ, grafis Nvidia GeForce GTX1080, serta storage lega berkapasitas 1TB dengan teknologi PCIEx4 SSD NVMe. Notebook ini juga merupakan varian perdana dari seri Zephyrus, notebook gaming ultimate yang akan terus dikembangkan oleh ASUS ROG.

Meskipun notebook gaming ini super tipis,  jangan pernah meragukan performanya loh. Selain diperkuat komponen performa tertinggi, ASUS merancang notebook gaming ini dengan spesifikasi, desain pendingin, dan fitur-fitur gaming yang lebih memesona sehingga GX501 ini punya ciri khas.


Pengin tau lebih detail keenam notebook baru dari ASUS ini? Jangan lupa dooongg pantengin terus blogku dan juga akun-akun sosial mediaku, baik di facebook, twitter maupun instagram. Dalam 3 hari ke depan aku bakalan informasikan seberapa kecenya produk notebook ASUS terbaru ini.

Lha kok bisa aku update semua informasi itu?

Huhuuyy... I'll be there, guys... Iyess... aku bakalan ikut event The Edge of Beyond. Entaran deh aku bagi-bagi info notebook terbaru ASUS yang kece, stylish plus memiliki performance luar biasa. Udah pas banget deh gelaran produk ASUS ini bagi penggiat dunia digital yang begitu mencintai kemewahan dengan cita rasa yang tinggi, serta mencari kepuasan maksimal saat beraktivitas.
Read More »

10 August 2017

Bersemayamkah Batik di Urat Nadimu



Nggak rela... masak batik di-claim sebagai kekayaan budaya negara tetangga.

Duh, pernah nggak sih tau ucapan di atas? Iya, pada masanya dulu ada friksi kepentingan antara negara kita dengan negara tetangga sehingga terlontar ujaran di atas. Kurang lebihnya kita pun lalu kusut masai dan tidak terima lantas berucap seperti itu.

Beneran enggak rela nih? Coba, dalam seminggu kita menjalani hidup, berapa kali kita menggunakan batik? Jujur lho yaaa... 😉

Biasanya memang kita mengenakan batik dalam acara-acara khusus yang resmi maupun setengah resmi, misalnya pergi ke kondangan maupun saat seminar atau rapat. Namun dalam perkembangannya, kini setiap orang bebas menggunakan batik di acara apapun. Busana yang kita kenakan sehari-hari pun kini telah banyak yang dibuat dari kain batik.

Dalam perkembangannya, batik kini tak hanya digunakan sebagai bahan pembuat kemeja dan blus. Barang-barang lain seperti sepatu, tas, dompet dan piranti aksesoris lainnya makin cantik dan memesona jika terbuat dari batik.

Kayak Pak RT aja pakenya batik.

Apaaaahhh... siapa tuh yang berani bilang gitu? Mau nggak dibikinin surat pengantar kelakuan baik dari Pak RT ya? 😛

Salah kaprah deh kalau ada yang bilang seperti itu. Batik tidak identik dengan usia tua maupun jabatan tertentu. Persepsi inilah yang sepertinya wajib kita dobrak. Lha wong mamah kinyis-kinyis kayak diriku aja pake batik loohhh *kinyis-kinyis koq ubanan 😁😂


Saya pakai batik lho Pak Asip... Bu Arini...

Kenapa sih kita harus bangga saat mengenakan batik?
  1. Heloooo... saat sedang melenggang di Stasiun Paddington hendak menuju peron 9 3/4, terlintas kah dalam benakmu bahwa semua orang akan tau jika dirimu adalah fans berat Harry Potter yang berasal dari Indonesia? Iyesss... ada lagikah orang yang menggunakan batik dengan penuh rasa bangga seperti orang Indonesia? Kalau bukan kita, siapa lagi kan yang bisa mengharumkan nama bangsa dengan membawa serta batik kemana pun kita pergi. Dikenalnya batik sebagai ciri khas Indonesia tak lepas dari peran serta kita yang secara langsung mengenakannya. Meskipun secara fakta hal ini hanya sumbang sih kecil, jika dilakukan oleh jutaan orang Indonesia yang pergi ke manca negara, tentu bumi pertiwi ini akan tersenyum bahagia.
  2. Batik merupakan hasil tangan-tangan terampil yang telah turun-temurun berjalan sejak dahulu kala. Ada memang batik dengan motif tertentu yang tingkat kerumitan pembuatannya sangat tinggi. Namun di atas itu semua, setiap goresan motif batik mewakili nilai seni adiluhung Indonesia. Jadi wajar aja dong kalau kita sudah semestinya bangga mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Batik adalah warisan budaya dunia. Taukah teman jika pada 2 Oktober 2009 UNESCO telah menobatkan batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi). Lalu pemerintah Indonesia juga menetapkan tanggal 2 Oktober tersebut sebagai Hari batik Nasional. Pengakuan dari UNESCO ini meliputi teknik, teknologi serta pengembangan motif dan budaya terkait. Gimana enggak bangga kan ya jika kita mengingat-ingat bagaimana batik sudah memilik kelas tersendiri di tingkat dunia.
  4. Batik tidak kalah cantiknya bila dibandingkan dengan pakaian tradisional negara lain. Jika kita merasa kece saat mengenakan kimono maupun hanbok, begitu juga lah saat kita secara elegan menggunakan kain batik ke tubuh. Malahan batik ini jauh lebih fleksibel dikenakan di acara apapun meskipun batik dikenal sebagai kain bermotif tradisional.
  5. Ikut memajukan perekonomian negara. Nah, kain batiknya boleh beli kan bukan minjam? 😉 Dengan rutin membeli kain batik di perajin batik lokal, kita telah berusaha untuk turut serta meramaikan lalu lintas uang di negara kita sendiri. Jangan cuma hobi shopping di luar negeri aja ya teman, kalau bisa bikinlah populer kain batik sehingga semua negara di dunia kulakan baju batik ke Indonesia. Mantaaabbb...


Perjalanan Seni Karya Batik di Indonesia



Batik identik dengan seni gambar di atas kain yang dulunya didominasi oleh keluarga raja-raja di Indonesia. Mulanya batik diproduksi hanya untuk dikenakan keluarga raja saja. Budaya batik telah dikenal sejak jaman Majapahit dan terus berkembang melalui kiprah raja-raja berikutnya.

Batik mulai menyebar luas penggunaannya ke masyarakat pada kisaran akhir abad ke-18. Pada waktu itu, semua batik yang dihasilkan adalah batik tulis. Baru pada abad ke-20 di sekitaran tahun 1920 baru muncul batik dengan teknologi cap.

Jika semula batik hanya terkenal digunakan oleh kalangan raja Mataram, maka akibat peperangan yang terjadi baik antar keluarga raja maupun dengan penjajah Belanda, banyak keluarga raja yang mengungsi. Termasuk juga Pangeran Diponegor dan para pengikutnya yang mengungsi ke wilayah seperti Banyumas, Pekalongan, Ponorogo, Tulungagung dan sebagainya. Inilah awal mula batik menyebar ke seluruh pelosok pulau Jawa.

Corak batik di daerah yang baru disesuaikan dengan kondisi di daerah tersebut. Di Pekalongan proses dan desainnya banyak dipengaruhi oleh batik dari Demak. Mulanya di daerah Pekajangan lebih marak usaha tenun yang membuat produk berupa stagen. Lalu belakangan orang-orang yang melakukan pembuatan stagen ini mulai membatik, bahkan kemudian perkembangan batik jauh lebih pesat dibandingkan dengan usaha pembuatan stagen tadi. Para pekerja dari sektor lain seperti buruh pabrik gula di Wonopringgo dan Tirto pun akhirnya berpindah ke perusahaan batik karena upahnya lebih tinggi.


Batik Petungkriyono karya H. Failasuf

Sudah baca tulisanku saat datang ke Pekalongan untuk eksplor Hutan Petungkriyono? Boleh dibaca dulu yang ini : Berburu Oksigen dan Keseimbangan Hidup ke Petungkriyono




Dalam rangkaian acara Amazing Petung National Explore (APNE) 2017, Bupati Pekalongan Bp. Asip Kholbihi kembali hadir untuk menutup acara ini sekaligus meresmikan peluncuran Batik Petungkriyono karya Bp. H. Failasuf.

Pak Failasuf ini merupakan perancang batik yang karya-karyanya sudah melanglang buana. Didukung oleh keterangan Pak Bupati bahwa karya batik dari Pekalongan telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia, bahkan sampai di luar negeri. Keberadaan batik Pekalongan telah mendominasi distribusi batik di Indonesia. Banyak batik yang dijual di luar Pulau Jawa yang berasal dari Pekalongan.

Saat mampir di Padepokan Pesisir milik Bp. Failasuf, tampak para pembatik dengan penuh kecintaan mewujudkan karya seni ke dalam bentuk motif batik. Berikut ini beberapa proses pembatikan yang ada di padepokan batik tersebut.







Jadi jatuh cinta banget pada karya-karya batik perajin ini saat melihat hasil akhirnya yang seperti ini :


Cantik-cantik yaaaa batiknya. Berasa pengin dibawa pulang semua deh batik karya padepokan milik Bp. Failasuf ini.

Nah, tadi dibahas soal Batik Petungkriyno, seperti apa sih desainnya?



Bp. Failasuf beserta Pak Bupati sebelumnya telah menggagas bagaimana cara mengenalkan Petungkriyono ke masyarakat luas. Dengan kepiawaiannya sebagai perajin dan pengusaha batik, tentu saja Bp. Failasuf terinspirasi untuk membuat batik bermotif Petungkriyono untuk mewujudkan gagasan tadi.

Sesuai dengan gambaran alam Petungkriyono yang telah dijelajahi hari sebelumnya, karya batik Bp. Failasuf ini memperlihatkan pemandangan seperti sawah, pohon, curug, bahkan ada pendopo dan binatangnya juga. Persis plek dengan apa yang kulihat di sepanjang bentangan hutan Petungkriyono. Lengkap sekali karya batik Bp. Failasuf ini menarasikan alam Petungkriyono sebagai National Nature Heritage yang akan dikenalkan kepada masyarakat luas.

Rencananya Batik Petungkriyono ini akan dibeli oleh pemerintah Kabupaten Pekalongan dan melalui acara tertentu akan dipersembahkan kepada Presiden Jokowi maupun Sekjen PBB saat Pak Bupati hadir di markas UN.


Betapa bangganya warga negara Indonesia pada Pekalongan yang memiliki komitmen tinggi pada pengembangan karya seni batik. Tak sekedar menjaga eksistensi karya seni tinggi warisan nenek moyang, Pekalongan juga konsisten menjaga roda perekonomian bagi rakyatnya melalui usaha pembuatan batik.

Jadi tak heran lah ya bila Pekalongan pas sekali mendapat julukan Bumi Legenda Batik Indonesia. Banyak karya batik nan cantik sekaligus memiliki nilai seni adiluhung yang lahir dari tangan-tangan trampil putra daerah Pekalongan. Batik Pekalongan untuk Indonesia.... Batik Pekalongan untuk Dunia.


Read More »

06 August 2017

Berburu Oksigen dan Keseimbangan Hidup ke Petungkriyono




 Eh eh… ada diskon lhooo.. yuuukk kita berburu diskon. 

Ah elu, diskon aja yang dipikirin, ga ada yang lain apah? 

Nah loh, hayo siapa saja nih yang suka berburu diskon? Ga ada yang salah sih dengan perburuan ini. Kan semacam pemburu harta karun ya yang mengharapkan mendapatkan harta terpendam yang bisa saja nilainya amat berharga. Bagi banyak orang (termasuk aku nih), dapetin barang diskonan dengan potongan 50% masih tambah lagi 20% adalah suatu keniscayaan yang berharga untuk diperjuangkan.

Pemilihan tindakan seperti ini bukan tanpa alasan. Setiap hari kita semua sudah disibukkan oleh berbagai aktivitas yang padat dan saling susul-menyusul untuk dipenuhi targetnya. Adalah sesuatu yang amat wajar jika kemudian diri kita membutuhkan keseimbangan agar tidak ‘oleng’. 

Lah, oleng bagaimana sih? 

Sstt… tau nggak kasus bunuh diri maupun makin tingginya kadar stres yang dialami manusia saat ini? Sebagian besar karena memang kurang adanya dukungan ketenangan jiwa dari orang-orang sekitarnya. Bisa keluarga, teman, rekan sekerja dan lain-lain. Untuk kita sendiri saat ini apa sih yang bisa kita lakukan agar jiwa bisa kembali ke porsi semula alias bebas stres?


Yuk Jadi Generasi Piknik

Kecanduan gadget dibilang orang menjadi penyebab makin menipisnya kepercayaan manusia terhadap sekelilingnya. Padahal ya bila kita lihat dari sisi positifnya, melalui gadget yang kita miliki, dunia sudah terbentang luas untuk dieksplor. Hanya kitanya saja yang mau memanfaatkan itu atau tidak.

Sudah jamannya kan sekarang mau kemana saja tinggal modal jari. Klik di smartphone ataupun laptop kita yang terkoneksi internet, segala macam informasi bisa kita dapatkan. Temasuk informasi berbagai tempat yang bisa kita kunjungi untuk melepas stres. Nggak harus jauh dan mahal kok kalau cuma jalan-jalan saja. 

Pernah ada ujaran dari Kang Emil (panggilan akrab walikota Bandung Bp. Ridwan Kamil) kalau orang yang suka marah-marah dan gampang stres itu karena kurang piknik dan kurang selfie. Ahaaa… I feel you, Mister Mayor. Lama-lama kalau kita pikirkan memang benar sekali loh ini. Piknik itu memang bermanfaat sekali untuk menyeimbangkan jiwa. 

Beberapa manfaat piknik yang paling sering kita rasakan : 
  • Bersosialisasi. Yakali piknik di tempat yang sepi orang gituh  Namanya piknik pasti ke tempat yang menarik dan otomatis bakalan banyak orang juga yang datang ke tempat tersebut. Hal ini amat bermanfaat untuk menyeimbangkan kondisi kejiwaan kita, terutama anak muda, yang lebih banyak menghabiskan waktunya di depan perangkat semacam smartphone dan laptop. Kemajuan teknologi memang penting untuk diikuti karena memang amat mendukung naiknya kualitas diri. Namun yang tak kalah penting, kita juga butuh manusia lain. Bahkan hanya sekedar melihat orang lain bisa foto selfie dengan penuh bahagia saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri loh untuk kita. Apalagi kalau yang selfie itu nanti diri kita sendiri. Wuiiihh… mantaaapp… 
  • Sehat. Saat sedang piknik, kita bakal menikmati kondisi alam yang sejuk dan menyenangkan (sesuai dengan pilihan masing-masing orang). Seperti aku sendiri yang sehari-hari terkungkung di bilik kerja dari pukul delapan hingga pukul lima sore, keluar untuk menikmati piknik di tempat-tempat wisata sungguh jadi surga tersendiri. Makanya tak heran jika pada musim liburan orang berjubel-jubel di tempat wisata. Berburu kebahagiaan boooo… siapa sih yang tak mau bahagia ;) 
  • Mengurangi kadar kekhawatiran yang bertumpuk. Jika di rumah sehari-hari mengurus rumah tangga, di kantor mendapat beban kerja tinggi, ataupun yang di kuliahan stres ngadepin dosen, perlu banget loh untuk merilekskan diri sesaat. Terbiasa khawatir terus menerus tidak baik untuk kesehatan jiwa. Kesehatan kantong saja perlu diperhatikan, apalagi kesehatan jiwa. Di dalam jiwa yang sehat bakalan ada sesosok manusia yang siap menyongsong masa depan. 
  • Mengenal alam. Adakah yang sehari-harinya hanya tau jalan dari rumah, ke kantor, ke sekolah dan ke mall saja? Jika ada, berarti sudah waktunya kita piknik. Di sekitar kita pasti ada tempat piknik yang menyenangkan meskipun kecil tempatnya. Sibuk mainan terus dengan gadget tanpa mau keluar rumah menjadi salah satu faktor penyebab kuper. Sayang kan ya gadget yang kita miliki bila tidak mendukung kita untuk pergi kemana-mana. Kita perlu lebih mengenal alam sekitar kita agar menjadi manusia yang sehat jiwa dan raga. Ga mau kan jadi generasi muda yang ngeksis setengah mati di sosmed tapi tak ada nilai lebihnya sama sekali? 
  • Menjadi sumber informasi. Nah, berkaitan dengan soal ngeksis tadi, rata-rata orang memang suka sekali menyebar foto diri saat sedang piknik kemana-mana. Aaahh… narsis banget sih loe, ada kan ya yang suka ‘dituduh’ seperti itu. Biarin aja. Dari narsis yang kita lakukan itu, saat ini banyak sekali loh orang yang kepikiran untuk ikut-ikutan mendatangi tempat yang kita tunjukkan tadi. Berawal dari narsis akhirnya ikutan piknik. Mantaaabbb jiwa. Hal ini yang sering terlupakan oleh banyak orang, yang kurang piknik hingga dia kelebihan daya nyinyir. Daripada nyinyir kan mendingan piknik toh. Setuju? 

Nah biar tidak oleng enaknya kita piknik kemana kali ini kita, teman?


Menyambangi Hutan Paru-paru Jawa Tengah 

Bagi yang tinggal di seputaran Jawa Tengah, ada yang taukah tempat dimana kita bisa mengeksplor alam sekitar yang masih murni dan asli gitu hutannya? Bila mencari tempat piknik yang seperti ini, tak salah lagi bila kita lirik Pekalongan yang memiliki potensi alam yang luar biasa.

Mana tuh cobaaa….

Iyes, di Pekalongan ada loh Petungkriyono yang hutannya masih asli dan dipenuhi beragam vegetasi. Bahkan di sekitarnya masih banyak penduduk yang menggantungkan hidup dari bercocok tanam. Keserasian hidup berdampingan antara manusia dengan alam ini lah yang menjadi pesona tersendiri. Secara hari gini kan ya, sudah banyak hak alam yang tercerabut oleh ulah manusia. Pekalongan menawarkan keseimbangan hidup yang layak diacungi jempol.

Petungkriyono sendiri sebenarnya merupakan nama sebuah kecamatan di Pekalongan. Biasa saja kan ya ini, hanya sebagian kecil dari wilayah administratif kabupaten. Namun yang tidak biasa itu adalah daya tarik wisata alamnya yang luar biasa.

Saat hutan-hutan lain mulai kehilangan ‘keperawanan’nya, hutan Petungkriyono masih tak kehilangan aura cantiknya untuk dijelajahi. Selain ada hutan yang kini menjadi satu-satunya hutan paru-paru alam di Jawa Tengah, di Petungkriyono juga terdapat berbagai curug alami yang bakalan jadi surga penyuka wisata air.

Dan bahagia sekali dong pada tanggal 5 Agustus 2017 lalu aku bisa menjadi bagian dari Amazing Petung National Explore (APNE) 2017. Jalan-jalan asyik gitu menjelajahi kekayaan alam yang ada di Petungkriyono.

Mau tau kayak apa aja kecantikan si Petungkriyono ini?


HUTAN SOKOKEMBANG


Sesuai dengan yang telah dikabarkan oleh berbagai pihak yang berkaitan dengan wisata Petungkriyono, Hutan Sokokembang juga merupakan bagian dari kawasan wisata alam Petungkriyono dimana kita bisa melihat sejumlah satwa liar yang hidup di habitat aslinya. Kawasan ini memiliki keragaman flora dan fauna yang sangat tinggi.

Kurang lebih ada 250 species yang telah teridentifikasi berkembang biak di hutan ini, termasuk sejumlah satwa langka seperti macan tutul, elang jawa, lutung dan owa Jawa. Beruntung sekali saat rombongan APNE 2017 melintasi daerah tersebut, ada elang Jawa yang seakan-akan menyambut kami. Dia menari-nari riang di langit bebas saat rombongan sedang menikmati tarian penyambutan.




Saat masuk pertama kali ke wilayah Petungkriyono, rombongan APNE 2017 disambut oleh 2 orang gadis cantik yang memberikan suguhan tarian yang memikat hati. Wihhh.. udah cantik, mana gerakan tarinya luwes dan menarik. Atraksi kesenian seperti ini memang sudah sepantasnya disuguhkan kepada pendatang yang ingin menikmati keindahan alam Petungkriyono.




Asyiikk…bisa foto-foto sama gadis cantik penari tadi. Sambil menikmati kopi Petungkriyono yang mantaapp… Lanjut yuuukk ke spot menarik lainnya.



CURUG SIBEDUG 


Curug Sibedug terletak di Dusun Sokokembang Desa Kayupuring. Curug alias air terjun ini sangat mudah dijangkau karena terletak persis di pinggir jalan raya Petungkriyono.




Helooo… kece kan ya foto ini tadi. Daripada ngendon doank di kamar neng sambil mainan gadget, hayuukk sini lah kita eksplor Curug Sibedug. Di sini kita bisa menikmati air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan air terjun sebayak 2 buah. Bahkan bisa jadi loh air terjunnya jadi 3 kala musim hujan melanda.






Amazing banget bisa menemukan curug seseksi ini setelah perjalanan yang cukup jauh dari pusat kota Pekalongan. Serasa kayak menemukan surga yang terpendam. Ceilah istilahnya yaaa… tapi beneran loh saat kita keluar dari zona nyaman di rumah ataupun kubikel kantor dan kemudian menemukan alam yang masih perawan seperti ini, hati rasanya langsung penuh kembali oleh energi positif.


Jembatan Sipingit 





Di bawah jembatan Sipingit ini ada aliran sungai yang alunan arusnya seperti nyanyian alam yang amat membuai jiwa dan raga. Asyik loh mainan air di sini. Tapi harus berhati-hati ya karena ada bagian yang cukup dalam. Piknik itu harus safe juga ya kakaaa...




Apa yang istimewa dari Jembatan Sipingit?

Terletak agak ke bawah dari jembatan, tepatnya dari posisi sawah terakhir sebelum jembatan ini, ada kolam Sipingit yang terkenal dengan nama Black Canyon. Menurut Mas Imam pemandu yang menyertai Anggun Paris rombonganku, jalan masuk ke kolam itu agak susah. Nah, ini PR banget ya untuk semua pihak agar bisa memaksimalkan kolam tersebut tadi. Wisata air itu kan selalu menarik, dimana pun tempatnya. Apalagi saat jalan-jalan ke Petungkriyono di suasana yang sedang panas terik. Wowww.. jebar jebur di air bakalan asyik donk.


Curug Welo 




Welcome to Curug Welo….

Masih aja ya ga ada habis-habisnya nih kecantikan Petungkriyono. Tadi aja Curug Sibedug udah kece. Ini ada lagi nih yang lebih menggoda untuk dijelajahi.


Di Curug Welo, kita tak hanya dimanjakan oleh limpahan air curugnya yang menyegarkan. Ada berbagai spot yang uhuy untuk selfie ria. Di tengah hutan booo bisa nemu ginian udah ajaib banget ya.




Sudah wajar nih misalnya pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan ‘harta karun’nya ini sebagai daya tarik yang tak pernah membosankan untuk didatangi. Di Welo Asri yang akan mengantarkan kita ke lokasi Curug Welo, kita dapat menikmati berbagai atraksi sebagai berikut :
  1. River tubing.
  2. River tracking
  3. Body rafting
  4. Pohon selfie
  5. Pendakian 
  6. Rest Area
Sayang sekali kemarin rombongan APNE 2017 rada kesorean jadi aku belum bisa menceritakan banyak soal river tubbing ini. Bagi wisatawan yang suka dengan tantangan olah raga air, wahana river tubing dan river tracking di Welo River Kayupuring layak dicoba. Mengarungi sungai dan jeram-jeram menantang akan memacu adrenalin kita. Tracknya kurang lebih sepanjang 2-3 kilometer, kita bisa menikmati jernihnya air sungai Welo sekaligus main air  selama kurang lebih 3 hingga 4 jam di sini. Doain ya gaes suatu saat bisa balik sana lagi biar puas main airnya. Kita eksplore Curug Welo bareng-bareng ya ntar.


Curug Bajing 


Curug bajing merupakan idola baru yang ada di kawasan ekowisata Petungkriyono. Curug ini terletak di Dusun Kembangan, Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono.




Weits… cantik banget spot ini. Ga bakalan menyangka loh ada pemandangan segini cantiknya setelah menuruni bukit yang cukup terjal dan berliku. Tsaaahh… udah kayak jalan hidup aja ya gaes.

Ada apa aja sih di Curug Bajing?




Curug Bajing memiliki pesona air terjun berketinggian 75 meter dengan debit air melimpah. Air di curug ini tersohor tidak pernah surut meskipun musim kemarau sedang datang.


Yang tak kalah pentingnya dari suatu tawaran keindahan wisata alam adalah tersedianya fasilitas sanitasi yang memadai. Tentunya selama menjelajahi spot wisata dalam kurun waktu yang tidak sebentar, pengunjung tempat wisata bakalan membutuhkan toilet.


Alhamdulillah di Curug Bajing ini, meskipun lokasinya berkontur naik turun perbukitan, pengunjung bisa menemukan toilet dengan mudah.

 

Curug Lawe 




Alhamdulillah dalam rangkaian APNE 2017 tanggal 5 Agustus 2017 ini rombongan bisa sampai ke spot yang tak kalah cantiknya dengan beberapa spot yang sudah disebutkan sebelumnya. Bahkan saat berkunjung ke sini rombongan APNE 2017 disambut oleh adik-adik dari Rampak Santri Al Fusha.

 
Uwuwuwww… segala lelah dan letih setelah mengeksplor tempat-tempat sebelumnya jadi tersiram oleh riangnya tampilan adik-adik yang ganteng ini.

Curug Lawe terletak di Dusun Cokrowati Desa Kasimpar. Curug ini memiliki ketinggian 100 meter dan menjadi primadonanya penggemar petualangan. Untuk mencapai curug ini kita harus tabah menempuh jungle tracking selama kurang lebih 1 jam.

Karena sudah kesorean, rombongan APNE 2017 tidak bisa menikmati cantiknya Curug Lawe. Kami harus cukup puas ngeksis di spot yang sudah ditata apik seperti ini :

payungi hatiku dengan kasih sayangmu kakaaaa....

Gimana, cantik kan yaaa itu dinaungi payung merah. Uhuks… iya, ya payungnya ya orangnya lah. Udah iyain aja biar cepet 😁 Selain payung cantik yang ada di depan gerbang masuk, masih ada spot payung cantik lainnya yang dilengkapi dengan hanging hammock. Buat yang memang potensi encok dan tak sanggup jalan jauh-jauh, di hutan wisatanya sini aja udah bahagia kok *pembelaan untuk diri sendiri


Sebenarnya masih ada lagi loh daya tarik Petungkriyono yang lain. Asalkan bisa berangkat sepagi mungkin kita tak bakalan ketinggalan untuk menjelajahi hutan paru-paru Jawa Tengah ini hingga ke Curug Muncar. Di sana ada 7 buah air terjun. Uwooowww... kudu balik ke sana lagi nih.

Di Curug Muncar kita tak hanya bisa menikmati suguhan pemandangan alam berupa air terjun yang indah. Udara super sejuk bakalan kita dapatkan juga. Enggak sia-sia usaha kita berburu oksigen dan keseimbangan hidup kalau sudah sampai sini. Di Curug Muncar udah komplit banget, ada area parkir, loket, camping ground, shelter dan sarana MCK. Akses jalannya pun telah berupa beton dilengkapi dengan pagar pengaman. Bagi yang ingin menginap telah tersedia guest hose dan home stay di sana.


Fakta-fakta Unik Petungkriyono

Selain destinasi menarik yang wajib kita ketahui di Petungkriyono, ada banyak fakta unik tersembunyi yang tak kalah asyiknya untuk disimak. Yuukk sini kita bahas satu satu.

  • Mistery Land. Menurut penuturan Bupati Pekalongan Bp. Asip Kholbihi, Petungkriyono dibangun oleh raja-raja Syailendra dari peradaban Pekalongan lama. Banyak situs yang ditemukan di sepanjang Hutan Petungkriyono dan masih diteliti oleh para arkeolog untuk merekonstruksi sejarah kerajaan Syailendra yang ada di Petungkriyono.
  • Nama Petungkriyono diambil dari nama salah satu rakai/kepala wilayah. Rakai Petung merupakan salah satu pemimpin di wilayah tersebut pada jaman kerajaan Hindu masih memimpin. Kini setelah terjadi proses akulturasi budaya, mayoritas penduduk memeluk agama Islam.


  • Anggun Paris. Yang jelas ini bukan saudara kembarnya Anggun C. Sasmi ya. Anggun Paris merupakan akronim dari angkutan pegunungan pariwisata, armada khusus yang digunakan untuk mengangkut para wisatawan yang hendak menikmati indahnya bentangan hutan Petungkriyono yang berjarak lebih dari 25 kilometer dari Doro, base camp awal dari perjalanan ke Petungkriyono.
  • Hutan Sokokembang yang ada di Petungkriyono merupakan habitat asli Owa Jawa. Selain Owa Jawa terdapat juga kera, lutung, krak krak (semacam monyet kecil), juga macan tutul. 
  • Meski hidup jauh dari pusat keramaian Kabupaten Pekalongan, masyarakat Petungkriyono rajin berjualan hasil buminya. Pada jaman dahulu sebelum ada angkutan yang menghubungan masyarakat yang tinggal di Petungkriyono dengan pusat kota, penduduk sekitar harus menempuh jarak perjalanan 2 hari dengan berjalan kaki dan memanggul hasil buminya untuk menjualnya ke kota. Luar biasa yaaa... Coba deh bandingin dengan kita yang serba Gojek di masa kini, masih suka ngomel-ngomel kalau gojeknya telat barang sebentar gitu.
  • Salah satu yang mereka andalkan adalah tanaman kopi. Di Petungkriyono ada 2 jenis kopi, robusta dan arabica. Seperti yang umum kita ketahui, kopi arabica hanya bisa tumbuh di ketinggian lebih dari 1500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Desa Kasimpar hingga Desa Yosorejo merupakan penghasil kopi arabica yang dinamakan Kopi Petung. Sedangkan kopi robustanya tumbuh di daerah yang lebih rendah. Adapun yang robusta ini lebih disebut sebagai Kopi Owa. Kopi Owa bukan lah seperti kopi luwak yang dihasilkan dari pembuangan binatang tersebut. Kenapa dinamakan kopi Owa? Karena hasil penjualan dari kopi tersebut didedikasikan untuk konservasi primata langka yang hanya ada di Petungkriyono ini.
  • Banyak tempat kece untuk selfie. Hei, spot selfie kan udah biasa ya? Iya, itu kalau lokasinya dekat-dekat saja. Petungkriyono dapat kita capai setelah kurang lebih 1 jam perjalanan. Nggak kalah update ya Petungkriyono dengan tempat-tempat wisata kekinian lainnya yang lagi ngehits.



Ada yang mau juga eksplor Petungkriyono?

Yuuukk segera kita cuuuzz ke Pekalongan. Jalan-jalan sekaligus kulakan oksigen untuk tubuh kita yang amat membutuhkan asupan udara bersih dan piknik asyik bagi keseimbangan jiwa.

Boleh loh intip-intip juga video jalan-jalan ke Petungkriyono di channel youtube-ku. Mampir ya, teman-teman 😉


 
Read More »

02 August 2017

Merawat Diri di Sanasya Salon dan Spa Muslimah Semarang




Merawat diri itu penting gak sih?

Bagi siapa saja yang setiap harinya tak putus beraktivitas, pertanyaan di atas tadi memiliki jawaban yang sudah pasti. Tubuh tak hanya memiliki kewajiban untuk melakukan beragam kegiatan. Secara rutin dan terus menerus kita menjalankan berbagai aktivitas, sesuai dengan tuntutan pekerjaan maupun jadwal di dalam rumah tangga.

Semua kewajiban harus dilakukan. Yang memiliki jadwal kantoran, selain datang tepat waktu dan menyelesaikan serangkaian pekerjaan, menunjukkan performance yang baik pun penting. Kan enggak sekedarnya saja ya kalau kerja tuh. Nilai-nilai positif dari diri kita akan terus dievaluasi oleh pihak manajemen. 

Yang menjadi manajer rumah tangga jauh lebih butuh ketahanan diri nih. Tau kan ya urusan rumah tangga itu enggak ada habisnya. Mulai dari menjaga kebersihan rumah, ketahanan sandang dan pangan keluarga, antar jemput anak-anak sekolah, dan masih segudang aktivitas lainnya.

Baik yang kerja di luar rumah maupun di dalam rumah, ini khususnya bagi kaum perempuan ya, mosok sih ya enggak pernah merasakan capek gitu setelah seharian penuh menunaikan kewajiban? Ga mungkin kan yaaaa...Tubuh tak sekedar dituntut untuk menjalankan semua aktivitas dengan baik. Tubuh juga perlu mendapatkan haknya untuk dirawat.

Apa saja sih bentuk merawat diri bagi kaum perempuan?

Yang paling utama adalah cukupnya waktu istirahat. Iya doonkk.. berapa jam dalam sehari coba tuh tubuh kita gunakan untuk 'bekerja' tiada henti? Untuk mengembalikan kebugaran tubuh, istirahat jelas harga mutlak.

Istirahat dari berbagai beban hidup ini ada banyak bentuknya. Bisa jadi berupa tidur siang, membaca buku kesayangan, menonton film favorit, atau melakukan perawatan tubuh. Salah satu bentuk perawatan tubuh yang bisa dijadikan alternatif adalah pergi ke spa. Aku suka banget nih setiap kali menikmati perawatan tubuh di spa.

SPA berasal dari kata solus per aqua yang lebih memiliki artian sebagai terapi air. Namun kini spa tidak hanya merujuk ke perawatan kesehatan dengan media air saja. Perawatan tubuh menyeluruh dengan konsep Body, Mind and Soul adalah tujuan utamanya.

Kalau ngebahas soal pergi ke salon dan spa, suka ada yang bilang : malu aaahh... ntar ketemu yang berlainan jenis gimana?


Aman dan Nyaman di Salon dan Spa Muslimah

Urusan malu pergi ke salon dan spa kayaknya sudah tak perlu dirisaukan lagi. Kan ada salon dan spa khusus muslimah. Meski tak harus yang muslim saja yang bisa mendapatkan perawatan di situ. Asalkan perempuan deh pasti bisa menikmati treatment spa dengan nyaman tanpa takut terlihat oleh yang bukan mahromnya.

Emang di Semarang ada salon dan spa muslimah?


Ada dooongg...

Konsepnya cocok banget nih buat perempuan. Pas sekalian jalan-jalan di mall, lirak-lirik belanjaan yang udah diincer, lanjut ke salon dan spa muslimah.

Di Java Supermall lantai 2 ada Sanasya, salon dan spa muslimah yang menawarkan perawatan menyeluruh untuk tubuh. Saat pertama kali masuk ke Sanasya, yang terlihat adalah jajaran perlengkapan kece untuk kaum muslimah, mulai dari busana hingga ke kerudung. Aku malah udah beberapa kali beli kerudung segi empat maupun pashmina di sini. Cuma kalau khusus untuk menikmati spanya ya baru ini. Dan nyeseeeelll banget, kenapa enggak dari dulu nyalon dan nyepa di sini.

Oya boleh mampir bentar dong di sini, aku bikin video pendek pas kapan hari ke Sanasya :





Paket perawatannya apa aja sih yang ditawarkan Sanasya?

Boleh loh kalau mau intip-intip menunya, nih aku bagi contekannya 😉



Tuuuhh.... komplit kan ya, mulai dari kaki, tubuh hingga rambut ada semua. Saat melakukan perawatan lalu aku mencoba paket Bilqis. Berikut step-step perawatannya :


SAUNA





Sauna memiliki banyak manfaat loh. Saat tubuh masuk ke kotak sauna dan mendapatkan suhu steamer yang cukup, maka dari tubuh kita akan keluar banyaaaak sekali keringat. Pelepasan kotoran badan melalui keringat ini menjadi detoksifikasi alias mengeluarkan racun-racun dari dalam tubuh. Enak kan ya, anget... angeeett.... lama-lama panas gituh, dan keringat pun bercucuran secara otomatis.

Saat tubuh merasakan uap panas sauna, semua pembuluh darah di dalam tubuh akan bekerja maksimal. Peredaran darah pun diharapkan jadi lancar setelah bersauna. Kita suka ga sadar kan ya, bahwa di sekeliling kita ada aneka bahaya paparan racun semacam merkuri, tembaga dan zat-zat asing lainnya. Melalui sauna inilah berbagai zat beracun tadi akan keluar bersamaan dengan keringat berlebih yang dihasilkan saat proses sauna berjalan.

Yang perlu diingat, biasanya sauna hanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu, sekitar 15 hingga 20 menit. Bila terlalu lama tubuh kita akan terancam dehidrasi. Di Sanasya sudah pas banget nih pelaksanaan saunanya. Pas keringat selesai mengucur keluar dari dalam pori-pori, terapis akan memberikan handuk untuk mengeringkan keringat sebelum lanjut ke step berikutnya.

Eh tau ndak, handuk di Sanasya lembut dan wangi looohh... Aku pernah pergi treatment ke tempat spa yang lain, handuknya rada bikin kulit tergores euy... kurang lembut gitu. Mana di Sanasya warna handuknya cantik cantiiikkk...

Sebelum lanjut ke langkah berikutnya, sembari menunggu keringat mengering kaki kita akan dicuci dengan air hangat. Ehm... enhaaaakkk 👌😍


BODY MASSAGE


Saat badan benar-benar sudah di ambang pegal tak tertahankan, mendapatkan pijatan dari mbak terapis di Sanasya itu udah surga banget deh. Tekanan saat pemijatan pun disesuaikan dengan keinginan kita. Bila ingin pijatan kuat ya bisa rekues dengan tekanan tersendiri.



Terapisku sip banget lah, saat aku ingin dipijat yang agak kuat pun dia bisa menyesuaikan dengan keinginan. Meskipun badannya tak terlalu besar, mbak terapis itu tampak udah pengalaman banget melakukan treatment. Badanku terasa segar banget setelah sekitar 1 jam dipijat.

Pijat memang memiliki banyak manfaat, utamanya utuk melancarkan peredaran darah dan membuat tubuh merasa rileks. Saat sedang stress di tempat kerja ataupun gara-gara urusan rumah yang tiada habisnya, enak banget loh dipijat begini. Kadar stress bisa mereda, bahkan ketegangan di kepala pun akan mengendur. Pijatan di tubuh akan nyambung ke berbagai bagian lainnya sehingga peredaran darah yang naik ke kepala pun akan lancar.  Apalagi saat pemijatan kan menggunakan essential oil, aromanya bakal bikin perasaan kita membaik. Asyik kan ya mencium-cium wanginya minyak pijat yang digunakan terapis.


BODY SCRUB


Setelah dipijat, terapis Sanasya melanjutkan dengan membalurkan adonan scrub ke tubuh. Scrub ini tidak akan langsung digosok loh, namun ditunggu hingga 15 menit dulu. Scrub yang sudah agak mengering akan lebih mudah membantu mengangkat sel kulit mati sehingga akan tampaklah sel kulit baru yang tentunya lebih segar.

Sensasi saat di-scrub tak jauh beda loh dengan saat dipijat. Kan terapisnya saat mengangkat scrub dari badan juga digosok-gosok, kayak dipijat ulang deh rasanya. Hanya saja memang tidak menggunakan tekanan karena tujuannya memang untuk membersihkan sel kulit mati. Butiran-butiran scrub yang rontok dari badan tampak bercampur dengan kotoran tubuh. Coba dilihat apa warnanya? 😉


BODY MASK 


Kenikmatan spa tidak hanya berhenti sampai di body scrub saja loooh... Setelah kotoran di kulit kita rontok, saatnya kelembutan kulit dikembalikan dong. Terapis mengoleskan body mask ke seluruh badan dan dibiarkan hingga kering untuk beberapa saat.

Manfaat body mask :
  • membuka pori-pori yang tersumbat kotoran
  • melembutkan kulit
  • mengembalikan kelembaban dan kehalusan kulit
  • merilekskan otot
  • mencerahkan warna kulit
  • mengembalikan kekencangan kulit


TOTOK WAJAH


Masih ada satu lagi nih perawatan yang ada di Paket Bilqis. Beneran kumplit yaaakk... enggak cuma badan aja loh yang menjadi tumpuan perhatian. Wajahpun juga mendapatkan porsi perawatan tersendiri melalui totok wajah.

Terlebih dahulu wajah kita dibersihkan dari sisa-sisa make up. Kemudian terapis akan melakukan teknik pijatan khusus di wajah. Biasanya nih ya kalau pas totok wajah aku bakalan ngantuuuukkk banget. Kenapa bisa gitu?

Secara umum totok wajah memang memiliki fungsi untuk memperlancar peredaran darah dan menyeimbangkan hormon. Maka tak heran bila kemudian kita merasa rileks dan bablas ngantuk. Itu tandanya proses totok wajah berhasil 😉💙💚



Apa nggak ninggalin waktu sholat nih saat melakukan perawatan spa ini, kan lama banget tuh tentunya ya?

Enggak dong yaaa... sholat tetap yang utama ga boleh ditinggalin. Di Sanasya Salon dan Spa Muslimah Semarang ini ada banyak mukena yang bersih dan wangi. Sengaja disediakan untuk para pelanggan yang melakukan berbagai treatment yang cukup memakan waktu. Seperti aku nih pas ke Sanasya selepas jam kantor, mulai treatment aja sudah jam 5 sore. Tentunya bakalan melewati waktu sholat maghrib kan. Sebelum lanjut ke treatment selanjutnya bisa dong sholat dulu. Ga ada alesan ninggalin sholat.

Selesai semua rangkaian perawatan, aku mendapatkan secangkir jahe hangat. Hmmm... pas banget hangatnya di tubuh bikin badan makin segar.

Sebenarnya aku masih ingin juga melakukan perawatan yang lain. Facial, pedi meni dan hair treatment-nya belum. Kudu balik lagi besok besok lah ke Sanasya. Ga cuma tubuh kan yang butuh dirawat secara intensif. Wajah, jari tangan dan kaki serta rambut juga udah minta jatahnya nih.




SANASYA Salon dan Spa Muslimah
Java Supermall Lantai 2 No. 207
Reservasi : 024-8410105 / 081325297555
Instagram : @sanasyaspamuslimah 



-------------------------------

Sumber referensi :
  • http://www.ledisia.com/perawatan-kulit/5-alasan-kenapa-kamu-harus-rutin-melakukan-body-spa/
  • http://beauty.grivy.com/h/i/107289046-beberapa-manfaat-spa-untuk-tubuhmu
  • https://www.deherba.com/berikut-bahaya-dan-manfaat-melakukan-sauna.html
Read More »

25 July 2017

Ade Rai dan Kekuatan Eceng Gondok



Kuasaaaa apiiii...

Hadeh, masih kebayang nih scene di tontonan favoritnya anak lanang. Ada itu bocah kecil super ajaib yang punya kekuatan luar biasa. Ada kekuatan api, air, tanah, topan, entahlah.... kuat amat yak bocah sekecil itu menanggung kekuatan yang maha hebat.

Namanya juga tontonan buuuu...

Bentar lagi juga bakalan ada tontonan soal kekuatan yang menakjubkan gitu. Kuase eceng gondoookk...

Woiyy.. ngimpi apa loe hari gini pakai kekuatan dari eceng gondok? Ada yang tau sejenis apakah eceng gondok itu?

Kalau di wikipedia sih ya eceng gondok itu masuk kategori sebagai salah satu tumbuhan mengapung. Kecepatan tumbuhnya dahsyat sekali, ngalah-ngalahin kecepatan mamah-mamah dan nona-nona penggemar akun hosip saat berburu kabar terkini. Tumbuhan ini muncul sedemikian cepat seiring dengan laju kandungan nitrogen, fosfat dan potasium yang ada di dalam air. Di keseharian kita, eceng gondok ini bakalan memilih untuk selalu mencintai lingkungan air yang penuh dengan limbah, baik limbah rumah tangga maupun polutan yang lain. Dimana ada air kotor, di sanalah si enceng gondok bakalan bersemayam.

Lalu salahkah bila eceng gondok ini mempertahankan kekuatannya di lokasi yang penuh air?

Selama ini kita menganggap si eceng gondok ini sebagai pengganggu lingkungan. Daun-daunnya yang lebar dan didukung dengan pertumbuhannya yang luar biasa cepat, tentu saja membuat penguapan air makin tinggi. Di Rawa Pening, salah satu tempat yang ada di Kabupaten Semarang, dari tahun ke tahun kandungan airnya makin menyusut. Rawa Pening yang merupakan danau di tengah daratan yang luasnya mencapai sekitar 2700 hektar saat ini mengalami pendangkalan. Permukaan danaunya hampir 70% tertutup eceng gondok.

Selain itu, dengan makin luasnya pertumbuhan eceng gondok, maka cahaya yang bisa masuk ke dalam air pun bakalan menurun. Akibatnya kadar oksigen yang larut ke dalam air pun makin berkurang. Bisa dibayangkan bagaimana kualitas airnya kan? Belum lagi bakalan munculnya berbagai penyebab penyakit manusia dari lingkungan air yang kotor.

Berkaitan dengan estetika pun juga ga ada indahnya sama sekali lah wilayah perairan yang ditumbuhi dengan kawanan eceng gondok ini.

Itu semua salah eceng gondoknya kah?


Eceng Gondok dan Pertahanan Diri

Menyoal eceng gondok ini pada tanggal 20 Juli 2017 yang lalu beruntung sekali aku bisa menyaksikan orang-orang yang peduli pada lingkungan menyuarakan hal-hal penting berkaitan dengan pengelolaan eceng gondok ini. Seperti yang kita semua mungkin telah ketahui, permasalahan eceng gondok yang meresahkan ini tak hanya ada di Rawa Pening. Ratusan danau di Indonesia lainnya pun mungkin saja mengalami hal yang sama.




Benarkah bila kemudian dikatakan bahwa manusia menyelamatkan lingkungan gara-gara pertumbuhan eceng gondok yang zuper cefat ini?

Aku takjub banget loh saat Ade Rai, ikon produk Kuku Bima Energi (KBE) Sido Muncul berbicara secara lemah lembut tentang filosofi kekuatan eceng gondok itu sendiri. Eceng gondok kan memang tumbuh di wilayah berair yang kotor. Nah, air yang kotor itu siapa sih sebenarnya yang bikin? Si eceng gondok itu sendiri??

Duaaarrr.... Iya, ho oh. Eh kita yang manusia ini berasa ketampar nggak sih sama omongan Mas Ade Rai tadi? Ngerasa nggak sih bahwa sebenarnya manusia sendiri yang mendatangkan problem lingkungan bagi sekitarnya?

Tak dapat dipungkiri lagi, timbulnya permasalahan ini jelas karena keterbatasan pengetahuan banyak orang. Memang kalau seputar kesalahan pengelolaan lingkungan itu tidak bisa absolut kita timpakan pada pihak-pihak tertentu. Yang penting sekarang gimana cara mengatasinya?



Rawa Pening dan Potensi Wisata Daerah


Jembatan Biru, Sumurup, Tuntang di tengah Rawa Pening


Sendirian mba?

Iya... nungguin kamu masuk ke hatikuuuu...

Ahaayy... Itu fotoku saat melintas di jembatan berwarna biru yang pada angle pemotretan tertentu bakalan Instagramable banget. Sayang ya itu modelnya enggak mendukung banget hahahaa... Mukanya jutek, kayak emak-emak yang sedang ngejar-ngejar mbok blanjan gara-gara baru sadar bawangnya abis pas mau masak sop. Ngenes.

Jembatan Biru yang ada di Sumurup Tuntang itu memang berada di tengah bentangan Rawa Pening. Coba yuk bayangin bila kondisi perairannya bersih dan indah, danau seluas 2700 hektar ini bisa dijadikan apa saja.

Rawa Pening merupakan danau alam di Kabupaten Semarang yang memiliki panorama indah tak terbantahkan. Terletak di kaki 3 gunung, yaitu Gunung Merbabu, Gunung Teloyomo dan Gunung Ungaran. Sebelum sebaran eceng gondok merajalela, dulu orang memancing ikan dan piknik di daerah ini. Nah, dengan menurunnya kadar oksigen air, mana lah bisa ikan berkembang biak. Hidupnya bakalan tercekik-cekik kayak orang yang kena jeratan lintah darah.

Kekuatan Rawa Pening sendiri tak lepas dari legenda yang telah beredar di masyarakat. Sudah pernah dengar tentang legenda Baru Klinthing? Legenda ini menceritakan tentang seorang bocah yang dengan kesaktiannya mampu membuat bekas cabutan sebatang lidi menjadi sumber air yang maha dahsyat. Kalau boboi boy punya kekuatan api, bocah Baru Klinthing ini punya kekuatan lidi kalik ya 😉

Miris ya jika kemudian kita membayangkan potensi alam yang super keren ini bakalan memudar gara-gara 'serangan' eceng gondok yang mencoba mempertahankan lingkungannya yang dicemari oleh manusia.


Bp. Irwan Hidayat, direktur PT Sido Muncul, Tbk memperlihatkan eceng gondok yang tumbuh di Rawa Pening

Selama ini telah ada upaya pembersihan eceng gondok dan pelatihan pemanfaatan tumbuhan tersebut menjadi produk-produk yang bermanfaat. Sayang sekali, laju pertumbuhan eceng gondoknya masih jauh lebih tinggi dibandingkan kapasitas manusia mengolahnya.

PT. Sido Muncul, Tbk termasuk salah satu pihak yang peduli terhadap potensi wisata air di danau Rawa Pening ini. Direktur Sido Muncul, Bp. Irwan Hidayat, mengatakan bahwa pariwisata di Indonesia harus dipromosikan karena sektor yang satu ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan, dapat mempengaruhi semua bidang dan terus mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perekonomian rakyat juga bakalan meningkat jika kekuatan wisata di Rawa Pening diolah dengan maksimal.

Pak Irwan, lalu gimana dong biar Rawa Peningnya cantik tanpa embel-embel eceng gondok itu?



Rawa Pening, Sido Muncul dan Ade Rai




Sebenarnya sejak 19 Desember 2016 Sido Muncul telah mempelopori pemanfaatan tumbuhan eceng gondok ini menjadi sumber energi terbarukan. Semua bagian dari eceng gondok dapat dijadikan produk bahan bakar padat berbentuk pelet (briket/biomas). Pelet ini bisa menggantikan fungsi bahan bakar seperti minyak tanah maupun gas.

Melalui upaya ini diharapkan volume eceng gondok yang terus berkempang pesat dapat ditekan dan Rawa Pening akan kembali bersih. Jika Rawa Pening telah bersih, tentu saja efek baiknya akan dirasakan oleh masyarakat sekitar. Tak hanya di sektor pertanian dan perikanan saja loh dampaknya, pariwisata pun bakalan bisa digenjot jika Rawa Pening bisa kembali indah.

Melihat potensi wisata Rawa Pening ini, pada 20 Juli 2017 lalu Sido Muncul melakukan syuting iklan Kuku Bima Energi (KBE) di tempat tersebut. Melalui pesan iklan yang hendak disampaikan melalui iklan televisi nantinya, Sido Muncul ingin memberikan solusi bagaimana membangun Rawa Pening menjadi tempat pariwisata dan mengolah eceng gondok menjadi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Upaya pengelolaan Rawa Pening ini sekaligus merepresentasikan visi Sido muncul untuk menyelamatkan sumber-sumber air yang ada menjadi danau-danau wisata yang cantik di Indonesia.

Pak Irwan mengatakan melalui iklan ini diharapkan pemerintah dapat memberikan perhatian yang lebih terkait permasalahan eceng gondok. Masalah ini tidak bisa diabaikan begitu saja, butuh kerja sama pemerintah dan masyarakat. Pengusaha pun tak bisa menutup mata pada masalah-masalah yang ada di sekitarnya, harus ikut turun tangan juga dengan karya nyata.


suasana syuting iklan terbaru Kuku Bima Energi

Iklan yang dibintangi ikon KBE Ade Rai menceritakan tentang ajakan kepada masyarakat untuk turun ke lapangan bekerja nyata mengambil eceng gondok. Tumbuhan ini dijadikan alternatif bahan bakar yang baru sebagai solusi mengatasi pertumbuhan eceng gondok yang amat pesat di Rawa Pening. Setelah Rawa Pening bersih harapan mereka bersama laskar KBE bisa datang ke Rawa Pening untuk berwisata, menikmati danau yang telah bersih tersebut. Dengan bersihnya eceng gondok, diharapkan tampungan air danau pun bakalan meningkat.

Dalam mempromosikan produk-produknya, selama ini KBE mencoba mengangkat pariwisata di Indonesia. Pembuatan iklan pariwisata ini sudah dimulai sejak tahun 2009 hingga sekarang. Masih ingat kan iklan KBE di Papua, Labuan Bajo, Sumatera Utara dan Nias, Maluku, NTT, Semarang dan Candi Borobudur, Kalimantan, Candi Prambanan, Danau Toba, Wisata Gunung Merapi dan Gorontalo. Bahkan saat di Labuan Bajo KBE telah membuat iklan sebanyak 3 kali dengan cerita dan setting yang berbeda.

Pak Irwan Hidayat dari Sido Muncul telah berkenan memprakarsai promosi wisata sekaligus mengajukan solusi pengelolaan masalah lingkungan berkaitan dengan eceng gondok ini. Kita yang tinggal di seputaran Kabupaten Semarang maupun individu lain yang peduli pada bumi, apa yaaa yang bisa kita lakukan untuk turut serta membantu mengatasi permasalahan ini? Please tell me, guys...


Read More »

20 July 2017

Pengumuman Pemenang #E202BlogCompetition



Hai haiiii teman blogger semua... Ada yang nungguin postingan ini kah? Hiks sediiih... kalian lebih butuh pengumuman ini dibandingkan aku *apaseeehhh 😂

Oke sesuai dengan yang pernah disampaikan saat di awal lomba, nama-nama pemenang akan diumumkan maksimal tanggal 20 Juli 2017. Alhamdulillah sesuai dengan rencana, pada hari ini shobibul lomba bisa menginformasikan siapa saja yang menjadi pemenang #E202BlogCompetition.

Lama amat yaaa proses penjuriannya?

Yakalik cuma ngedipin mata doang terus keluar gituh nama pemenangnya. Jumlah pesertanya aja udah mau sampe tiga ratusan, mana artikelnya bagus-bagus pulak. Wahahaaaa... sampai pusing harus memilih siapa yang harus direkomendasikan ke tim Asus Indonesia untuk proses penjurian lebih lanjut. 

Dalam lomba blog kali ini, keseluruhan artikel peserta dinilai berdasarkan kreativitas, keunikan artikel, serta terpenuhinya syarat-syarat yang telah ditetapkan saat lomba diumumkan. Aku sendiri yang mantengin ke-293 artikel yang teman-teman kirim. Dan sepertinya habis ini minusku nambah 😁😃  

Berat sekali rasanya saat Asus meminta nama-nama kandidat pemenang. Gimana coba caranya menyeleksi dari 293 artikel hanya jadi 30 kandidat saja. Huhuhuuuu... maafkan aku ya teman-teman kalau ada yang kurang berkenan karena artikelnya belum terpilih. Apalah aku ini yang hanya blogger biasa, mungkin saja sudut pandang penilaianku tidak sama dengan teman-teman.

Dari ke-30 kandidat tersebut, penilaian lebih lanjut dilakukan oleh tim Asus Indonesia. Lalu siapa saja yaaaa yang berhak membawa pulang 10 buah notebook Asus E202??







Pemenang #E202BlogCompetition : 

  1. Arif Budi Hartoyo : http://www.arifdoit.com/2017/06/asus-e202-menjaga-asa-kreatifitas.html
  2. Dirga Enggar : http://dirga.net/keunggulan-asus-e202-dalam-alfabet/
  3. Handiko Rahman : http://www.handikoo.com/2017/06/review-notebook-asus-
    e202.html
  4. Hendra Suhendra : http://www.blogmashendra.com/2017/06/makin-produktif-dan-kreatif-dengan-notebook-asus-e202.html
  5. Lingga Permesti : http://www.dunialingga.com/2017/06/menjadi-ibu-muda-
    produktif-dan-kreatif-bersama-asus-e202.html
  6. Rahmi Aziza : http://www.rahmiaziza.com/2017/06/makin-produktif-dan-
    kreatif-membuat-komik.html
  7. Yuni Andriyani : https://www.jengyuni.com/asus-eeebook-e202-notebook-3-
    jutaan/
  8. Yusuf Noer Arifin : http://www.asymmetricalife.net/2017/06/notebook-buat-
    mahasiswa.html
  9. Achmad Mustakim : https://vifes.com/tingkatkan-produktivitas-kerjamu-bersama-
    notebook-asus-e202/
  10. M. Fadillah Arsa : https://tulisan.fadillaharsa.id/2017/06/tips-memilih-notebook- untuk-pelajar/

Selamat yaaa kepada sepuluh pemenang di atas. Harap segera melakukan konfirmasi data pemenang dengan menyebutkan nama, alamat rumah lengkap dan nomor telepon untuk keperluan pengiriman hadiah. Data akan dicek ulang berdasarkan data awal yang pernah diberikan pada saat pendaftaran untuk mengantisipasi kalik aja ada peserta yang alamatnya berubah. 

Mohon data dikirimkan via email ke uniek.kaswarganti@gmail.com dengan subject PEMENANG #E202BlogCompetition. Ditunggu ya manteman, sekali lagi selamaaaatttt... 

Terima kasih banyak untuk semua rekan blogger yang telah berpartisipasi dalam #E202BlogCompetition ini. Mohon maaf sebanyak-banyaknya bilamana ada yang kurang berkenan pada penyelenggaraan lomba kali ini. Semoga teman-teman semua masih berkenan untuk ikutan lagi bila kapan-kapan ada lomba lagi di blogku. 

Tetap semangat ngeblog...
Read More »