02 April 2017

Menjadi Andalan di Saat Terburuk



Terus terang saya merindukan tim saya yang dulu. Mereka selalu bisa diandalkan.

Itu kata mantan bos di perusahaan yang dulu pernah kuikuti. Ceritanya nih aku lagi reunian dengan teman-teman lama yang dulu sama-sama bekerja di perusahaan tersebut.

Dicari Pak Peter (bukan nama sebenarnya) tuh, Yu. Kangen mungkin ya, hahahaha....

Lalu kami pun tergelak berbarengan. Aku suka dipanggil Yu karena udah kayak mbakyu-mbakyu aja untuk semua temanku di perusahaan lama itu. Ceriwis, nyinyir dan galaknya ampun-ampunan.

Lha gimana enggak galak ya kalau setiap hari mendapat beban kerja dan tekanan yang tak bisa dibagi dengan teman sejawat lainnya. Ibarat bahu udah berasa berat amat, tapi nggak ada pundak lain yang bisa dijadikan tempat bersandar. Jadi ya gitu deeh.. no shoulder no cry... maka penampakan mahmud yang harusnya lembut memesona berubah beringas. Auuuumm...

Tapi itu duluuuu... duluuuu banget jaman baheula, kira-kira 12 tahun yang lalu. Dan kini aku serta teman-teman yang dulu bertugas di perusahaan tersebut hanya bisa saling mem-bully kekonyolan kami masing-masing.

Tau nggak Yu, dulu pas kamu nangkring di tumpukan kayu dan marah-marah itu, udah kayak dagelan aja malahan. Lucuuuu...

Hahaaasyeeemm... aku pun hanya bisa ikut-ikutan menertawakan masa lalu yang kelam itu. Iya, jaman-jaman dimana aku mendapatkan tempaan kerja yang amat berat untuk pertama kalinya di sebuah pabrik manufakturing yang menjual produk-produknya ke luar negeri (ekspor).

Aku jadi mengingat kejadian bertahun-tahun yang lalu, saat bekerja di pabrik tersebut, aku mendapatkan banyak pelajaran berharga terkait dengan apa yang dikatakan orang sebagai 'work hard, think harder'. Iyes, kedisiplinan dan pelaksanaan tanggung jawab yang melebihi job description sering harus kulakukan. Perusahaan tersebut tidak terlalu besar, tak sebesar perusahaan dimana saat ini aku bekerja. Namun target pemasaran produknya sangatlah fantastis. Jauh melebihi perusahaan-perusahaan besar lainnya bila dilihat dari kapasitas sumber daya manusia maupun mesin-mesin produksinya.

Saat bekerja di sana, selalu saja ada tantangan yang harus kuhadapi. Entah itu berkaitan dengan proses produksi, efektivitas kerja, target pemasaran, serta rumitnya birokrasi. Belum lagi masalah internal dengan manajemen. Perusahaan kecil yang dimiliki keluarga tentu saja segala kebijaksanaan yang diambil suka-suka si pemilik kan. Nah, di sinilah hal terberat yang harus kuhadapi.

Bukan, di sini aku bukan membahas sisi buruk manajemen perusahaan di tempat aku bekerja dulu. Justru dari pimpinanku di situ aku belajar banyak dan ditempa menjadi orang yang tangguh dan siap menghadapi segala tantangan. Entah apa dulu jabatanku ya, yang jelas pada waktu itu aku harus mengurus banyak hal di luar job description. 😎

Ada 'sidak' dari instansi terkait, ya aku yang harus menemui petugas.

Ketika surveyor mengatakan mutu produk dari perusahaan tidak memenuhi syarat, pemimpin tak mau tau, harus beres.

Ketika bahan baku overload dan gudang tidak memadai, proses produksi harus dipercepat dan barang segera berangkat ekspor. Harus dapet orderan dari buyer entah bagaimana caranya. 

Hiks hiks... pak, daku bukan transformer yang bisa alih rupa dan melakukan apapun dengan begitu hebatnya. Seringkali perasaan itu menghinggapi, namun entah ya pada saat itu kok ya bisa saja survive dan berhasil menyelesaikan tugas. Meskipun habis itu encok hati dan encok pinggang. 😁

Proud of myself? 

Of course lah... Setelah berpikir dan berusaha mati-matian untuk memecahkan masalah dalam pekerjaan, saat semua terlewati dengan baik rasanya lega sekali. Meski esok hari bakalan ada problem lagi, namun peningkatan kemampuan untuk problem solving di hari sebelumnya lumayan memberikan suntikan semangat untuk menjalani hari-hari berikutnya. Yah, meskipun tetap sambil menangis darah.


Dapat Diandalkan di Saat yang Terburuk


Pada saat mengalami masa-masa berat tersebut, yang terlintas di dalam pikiran tentu saja kenapa nasib bisa seburuk itu. Namun kesini-sininya, saat aku berpindah kerja di perusahaan lain, baru terasa deh manfaatnya belajar menjadi seseorang yang bisa diandalkan. Dalam kondisi terburuk sekalipun.




Masih sama sih jenis pekerjaan yang kulakukan di perusahaan yang baru. Bahkan pimpinan di perusahaan baru ini cukup beruntung tak harus memberikan training lagi kepadaku. Udah aja semua urusan yang ada di divisiku langsung meluncur bak hujan deras ke pangkuanku.

Sebenarnya kalau pekerjaan administratifnya sih tidak terlalu berat ya meskipun membutuhkan kecermatan dalam olah data yang cukup akurat. Yang lebih berat di pekerjaanku ini adalah saat harus negosiasi ke berbagai instansi terkait maupun melakukan komunikasi di lapangan.

Seperti pabrik pada umumnya, pekerja kasar di lapangan atau gudang itu rata-rata berpendidikan maksimal SMA dan memiliki perilaku yang agak kasar. Nah loh, mamah muda ayu memesona gimana caranya coba kudu bergaul dengan mereka.  Belum lagi kuli-kuli kasar dari luar perusahaan yang sekalinya bicara bisa bikin merah telinga. Sekedar minta uang es aja urusannya bisa kemana-mana loh.

Menjadi orang yang bisa diandalkan dalam pekerjaan sudah selayaknya dilakukan oleh orang dengan posisi kerja apapun, baik menjadi karyawan maupun melakukan usaha sendiri. Bagi karyawan sepertiku, saat pimpinan memberikan garis besar tugas yang harus dilakukan, pilihannya ya harus segera dikerjakan dan kemudian mencentang satu persatu sebagai tanda tugas itu telah selesai dilaksanakan. Semakin sedikit menyampaikan pertanyaan kepada pimpinan, semakin cepat dan tepat langkah yang dikerjakan, maka bisa dipastikan besok-besok lagi bakalan dapet tugas yang lebih berat. 😂😃

Sebenarnya apa sih kriteria karyawan berkualitas yang diharapkan perusahaan?

Dari sebuat situs cleverism.com aku mendapatkan 20 tanda-tanda karyawan yang dianggap berkualitas oleh pimpinan perusahaan :
  1. Ambisius
  2. Percaya diri
  3. Rendah hati / humble
  4. Memiliki komitmen
  5. Dapat diandalkan.
  6. Berpikir positif
  7. Sesuai dengan budaya perusahaan
  8. Memiliki motivasi diri yang kuat
  9. Antusias
  10. Pekerja keras
  11. Memiliki semangat kerja dalam tim
  12. Dapat mengatur pekerjaan dengan baik, tak selalu harus diperintah terus oleh atasan.
  13. Proaktif
  14. Memberikan citra positif kepada klien.
  15. Bekerja dengan detail.
  16. Mandiri
  17. Kreatif
  18. Jujur
  19. Bisa berkomunikasi dengan baik
  20. Memiliki kualitas kepemimpinan.
(sumber bacaan : cleverism.com/20-top-qualities-determine-great-employee/ )





Belibet amat sih hidupmu Mak kudu mikirin soal kualitas sebagai karyawan segala?

Ya gimana lagi dong, namanya juga kerja ikut orang, performa ataupun kinerja kan selalu dipantau. Ada yang suka bilang : elu kan digaji memang buat pusing. Hahaaayyy... bisa jadi benar.

Jujur saja, setiap kali target kerja terlampaui tanpa harus mendapat supervisi ini itu, citra #MemesonaItu terpancar dari diri. Bukan gede rasa alias GR bin songong loh yaaaa... Soalnya kan kalau di dalam pekerjaan sudah jelas parameter keberhasilannya berupa apa.

Tak perlu lah itu tatapan terpesona dari pak bos, ntar malah gelagepan dan keringat dingin eike. Ditinggalin sendirian dengan tumpukan kerjaan dan tidak bolak-balik dipanggil  itu sudah bisa jadi acuan kalau beliau telah memercayakan segunung urusan penting kepadaku.

Dari kedua puluh tanda-tanda karyawan berkualitas tadi, berapa persenkah yang sudah coba kuterapkan? Hampir semua sudah berusaha dijalankan sih, kalau soal hasil yaaaahh... gak berani ngintip ah di file pimpinan. Beliau jarang ngasih instruksi ini itu berarti aku sudah dianggap mampu mengerjakan tugas-tugas secara independen.

Yakali loe kerja lebih dari 10 tahun masih kudu dicekoki muluk. 😁😏👯


#MemesonaItu yang Seperti Apa sih ?


Bagi setiap orang, value #MemesonaItu bakalan berbeda-beda jabarannya. Ada yang karena tuntutan penampilan, pesona diri diukur dari seberapa cantik dan ganteng tampilan fisik. Ada juga yang sepertiku tadi, bakalan dianggap sukses menjalankan pekerjaan saat target-target terlampaui. Entah bagaimana caranya.

Bagaimana sih cara menonjolkan pesona diri itu?

Sally Hogshead, pendiri dan CEO Fascinate Inc. dalam satu tulisan di fastcompany.com pernah mengatakan bahwa #MemesonaItu ada di pandangan orang lain, dan semua orang bisa menggunakan kekuatannya untuk menonjolkan pesona itu.

Fascinating is in the eyes of the beholder, and everyone can wield its power

Sally menyimpulkan hal ini setelah dia menggarap iklan Coca Cola, Nike, BMW dan Mini Cooper. Banyak pola untuk memancarkan pesona dari masing-masing brand tersebut yang dapat diadopsi oleh individual sekalipun.

Kita bisa meminta bantuan teman dan kolega untuk menggambarkan kepribadian kita dan nilai lebih kita dalam hubungan pertemanan ataupun kerja tersebut. Setelah kita memahami bagaimana dunia melihat sisi diri kita, gunakanlah pesona itu untuk mencapai tujuan dan menerapkannya dalam pekerjaan.

Ada 3 tips untuk memancarkan #MemesonaItu dari Sally Hogshead, apa sajakah itu?

Tidak selalu menyesuaikan diri. Seringkali kita terjebak dalam suatu lingkungan dan memaksakan diri untuk sama dengan orang lain. Padahal ini tidak perlu. Kita bisa merangkul segala perbedaan yang ada menjadi suatu potensi. Justru dengan begitu kita akan menjadi orang yang tampil menarik.

Once you identify what makes you different, concentrate on it. To be successful, you don’t have to change who you are; you have to become more of who you are.
sumber : fastcompany.com


Wogh... ternyata gitu ya, Mba Sally? oke siaaapp 👍👌 

Memikirkan kembali kekuatan diri. Kekuatan diri menunjukkan apa yang telah kita lakukan, misalnya dalam pekerjaan seperti yang kualami tadi. Namun perbedaan kita dengan orang lain lah yang menunjukkan diri kita sebenarnya, ciri kepribadian yang unggul secara rata-rata.

#MemesonaItu akan terlihat saat how you do what you do dan melakukannya secara berbeda dari orang lain. Di saat itulah pesona diri kita akan terpancar dengan jelas tanpa harus banyak bikin status ini itu di lini masa *eh curcol 😁😛


Tentukan slogan hidupmu sendiri. Agar hidup lebih bersemangat, kita perlu menerapkan slogan hidup untuk diri kita sendiri. Jadi tak hanya sekedar mengalir gitu aja hidupnya. Saat #MemesonaItu terpancar dari diri kita, berarti saat itulah kita memiliki nilai lebih di mata orang lain.

Kita harus bisa menunjukkan perbedaan yang ada dalam diri yang bisa menjadi fokus kekuatan kita. Kuat dalam hal apapun. Berkomunikasi dengan orang lain, melakukan kesepakatan maupun mengukuhkan kinerja kita.



Nah, kira-kira teman-teman memandang #MemesonaItu seperti apa sih? Apa yang kira-kira teman pikirkan tentang diri sendiri berkaitan dengan pesona diri itu. Nggak mungkin dooongg sekecil apapun kita tak punya potensi. Ada.... pasti ada, tinggal kitanya sendiri yang berusaha makin mempertajam potensi tersebut.

Boleh dooongg dibagi share teman-teman seputar #MemesonaItu. Boleh di kolom komen. Boleh juga loh kalau teman-teman, baik yang blogger maupun yang non blogger ingin urun pendapat seputar #MemesonaItu. Klik aja http://bit.ly/memesonaitu ya. Detailnya ada di sana. Kapan itu aku baca di link tersebut dan kepengin sekali menuliskan tentang arti #MemesonaItu dari sudut pandangku sebagai seorang karyawan.

Yang bukan blogger jangan kecil hati loh, ntar bisa kok langsung menceritakan #MemesonaItu versi kamu sendiri langsung di micrositenya.

Yuuuk ah buruan ya, sepertinya paling lambat tanggal 10 April 2017 ini loh deadline-nya. Kapan lagi kaaan bisa urun pendapat yang berkaitan dengan hal-hal yang ada di seputar kehidupan kita. Bakalan banyak yang baca pula, siapa tau bisa menginspirasi orang lain yang saat ini sedang terpuruk dan butuh penyuntik semangat untuk bangkit kembali.

Let's share your opinion, my beloved friends...


32 komentar:

  1. dari sudut pandang manapun, baik jadi karyawan, blogger maupun ibu er te, mbak Uniek ki memang memesona og. Teniiin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wwaduuuhh...langsung njengkelit aq mbaaa :D Matur nuwun Mba Ika.

      Hapus
  2. Saya jadi mbayangin gimana dulu mbak uniek.. Kalo saya bilang jenengan perfectionist boleh ya.. Karena kayaknya setiap apa yang jenengan pegang bisa terselesaikan dengan baik. Harapannya tentu seperti itu
    .
    Panjenengan memang memesona

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiii... banyak yg belum sempurna Piet, namanya juga manusia. Thanks lhoo utk suntikan semangatnya :*

      Hapus
  3. Mba Uniek emang memesona, apalagi kalo lagi ngobrol cantik bareng akyuuu.

    Eh memesona itu kalo menurut aku saat ucap dan perilaku kita tidak keluar jalur. Ucapan dan perilaku kita bahkan menjadi panutan teman2 di sekeliling pergaulan kita.

    BalasHapus
  4. Intinya mengenal diri sendiri, dan mau menjadi diri sendiri ya mba :).

    20 ciri karyawan di atas, juga jd patokanku dalam menilai anak2 di kantor.. Mana yg memang performancenya baik, attitude baik, ato kadang cuma punya salah satu yg baik.. Kalo yg salah satu gini, misalnya performance sih bgs, tp attitude jelek dan sebaliknya, aku ttp sih bakal lebih memilih yg punya attitude baik walo performance kerjaan ga menonjol. Stidaknya yg begini masih bisa kita bentuk :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk atuh Mba ditulis dari sudut pandang pimpinan. Klo yg ini kan tulisan a la buruh, pengin tau juga seperti apa dari sisi atasan gituh.

      Hapus
  5. Kuat banget mental & kepribadian b uniek..bener2 mempesona mba :)

    BalasHapus
  6. Yang memesona dari seorang uniek kaswarganti adalah ketegasannya yang bisa bikin orang lain menjadi percaya diri...

    BalasHapus
  7. Yang memesona dari seorang uniek kaswarganti adalah ketegasannya yang bisa bikin orang lain menjadi percaya diri...

    BalasHapus
  8. Baca postingan Mba Uniek lsg mikir iya deh, ini kesan pertama ttg Mba Uniek bgt...tegas straight forward dan...aku masih mikir kita seumuran, mungkin itu sisi pesona yg tersembunyi darimu ya, Mba 😁😄

    BalasHapus
  9. Wow, aku baru tahu Mbak, kalo ambisius jadi kriteria karyawan yang berkualitas. Selama ini sifat ambisiusku dianggap remeh sama orang. Tapi, setelah ini, setlah baca postingan ini, aku bakal mempertahankan sifat ambisiusku, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ambisius dalam artian tidak menyerah sebelum tujuan tercapai lho yaaa...

      Hapus
  10. Bacanya aja udah terpesona mba sama kinerja yang udah mba capai.. Memang mba keren dengan berbagai prestasi dan kepercaan yang didapat.. Semangat mbaa👍

    BalasHapus
  11. Memesona itu... Uniek kaswarganti pastinya!

    ��

    BalasHapus
  12. setuju mbakyu, pesona itu keluar seiring tempaan hidup. dan pesona itu selalu bisa dirasakan oleh siapa pun yang mengenalmu. cen mbakyuku ini selalu memesona.

    BalasHapus
  13. Mba Uniek.. How strong u are. Emang selalu memesona dimana-mana deh 😍😍

    BalasHapus
  14. Sibuk nyatet biar memesona kayak yang nulis di atas..

    BalasHapus
  15. Sibuk nyatet biar memesona kayak yang nulis di atas..

    BalasHapus
  16. Memesona itu terbentuk dari kepribadian ketika bekerja dan berteman ya mbak niek, mbak uniek tea atuh heuheu

    BalasHapus
  17. Wuih baru tau kalo beban kerja mba nuniek sebegitunya ya. Dan pastinya bener2 mempesona ketika bisa menghadapi even menyelesaikan semuanya dgn baik kayak mbak uniek ini ya. You rock as well mbak niek. Kereeeeennn..

    BalasHapus
  18. Dirimu memesona tingkat dewa kala menjadi sosok antagonis dimanapun ��. Nice share maknik, learning many things from you

    BalasHapus
  19. Keren mbaknik,yaa, selalu tenang dan siap menghadapi situasi sulit memang kunci jadi manusia. aku belum menemukan memesonaku inii. Semoga bisa ikuut..

    BalasHapus
  20. Aku dong ya masuk karyawan berkualitas yang layak diperjuangkan haahhaha
    makasih mba, udah ngasih ilmu memesona yang ajib ini. :-D
    btw aku suka banget watermarkmu yang ada kacamatanya itu mba hahahha

    BalasHapus
  21. Mbak Uniek selain tegas juga nggak pelit bagi2 ilmu. Saya suka curi-curi ilmunya mbak Niek di group WA..
    Hehe.. jangan marah ya mbak :)

    * Kurang mempesona apa coba :)

    BalasHapus
  22. Mempesona itu saat aku pikir mbak Uniq bakal keluar tanduknya eh ternyata yg keluar sayapnya 😈👼

    BalasHapus
  23. Mbak uniek gitu lo...pertama x ketemu aja udh langsung terpancar deh aura kerennya. Memesona deh pokoknya

    BalasHapus
  24. Mbak baca encok jd teringat p. Raden. Btw, betapa harus strong ya. Apapun kudu bisa dan beres. Itu bagiku wes memesona banget mbak��

    BalasHapus
  25. Dirimu memang memesona. Aku terpesona padamu pokoknya mah :))

    BalasHapus
  26. Memang ngg mudah ya mbaaa.. tapi pastiii bisa 😘😘😘

    BalasHapus
  27. Memesona itu saat bisa memberikan yang terbaik pada yang lain ....

    BalasHapus