Heart of Mine

Catatan Momblogger dari Semarang

  • Home
  • Kesehatan
  • Techno-Gadget
  • Artikel Lifestyle
    • Pendidikan
    • Kuliner
    • Traveling
    • Properti
    • Beauty
    • Fashion
    • Parenting
    • Healthy
    • Blogging
    • Ekonomi
    • Liputan
    • Obrolan-Inspirasi
    • Sosial
    • Budaya
  • Giveaway
    • Giveaway Cinta Produk Indonesia
    • ASUS Laptopku - Blogging Competition
    • Blog Competition - Makin Produktif dan Kreatif bersama Notebook Kesayangan
    • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
    • Giveaway Cerita di Balik Blog
    • 10th Wedding Anniversary
    • Kuis Bukune SGFD
    • Perempuan & Bisnis


Apa sih ya kira-kira yang paling nikmat diminum sore hari sepulang kantor?

Kopi? Bisaaaa..... Teh? He emh.....

Duluuuu banget ya aku gemar sekali minum kopi, mulai dari kopi instan hingga kopi hitam. Namun sejak melahirkan anak pertama, tampaknya aku harus sadar diri dan mulai detox kopi dengan sangat terpaksa. Jantungku berdebar keras hingga 2 hari saat mencoba meminum segelas kopi kesukaanku. Yah, mau gimana lagi ya, I have to say goodbye, my dear coffee... 

Lalu apakah kebiasaan wedangan soreku harus berhenti? Tentu tidak dong. Kan masih ada teh.

Sobat blogger suka teh jenis apa? Suka yang teh tubruk atau teh celup?

Kalau di rumah aku lebih senang bikin com-coman teh (apa ya Bahasa Indonesianya?). Jadi teh tabur itu diseduh dengan air panas. Malah sekarang lebih seringnya teh kurebus bersamaan dengan airnya langsung di dalam ceret rebus khusus. Di dalam tea maker ini kita menambahkan sejumlah teh tabur sesuai selera. Kalau aku sih biasanya menambahkan 2 sendok makan teh ke dalamnya.

Yang paling asyik dari teh tubruk gini ini ya aromanya boooo.... Haruuuumm... Setelah air di ceret mendidih, diamkan beberapa saat. Teh akan makin gelap warnanya. Namun ini tergantung jenis teh yang kita pakai juga. Ada beberapa merk teh tabur yang memang hasil seduhan tehnya tidak bisa berwarna gelap.

tuangkan tehku, darling :)

Tak hanya diriku yang suka teh. Suami dan anak-anak pun selalu bertanya "Mana tehnya, Bu?" jika aku tak menyajikan teh hangat kala sore hari. Hehehee...

Biasanya sih teh hangat untuk sekeluarga ini kuhidangkan di cangkir masing-masing anggota keluarga. Si Ayah dengan gelas jumbonya, Kakak dengan mug warna pink, dan Adek yang galau antara pakai mug Olaf Frozen atau mug warna hitam. Iya, Adek suka sekali dengan mug Olaf-nya, sayangnya mug tersebut berukuran kecil, sekali teguk teh itu akan cepat habis. Adek pun akan mulai menginvasi teh-teh milik anggota keluarga yang lain. Duuuhh... ajaran siapa sih ini :))

Sekali waktu pengin juga loh menikmati teh dengan menggunakan poci tembikar. Teh panas kental, dilengkapi dengan gula batu yang akan menyatu dengan teh secara pelan-pelan, amboooiiii indahnya dunia. Apalagi menikmati teh ginasthel (legi panas kenthel = manis panas dan pekat) ini dilakukan sembari membaca-baca majalah atau novel kesayangan.


Menikmati secangkir teh memang bisa membuat relax pikiran. Tapi hati-hati ya bagi yang harus menghindari pemanisnya. Jika memiliki kecenderungan gula darah tinggi, lebih baik nikmati teh panas ini dengan gula khusus atau tak usah menambahkan gula ke dalamnya. Tetap nikmat kok :)

Poci teh tembikar ini kubeli bersama alm. bapak tahun 80-an loh. Hahahaa... hayooo... ada yang kalah umurnya ya sama pociku ini. Ini pociku... mana pocimu? :)




Adakah sobat blogger yang kemana-mana bawa permen?

Permen tak hanya menjadi gula-gula manis yang disukai anak-anak. Orang dewasa pun acapkali mengkonsumsinya dengan berbagai alasan. Sekedar mengisi waktu luang (ahelaaahh...kayak isi TTS ajah), sebagai pengganti rokok, ataupun untuk mengharumkan napas.

Beneran kan kalau pas pergi-pergi gitu dan harus diam untuk waktu yang cukup lama kita suka bingung harus ngunyah apa agar tetap wangi saat nantinya akan berbincang dengan orang lain. Itu di iklan permen pelega tenggorokan ada kan yang begitu buka mulut langsung seruangan pingsan semua. Alamaakk... jangan sampai lah ya.

Permen kesukaanmu apa nih, sobat blogger? Suka yang mengandung rasa buah, susu, kopi,atau yang perment mint?

Please ya jangan olok-olok diriku kalau kuberitahu bahwa permen kesukaanku yang ini : 


Preferensi memang sangat dipengaruhi faktor 'U' :))  Ada nggak ya brondong kekinian yang tau permen apa ini?  Kalau ada yang tau entar kujadiin..... *brondongnya langsung kabur

Dulu jaman jaya-jayanya, permen dengan merk sesuai foto di atas tadi udah yang paling top lah. Yang rasa original kalengnya berwarna biru. Baru sekarang-sekarang saja sih diproduksi berbagai pilihan rasa, ada apel, jeruk dan stroberi. Aku sih suka banget yang rasa apel, seger banget.

Apalagi nih ya kemasannya sudah makin bagus. Kalau dulu kan begitu dibuka langsung tumpah ruah isinya karena tidak ada pengamannya. Sekarang sudah dikemas sedemikian rupa dengan hanya satu lubang yang bisa digunakan untuk mengeluarkan permen. Jadi keluarnya bisa sedikit-sedikit.

Coba sobat blogger punya permen kesukaan apa, yang memiliki rasa mainstream atau justru milih yang aneh? Aih permen memang ada yang aneh ya hehehe....

Ada yang tau ini film apa?




That's right, ini film Harry Potter. Lalu apa hubungannya coba dengan permen kesukaan?

Coba dilihat dulu trailernya..... Adakah soal permen dibahas di situ?


Tentu saja tidak :)  Di trailer berdurasi 2 menit 16 detik ini hanya menunjukkan Harry Potter waktu pertama kali muncul di layar lebar. Namun di novelnya, tepatnya di novel pertama yang berjudul Harry Potter and The Sorcerer's Stone muncul satu pengetahuan baru tentang permen segala rasa.

Bertie Botts jelly bean, permen yang bentuknya menyerupai kacang ini dijajakan di dalam gerbong kereta yang dinaiki Harry Potter dan teman-temannya saat menuju asrama Hogwarts. Permen ini memiliki varian rasa yang banyak sekali, mulai dari rasa permen yang biasa-biasa saja hingga yang aneh macam rasa rumput dan berbagai rasa yang ku-tak-sanggup-menyampaikannya :)

sumber : tokopedia.com
Yang membuatku tercengang adalah... permen ini ternyata tidak hanya diceritakan di film maupun novel Harry Potter saja. Beneran dijual loh sebagai salah satu merchandise ala Harry Potter. Permen karya Bertie Boots ini lebih dikenal dengan istilah bean boozled dan telah dinikmati oleh banyak fans Harry Potter di seluruh dunia.

Tertarik untuk mencobanya? Hihihii... kalau aku sih rada geli mengingat ekspresi Ron Weasley saat mendapatkan jelly bean yang rasa....rasa... yang itu deh :))  Sobat blogger bisa mengikuti kisah selengkapnya di seri pertama novel atau film Harry Potter seputar permen yang melegenda ini. Benar-benar imajinasi penulisnya di luar batas ;) All thumbs up for JK Rowlings...

Untuk permen dengan rasa aneh-aneh, aku baru sebatas mencoba permen yang ada rasa manis-asem-asin itu deh. Itu sudah cukup aneh untukku. Tapi lumayan lah, cukup bikin mata melek dan mulut segar.

Nah, kalau sobat blogger sendiri punya permen kesukaan apa?

Padatnya rutinitas sehari-hari yang dilengkapi dengan aneka problematika kehidupan seringkali menimbulkan tekanan tersendiri bagi kita. Udah di kerjaan dikejar-kejar deadline, di klub gaul nunggak arisan (apaseeehh...), di rumah anak-anak sedang butuh perhatian ekstra, weeeww.... berasa kepengin menghilang dari bumi kan. 

Tapi itulah kehidupan, lika-liku dan warna-warninya akan terus bergulir dan mau tak mau harus dihadapi. Berbagai tekanan hidup tak ayal bisa mengarahkan kita pada kondisi stres. Itu wajar. Yang tidak wajar itu apabila kita sendiri tidak berusaha untuk lepas dari kondisi stres yang kita alami.

Apa sih sebenarnya stres itu?

Banyak sekali pengertian stres bila sobat blogger ketikkan kata kunci tersebut di Google. Rata-rata pengertian stres mengacu pada ketegangan psikis dan fisik yang dialami seseorang akibat tidak seimbangnya hasil yang diharapkan dengan kenyataan yang dihadapi. Bisa saja berbentuk ketegangan di tempat kerja, perselisihan dengan kawan, kebutuhan finansial yang tak terpenuhi, dan masih banyak lagi bentuk stres tersebut.

Berbagai metode menghilangkan stres telah banyak dicoba oleh mereka yang sedang mengalami kesulitan psikis ini. Mulai dari bermeditasi, menggunakan aromaterapi, mendengarkan musik, curcol kepada sahabat, bermain game dan tentunya mengadu kepada Sang Maha Bijak.


Menghilangkan Stres dengan Bermain Gambar dan Warna


Dulu di salah satu grup whatsapp yang kuikuti, ada seorang emak blogger yang jago banget dalam urusan menggambar. Aku biasa memanggilnya Mak Neng :)  Ini mamak keren banget deh, menggambar apaaaa saja selalu uhuy hasilnya. Bahkan saat aku rekues sketsa Matt Damon pun dalam sekejap gambarnya sudah muncul mak dhoweeengg di layar ponsel :))

Suatu saat beliau mengadakan kuis untuk memperebutkan : PULSA. Yah namanya kuis kan yang penting seru-seruannya ya. Nah kuis yang diadakan di grup itu lain dari yang lain. Yang mau ikutan kuis dipersilakan untuk menggambar doodle.

Apa sih itu doodle?

Doodle secara harfiah bermakna mencoret. Gambar doodle dihasilkan oleh aktivitas corat-coret seseorang manakala seseorang sedang tidak fokus. Tidak fokus ini bisa terjadi manakala hilang minat pada hal-hal yang sedang ada di depannya, atau memang sedang tidak bergairah untuk melakukan apapun. Nah, corat-coret deh silakan di kertas. Bisa menggunakan pensil, bolpen, spidol, apa saja deh alat tulis yang ada di dekat kita. Hasil coretan tersebut bisa saja tak beraturan, yah namanya juga coretan kan ya, namun bisa juga membentuk pola tertentu berdasarkan kondisi psikologis seseorang. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa hasil doodle seseorang bisa digunakan untuk 'menerawang' kondisi batin orang tersebut. Bener nggak sih?


Hihihiii...itu hasil doodle-ku tak karuan ya, pantes tidak menang kuis saat itu *Mak Neng terlhalhuuuhhh :'(  Saat itu salah satu komunitas blogger yang kuikuti sedang berulang tahun yang ke-3, makanya ada angka 1, 2 dan 3 di situ. Coba, kalau gambar doodle ku itu menandakan kondisi psikologisku dalam taraf yang bagaimana? ;)

Selain bermain doodle, ternyata bermain warna juga bisa dijadikan terapi stres loh.


Coloring book for adults ini kutemukan di salah satu e-commerce Indonesia. It's really surprising me... loh ternyata beneran ya dengan mewarnai gambar itu bisa menghilangkan stress. Perlu banget dicoba nih. Pekerjaan di kantor lagi bertumpuk-tumpuk sampai ke atap, sering dihinggapi perasaan tertekan deh kalau pas begini ini. Lumayan kan ya bila istirahat 1 jam selain digunakan untuk makan siang, bisa juga digunakan untuk mewarnai gambar biar stresnya hilang :)

Kalau sobat blogger kira-kira memiliki tips apa ya saat sedang menghadapi masalah bertumpuk-tumpuk?


We don't stop playing because we grow old,
we grow old because we stop playing



* Foto ilustrasi judul diambil dari unsplash.com under CC0 license, foto Coloring Book for Adult diambil dari tokopedia.com

Ada yang tau apa itu tilik bayi?

Tilik bayi itu Bahasa Jawa dari 'menjenguk bayi' yang baru saja lahir. Bisa saja menjenguknya di rumah sakit, atau bahkan bila ingin lebih lama lagi njenguknya bisa langsung ke rumah orang tua bayi tersebut.

Wajib nggak sih sebenarnya tilik bayi itu?

Duh kebetulan lagi nggak punya referensi soal wajib enggaknya tilik bayi nih. Cuma seneng saja sih suka ikutan tilik bayi. Lha daripada kudu ngebrojolin sendiri lagi ya enakan liat bayi orang saja lah hahahaa... *dijewer bu hajjah :)  Bayi kan dimana-mana lucu ya, so innocent, kulitnya lembut dan mulus, pipisnya aja belum pesing *yakali ngendus-ngendus pipis :))

Sebenarnya ini late post banget, tapi entah kenapa hasrat pengin cerita si baby ini tak kuasa kubendung. Sayang banget soalnya udah keren gegayaan foto pas tilik bayi itu :) Hahahaaa....lagi-lagi cuma mau gaya... Ya apalagi lah yang kupunya selain gaya.

Sudah lama juga soalnya sih enggak tilik bayi. Rata-rata temen yang kupunya ya sebelas dua belas soalnya sama aku, udah nggak berbayi lagi :)  Nah, untung saja masih ada stok teman yang muda kinyis-kinyis dan baru saja melahirkan putra pertama nih.

Adalah Wuri Nugraeni, teman baik yang sudah kayak saudara (ngaku-ngaku saja sih sebenarnya) pada bulan Agustus lalu melahirkan seorang putra, Baby A yang cakepnya jelas bukan kayak aku. Tilik bayi lah daku ke rumah sakit bersama sahabat-sahabat IIDN Semarang.

Wuri melahirkan putranya melalui sectio berdasarkan alasan medis. Tau dong ya gimana rasa sakitnya di jahitan setelah efek bius menghilang. Cenat cenut ga keruan. Untuk duduk pun berasa sakit luar biasa. Dan derita Wuri tak cukup sampai di situ. Dia harus menabahkan jiwa dan raganya yang masih kesakitan itu dengan menahan ketawa sepanjang kunjungan sobat-sobat ancurnya ini.


Udah tau lagi tilik bayi di rumah sakit, niy yang jenguk malah pada ketawa-ketiwi, guyonan gak pake aturan :)  Aku yang aslinya kalem banget ini pun akhirnya ikut-ikutan bikin Wuri terpaksa meringis kesakitan karena menahan tawa. Maafkan kami ya Wuri....

Sekarang kalau tilik bayi kok sudah jarang ya yang dipakein bedong bayi. Kebetulan pas di rumah sakit ini sih masih pakai. Cuma di beberapa kesempatan aku jenguk bayi baru lahir, rata-rata sudah tidak menggunakannya. Mungkin biar enggak kepanasan ya si baby.

Ada mitos yang menyatakan bahwa dengan mengenakan bedong pada bayi, diharapkan nanti kakinya enggak bengkok, bisa lurus. Duh, kalau aku sih dulu membedong bayiku bukan karena alasan itu. Bayi kan sering terbangun bila tangan dan kakinya bergerak-gerak bebas. Padahal baby kan masih menyesuaikan dengan pola tidurnya semasa masih dalam kandungan. Penginnya sih membuat bayi tidur lelap tanpa harus tiba-tiba kaget bangun. Nah, dengan bedong bayi, si baby kan minim sekali gerakan tubuhnya. Palingan juga nangis bila dia pipis atau pup. Jadi kualitas tidur si baby bisa lebih terjamin.

Itu sih opini pribadi yaaaa... opini emak-emak jadul yang punya baby berabad-abad silam :)
Etapi meskipun sudah lama nggak gendong bayi, aku masih luwes looohh... Ini coba liat, di foto samping ini keliatan kan aku bisa gendong pake tangan kanan. Rata-rata kalau gendong bayi kan pake tangan kiri ya luwesnya. Aku sih hayuuuk aja kanan kiri oke.  Kebiasaaan suka gendong karung beras sih, jadi ya luwes-luwes ajah ;) 

Ini lagi ajarin Baby A jotosan, biar ntar jadi anak pemberani kayak tante cantik yang lagi gendong dia ini. Hahaha...paraaahhh... pendidikan karakter yang buruk sekali ini rupanya. 

Untuk sahabat tercintaku Wuri, congrats ya for your baby boy. Semoga Baby A sehat-sehat selalu, tumbuh menjadi anak sholeh yang berbakti pada orang tua dan negaranya. Kapan-kapan nanti kujenguk lagi ya kalau udah agak gedean dikit, mau liat gimana hasil ajaran pemberani ala ala itu :)
The littlest feet make the biggest footprints in our hearts
(unknown)

 *semua foto pinjaman dari Lestari
Anniversary pernikahanku baru saja berlalu. Baru 12 tahun perjalanan bersama ini terlewati, alhamdulillah.... suka dan duka dijalani bersama. Terasa manis selalu. Dan anganku pun serasa kembali ke masa dimana aku dan suami merancang segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan.

Semua pasangan calon pengantin pasti menginginkan momen pernikahan yang istimewa. Janji untuk saling melengkapi sehidup semati akan dipersiapkan secara seksama dalam rentang waktu yang cukup lama. Salah satu hal paling penting dalam persiapan pernikahan adalah memilih gaun pernikahan (bila tidak memilih konsep busana pengantin sesuai adat tradisional masing-masing). 

Gaun pernikahan yang biasanya kita kenal identik dengan warna putih. Melambangkan janji pernikahan yang suci dan penuh cinta, warna putih kerap jadi pilihan bagi mayoritas pasangan calon pengantin. Padahal nyatanya gaun pernikahan tak harus selalu berwarna putih lho. 

sumber : http://www.bridestory.com/soireegown/projects/prewedding-ms-vanessa

Gaun pengantin yang tak berwarna putih bisa dipilih oleh calon pengantin wanita secara leluasa dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini : 

Pilihlah yang Sesuai dengan Warna Kulit 

Warna kulit adalah hal paling penting dalam memilih warna gaun pernikahan. Jika kita bisa memilih warna gaun pernikahan yang cocok dengan warna kulit kita, pasti penampilan kita akan menjadi semakin istimewa di hari pernikahan. 

Bila memiliki warna kulit yang lebih gelap, pilihan warna lembut seperti lilac pink atau ivory adalah alternatif yang tepat. Sedangkan jika kita mempunyai kulit dengan warna yang terang, warna-warna berani seperti merah maroon, kuning , atau tosca akan jadi alternatif yang patut dipertimbangkan. Seperti pilihan ragam gaun pernikahan Surabaya ala Soireegown yang begitu beraneka ragam dan bisa dipilih sesuai selera.

Mempertimbangkan Konsep Acara Pernikahan 

Konsep pernikahan seperti apa yang ingin kita wujudkan? 

Apakah konsep pernikahan yang megah dan disaksikan oleh banyak orang yang kita kenal atau garden party sederhana yang sifatnya lebih santai dan akrab. Konsep pernikahan yang kita inginkan nantinya akan mempengaruhi pilihan gaun pernikahan yang akan kita kenakan. 

Konsep acara pernikahan yang lebih santai membuat kita jadi lebih leluasa memilih warna yang lembut atau ceria. Sementara konsep pernikahan yang megah dan formal membutuhkan warna dan desain gaun yang lebih mewah. 

Bentuk Tubuh Pun Tak Boleh Diabaikan 

Bentuk tubuh menjadi poin penting lainnya yang harus diperhatikan oleh pasangan calon pengantin. Untuk bentuk tubuh yang mungil dan ramping, pilihan warna-warna yang berani dan mencolok tentu tak jadi masalah. Karena warna-warna gaun pernikahan yang mencolok akan membuat lekuk tubuh jadi lebih terlihat. 

Sedangkan untuk calon pengantin yang memiliki tubuh berisi, pilihan warna yang lembut akan menyamarkan bentuk tubuh dan membuat penampilan menjadi lebih sempurna. Jangan sampai pilihan gaun pernikahan yang keliru malah mengurangi kecantikan calon pengantin wanita di hari bahagia. 

Selalu Luangkan Waktu untuk Berkonsultasi dengan Tim Desainer 

Tim desainer gaun pernikahan yang akan kita pilih haruslah tim desainer profesional yang mampu memahami kebutuhan dan keinginan kita. Membuat gaun pernikahan bukan hanya asal cantik, tetapi juga harus pas dengan selera sang calon pengantin. 

Luangkan waktu kita untuk berkonsultasi dengan tim desainer selama proses pembuatan gaun pernikahan. Hal ini sudah dibuktikan oleh Soireegown saat menyiapkan aneka gaun pernikahan Surabaya sesuai dengan kebutuhan calon pengantin.Ternyata komunikasi yang intens dengan pasangan calon pengantin menjadi kunci utama untuk menghasilkan gaun pernikahan yang indah dan sesuai dengan ekspektasi sang calon pengantin. 


Gaun pernikahan berwarna putih memang istimewa, tetapi pilihan warna gaun lainnya juga tak kalah sempurna untuk penampilan kita. Ingin mendapatkan referensi tentang gaun pernikahan istimewa yang tak selalu berwarna putih? 

Kunjungi http://www.bridestory.com/indonesia/surabaya/wedding-dress untuk melihat informasi tentang Soireegown dan vendor pernikahan berkualitas lainnya.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Heart of Uniek Kaswarganti



Halo, saya Uniek, mom blogger dari Semarang yang punya hobi membaca novel, bertukar kartu pos dan membuat kerajinan cross stitch atau kruistik. Blog milik saya ini terbuka untuk kerjasama penulisan. Jika ingin menghubungi saya, silakan langsung klik laman Tentang Saya ini. Terima kasih.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Awas, Viral Belum Tentu Benar
  • Makan Siang Syahdu View Danau di Maari x Ideologist BSB Semarang
  • ASUS Terdepan Dalam Quality & Service
  • ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Premium Pebisnis Sukses
  • Seputar Kuliah di Singapura yang Perlu Kamu Tahu
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
  • Giveaway Cerita di Balik Blog
  • Giveaway : 10th Wedding Anniversary
  • Hindari Pencurian Data Pribadi Saat Transaksi Pinjaman Online

Trusted Blogger Intellifluence

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink

Seedbacklink

Blog's Archive

IBX582A750D7C3FA

Pengikut

Featured Post

Kenapa Masih Ngeblog?

Part of
Gandjel Rel Komunitas BP BloggerHub Indonesia

Copyright © Kinsley Theme. Designed by OddThemes