Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

15 September 2015

Rejeki Pertemanan dari Buku


"Nda, itu loh...si A lagi gini...apa dia gak merasa gitu ya?"

"Sis, emang kamu gak tau ya kalau B lagi seteru sama si C, terus si D malah nambah-nambahin."

Jiaaahh...mana pemadam kebakaraaaann.... Kebayang nggak sih sobat blogger panasnya suasana kalau kita sibuk dengan orang lain. Lebih sibuk dibandingkan dengan mengurus kesibukan kita sendiri ;)

Teman itu bagiku adalah rejeki tak terkira. Sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan cantik dan ramah (maaf jangan mules yak  ), aku sukaaaaa sekali berteman dengan siapa saja. Eh, dengan apa aja juga bisa sih. Kecuali dengan si tanggal tua yang penuh nestapa itu.

Salah satu rejeki pertemanan kudapatkan dengan cara 'menggauli' buku.

Hah, gimana ceritanya? Bukannya kalau sudah asyik dengan buku malah nggak merhatiin orang lain?

Nggak dong, aku kan bedaaaa.... *tampang sinis *lalu dilempar tiket Kenny G

bersama ce Dian Krist
Kegemaranku akan buku justru membawaku berkenalan dengan para penulis keren. Aku ikutan gabung dengan ibu-ibu dan embak-embak penulis di Semarang. Dari mereka lah aku bisa mengasah kemampuan menulis, meskipun baru sedikiiiiittt sekali. Tadinya kan cuma bisa baca buku, terhanyut oleh perasaan, ataupun ngakak ngikik ngukuk saat baca buku yang isinya lucu-lucu.

Salah satu penulis lucu yang jadi idolaku adalah Dian Kristiani. Sebenarnya bukunya ada yang bukan buku komedi, tapi entahlah, lembar demi lembar yang kubuka kok sarat dengan kelucuan. Lucu yang alami, bukan slapstick. Kejadian normal dan biasa saja bisa memiliki efek lucu yang langsung membuatku tertawa.Ada beberapa buku Ce Dian yang sudah kubahas di blogku buku.uniekkaswarganti.com. Ada yang fiksi, ada pula yang non fiksi. Semuanya aku suka.

IIDN Semarang saat berkunjung ke penerbit Tiga Serangkai, Solo

Berada dalam komunitas menulis itu terus terang bikin sensi. Saat ada teman penulis yang nelurin buku, diriku jadi penuh tanya, kok aku nggak bisa ya kayak dia? Ada jutaan alasan sih yang biasanya muncul di hati, meskipun sebenarnya itu hanya usaha permisif pada diri sendiri. :)

Aku memang masih lemah dalam membuat tulisan yang membutuhkan 'nafas panjang' alias satu buku penuh. Nah, nyicil karyanya ya lewat buku-buku antologi dulu. Berbekal bawaan orok lebay, aku niat banget ikutan audisi menulis naskah yang akan dijadikan buku Anak Kos Dodol Konco. Buku ini berisi aneka kisah anak kos dodol dari para pembaca Anak Kos Dodol karya Dewi Rieka. Dan kebetulan banget, nih mamak dodol Dewi Rieka adalah koordinator IIDN Semarang. Jadi kalau aku nggak ngeksisin dodolku rasanya ada yang kurang kan?

Alhamdulillah, dari 2 naskah yang kukirim ada satu yang lolos. Asyiknya bisa sebuku bareng kontributor lainnya di buku dodol pink itu ;)  Ada nama-nama seperti Dian Kristiani (horeeee sebuku ama penulis fave), Mpok Mercy Sitanggang, Haya Aliya Zaki, Rahmi Aziza dan penulis-penulis lainnya. Penulis wannabe sepertiku udah bangga luar biasa dong.

yaiks...orangnya jelek bener
Mencoba peruntungan di genre tulisan yang berbeda, saat ada audisi menulis ikutan lagi nih. Kali ini temanya HOROR. Weeeww.... tadinya tak terbayangkan bagaimana harus menulis ceritanya. Namun karena ada pengalaman pribadi soal itu, maka dengan segenap tekad aku pun menulis naskah. Mengirimnya tepat di menit-menit terakhir DEADLINE. Mana malem, sendirian, suara gorden bergerak-gerak kena angin, dan aneka efek syerem mengiringi momen menulisku ini. Diiihhh.... sedep banget deh waktu itu.

Rupanya backsound mistis yang kualami saat menulis ini mengantarkan naskah tersebut ke hati editornya. Nggak percaya banget naskahku terpilih deh hehehee.... Alhamdulillah deh pokoknya, nggak sia-sia bulu kudukku merinding disko malem-malem.


bersama Dian Nafi, penulis Matahari Mata Hati dan puluhan buku lainnya
Rejeki pertemanan dari buku ini terus berjalan seiring dengan hobiku ngumpul-ngumpul saat ada book launching. Biasanya para penulis ini mengajak teman-teman satu komunitas untuk hadir pada event tersebut. Aku sih happy happy aja, penggemar kopdar garis keras sih soalnya :)

Kegemaran ikut book launching ini rupanya membawa rejeki pertemanan yang lain lagi. Tak disangka-sangka diajak jadi moderator bedah buku Menghirup Dunia.

Bedah buku Menghirup Dunia bareng Fahmi Anhar (travel blogger)

Sebenarnya kejadian ini ya gara-gara rejeki pertemanan lagi. Ada teman baikku yang dengan cara 'sangat ajaib' merekomendasikanku kepada si penulis. Seru seru pedih deh pokoknya ceritanya. But anyway thanks a lot sista.... ini keren sekali ;)

Menghirup Dunia ini adalah buku karya Mas Fahmi Anhar bersama teman-teman travel blogger lainnya. Yang istimewa dari buku ini bukan terletak pada destinasi perjalanan maupun 'how to be there'nya. Justru 'bertemu dengan siapa' dan berbagai sisi psikologis dari sebuah perjalanan akan ditemukan di buku ini. Baru release pertengahan tahun ini lhoooo.... yuuk yuuk yang mau mengadopsi silakan saja ya.

Diriku yang bukan siapa-siapa ini tentunya senang sekali dong bisa bertemu langsung dengan pemilik blog fahmianhar.com yang keren tralala ini. Bisa sekalian menimba ilmu penulisan kan. Ya nulis untuk buku maupun untuk blog.

Pertama kali ketemu dengan Mas Fahmi ini saat ikut event Travelnblog. Mas Fahmi dan travel blogger keren macam Firsta DYI, Mumun dan Vira Indohoy, Ariev Rahman, Wira Nurmansyah, Lostpacker dkk datang ke Semarang untuk share ilmu ngeblog mereka. Jadi, pertemuan kedua via bedah buku ini layak kusebut sebagai rejeki pertemanan yang amat berharga.

Semoga para penulis yang kusebutkan di atas maupun teman-teman penulis lainnya dapat terus menyemarakkan dunia literasi Indonesia. Ditunggu karya-karya berikutnya :)

23 comments:

  1. kebayang banget senengnya kalo isa nelurin buku sendiri,keroyokan aja rasanya udah seneng nggak karuan ya mbak...rezeki bisa datang dari mana aja,termasuk buku^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Mba Is, dari membaca lanjut ke menulis itu memang asyik :)

      Delete
  2. mak uniek keren ah, horor iya, komedi iya, mantab, tinggal nelurin karya dewe aja mak, sip sip :)

    ReplyDelete
  3. Aamiin. Mau banyak-banyak menggauli buku ah biar dapat rejeki kayak mbak Nik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha...justru aku nih yg kudu banyak belajar dari Mba Rien biar rejekinya mengalir lancar ;)

      Delete
  4. Ihiiiy ngemsiiii. Kapan2 kalo aku loncing buku lagi bantuin ngemsi yaaa

    ReplyDelete
  5. Iya ya, berteman dengan penulis dari media apapun, kita bakal ketularan ilmunya. Jadi modal buat nulis cerita bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi kalau penulisnya enggak pelit sharing ilmu, luar biasa banget deh mba rasanya.

      Delete
  6. Oh ada mba Uniek di atas panggung bareng Fahmi, sayang aku nggak bisa datang. Lagi jadi pegacara a.k.a pengangguran yg banyak banget acaranya, nih mbak, hahaha

    ReplyDelete
  7. Asyik banget ya mbak. Dari buku banyak manfaat, termasuk rejeki pertemanan. Sebagai penyuka buku, aku juga seneng dateng ke acara2 bedah buku. Semoga lancar aktivitas menulisnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mba. Iya, asyik lho bisa booksigning ya kalau pas bedah buku gitu.

      Delete
  8. Emang kudu ati2 sm yg suka bergunjing krn biasanya kalau lagi ada masalah sama kita, gantian kita loh yg gunjingkannya dg orang lain. Cari aman aja deh, bahas buku. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba... mbaaaa... ojo lali silihan ondhone loh :D :D

      Delete
  9. Pelan2, ngamplas, sambil ngedraft, ntar juga bisa jadi satu buku. Aamiin.

    ReplyDelete
  10. huahh makin keren aja mba uniek, semoga makin sukses sama bukunya itu :D

    ReplyDelete
  11. wah keren mbk , . . rejeki teman yang soleh :D

    ReplyDelete
  12. keren banget mak, jd moderatornya ;)

    ReplyDelete