Heart of Mine

Catatan Momblogger dari Semarang

  • Home
  • Kesehatan
  • Techno-Gadget
  • Artikel Lifestyle
    • Traveling
    • Properti
    • Kuliner
    • Beauty
    • Fashion
    • Parenting
    • Healthy
    • Blogging
    • Ekonomi
    • Liputan
    • Obrolan-Inspirasi
    • Sosial
    • Budaya
  • Giveaway
    • Giveaway Cinta Produk Indonesia
    • ASUS Laptopku - Blogging Competition
    • Blog Competition - Makin Produktif dan Kreatif bersama Notebook Kesayangan
    • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
    • Giveaway Cerita di Balik Blog
    • 10th Wedding Anniversary
    • Kuis Bukune SGFD
    • Perempuan & Bisnis
    Bukan mimpi di siang bolong saat aku ingin sekali terdampar di Manado. Terdampar dengan bekal yang lebih dari cukup tentunya ya.. Siapa takut?

    Musim liburan seperti ini memang selalu membuat angan melambung tinggi. Ingin sekali bisa berlibur ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi. Salah satu yang segera terbersit di benakku adalah Manado. Mengapa begitu?
     Kejutan memang selalu datang tak terduga. Hari Selasa tanggal 23 Juli 2013 tak disangka-sangka aku mendapatkan undangan utk menghadiri acara Awarding Sayembara Gado-gado Femina di forum travel writing dalam acara Festival Wanita Wirausaha (Wanwir). Wow, mesti koprol kah daku? :D

    It means a lot for me. Aku dapat undangan bukannya sengaja submit, tapi karena akan ada acara award di atas. Nah, apa hubungannya coba?  Kukonfirmasikan ke pihak Femina kenapa aku mendapatkan undangan itu. Eh ternyata tulisanku yang kukirim untuk mengikuti sayembara rubrik Gado-gado di Femina masuk nominasi. Alhamdulillah.
    Menggunakan gigi palsu itu hal biasa bagi orang tua kita, terutama yang sudah lanjut usia. Ibuku pun telah mengenakannya. Namun bukan karena faktor usia. Ibu terpaksa mencopot gigi aslinya akibat kecelakaan di usia muda. Jadi sejak beliau berusia sekitar 40 tahunan sudah mengenakan gigi palsu di bagian kiri dan kanan.

    Ibuku tidak minder, meskipun tadinya risih juga saat pertama kali mengenakannya. Lama-lama malah beliau suka mengejek diriku saat menggosok gigi bersama sebelum tidur. "Nah, coba kamu gosok gigi sambil singsot (bersiul), bisa nggak?"  Nyerah maaakkk... *ngibarin bendera putih
    Kedatangan bulan Ramadhan selalu saja dinanti-nantikan. Bulan penuh ampunan dan penuh rahmad yang bisa kita gunakan untuk berlomba-lomba menabung pahala. Tiada bulan yang lebih dinantikan oleh muslim selain bulan yang menjanjikan Lailatul Qadar ini.

    Berbagai aktivitas harian pun diagendakan untuk mendukung target Ramadhan kita. Beribadah dan beramal sebanyak-banyaknya. Meskipun di luar bulan Ramadhan pun harus melakukan hal yang sama, namun rasanya memang jauh luar biasa saat melaksanakan berbagai amal ibadah di bulan istimewa ini.

    Ada satu pengalaman di bulan Ramadhan yang cukup memalukan untuk dikenang meskipun tetap dapat dipetik pembelajaran dari kejadian tersebut. Pengalamanku ini terjadi belasan tahun yang lalu, saat diriku masih aktif 'kelayapan' kesana kemari :)
Tanamkan kebaikan sekecil apapun - pic by credit
    Bener enggak sih bila ada yang bilang kalau hare gene makin banyak aja orang jahat di muka bumi ini? Makin ruwet dan semrawutnya urusan di dunia seakan-akan telah menghalau banyak kebaikan yang mampu disajikan. Benarkah?

    Tak hendak kumenghakimi pernyataan itu ataupun membenarkannya. Aku hanya ingin sedikit berbagi tentang kebaikan yang ternyata begitu dekat di saat kupikir sulit sekali untuk mendapatkannya. Tak perlu jauh-jauh untuk menemukannya. Di sekitar kita, di keseharian yang kita jalani, selalu akan ada kejutan yang tak terduga. Kebaikan yang seakan-akan selalu kita cari itu akan menghampiri secara apa adanya.
"Ngapain sih loe bela-belain komen sana sini seperti itu?" suatu tanya terkuak.
"Tidak mbelain apa-apa, senang aja punya teman dimana-mana," jawaban santun tersaji sederhana.
"Emang kalo loe susah dan menderita, yang tadi loe kasih komen bisa bantuin apa?" iiihh...nyinyir banget deh lama-lama.
Haruskah kita selalu mengharapkan balasan dari teman? Berteman itu adalah sebuah keikhlasan, dengan siapa saja. Semua yang dimulakan dari suatu kebajikan akan berakhir pada kebajikan pula sesuai niat tulusnya.

    Ilustrasi cerita di atas berlaku untuk berbagai 'segmen' cerita persahabatan, entah itu sahabat di dunia nyata maupun maya. Melalui dunia maya, sekarang kita bisa terhubung dengan teman kita dari berbagai penjuru dunia. Jarak dan waktu seakan tak bisa membatasi lagi dalamnya ikatan persahabatan yang indah.
berani mimpi
    Siapa sih yang dari kecil tak punya mimpi? Sepertinya hampir sebagian besar anak mempunyai mimpi yang terpendam. Bocah dengan daya imajinasi dan kreativitas yang menggunung akan memiliki mimpi setinggi langit.

    Nah bagaimana denganku? Aku sendiri hampir-hampir sudah lupa pernah punya mimpi-mimpi yang indah.. Aneka cita-cita berkelebatan di masa lalu. Kadang tampak begitu nyata untuk diraih, namun kemudian seiring berjalannya waktu semua tampak menjadi kelabu. Mengapa bisa begitu?

si munthu (pic by credit)
    Ada yang tau arti munthu? Yup, yang asli oran Jawa pasti tau lah. Munthu itu adalah soulmate-nya si cobek. Nama lainnya adalah ulekan, uleg-uleg atau alu. Tetapi lebih mudahnya kusebut munthu saja ya. 

     Tau juga kan kegunaan munthu dalam keseharian? Si munthu ini besar jasanya loh, apalagi bagi penggemar berat sambal asli, alias sambal racikan sendiri. Namun kini pamornya sudah menurun seiring tingginya permintaan sambal di warung-warung penyedia ayam goreng, lele goreng, ayam bakar, dan tempe / tahu penyet. Kita sudah tak perlu susah-susah lagi untuk menguleknya sendiri.
Kupandang cucuku yang cantik itu sembari meratapi diriku sendiri. Seakan tak percaya kini aku telah sering pipis di luar kendali, rematik melanda, juga pelupa.

Nah, harus segera kuminum pil anti lupa yang dibelikan cucuku kemarin. Mana, kok tidak ada? Aku yakin meletakkannya di meja makan ini.

“Cu… mana pil yang kemarin itu?” tanyaku.

“Eyang, ini tadi yang meletakkan di wastafel kamar mandi siapa?”

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Heart of Uniek Kaswarganti



Halo, saya Uniek, mom blogger dari Semarang yang punya hobi membaca novel, bertukar kartu pos dan membuat kerajinan cross stitch atau kruistik. Blog milik saya ini terbuka untuk kerjasama penulisan. Jika ingin menghubungi saya, silakan langsung klik laman Tentang Saya ini. Terima kasih.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Mampir Ngopi di Kebun Makna Magelang
  • Oase Unik Itu Bernama Microlibrary Warak Kayu
  • Mengapa Harus Baca Buku?
  • Menjaga Nyala Literasi di Tengah Ujian Bangsa
  • Kekuatan Kebaikan Kecil yang Menular
  • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
  • #UninstallKhawatir dan Nyaman Bepergian dengan GOJEK
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Giveaway - Cinta Produk Buatan Indonesia
  • Giveaway Cerita di Balik Blog

Trusted Blogger Intellifluence

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink

Seedbacklink

Blog's Archive

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

IBX582A750D7C3FA

Pengikut

Featured Post

Mampir Ngopi di Kebun Makna Magelang

Popular Posts

  • Bu, Hebatnya Pengorbananmu Itu Nyata dan Tiada Tara
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Mengapa Translation Agency Profesional Penting untuk Ekspansi Global
  • Tips Memilih Air Galon yang Aman dan Sehat Untuk Keluarga

Labels

  • blogging 16
  • budaya 8
  • kuliner 16
  • lifestyle 3
  • liputan 25
  • parenting 13
  • properti 27
  • sehat 16
  • sosial 20
  • traveling 42
Part of
Gandjel Rel Komunitas BP BloggerHub Indonesia

Copyright © Kinsley Theme. Designed by OddThemes