Heart of Mine

Catatan Momblogger dari Semarang

  • Home
  • Kesehatan
  • Techno-Gadget
  • Artikel Lifestyle
    • Pendidikan
    • Kuliner
    • Traveling
    • Properti
    • Beauty
    • Fashion
    • Parenting
    • Healthy
    • Blogging
    • Ekonomi
    • Liputan
    • Obrolan-Inspirasi
    • Sosial
    • Budaya
  • Giveaway
    • Giveaway Cinta Produk Indonesia
    • ASUS Laptopku - Blogging Competition
    • Blog Competition - Makin Produktif dan Kreatif bersama Notebook Kesayangan
    • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
    • Giveaway Cerita di Balik Blog
    • 10th Wedding Anniversary
    • Kuis Bukune SGFD
    • Perempuan & Bisnis
Pas lagi capek, cenat-cenut pegel linu, kepikiran banget untuk relaksasi di spa nih. 

Memang bener ya, aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang alias rutinitas itu kadang-kadang bikin pegel badan maupun hati. Nggak cuma buat aku yang mburuh ngamplas di pabrik, semua orang tentu ada saatnya pingin merawat diri dan menghilangkan rasa nyaman yang hinggap di tubuh. Namanya juga manusia, mosok ya nggak boleh capek sih.

Apalagi nih kaum ibu yang 24 jam sehari tidak pernah berhenti task-nya, yang kadang-kadang untuk sekedar nyelonjorin kaki saja rasanya sudah tak cukup waktunya. Diriku yang kerja di luar rumah salut banget loh dengan kehebatan mereka. Handle segala macam urusan rumah tangga dan in charge setiap saat untuk anak-anak. Kalau aku kan bisanya cuma nitip anak ke asisten plus eyangnya bocah :)

Relaksasi di spa barang sejam aja rasanya heaven loh. Beneran.... Bagi yang memang sempit waktunya, aktivitas mandi dan perawatan tubuh ala spa bisa saja sih dilakukan di rumah. Apalagi kan produk perawatan seperti ini sudah banyak dijual bebas. Di online shop juga banyak kok kalau memang tidak sempat keluar rumah.

Aku sendiri tidak rutin ke spa sih, meski kadang badan sudah tak karuan rasanya. Bila rasa capek sudah tak dapat diatasi dan badan rasanya sudah penuh daki, baru deh buru-buru pergi ke spa.

Pengalaman pertama pergi ke spa pernah kuceritakan di postingan berjudul A Great Break in Dizzy Busy Days. Tak sengaja sebenarnya mau nyepa, sekedar liburan berdua dengan suami saat ultah pernikahan ke-8 dulu. Wohoooo...kencan berdua aja nih. Baru sekalinya juga itu seumur hidup dapet hadiah ultah pernikahan dari suami. Alhamdulillah dia pas ada rejeki aja tuh.

Setelah merasakan enaknya treatment ala spa seperti itu, rasanya nagih deh. Tapi kan kalau harus pergi ke hotel tempat kami menginap dulu ya boros banget lah. Selain jauh, biaya spanya termasuk tinggi. Nah, kudu cari yang ekonomis kan ya.

Di Semarang ada nih homespa yang harganya bersahabat. Pemiliknya kebetulan teman kuliah dulu. Weitceeee... dirimu udah sukses aja sih sis, boleh gretong yak ini spa nya? *gebyur air bekas cuci kaki :)

Relaksasi Di Spa yang Praktis dan Ekonomis

Aluna homespa, tempat aku biasa memanjakan tubuh ini sudah memiliki beberapa cabang di Semarang. Lokasi spa nya yang paling awal berdiri ada di Jl. Erlangga, dekat sekali dengan kampus Undip bawah. Posisinya yang strategis berada di pusat kota membuat daftar antrian lumayan ketat saat week end. Kalau mau nyantai di spa saat akhir minggu, mau tak mau harus reservasi dulu sejak awal minggu.

Lokasi berikutnya dibangun di Tembalang, kawasan Semarang atas. Namun tak berapa lama outlet yang di situ dipindahkan ke kawasan Sompok. Huhuuyy... kebetulan banget, deket dari rumah dan kantor nih. Jadi bila kerjaan di kantor sedang tak terlalu banyak, bisa langsung capcus pukul 16.00 dan ngendon sekitar 2 jam di sana untuk di-treatment.

Untukku pribadi, perawatan yang kupilih standar saja. Palingan body message dan body scrub. Capek ilang, daki pun bablas, cliiingg...


Suasana khas homespa di Aluna ini memang tepat sekali untuk relaksasi. Alunan suara gendhing yang mengalun perlahan, bikin terkantuk-kantuk saat sedang dipijat dan discrub. Pernah dulu mencoba untuk totok wajah, aiiihh.... ketiduran boooo sampai hampir ngorok. Pas kaget terbangun rasanya malu banget sama mbak terapisnya.

"Nggak pa pa Bu, sudah biasa kalau ditotok wajah ketiduran. Bahkan ada kok yang sampai treatment selesai, orangnya belum bangun," hibur mbak terapis.

Banyak menu treatment yang ditawarkan oleh Aluna Homespa, mulai dari yang paling standar seperti massage dan scrub, hingga berbagai pilihan seperti body mask, berendam, body steam, hair treatment, hot stone massage, foot treatment, ear candle, herbal compress, ratus V, Javanesse Coin Therapy (kerokan ya kayaknya ya), dan masih banyak lagi. Bisa memesan masing-masing treatment secara terpisah, namun bisa juga pilih yang model paketan. Untukku yang ingin relaksasi di spa yang ngirit dan tepat guna, seringnya aku pilih yang paketan saja ;)  Yang penting udah dipijit dan discrub, udah deh segala pegal badan maupun hati berasa bablas.

Oya, di Aluna ini ada loh paket spa ibu dan anak. Nantinya ibu dan anak akan ditreatment di ruangan yang sama dengan bed bersebelahan.  Menunya ada nih seperti ini :


Asyik kan bisa pergi ke spa dengan buah hati. Aku pernah loh ajak sulungku ke spa barengan untuk cobain menu Mom & Kid itu. Dia jadi suka nagih akhir-akhir ini, "Kapan dong Bu aku diajak lagi ke spa?"

Iya lah Nak, kapan-kapan kita ke sana lagi ya :)

Nah, sobat blogger punya tips apa nih untuk relaksasi? Sama juga dengan aku pergi ke spa atau ada aktivitas relaksasi yang lain? Oya, homespa ini tidak hanya untuk perempuan, yang mas-mas dan bapak-bapak juga bisa. Bisa request terapis cowok kalau risih dipegang-pegang sama mbak-mbak :)

Note : all photo courtesy of Aluna Homespa


------


Baca juga yuuukk relaksasi versi lain di 5 Hal Yang Menyenangkan Saat Cuti

Pisang or pizza goreng ? Lah nopo ik kok tiba-tiba tanya gitu?

Punya dua orang anak yang super lincah itu asyik-asyik perih deh. Asyik seru meriah di rumah, nggak bakalan kesepian. Adaaaa saja moment dimana mereka bagaikan drum dan stik. Setiap kali stik menyentuh drum dijamin langsung gedumbrangan deh. Atau seperti sax dan bibir Dave Koz... hmmm.... jeritan 'musik' dari nada terendah hingga tertinggi bakalan hadir setiap saat deh.

Ya namanya saudara ya, memang seperti itu adanya. Saat berdekatan, selalu ada bahan untuk diperebutkan ataupun diributkan. Tapi kala berjauhan, bakalan saling menanyakan, "Kakak / Adek sedang apa Bu?"

Nah, giliran perihnya saat mereka kelaparan setelah bertengkar. Ya nggak cuma mereka saja sih sebenarnya yang kelaparan. Emaknya yang bersaing stereo bakalan kelaparan juga pasca jadi juru damai, yang biasanya malah jadi 'sipir' nan kejam :) Perasaan udah pada makan nasi loh, tapi namanya anak-anak selaluuuuu saja kelaparan sepanjang hari. Sedih banget kan ibu macam diriku yang tak pintar memasak. Masak tiap hari dibuatin agar-agar, gorengin pisang, gorengin ketela, rebusin telur, panggangin sepatu.... *eh

Cemilan hasil beli di bakul jajanan juga hampir tiap hari ada. Tapi perasaan kok itu-itu saja ya... Bosen juga kan. Sampai akhirnya nggak tahan untuk cuci mata di toko online. Klak klik sana sini akhirnya nemu yang aneh nih. Cobaable ;) 

"Nih ada pizza goreng loh Nak, pada mau nggak?" Kutawarin dong anak-anak, biar enggak rugi nanti udah beli tapi tak dimakan. 

Pisang or pizza goreng ? (pake modulasi kenceng ala Netral)

Dugh, niy anak pada ndesit napa sih, mentang-mentang di kampung adanya pisang goreng, sekalinya mau diajak nyobain jajanan baru pada nggak percaya.

"Ini loh gambarnya Nak, sepertinya layak dicoba kan?"

"Pizza koq mblendhuk-mblendhuk gitu sih Bu? Itu bukannya molen?"

<<<MOLEN>>>

Coba, menurut sobat semua, anakku keren kan expert banget gitu tentang permolenan :)

"Coba aja deh ya, sapa tau enak loh. Daripada jajanan yang itu itu melulu, nggak variatif kan?" bujukku.

Dan akhirnya anak-anak pun ACC untuk pembelian ini *berasa jadi manajer logistik yang lagi minta tanda tangan presdir untuk beli sekrup :(

Pesen dong akhirnya pizza goreng ini dan 2 hari berikutnya udah sampai aja di rumah. Wuiihh kilat banget deh, keren juga olshopnya.

Pizza Goreng akhirnya mendarat di rumah keluarga kami

Yeaayyy... kemasannya persis banget dengan iklannya. Tak sabar ah pengin nyobain.

Satu kemasan pizza goreng ini berisi delapan buah pizza yang memang tampilannya lebih mirip pastel dibandingin pizza :)  Makanya jadi penasaran nih, kayak apa sih rasanya. Pizza kan gitu itu kan ya rasanya, kayak..... *di kampung sini aja ada outlet pizza loh, mosok di tempatmu nggak ada? :)

Tadinya anak-anak udah pada underestimate semua saat membuka kemasan pizza goreng ini. Wajah mereka menampakkan ketidakpercayaan yang sangat kental. Menyakitkan sekali :(

Setiap pizza dikemas dalam plastik tersendiri, jadi kulit pizzanya tidak lengket satu sama lain. Pizza bisa disimpan ke dalam freezer bila tidak langsung habis. Dan nantinya sebelum digoreng bisa didiamkan beberapa saat dulu hingga kulit pizzanya melunak. Bila adonan pizzanya masih keras, otomatis isi pizzanya ga bakalan bisa kayak begini : 

keju plus isian lainnya yang meleleh sempurna, guriiiihh....

Biasanya kita istilahkan topping ya kalau pizza yang biasa itu. Nah untuk pizza goreng ini aku bingung mau nyebutnya apa, secara enggak di top tapi di dalam :)  Tapi rasanya ya plek njiplek dengan pizza yang mihil itu loh :)

"Enak nih Bu, kapan beli lagi?"

Huhuuyy... yang tadinya ga percaya ada pizza goreng sekarang ketagihan nih. Satu kemasan itu habis hanya dalam sehari. Maunya anak-anak sih sekali goreng. Tapi ibu bijak kan kudu mengatur jadwal makan dengan benar kan ya. Jadi satu kemasan itu digoreng sore hari begitu terima dari kurir, dan sebagian lagi digoreng untuk sarapan sebelum berangkat sekolah.

Okesip Nak, doain rejeki ibu mengalir lancar ya biar bisa pesan pizza goreng lagi sekontainer :)

dapet salam dari si pizza yang ala ala molen ini :)



Yuhuuuu... masih ingat dengan keseruan kuliner Semarang di tulisanku sebelumnya?

Masih seputar kopdar pertamaku dengan blogger-blogger kece dari berbagai kota nih pas mereka menyambangi kota kecil nan panas namun memikat ini :)  Meskipun panas, tetap saja loh mereka semangat sekali keliling kota sejak pukul 09.00 hingga malam. Terik matahari yang ganas pukul  13.00 pun tak menyurutkan semangat jalan-jalan seperti ini :


photo credit : travelerien.com

Rombongan kami tiba di Sam Poo Kong selepas Dzuhur, jadi bisa kebayang kan betapa maksimalnya terik mentari yang bakalan memanggang sekujur tubuh. Namun kami semua tetap bersemangat menjelajahi tempat yang satu ini. Sebenarnya aku pengin nyobain loh sesi dandan pake kostum khas negeri Tiongkok. Di Sam Poo Kong disediakan jasa peminjaman kostum sekaligus dandan plus difoto dengan biaya Rp. 80.000. Setelah didandani nantinya akan diperkenankan masuk ke wilayah kuil yang terpisah. Kalaupun tidak ingin berdandang, tetep boleh masuk sih ke kawasan ini, namun harus membayar retribusi tambahan sebesar Rp. 20.000. Bagi mereka yang ingin sembahyangan cukup membeli hio saja.

Kok bisa sih kami semangat jalan-jalan di cuaca sepanas itu? Tentu masih semangat dong yaaa... kan sudah full tank selepas mampir di Mie Kopyok Pak Dhuwur. Tak hanya mie segar ini loh yang kami santap waktu itu. Masih ada lagi lainnya.

Di seberang warung Pak Dhuwur tersebut ada satu tempat kuliner yang sudah kami incar dan dimasukkan ke dalam itinerary wisata kuliner. Tebak tebak buah simalakama...eh manggis (tapi manggis kan lagi gak musim), ada yang tau apa coba menu kami berikutnya ini. Bagi yang bisa nebak, kalau perempuan kujadikan saudara, kalau laki-laki..... eh.... apa ya enaknya :)

Baiklah... ini loh rombongan kami mampir ke sini :

seseruan di Gado-gado dan Es Pankuk Pak Yono

Masih di seputaran spot kuliner Jl. Tanjung (samping PLN) ada satu lagi tempat wajib kunjung saat sobat berada di Semarang. Warung gado-gado dan es pankuk Pak Yono ini tak pernah sepi pengunjung. Mulai dari para karyawan yang bekerja di seputar Jl. Tanjung plus para penikmat gado-gadonya yang memang endeuzzz itu.

Berhubung sebelum mampir ke sana tadi perut kami sudah terisi oleh mie kopyok, maka pada kesempatan kali ini cukup es pankuknya dulu deh. Perut emak soleha kan isinya tidak banyak *lalu disambit kerupuk

jatah es pankuk kami, photo credit : travelerien.com

Es pankuk ini terdiri dari irisan agar-agar, irisan pankuk, irisan roti dan 3 scoop es. Bukan es krim nih ya, namun es puter yang gurih dengan variasi rasa kelapa muda, coklat, alpukat+durian. Coba bayangkan, di tengah siang bolong menikmati es pankuk yang manis gurih menggoda ini, hmmm.... sluuurrppp.... Duh, nulis ini ajah jadi pengin ke sana lagi :)

Dari ketiga scoop es tadi aku paling suka yang rasa alpukat, mantep banget rasa alpukatnya. Sayangnya, bagi durian hater macam aku ini, scoop warna hijau yang separuh alpukat separuh durian tadi sungguh menjadi jebakan batman. Lagi enak-enak merem melek menikmati rasa alpukat kok tau-tau ada aroma lain yang menyengat :)

Selesai sampai di situ sajakah kulineran kami saat itu?

Taman Srigunting

Tentu enggak doooonggg... Selepas dari warung es pankuk tersebut kami melaju ke Sam Poo Kong. Kemudian masih lanjut ke Kota Lama untuk menikmati indahnya senja yang sesaat lagi akan turun ke bumi. Udah deh, soal gaya berfoto seperti foto di atas tadi nggak ada habisnya. Memory card kamera Mba Rien yang bolak-balik memotret kami pun sudah sampai berulang kali ganti. Hehehee... maafkan kesigapan kami menjadi modelmu ya Mba Rien :)

Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang

Tak mengenal lelah para sobat blogger dari berbagai kota ini memutuskan untuk segera beranjak ke tempat yang lain. Masjid Agung Jawa Tengah lah tujuan kami berikutnya. Berhubung jelang Maghrib menara masjid masih tutup, kami menunggu hingga pukul 18.30, saat dimana petugas menara telah selesai sholat Maghrib dan lift menuju lantai 19 Menara Asma Al-Husna yang memiliki ketinggian 99 meter tersebut telah dibuka kembali.

Ada perjumpaan, ada pula perpisahan

Seharian bersama sahabat-sahabat blogger baru ini mau tak mau harus tersudahi manakala malam telah sempurna memayungi bumi. Mereka harus istirahat karena esok masih harus melanjutkan perjalanan maupun kunjungan ke tempat lain.

Warung Gudeg Yu Tum, Semarang

Sebelum berpisah, kami masih menyempatkan bercengkerama beberapa saat di warung gudeg Yu Tum. Cukup lama kami mengobrol di sana karena pesanan nasi tak kunjung datang. Penuh kesabaran kami menanti pesanan nasi campur dan lontong opor yang sepertinya disajikan oleh penjual penuh cinta kasih. Gimana enggak penuh cinta, wong lamaaaaaa banget sampai ada di antara kami yang terharu akan cinta kasih tersebut :)

Dengan tema Wiskul Sabar kami mengakhiri kopdar hari itu. Rombongan keluarga Mb Dee An akan segera meluncur kembali ke Jawa Timur, keluarga Mb Primastuti Satrianto akan beristirahat sebelum kembali ke Yogyakarta, keluarga Mas Ihwan yang juga akan beristirahat setelah seharian ngemong Aim di jalanan, dan Mba Katerina yang juga harus segera kembali ke hotel karena ada janji temu dengan pihak hotel.

Matur nuwun sanget untuk kunjungannya ke Semarang ya teman-teman.... Maaf bila ada tutur kata yang kurang berkenan selama kutemani seharian ataupun semua kekurangan di hal-hal yang lain. Terima kasih juga untuk si cantik Lestari yang berkenan mencolekku untuk turut serta di kopdar ini. Yuk yuuukk... kapan-kapan kopdar lagi. Masih banyak warung yang belum kita sambangi kaaaannn.... :)


Note : semua foto dipinjam dari pemilik travelerien.com


Apa minuman favorit sobat semua?

Air segar kayak foto di atas itu? Hehehehe... lebih baik jangan ya. Bukan karena kandungan bakterinya loh yang kumaksud, namun perjalanan mau dapet air segarnya itu yang bakalan bikin encok dan pegal :)  Yakali udah jadi 'pembesar' gini masih disuruh kelayapan naik-naik ke puncak gunung lagi. Kalau seratus tahun yang lalu sih enteng surenteng mau kemana-mana. Modal ransel, sedikit makanan dan sedikit uang udah bisa asyik masyuk belepotan debu dan daki model begitu :)

Jadi, apa maksud foto di atas?

Nggak... nggak ada maksud apa-apa... duh jangan suka berburuk sangka dong, temans *please selesaiin baca ampe akhir artikel ya jangan di-skip hahahaa....

Menyoal minuman favorit, aku jadi ingin tau apa kira-kira yang menjadi pilihan sobat semua. Rata-rata angin nih ya, palingan pada jawab teh, kopi, wedang jahe, wedang uwuh, bandrek dan sebangsa gitu lah. Soalnya kalau jawab kuah lodeh ataupun kuah tom yum ya agak menakjubkan juga. 

wedang coklat
Dulu jaman masih kuat kelayapan ke dataran tinggi, kopi adalah minuman favorit yang tak terbantahkan. Paling enak duduk-duduk di tengah dinginnya udara pegunungan sambil wedangan dengan bergelas-gelas kopi tubruk yang panas. Kadang saking dinginnya hawa saat itu, kopi panas itu asal disruput aja, panasnya sudah tak terasa lagi. Baru besoknya bakalan ketauan deh kalau kopi tadi malam asli panas banget karena lidah lecet. Seriiiiingg banget kejadian kayak gitu. Tapi herannya kok ya diulang dan diulang lagi :)

Sebenarnya masih suka banget sama kopi sampai saat ini, hanya saja karena kondisi organ tubuh sudah lebih 'piyayi' (suka deg-degan maksudnya), maka sekarang wedang coklat lah yang kupilih untuk menggantikan kopi. Mantep banget loh saat cuaca dingin gitu, di kantor menyeduh coklat dan kemudian meminumnya sambil ditiup pelan-pelan. Heaven deh.... 

Kalau pas lagi enggak males, aku biasa beli bubuk coklat macam merk Windmolen atau Van Houten. Ntar tinggal ditambah gula sebelum diseduh dengan air mendidih. Pahit-pahit enak deh rasanya. Bagi yang doyan susu bisa ditambahkan juga kok untuk membuat wedang coklat ini. Tapi buatku, campuran bubuk coklat dan sedikit gula ini yang paling top. Nggak eneg sama sekali. 

Apabila malas sedang melanda, sekarang udah banyak juga kan bubuk coklat yang lengkap dengan gulanya dalam kemasan sachet. Merknya bermacam-macam, bahkan di minimarket ataupun warung kelontong sudah ada kok. Tinggal tuang isi sachet-nya, tambahkan air panas dari dispenser, jadi deh. Pesanku satu nih, ntar pas mengaduk wedang jangan kayak yang ada di foto itu. Jangan ditiru ya hehehee.... *kayaknya ga sengaja kena sotosop deh, masak piyayi ngaduk wedang kok pake drei :)

teh poci ginasthel

Selain coklat, favoritku yang lain adalah teh. Hampir semua teh aku suka, terutama yang beraroma jasmine. Kalau pas lagi ngider ke warung kucingan kadang ada juga yang menyediakan teh poci. Asyik banget loh, sembari makan dan ngobrol, teh bisa kita tuangkan ke dalam cangkir dan menambahkan gula secukupnya. Paling sip kalau gulanya menggunakan gula batu. Proses wedang teh panas menjadi ginasthel (legi panas kenthel = manis panas pekat) dapat kita nikmati melalui moci ini. Moci itu maksudnya aktivitas minum teh poci.

Gimana, syedeeepp kan menikmati minuman favorit dengan cara-cara yang kita sukai. Hayuk sini share apa minuman favoritmu, kali aja terketuk pintu hatiku untuk berganti haluan ke minuman nikmat lainnya :)

Entah kenapa ya kok akhir-akhir ini makin banyak saja teman blogger dari luar kota yang berkenan bertandang ke kota kecil yang panasnya hot hot pop ini. Iyes, ke Semarang, kota yang sumuke pol namun tak diragukan lagi kehangatannya. Kehangatan sambutan ala kopdar blogger seperti yang pernah kuceritakan di postingan sebelumnya, yaaa...kurang lebih seperti itu.

Masih seputar kopdar blogger nih, tiba-tiba aku teringat pada moment mendadak yoga ini. Berawal dari informasi bahwa akan ada seorang blogger dari luar kota yang akan berkunjung ke Semarang. Sengaja memang mampir ke Semarang sebentar saja untuk berjumpa dengan sesama blogger. Alhamdulillah waktunya pas sehingga aku pun berhasil tercolek cantik untuk ikutan berjumpa. Perjumpaan yang tak lama namun sungguh memperkaya jalinan silaturahim.

Siapa sih dia yang datang ke Semarang ini? Disebutin nggak ya enaknyaaa....ntar dia jadi femes gimana dooonkkk.... ;)

Adalah dia seorang blogger dan pengajar di sebuah perguruan tinggi, dalam rangkaian perjalannya masih berkenan mampir ke kota kecil ini. Mba Donna Imelda, selepas menyelesaikan urusannya di Pekalongan, tetap menyempatkan diri untuk bertemu dengan beberapa orang blogger yang tinggal di Semarang. 

Kopdar ini memang terasa sekejap. Aku baru bisa menjumpainya selepas jam kantor dan saat maghrib tiba sudah harus berpisah lagi. Pukul 16.00 tet aku langsung meluncur ke lokasi janjian, yaitu Taman Srigunting yang terletak di wilayah Kota Lama. Taman ini berada tepat di samping Gereja Blendhuk. Baik taman maupun gerejanya sama-sama ngehits nih, salah satu dari sekian icon Semarang yang perlu dikunjungi.

Sesampai di sana ternyata Mba Donna yang sudah ditemani oleh Lestari (hiiihh...dia lagi dia lagiiiii) telah asyik bersantai duduk di taman sembari menikmati sedapnya lunpia. 

"Mau lunpia, Niek?" berbaik hati beliau menawarkannya padaku.

Yaelaaahh.... udah sampai mabok-mabok deh kalau makan lunpia. Nggak tega mau nyomot :) Nah naaahh... ada yang mau lunpia kah, sobat blogger? Hayuuuukk...sini dooongg... :) 

ngapain ga jelas di Taman Srigunting Semarang

Kami pun kemudian asyik mengobrol. Sungguh nggak nyangka sama sekali kalau keasyikan kami sore itu akan makin membahana. Kehadiran seorang emak blogger yang piawai dalam hal tarik suara dan yoga lah yang makin menceriakan suasana. Mba La, begitu saya biasa memanggil Latree Manohara, ternyata ikut bergabung juga dalam kopdar sore itu. Bagi sobat blogger yang berteman dengannya di facebook tentu familiar dengan pose-pose yoganya yang cetar sekaligus bikin ngilu saat melihatnya. Gimana enggak ngilu cobak, badan bisa ditekuk-tekuk. Sedangkan untuk cium lutut pun aku sudah tak sanggup :(

Hahaaayyy...mumpung ketemu nih Mba La kami todong untuk mengajari sedikit gerakan yoga. Dan di tengah-tengah beryoga ria ini datang lagi emak kenes Noorma Fitriana. Makin seruuuu deh suasana. 

Matras yoga pun digelar di taman, tepatnya di lokasi strategis yang fotoable. Matras baru beli katanya, dan memang benar-benar masih dalam plastik kemasan. Ciyeee... berarti kami lah yang nganyari matras tersebut (penting banget inih buat diceritain) :)  Berbagai gerakan yoga yang mudah pun diajarkannya pada kami. 

Tadinya sempat punya pikiran kalau orang berbadan gede itu nggak pantes yoga. 

"Siapa bilang.... yoga itu kan tidak spesial untuk yang berbadan kecil saja. Kelenturan badan nggak ada hubungannya dengan berat tubuh," begitu penjelasan Mba La.

Nah, siapa itu ya yang suka under estimate sama orang berbadan besar. Siniiii... sini kalau berani, takjak yoga loh kamu hihihiii....

Mendadak yoga dengan latar belakang Gereja Blendhuk Semarang

Setelah beberapa gerakan dasar, Mba La pun mengajak pose bersama dengan hasil seperti terlihat di foto atas itu. Coba, gak kalah lentur kan aku dari dia *abis itu padahal nyari tukang urut. Bisa-bisanya waktu itu kami pede narsis gitu, padahal seluruh pengunjung taman dan orang-orang yang jalan-jalan sore di sekitaran situ pada ngeliatin :)

Seruuuu sekali kopdar singkat kami waktu itu. Di antara padatnya rutinitas harian, kami masih sempat berjumpa dan berhahahehe sejenak. Kalau bukan karena mentari yang sudah bersembunyi di peraduan dan anak-anak di rumah telah menanti, tentu aku masih pengin nongkrong bersama mereka. 

Tak apalah, baik sebentar maupun lama, mendadak yoga di kopdar ini akan terus terkenang. Terima kasih banyak Mba Donna, Mba La, Noorma dan Lestari untuk perjumpaan yang meriah ini. Semoga akan ada lagi kesempatan kita beryoga ria senorak dan seheboh waktu itu.

see you again, girls

photo courtesy : Donna Imelda, Lestari, Latree Manohara
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Heart of Uniek Kaswarganti



Halo, saya Uniek, mom blogger dari Semarang yang punya hobi membaca novel, bertukar kartu pos dan membuat kerajinan cross stitch atau kruistik. Blog milik saya ini terbuka untuk kerjasama penulisan. Jika ingin menghubungi saya, silakan langsung klik laman Tentang Saya ini. Terima kasih.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Awas, Viral Belum Tentu Benar
  • Makan Siang Syahdu View Danau di Maari x Ideologist BSB Semarang
  • ASUS Terdepan Dalam Quality & Service
  • ASUS ExpertBook Ultra, Laptop Premium Pebisnis Sukses
  • Seputar Kuliah di Singapura yang Perlu Kamu Tahu
  • [BLOG COMPETITION] Makin Produktif dan Kreatif Bersama Notebook Kesayangan
  • Giveaway Aku dan Kamera Ponsel
  • Giveaway Cerita di Balik Blog
  • Giveaway : 10th Wedding Anniversary
  • Hindari Pencurian Data Pribadi Saat Transaksi Pinjaman Online

Trusted Blogger Intellifluence

Intellifluence Trusted Blogger

Seedbacklink

Seedbacklink

Blog's Archive

IBX582A750D7C3FA

Pengikut

Featured Post

Kenapa Masih Ngeblog?

Part of
Gandjel Rel Komunitas BP BloggerHub Indonesia

Copyright © Kinsley Theme. Designed by OddThemes