Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

28 February 2013

A Great Break in Dizzy Busy Days

Tak terasa sewindu sudah aku hidup berdampingan dengan ayah dari anak-anakku. Bukan hal mudah saat dahulu kami memutuskan untuk menikah. Berpegang teguh pada prinsip kemapanan ekonomi, kami baru menikah setelah delapan tahun berpacaran. Dan akhirnya sungguh kusesali pernikahan itu, kenapa enggak dari dulu saja ;)  Tak bisa dipungkiri, hidup berpasangan dan saling mencintai secara halal memang luar biasa nikmatnya.
Kehadiran kedua buah hati kami makin melengkapi kebahagiaan penuh cinta ini. Anak pertama lahir setahun kemudian, kini sudah menjadi seorang gadis cilik manis dan pintar, saat ini duduk di kelas tiga sekolah dasar. Adek laki-lakinya lahir lima tahun kemudian, cowok imut ganteng yang sekarang sedang giat bermain di salah satu PAUD dekat rumah kami.
Delapan tahun pernikahan tentu saja tak sama dengan delapan tahun kurun percintaan di masa pacaran. Kalau saat pacaran sih semua serba indah. Saat aku ngambek, pasanganku yang jauh lebih sabar pasti akan mengalah. Saat rindu melanda, tinggal calling calling aja, si dia pasti nyamperin. Nah kalau berumah tangga, hidup serumah bertahun-tahun, harus menghadapi pasangan yang kemungkinan sering menjengkelkan, belum lagi ritme ‘bangun pagi - siapin kebutuhan anak-anak – berangkat kerja (aku adalah ibu bekerja yang menghabiskan lebih dari 8 jam per hari di kantor) – pulang kerja dalam kondisi capek – nyiapin makan malam untuk keluarga – menjadi tentor si kakak belajar harian – pendendang nina bobo buat si adek malamnya – buka lapak online untuk wirausaha rajutku’. Sungguh aktivitas ‘padat bergizi’ kan.
Perubahan dinamika hidup dari seorang single menjadi ibu yang padat aktivitas tentunya tak luput dari berbagai problema. Yang anaknya rewel enggak mau ditinggal kerja. Yang lagi peak season di kantor anak-anak tiba-tiba sakit. Yang pengin hang out bareng konco-konco lama tapi suami luar kota, tidak bisa gantian jagain anak. Yang biasanya suka makanan tidak pedas terpaksa masak dengan dua variasi, pedas dan tidak pedas, ini karena suami penggemar berat pedas.  Yang lagi capek banget di kantor, si kakak tak mau tau minta dianter untuk beli novel anak kesukaannya. Yaaa begitu lah, ada saja hal-hal yang sering bikin polemik di hati.
Rupanya suami tercinta memahami kondisi ini. Tidak memberikan banyak tuntutan kepadaku untuk jadi The Perfect Mom. Pun si dia paham kebutuhan psikis istrinya ini. Di anniversary kami yang kedelapan ini si Ayah memberikan kejutan. Kami berlibur berdua. Hanya berdua. Tidak jauh-jauh amat sih, hanya di Salatiga, kota kabupaten yang hanya berjarak tempuh maksimal 1 jam dari Semarang. Ayah rupanya lagi ada rejeki sehingga bisa mengajak ‘second honeymoon’ nih. Wah, seneng banget deh rasanya.


picture source : Kayu Arum



Selain jalan-jalan kuliner di sana, Ayah juga memanjakanku dengan menginap di salah satu resort di Salatiga. Aneka fasilitas di resort itu melengkapi keindahan bulan madu kedua kami ini (meskipun tetap pantau kegiatan anak-anak di rumah, sementara dijagain eyangnya yang penuh pengertian). Ada kolam renang, spa, gym, ruang makan yang berarsitektur oldies goldies, beautiful-scenery yard alias taman yang indah banget. Belum lagi kamar tidur yang luas, bersih, dan cantik. Perfecto.
semua foto diambil dari web Kayu Arum

Liburan berdua ini meskipun hanya sehari sangat berpengaruh terhadap kedekatan jalinan hati kami. Kami berdua seperti kembali muda, kembali segar, kembali merasakan kedekatan hati dan diri seperti saat pengantin baru dahulu. Seandainya tidak selalu kepikiran anak-anak, pasti liburan ini akan diperpanjang hehehee…
Memang tidak melakukan liburan seperti di atas pun ya tidak apa-apa, apalagi bila sedang belum ada rejeki, tentunya tak bisa dipaksakan. Aku sangat bersyukur dengan segala berkah yang aku terima untuk hari itu, hari-hari sebelumnya, dan hari-hari yang akan datang. Cinta akan selalu ada dimana saja, kapan saja, sesuai komitmen kita untuk menjalaninya bersama pasangan tercinta.


 Cinta akan selalu ada dimana saja, kapan saja

tulisan ini diikutkan dalam event GiveAway - Tanda kasih Buat Kamu (http://www.empieee.net/2013/02/giveaway-tanda-kasih-buat-kamu.html)

5 comments:

  1. congrad kk buat anniv nya ^^ romantisss ya sang ayah.. semoga langgeng dan sll romantis.. hehehhe..terima kasih udh ikut gabung GA nya.. good luck :)

    ReplyDelete
  2. terima kasih juga my dear, ngiler banget neh liat hadiahnya ;)

    ReplyDelete
  3. senengnya bisa diajak jjs swami tct...ngiri.com

    ReplyDelete
  4. walah Mb Tanty ojo ngiri to, ini juga setelah 8 thn perkawinan loh :D Sekali2 ini mba

    ReplyDelete
  5. Baru jalan dua tahun menikah kayaknya saya butuh honeymoon deh Mbak. wkwkwkwk....Thanks Mbak sudah dibawa ke sini. Pencerahan.

    ReplyDelete