31 August 2017

Pengacara Itu Menjerat Hatiku



Hahaiii.... dikirain lagi mau ngebahas mas bojo ya pake judul begituan? πŸ˜‰




Ini nih, kapan hari ditanyain oleh teman blogger Gandjel Rel, Mba Irfa Hudaya dan Dani Ristiawati, siapa penulis favoritmu. Buat teman-teman sesama doyaner buku dan sering ngibril-ngibril denganku, pasti tau dong siapa penulis favoritku.

Yoihhh... sejak awal kuliah tahun 90an dulu, aku udah ngefans berat sama bapak pengacara satu ini. Sebagian besar karya John Grisham menjadi sesi bacaan lanjutanku setelah di era sebelumnya aku gemar membaca serial detektif Pasukan Mau Tau-nya Enid Blyton, Trio Detektif-nya Alfred Hitchock, kisah petualangan Noni-nya Bung Smas, Imung-nya Arswendo Atmowiloto dan sepak terjang polisi Kosasih & sahabatnya Ghozali karya S. Mara GD. Nggak tau kenapa ya aku selalu suka novel dengan genre seperti itu.

Berkisah tentang apa sih karya-karya John Grisham?



The Firm merupakan novel karya John Grisham yang pertama kali kumiliki. Sebenarnya novel Grisham yang lebih awal terbit adalah A Time To Kill, sayangnya naskah tersebut kurang sukses di awal terbitnya. Barulah setelah Grisham naik daun berkat karyanya The Firm dan The Pelican Brief (yang kemudian naik ke layar lebar dan sukses berat), A Time To Kill republished oleh penerbit barunya dan kemudian juga difilmkan.

Udah saking lamanya yaaa punya The Firm dan The Pelican Brief, aku lupa-lupa ingat apa kisahnya. The Firm naik ke layar lebar diperankan oleh si ganteng Tom Cruise sebagai pengacara muda yang berambisi banget memasuki firma hukum yang dikiranya sempurna untuk karirnya. Sedangkan The Pelican Brief aktris utamanya adalah Julia Robert, si cantik yang berakting sempurna juga di Pretty Woman. Masih ingat Pretty Woman kan yaaa wahai kawan-kawan yang seumuranku?


salah satu seri bacaan yang kayaknya enggak bakalan di-preloved-in πŸ˜‰


Rata-rata kisah yang diangkat oleh John Grisham ke dalam novelnya memang bertutur seputar kehidupan di dunia hukum dengan tokoh utama praktisi hukum. Kok bisa gitu sih?

Pada suatu saat dalam hidupnya, ketika sedang berada di pengadilan, Grisham mendengarkan pernyataan yang sangat menyedihkan dari seorang gadis berusia 12 tahun korban perkosaan. Grisham lalu berpikir, bagaimana ya kejadiannya bila ayah sang korban kemudian membalas dendam dengan membunuh si pemerkosa.

Lalu Grisham mulai mengutak-atik kisah tersebut di antara reses sidang-sidangnya dan di waktu luangnya. Setelah 3 tahun menyusun tulisan itu, jadilah novel A Time To Kill yang menceritakan tentang gadis kulit hitam berusia 10 tahun yang diperkosa dan dianiaya dengan amat sadis. Ayah dari gadis kecil Tonya itu lalu membunuh kedua pelaku pemerkosaan yang ternyata merupakan penganut rasisme, menganggap kaum kulit hitam itu sebagai kelas bawah yang layak diapakan saja.

Ya, Tonya adalah gadis kecil warga kulit hitam di kota Clanton. Sebelum membunuh kedua pelaku perkosaan, sang ayah (Carl Lee Hailey) sempat berbincang dengan seorang pengacara bernama Jake Brigance. Dia bertanya apakah bisa nantinya bebas dari tuntutan apabila dia melakukan balas dendam dengan membunuh kedua pelaku yang telah melakukan hal biadab kepada anak perempuannya.

Tentu saja Jake mencegah Carl untuk melakukan tindakan tersebut. Namun dendam dan rasa putus asa membuat Carl nekat. Akhirnya dia digelandang ke tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Nafas rasisme yang kuat berhembus di kota Clanton membuat peradilan yang akan dikenakan kepada Carl menjadi tidak fair. Seluruh juri yang akan mengikuti sidang Carl ini semuanya dari etnis kulit putih. Bisa dibayangkan ya, seorang kulit hitam yang membunuh 2 orang kulit putih, dan jurinya orang kulit putih semua.

Carl menunjuk Jake Brigance untuk menjadi pengacaranya. Dari sanalah perubahan hidup Jake berjalan dengan cepat. Tak sekedar mencoba menyelamatkan nasib Carl Lee Hailey sekeluarga, namun Jake juga terpaksa mengungsikan keluarganya karena mendapatkan ancaman serius dari kelompok rasis Ku Klux Klan.

Trus gimana akhirnya?

Yeee... baca sendiri dong bukunya, masak diceritain di sini. Buku A Time To Kill-ku yang cover lawas entah kemana, jadi akhirnya aku beli baru lagi dengan cover yang telah berbeda. Sayang sekali hiks.... aku termasuk pecinta buku yang jauh lebih menggemari buku dengan cover pertama kali terbit.

Nah, saat mengikuti kisah seperti yang kuceritakan di atas, penulis piawai sekali mengolah cerita. Fokus utama bukan pada kengerian kejadian perkosaan maupun pembunuhan kedua orang yang kusebutkan tadi. John Grisham selalu bisa menyelipkan unsur-unsur humanisme ke dalam novel-novelnya. Meski banyak yang beranggapan novel thrillernya ini berat untuk dilahap, ada banyak hal yang berbau humanis ditiupkan dalam ruh kisah-kisahnya. Poin inilah yang susah membuatku berpaling dari si bapak pengacara satu ini.


The Confession merupakan buku terbaru dari John Grisham yang kupunya. Yang setelah itu belum beli. πŸ˜ƒ Ceritanya baguuuuss banget, hatapi tebelnya dooongg udah sebantal sendiri. Novel ini berkisah tentang : An innocent man is about to be executed, only a guilty man can save him.

Seorang pemuda kulit hitam, bintang football di kota Slone, ditangkap 9 tahun yang lalu dengan tuduhan penculikan, perkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis yang populer sebagai cheerleader di kotanya. Berbagai upaya hukum telah ditempuh Donte Drumm untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah.

4 hari sebelum eksekusi hukuman mati bagi Drumm, nun jauh di negara bagian lain seorang langganan keluar masuk tahanan bernama Travis Boyette mengaku kepada salah satu pendeta di Kansas. Boyette mengaku dialah yang telah melakukan tindakan perkosaan dan pembunuhan yang dituduhkan kepada Drumm tadi. Sepanjang hidupnya dilalui dengan berbagai kekacauan, namun saat tumor di kepala hadir dan membuatnya sakit sepanjang hari, Boyette ingin sekali melakukan satu hal yang benar dalam hidupnya. Sang pendeta pun bingung apa yang harus dilakukannya. Dia buta hukum, terlebih lagi kota Slone dimana Drumm akan dihukum mati sangat jauh letaknya dari kota tempat tinggalnya. Belum lagi Boyette yang angin-anginan kesana kemari dan tidak taat melapor ke rumah singgah yang menjadi tempat bernaungnya selama mendapat hukuman.

Trus gimana dong akhirnya, bisakah hukuman mati Drum dihentikan dengan pengakuan Boyette itu? Sang pendeta terpaksa mengemudi ke Slone, membawa serta Boyette yang sudah merasa berada di ambang ajal, hanya belasan jam jelang eksekusi suntik maut dilaksanakan. Iiihhh... pas kisahnya masuk ke bagian ini aku deg-degan bangeeeetttt man teman.

Jadi kangen pengin baca-baca buku lawas dari John Grisham lagi, penyegaran atas semua kisah kemanusiaan  berbalut proses hukum yang disajikannya dengan apik. Pengin juga berburu buku berikutnya dari Grisham. Udah ikutan newsletter dari klub pembaca Grisham, hanya saja buku yang terbit di USA sana biasanya agak berjeda lama dengan peredarannya di Indonesia.

Mungkin tak semua teman suka ya penulis model begini. Boleh dooongg ceritain siapa penulis favoritmu di kolom komen. Hyuuukk...


Read More »

27 August 2017

ASUS VivoBook S S510 : Solusi Digital Terbaik untuk Mama Aktif





Eh, ada spot cakep nih di sini, kita wefie yuuukkk...

Ntar-an aja deh, aku lagi rempong nih. Kudu submit data ke bos segera.

Lalu acara bersenang-senang pun buyar. Krik krik.... 

Pernah nggak sih pada ngalamin yang seperti itu? Enggak harus yang submit data deh. Misal kudu ngerjain deadline artikel blog padahal di waktu bersamaan harus explore suatu tempat kece yang potensial untuk jadi bahan postingan blog juga. Bakalan galau kan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, dua-duanya sama-sama penting.

Mau nggak mau, dalam keseharian kita memang dihadapkan pada permasalahan tersebut. Dalam waktu bersamaan harus mengerjakan beberapa tugas sekaligus. Terkadang bukan soal manajemen waktu yang meleset. Semua sudah on schedule, namun acapkali tugas-tugas mendadak datang di saat kita sedang menikmati tugas reguler.




Dalam perkembangan dunia kreatif, penggunaan perangkat digital menjadi suatu hal yang tak terelakkan lagi. Bagi blogger sepertiku, keberadaan notebook benar-benar dibutuhkan. Apalagi aku tipe blogger yang nggak bisa ngeblog pake smartphone. Selain karena jempol bengkak yang bakalan bikin typo abis sepanjang menulis, mata minus sekianku sepertinya lelah banget harus memandang layar smartphone dengan penuh cinta.

Lalu notebook yang seperti apa nih yang cocok untuk mama blogger aktif sepertiku? Apakah yang kecil aja, yang ukuran 12 inch gituh biar gampang bawa-bawanya?

Sepertinya sih memang paling cocok bawa notebook kecil gitu kemana-mana ya. Tinggal sleseeeepp gitu aja tiap kali mau dibawa kemana-mana. Tas kemayu pun tak harus diganti ransel agar bisa memuat si notebook mungil ini.

Pandanganku jadi berubah ketika pada 15 Agustus 2017 yang lalu aku memandang penuh terpesona pada ASUS VivoBook S S510.

captured by Om Yahya

Seperti yang pernah kutulis pada artikel sebelumnya tentang 6 notebook terbaru ASUS, pada event The Edge of Beyond ada satu notebook kece, yang menurutku paling sederhana dibanding kelima notebook lainnya. Meski sederhana, tampilan dan performanya tak kalah apik loh.

Iya, hatiku tertambat pada VivoBook S S510 πŸ’•πŸ’–πŸ’—



Notebook 15 Inci yang Ringan dan Ekonomis


Coba deh bayangin, saat aku merindukan notebook berlayar mumpuni agar mataku enggak jelalatan melototin tulisan, eeeehhh... ini si ASUS VivoBook S S510 malah muncul di depanku. Notebook ini ya meskipun memiliki layar berukuran 15 inci, namun dia punya bentang chassis berukuran seperti notebook 14 inci pada umumnya. Ringkasnya ukuran VivoBook S ini dimungkinkan oleh teknologi NanoEdge. Jadinya ringkes banget loh, bahkan jika harus dimasukkan ke dalam tas cangklong.




Bahu bisa mati rasa maaakkk kalau kudu bawa laptop.

Eh itu kan kalau laptop lainnya. Ini ya, si VivoBook S S510 ini meski layarnya seluas hatiku, tapi dia cukup ringan loh. Bobotnya hanya 1,7 kilogram, jauh lebih ringan dibandingkan pouch yang biasa kubawa, yang isinya bedak, lipstik, pembersih wajah, body lotion dan krim pemikat hati. Halaaahh....

Notebook yang satu ini tebalnya hanya 1,79 cm, jauh lebih tipis kan dibandingkan novel Casual Vacancy, yang terus terang hingga kini belum juga selesai kubaca. Untung saja aku tak harus nenteng novel itu kemana-mana hihiiii... Mendingan peluk-peluk VivoBook S ini ajah. Dia udah komplit lah didukung prosesor Intel Core generasi ke-7 yakni Intel Core i5 7200U yang punya kecepatan hingga 3.1GHz. Kombinasi ringkas, tipis dan ringan tersebut membuat notebook ini cocok untuk diajak bepergian.

ASUS VivoBook S S510 memang ditujukan untuk mereka yang aktif, dinamis dan penuh gairah. Intinya notebook ini didesain sebagai perangkat premium untuk mendukung aktivitas dan gaya hidup sehari-hari tetapi tetap ramah dari sisi budget.

Jelas dong, untuk mamah aktif dan penuh perhitungan <<<PENUH PERHITUNGAN>>> aku harus berpikir sekian ratus kali jika harus menebus notebook dengan harga di atas 10 juta. Kebutuhan lipstik, bedak dan SPP anak terus mengejar nih soalnya. Masak pengin tampil stylish aja harus berkorban sampai berdarah-darah ah buat dapetin notebook.



Desain Notebook yang Mendukung Penampilan


Kalau bisa tampil gaya, kenapa enggak.....



Ah, keplakable banget nih yang suka bilang gitu hehehee... Tapi rata-rata orang kan saat memilih suatu barang selain dilihat fungsinya juga diperhatikan efeknya dalam menunjang penampilan kan? Begitu juga saat memilih notebook dong. 

Mirip lah dengan kecenderungan fashion, saat kita memilih sesuatu mulai dari kendaraan, aksesoris, tas, sampai ke gadget termasuk smartphone hingga notebook, kita bakalan memilih yang cukup mewakili kepribadian kita. Untuk alasan inilah aku pun tertambat pada si VivoBook S S510 yang memang paling cocok mewakili citra diri dan mendukung aktivitas digital harianku.

ASUS VivoBook S510 memberikan kombinasi sempurna antara keindahan desain dan performa laptop. Memiliki bezel NanoEdge 7,8mm yang tipis, finishing logam yang sempurna, prosesor Intel Core i5 generasi ke-7 dengan RAM 4GB. Ditambah grafis NVIDIA GeForce 940MX, VivoBook S S510 memang sesuai untuk gaya hidup perkotaan yang serba cepat.

Bagi aku yang bekerja atau berkegiatan dengan notebook untuk beberapa hal seperti mengedit dokumen maupun menyunting naskah, beneran kebantu loh dengan ukuran display-nya yang 15,6 inci. VivoBook S S510 beneran bikin terkagum-kagum ketika melihat layarnya karena tampak tidak memiliki bezel alias bezel-less. Ratio atau perbandingan luas layar dengan body-nya mencapai 80 persen.

Kece banget kan cara ASUS menempatkan layar monitor berukuran 15,6 inci pada body notebook yang biasanya punya ukuran layar 14 inci. Masuk ke tas tentengku yang kemayu pun gampang. Layar notebook tersebut mampu menampilkan kualitas dan detil warna yang tajam berkat resolusi Full HD serta teknologi unggulan ASUS lainnya untuk mengoptimasi tampilan layar, seperti ASUS Splendid Technology, ASUS Tru2life dan lainnya.


Ngeblog bisa dimana saja dan kapan saja


Performa Cepat Berkat Dual Storage 


ASUS tidak pernah absen untuk mengedepankan aspek performa pada tiap perangkat buatannya, tidak terkecuali notebook yang satu ini. Selain dukungan kemampuan prosesor yang mumpuni untuk mengolah sistem dengan baik, ASUS VivoBook S S510 turut dilengkapi dengan RAM berukuran 4GB DDR4 berkecepatan 2133MH dan dua buah storage yang dikombinasikan antara HDD dan SSD.

Baru aja kapan hari aku mengeluhkan lolanya notebook lamaku yang hanya memiliki RAM 2GB. Dengan VivoBook S ini tentunya permasalahanku bakal teratasi. Penggabungan antara SSD dan HDD akan menghasilkan perangkat yang gesit untuk membuka maupun menutup aplikasi hingga multitasking sekaligus mampu menampung banyak program di dalamnya.

Suka kezeeeelll kan ya kalau pas diburu-buru waktu, eh notebook kita dipakai buka beberapa tab dalam satu window aja udah keok. Hiiih... berasa pengin uwel-uwel notebooknya. Nah, dengan VivoBook S S510 kita bakalan merasakan peningkatan dalam kecepatan baca dan tulis yang drastis, kinerja secara keseluruhan, waktu boot-up, dan data yang lebih aman saat disimpan di SSD. Adapun untuk data yang lebih besar, bisa disimpan di HDD berkapasitas 1TB yang sangat lega.


Sementara untuk urusan port konektivitas, ASUS VivoBook S S510 dilengkapi dengan port USB 3.1 dengan konektor USB Type-C reversibel dengan desain any-way-up yang membuat perangkat penghubung menjadi sederhana dan cepat. USB 3.1 juga memberikan kecepatan transfer data hingga 5x lebih cepat dari koneksi USB 2.0 lama. Didukung dengan port USB 3.1, slot kartu HDMI dan slot SD card tentunya mendukung kompatibilitas tanpa kerumitan dengan berbagai macam periferal, display dan proyektor.





Jadi kesimpulannya, saat kita aktif kesana kemari dan mengerjakan banyak hal, butuh banget nih dukungan ASUS VivoBook S S510 yang ringan untuk ditenteng dan memiliki kinerja handal. Mau diskusi dengan sahabat seputar kegiatan ngeblog, oke. Saat butuh partner untuk membincang urusan kerjaan yang urgent, tinggal bawa aja notebooknya. Terkadang urusan maha penting nggak bisa diselesaikan melalui skrinsutan di whatsapp. Dan ketika sewaktu-waktu harus presentasi, tak perlu pusing pinjam notebook tetangga, VivoBook sudah siap sedia menjalankan tugasnya.

Mau tau spesifikasinya yang lebih detail? Silakeuuuunn....



Main Spec.
ASUS VivoBook S S510
CPU
Intel® Core™ i5 7200U Processor (3M Cache, up to 3.1GHz)
Operating System
Endless OS
Memory
4GB DDR3L 2133MHz SDRAM
Storage
128GB SATA 3 M.2 SSD + 1TB HDD
Display
15,6” (16:9) LED backlit FHD (1920x1080) with slim bezel
Graphics
Discrete graphics Nvidia GT940MX 2GB VRAM
Input/Output
1 x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 1 x Fingerprint (On selected models), 1 x HDMI, 1 x USB 3.0 port(s), 1 x Microphone-in/Headphone-out jack, 2 x USB 2.0 port(s)
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
Integrated 802.11ac (WIDI Support), Bluetooth V4.1
Audio
Built-in Stereo 1.6 W Quad-Speakers And Digital Array Microphone
ASUS SonicMaster Premium Technology
Battery
3 Cells 42 Whrs Battery
Dimension
(WxDxH) 361.4 x 243.5 x 17.9 mm
Weight
1,7Kg with Battery
Colors
Icicle Gold
Warranty
2 tahun garansi global senilai Rp900.000
 

Read More »

24 August 2017

Tampil Antimainstream dengan ASUS ROG Zephyrus GX501 dan ASUS VivoBook Pro N580



Hai haiii... masih inget kan teman saat aku nulis sekilas tentang 6 notebook baru dari ASUS. Yes, dengan penuh gegap gempita aku ikut menyaksikan launching keenam notebook kece itu di Indonesia. Bertempat di Hotel Pullman Central Park Jakarta, Indonesia menyambut kedatangan keluarga baru notebook ASUS tersebut.

Jika sebelumnya aku sudah menulis tentang ZenBook 3 Deluxe, ZenBook Flip S, dan ZenBook Pro, maka kali ini yuuukk kita coba tengok yang anti mainstream. 

Apa itu?



ROG Zephyrus GX501, Notebook Gaming Tertipis di Dunia


ASUS kembali membuktikan diri sebagai perusahaan perangkat gaming paling inovatif sepanjang masa. Pada 15 Agustus 2017 yang lalu, ASUS menghadirkan produk terbarunya, ASUS ROG Zephyrus GX501 yang dinobatkan sebagai notebook gaming tertipis di dunia.



Notebook gaming yang tebal dan berat sudah menjadi hal lazim saat ini. Namun perangkat gaming berkemampuan tinggi yang mengusung bodi ramping layaknya ultrabook, adalah fenomena yang akan segera booming di masa depan. ASUS ROG Zephyrus GX501 merupakan inisiator yang akan mengawali tren tersebut.

Produk ini adalah hasil kolaborasi antara ASUS dan pembuat kartu grafis terkemuka, Nvidia, melalui dukungan kartu grafis terbaru mereka bernama Nvidia Max-Q. Kartu grafis tersebut memang didesain khusus oleh Nvidia agar mampu melahirkan perangkat gaming masa depan dengan bodi sekelas perangkat ultrabook. ASUS ROG Zephyrus GX501 memiliki ketebalan hanya 1,69 cm.

ASUS barengan Nvidia berhasil mewujudkan sesuatu hal yang dulunya dianggap mustahil, yakni menciptakan mesin gaming berperforma tinggi, di mana form factornya bahkan lebih tipis dari ultrabook sekalipun. Menurut Mr. Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia, sebelumnya ASUS berhasil menciptakan notebook gaming berkekuatan monster tercepat di dunia, dengan pendingin terpisah (water cooling) yakni ASUS ROG GX800. Tetapi, ASUS tidak ingin tenggelam dan berlama-lama merayakan keberhasilan masa lalu. Inovasi harus terus dilakukan.

Oke... setuju sekali, Sir. *sambil lirik manja (lirik suamiku sendiri laaahh...) 😜

ASUS ROG Zephyrus GX501 menjadi bukti bahwa ASUS selalu bekerja keras untuk terus melahirkan inovasi pada produk-produk gaming agar selalu menjadi pilihan utama para konsumen.


Performa Tinggi Dikemas dalam Desain yang Simple dan Elegan



Bicara mengenai performa notebook gaming, tak ada yang perlu diragukan dari ASUS ROG Zephyrus GX501. Tiap-tiap bagian di dalamnya terdiri dari susunan komponen perangkat kelas atas yang ada saat ini.

ROG Zephyrus GX501 memiliki prosesor Intel Generasi ke-7, Core i7-7700HQ disertai dukungan kartu grafis Nvidia Max-Q GTX 1080 dengan video memori 8GB GDDR5 yang punya performa 1,8 kali lebih tinggi dari GPU Nvidia GTX 1060, yang di setting untuk memainkan game level AAA pada grafis 4K pada preset tertinggi. Memori notebook berupa RAM 24GB DDR4 berkecepatan 2400MHz, disertai penyimpanan berbasis PCIe SSD bervolume 1TB yang memiliki bandwidth 7x lebih besar, 3x latensi lebih rendah dan 3,8x multitasking yang lebih kencang dari SSD berbasis SATA serta bisa diekspansi.

Teknologi pendinginnya pun dibuat menjadi lebih inovatif, sehingga meskipun notebooknya tipis tidak akan mengalami problem overheating atau panas sama sekali berkat sebuah teknologi pendingin inovatif yang dinamai ROG Active Aerodinamic System (AAS). ROG Zephyrus GX501 menyimpan 5 buah heatpipe yang melewati CPU maupun GPU yang akan berbagi tugas meredam panas dengan cepat saat sistem sedang full load. Ada 71 baling-baling kipas pada tiap fan-nya yang terbuat menggunakan bahan polikarbonat yang dikristalisasi. Dukungan AAS mampu meredam panas hingga 20% lebih baik ketimbang pendingin konvensional biasa. Kipas-kipas tersebut akan berputar dengan kecepatan tinggi, namun tetap minim noise untuk mendinginkan sistem. Sementara ruang pada kipasnya sendiri dibuat dari bahan alumunium menggunakan metode die-cast agar bobot tetap tipis, ringan serta meminimalkan kebisingan kipasnya.

Ketika notebook dibuka dan LID cover diangkat ke atas, bagian bawah dari ASUS ROG Zephyrus GX501 akan bertransformasi sedemikian rupa sehingga menciptakan ruang pembuangan panas sebesar 6mm yang terlihat sangat keren dan futuristik. Dengan terbuka ruang itu, temperatur pada CPU dan GPU akan tereduksi sebesar 10 derajat celcius.

Semua komponen ini dibungkus dengan bodi berbahan metal dengan senyawa magnesium aluminium alloy untuk menjamin daya tahan serta penyebaran panasnya terjaga dengan baik. Alumunium alloy adalah material yang kuat dan kokoh sekaligus elegan untuk digunakan sebagai pelapis notebook premium dan dapat menjaganya dari benturan ketika sedang digunakan.



Improvisasi Desain yang Menakjubkan 


Sebenarnya hal yang bisa dibanggakan dari ASUS ROG Zephyrus GX501 tidak hanya sekedar performa, desainnya yang tipis dan teknologi pendinginnya semata. Lebih dari itu, basis desain bodi dan penampilannya pun amat mengagumkan. ASUS banyak melakukan improvisasi pada desain notebook ini, terutama terlihat pada layout keyboardnya serta chargernya memiliki daya 230W yang juga dibuat menjadi lebih kecil dari standar charger notebook gaming pada umumnya.




ASUS tidak lagi meletakan touchpad dibagian bawah keyboard melainkan mereposisinya disebelah kanan dan secara unik menggabungkannya dengan numpad. Pada notebook ini tak lagi dipasang banyak aplikasi bawaan alias bloatware sehingga penggunanya bisa lebih memanfaatkan kapasitas storage sesuai kebutuhan.

Ketika gamer ingin menggunakan numpad untuk bermain atau keperluan lainnya, cukup tekan tombol numpad/touchpad yang terletak dibagian atas touchpad. Seketika numpad akan dapat diakses dengan tombol kapasitif yang terlihat sangat keren dan memukau. Hal-hal kecil dan sederhana pun amat diperhatikan oleh ASUS, contohnya membuat jarak antara tombol esc dan F Key agar ketika dalam permainan, gamer tidak akan keluar mendadak secara tiba-tiba dari game akibat salah menekan tombol F1 ketika game berjalan.

Ketika dukungan chip grafis sudah memadai, ASUS juga menyempurnakan layarnya dengan teknologi refresh rate 120Hz, G-Sync, IPS panel, anti glare dan siap VR Ready sehingga dapat menjalankan game VR dengan mudah. Hal tersebut akan membuat main game jadi kian asyik tanpa terganggu screen tearing.

Sementara untuk port konektor ASUS ROG Zephyrus GX501 telah dilengkapi dengan teknologi Thunderbolt 3. Pengguna bisa melakukan transfer data dengan kecepatan hingga 20Gbit/s atau lebih kencang dua kali lipat dibandingkan dengan USB 3.1. Ketika tidak sedang membutuhkan performa tinggi, kita bisa mengatur performa ROG Zephyrus GX501 ke dalam ECO mode. Mode tersebut bisa menghemat konsumsi baterai hingga 4 persen. Sementara ketika membutuhkan performa lebih, gamer bisa memilih perfomance mode.

Untuk dukungan jaringan Wi-Fi, ASUS ROG Zepyrus GX501 menggunakan teknologi MU-MIMO Intel 8265 yang memiliki hingga 78 persen lebih kencang dibandingkan teknologi Wi-Fi yang digunakan oleh notebook gaming kompetitor.

Meskipun bodinya amat sangat ramping, ASUS tetap memperhatikan salah satu aspek penting yang dibutuhkan seorang gamers, yakni keyboard yang nyaman. ASUS ROG Zephyrus GX501 memiliki fitur travel distance keyboard sebesar 1,4mm. Sementara jika dibandingkan dengan kompetitor, fitur travel distance pada Zephyrus 30 persen lebih baik sehingga kenyamanan mengetik pada notebook gaming tersebut akan jauh lebih nyaman.


ASUS VivoBook Pro N580, Notebook Tipis dengan Performa dan Suara Dahsyat



Selain tampil anti mainstream dengan ROG, ASUS juga launching notebook lini VivoBook yang memiliki spesifikasi sangat tinggi untuk kebutuhan olah grafis yang dapat menjadi alternatif pilihan bagi para kreator digital.  ASUS VivoBook Pro 15 N580 adalah notebook ramping yang memiliki dukungan kartu grafis tambahan Nvidia GTX 10 series. Notebook baru ini memiliki performa tinggi dan bobot ringan yang ditenagai oleh prosesor Intel® Core ™ generasi ke-7 yakni i7-7700HQ serta dilengkapi dengan RAM DDR4 8GB yang 33% lebih cepat dari DDR3 sehingga mempermudah kinerja saat multitasking. 

VivoBook Pro diciptakan untuk insan industri kreatif yang memang membutuhkan laptop dengan kinerja terbaik, karena telah dilengkapi dengan SSD berkinerja tinggi, kartu grafis gaming dengan video memory 4GB DDR5, dan teknologi fingerprint. Dilengkapi dengan graphics NVIDIA® GeForce® GTX 1050 yang sering digunakan dalam laptop gaming, membuat tampilan visual VivoBook Pro 15 N580 sangat jernih, menjadikannya sempurna saat main game, menonton film atau saat mengedit video. Laptop ini memiliki kekuatan untuk menangani tugas grafis yang paling banyak sekalipun dengan mudah. 

Selain dari performa kartu grafis, ciri khas lain yang juga menonjol dari perangkat ini adalah dari sisi desainnya. Meski menawarkan spesifikasi dan performa mumpuni, notebook yang dibalut dengan desain aluminium berkekuatan tinggi ini memiliki ketebalan yang sangat minimum. 


Elegan dengan Balutan Alumunium 


Dengan ketebalan hanya 19.2mm, ASUS VivoBook Pro 15 N580 hampir semua bagiannya dibalut oleh alumunium. Bobotnya sendiri yang cuma 2 kilogram menambah keistimewaannya dalam hal portabilitas untuk ukuran sebuah notebook berukuran 15 inci. Kita bisa dengan mudah membawa notebook ini kemana pun untuk membantu pekerjaan atau project yang sedang dikerjakan. 

ASUS amat memahami bahwa saat ini notebook sudah menjadi perangkat yang selalu harus berdampingan dengan penggunanya. Oleh karena itu diciptakanlah perangkat yang se-portabel mungkin terutama dari sisi ukuran beratnya.

Untuk membantu kita agar semakin produktif, port konektivitas yang dihadirkan pun lengkap, antara lain 1 buah VGA port, 1 buah USB 3.0, 1 buat USB type-C, 2 buah USB 2.0, LAN, HDMI, fingerprint, dan SD card reader. Perangkat ini juga memanfaatkan konekvititas jaringan Wi-Fi berjenis 802.11ac. Fitur tersebut menikmati kecepatan hingga 867 Mbps dimana kecepatan tersebut 6x lebih tinggi dari 802.11n. 


Dua Kipas Hasilkan Performa Berkelas 


Sebagai metode pendinginan alias cooling, ASUS VivoBook Pro N580 menggunakan sistem dual fan yang terpasang pada CPU dan GPU. Integrasi keduanya, akan sangat efektif untuk mengeluarkan panas yang terjadi ketika notebook dalam keadaan full load. 

Udara akan ditarik dari samping untuk kemudian akan dikeluarkan melalui exhaust yang terletak di belakang notebook atau persis dibawa LID cover. Cara tersebut akan memberikan pendinginan yang maksimum dengan sedikit noise. 


Sistem modul thermal tersebut bertugas untuk mendinginkan komponen yang terdapat di dalam PC antara lain, prosesor Intel generasi ke-7 core i7-7700HQ, Nvidia GTX 1050 4 GB VRAM, RAM 8GB DDR4, Harddisk 1TB yang didukung dengan SSD up to 128GB. 


Audio Dahsyat dengan Harman/Kardon 


ASUS VivoBook Pro N580 juga merupakan perangkat yang cocok untuk dijadikan alternatif notebook untuk keperluan multimedia. ASUS menempatkan Dual-coil, stereo speaker yang dibuat oleh Harman/Kardon dengan ruang sebesar 8cc beserta teknologi smart amplifier untuk menghasilkan suara yang paling keras dan paling jernih yang dimungkinkan dari sebuah perangkat tipis dan ringan meski tanpa menggunakan pengeras suara tambahan lagi seperti subwoofer, speaker ataupun perangkat yang sejenis lainnya. Hal tersebut mampu memaksimalkan kualitas audio yang kencang namun tetap jernih dan terdengar enak. 

Teknologi ASUS Smart Amp membuat VivoBook Pro menghasilkan volume audio 3,2 kali lebih kencang, 2,5 kali lipat lebih nge-bass, 3 kali lebih bertenaga dari notebook ASUS lain yang belum mengadopsi teknologi tersebut. Software AudioWizard menyediakan pilihan yang leluasa bagi pengguna untuk menyesuaikan output suara sesuai dengan kebutuhannya dengan sangat mudah.
Read More »

22 August 2017

Iklan yang Efektif untuk Menarik Pelanggan





Suka pada ngeliatin iklan yang seliweran kah, baik itu di televisi maupun media-media online? Kebanyakan iklan-iklan tersebut dikemas dengan sangat menarik ya. Bahkan untuk produk-produk tertentu, terkadang iklannya tidak menunjukkan secara kentara produk apa yang ditawarkan. Tapi penonton ataupun pembacanya udah ngeh aja itu produk apa. Beneran brandingnya dapet banget ya.

Selain berupa produk, iklan juga terkadang menampilkan jasa yang bisa dinikmati oleh para calon pelanggan. Jasa lebih tidak berbentuk ya dibandingkan produk, adapun produk itu jelas berupa barang yang mempunyai bentuk. Produk memiliki bentuk yang bisa dilihat, dipegang, dan digunakan untuk berbagai kebutuhan. Misalnya saja ada produk makanan seperti mie instan, tahu, tempe, es krim, dan masih banyak lainnya. Selain itu ada juga produk elektronik, fashion, dan hal lain yang bisa dipilih oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

Itulah kelebihan produk saat akan diusung temanya ke dalam iklan. Ada wujud nyata yang dapat dieksploitasi untuk kepentingan promosi. Iklan dibuat jelas untuk kepentingan menarik pelanggan sehingga tertarik dan membeli produk yang ditawarkan. Istilahnya untuk menarik perhatian lah ya. Orang bakalan lebih terpapar informasi produk melalui tayangan iklan.

Iklan memiliki banyak jenis yang bisa dipilih oleh pihak yang ingin mempromosikan jualannya. Beberapa bentuk iklan yang bisa dipilih misalnya adalah sebagai berikut ini: 
  • Baliho, MMT, dan juga poster yang bisa dipasang di banyak tempat. Iklan seperti ini biasanya dipasang di tempat yang strategis, di depan toko yang dimiliki, dan juga dipasang di tempat lainnya yang dapat dilihat oleh orang banyak. 
  • Membuat brosur sehingga dapat disebarkan kepada siapa saja secara perorangan. Melalui  brosur ini penjual bisa mengedarkannya dan memberikan kepada masyarakat yang ditemui. Sering kan yaaaa kita menemui iklan model begini.
  • Iklan melalui surat kabar, majalah, radio, bahkan televisi yang dapat dilihat atau didengar oleh banyak orang. 
  • Iklan di internet yang merupakan media yang paling efektif saat ini untuk dapat memasang iklan yang menarik lebih banyak pelanggan. 

Berbagai jenis iklan produk tersebut sendiri mempunyai beberapa tujuan yang ingin dicapai. Walaupun mempunyai banyak jenis yang bisa dipilih, tetapi untuk tujuan dari pemasangan iklan tersebut adalah sama yaitu untuk: 
  • Mengenalkan produk yang dibuat oleh perusahaan atau pedagang. Dengan membuat iklan tersebut tentu saja produk yang dibuat akan lebih dikenal. Proses pelaksanaan pengenalan produk inilah yang biasa disebut dengan branding. Hal ini amat berpengaruh terutama untuk produk baru yang sangat butuh untuk dikenal di masyarakat. 
  • Dengan produk yang lebih dikenal maka juga dapat untuk menarik lebih banyak pelanggan. Perusahaan akan membuat produk dan untuk menarik pelanggan dibuat iklan yang atraktif sehingga membuat orang penasaran dan kepengin banget untuk membelinya. 
  • Menginformasikan kepada pelanggan mengenai suatu produk baik dari jenis produk, spesifikasi produk, kelebihan produk tersebut. 



Dengan membuat iklan yang tepat, maka perusahaan atau pedagang bisa mendapatkan efek positif berupa makin banyaknya pelanggan yang datang. Bisa jadi untuk pertama kali mereka penasaran dengan produknya. Apabila memang produknya oke, keren, kece, bermanfaat, menarik dan kompetitif harganya, bukan tak mungkin pembeli pertama dan seterusnya akan menjadi pelanggan tetap di masa mendatang.

Oleh karena itu perlu pertimbangan yang matang bagi penjual dalam pemilihan iklan yang tepat tentunya. Iklan yang tepat dapat menarik calon pembeli untuk menjadi pembeli beneran yang tertarik pada produk yang ditawarkan. Di situlah letak pentingnya pemilihan jenis media iklan yang tepat sasaran. 

Siapa saja yang berperan sebagai penjual dapat membuat iklan yang tepat dengan memperhatikan jenis iklan yang akan dipilih. Dan untuk mendapatkan jenis iklan yang dipilih ada beberapa pertimbangan seperti berikut ini : 
  • Produk yang akan diiklankan ini termasuk barang yang mudah untuk dikirim atau tidak. 
  • Produk tersebut termasuk tahan lama atau tidak. 
  • Lokasi toko atau tempat yang digunakan untuk pemasaran produk yang kita buat. 

Dengan memperhatikan hal-hal di atas maka diharapkan penjual dapat memilih iklan produk yang tepat. Misalnya nih ya, produk yang kita buat termasuk kategori kuliner,  maka pertimbangkan membuat iklan yang sekiranya menarik pelanggan dalam kapasitas jarak tertentu. Takutnya kan kalau kejauhan malah nantinya makanan tersebut bisa rusak di perjalanan. Bagi penjual yang jenis produknya tahan lama, kemudahan dalam internet marketing bisa dimaksimalkan agar makin banyak pembeli dari luar daerah bahkan luar negeri melirik produk yang ditawarkan.

Nah, kalau teman-teman selama ini suka memperhatikan iklan produk apa sih? Adakah iklan yang benar-benar nancep gitu di memori gara-gara saking bagusnya? Ceritain dong siniiii....
Read More »

21 August 2017

Usaha Rumahan Impianku


crafts.uniekkaswarganti.com


Aku masih sesekali buka-buka blog craftingku yang entah sejak kapan mulai penuh debu dan laba-laba. Kupandangi berbagai karya rajutan yang pernah dibuat kakakku. Cantik-cantik dan menggemaskan sekali.

Sebagian teman ada yang menyangka kalau rajutan ini buatanku. Padahal aku sudah sering bilang kalau berbagai bros, bandana dan aksesoris rajut itu dibuat oleh kakak perempuanku. Aku hanya jadi pemimpi yang memberikan ide desain sekaligus jadi manajer marketing untuk bisnis rumahan kami berdua. Hahahaaa...menejer dari hongkong, wong ndak punya karyawan. Kakakku yang jungkir balik mewujudkan desain rekuesku, dan aku yang pontang-panting jualin kemana-mana.

Jaman belum musim pada bikin fanpage, aku sudah punya lhooo.. FP di facebook ini kugunakan untuk promosi dagangan rajutku. Kalau tak salah sih sekitar tahun 2010an bikinnya. Cuma karena memang kurang perawatan, akhirnya FP ini kalah populer dibandingkan dengan akun facebook pribadiku. Jualan malah lebih laris di akun pribadi.

Mau tau kayak apa contoh karya rajut yang dulu jadi usaha sampinganku ini?




Prosentase karya rajut ini paling besar memang diduduki oleh pin/bros. Lebih banyak permintaan dari calon pembeli maupun pelanggan lama yang beberapa kali repeat order. Mereka senang pesan di BC Collection karena bisa rekues model brosnya.

BC Collection adalah nama usaha rajut aku dan kakakku ini. Ketika Mba Wahyu Widya dan Muslifa Aseani alias Bunsal bertanya tentang usaha rumahan idaman, tak ayal lagi aku jadi flashback ke beberapa tahun yang lalu saat asap dapur BC Collection masih mengepul.

Lalu sekarang kenapa enggak ada gaungnya lagi?

Hiks.. sebenarnya sedih sekali ya saat usaha yang kita rintis dari bawah, terus pelan-pelan menanjak dan bersinar, namun akhirnya harus padam. Tetapi jalan hidup memang kita tak ada yang tau. Setelah mendapatkan jodohnya, kakakku harus hijrah ke kota lain mengikuti suaminya. Untuk melanjutkan berburu bahan baku karya rajut dia belum bisa nemu yang dekat-dekat dengan tempat tinggalnya.

Untuk sementara ini kakakku masih konsentrasi pada urusan rumah tangga dahulu. Tapi aku yakin pelan-pelan solusi untuk membangkitkan BC Collection lagi bakalan ketemu. Tentunya juga harus dengan ikhtiar sekuat daya ya untuk menggali kembali minat pasar aksesoris seperti apa. Sama dengan trend yang berlaku di dunia fashion kan. Ada kalanya barang-barang cantik yang semula hits di jaman tertentu, pada periode berikutnya meredup, digantikan oleh trend yang lain. Namun tidak menutup kemungkinan di fase perjalanan selanjutnya trend itu akan kembali merebak. Tergantung feeling dan ketajaman menangkap minat khalayak.

nggak cuma bros loh, BC Collection juga bikin topi cantik imut ini


Aku masih harus banyak berguru kepada teman-teman yang memiliki usaha rumahan sendiri dan telah bertahan hingga bertahun-tahun nih. Enggak cuma rajut aja sebenarnya yang ingin kulanjutkan lagi. Aku pun pengin bisa membuat craft a la aku sendiri.


melemaskan jari


Kapan hari itu aku mulai mencoba untuk melemaskan jari kembali. Kalau selama ini jari gerak-gerak buat ngetik artikel blog, maka di saat liburan aku nyobain bikin kristik lagi.

Hahahaa... so old banget ya mainannya kristik. Iya nih, satu-satunya ketrampilan khas perempuan yang aku bisa. Waktu masih kuliah dulu bikin kristik gini, ada beberapa nih yang sampai sekarang belum dipigura.



udah hampir 20 tahun umur kristik ini πŸ˜€

ngeblok pake benang satu warna itu paling mbosenin, makanya ga kelar-kelar singa cantikku ini

Media kain strimin-nya udah beda dengan model jala plastik yang dulu kugunakan. Sekarang jarak antar lubang di strimin sangat dekat. Makanya nih udah beberapa minggu kristik baruku nggak selesai-selesai. Bisanya bikin kalau pas libur aja sih. Ngristik sore hari sepulang ngantor bakalan tidak kelihatan jarak antar lubang striminnya. 

Aku nggak tau nih kalau di jaman yang udah serba modern, segalanya bisa dibuat secara digital, aksesori rumah semacam kristik begini masih bisa dikomersialkan apa enggak. Teman-teman ada saran?
Read More »

18 August 2017

Makin Kreatif dan Stylish dengan ZenBook Flip S UX370 dan ZenBook Pro UX550






Kamu...iya kamuuuu... suka yang tebal atau yang tipis?

Ahayyy.... kalau urusan dompet atau rekening, mau banget dooongg yang tebelan gitu. Tapi kalau urusan perangkat digital, aku yakin deh hampir semua yang ditanyain bakal jawab suka yang tipis. Baik itu smartphone maupun notebook, diiih udah kece banget lah kalau pake yang tipis tipis gituh.

Sekedar tipis tapi tak berenergi, iyakah? Baca yang ini dulu dong : Asus ZenBook 3 Deluxe UX490 untuk Performa Kerja Tak Tertandingi

Pada postingan sebelumnya aku sudah cerita soal gelaran event ASUS yang bertajuk The Edge of Beyond. Kali ini yuuk kita kulik lebih lanjut 2 notebook seri ZenBook yang spesifikasinya beneran bikin ternganga-nganga.



ZenBook Flip S UX370, 

Notebook Lipat Tertipis di Dunia





Teman, tau kah engkau kalau yang bisa konvertibel itu nggak cuma mobil?

Iyes... pada tanggal 15 Agustus 2017 lalu ASUS mengumumkan kehadiran ZenBook Flip S UX370UA, sebuah laptop konvertibel tertipis dan paling ringan di dunia. Dengan ketebalan hanya 10,9 milimeter dan berat 1,1Kg, ZenBook S yang inovatif mengombinasikan desain yang elegan, kenyamanan serta kemampuan serba bisa dengan layar yang dapat dilipat hingga 360 derajat. Kemampuan zuper duper dari ZenBook Flip S ini memungkinkannya digunakan sebagai laptop yang bertenaga, tablet praktis, atau apapun di antara keduanya.

ASUS sebagai leader di pasar notebook ultrathin terus membuat standar baru sejak tahun 2011 dengan menghadirkan seri ZenBook yang meraih banyak penghargaan. ZenBook Flip S, yang berbasis Windows 10, melanjutkan tradisi ZenBook dengan menawarkan sebuah notebook tipis, ringan dan dikembangkan dengan meminimalisir ukuran dan bobot. Notebook ini dibalut aluminum standar dirgantara, engsel ringkas ErgoLift dan sistem pendinginan vapor-chamber yang ultra tipis.

ZenBook Flip S menggunakan komponen terbaik untuk performa tertinggi. Udah pas banget ya kalau notebook ini jadi pilihan utama bagi para desainer, pekerja kreatif, atau siapapun yang membutuhkan notebook stylish dan cerdas yang menawarkan masa aktif baterai sepanjang hari. Performa yang kece dan kemampuan multifungsinya juga menjadi nilai plus plus notebook yang satu ini.

Untuk mencapai kekuatan baterai hingga 11,5 jam, ASUS merancang baterai polimer lithium 39Wh berkapasitas tinggi untuk ZenBook Flip S. Teknologi fast charging juga disematkan pada ZenBook Flip S ini sehingga baterai dapat terisi 60% hanya dalam waktu 49 menit.


Desain Sempurna untuk Tampilan nan Anggun


Jika ditanyakan seputar kebutuhan akan notebook yang memiliki teknologi inovatif sekaligus desain mutakhir, tak salah lagi bila kita memfokuskan perhatian pada ZenBook Flip S UX370. Chassis unibody milik ZenBook Flip S hanya setipis 10,9 milimeter dan bobot hanya 1,1Kg. Chassis presisi tersebut dibuat dari bahan aluminium alloy aerospace-grade 6013, sebuah material yang lebih ringan dibanding notebook pada umumnya, tetapi 50 persen lebih kuat.

Laptop indah ini juga memiliki spun-metal finish khas ZenBook yang ikonik, yang membutuhkan 40 langkah rumit dalam pembuatannya. Bagian sisi notebook juga dilengkapi aksen diamond-cut untuk menambah keindahan. Ada dua pilihan warna yang tersedia, Smokey Gray dan Royal Blue. Khusus untuk model Royal Blue, teknik dual-phase anodizing dilakukan untuk menghadirkan guratan emas di sisi notebook.




Untuk mendapatkan dimensi yang sedemikian tipis, ZenBook Flip S menggunakan engsel ErgoLift, salah satu teknologi engsel 360 derajat yang paling compact di dunia. Engsel ErgoLift memiliki mekanisme multigear metal yang sangat presisi dengan desain compact yang mampu mengunci layar dengan kuat pada suhu berapapun. Engsel inovatif ini juga memiliki dual-mekanisme yang mengangkat dan memiringkan keyboard ke posisi pengetikan yang sempurna saat layar dibuka lebih dari 135 derajat. Untuk memastikan kehandalan, engsel ErgoLift sudah diuji-coba dalam 20 ribu siklus buka tutup.



Unggul Dalam Performa 


ZenBook Flip S menggunakan komponen mutakhir dengan performa yang belum pernah ada pada notebook lain yang berkonsep ultrathin dan ultralight. Prosesor Intel Core i7 generasi ke-7 dan RAM LPDDR3 2133MHz sebesar 16GB memastikan performa yang tinggi untuk multitasking. Adapun SSD berbasis PCIe 3.0 x4 membuat ZenBook Flip S punya storage dengan performa kencang. Notebook ini memiliki bandwidth 7x lebih besar, 3x latensi lebih rendah dan 3,8x multitasking yang lebih kencang dari SSD berbasis SATA.

Dua port USB Type-C pada ZenBook Flip S mendukung display eksternal hingga resolusi 4K dan mampu melakukan pengisian ulang. Demi kenyamanan, tersedia pula bundel Mini Dock yang menyediakan sebuah port HDMI, USB 3.1 dan port USB Type-C yang juga mendukung fast charging.

Sama dengan ZenBook 3 Deluxe yang sudah kita bahas sebelumnya, ZenBook Flip S juga punya fitur fingerprint sensor yang sangat responsif. Pengguna dapat membuka kuncinya saat notebook berada dalam mode tablet sekalipun. Oleh Regional Director ASUS South East Asia Mr. Benjamin Yeah bahkan dinyatakan bahwa pada keyboard ZenBook Flip S ini dihadirkan fitur backlit LED disertai fitur travel distance sebesar 1 mm yang telah diuji sebanyak 10 juta kali pengetesan sehingga akan memberikan kenyamanan dan durabilitas 2,5x lebih baik dari MacBook. Awesome...

Buat kita yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, Zenbook Flip S ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Agar mendapatkan masa aktif baterai hingga 11,5 jam, ZenBook Flip S menggunakan baterai kapasitas tinggi 39Wh berbasis lithium polymer yang dibentuk agar dapat ditempatkan secara sempurna dalam chasis yang sangat tipis. Baterainya juga mendukung teknologi fast charging. Notebook ini dapat disii dari kondisi kosong hingga 60 persen dalam waktu hanya 49 menit.

ASUS ZenBook Flip S memiliki stylus dengan tingkat tekanan atau pressure level 1024 dan dapat bertahan hingga 18 bulan tanpa diganti baterai. Layar sentuhnya juga telah dilengkapi sensitivitas 2 kali lebih baik serta teknologi corning gorilla glass yang akan melindungi display-nya dari goresan benda tajami.

Pada touchpadnya ASUS telah menggunakan sodalime glass dimana tingkat presisi sentuhanya 2 kali lebih baik dibandingkan dengan traditional cover lainnya. Ini memudahkan pengguna yang sering memakai touchpad, terlebih lagi dukungan berbagai fitur smart gesture yang dimiliki oleh ASUS, semakin memudahkan kita untuk melakukan swipe, drag, dan sebagainya.

ASUS ZenBook Flip S UX370 juga mendukung seluruh fitur terbaru dan inovatif dari Windows 10 yang memberikan pengalaman premium bagi penggunanya. Fitur tersebut termasuk Cortana, asisten pribadi digital yang dapat diperintah lewat suara, Windows Hello untuk login mudah secara biometrik, Windows Ink untuk menggambar, membuat sketsa dan mencatat dengan stylus, serta Modern Standby untuk kembali aktif nyaris secara instan dari modus sleep.

Detail spesifikasinya bisa dilihat di bawah ini ya teman :


Main Spec.
UX370UA
CPU
Intel® Core™ i7-7500U Processor
OS
Windows 10 Home
Memory
16GB DDR3L 2133MHz
Storage
512GB PCIe SSD
Display
13.3" IPS FHD (1920x1080) touch with Corning® Gorilla® Glass, 60Hz refresh rate, wide 100% sRGB color gamut, 178° wide-view, ASUS Eye Care for up to 30% blue-light reduction, 6.11mm-thin bezel with 80% screen-to-body ratio
Graphics
Integrated Intel® HD Graphics 620
Input/Output
2x USB 3.0 Type-C, glass-covered with intelligent palm-rejection touchpad, Precision touchpad (PTP) support with up to four-finger smart gestures, side-mounted for convenience fingerprint sensor
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
802.11ac Wi-Fi; IEEE 802.11 a/b/g/n compatible, Bluetooth® 4.1
Audio
SonicMaster Premium 2-speaker stereo audio with surround-sound, Harman Kardon-certified, smart amplifier for maximum audio performance, array microphone with Cortana voice-recognition support, 3.5mm headphone jack
Weight 
1.1Kg
Dimension
1.09 x 31.3 x 21.8 cm
Keyboard
full-size backlit with 1.0mm key travel keyboard
Special Design
Alumunium alloy body, Elegant and modern lines, New ROG Strix design
Battery
39Wh 2-cell lithium-polymer battery, Up to 11.5 hours battery life, Fast-charge technology: 60% in 49 mins
Colors
Royal Blue, Smoky Grey (Crafted in aerospace-grade aluminum alloy, 50% stronger than standard alloy)
MSRP
Rp25.299.000 (free ASUS Stylus dan Mini Dock senilai Rp5.500.000)
ASUS Sleeve
Warranty
2 Tahun Garansi Global, senilai Rp1.250.000
 



ZenBook Pro UX550, 

Ultrabook Sempurna untuk yang Pro



Touch like a lover, work like a pro

Entah dari mana ya aku mengingat-ingat proverb yang satu itu πŸ˜‰ Hanya saja kok ya pas menggambarkan hectic-nya urusan anak muda sekarang. Eh, anak tidak muda pun juga sebenarnya selalu hectic ya. Hanya saja kali ini wacananya bergerak di seputar perangkat digital.

Melengkapi rangkaian perangkat ultrabook yang mumpuni untuk para konten kreator, ASUS secara resmi memperkenalkan perangkat terbaru yang diperuntukan untuk para insan kreatif. Diberi nama ASUS ZenBook Pro UX550, notebook ini secara khusus dipersiapkan untuk mereka para kreator konten terutama yang berkutat dalam ranah videografi.

ASUS ZenBook Pro UX550 adalah ultrabook berbasis sistem operasi Windows 10 Pro yang ramping untuk ukuran laptop berkemampuan tinggi guna melakukan video editing. Terdapat dukungan prosesor terkuat berbasis Intel Quad Core i7 generasi ke-7 dan kartu grafis Nvidia GTX seri 10 yang didesain secara khusus untuk kebutuhan olah grafis tinggi bahkan hingga 3D gaming.

ZenBook Pro UX550 merupakan respon ASUS terhadap permintaan pasar yang menginginkan perangkat notebook tipis namun memiliki spesifikasi yang memadai untuk keperluan olah grafis. Notebook yang ramping sangat diperlukan untuk mereka yang bekerja pada industri kreatif terutama terkait audio visual. Oleh karena itu, ZenBook pro ini dirancang dengan layar NanoEdge 15.6 inci dalam rangka mirip laptop 14 inci.

Dengan ketebalan hanya 1,89cm dan bobot kurang dari 1,8kg ASUS ZenBook Pro UX550 adalah pilihan yang tepat untuk menjadi teman para kreator. Kita bisa bekerja di mana pun dan kapan saja, seperti menyunting naskah, menggubah komposisi musik ataupun melakukan editing video, tanpa perlu terbebani dengan beban bawaan yang berat serta terlalu banyak. Dengan menggunakan ZenBook Pro, pengguna bisa lebih mudah membawa perlengkapan penting lain yang diperlukan, seperti kamera, lensa, atau tripod untuk kebutuhan pembuatan video, dibandingkan jika ia membawa notebook bertenaga biasa namun tebal dan berat.


Ramping, Dingin, Performa Tinggi 


Performa yang dapat diberikan oleh ASUS ZenBook Pro UX550 sangatlah tinggi. Di dalamnya telah tersemat kartu grafis gaming hingga Nvidia Pascal GTX1050Ti dengan video memori GDDR5 sebesar 4GB. Bagi para pemerhati perkembangan notebook gaming ASUS, tentu tau komponen grafis ini adalah chip yang biasanya ada pada lini notebook gaming ROG. Dengan meletakkannya pada ZenBook, ASUS ingin mengombinasikan dua aspek yakni portabilitas dan performa yang tinggi. Yesss... ZenBook Pro ini buktinya.

ASUS ZenBook Pro UX550 menggunakan bodi berbahan metal yang kokoh dan premium. Ada logo ASUS yang akan menyala ketika notebook dihidupkan. Tidak hanya itu, kita akan dibuat nyaman ketika mengetik karena keyboard-nya menyala. Notebook ini telah memiliki travel distance sebesar 1,5 mm, yang juga mempunyai fingerprint sebagai fitur keamanan.

Tidak hanya itu, spesifikasi penting lainnya yakni prosesor sudah menggunakan Intel Core i7- 7700HQ berkecepatan 2,8GHz yang bisa ditingkatkan hingga 3,8GHz. Prosesor quad-core bertenaga ini juga mendukung Hyper-Threading Technology sehingga mampu mengerjakan 8 tugas sekaligus.

Berkaitan dengan cooling system, ASUS menempatkan dua buah fan dengan 3 heatpipe untuk mendinginkan komponen CPU dan juga GPU. Persoalan panas biasanya menjadi masalah utama yang dikhawatirkan seseorang pada perangkat ultrabook yang tipis. Namun ASUS menjamin meski dibuat dengan bodi yang slim, ZenBook Pro tidak akan mengalami panas yang berlebihan berkat dual fan dan tiga heatpipe di dalamnya.

Dari sisi memori utama, notebook ini menggunakan RAM DDR4 2400MHz sebesar 16GB. Kapasitas ini sudah lebih dari cukup untuk mendukung kerja kreatif yang dilakukan penggunanya. Adapun untuk kapasitas penyimpanan, ASUS memasangkan SSD berbasis PCIe berkapasitas lega, hingga 1TB yang memiliki kecepatan 3 kali lebih cepat dibandingkan dengan SATA SSD. Penyimpanan berbasis PCIE SSD akan sangat terasa manfaatnya saat dioperasikan karena sangat cepat dan handal.


Ideal untuk Konten Kreator 



Selain performa dan dimensi yang portable, ada aspek lain yang dibutuhkan oleh kreator supaya ultrabook tersebut tersebut mampu berfungsi maksimal guna mendukung aktivitas mereka. Fitur pendukung tersebut antara lain display atau layar, audio, konekvitas dan daya tahan perangkat.

Agar ZenBook UX550 bisa menjadi ultrabook yang ideal untuk para kreator, ASUS menambahkan beberapa aspek pendukung lain seperti kemampuan audio yang baik berkat kerjasama ASUS dengan Harman/Kardon. Ada empat buah speaker yang terletak di notebook tersebut sehingga membuat suaranya sangat kencang dan powerfull. Tentu saja kelebihan ini akan sangat bermanfaat bagi para kreator yang berkutat pada bidang audio maupun musik.

Dari sisi display, didukung dengan layar IPS resolusi hingga 4K UHD yang digunakan menawarkan rentang warna sRGB hingga 100 persen. Layar yang tajam dan jernih akan membantu para kreator untuk mendapatkan hasil editing gambar mendekati warna aslinya ketika dipandang oleh mata.

ZenBook Pro UX550 ini juga didukung fitur touchscreen. Resolusi layar 3840x2160 piksel dengan bentangan seluas 15,6 inci namun memiliki ukuran bodi 14 inci dan dikelilingi oleh bezel yang sangat tipis dengan ketebalan hanya 7,3mm. Pada notebook ini akan terlihat screen to body ratio yang sangat besar yaitu 83 persen sehingga membuat layarnya seolah tidak memiliki pinggiran atau bezel.

Untuk urusan konektivitas, notebook ini dilengkapi dua buah USB Type C berfitur Thunderbolt, dua buah USB type A, port HDMI, combo audio jack dan micro SD card reader. Adapula tambahan live dongle pada paket pembeliannya yang terdiri dari kumpulan port penting sehingga kelak penggunanya tidak perlu lagi membawa konektor apapun saat berpergian.

Yang luar biasa adalah daya tahan baterainya yang mencapai 10 jam dalam kondisi pemakaian normal. Uwoooww... jagoan banget maaakkk... Belum lagi jika kita lihat kemampuan fast chargingnya, notebook ini bisa diisi kembali hingga 60 persen dalam waktu 49 menit. Sadiiiisss....

So, bagi yang berminat meminang notebook pro yang satu ini, bisa loh diintip-intip spesifikasinya sebagai berikut :


Main Spec.
ASUS ZenBook Pro UX550VE/UX550VD
CPU
Intel® Core™ i7-7700HQ Processor 2.8 GHz (6M Cache, up to 3.8 GHz)
OS
Windows 10 Pro / Windows 10 Home
Memory
16GB DDR4L 2400MHz
Storage
1TB / 512GB PCIe SSD
Display
15,6" IPS Touch UHD 4K (3840x2160) / FHD Touch (1920x1080) Corning® Gorilla® Glass, 60Hz refresh rate, wide 100% sRGB color gamut, 178° wide-view, ASUS Eye Care for up to 30% blue-light reduction, 7,3mm-thin bezel with 83% screen-to-body ratio in 14” chassis
Graphics
Nvidia GTX1050Ti/ GTX1050 4GB VRAM GDDR5
Input/Output
2x USB 3.0 Type-C, glass-covered with intelligent palm-rejection touchpad, Precision touchpad (PTP) support with up to four-finger smart gestures, side-mounted for convenience fingerprint sensor, 2x USB 3.0, 1x HDMI, 1x combo audio jack, 1x micro USB card reader
Camera
VGA Web Camera
Connectivity
802.11ac Wi-Fi; IEEE 802.11 a/b/g/n compatible, Bluetooth® 4.1
Audio
SonicMaster Premium quad speaker stereo audio with surround-sound, Harman Kardon-certified, smart amplifier for maximum audio performance, array microphone with Cortana voice-recognition support, 3.5mm headphone jack
Weight 
1.8Kg
Accesories
carry bag & USB3.0 to RJ45 cable
Dimension
36.5 x 25.1 x 1.89 cm
Keyboard
full-size backlit with 1.5mm key travel keyboard
Special Design
Alumunium alloy body, diamond cut, elegant and modern lines, iluminated logo
Battery
73Wh 8-cell lithium-polymer battery, up to 14 hours battery life, fast-charge technology: 60% in 49 mins
Colors
Black
Warranty
2 Tahun Garansi Global senilai Rp1.500.000
Read More »