30 November 2018

Peluang Usaha Tas Wanita Murah




Bagaimana Peluang Usaha Tas Wanita Murah Saat Ini? 

Wanita dan tas itu udah ibarat soulmate, satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Pernah melihat wanita bepergian sambil lenggang kangkung doang nggak bawa tas? πŸ˜‰

Seiring perkembangan jaman, kini banyak sekali wanita yang gemar mengoleksi berbagai macam jenis tas untuk menunjang penampilannya. Tas yang digunakan akan disesuaikan dengan peruntukkannya. Misal pas olah raga ya bawa tas olah raga, ketika akan jalan-jalan bawa tas yang lebih santai. Begitu juga ketika akan menghadiri resepsi, tasnya udah beda lagi

Tak heran makanya kalau saat ini bisnis tas makin makin marak. Pabrik tas Bandung dijadikan sebagai peluang usaha tas wanita murah untuk mendapatkan keuntungan bisnis dan memperoleh penghasilan yang diidam-idamkan. 

Tak sama dengan pemasaran produk barang lainnya, produk tas lebih memiliki kemudahan dalam hal pemasaran, terlebih jika memilih bisnis tas dengan harga grosir. Hal itulah yang menyebabkan banyak pelaku usaha yang memanfaatkan usaha tas wanita sebagai peluang bisnis yang menguntungkan. 

Banyak sekali pabrik tas Bandung yang hadir dengan skala besar maupun kecil yang bisa dijadikan sebagai peluang usaha tas wanita murah. Selain memiliki kualitas terbaik tentunya harga yang di bandrol lebih murah dan ekonomis.

Ada yang berminat dengan usaha tas wanita murah ini? Yuk bisa diperhatikan beberapa tips berkaitan dengan peluang usaha di bawah ini.


Cara Memanfaatkan Peluang Usaha Tas Wanita Murah 


1. Fokus usaha 

Meskipun saat ini jualan online sudah marak dimana-mana, metode penjualan offline masih sangat efektif guna memanfaatkan peluang usaha tas wanita ini. Ada yang tau apa sebabnya?




Sebab para konsumen bisa memilih sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya ongkos kirim. Meskipun metode penjualan online sangat menyenangkan dan konsumen tinggal klak klik via internet saja, mari kita pikirkan hal ini : Ketika kita menjual produk dengan harga di bawah Rp.100.000, tentunya banyak konsumen akan berpikir sangat serius saat harus mengeluarkan ongkos kirim yang biasanya bisa mencapai 25% hingga 30% dari harga jual barang tersebut. Ye kan? πŸ˜‰


2. Memilih supplier yang andal

Untuk menjalankan ide usaha tas wanita murah ini, kita bisa menggaet lebih dari 1 supplier guna memenuhi kebutuhan konsumen. Yang perlu diingat, tas merupakan barang yang memiliki model tak terbatas sehingga tentunya kita harus mencari supplier yang memang benar-benar memiliki ready stock


3. Pemilihan lokasi 

Upayakan untuk memilih lokasi yang ramai sehingga produk yang kita jual bisa terlihat secara langsung oleh khalayak ramai. Misalnya sekitar area kampus, sekolah, pabrik, pasar, atau jalanan strategis lainnya. 


4. Gencar promosi 

Meskipun toko tergolong offline, kita bisa juga memanfatkan media sosial untuk menawarkan produk supaya diketahui banyak orang. Jadi, tidak selamanya usaha offline itu harus benar-benar tidak menggunakan sarana online atau internet. 


5. Mengikuti trend 

Kita pun bisa memantau model tas wanita yang sedang kekinian secara berkala. Berkaitan dengan mode, trend terkini akan terus berubah-ubah sesuai dengan pilihan icon fashion dunia.

Nah, kepekaan mengikuti trend inilah yang  bisa membuat bisnis kita semakin melejit. Nggak mau dong kalau usaha yang sudah kita rintis itu hanya berkembang seadanya saja.




Di atas tadi adalah beberapa hal yang terkait seputar peluang usaha tas wanita. Jika berniat untuk mempelajarinya, peluang bisnisnya pun dapat kita manfaatkan dengan maksimal.

Semoga artikel ini bermanfat, Teman.
Read More »

28 November 2018

5 Blogger yang Menginspirasi



Berkaitan dengan aktivitas blogging, ada satu hal yang tak bisa ketinggalan untuk dilakukan. Mencari inspirasi. 

Yes. Kebekuan ide tak jarang menghampiri jika referensi kita terbatas. Jadi tak ada salahnya jika blogger 'meguru' kepada blogger lain.

Kemudahan teknologi membuat blogger tak harus bertatap muka saat mencoba belajar dari blogger yang lain. Dengan membaca-baca artikel yang ada di blog favorit, kita bisa menambah wawasan.

Siapa saja sih blogger favoritku?

Sebelumnya aku sudah menulis tentang tema blog favorit. Bisa dibaca di sini ya : 5 Tema Blog Favorit.

Blogger favoritku pun tak lepas dari kelima tema yang sudah kutulis di sana. Mau tau? Halah, mau aja deh pokoknya yaaa... πŸ˜‰πŸ˜ƒ



1. Heni Puspita


Berkaitan dengan tema terfavoritku yaitu parenting, tak salah rasanya jika dari dulu aku suka sekali dengan berbagai tulisan dari Heni Puspita, mom blogger asal Lampung.

Sebelum muncul banyak mom blogger yang kekinian, kehadiran tulisan-tulisan Mba Heni ini sudah lebih dulu menarik perhatianku. Yang dituliskannya bukanlah hal-hal yang terlalu rumit. Malah justru sederhana sekali. 

Seorang ibu yang sederhana dengan segenap perhatian pada tumbuh kembang putra pertamanya saat itu, Rayyan. Ada saja metode pembelajaran yang dibuat Mba Heni untuk merangsang tumbuh kembang motorik Rayyan.



Misalnya seperti gambar di atas ini yang berasal dari postingan Mba Heni tahun 2015. Kesukaan Rayyan pada mobil-mobilan digunakan Mba Heni untuk mengajarkan beberapa suku kata. Masing-masing mobil ditempeli suku kata sesuai flash card yang dimainkan dan dibuatkan garasi. Rayyan tinggal mencocokkan mobilnya dengan flash card yang ada di garasinya.

Kayaknya sederhana banget kan? Tapi yang begini ini aku enggak kepikiran lhooo... Padahal dari hal-hal yang sederhana dan kreatif begini anak jadi belajar dengan senang. Belajarnya anak kan dengan bermain yaaa...

Saat ini aku sedang berburu mom blogger yang menggeluti dunia parenting dengan anak yang sudah remaja. Aku sungguh membutuhkan banyak ilmu terkait dengan perubahan sikap dari anakku yang telah beranjak dewasa. Ada saran aku harus blogwalking ke blog siapa?



2. Stanislaus Hans Danial


Salah satu hobi absurdku adalah mengumpulkan buku resep. Ngumpulin doang tapi nggak pernah nyobain selama bertahun-tahun. 😁 Nggenah po ra?

Melihat berbagai foto makanan rasanya gemas banget. Kok bisa ya bikin plating ataupun pengambilan sudut foto yang pas dan enak banget dilihat.

Bertahun-tahun lalu aku menemukan eatandtreats, blog milik Stanislaus Hans Danial, yang saat ini sudah ngehits banget sebagai food blogger level internasional. Dia beberapa kali review tempat makan di luar negeri juga, kalau ga salah ingat.




Di tangan dingin Hans, bahkan sekedar review mie instan pun terasa amat menyenangkan untuk dipandang-pandang. Hampir semua foto yang diunggahnya di blog sangat aku sukai.

Coba aja nih, kepikiran nggak sih motretin mangkok Soto Betawi dengan angle seperti ini :



Menurutku dia sangat jenius, baik dari ide pengambilan gambar maupun kalimat. Meskipun penguasaan Bahasa Inggrisku masih tergeragap, paling tidak aku lumayan paham apa saja yang berusaha disampaikan oleh Hans melalui tulisan-tulisannya.

Hans sanggup menyampaikan gambaran cita rasa kuliner dengan penekanan sudut pandang yang khas. Diksinya kaya dan  membuat tulisannya sangat enak dibaca.

Hanya saja Hans kurang interaktif dengan pembacanya. Bahkan ada artikelnya yang diserbu spam pun dibiarkan begitu saja. Mungkin Hans terlalu sibuk membuat artikel baru? πŸ˜‰



3. Riawani Elyta


Aku selalu kagum dengan orang yang memiliki multi profesi. Salah satunya ya Mba Riawani Elyta, yang kalau tidak salah seorang abdi negara. Di luar pekerjaan utamanya, berbagai karya dalam bentuk buku sudah banyak ditelurkannya.

Beberapa buku Mba Lyta sudah ada di rak bukuku. Sebagian sudah kubaca, sebagian yang lain masih tertimbun bersamaan dengan buku-buku lain yang secara menggila kubeli namun daya baca tidak berimbang. Apalah aku ini.

Seakan membersamai kepiawaiannya menulis, Mba Lyta ini jozz saat membuat review buku. Bahkan dulu ada yang bilang kalau doi ini termasuk garang reviewnya. Tanpa basa-basi menyampaikan kelemahan buku yang direviewnya.

Menurutku hal itu wajar saja sih meskipun ada sebagaian orang yang kurang berkenan. Namanya kan memberi masukan ya, agar di kemudian hari si penulis makin baik lagi dalam menghasilkan buku-buku baru.

Aku ingin banyak belajar dari Mba Lyta, yang bisa mereview dengan analisa yang tajam. Jadi tidak sekedar menceritakan ulang saja isi buku yang direview, namun mampu menangkap kelebihan dan kelemahan dari buku tersebut.

So far sih kalau aku ngereview buku ya kubilang bagus semua hahaha... Lha gimana, aku sendiri ga bisa nulis kisah fiksi sebagus mereka semua. Gimana caranya mau menunjukkan kelemahannya.

Mba Lyta, aku padamu yooo... πŸ˜‰



4. Ariev Rahman


Kalau blogger yang satu ini kayaknya tak perlu dibahas panjang lebar ya. Hampir seluruh blogger, terutama traveling blogger sudah mengenal nama harumnya. *jadi ini Ariev atau Ibu Kita Kartini?



Ariev yang berasal dari Ungaran (woiy deket sama Semarang nih) setiap kali mudik sudah dihadang oleh fansnya. Ahelaahh...

Iyes, lebaran tahun lalu aku ingin mengulang sesi sharing penulisan traveling bersama Ariev. Sebelumnya aku pernah ikutan kelas Akademi Berbagi, entah tahun berapa, lalu tahun 2018 ini tak ingin melepaskan kesempatan untuk belajar lagi darinya.

Ide untuk mengajaknya sharing ilmu menulis kisah perjalanan ini kusampaikan kepada temanku. Penginnya sih banyak yang ikutan. Tapi berhubung musim lebaran, banyak member komunitas Gandjel Rel yang sedang mudik ke luar daerah. Jadi, kolaborasi dengan komunitas lain amat perlu agar usaha mengundang Ariev tidak sia-sia, biar banyak yang ikut menyimak ilmunya.

Ariev melalu blognya bakpackstory.me tak sekedar menceritakan kisah perjalanan yang biasanya sarat foto dan informasi how to. Percaya atau nggak, aku sering terbahak-bahak saat membaca tulisannya meskipun Ariev sepertinya tidak sedang melucu.

Berbagai sisi perjalanan yang humanis justru yang paling kusuka dari tulisan-tulisannya. Ariev mempunya style menulis yang berbeda.

Keep it up, Ariev. *seakan-akan namaku berubah jadi Uniek Teguh



5.  Agus Mulyadi


Nah yang terakhir ini sebenarnya enggak banget. πŸ˜ƒπŸ˜„

Salah satu pesohor di mojok.co yang blog pribadinya ada di agusmulyadi.web.id ini memiliki keunikan tersendiri. Agus yang lebih mengondangkan dirinya dengan sebutan Gus Mul (akronim dari namanya, bukan sebutan untuk gus gus dari pesantren itu) menghadirkan makna kehidupan melalui potongan-potongan kisah yang sepintas lalu nampak wagu.

Kewaguan yang berbalut kesederhanaan itu membuat simpel permasalahan hidup yang kadang dibikin rumit oleh banyak orang. Di ujung jari Gus Mul, kisah keseharian itu bisa jadi menari-nari dalam benak. Kadang mengundang rasa sebal, namun lebih sering bikin aku tertawa terbahak-bahak.

Terkadang kumerasa jahat, menertawakan kesialan yang dihadapinya. Namun ibaratnya Dono yang jadi lead aktor penderita di tiap episode film yang dibintangi Warkop DKI, Gus Mul menceriakan hariku lewat aneka kekonyolan yang disodorkannya pada pembaca.

Bahkan pernah aku membaca salah satu artikelnya yang ternyata keidean dari komentar orang-orang di youtube. Dari komentar-komentar yang dianggapnya nggasruh tadi dia menceritakan ulang di blognya.

Ya, segampang itu dia bikin tulisan. Itupun sudah sukses membuatku rela membaca tulisan di blognya. Artikel yang dibuat Gus Mul seakan menjadi obat manjur saat hati sedang kelabu memandang polah tingkah orang yang penuh kepalsuan.

Gus Mul tidak pernah palsu. Hanya wagu.


-------------------

Mungkin pilihan blogger yang menginspirasiku bakalan beda dengan pilihan teman-teman blogger yang lain. Coba, sharing di kolom komen dong siapa saja blogger favoritmu. Tingkiuuuu....
Read More »

27 November 2018

Apa yang Selalu Ada di Dalam Tas?



Adakah teman-teman yang kalau bepergian kemana-mana tidak membawa tas?

Bisa jadi ada yang memiliki kesukaan seperti itu ya. Tidak membawa tas dan memasukkan semua barang penting ke saku baju atau celana atau jaket. 

Kalau aku sih tidak bisa begitu. Bahkan sekedar pergi ke penjual sayuran di kampung aja bawa tas kecil. Apalagi untuk aktivitas semacam pergi ke kantor pos, nongkrong bareng teman, bayar listrik atau STNK, manalah bisa aku tak membawa tas.

Emang bawa apa sih?


DOMPET


Bepergian kemana saja tentunya tak bisa lepas dari hal-hal berbau bayar-membayar. Entah mau pake uang cash ataupun kartu kredit/debit. 




Tentu saja untuk menyimpan uang dan aneka macam kartu tadi aku membutuhkan dompet. Rasanya aneh aja ya kalau uang dan segala pernak-pernik kartu tadi diletakkan begitu saja di dalam tas. Lebih mudah mencarinya kalau kita menggunakan dompet untuk menyimpan barang-barang urgent tersebut.

Apalagi kalau uang kertas yang kita miliki termasuk uang lama. Ughhh... bau uang lama kan tidak enak ya. Tentunya tak mau kan barang-barang lain yang ada di tas terkontaminasi dengan bau uang tersebut.



HAND SANITIZER


pic source : nytimes.com


Debu dan kotoran bisa saja kita temukan di mana saja. Kadang-kadang pas turun tangga di tempat umum kan kita pegangan pinggirannya. Duh, debunya suka semena-mena hinggap di telapak tangan.

Bisa bayangin nggak selepas turun tangga itu kita makan jajanan dan tidak ada tempat untuk cuci tangan. Ewhhh... Mungkin saja badan kita sudah imun ya dengan berbagai kotoran yang masuk ke dalam tubuh. Tapi tetap tak ada salahnya kalau kita menjaga kebersihan telapak tangan kita.

Salah satu cara praktis yang kulakukan adalah membawa hand sanitizer kemana-mana. Ketika cuci tangan di air yang kurang bersih sekalipun, untuk memantapkan hati bisa kubilas lagi dengan menggunakan hand sanitizer ini.

Bukannya sok-sokan sih, kadang kan kita tidak tau kondisi air di tempat yang baru saja kita datangi. Sebagai tindakan preventif perlu bawa nih pembersih tangan instan ini.



MINYAK ANGIN


Heiii... jangan ditertawakan lho yaaa... Yang satu ini jika mau dikaitkan dengan tingkat usia aku sudah pasrah. 😁


pic source : sszaroma.com


Kalau urusannya sudah menyangkut sakit kepala, nyeri di rahang, masuk angin ataupun pegel-pegel, berasa sakau kalau enggak ada yang dioles-oles. Jadi tanpa gengsi minyak angin pun keluar dari tas.

Jaman now minyak angin aromanya sudah tidak menyengat seperti dulu. Saat ini aneka minyak angin aromaterapi telah tersedia. Ada yang beraroma mint, lemon, lavender, dan lain sebagainya.



LIPGLOSS




Halah centil amat, mentang-mentang boss datang langsung lipstick-an...

Dulu saat masih ngantor teman-temanku suka bilang gitu. Mereka tidak tau bahwa sekian jam berada di ruangan ber-AC sungguh membuat kulitku kering. Bahkan kulit di bibir sekalipun.

Yang perlu dioles-oleh nggak cuma hand & body lotion, bibir pun butuh sentuhan lipgloss. Bahkan saat sedang di rumah pun aku nggak bisa pisah dari lipgloss. Kondisi cuaca yang tak menentuk kadang makin memperparah kerusakan kulit dan turunnya kadar kelembaban tubuh.

Oleh karena itu barang yang sepertinya kurang bermanfaat untuk orang lain ini justru menjadi teman setiaku kemana-mana. Kadang kalau lupa bawa bikin perasaan jadi tidak enak. Di tengah-tengah acara nanti bakalan ngerasa bibir mengering. Ya kena hawa dingin AC lah, terkena makanan dan minuman lah, pokoknya ada aja penyebab lunturnya lipcare yang sudah kuoles sebelum bepergian.



BEDAK


Idih kecentilan pake bawa bedak kemana-mana....

Bagi sebagian orang, memulas pelembab, alas bedak hingga ke bedak padat dilakukan dengan seksama agar riasan bertahan hingga seharian. Masak bisa gitu ya?

Di antara sekian kegiatan yang kita lakukan di luar rumah, pasti ngelewatin waktu sholat kan ya. Muka yang telah terbasuh segarnya air wudhu biasanya akan kembali seperti saat belum dandan. Bedak udah luntur.

Permasalahan utama yang muncul padaku adalah... ketika muka sudah tak berbedak, bagian hidung akan berasa licin banget. Kaca mata pun bakalan mudah melorot.

Kesel juga kan kalau kaca mata yang kita gunakan terus-menerus harus diperbaiki letaknya. Melorot melulu udah kayak tali kutang lepas kendali hihiii... Makanya butuh satu dua tepukan bedak di wajah agar tidak licin-licin amat.



Itu tadi 5 barang yang selalu ada di tasku. Kalau barang-barang di tas versimu apa nih, Teman?
Read More »

26 November 2018

Open House Jaya Metro dan Gathering Komunitas MataPonsel


Bertemu dengan teman sekomunitas tentunya terasa menyenangkan. Apalagi ketika weekend tiba dan bingung mau kopdaran dimana.

Bisa banget nih mencoba gathering komunitas a la PT. Bukit Semarang Jayametro. Jayametro sendiri merupakan salah satu pengembang perumahan terbesar di Kota Semarang.




Hingga saat ini. PT. Bukit Semarang Jayametro terus berinovasi dengan menghadirkan hunian yang nyaman untuk berbagai segmen, mulai dari perumahan kelas menengah hingga menengah atas. Ada berbagai jenis perumahan yang telah dibangun oleh Jayametro. Ada Pandanaran Hills, Pandanaran Height, Pandanaran Village, Bukit Violan Jaya, Siranda Hill, dan Emerald Garden.

Di salah satu perumahan tadi kerap dijadikan lokasi untuk gathering komunitas. Pihak Jayametro memfasilitasi terselenggaranya gathering dari berbagai komunitas yang ada di Semarang.

Seru kan yaaa... bisa gathering dengan teman sekomunitas sekaligus melihat rumah contoh yang ada di lokasi Pandanaran Hills. Kebutuhan akan sandang, pangan dan papan merupakan kebutuhan mendasar kita. Siapa tau bisa berjodoh dengan salah satu type rumah yang disediakan oleh Jayametro ini.

Bisa dibaca juga : Open House Pandanaran Hills dengan Ayla Club Semarang



Melihat-lihat rumah contoh type Austen di Pandanaran Height Blok A-05


Pada hari Minggu tanggal 25 November 2018, bertempat di rumah contoh Pandanaran Height Blok A-05, keceriaan mewarnai gathering komunitas MataPonsel. Komunitas ini merupakan komunitas fotografi dengan media utama ponsel.

Jika selama ini banyak orang melakukan aktivitas fotografi menggunakan DSLR, maka MataPonsel hadir untuk menunjukkan bahwa fotografi pun bisa dilakukan hanya dengan menggunakan kamera ponsel.

Aiiihh keren beud yaaa... Memang lebih praktis rasanya ketika jalan-jalan kemana pun membawa ponsel saja. Saat menemukan spot yang menarik, tinggal cekrek, nggak pakai ribet.




Suasana gathering komunitas MataPonsel ini berlangsung dengan penuh semangat. Terasa sekali jiwa muda dari para anggota komunitas yang sangat antusias melakukan berbagai aktivitas selama gathering ini.

Ada berbagai games yang dilakukan oleh MataPonsel bersama dengan para anggotanya. Selain melakukan kegiatan indoor, komunitas ini juga mempersilakan anggotanya untuk hunting foto di seputaran lokasi Pandanaran Height.




Bagaikan tak mengenal lelah, para anggota komunitas MataPonsel ini memburu berbagai spot menarik yang ada di dalam Pandanaran Height ini. Ada yang hunting foto di seputaran perumahan yang sudah jadi, ada pula yang terus berburu hingga ke lokasi baru yang nantinya akan didirikan perumahan yang lain juga.




Kurang lengkap rasanya jika cuaca Semarang yang super panas ini tidak diimbangi dengan aktivitas yang menyegarkan. Selepas hunting foto di area perumahan, maka MataPonsel pun melanjutkan gathering di kolam renang yang ada di lokasi Pandanaran Hills.




Bagaimana kawan, seru sekali kan menghabiskan weekend dengan kegiatan yang positif. Boleh dicoba loh gathering komunitas bersama dengan Jayametro gini.


Cek syarat dan ketentuan gathering komunitas bersama Jayametro


Bagi komunitas yang tertarik untuk menggelar gathering seperti ini, bisa langsung menghubungi kantor Jayametro. Silakan kunjungi marketing gallery berikut ini :
  • Ruko Bukit Kencana Jaya Avenue no. 1-3 Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang Semarang.
  • Ruko Pandanaran Hills blok AC no. 9 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang Semarang


Website Jayametro :
https://www.jayametro.com/

Instagram :
https://www.instagram.com/jayametro_smg/

Youtube :
https://www.youtube.com/channel/UC2vREOBFMw3H9GfV3P00qEQ

Nomor telepon :
(024) 76417777 / 7476353
Read More »

5 Tempat Makan Favorit di Semarang




Apa saja sih yang menarik untuk dilakukan di Kota Semarang?

Beberapa teman di luar kota Semarang kerap menanyakan hal tersebut ketika akan berkunjung ke Semarang. Tentunya aku pun tidak keberatan untuk menyebutkan beberapa destinasi yang layak untuk dikunjungi selama mereka ada di Semarang.

Sebagai kota yang memiliki tingkat akulturasi budaya yang kental, Semarang unggul dengan kekayaan tempat-tempat wisata beraroma budaya dan religi. Sebut saja Sam Poo Kong, Kelenteng Gang Lombok, Pagoda Avalokitesvara, Masjid Pekojan yang khas dengan Bubur Indianya saat Ramadhan, Kota Lama dan masih banyak lainnya.

Sepaket dong dengan jalan-jalan, tentu saja teman-teman kesayanganku itu juga butuh informasi tentang tempat makan yang asyik selama mereka berada di Semarang.

Apa saja tempat makan favorit di Semarang?



1. MIE KOPYOK PAK DHUWUR



sumber foto : bello.id

Ada satu kuliner spesial Semarang yang sepertinya nggak ada di tempat lain. Sudah pernah mendengar tentang mie kopyok?

Olahan mie basah yang satu ini memang istimewa. Cita rasanya yang luar biasa memang tak bisa dipungkiri lagi meskipun tampilannya sederhana.

Aku pernah menuliskannya di sini : Kuliner Semarang. Boleh kalau mau mampir ke tulisan tersebut. πŸ˜‰


credit : travelerien.com

Teman-teman bisa mengunjungi salah satu warung mie kopyok yang paling hits di Semarang ini. Namanya Mie Kopyok Pak Dhuwur, berlokasi di Jalan Tanjung dekat PLN Pemuda.

Jika datang menggunakan kereta api, turun saja di Poncol. Dari Poncol tinggal selemparan batu doang ke warung mie kopyok ini. Beughh... hawa hangat Kota Semarang bikin kita bakalan pengin makan yang seger-seger. Pas banget kalau mampir di warung ini.

Mie kopyok itu berisi mie kuning basah, tauge, lontong, dan tahu yang akan diguyur kuah segar lalu ditaburi bawang goreng, irisan seledri dan potongan kerupuk gendar. Kuah segarnya beraroma bawang yang sedep banget.



2. LUNPIA CIK ME ME


Datang ke Semarang tanpa membawa pulang kuliner khas Kota Lunpia ini rasanya enggak afdol ya? πŸ˜‰ Apa sih kuliner khasnya?

Namanya juga Kota Lunpia, ya jelas lunpia dooong yang harus disempetin untuk dicoba dan bungkus untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Yang khas dari lunpia Semarang adalah isian rebungnya yang kata sebagian orang beraroma agak menyengat.

Namun hal tersebut tidak berlaku di Lunpia Cik Me Me. Teman-teman bisa baca reviewku di artikel ini dulu : Kuliner Khas Semarang Ya Lunpia Cik Me Me.




Jika selama ini orang taunya lunpia itu ya isinya hanya irisan rebung dan udang, Lunpia Cik Me Me telah mematahkan anggapan itu. Di restonya yang berlokasi di Jl. Gajah Mada 17 Semarang, Cik Me Me menawarkan banyak varian isian lunpianya. Bahkan ada isian yang mengandung daging kambing jantan muda lhooo...

Cuuzzz deh ke Lunpia Cik Me Me untuk memborong berbagai pilihan lunpia yang kesemuanya memiliki cita rasa jempolan. Ada yang isiannya crab, fish kakap, kajamu (kambing jantan muda) dan jamur Nusantara.



3. VERVE BISTRO N COFFEE BAR


Sudah jamannya sekarang acara makan itu identik dengan tempat yang instagramable. Ketika hati gundah dan ingin menghibur hati, apa lagi sih obatnya selain makanan enak dan resto yang kece untuk berfoto ria. *iya, aku emang sereceh itu πŸ˜ƒ


Silakan intip artikelku saat soft opening Verve Bistro n Coffee Bar.





Dimana lagi bisa menikmati senja, sambil nyeruput minuman hangat, ngobrol bareng teman dan orang tercinta, sembari memandang indahnya Kota Semarang dari ketinggian. Dari lokasi out door di Verve Bistro & Coffee Bar kita bisa menyaksikan cantiknya Lawang Sewu saat petang menjelang.

Verve terletak di dalam lokasi DP Mall, tepatnya menjadi bagian dari Rooms Inc., salah satu hotel bintang tiga yang ada di pusat kota, yaitu di Jl. Pemuda. Bersanding dengan berbagai gedung lainnya yang berada searea dengan Balai Kota, Verve menjadi pilihan yang tepat untuk mereka yang bekerja di seputaran Jl. Pemuda.










Menu di Verve sangat beragam, mulai dari yang bercita rasa Indonesia sampai dengan European style. Tinggal pilih mana yang disuka.

Paling enak kesini tuh kalau menurutku saat ingin nongkrong berlama-lama dengan teman. Atau ada kerjaan yang harus diselesaikan yang membutuhkan koneksi internet. Pesan makanan dan minuman lalu ngetik asyik sendirian pun bisa dilakukan di Verve.

Dan yang paling menyenangkan, mushola yang ada di Verve ini sangat luas dan bersih. Tak perlu kesulitan saat harus berjam-jam ada di sana dan melalui beberapa waktu sholat.



4. PRINGSEWU KOTA LAMA




Bagi teman-teman yang terbiasa melakukan perjalanan di sepanjang Pantai Utara Jawa tentu sudah tak asing dengan nama resto yang satu ini. Ya, Pringsewu tersebar di sepanjang pantura.

Namun apa yang dihadirkan Pringsewu di Semarang ini rupanya memiliki konsep dan target yang berbeda. Lokasi Pringsewu yang ada di Kota Lama, tepatnya di Jl. Suari, amat mendukung para penikmat kuliner yang juga ingin sekalian menikmati syahdunya suasana Kota Lama di malam hari.

Buka mulai pagi hingga malam, Pringsewu memanjakan lidah kita dengan aneka hidangan yang menurutku lebih condong ke masakan Sunda.

Baca juga : Pringsewu Semarang




Berbagai olahan gurame, udang, dan cumi hadir dengan aneka bumbu yang mantap. Ada yang saus manis, saus padang ataupun goreng tepung. Variasi sayurnya pun beragam. Belum lagi tambahan camilan seperti tempe dan tahu kemul, uwwwhhh... ini favoritku. 😍

Pengin upload ke instagram?




Bisa bangeeett... Pringsewu mengubah bekas bangunan Oei Tiong Ham yang khas dengan ciri bangunan kuno buatan Belanda menjadi resto keluarga. Berbagai sudut yang ada di Pringsewu bisa digunakan untuk berfoto. Mulai dari bagian dalam hingga di balkon lantai 2.



5. Loffle Pop Up Dessert


Nah kalau yang satu ini pantes banget dijadikan tempat 'jagongan' alias nongkrongnya anak-anak muda. Liat deh ini para wanita muda yang sedang hang out together :




Kami masih muda kinyis-kinyis kaaann....  *disambit cheese tea

Bagi yang ingin menikmati minuman kekinian berwujud cheese tea, pas banget nih jika memilih Loffle Pop Up Dessert. Di sana tersedia berbagai varian cheese tea dan juga dessert sehat.

Bagi yang sedang ingin detox, bisa banget memilih dessert sehat di Loffle ini.

Please see also : Menikmati Segelas Koka Cheese Tea


Anmitsu Boba, price : IDR 19k

Salah satu pilihan dessert yang ada di Loffle adalah Anmitsu Boba. Anmitsu merupakan dessert khas Jepang yang disajikan dengan pilihan rasa es krim matcha, ogura atau vanila.

Isian anmitsu ini terdiri dari anko (kacang merah), jelly buah, mango custard, kiwi, buah naga, pisang, longan/popping boba (pilih salah satu), lalu disajikan dengan sirup karamel dan es krim.

Suegerrr yaaa... Cuzz aja langsung ke Jl. Pleburan Barat 10 Semarang. Silakan pilih menu cheese tea dan dessert sesuai selera.



Gimana, menarik kan 5 tempat makan favorit di Semarang yang kutuliskan di atas. Bagi teman-teman yang tinggal di luar kota, suatu saat jika berkunjung ke Semarang boleh coba salah satu dari tempat di atas. Atau mau nyobain semua ya boleh.

Read More »

25 November 2018

5 Fakta tentang Diri Sendiri a la Uniek Kaswarganti



Paling enak tuh menilai orang lain, gampang.

Tuh, betul nggak, Kawan? Seperti yang ada di dalam peribahasa "Kuman di seberang lautan terlihat, gajah di pelupuk mata tak nampak." 

Iya aja, matanya diambrukin gajah siiihh... πŸ˜€ 

Peribahasa tadi memang lebih cenderung ke penafsiran tentang seseorang yang selalu bisa melihat kesalahan orang lain. Sedangkan ketika diri sendiri melakukan kesalahan, ribuan kalimat yang mencoba mengoreksi diri sepertinya tak didengar. 

Rules number one : diri sendiri tak pernah salah. Rules number two : jika diri sendiri dianggap bersalah, lihat rules number one. *hempaskaaaannn...


Setali tiga uang nih dengan hal di atas, paling sulit rasanya ketika ditanya fakta tentang diri sendiri. Penginnya sih ngaku-ngaku kembarannya Catherine Zeta Jones. Tapi kan bohong yeee...

Seringnya kupikir lebih banyak hal negatif yang ada di dalam diriku. But you know what, apa yang kita katakan pada diri sendiri bakalan terjadi karena kita sendiri percaya hal itu memang pantas terjadi pada diri kita sendiri.

Jadi aku mau mencoba menyebutkan 5 hal yang menjadi penanda diri seorang Uniek Kaswarganti. Semoga benar adanya dan tidak menjadi ketakaburan sesaat.


1. GEMAR NGOBROL & BERKUMPUL


Paling gampang memang menyebutkan fakta diri yang satu ini. Semua orang yang berada di lingkunganku paham betul kalau aku sudah ngomong, sepertinya tak ada yang bisa menghentikan kecuali diriku sendiri plus Adam Levine lewat di depan mata


Reuni Perak barengan teman-teman kuliah

Apalagi kalau diajakin reunian dan gathering, woooo... numero uno deh. Cepet-cepet pengin segera berangkat kalau yang satu ini. Jika tidak terkendala pekerjaan dan urusan keluarga, biasanya aku bakalan ada di antara sosok tubuh teman-temanku. Entah nyempil ataupun menuh-menuhin frame, pokoknya harus selalu ada diriku. 😎



2. HOBI POSTCROSSING


Apa itu postcrossing?

Postcrossing merupakan proyek online tukar-menukar kartu pos di seluruh dunia. Founder proyek ini adalah Paulo Magalhaes yang berkebangsaan Portugis. Postcrossing diawali pada 14 Juli 2005, berawal dari kegemaran Paulo menerima kartu pos dari negara lain.

Skema postcrossing itu diawali dengan permintaan alamat seseorang di sistem yang dibuat oleh Paulo. Setelah seseorang mengirim kartu pos tersebut dan telah diterima oleh nama dengan alamat yang tertera tadi, maka secara random sistem Postcrossing akan memberikan alamat si pengirim tadi ke orang lain.

Jadi bukan si penerima kartu pos yang mengirimkan balasan kartu pos, justru orang lain yang sama sekali belum pernah berhubungan dengan si pengirim. Surprise menyenangkan seperti inilah yang diharapkan oleh Paulo Magalhaes dapat dialami oleh semua penggemar kartu pos.




Aku sendiri baru mulai gabung dengan Postcrossing tahun 2013 dan kartu pos pertamaku terkirim pada tanggal 14 November 2013. Setelah beberapa kali mengirim dan menerima kartu pos dari luar negeri, aku jadi makin ketagihan dan ketagihan terus.

Akhirnya aku gabung juga di beberapa platform tukar menukar kartu pos. Bahkan yang tanpa sistem sekalipun alias direct swap juga kulakukan. Bermodal kepercayaan saja, aku dan beberapa penikmat tukar menukar kartu pos ini saling berkirim satu sama lain.

Sepertinya hobi yang kekunoan sekali ya? Tapi yang namanya bahagia itu memang aneh-aneh saja sumbernya. Bahagiaku saat ini adalah setiap kali ada teman yang pergi ke luar negeri, ada yang selalu ingat untuk mengirimkan kartu pos untukku dari sana langsung. Entah dia sedang tugas dinas, jalan-jalan atau memang tinggal sementara waktu di luar negeri.


Kartu pos dari Spain

Pernah bahagia luar biasa saat menerima kartu pos dengan gambar Bilbao Town Hall. Ternyata beberapa waktu kemudian saat aku membaca novel karya Dan Brown, gedung ini menjadi salah satu setting tempat novel tersebut.

Wacana baru bisa timbul dari mana saja kaaann... termasuk dari sepucuk kartu pos. Tempat-tempat di belahan bumi lain, yang sama sekali belum pernah kudatangi, bisa kulihat dan kupelajari dari ratusan kartu pos yang telah kuterima dari para penggemar postcard swap ini.


3. BIKIN FOTO TERBALIK


Seiring dengan kegemaran yang suka aneh-aneh itu, aku jadi gemar membuat foto terbalik ketika membuat review buku. Teman-teman bisa intip blog bukuku World on Words yang isinya beberapa review buku, film dan iklan.

Coba perhatikan, nemu yang kayak gini gak?









Apa sih alasanku membuat foto cover buku seperti ini?

LUCU AJA. Sesimple itu. πŸ˜‰



4. GEMAR NOVEL THRILLER


Berawal dari kegemaran membaca novel thriller karya S. Mara Gd di masa remaja dulu, maka ketika masuk bangku kuliah, novel bergenre sejenis pun tetap menjadi favoritku. Jika orang lain beranggapan membaca novel itu kudu rileks, beda banget dengan diriku.

Bagi yang belum tau siapa S. Mara Gd., ini ya kubagi foto beberapa buku karya beliau.


Novel karya S. Mara Gd., sumber : bukalapak


Jiwa kepo yang meluap-luap kusalurkan dengan cara menebak ending cerita dari novel thriller (dulu kan belum ada akun lambe-lambean, jadi ya keponya kudu nemu saluran yang tepat). Siapa saja yang kira-kira layak jadi tersangka, apa saja alasan yang dimiliki tiap tokoh di novel thriller untuk melakukan tindak kejahatan, dan yang sejenisnya gitu deh.

Bahkan dulu saking gemarnya menebak siapa penjahatnya dalam novel S. Mara Gd, aku sampai sempat kepikiran pengin kuliah di Kriminologi. Nah, gimana mau beneran kuliah di sana (pada masa itu yang punya Kriminologi baru Universitas Indonesia) padahal menginjakkan kaki di ibu kota saja takutnya setengah mati. Gaya doang digedein. 😊

Setelah masuk bangku kuliah dan Tante S. Mara Gd. sudah tidak ada novel baru lagi, mulailah aku melirik karya-karya penulis luar negeri. John Grisham merupakan favoritku hingga kini. Hampir semua novel karya Grisham sudah bertengger di rak bukuku. Bahkan dulu ketika calon suamiku tau aku gemar novel Grisham, aku dibelikan beberapa novel tersebut. Yeayyy...



5. SUKA DIFOTO


Laaahh...kalau yang satu ini sih siapa yang enggak mengalami sih ya? Kayaknya semua orang suka difoto. Hanya sebagian kecil saja orang yang memang tidak suka difoto atau justru lebih suka memotret daripada dipotret.




Setiap kali berada di tempat baru, atau sedang menemukan spot menarik di suatu tempat, bawaanya pengin buru-buru mengabadikan momen tersebut. Tentu saja yang ada akunya laahh di dalam foto itu. πŸ˜€

Kebangetan deh buuuu hawa narsisnya. Setiap kali eksyen untuk foto gitu sepertinya jadi lupa usia hahahaa....



Beklah, itu tadi 5 fakta tentang diriku. Bisa jadi hal-hal tadi enggak penting, namun semoga dari salah satu kesukaanku tadi ada yang menambah wawasan teman-teman semua.

Boleh aku tau 1 fakta paling valid tentang dirimu, teman? Share dooonkk di kolom komen. Tingkiuuuu....

Read More »

24 November 2018

Personal Branding di Media Sosial

menciptakan personal branding melalui media sosial


Seperti apa sih citra diri yang ingin kita sajikan di media sosial?

Sudah bukan rahasia lagi ya jika kita bicara tentang media sosial, kita bakalan berpikir postingan seperti apa yang ingin kita tampilkan di sana. Berbagai akun media sosial kita miliki dan bisa menjadi perantara diri kita dengan orang lain yang membaca dan mengikuti akun tersebut.

Banyaknya follower atau friend, atau bahkan seberapa banyak postinganmu mendapatkan Like atau Comment, kerap kali kita jadikan tolak ukur keberhasilan kita bermedia sosial. Benarkah jika kita berpikir seperti itu?


Seperti layaknya perusahaan yang ingin memposisikan produk barang atau jasanya di media sosial, diri kita pribadi pun tak luput dari apa yang dinamakan sebagai personal branding. Jika kita pernah menyadari ada salah satu produk dengan tagline "Apapun makanannya, minumnya XxxXxxxxXxxxx", lalu kemudian kita secara tidak sadar memosisikan produk tersebut sebagai minuman yang menyegarkan di segala suasana, maka branding dari produk tersebut telah kuat menancap di benak kita.

Pernahkah kita mencoba menggali lebih jauh, seberapa kuat personal branding yang ada pada diri kita di media sosial?

Saat seseorang memiliki preferensi tertentu terhadap suatu produk, rata-rata 90% dari mereka memilih untuk mencoba produk tersebut berdasarkan informasi dari orang-orang yang mereka kenal dan percayai. Hal yang sama juga berlaku untuk membangun personal branding. 

Membangun keterkaitan diri kita dengan teman ataupun follower merupakan satu hal yang pantas mendapatkan perhatian khusus. Meskipun kita bebas posting apa saja di media sosial, kita tak bisa melupakan bahwa kepercayaan seseorang terhadap diri kita pun bukan hal yang serta merta bisa didapatkan dalam sekejap.

Selama ini teman-teman telah merasa dikenal sebagai seseorang yang bagaimana sih? Lucu, geek, perfeksionis, nyinyir, modis, atau apa?

Banyak yang mengatakan bahwa apa yang tampil di media sosial belum tentu benar. Seseorang bisa menjadi se-fake yang dia inginkan, dengan cara apapun.

Nah, sebagai blogger, tentu saja secara pribadi aku tidak ingin menjadi sosok fake yang tampil serba sempurna dan ingin dikagumi. Justru dengan keunikan ataupun ciri khas tertentu, kita bisa diingat oleh orang lain. Blogger antagonis misalnya. *duuuuhh.... πŸ˜‚πŸ˜


personal branding melalui media sosial
personal branding, pic source : digitalmarketinginstitute.com

Yuk kita perhatikan, sudahkah kita melakukan hal-hal di bawah ini untuk memastikan personal branding kita sudah tercipta di dunia online :


Tunjukkan Kelebihanmu


Seseorang tentunya memiliki kelebihan di hal-hal tertentu, sekecil apapun itu. Kepercayaan diri harus dibentuk terkait dengan hal tersebut. Seorang blogger bisa jadi dikenal dengan ciri khas tulisannya. Atau bisa jadi dia telah mengusung tagline tertentu pada blognya, yang kemudian membuat orang lain teringat selalu padanya.

Semakin unik dan menarik postingan yang kita unggah di sosial media, maka teman ataupun follower kita akan berpikir jika kita lah leader di hal-hal tersebut. Misalnya ketika teringat pada seorang blogger, maka yang terlintas di benak kita dia itu adalah pakarnya review film Korea, atau bisa jadi dia seorang blogger yang gemar menulis resep makanan rumahan yang simpel dan kekinian. Atau bahkan kita teringat sekali tentang aneka permainan anak jika terkait dengan diri seseorang.



Pilih Media Sosial yang Tepat


Saat ini kita tinggal pilih mana saja media sosial yang ingin kita gunakan untuk posting berbagai konten yang telah kita buat. Kita bisa memilih beberapa yang memang tepat sasaran.


personal branding di media sosial


Jujur saja ya, mainan media sosial yang hanya facebook, twitter dan instagram saja sudah ngos-ngosan rasanya. Menjaga sinergi ketiga sosial media itu rasanya tak ada habisnya.

Menciptakan personal branding di media sosial tak sekedar diukur dari pencapaian like maupun engagement. Justru paling utama faktor dari dalam diri kita sendiri. Ingin seperti apa sih image diri kita pribadi dipahami oleh orang lain.



Konsisten Posting di Media Sosial


Pernahkah mengalami kondisi yang mengharuskan kita dalam sehari posting sampai berkali-kali? Atau malah sebaliknya, dalam beberapa hari tidak ada ide sama sekali untuk update media sosial.

Yeah, itu gue banget. 😁

Saking penginnya feed instagram yang rapi, kadang-kadang bingung sendiri mau unggah foto yang mana. Maunya sih dalam sebaris unggahan, ada 3 foto yang senada agar feed tampak kece. Apa daya ya, kadang kemampuan mentok, berbanding terbalik dengan kemauan.

Konsistensi dalam mengunggah sesuatu ke media sosial akan berpengaruh terhadap engagement kita. Namun perlu diingat, posting berlebihan pun juga bisa mengganggu. Idealnya sih dalam seminggu posting 3 hingga 4 kali. (sumber : digitalmarketinginstitute.com).



Mengunggah Konten yang Bervariasi


Ada kalanya mengunggah konten yang setema dalam kurun waktu tertentu membuat kita suka 'kepleset' memaparkan hal-hal yang terlalu personal dalam diri kita. Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak usah sungkan membuat konten yang bersumber dari orang lain.

Ide bisa datang dari mana pun, termasuk dari postingan orang lain. Selama kita bisa mengolah ide tersebut dan menjadikan postingan yang berbeda, rasanya tak ada larangan untuk kita melakukannya. Memperkaya wacana bisa dilakukan dengan sumber apapun. Justru dengan membuat konten yang berbeda dari yang biasa kita unggah tersebut akan membangkitkan keingintauan orang lain.



Menciptakan Image Positif


Disadari ataupun tidak, ketika apa yang kita unggah nyerempet ke permasalahan rasial, agama, etnis maupun politik, berbagai efek yang tidak diinginkan bisa saja muncul. Padahal kita bermedia sosial itu kan inginnya sharing sesuatu yang menyenangkan untuk diri sendiri, atau kalau bisa sih sekaligus bermanfaat untuk orang lain.

Postingan nyinyir terhadap golongan tertentu akan membuat teman dan follower kita jengah. Pernahkah teman-teman merasakan hal tersebut?

Aku jadi teringat pada fenomena unfriend dan unfollow yang pernah terjadi di kurun waktu tertentu. Terutama saat kondisi politik memanas. Duuuhh.. yang tadinya teman baik bisa jadi menjauh.

Ah, yang penting hubungan pertemanan di dunia nyata tidak sepanas di media sosial. Begitu yang pernah terucap dan menjadi pembenaran dari kondisi di atas. Namun menurutku, kini batas pemahaman karakter seseorang antara di dunia maya dan nyata sudah makin menipis. Orang makin bias ketika menafsirkan sesuatu yang kita unggah di media sosial.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu ingat, ketika mengunggah sesuatu di media sosial, sampaikan hal-hal yang positif. Sudah terlalu banyak hoax dan ujaran kebencian yang muncul setiap harinya di dunia maya. Salah satu kontribusi kita ya melalui postingan di media sosial yang positif.





Berinteraksi di Media Sosial


Salah satu yang dapat membantu terciptanya personal branding kita di media sosial adalah kecenderungan untuk berperilaku yang baik. Tak hanya di dunia nyata saja, di dunia maya pun tipe interaksi kita dengan teman dan follower akan menentukan personal branding kita.

Saat mengunggah sesuatu di akun media sosial yang kita miliki, sesekali ajukan pertanyaan juga kepada follower. Biarkan mereka menyampaikan pendapat tentang sesuatu yang kita jadikan pemantik komunikasi dua arah.

Alangkah nikmatnya jika kita tak hanya bisa berteman secara nyata saja. Berteman di dunia maya pun juga penting. Dengan berkomunikasi dua arah ini maka engagement dan personal branding kita akan perlahan-lahan terpatri di benak orang lain.

Begitu pun ketika ada teman kita yang sharing sesuatu hal dan dia butuh pendapat dari orang lain. Komen dan sampaikan pendapat kita. Kalau hanya dibatin saja kan teman kita itu tidak mendapat masukan yang positif dari orang-orang yang ada di dalam jejaring pertemanan media sosial.



Kira-kira adakah yang bisa ditambahkan lagi selain poin-poin di atas tadi terkait dengan personal branding di media sosial? Silakan sharing pendapatmu di kolom komentar, Kawan. Terima kasih.



Sumber bacaan : 

  • https://digitalmarketinginstitute.com/blog/2017-11-09-10-steps-to-building-your-personal-brand-on-social-media
  • https://www.forbes.com/sites/sujanpatel/2016/11/12/9-ways-to-use-social-media-to-build-your-personal-brand/
  • https://medium.com/swlh/personal-branding-101-on-social-media-3bccab81dc83
Read More »

23 November 2018

Blogger Juga Perlu Berjejaring



Apa yang selanjutnya akan dilakukan ketika tulisan sudah tayang di blog? Biarkan saja dia menemukan jodohnya gitu?

Beberapa orang menyatakan pendapat bahwa masing-masing tulisan memiliki jodohnya sendiri. Setiap tema artikel yang tersaji di blog kita akan ditemukan orang lain yang membutuhkan, sesuai dengan selera dan kebutuhan orang mendapatkan informasi yang terkait dengan artikel yang ditulis oleh blogger.

Pada kenyataannya, apakah seideal itu?

Saat awal ngeblog dulu, adakah yang mengalami hal yang sama denganku, merasa merana ketika tidak ada yang membaca blog kita sama sekali? Rasanya sudah susah-susah menulis kok ya enggak ada yang baca. Sungguh dunia itu tidak adil. *lebay

Sempat terpikir jangan-jangan memang tulisan yang kutayangkan di blog itu nggak ada gunanya ya. Hiks... jadi semacam curcolan aja yang tiada bertepi nasib tulisanku itu.

Lalu aku sadar, sebenarnya tak perlu sengoyo itu agar blog bisa dibaca oleh orang lain. Alasan dulu ngeblog kan juga untuk mengeluarkan berbagai ganjalan hati. Ketika hati sudah enggak ngganjel lagi, paling tidak satu alasan ngeblogku sudah menemukan jawabannya.

Yang perlu dilakukan berikutnya adalah menikmati proses ngeblog itu sendiri. Mulai dari mencari ide, mengolahnya ke dalam pikiran, menuangkan dalam bentuk barisan kalimat dan membagikan tulisan tersebut untuk umum.

Proses membagikan tulisan inilah yang semestinya dilakukan dengan cara menyenangkan. Menurutku, ngeblog itu paling asyik dilakukan barengan teman. Saat berkumpul dengan sesama blogger, rasanya hati jadi riang gembira. Ada penyemangat diri untuk terus aktif menulis ketika ada blogger lain yang menceritakan prestasi ngeblognya.




Memiliki teman online itu tak kalah pentingnya dengan memiliki teman offline. Kita jadi bisa terhubung dengan banyak orang dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan mungkin juga orang dari benua lain melalui pertemanan online. Berbagai kesempatan bisa saja hadir kala kita berjejaring.

Blogger tak sekedar update blog lalu merasa tak perlu melakukan apa-apa lagi. Banyak hal pendukung lainnya yang bisa dilakukan untuk melengkapi aktivitas ngeblog tersebut.

Berbagi informasi ataupun gambar melalui sosial media bisa menjadi sarana pendukung eksistensi online seorang blogger. Dan berjejaring merupakan kebutuhan tak terelakkan untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang.

Apa saja yang bisa dilakukan agar mendapatkan supporting system untuk aktivitas ngeblog kita?

Menjadi anggota komunitas blogger merupakan hal pertama yang bisa dilakukan. Melihat orang lain rajin mengisi blognya, kita bisa ikutan terpacu untuk melakukan hal yang sama. Begitu juga ketika kita tau betapa berkembangnya dunia sosial media dari teman dan orang-orang di sekitar kita. Kita jadi tau bahwa ngeblog itu ya sepaket dengan kehidupan bersosial media.

Bergabung dengan jaringan yang bisa menghubungkan kita dengan banyak orang menjadi pilihan yang tak terelakkan. Itulah mengapa aku memilih bergabung dengan Blogger Perempuan Network (BPN). BPN bukan berbentuk komunitas, namun lebih tepatnya disebut badan usaha yang menyajikan platform berjejaring secara profesional.

Seingatku, sejak pertama kali BPN berdiri tahun 2015, aku sudah langsung bergabung. Seperti yang telah kulakukan di tahun-tahun sebelumnya, setiap ada kesempatan untuk menambah jejaring, aku akan dengan bahagia bergabung ke dalam komunitas atau platform.

Selalu terhubung dengan banyak orang, ya... Itulah sebenarnya alasanku ketika memutuskan bergabung dengan organisasi, komunitas, platform atau apa pun. Nah, teman-teman punya alasan apa ketika bergabung dengan BPN?
Read More »