30 April 2022

Dispepsia Saat Puasa dan Lebaran? No Way

 
Pernah nggak sih teman-teman muslim yang menjalankan puasa, selepas berbuka atau sahur akan mengalami sensasi tidak enak di perut? Kayak perih, mual dan seperti ada yang menekan di ulu hati?


Kalau aku sih langganan banget merasakan hal ini, kupikir ya udah biasa aja terjadi di saat puasa. Namanya perut habis kosong terus dihajar aneka makanan, pasti akan muncul sensasi kurang nyaman seperti itu.

Ternyata, rasa tidak nyaman di lambung yang timbul selama bulan puasa ini tidak bisa disepelekan loh. Kita semua harus paham apa sebabnya dan bagaimana cara mengatasinya. Bisa jadi rasa mual, begah, perih dan serentetan sensasi tidak nyaman di lambung kita itu termasuk Dispepsia.

Wah, apa tuh yang dimaksud dengan Dispepsia?




Penyebab Dispepsia di Saat Puasa


Dispepsia adalah gangguan saluran pencernaan bagian atas yang ditandai dengan munculnya rasa tidak nyaman. Biasanya rasa tidak nyaman ini disertai dengan gejala-gejala perut terasa penuh saat makan, kembung, cepat kenyang,  mual, muntah, nyeri, bersendawa, hingga dada terasa panas.

Kok kayak deskripsi sakit maag ya?

Sebenarnya sakit maag itu hanya bahasa orang awam saja karena maag bukanlah penyakit. Maag atau dispepsia merujuk pada tanda-tanda gangguan di saluran cerna, sedangkan berbagai penyakit yang muncul di sini beragam jenisnya, di antaranya gerd dan tukak lambung. Untuk lebih detailnya terkait penyakit tersebut harus berkonsultasi dulu dengan dokter yaaaa... Tidak bisa langsung menyimpulkan sendiri.

Nah, dari definisi dispepsia tadi, kira-kira ada nggak sih dari kalian yang pernah merasakan gangguan saluran cerna tadi?

Jika ada yang pernah mengalaminya seperti diriku, jangan toss duluuuu... Enggak nyaman banget lah ketika mengalaminya. Kita perlu mencari tahu, apa penyebab dispepsia.

Alhamdulillah, bisa mendapatkan pencerahan terkait dispepsia ini melalui instagram live session yang diselenggarakan oleh @enzyplex.indonesia dan @idfoodblogger pada tanggal 24 April yang lalu. Aneka pengetahuan bermanfaat kudapatkan dari narasumber yang berkompeten yang dihadirkan pada acara tersebut. 



Hadir sebagai narasumber, Dr. Jeff yang merupakan seorang dokter spesialis penyakit dalam di Siloam Hospital Kebon Jeruk Jakarta. Saat pertama kali beliau muncul, bikin daku sedikit gagal fokus boooo... Nih kalau dokternya pada kayak Dr. Jeff bakalan lekas sembuh deh hehehee...

Nah, dari Dr. Jeff inilah aku jadi tahu bahwa kecenderungan munculnya dispepsia disebabkan oleh 2 faktor:



Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa selama bulan Ramadan, produksi zat-zat di lambung seperti asam lambung mengalami peningkatan. Bagi orang-orang yang memiliki riwayat sakit lambung tentunya akan rentan untuk kambuh dengan gejala-gejala dispepsianya. 

Asam lambung yang meningkat bisa merusak enzim-enzim pencernaan yang ada di tubuh kita. Akibatnya akan terjadi kekurangan enzim pencernaan sementara. Hal inlah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gejala-gejala dispepsia.

Adapun penyebab dispepsia yang kedua adalah kebiasaan makan yang selama ini kita lakukan. Di sini lebih ditekankan pada kebiasaan makan yang buruk seperti terburu-buru, makan sambil jalan, serta waktu makan yang tidak teratur. 

Not to mention nih pilihan komposisi makanan yang masuk ke dalam perut terutama saat berbuka puasa. Semua yang ada rasanya ingin dicicipi untuk mengobati rasa lapar yang kita rasakan setelah seharian berpuasa. Komposisi dan nutrisi dari makanan ini bisa menjadi salah satu penyebab dispepsia, khususnya ketika kita makan asal-asalan saja. Yang penting enak dan kenyang.

Coba sini kutanya yaaa... di saat menjalankan puasa biasanya apa saja yang teman-teman konsumsi untuk berbuka maupun sahur?

Di bawah ini bakalan kutulis beberapa jenis makanan yang menjadi favoritku.


GORENGAN

dispepsia


Terus terang saja kalau di keluargaku setiap kali buka puasa selalu ada gorengan yang terhidang, entah itu hasil dari beli ataupun bikin sendiri. Biasanya setelah membatalkan puasa dengan air dan 3 biji kurma, mendoan lah yang jadi favorit keluarga. Tidak bosan-bosannya suami dan anak-anak minta dibuatkan gorengan yang satu ini. Yang bikin aja udah bosan, kok yang makan enggak bosan yaaa... πŸ˜‚πŸ˜‚

Bukannya gimana-gimana sih, rasanya kalau tiap hari bebikinan jajanan untuk iftar/buka puasa dengan jenis makanan yang sama kan gimana gitu ya rasanya. Berhubung yang hendak menyantap sudah menunjukkan kecenderungan suka dengan mendoan, bike laaahh... sebagai ibu sih daku ya ngikutin aja apa maunya para anggota keluarga tercinta ini.

Jadi tuh stok tempe, tepung terigu dan daun bawang selalu ada di lemari es. Itulah, kadang-kadang resah juga, ini perut suami dan anak-anak kok kemasukan terigu melulu. Plus harus bersinggungan dengan minyak goreng dengan panas tinggi. Namanya juga mendoan, prosesnya kan harus digoreng ya. Gorengnya pun lebih mantap kalau pake minyak dibandingkan dengan menggunakan air fryer. Dah lah, memang kalau sudah pengeyelan rasanya susah untuk mengubah tabiat hehehee...

Selain mendoan, kadang-kadang bikin juga tahu kriyuk dan bakwan sayur. Lagi-lagi kombinasi tepung terigu dan minyak goreng ya. Kuatkan dirimu, wahai perut....



KOLAK

Aneka jenis minuman pembuka puasa saat ini mudah banget didapatkan di para penjual jajanan, mulai dari es buah, jus hingga kolak. Biasanya kalau di lapak penjual buka puasa, kolak yang dijual tuh yang jenis bening tanpa menggunakan santan.

Beda ceritanya kalau masak sendiri di rumah. Entah itu berbahan dasar pisang, singkong maupun labu, kolak selalu dimasak dengan menggunakan santan. Paduan santan dan gula aren yang digunakan untuk membuat kolak sungguh menebarkan aroma yang cihuy, apalagi kalau ditambahkan daun pandan dan kayu manis di dalamnya. Itu mertua lewat bakalan ga tau deeehh.... (iya aja mertua enggak tinggal serumah).

Nah, di rumahku tuh kadang kolak ditambahi juga dengan tape singkong. Lengkap sudah yaa perjuangan perut untuk menerima gelontoran santan, manisnya gula dan asamnya tape. 



SUKI KUAH TOM YUM

Setelah menyantap minuman dan cemilan, biasanya sih aku bakalan memberikan jeda sejenak bagi perut. Selepas sholat Isya dan Tarawih baru deh makan malam. 

Beda lagi ceritanya kalau sedang diajakin buka bersama. Setelah sholat Magrib langsung aja deh hajar makan aneka menu yang dihidangkan, terutama ketika bukbernya di tempat yang menyediakan menu all you can eat.

dispepsia

Paling favorit tuh makan yang berkuah-kuah, bakalan seger banget gitu kaaann... suki dengan kuah tom yum bisa jadi salah satu alternatif ketika sedang menikmati menu all you can eat. Ada sayuran dan protein hewani maupun nabati yang masuk ke dalamnya. Ketika bercampur dengan kuah tom yum yang panas, asam dan pedas, uhhmm... mantap banget deh. Indera pengecap terasa dimanjakan luar biasa.



Melindungi Saluran Pencernaan Saat Puasa dan Lebaran dengan Suplementasi Enzim


Dari beberapa jenis hidangan favoritku tadi, rata-rata kok mengandung lemak (gorengan dan santan), asam dan pedas yaaa... Padahal oleh Dr. Jeff sudah disarankan loh untuk mengonsumsi makanan secara bertahap ketika sedang berbuka puasa.

Untuk berbuka puasa, disarankan menyantap makanan manis seperti kurma, kolak dan koktail buah sebanyak satu porsi agar kadar glukosa darah tak tiba-tiba melonjak naik melebihi seharusnya. Makannya pun dalam porsi kecil ya, tidak langsung habis bermangkok-mangkok gitu. 

Baru deh setelah menjalankan ibadah shalat Magrib, kita menyantap makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sedikit minyak, ditambah sayur dan buah. 

Langsung deh merasa bersalah ketika pembahasan masuk pada bagian ini. Huhuuu... berapa banyak kalori yang masuk deh kalau pas ikutan buka bersama gitu. Padahal enak-enak kan ya hidangannya.

Dr. Jeff tidak melarang kita mencoba berbagai menu buka puasa, hanya saja disarankan untuk mengonsumsinya secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan perut kita. Jangan sampai memaksakan harus makan semua jenis hanya karena 'eman-eman'. Bisa-bisa kita malah mengalami dispepsia. 

Belum lagi saat merayakan Idul Fitri, aneka menu menggoyang lidah khas sajian Lebaran bakalan terhidang. Mana bisa kita melewatkan opor ayam, sambal goreng hati, ketupat sayur, soto daging dan beberapa jenis masakan lainnya yang rata-rata gurih penuh santan dan protein hewani.


Santap lebaran bersama keluarga tercinta


Seperti ini nih saat diriku menikmati saat-saat berkumpul dengan keluarga besar, aneka hidangan lezat menggugah selera hadir. Yaaa namanya juga saat istimewa, sudah 2 tahun keluarga besar kami tidak berkumpul gara-gara pandemi. 

Oleh karena itu, seru banget deh ketika ngumpul gini, menikmati makanan khusus edisi lebaran seperti opor dan sambal goreng. Ditambah juga ada nasi kuning dan bakso.




Nasi kuning ada santannya, begitu juga dengan opor dan sambal goreng. Gurih gurih nyooyyy ya gaeess... Nah kalau bakso sih seger banget, cucok untuk disantap oleh bocil-bocil yang tidak begitu suka makanan gurih bersantan. Tapi kalau untuk orang dewasa ataupun anggota keluarga yang sudah remaja, baksonya bakalan dinikmati bersama sambal. Huhaahh... panas dan pedas itu joozzz banget deh. 

Belum lagi habis itu masih lanjut berjumpa dengan teman-teman sekolah dulu. Kali ini banyak dari mereka yang mudik, kesempatan yang sangat berharga nih untuk ngumpul bersama mereka. 




Namanya emak-emak ngumpul gini yaaa.. pasti dong tidak ketinggalan rumpi cantik sembari menikmati hidangan yang asoy geboy. Ada steak daging, ayam, ikan, kudapan manis dan tak ketinggalan jajanan gorengan seperti ini :

Gorengan is the best laaah...

Pulang ke Semarang tentu ga afdol ya kan kalau tidak menikmati lunpia. Kulitnya yang digoreng jadi kriyuk itu membuatnya makin terasa gurih. Urraaa.... gorengan la la laaa... 😁

Gempuran makanan berminyak, berlemak, asam dan pedas inilah yang kemudian memicu kurangnya enzim pencernaan untuk mengolah berbagai jenis makanan tadi. Lalu gimana dong?

Ada beberapa saran yang disampaikan oleh Dr. Jeff terkait kesehatan saluran cerna ini. Yuk simak di bawah ini:
  1. Penuhi kebutuhan enzim pencernaan dengan Suplementasi Enzim Pencernaan yang dikonsumsi saat makan berbuka dan saat makan sahur. Saat bersantap rayakan Lebaran bisa juga loh hal ini diterapkan.
  2. Terapkan pola kebiasaan makan yang baik. Makanlah secara perlahan-lahan, tidak terburu-buru dan lakukan sesuai jam makan yaaa... Pilihlah komposisi makanan dan nutrisi yang tepat, ada karbohidrat, protein, sedikit lemak, sayur, buah dan air putih yang cukup. 
  3. Bagi pemilik riwayat sakit lambung, silakan berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan panduan untuk menjalankan puasa dengan lancar.

Sesuai dengan saran Dr. Jeff di poin pertama, mengonsumsi suplementasi enzim pencernaan bisa menjadi solusi atas gangguan pencernaan yang menyerang kita saat puasa dan lebaran. Saat ini sudah ada suplemen enzim bernama New Enzyplex yang bisa didapatkan secara offline di apotik, bisa juga dibeli secara online



Mengapa harus New Enzyplex?

Suplemen Enzim Pencernaan yang efektif sudah selayaknya memiliki komposisi yang mengandung 3 enzim pencernaan utama, yaitu:
  1. Amylase 
  2. Protease 
  3. Lipase 
New Enzyplex memiliki keunggulan, selain ketiga enzim pencernaan utama tadi, terdapat juga:
  • Asam Deoksikolat yang membantu enzim Lipase mencerna lemak
  • Dimethylpolysiloxane sebagai anti kembung 
  • Vitamin B kompleks yang membantu kerja enzim. 

Suplemen Enzim Pencernaan ini telah terbukti selama lebih dari 30 tahun di pasar Indonesia, efektif dan aman digunakan untuk memenuhi kebutuhan enzim pencernaan dan membantu mencegah serta mengatasi berbagai gejala-gejala Dispepsia.

New Enzyplex bisa dikonsumsi saat makan ataupun setelah makan. Suplemen enzim akan bekerja optimal ketika ada makanan di dalam lambung. Suplemen tersebut akan membantu kerja lambung ketika harus mencerna segala macam makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Bagi para penggemar kuliner, kehadiran New Enzyplex ini jelas sangat membantu aktivitas mencicip segala macam hidangan. Nah, saat puasa dan lebaran wajib banget nih sedia New Enzyplex. 

Aneka hidangan lezat yang tersaji bisa tetap kita konsumsi, asalkan kita tahu sendiri batasan seberapa banyak yang bisa kita makan dan lakukan secara bertahap serta dimakan perlahan-lahan. Jangan lupa konsumsi New Enzyplex sebagai sahabat lambung kita, agar enzim pencernaan bisa bekerja secara maksimal. 

Adakah di antara teman-teman yang sudah mencoba New Enzyplex selama puasa ini? Hayuuk ceritakan pengalaman kalian dengan New Enzyplex melalui foto, video maupun tulisan di blog. Ada lombanya lhoooo...


Photo Competition, sumber instagram @enzyplex.indonesia



Blog Competition, sumber instagram @enzyplex.indonesia



Video Competition, sumber instagram @enzyplex.indonesia


Tuh kaann keren-keren loh lombanya, mulai dari foto, video hingga nulis artikel blog ada semua. Hadiahnya pun menggiurkan. Sayang banget loh kalau teman-teman ga ikutan.

Hayuklah sambut Ramadan dan Idul Fitri dengan pencernaan yang sehat bareng New Enzyplex. Dapet sehatnya, dapet juga hadiahnya kalau ikutan lomba. Cuuzzz ga pake lama. πŸ˜‰


Selamat menjalankan ibadah puasa dengan lancar yaaa... Kita sambut juga Idul Fitri yang penuh berkah, mohon maaf lahir dan batin. 




37 komentar:

  1. Yup saya juga mengkonsumsi ini saat banyak hidangan sedap te

    BalasHapus
  2. Mohon maaf lahir dan batin juga ya
    Kalau punya masalah dengan lambung sebaiknya memang memiliki antisipasi seperti menyetok semacam Enzyplex ini. Insyaallah semuanya lancar y

    BalasHapus
  3. Iya benar, kalau puasa tuh kadang rasanya pas buka baru diisi sedikit saja rasanya sudah penuh dan nggak nyaman.

    BalasHapus
  4. Enzyplek membantu pencernaan kita tetap sehat ya mbak, bebas dari gejala dispepsia
    Mau makan apa saja nggak perlu khawatir ya saat puasa dan lebaran

    BalasHapus
  5. duh ga enak banget rasanya kalau kena dispepsia, makanan enakpun jadi ga enak rasanya, perut rasanya penuh tapi lapar ingin makan, serba salah ya mbak jadinya

    BalasHapus
  6. Sebagai persediaan untuk orang bermasalah dengan lambung sangat cocok, puasa jadi lancar ya Mbak. Kepenuhan makan juga perut bermasalah. Kalau momen banyak makan seperti lebaran ini berarti bisa digunakan juga ya, Mbak?

    BalasHapus
  7. Makan makanan berminyak atau gorengan memang masih sering jadi godaan terbesar bagi saya, otomatis belum sepenuhnya bisa dihindari. Sepertinya enzyplex solusi bagus untuk yang langganan kena asam lambung seperti saya ini hehe.

    BalasHapus
  8. Baru tahu enzyplex mba, tau gitu aku rekomendasikan untuk teman yg kemarin bermasalah dengan maagnya

    BalasHapus
  9. Berbuka dengan kuah yang seger seperti tomyam itu memang menggiurkan, kak Uniek..
    Tapi aku pernah juga mengalami gak nyaman karena berbuka dengan tidak berhati-hati. Kalau sudah tau begitu, besok-besoknya aku bener-bener membatasi apa yang masuk saat sahur dan berbuka.
    Karena gak pingin puasa jadi gak nyaman.

    Alhamdulillah kini sudah ada solusinya dengan konsumsi New Enzyplex.

    BalasHapus
  10. Lagi puasa dan lebaran tuh memang bermasalah banget sama pencernaan dan berasa malas aja untuk makan

    BalasHapus
  11. Sama kita, Kak. Buka puasa selalunya gorengan setiap hari. Anakku doyan banget pisang goreng, jadi harus sedia pisang tanduk buat diolah. Tapi aku bikin secukupnya sih biar kami nggak pada kalap makan sebanyak-banyaknya. Nah untuk masalah pencernaan aku biasanya mengalami ketidaknyamanan di pagi hari. Rasanya aneh banget lah gitu lambungku. Mungkin karena pas sahur makannya buru-buru kali yaaa. Seandainya aku tahu New Enzyplex sejak awal.

    BalasHapus
  12. gak nyaman rasanya saat puasa dan mengalami dispepsia, apalagi saat lebaran ketika semua makanan santan nan nikmat itu menggoda tapi perut gak bisa diajak kompromi, rasanya sediiih banget

    BalasHapus
  13. Maag itu umum banget kalau kita dengar sebagai penyakit ya Mbak. Padahal istilah biologis. Nah kalau berasa gak enak perutnya pasti dibilang sakit maag. Aku pun merasakan hal yang sama, gejala dispepsia jika habis buka langsung makan banyak atau bahkan ngopi. Jadi habis buka makannya sopan banget deh, baru selesai taraweh makannya habis2an. Efeknya gak kena dispepsia tapi berat badan nambah saat lebaran kemarin :)

    BalasHapus
  14. Aku pun hampir tiap hari buka dengan gorengan, tapi secukupnya karena tau kalo kebanyakan bakalan begah.
    Apalagi pas lebaran bikin begah ga nyaman perut nih, bisa buat solusi deh New Enzyplex.

    BalasHapus
  15. Waahh aku nih mbaakk.. Terpaksa ke IGD sampek-an gara-gara dispepsia. Puasa kemarin jadi banyak banget bolongnya. Huhu. Alhamdulillah waktu lebaran sudah membaik dan bisa menikmati persantanan lagi. Haha..

    BalasHapus
  16. Yah, Mak kalo di rumah saya menu andalan yah hidangan khas palembang, kayak pempek dan tekwan. Kalo pempek yang udah direbus aja langsung dimakan gak digoreng lagi. Udah kenyang aja, nasi kadang nggak disentuh hehehe

    BalasHapus
  17. Kalau obat lambung tuh kadang ketergantungan. Kalau suplemen enzym pencernaan seperti New Enzyplex ini lebih aman, suamiku yang punya asam lambung juga pernah disarankan dokter konsumsi ini. Maka saat puasa lambung dia tetap nyaman

    BalasHapus
  18. Wah iya, dispepsia adalah salah satu gangguan pencernaan ya mbak
    Emang g enak KLO lagi terkena gangguan pencernaan
    Nggak bisa bebas kulineran
    Apalagi KLO pas lebaran,sayang banget KLO melewatkan kuliner lebaran yg enak enak

    BalasHapus
  19. Buat orang yang memiliki masalah lambung new enzyplex ini sangat cocok untuk dikonsumsi. Jadi nggak perlu khawatir lagi deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya kita nyetok di rumah dan membawanya kalau sedang bepergian ya. Supaya lebih aman dan nyaman

      Hapus
  20. Dispepsia ini emang sangat ga nyaman ya buat kita. Alhamdulillah sekarang ada enzyplex yang bisa mengatasinya. Sehat selalu Mbak

    BalasHapus
  21. Dispepsia Saat Puasa dan Lebaran? No Way dong! Biar bisa tetap lancar menikmati kelezatan hidangan saat lebaran, pastinya masalah dispepsia harus diselesaikan ya mbak
    Sedia New Enzyplek tentunya

    BalasHapus
  22. Saya belum memiliki pengalaman mengonsumsi enzyplex. Jujur tahu saja terkaot istilah dispepsia sekarang ini. Dulu tahunya ya maag dan kembung saja, hehehe

    BalasHapus
  23. Beberapa tahun terakhir ini saya gak mengalami masalah pencernaan di saat puasa. Mungkin karena udah lumayan bisa menahan nafsu untuk makan segala macam saat berbuka. Jaid perut gak kaget hehehe. Tetapi, tetap dirasa perlu juga nyetok Enzyplex. Bisa untuk berjaga-jaga.

    BalasHapus
  24. Selamat Lebaran Mbak Uniek dan keluarga. Terima kasih pencerahannya soal dispepsia di artikel ini. Saya malah baru tahu ada istilah dispepsia lho.

    BalasHapus
  25. Istilah dispepsia ini saya baru kenal sekarang hehe. Sebelumnya hanya tau nama penyakit maag, yang sebenarnya asam lambung ya Mbak.. Sepertinya Enzyplex bisa jadi referensi bagus utk antisipasi sakit asam lambung..

    BalasHapus
  26. Ramadan terlebih lebaran memnag bikin lupa diri..apalagi kalau dah mudik dan berhadapan dengan segala menu yang menggoda hati..duh, lupa deh sama asam lambung.
    Maka, New Enzyplex nih pas dibawa-bawa biar lambung aman, tubuh nyaman

    BalasHapus
  27. Baru tahu kalau maag itu bukan penyakit. Tukak lambung ya penyakitnya. Orang Indonesia suka gitu mah. Sakit maag maksudnya pencernaannya bermasalah. Ujung ujungnya dinamakan penyakit. Artikel ini mencerahkan sekali. Terima kasih

    BalasHapus
  28. Alhamdulillah puasa kemarin ga ngalamin, tapi justru pas mudik itu di perjalanan, kayanya krn salah makanannya juga maklum dini hari makan sembarangan dalam perjalanan.
    Gorengan emang paling top ya mbak hehehe. Noted kl gitu sedia Enzyplex buat jaga-jaga aja

    BalasHapus
  29. Iya kadang makan sekaligus banyak jenis pas buka puasa alias kalap bikin perut dan pencernaan langsung berulah ya..kena serangan maaf deh, kudu lebih hati-hati saat berbuka puasa

    BalasHapus
  30. Nikmat sekaliii..
    Ya nikmat kebersamaannya, ya nikmat hidangannya.
    Beneran alau sudah sakit perut, rasanya mengurangi kebahagiaan. Jadi kudu cepet diatasi sat-set menggunakan New Enzyplex.

    BalasHapus
  31. Sebagai seorang yang sering mengalami sakit maag, tahu banget deh gimana gak nyamannya saat terserang sakit tersebut. Beneran gak bisa ngapa-ngapain. Udah gitu, mau makan kok entah mengapa aroma makanan ga enak semua, dipaksa telan pun gak lama ya pasti muntah. Saya belum coba New Enzyplex sih, kayaknya udah harus nyetok di rumah..

    BalasHapus
  32. Gangguan pencernaan emang sering terjadi pas puasa (khususnya pas buka) maupun pas awal2 lebaran ya, soalnya pada kalap apalagi kalau makanannya enak2 :D
    Emang kudu bener2 dijaga pola makannya supaya masih bisa makan dengan nyaman.
    Buat jaga2 sekalian konsumsi enzim pencernaan kyk New Enzyplex ya mbak.

    BalasHapus
  33. Untuk yang punya perut sensitif, penting banget memang menjaga makanan. Apalagi saat puasa dan lebaran. Dan pastinya, jika dispepsia kambuh, harus minum obat yang bagus. Kayak Enzyplek ini ya. Puasa dan lebaran pun jadi gak bermasalah.

    BalasHapus
  34. Aku pernah dan rasanya ga nyaman banget. Emang kudu nyetok Enzyplex nih, siapa tau ada yang butuh juga ya kan..

    BalasHapus
  35. kayaknya berbuka dengan gorengan adalah tradisi bangsa Indonesia hahaha. Andalan seluruh keluarga adalah gorengan. Untungnya ada enzyplex nih yang membantu para penderita dispepsia

    BalasHapus