Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

09 January 2014

Dedikasi Tinggi

Siapa sih bos yang tak bangga bila anak buahnya memiliki dedikasi tinggi pada pekerjaannya. Tentunya semua pimpinan maunya begitu ya. Anak buah yang smart, tak banyak bicara dan melaksanakan tugas sesuai job description lah yang layak diacungi jempol. 

http://m.poskotanews.com/2012/03/01/satpam-pasar-ambruk-dibadik/
Ehm, maaf, di sini aku tidak membicarakan diriku sendiri ya heheehee... Pagi ini di tempat kerjaku ada pembuktian tentang tingginya dedikasi karyawan. Sebut saja Mas Amir ya (gak enak kalau nyebut nama aslinya) yang sedang serius menjalankan kewajibannya sebagai Satpam. Dia baru sekitar seminggu ini ditempatkan di front gate. Tugasnya mencatat keluar masuknya armada maupun personel dari pintu depan ini, termasuk kedatangan tamu-tamu ke lokasi perusahaan.

Nah pagi ini dia semangat sekali mengejar satu mobil yang diketahuinya bukan milik jajaran direksi maupun manajer yang biasa berseliweran di lokasi pabrik. Mungkin alarm SOP-nya langsung berdering begitu mengetahui mobil asing masuk ke lokasi tapi kok tidak mencatatkan diri ke pos satpam.

"Maaf, Pak, silakan melapor dahulu ke pos dan mencatat nama dan keperluan Bapak datang ke pabrik," begitu ujar Mas Amir dengan sangat sopan.

Si Bapak X malah melongo, bingung mau berbuat apa. Dia melirik drivernya, looking for a little help.

-------------------------


Big boss  : Gile bener, gue disuruh absen ama tu Satpam.
Manajer pabrik : Ya namanya satpam baru Bos, maklumin aja *sambil ngakak barengan dengan si Boss

-------------------------

Driver Boss : Eh, Mas, ngawur kamu itu, itu tadi kan bapak-e yang punya pabrik ini. Masak kamu suruh nulis di buku tamu.
Mas Amir : Ya mana saya tau kalau itu yang punya pabrik, Mas, sama mbak HRD-nya nggak dikasih foto beliau dan dibilangin. Lagian saya kan sekedar menjalankan tugas. Nanti kalau mbiarin sembarangan orang selonongan di pabrik, saya lagi yang kena marah. 


See, justru di sinilah kulihat Mas Amir itu karyawan yang memiliki dedikasi tinggi. Dia menjalankan tugas sesuai kewajiban yang diemban. Tidak ada yang salah di sini sih menurutku. Bukan salah Mas Amir, emang dia baru pertama kali ini lihat Si Boss. Owner perusahaan ini memang tak selalu datang tiap hari. Bukan salah Pak Boss juga yang biasa selonongan masuk pabriknya sendiri. Lalu, salah siapa donk? ;) 

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2012/03/30/kecewa-terhadap-pelayanan-satpam-restoran-446152.html

12 comments:

  1. betul kata mas Amir, dia mana tahu kalo itu boss nya hehe

    ReplyDelete
  2. dia jadi tahu, kalau plat nomer diganti jadi " Pak Boss "
    tp emang kagak salah sih Pak Amir :)

    ReplyDelete
  3. Salahkan saja orang yang dipenjara Mbak wkwk..
    Coba kalau awal masuk Pak Bos sudah woro-woro "Saya Boss ya, biarkan saya masuk" sambil nunjukin SIUP yang tercantum namanya Pak Satpam pasti percaya hehe

    ReplyDelete
  4. hehe...
    harus diacungi jempol ya untuk pak satpamnya. hohoho

    ReplyDelete
  5. jempol banget yak pak satpamnya,,,, :D

    ReplyDelete
  6. kereeeen :) jadi ingat beberapa tahun lalu sepupuku tasnya diambil orang di mall. ada satpam yg langsung dengan sigap kejr pencurinya, padahal pakai motor! alhasil dia kena pukulan di pi pipi karena pencurinya pukul dia dari motor yg sedang melaju. salut :)

    ReplyDelete
  7. Pak Bosnya musti pake name tag tuh hihihihi...#eh..sstt waktu penerimaan karyawan baru mestinya kan di kenalkan pas training..siapa2 petinggi pabrik lewat foto yg pake slide slide gitu... :)

    ReplyDelete
  8. lain kali di kaca depan mobil dikasih papan pengumuman.. "saya bos pabrik ini yaa.. harap minggir" :)

    ReplyDelete
  9. Pak Amir keren. Nggak mengkeret. Semangat, Pak Amir!

    ReplyDelete
  10. Iya bener. Justru kalo pak amir ngebiarin malah berarti jelek hasil kerjanya

    ReplyDelete