Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

02 August 2013

11 12 lah Dengan Diriku

    Jutek, emosian dan terkadang nyengit. That's me... Asli enggak bakal ngeles kalau dulu punya perangai yang sangat menyebalkan seperti itu *emang sekarang udah nggak lagi? ;)  Namun seiring waktu, setelah bertambah usia dan mendapatkan pasangan yang bisa mengerti dan menjadi peredam emosi, kadar menyebalkan yang kumiliki kian menipis, hinggi kini aura positif yang lebih berjaya muncul dari diriku *ember mana embeeerrr...

    Sejenak mengingat masa lalu kadang memang bikin malu. Namun itulah manusia, tak akan ada pembelajaran bila tak mau jujur pada diri sendiri. Terutama ya tentang itu tadi, masa lalu yang sering penuh dengan lika-liku maupun warna-warni pemoles jati diri.

    Nah, seakan kembali ke masa muda dulu, aku menemukan diriku pada sosok sobat blogger satu ini. Meskipun masih lebih 'parah' diriku di waktu lampau, namun kelugasan dan ketakbasa-basiannya sering membuatku mensyukuri indahnya ritme masa mudaku. Ya, more or less, atau 11 12 lah dengan diriku, alias sami mawon ;)

    Tanpa perlu menyebut nama, berbagai keunikan (unik lebih pas daripada menyebutnya dengan kelebihan dan kelemahan) yang tersirat di balik yang tersurat dalam blognya, sudah akan jelas siapa blogger yang kumaksud. Beberapa kisah hidupnya teramat mirip denganku.

Mbolang Nggak Jelas

    Di suatu kurun yang super absurd, aku pernah bepergian dengan penuh keplin-planan. Bersama 2 orang teman seangkatan di organisasi pencinta alam yang kuikuti, kami memutuskan untuk mengunjungi kota Jember, ke rumah salah satu adik angkatan kami. Alasan dolan ke sana pun tidak jelas, sekedar jalan-jalan saja, itu ucapku kepada pacarku saat itu (ya ayahnya anak-anakku sekarang). Kok malah tidak pergi dengan pacar? Heheee... lebih aman ah ;)

    Ya, semula memang hanya ke Jember saja. Jalan-jalan di sekitar UNEJ, kenalan dengan sesama pencinta alam di sana, terus balik lagi ke rumah adik angkatan kami tadi. Trus ngapain lagi? Bengong saja karena bahan percakapan udah habis dalam sehari. Bila dipikir-pikir sayang juga jauh-jauh dari Semarang ke Jember kalau hanya itu saja agendanya. Hmm... kalau dilanjut ke Banyuwangi gimana?

    Hayuuukkk... meskipun umpel-umpelan naik bis BUML kami bertiga tetap asyik mbolang. Di tengah perjalanan kami kembali masygul. Nanggung ah, sekalian aja nyebrang ke Bali. Nah loh, enggak jelas banget kan?

    Bermodalkan nekat dan duit cekak kami pun tiba di Bali. Kuta. Ya, kami harus segera mencari angkutan ke Kuta sebelum kemalaman. Terus ngapain setiba kami di sana. Berderet-deret hotel megah menanti kami yang bak gelandangan itu. Mana mampu nginep di sana. Letihnya badan membuatku uring-uringan pada kedua temanku, yang bolak-balik menyuruhku sabar untuk terus mengayun langkah, mencari penginapan murah yang agak 'mblusuk' tempatnya.

Mbolang suka-suka ala Argalitha
    Seakan kembali ke masa itu saat kubaca tulisan si blogger dengan judul Liburan Aneh di Bali. Woah, asik aja ngikutin cerita tentang peta yang ketinggalan, bensin habis dan berbagai nasib apes yang melanda. Liburan yang keren memang tak harus yang serba tertata. Aneh sekalipun akan terasa asyik bila kita menikmatinya. Tulisan ini begitu menyegarkan, membawaku kembali ke masa-masa usia segitu lah. Thanks Dek ;)

Gemar Menulis Sejak Dini

    Bagaikan sudah berabad-abad saja ya bila mengenang masa dulu duduk di Sekolah Dasar. Apalagi untuk emak-emak yang sudah berumur sepertiku *sok tua...  Satu yang paling kuingat dulu di masa itu aku sangat gemar membaca. Jarang sekali pergi bermain dengan teman sehingga kerap dijuluki 'clingus' alias pemalu oleh orang tuaku.

    Kegemaran membaca sejak kecil itu pula yang membuatku tergerak untuk suka corat coret di buku tulis khusus. Biasanya setelah membaca suatu cerita aku akan membayangkan diriku yang menjadi pemeran utama tulisan tadi. Dari mulai berimajinasi seperti itulah akhirnya beberapa tulisan berhasil kubuat di buku corat coret tadi. Ada yang ditulis saat senggang di rumah ataupun pas jam istirahat sekolah. Teman-temanku pun tertarik untuk membacanya. Alhasil buku corat coretku itu beredar ke beberapa teman yang juga memiliki kegemaran membaca sepertiku.

    Pada artikel Hobi dan Mimpi yang kujumpa kini, aku kembali bernostalgia pada masa kecilku. Hanya bedanya, si empunya blog ini jauh lebih keukeuh untuk mewujudkan mimpinya menjadi penulis. Tidak pemalu seperti diriku di masa dulu. Bisa tampak dari kegigihannya mengirimkan puluhan cerpen meskipun belum kunjung mendapat kabar baik.

    Idenya untuk membuat majalah Alicong itu loh yang unik. Kok bisa-bisanya ya :D Etapi bener loh, melalui penuturan sederhana namun runtut di artikel ini banyak hal yang bisa kita ambil sisi baiknya. Mulai dari kegigihan menulis, mengembangkan kemampuan sesuai minat hingga membuat gebrakan baru di majalah sekolah. Full of spirit. I like it.

    Semua yang dilakukan blogger ini untuk mewujudkan mimpinya membuka mataku dan membuatku menyesal. Mengapa dulu aku tidak mengembangkan passion menulisku? Nah sekarang setelah emak-emak begini, rempong bener bagi waktunya saat mencoba berkonsentrasi untuk menulis. Adaaaa saja yang harus dikerjakan dulu lainnya. Nyiapin kebutuhan keluarga, urusan kantor, riweuh dagangan online, dan sebagainya. Yah, terlalu banyak alasan ya heheee...

    Paling tidak setelah membaca tulisan itu aku jadi ingat sesuatu. Putriku yang kini telah berusia 9 tahun juga memiliki minat menulis yang luar biasa. Bila dulu aku tak mendapat dukungan orang tua, berkhayal sendiri tanpa tau media yang bisa digunakan untuk menumpahkan ide, kali ini it won't happen to my girl. Dia berhak untuk mengembangkan minatnya dengan dukungan maksimal. Ayo jangan sungkan untuk mengikuti jejak tante blogger ini Nok, kamu harus bersemangat dan lebih cemerlang dari dia ;)

Akhir Tak Terduga

    Saat kita membaca cerpen ataupun novel, pernah terpikirkah bagaimana nanti akhir ceritanya? Selalu mengharapkan happy ending kah?

    Kadang-kadang memang butuh kepuasan melalui happy ending saat selesai membaca cerpen atau novel. Apalagi bila dari awal kisahnya sudah diwarnai oleh berbagai bilur penderitaan yang menggurat. Secercah senyum di akhir cerita tentu akan terasa sangat manis.

    Namun aku justru suka dengan cerita-cerita yang berakhir dengan berbagai hal tak terduga. Kebanyakan jadinya memang berakhir dengan kesedihan sih. Seperti saat menonton film, ending cerita pada Gladiator ataupun Perfect Storm lebih kusukai daripada selamatnya Annie Porter dan Jack Traven di film Speed.

    Cerita dengan akhir yang tak terduga pada Rintangan Dalam Percintaan karya blogger ini juga membuatku salut. Asem tenan, kirain cuma cerita mellow yang berakhir happy ending. Sang putri terluka yang akhirnya diselamatkan oleh pangeran impian. Ternyata tidak begitu. Sungguh di luar dugaan. Pangeran impian tadi  ternyata cukup sulit posisinya. Ia menjadi penyelamat sang putri sekaligus penghancur harapan kekasih hatinya. Bingung ya? Simak saja langsung di blog ini tentang cinta segi empat penuh rintangan. I bet you'll like it :)


    Nah, keunikan dari 3 tulisan yang sudah panjang lebar kuceritakan tadi kira-kira sudah bisa memberikan gambaran kan ya siapa sosok blogger yang kumaksud. Sudah kenal kan tentunya? Sama :)


Diikutsertakan dalam even Giveaway Novel di argalitha.blogspot.com

14 comments:

  1. waduuuh jadi berasa bertemu masa depan :D
    "setelah bertambah usia dan mendapatkan pasangan yang bisa mengerti dan menjadi peredam emosi..." ".. itu ucapku kepada pacarku saat itu (ya ayahnya anak-anakku sekarang). ..." Arrrghhh ... Semoga semoga semoga :D

    Iya, Mak. Anaknya di-suport yaa. Mama saya baru nyuport saya pas zaman SMA saya berduit :D Tapi pas kuliah gak boleh blas >.<

    terima kasih ya ^^ sudah terdaftar

    ReplyDelete
  2. wah,kok sma ya..saya juga suka mbolang plin plan n nggak tau arahnya yg penting jalan2 hehe...
    sukses GAnya :D

    ReplyDelete
  3. Qiqiqiqi nek mrene kok mesti guyu to Mbak
    Sukses ya Mbak GA-nya :)

    ReplyDelete
  4. Artha : tengkiu dear, sori aq enggak kasih kritik2 di tulisan ini, bukan kritikus sih, enggak pede buat ngritik ;)

    Zwan : asik juga lho mbolang plin plan gitu hehee... sukses juga untukmu ya

    mb Esti : ketoke angger liat aku yo ngguyu ae lho mbakyu siji iki :D suwun ya mba

    ReplyDelete
  5. moga sukses dengan GA-nya ya...aamiin.

    salam kenal

    ReplyDelete
  6. Aku juga suka ngebolang sejak muda, cuma beda suasana aja. Aku suka ngebolang sendiri, diem ngliatin tingkah orang sekitar, ngobrol dengan orang2 sederhana. Favoritku naik bis umum. Aku betah lo ngejabanin orang2 tua curhatan sampai sejaman. :)

    ReplyDelete
  7. Ternyata buka cerita mellow yang berakhir happy ending ya mbak, asyik kayaknya; salut juga sama gaya menulis Mbak Uniek ini; seger.

    ReplyDelete
  8. Jiahaha... ini bicara tentang Arga Litha to?
    Ohhh... mbak Unik dulu waktu muda spt dia ya?

    ReplyDelete
  9. Taqabbalallahu minna waminkum
    Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1434 H.
    Mohon Maaf lahir dan bathin

    ReplyDelete
  10. Yuk ikutan giveaway :D
    http://febiola-febby.blogspot.com/2013/08/firmoo-international-giveaway-2013.html

    ReplyDelete
  11. masih suasana lebaran khan,
    jadi nggak apa2 kan kalo aku mohon dimaaafkan lahir batin kalau aku ada salah dan khilaf selama ini,
    back to zero again...sambil nyari ketupat....salam :-)

    ReplyDelete
  12. Lusi : sama deh, aku juga suka nongkrong n ngobrol dg siapa saja

    Rie rie & makdew : tingkiuuuu.....

    Pak Akhmad : matur nuwun, saya suka tulisan bapak, bagus bagus :)

    Mb Reni : ya kira2 gitu deh mba hehee... matur nuwun njih ucapannya, sami2 mba maaf lahir batin

    pak Hariyanto : sama2 pak, saya juga mohon dimaafkan segala salah & khilaf

    ReplyDelete
  13. Huehe keren nih review-nya.. bikin pingin meluncur ke blognya.. yuk ah cuss

    ReplyDelete