Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

08 February 2014

Tetap Kering Saat Kehujanan

Tetap kering saat kehujanan kini bukan hal yang mustahil lagi loooh... Ya iya lah, naik mobil pribadi atau taksi kan pasti kering enggak kehujanan. Yeee... bukan itu maksudku.

Di musim penghujan seperti ini, cobaan yang dialami para pengendara sepeda motor sungguh luar biasa. Tak sekedar basah kena hujan, kadang-kadang saat jalanan yang harus dilalui terkena banjir, alamat resiko basah kuyup deh. 

Kan sudah pakai jas hujan, masak masih basah sih? Nah, pasti yang tanya gitu belum pernah ngerasain derita pengendara sepeda motor ya. Kalau aku sih sudah mengalaminya sendiri. Saat hanya mengenakan jas hujan model ponco, pas hujan deras pasti ujung celana panjang masih basah meskipun sudah ditekuk sampai di batas lutut *oh nooooo.... SGM (sikil gebuk maling) :D  Pun saat mengenakan jas hujan setelan yang ada bagian atas dan bawah itu. 

Model jas hujan setelah sekarang macam-macam loh. Jas hujan bagian atas kini tak sekedar berpasangan dengan celana panjang saja. Yang berbentuk rok juga ada (seperti gambar di samping, saya pinjam dari Ummu Kaisah Shop). Tentu saja ini untuk para hijaber maupun embak-embak pengguna mini skirt yang mungkin kebingungan saat akan mengenakan bagian bawah setelan jas hujan berbentuk celana. Etapi mas-mas dan bapak-bapak yang mau menggunakannya juga boleh kok, misalkan pas pake sarung gitu, ribet kan kalau harus mengenakan yang model celana panjang hihihiiii.... 

Tetapi ngeh nggak sih, semua kelengkapan menghadapi hujan deras tadi masih ada yang kurang? Sudah ditutup rapat sih, aman terkendali. But how about your feet? Bagaimana caranya agar tetap kering saat kehujanan?

Nah, ini yang sering terlupakan. Para pengendara motor lebih memilih memasukkan sepatu kinclongnya ke dalam tas plastik dan justru mengenakan sandal jepit saat mengendara. Fine fine saja sih, tapi kan rada risky gitu ya. Bersandal jepit saat mengendarai sepeda motor sungguh tidak disarankan. Pertama, tidak safe sama sekali, apa pun bisa terjadi di jalan raya walaupun kita tak pernah mengharapkan pengalaman buruk akan terjadi pada diri kita. Jari-jari terbuka tanpa pelindung itu tentunya rawan kena musibah kan. Yang kedua, unsur keindahan boooo... :)  Apalagi yang jempolnya segede gaban, gak asyik banget kan buat dilihat hohohooo... *itu daku banget ;)

Well, agar tak perlu nyangking sandal jepit kemana-mana, kini ada yang namanya Jas Sepatu. Sepatu kita yang tidak boleh terkena air hujan pun akan aman terlindungi.


Pertama kali melihat orang lain mengenakan jas sepatu ini rasanya ingin ngakak, tampak seperti alien dari mana gitu :)  Tetapi setelah mencobanya sendiri, aku baru bisa merekomendasikan nih.

Berikut ini detail bagian dari jas sepatu tersebut : 

zipper di bagian betis, membuat pemakaiannya menjadi mudah


perekat velcrow yang menyesuaikan lingkar betis
(betis plus tambahan tebal celana panjang yg kita kenakan)

Perekat velcrow yang ada itu fleksibel banget, mengikuti lingkar betis kita. Muat juga kok saat bertambah dengan ketebalan celana panjang yang kita kenakan. Apalagi bila menggunakan celana jeans, makin menggelembung kan lingkar betis kita. Nah si perekat velcrow ini adjustable.

dilengkapi karet/kolor yang mengikuti lingkar kaki


Ada banyak online shop yang kini telah menjual jas sepatu ini. Kebetulan aku mendapatkannya tidak via online shop, tapi dari teman suamiku. Beli langsung gitu, offline, meskipun teman itu memang pemilik online shop juga hehehe... Gimana sih, bingung njelasinnya :)  Sayang sekali aku tak menanyakan apa nama online shopnya, jadi tidak bisa merekomendasikannnya di sini. Namun bila ada yang berminat, nanti coba kutanyakan ya, harga langsung nggak pake komisi koq hihiiii...  Harga jas sepatu ini empat puluh ribu rupiah. Sip banget nih kualitasnya, high heelku yang sangat indah pun jadi terlindungi.

Coba, mana high heel yang kumaksud itu ?











High heel dari hongkooooonggg....hahahaaa... maaf sob, tadi cuma jebakan batman aja. Hari ini aku mengenakan sandal gunungku tercinta. Nah loh, sudah pakai sandal gunung ngapain masih pake jas sepatu, kan buat para pendaki gunung sandal ini langsung dikenakan, baik di bawah terik mentari maupun hujan deras?

Iya benar begitu,  tapi taukah engkau wahai sahabat? Sandal gunung ini saat terkena air hingga 'teles kebes' alias basah kuyup, kelembabannya akan awet sekali, apalagi saat dikenakan di dalam ruangan kantor, beeegghhh... baunya sungguh tidak syedap. Untuk itulah, sandal gunung tercintaku ini harus tetap kering saat kehujanan.

Repot banget ya harus mengenakan jas sepatu segala? Kenapa keukeuh harus pakai sih, kenapa enggak naik mobil saja?
  1. Kakiku sekarang menjadi agak-agak 'priyayi' gitu, setiap kali bercanda dengan air hujan maupun genangan banjir, bisa dipastikan besoknya langsung ke apotik berburu salep kulit 88. Idiiiihhh... enggak banget yak? :)
  2. Safety procedure harus ditaati di tiap perjalanan, kita kan tidak tau apa yang akan terjadi nanti. Jadi apa salahnya bila melindungi bagian tubuh kita semaksimal mungkin, termasuk jari-jari kaki. (oya, menggunakan helm juga penting lho, jangan lupa)
  3. Kenapa enggak naik mobil? Lha diriku nggak bisa nyetir yaaaa... Lagian mobil siapa yang mau kusetir hueheheee.... jogjig?? :D

Oke ya, have a safe riding then....



35 comments:

  1. pakai rok...ya.., biasanya kalo gak celana...ya langsung aja...,buat sepatu juga ya...*emang keliatan seperti alien sih...he2

    ReplyDelete
  2. wkwkwk... aku ngakak baca dirimu mo nyetir jogjig, Dik... aya2 wae.... eh, suwun yoo... aku malah nembe ngerti ttg jas sepatu iki (kuper banget yoo..hihi)... biasane sih aku nganggo sepatu sendal n sepatu cantik ditinggal nang kantor, hehe...

    ReplyDelete
  3. Hai Mbak Uniek, postingan ini malah buat aku tersenyum-senyum sendiri.
    Salah satu kebijakan kampus, untuk mahasiswa FKIP di kampusku (kalau bisa) memakai bawahan rok agar nanti pas di lapangan nggak 'kaget'. Nah, otomatis karena aku mahasiswa yang paling anti menolak kebijakan, aku pake tuh rok. Sayangnya, kalau mau pake jas hujan itu lho heboh banget. Kan make yang baju ma celana ya, nah kalau make di pinggir jalan harus celingak-celinguk kayak maling. Kalau sudah make, jadi gembung di bagian paha. Buat duduk nggak nyaman. Kalau hujannya pas pulang sih nggak masalah, kalau pas berangkat ngampus? Hadeh, rok jadi uwel-uwelan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, sekarang kan udah banyak yg bawahannya model rok, Mba Ika, bisa dipakai tuh :)

      Delete
  4. Keren ya, mbak.. sapa tuh penciptanya?

    ReplyDelete
  5. mo ujan2an aja kostumnya apik men mbak ... keren ihh... ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan masalah apik po ora, Dekmun, yg penting pengendara terlindung.

      Delete
  6. boleh juga nih idenya si pencipta jas hujan untuk sepatu :) sy pikir ini postingan untuk lomba tentang produk jas hujan hehe...... :D

    ReplyDelete
  7. Dulu pas kuliah mau jualan.ini tapi kelaman itung-itung malah g jadi, wkwkwk *ketawain.diri sendiri

    ReplyDelete
  8. Pengen beli jas hujan sepatu, secara dimasukkan ke bagasi motor juga gak muat :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Nunu, kayaknya pemakaian kata 'secara'nya nggak matching dg kaidah bahasa alay hahahahaa...

      Jas sepatu ini kecil koq, dilipet cuma jadi selebar telapak tangan ;)

      Delete
  9. Mbak uniek ini baru sampai pada tahap 2 metamorfosa pepatah sedia payung sebelum hujan menjadi sedia jas hujan sebelum hujan. Masih ketinggalan jaman mbak....la wong sekarang sudah tahap 3 yaitu sedia perahu karet sebelum hujan.....
    Salam
    Edi Padmono

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Edi tuh komennya ke arah mana sih, bingung aku? Sampeyan supplier perahu karet tah? hahahaaa.....

      Delete
  10. mantab juga nih mba... permasalahan kl bawa yg beginian susah kalau yg pake itu motornya motor kumbang, karena ga ada bagasi atau kotak barangnya. kl dibawa terus kan ribet, kecuali emang dipersiapkan jalan jauh...

    makasih infonya mba...

    kunjungan perdana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dipasangin kantung di bagian belakangnya to mas biasanya.

      Delete
  11. Sandal gunung kok gihgt hell.. :)
    Sampek penasaran saya..

    ReplyDelete
  12. mak, aku baru tau lho soal jas sepatu ini ^^ di musim hujan seperti ini oke banget tuh buat menjaga sepatu tetap kinclong..

    ReplyDelete
  13. Hehehe betul mbak sy jg sering ngakak klo liat suami pake jas sepatu lgkp dg jas bajunya mirip allien yang baru turun dari angkasa, tapi itu lbh bagus pas hujan lebat gak perlu lg lepas sepatu, lebih aman dan nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. ho oh, bener banget mba, kakiku aja kering sama sekali enggak basah pas hujan super deras

      Delete
  14. ooh ... ada juga ya jas sepatu? hehe ... kuper nih. Tengkyu infonya ya, mbak.
    Saya hari ini malah ngelipet-lipet kantong kresek hehe ... mampir yuk

    ReplyDelete
  15. Regane piro kui Mbak...kayane keren nggo udan - udanan..hihihihih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeee....Mak Lies pasti belum baca semua isi postingannya hehehee...ada koq itu harganya kutulis hihihiii...

      Delete
  16. Sekarang ini sepatu pun pake jas ya Mak... hehehe.
    Aku baru tahu lo... soalnya di Madiun sepertinya belum ada yang pake tuh.
    kalo masalah sandal gunung itu... sama spt Shasa. Dia suka banget pake sandal gunung :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Semarang juga belum banyak yang pakai Mak :)

      Delete
  17. saya termasuk bikers mbak jadi punya juga jas hujan :)

    ReplyDelete
  18. selama ini baru setelan celana jas Jeng Uniek, naksir juga yang model rok apa lagi jas sepatunya. Nyaman dan menjaga kesehatan dari masuk angin. Salam

    ReplyDelete
  19. hahaa salep kulit 88 dirumahku juga ada maaak

    ReplyDelete
  20. Mbak Uniek, sekarang jas hujan nggak hanya buat menghalau hujan biar nggak membasahi badan. Bisa juga buat menghalau debu vulkanik.

    ReplyDelete
  21. Pesen satu dong mbak, jari kakiku skg juga manja nih. Kalo beli dua dpt diskon gak sih hehehe..

    ReplyDelete
  22. Saya baru tahu ada jas sepatu, boleh juga nih dicoba kalo musim hujan :)

    ReplyDelete
  23. wow.. kerenn...
    ada juga lho yang keran di tempat kami. silahkan...
    Tasbih Giok | www.tasbihgiok.com | Jeng Riska

    ReplyDelete
  24. Asyik kayaknya punya benda itu.
    Kalau hujan sebaiknya ya ngiyup Jeng
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete