01 July 2020

International Plastic Bag Free Day, Hanya Jargon atau Sebuah Langkah Nyata?


International Plastic Bag Free Day, atau lebih dikenal sebagai Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia, pernahkah teman-teman tahu tentang hari spesial ini?

Setiap tanggal 3 Juli kita memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia. Bukan tanpa maksud jika kemudian tanggal tersebut diperingati. Kita perlu memahami ada apa di balik penetapan hari istimewa ini yang disepakati seluruh dunia. 


international plastic bag free day





3 Juli, Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia 


Ingat nggak teman-teman dulu setiap kali kita berbelanja, entah itu di warung ataupun supermarket, salah satu privelege yang kita dapatkan adalah otomatis diberi kantong plastik sebagai tempat untuk membawa barang belanjaan kita. Hal sepele yang selama bertahun-tahun tak pernah terpikirkan oleh kita tentang akibat di kemudian hari. 

Tentu saja, para penjual yang kita datangi tak akan keberatan memberikan kantong plastik kepada pembelinya. Berapa sih harga selembar kantong plastik? Kalau dirupiahkan mungkin tak sampai seratus rupiah ya harga per lembarnya. Lagian ngapain sih pelit amat ngasih kantong plastik aja kok ga mau, mungkin hal itu yang timbul di benak kita tatkala di kemudian hari keluar anjuran untuk tak lagi menggunakan kantong plastik saat berbelanja.

Tanpa kita sadari, kenyamanan berbelanja tanpa perlu pusing memikirkan harus bawa tas belanja sendiri itu merupakan awal bencana bagi lingkungan. Tahukah bahwa plastik merupakan beban besar bagi lingkungan. Diperlukan waktu hingga 500 tahun bagi kantong plastik untuk hancur, sehingga di tempat pembuangan sampah akan tertinggal jumlah plastik yang amat banyak. Limbah plastik itu juga bisa mencemari saluran air kita. 

Banyak orang yang kemudian menyadari masalah ini, tetapi tidak cukup berusaha untuk mencari solusinya. Menurut teman-teman, terlalu lebay kah bila dikatakan bahwa ini sudah waktunya kita untuk mengambil tindakan?

Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia menginspirasi kita untuk pergi tanpa membawa kantong plastik dan meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif yang dimiliki kantong plastik sekali pakai bagi lingkungan. Kita paling menggunakannya paling lama 25 menit untuk membawa barang, setelah itu kan dibuang begitu saja. Bayangkan saja jika dalam sehari setiap orang rata-rata membuang 1 hingga 2 kantong plastik aja deh, kalikan dengan sekian ratus juta orang di dunia, dilakukan terus menerus selama 365 hari. Sungguh mengenaskan ya nasib bumi kita. 😰😭

Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia memberi kita waktu untuk mengingatkan diri kita sendiri, bahwa apapun yang kita lakukan, termasuk setiap kantong plastik bekas belanjaan yang kita buang, nantinya akan sangat mempengaruhi kehidupan selama beberapa generasi mendatang.

Salah satu hal penting yang kemudian kusadari, penentuan Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia ini bisa menggugah kesadaran masyarakat bahwa hidup tanpa kantong plastik itu sangat mungkin kita lakukan. Coba deh lihat video di bawah ini agar kita sama-sama tahu bagaimana beratnya beban bumi ketika kita memilih hidup mudah dengan menggunakan plastik sekali pakai. 




Bagaimana, dari video di atas tadi kira-kira apa yang bisa kita simpulkan? Apa yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membebaskan diri dari kantong plastik?



Langkah Nyata Mencoba Hidup Tanpa Kantong Plastik


Kadang kita terlalu rumit memikirkan, bagaimana nanti caranya membawa berbagai barang tanpa bantuan kantong plastik. Entah takut atau malas berpikir. Kedua hal ini hanya kita saja masing-masing yang mengetahuinya. 

Sudah seberapa peduli kah kita pada lingkungan dengan mencoba gaya hidup baru tanpa kantong plastik?

Menurutku nggak perlu muluk-muluk sih. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil dalam keseharian. Jika masing-masing dari diri kita pribadi mau melakukan gerakan yang kecil ini, lama-kelamaan jika dilakukan oleh banyak orang tentu akan maksimal hasilnya.

Beberapa langkah kecil namun nyata yang bisa kita lakukan untuk mencintai lingkungan dalam rangka Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia (yang bisa terus kita lakukan di kemudian hari) yaitu :


1. Mengganti kantong plastik dengan tas kain saat berbelanja


Dari mulai gerakan kecil, lama kelamaan pemerintah pun mulai menentukan kebijakan seputar penggunaan kantong plastik ketika berbelanja di minimarket hingga supermarket. Diawali dengan penetapan biaya khusus ketika seseorang meminta kantong plastik ketika berbelanja.

Lambat laun, kini banyak tempat belanja yang sudah tidak menyediakan kantong plastik lagi. Ketika gerakan ini dilakukan terus menerus, dampaknya pun terasa kok. Kini makin banyak orang pergi berbelanja dengan membawa tas kain sendiri.

no plastic bag for international plastic bag free day


Beberapa waktu lalu, sekitar pertengahan tahun 2019 aku sempat mendapat kiriman tas kain dari seorang sahabat baik yang tinggal di Jerman. Dia punya banyak tas kain yang bisa digunakan untuk berbelanja dan merasa sayang aja seandainya masih ada orang yang memilih menggunakan kantong plastik dibandingkan tas kain gini. Salut untukmu ya, my dear Gana Stegman. 😍😘


2. Memberi Potongan Harga atau Suvenir 


Bagi pemilik toko ataupun warung belanjaan, bisa dong mulai menghargai mereka yang membawa sendiri kantong belanjaan non plastik. Memberikan potongan harga atau sekadar suvenir kecil. Atau bisa juga barang belanjaan yang digunakan sehari-hari yang tak terlalu mahal harganya.

Pembiasaan seperti ini tentunya akan menimbulkan rasa menyenangkan ketika dialami oleh orang-orang yang belanja di toko atau warung mereka. Lama-kelamaan semua orang akan terbiasa untuk membawa sendiri kantong belanjaannya. Entah itu tas dari kain, karung goni, atau malah keranjang belanja dari rotan. Apapun itu, yang penting tidak menggunakan kantong plastik.



3. Gerakan Memungut Sampah Plastik


Dari sekian banyak kegiatan pada International Plastic Bag Free Day, ajakan untuk memungut sampah plastik yang terserak merupakan gerakan yang paling populer. Ajakan ini bisa dilakukan di mana saja. Bisa di jalan raya, pantai maupun sungai. 




Jijik? Kalau memungutnya bikin jijik, kenapa tega membuangnya begitu saja dan mengotori lingkungan kan ya. 




Menurut kalian semua kegiatan ini mungkin dilakukan kan ya, teman? Nggak ada yang nggak mungkin kan kalau kita memang punya niat dan konsisten menjalankannya. 


45 comments:

  1. Kalau awalnya kebiasaan pakai plastik, memang butuh waktu untuk biasakan tidak gunakan. Aku juga biasakan pakai tas belanja kain mba

    ReplyDelete
  2. semoga dengan adanya hari plastik sedunia ini semua warga di dunia makin sadar tentang arti pentingnya hidup tanpa plastik yang dapat merusak bumi kita, so far kalau belanja sudah bawa plastik sendiri, dan berasa puas aja gitu meskipun kontribusi kecil buat bumiku heheh

    ReplyDelete
  3. Semoga semua makin sadar ya, emang berat sih tapi yang penting dimulai dari diri sendiri aja, aku pun juga kemana mana sekarang pilih bawa ransel daripada tas jinjing biar kalo belanja langsung masukin ransel hihi

    ReplyDelete
  4. Mungkin banget dilakukan asalkan ada niat dan kesadaran masing2 individu. Aku udah biasa nih bawa totebag dari ukuran kecil ampe besar ada di bagasi. Bahkam ada tas khusus buat ngelaundry baju yang gede.
    Semoga makin banyak yang sadar akan pentingnya mengurangi sampah ya.

    ReplyDelete
  5. Sayangnya masyarakat Indonesia masih sedikit yg aware. Ga semua minimarket juga mendukung mash banyak yg ngasih kresek plastik gratisan

    ReplyDelete
  6. Aku juga lagi ditahap mengurangi banget sampah plastik nih, tapi aku suka bingung kalo di rumah biasaya kalo buat buang sampah pakai plasti bekas, nah karena udah jarang dapet plastik dari luar jadi bingung buang sampah pakai apa huhu

    ReplyDelete
  7. Aku dulu gak biasa dan masih suka pakai plastik. Lalu akhirnya bayar dan mau gak mau pakai tas belanja. Sekarang sudah biasa. Jadi hemat dan jauh-jauh dari plastik

    ReplyDelete
  8. Kantong goodies bag itu selalu aku bawa saban ke minimarket Mba
    Tujuannya biar ga minta kresek, dan supaya belanjanya engga kalap hehehhehe

    ReplyDelete
  9. akhir akhir ini ku udah mulai ngebiasain diri bawa totebag kemana manaa, biar nggak usah pake plastik lagi kalo belanja hihihi, emang harus dibiasain banget ya ini , serem sampah plastik udah banyak di bumi :(

    ReplyDelete
  10. semoga terus berjalan ya mba program diet plastik ini, kemarin sempet belanja bulanan dan orang2 udah pada bawa tas belanja sendiri-sendiri dari rumah. seneng banget liatnya.

    ReplyDelete
  11. Semoga tidak hanya sekedar Jargon ya Mba. Bisnis aku pun sudah mulai menggunakan kantong kertas daripada kantong plastik. Ada plastik yg recycle itu..

    ReplyDelete
  12. semenjak perda bupati bogor ketok palu pelarangan kantong plastik, alhamdulillah aku udah ga pake, kemana2 bawa kantong belanja ramah lingkungan

    ReplyDelete
  13. ku udah bawa environmental bag ke mana - manaaa mba.. soalnya memang kita harus mulai kurangi banget penggunakan plastik ini

    ReplyDelete
  14. Sulit untuk hidup bebas dari plastik, tapi bukan tidak mungkin. Aku sendiri sdg belajar utk menguranginya, dg membawa kantong sendiri saat belanja atau dg memakai ulang yg masih bisa dipakai. Thx sdh ingatkan ttg hal ini, Dik..

    ReplyDelete
  15. aku udah membiasakan diri di rumah untuk tidak memakai plastik kalo dari luar. Tapi bbiasanya aku menggunakan plastik bekas untuk membuang sampah

    ReplyDelete
  16. Untuk mengubah dunia ini merupakan langkah yang berat dan panjang. Jadi mulai saja dari diri sendiri untuk puada kantong plastik gitu ya mbak. Saya juga belajar tiap kemana bawa kantong biar kalau sewaktu dibutuhkan nggak perlu kantong plastik

    ReplyDelete
  17. Baru tau klo tgl 3 juli itu hari bebas plastik sedunia. Mmurut aku itu mgkn kok. Step by step dulu aja sih mnurutku. Dimulai berbelanja bawa tas kain sndri itu udah lmyn bikin perubhan bgt.

    ReplyDelete
  18. Kegiatan yg mba Uniek jabarkan ini kudu makin sering dilakukan

    Kasian bumi kitaaaa

    ReplyDelete
  19. Soal plastik ini aku mikir sesuatu, Mbak. Semisal katakanlah perusahaan shampoo maupun perusahaan lain yang mengeluarkan produk sachetan, umpama dilarang menjual produk sachetan lagi bisa jadi berdampak besar. Soalnya kebanyakan limbah plastik di sungai dan sejenisnya kan banyak sampah plastik shampoo?

    ReplyDelete
  20. wah hari plastik sedunia, membuat makin sadar bahwa meminimalisir penggunaan kantong plastik agar meningkat. Aku alhd udah pakai kantong belanja sendiri nih mba Uniek

    ReplyDelete
  21. Banyak sekali gaya hidup kita yang harus dirubah yaa, kak Uniek.
    Berawal dari memilah sampah hingga meminimalisir penggunaan plastik.
    Semoga konsisten dan makin banyak yang melakukan hal keren ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Temanku ada yang sudah sungguh-sungguh berubah dengan no plastic anymore. Jadi kalau beli chiki-chiki gitu, dia gak mau. Temenku prefer beli makanan kiloan dengan bawa wadah sendiri.
      Keren bangeett..

      Sampai di rumahnya ada Bank Sampah untuk mengedukasi masyarakat.

      Delete
  22. terlepas dari hari bebas plastik sedunia, aku sudah mengurangi penggunaan plastik juga, karena di daerahku supermarket dan minimarket yang sudah tidak menggunakan plastik aku selalu bawa tas berukuran besar seperti buat pulang kampung

    ReplyDelete
  23. Jadi keingetan sekrang kalo beli di alfa harus bawa kantong belanja sendiri, dan mudah2an ini bisa berjalan konsisten

    ReplyDelete
  24. saya sekarang kemana2 bawa tas sendiri mbak, kalau plastik jujur saya masih butuh buat sampah :) tapi pakai yang sudah ada aja nggak nambah2in hehee ga tau pas stok palstik sampah habis nanti gimana ya?

    ReplyDelete
  25. Baru tahu ada hari plastik mbak.
    Zaman skrng emang kyknya manusia gak bisa lepas dr plastik namun yg bisa dilakukan imho adalah kebijakan penggunaannya. Trus produsen2 jg mulai mikirin ttg sirkular ekonomi utk kebijakan perusahaannya. Dan dr masayrakat kudu punya kesadaran soal pemakaian dan pembuangan sampah plastik ya. Tp ya pemerintahnya jg kudu teges menurutku.

    ReplyDelete
  26. Ish aku skip nih tanggal 3 juli huhu.. seneng banget ada kegiatan seperti ini mbak, aku sangat mendukung dan menurut aku jika semua orang sudah teredukasi dengan baik tentang bahayanya plastik maka kemungkinan besar akan mulai sadar dan terus tergerak mbak.. bismillah yaa

    ReplyDelete
  27. Aku berharap tidak hanya sekedar jargon semata mba, tapi jadi langkah nyata untuk dapat dijalankan dengan segera.. karena memang sudah jadi masalah besar yang mengganggu jika kita tidak sadar bahkan tidak perduli hiks

    ReplyDelete
  28. baru tau nih tanggal 3 juli hari bebas kantong plastik. aku baru baca berita kalo di jakarta supermarket dan minimarket sudah gak menyediakan kantong plastik ya? semoga cepet nular nih yg di daerah.

    ReplyDelete
  29. Di Bali sudah menerapkan mbak. Mall, supermarket tidak menyediakan kantong plastik tetapi mengharuskan kita membawa kantong belanjaan dari rumah. Sayang di pasar atau di warung masih ada beberapa yang menyediakan kantong plastik...tetapi dg penerapan ini akhirnya kita jadi terbiasa membawa kantong belanja sendiri saat bepergian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama ini di Bogor kalau pengusaha kuliner, ritel dll gtu udah gak pakai plastik, bahkan sedotan plastik jg gak, cuma emang di warung2 kecil msh pakai. Emang butuh edukasi lg kyknya :D

      Delete
  30. Di Bali sudah menerapkan ini mbak...jadinya kita bawa kantong belanjaan kemana-mana. Lumayan membantu mengurangi penggunaan plastik sih dan akhirnya jadi kebiasaan yang baik. Sayang pedagang di pasar dan penjual makanan dipinggir jalan masih memakai plastik untuk menjual dagangannya...semoga masyarakat makin sadar dan mengurangi penggunaan sampah agar tidak menimbulkan pencemaran dan menjadi limbah yang merugikan.

    ReplyDelete
  31. dan aku pun jadi bongkar goodie bag yang tersisa, dibagiin ke tetangga yang belum punya tas belanjaan...

    ReplyDelete
  32. Baru tau ada tanggan hari tanpa kantong plastik. Tapi skr udah terbiasa juga ya kemana-mana bawa kantung sendiri gak jadi beban. Di sini udah diterapkan juga tanpa kantong plastik tapi di pasar nih yang masih ada. Untung banyak kantong goodie bag ya lucu-lucu

    ReplyDelete
  33. Bisa banget dong, saya kalau belanja ke supermarket selalu bawa kantung sendiri... Tapi sejak pandemi ini, belanjanya online, jadi dikirim pakai plastik :(

    ReplyDelete
  34. Harus jadi langkah nyataaa ya mbaaa! Aku udah ngg pakai tapi memang sering masih ada yang hanya punya kantong plastik hiks

    ReplyDelete
  35. Selain pakai tas sendiri, skr kalau ke pasar bawa tempat2 gitu buat naruh ayam, dagin, tahu dll biar mengurangi plastik lagi

    ReplyDelete
  36. Kemarin-kematin waktu ke alfamidi gak disedian pelastik bahkan gak bisa beli. Tapi sekarang malah dikasih lagi, padahal udah bagus tuh. Satu-satunya cara untuk mengurangi sampah plastik dengan stop penggunaan. Bumi memang sudah penuh dengan sampah, khususnya sampah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk terurai.

    ReplyDelete
  37. Mulai Juli ini di Jakarta tiap belanja harus bawa kantong sendiri, mbak. Kalau kelupaan ya kudu beli tote bag. Di Alfa tuh ya tote bag dijual 5000, bukan kantong plastik yang 500-an lagi.

    ReplyDelete
  38. Saya suka tuh langkah kedua. Antara pembeli dan penjual terjadi semangat melindungi alam yang kuat, kan kita makin rajin bawa tas kain unttuk belanja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Kak
      Kadang kalau cuma salah satu aja gimana gitu ya.
      Suka keki sendiri

      Delete
  39. Aku masih suka lupa nih ga pake kresek kalau dari minimarket
    Tapi kalau cuma beli 1 atau 2 barang, aku ga pake kresek meski ga bawa tas. Saya tenteng.

    ReplyDelete
  40. Waah aku baru tau kalau ada hari tanpa plastik sedunia tanggal 3 Juni.Sekarang aku juga selalu sedia tas belanja di motor. Soalnya sekarang kalau beli-beli nggak dikasih plastik lagi di sini. Eh tapi kalau belanja ke tukang sayur masih dikasih plastik.

    ReplyDelete
  41. Aku juga sudah lama bawa tas belanja sendiri, meski cuma ke warung dekat rumah hehehe. Tapi pernah juga dulu pas pergi ya lupa bawa hehehe

    ReplyDelete
  42. Aku mah udah lama menerapkan bawa tas belanja sendiri jadi ga banyak kantong plastik yang numpuk dirumah

    ReplyDelete