23 November 2021

Cara Memulai Proses Recruitment yang Benar

 
Keberhasilan perusahaan untuk dapat merekrut top talent sangat ditentukan oleh cara yang ditempuh oleh tim recruiter saat menyaring para kandidat karyawan. Sayangnya, masih banyak tim recruiter di perusahaan yang kurang terlatih dan kurang memahami cara memulai recruitment yang tepat. 

cara memulai proses recruitment yang benar


Mengapa tiba-tiba aku pengin bahas soal recruitement ini? 

Jadi ingat soalnya pada saat dulu memulai bekerja selepas kuliah. Entah sudah menghadapi berapa puluh tim recruiter dari aneka ragam perkantoran dengan berbagai macam posisi lowong yang hendak dilamar. 

Kagum saat melihat betapa gigih dan tekun tim recruiter menjalankan pekerjaannya, mulai dari seleksi awal secara administratif hingga proses lanjutannya. Bagiku sendiri, yang paling mendebarkan tuh saat harus berhadapan langsung dengan user-nya, biasanya sih pimpinan tertinggi dari divisi perusahaan tempat kita melamar, atau bahkan langsung dengan ownernya jika perusahaan tersebut tidak terlalu besar. 

Aku punya pengalaman yang sangat menarik, yang sampai saat ini selalu kuingat-ingat ketika melamar pekerjaan di sebuah perusahaan manufacture bidang garmen. Unik sekali proses akhir wawancara dengan user, yaitu president manufacturing-nya. Kapan-kapan kuceritakan di postingan tersendiri yaaa..

Nah, kali ini kita bahas dulu yuk tentang proses recruitment yang benar agar mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.




Tips Cara untuk Memulai Proses Recruitment yang Benar


Agar proses recruitment dapat menghasilkan kandidat yang tepat, maka cara dalam memulai proses recruitment harus berjalan dengan benar seperti berikut:


1. Identifikasi dengan Seksama Kebutuhan Posisi 


Cara pertama yang harus dilakukan dalam memulai proses rekrutmen adalah mengidentifikasi kebutuhan posisi dengan teliti. Kebutuhan posisi harus disesuaikan dengan kondisi di divisi yang membutuhkannya.
 
Jika sekiranya tanpa adanya posisi tersebut maka divisi tidak dapat bekerja optimal, itu artinya posisi tersebut harus segera diisi. Sebaliknya, ketika suatu posisi yang masih kosong tidak begitu berdampak terhadap kinerja divisi tersebut, maka berarti posisi itu tidak perlu buru-buru untuk segera diisi.



2. Mendetailkan Deskripsi Pekerjaan


Setelah menentukan posisi apa saja yang harus segera diisi, maka tahap berikutnya adalah mendetailkan deskripsi pekerjaan di posisi tersebut. 

Detail mengenai jobdesk ini harus sudah tergambar di pihak tim recruiter agar tim recruiter bisa merancang dengan teliti kriteria apa saja yang harus dipenuhi calon pelamar. 




3. Mempublikasikan Iklan Lowongan Kerja


Cara untuk memulai proses rekrutmen selanjutnya adalah mempublikasikan iklan lowongan pekerjaan. Iklan lowongan pekerjaan harus berisi keterangan yang jelas dan detail mengenai kebutuhan posisi yang tersedia, kriteria yang harus dipenuhi calon kandidat, hingga cara mengirimkan lamaran. 

Di dalam deskripsi posisi, sebaiknya sudah disebutkan mengenai job desc yang nantinya diemban oleh calon karyawan. Hal ini bertujuan untuk menyaring calon kandidat secara alami sejak awal.




4. Mereview Aplikasi Lamaran yang Masuk


mereview aplikasi lamaran yang masuk


Setelah iklan lowongan kerja diterbitkan, maka tahap selanjutnya adalah bersiap apabila ada lamaran kerja yang masuk. Lamaran kerja biasanya akan semakin menumpuk di akhir masa deadline, terutama jika deadlinenya lumayan panjang. 

Pada tahap ini, tim recruiter harus siap untuk menyaring setiap lamaran yang masuk. Tahapan ini termasuk tahap yang paling melelahkan. 




Shortlyst: Hiring Tools Terbaik untuk Bantu Proses Rekrutmen


Untuk mendukung bisnis rekrutmen yang sedang dikembangkan, maka perusahaan yang akan melakukan rekrutmen sangat disarankan untuk mengaplikasikan software berbasis AI. Hal ini penting sekali untuk membantu proses rekrutmen menjadi lebih cepat dan tepat. 

recruitment


Shortlyst adalah software berbasis Artificial Intelligence yang bekerja menyaring data para kandidat dengan cepat dan analisis yang menyeluruh. Software ini akan menggunakan berbagai data yang masuk untuk kemudian dilakukan penilaian secara objektif mengenai keterampilan, kemampuan dan mental pelamar.

Shortlyst memiliki database hingga sebanyak 600 juta kandidat yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Database ini terhubung dengan berbagai platform media sosial utama di dunia yakni LinkedIn, email, WhatsApp dan Slack. 

Software Shortlyst juga dilengkapi oleh fitur pendukung lainnya untuk memudahkan tim recruiter merekrut kandidat. Fitur lain yang juga ada di dalam Shortlyst seperti fitur rekomendasi kandidat, fitur saling tag kandidat dan rekruter, fitur penjadwalan tahapan rekrutmen dan sebagainya. 

Dengan segudang fitur yang disediakan oleh Shortlyst ini, para pengguna hanya harus membayar biaya yang sangat terjangkau yakni 23 USD saja. Biaya ini sangat murah jika dibandingkan dengan tools serupa yang menawarkan fitur lengkap di pasaran. 

Canggih dan simple ya proses recruitment menggunakan software ini. Tidak salah jika para pemberi kerja mempercayakan kebutuhan rekrutmennya pada Shortlyst. Proses rekrutmen akan jadilebih mudah, cepat dan tepat dengan bantuan tools berbasis kecerdasan buatan. 

Dijamin proses rekrutmen di perusahaan menjadi lebih optimal dengan Candidate Experience metriks yang tinggi. 

18 komentar:

  1. Wah mantep ini infonya, bermanfaat juga untuk yang mau memulai recruitment. Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Databasenya sedunia, ya. Cocok nih buat yang cari kerja remote atau freelance online.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru tahu ada shortlyst ini. Coba aku kepoin dulu ya siapa tahu ada yang sesuai kebutuhan

      Hapus
  3. Sebagai recruiter emang paling susah saat menyaring kandidat dari lamaran yang masuk dengan jumlah banyak..aku kok ya baru tahu ada software shortlyst ini yah ahaha jadi pengen ajuin ke Pak Boss

    BalasHapus
  4. Wah info bagus nih mbak, jadi lebih mudah ya pakai software shortlyst, gak ribet nyaring data sekian banyak lagi.

    BalasHapus
  5. Wah sekarang rekrutmen pun ada toolsnya. Keren banget, mana bisa terhubung ke beberapa socmed juga. Membantu banget ya mbak software shortlyst ini buat perusahaan besar buat menyaring data pelamar.

    BalasHapus
  6. Aku pikir dulu recrutment itu free ksn bnyak yt butuy krjaan, eh pas dikntor trnyata sama sprti iklan koran hehe

    BalasHapus
  7. Keren ada softwarenya ya, jadi memudahkan tim HRD pas melakukan seleksi juga, sekarang semakin dimudahkan dengan adanya teknologi

    BalasHapus
  8. Bagus ini mba softwarenya. Pas kan suami kerja di bagian HRD, kayaknya aku mau rekomendasikan ini juga

    BalasHapus
  9. Biasanya recruiter itu sudah punya kriteria yang diberikan untuk sebuah posisi yaa, kak Uniek.
    Dan kini ada Software Shortlyst yang memudahkan untuk memilih secara benar kualifikasi yang dibutuhkan sebuah perusahaan.

    BalasHapus
  10. Mantap pengalaman mbak Uniek melamar kerja. Aku cuma dua kali berhadapan dengan pewawancara di perusahaan kecil, pelamarnya sedikit. Kalo di perusahaan besar lebih kompleks ya, butuh software ini nih.

    BalasHapus
  11. Waktu masih bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit tu, aku pernah merasakan divisiku kekurangan staff. Nah waktu itu mengajukan penambahan staff ke kepala divisi karena memang keteteran banget.

    Dan emang sih. HRD tu benar-benar mengurusin banget detail kualifikasi yang dibutuhkan untuk staff tambahannya. Biar nggak salah recruit orang kali ya, Mbak? Hehehehe

    BalasHapus
  12. Oh ternyata ada software yg khusus utk rekrutmen ini ya.. Trmksh infonya Dik, bisa nih jd pertimbangan kami yg sedang membutuhkan 1 tenaga baru..

    BalasHapus
  13. Wahh... Terimakasih infonya mbak, artikel begini nih yang bermanfaat. Apalagi untuk pemilik usaha seperti aku. Lanjutkan :)

    BalasHapus
  14. Artikelnya sangat bermanfaat, apalagi untuk pemilik usaha kecil seperti aku. Lanjutkan, semoga bermanfaat untuk para pembaca lain.

    BalasHapus
  15. Jaman skr rekruitment pekerja aja ada aplikasinya ya mbak. Bksa meringankan kerja HRD juga x ya

    BalasHapus
  16. Banyak pelamar tapi mencari sesuai kriteria yang dibutuhkan itu nggak mudah ya mbak dengan ada aplikasinya jadi memudahkan perusahaan mencari karyawan yang paling sesuai dengan job description

    BalasHapus
  17. Mempublikasikan info lowongan pekerjaan itu penting banget, untuk menjangkau lebih banyak lagi pelamar apalagi sekarang sosmed jadi media yang sering diakses.

    BalasHapus