Featured Post

#UsiaCantik dan Mengapresiasi Diri Sendiri

Bu, sekarang umur Ibu sudah berapa?   Pernah sesekali waktu anak keduaku nanyain umur model petugas sensus begitu. Iya sih, jawabnya me...

28 April 2016

4 Tips Agar Tidak Stres Saat Membeli Rumah



Berkat kekuatan yang luar biasa dari internet, mencari tempat tinggal yang representatif kini tak lagi bikin kita terserang mimpi buruk. Kalau dulu ya jaman belum pada pake internet, diiihh nyari rumah kudu keliling sana sini sampai gempor. Ibarat kata nenek moyangku yang orang Jerman "Njajah desa milang kori". Naaah...

Saat ini amatlah mudah menemukan iklan yang relevan bagi kita berkaitan dengan informasi perumahan. Kita bisa mendapatkan berbagai macam keterangan penting yang kita butuhkan. Namun jangan lupa ya, kita juga perlu melihat hal-hal umum yang harus diingat setiap kali kita mempertimbangkan hendak membeli rumah.

Beli rumah secara cash bagi sebagian besar orang merupakan hal yang amat berat. Pun juga padaku. Oleh karena itu pinjaman hipotek amatlah melegakan 'pernapasan' saat kita ingin membeli tempat hunian idaman kita.

Ada yang belum tau apa itu hipotek? Kalau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia sih artinya kredit yang diberikan atas dasar jaminan berupa benda tidak bergerak / harta tetap. Sebelum kita mulai mencari calon rumah baru, ada beberapa hal yang harus kita pertimbangkan sebelum nyasar-nyasar di bursa jual beli perumahan.

Beginikah rumah idamanmu?

Nih ya ada 4 tips bermanfaat yang perlu kita ketahui plus beberapa informasi tambahan tentang apa yang mungkin kita harapkan selama proses berburu rumah. 

Pertahankan Kredibilitas Diri di Tempat Kerja 


Kadang kita lupa bahwa faktor yang satu ini juga menjadi bahan pertimbangan saat kita mencari pinjaman. Bahkan jika kita memiliki pekerjaan yang baik di sebuah perusahaan terkemuka, bisa saja kita tetap masuk kategori kurang kredibel karena baru memiliki masa kerja kurang dari satu tahun. 

Emangnya calon pemberi pinjaman bisa tau gitu seberapa lama kita sudah bekerja di tempat yang sekarang? 

Sebenarnya bukan begitu modus berpikirnya. Calon pemberi pinjaman kan gak bakalan ngerti kita masih akan terus bekerja di tempat yang sama itu. Bisa saja kan setelah mengajukan aplikasi pinjaman kita terus pindah kerja ke tempat yang lain. Oleh karena itu pernyataan tentang berapa lama kita telah bekerja di tempat yang sekarang jadi hal yang penting untuk mereka.

Untuk freelancer pun juga berlaku demikian. Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh RinHamburgh untuk The Guardian, sebagai seorang freelancer kita harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan pinjaman hipotek terkait dengan kepemilikan tempat tinggal. Meskipun mungkin lebih sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin loh ya. Cara untuk meningkatkan peluang agar tampil credible dapat diukur melalui beberapa hal ini :  kemampuan membayar pinjaman, skor kredit, serta jaminan yang kita miliki. 

Dapatkan Informasi Dasar Mengenai Rumah 


Perlu banget untuk diingat, kita tidak hanya fokus pada bagian luar rumah dan memutuskan bahwa itu adalah rumah yang tepat untuk kita huni. Kita harus mempertimbangkan beberapa faktor yang semuanya akan mempengaruhi tingkat kenyamanan saat nantinya kita tinggal di dalamnya. 

Apa saja informasi yang perlu kita ketahui selain tampilan fisik rumahnya? 

Banyaaaak.... salah satunya dengan mengetahui apakah daerah tersebut termasuk kawasan yang tenang atau berisik? Ada kan ya yang membeli tempat tinggal dengan tujuan untuk beristirahat dengan tenang. Bakalan kesel banget kan kalau ternyata lokasi huniannya ternyata berisiknya ampun-ampunan. Beda lagi kalau memang penginnya punya tetangga yang banyak dan setiap waktu bisa diajak seseruan asyik ;) *tunjuk diri sendiri

Perlu juga nih untuk mencari tahu berapa umur properti yang akan kita beli. Bisa saja kan suatu saat nanti setelah rumah itu dihuni, kita mungkin menemukan banyak peralatan di rumah itu yang tidak berfungsi dengan semestinya. Habis deh waktu kita untuk memperbaikinya. Belum lagi kalau ternyata spare part-nya susah didapat. Hih, kesel gak siiiiyy... 

Teman-teman bisa juga intip nih Review Journal sebagai bahan referensi. Di sana disebutkan kita juga berhak untuk tau seberapa tinggi tingkat kejahatan yang ada di lingkungan tempat tinggal kita itu nantinya. Ribet banget yak? Ya gimana lagi ya, namanya juga investasi seumur hidup, kita tentunya mau banget kan tinggal dengan tenang dan menikmati hidup.

Berburu Pemberi Pinjaman Hipotek yang Handal 


Jika kita sudah meneliti dengan seksama kondisi rumah yang akan kita beli, maka tak ada salahnya kan mencari pemberi pinjaman yang mempermudah jalan kita berkaitan dengan kepemilikan hunian tersebut. Pemberi pinjaman yang berbeda memiliki kebijakan yang berbeda.

Sebagai contoh, beberapa akan setuju untuk membebaskan biaya tertentu atau merevisi bagian-bagian tertentu dari kontrak pinjaman dengan kita. Namun ada juga pemberi pinjaman yang tidak mau melakukan hal tersebut. Jika pemberi pinjaman hipotek mencoba untuk menekan kita agar asal tanda tangan saja apapun yang ditawarkannya, please think and read again.

Kita perlu meneliti semua aspek dan menanyakan berbagai hal yang penting untuk ditanyakan. Kalau calon pemberi pinjaman ini tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan kita, ya sudah cari saja pihak lain. Ingat, uang dan masa depan kita lah yang menjadi taruhannya. Oleh karena itu kita perlu berhati-hati dalam segala tindakan.

Periksa Semuanya, Bukan Hanya Bagian Luar 


Dalam perburuan tempat tinggal, bisa saja suatu saat kita menemukan profil perumahan yang menurut kita elok dan asri. Seperti ini nih misalnya, kita ikhtiar mencari rumah dan akhirnya menemukan perumahan citra indah saat menjelajahi situs seperti Rumah Dijual. Namun jangan biarkan fasad eksterior cantik menipu kita. Sering kali jika rumah terlihat fantastis di luar, mungkin ada beberapa masalah menunggu kita sesaat setelah kita melangkahi pintu.

Meskipun sebagian besar penjual rumah akan melakukan perbaikan fisik seperti mengecat dinding atau mencoba menutupi berbagai kerusakan yang kasat mata, tetap saja ada kemungkinan nantinya kita bakalan menemukan kerusakan-kerusakan yang lain. Bisa saja berupa pipa yang rusak, kebocoran atap, atau bahkan kabel yang rusak.

Bagi yang belum berpengalaman sekalipun dalam membeli properti apapun, tips ini mudah-mudahan membuat kita menjadi seorang pembeli rumah yang bijaksana. Yang perlu kita lakukan adalah berhati-hati dan rajin memeriksa rumah untuk mewaspadai masalah yang mungkin terjadi. Pastikan pula keuangan kita stabil dan berkelanjutan dan mendapatkan pinjaman dari pemberi pinjaman yang tepat.


rumahku istanaku


Meski tampaknya ribet dan rempong banget urusan rumah ini, tak ada salahnya kita melakukan tips di atas. Yang perlu kita ingat bahwa rumah ini adalah tempat dimana kita akan tinggal sepanjang hidup kita. Masuk akal kan bila kita melakukan segala daya upaya dalam perencanaan pembelian rumah. Demi rasa senang dan nyaman yang akan kita nikmati dalam kurun waktu yang amat lama di kemudian hari.

26 comments:

  1. Wah br tau nba aku soal pertimbangan oemberi pinjaman mengenai masa kerja. Pantes dulu di form ada kolom isian itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu indikator yg paling gampang jadi standar ya Noe

      Delete
  2. Gak papah ribet bin rempong.. kan ujungnya jadi punya hunian yg enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, berakit-rakit ke hulu kan ya Mba :)

      Delete
  3. Pasti banyak pertimbangan kalo mo beli rumah ya mbak. Secara uang nye gede n tempat kita bernaung jd harua benner2 matang perencanaannya

    ReplyDelete
  4. Setuju mbak, ada banyak Hal yg hrs dipertimbangkan. Yang menempati sehari hari kan kita, eh kami. Jadi perlu kenyamanan dan melihat fisik bangunan yg memang kokoh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daripada ya buru-buru beli rumah ntar abis itu nyesel kan Astin.

      Delete
  5. Saya juga lg cari rumah nih Mbak Un. Capek ngontrak terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat Amma, jadi kontraktor emang melelahkan ;)

      Delete
  6. Rumah impianku itu tinggal di pinggiran kota. Yang masih ada sisa tanah untuk tanaman buah dan sayur, hahaha

    ReplyDelete
  7. Emang kudu sedikit 'berkorban' untuk rasa kepuasan yang akan didapatkan..

    ReplyDelete
  8. Ternyata lumiyin ribet juga mbk hheee. Tpi, demi hunian jangka panjang, tak apalah. Trpenting tmpat tinggal tsb bsa mndtangkan keamanan dn juga knyamanan yg kita hrapkan hhee

    ReplyDelete
  9. Setuju mbak niek, iya betul tapi aku mah dulu gqk direncanakan, karena capek ngontrakbdari 2009 pe 2012, akhirnya 2013 beli rumah di plamongan walau masuk demak, kita pertimbangannya karena cepat acc kreditnya cuma 17hari hehe, dengan uang pas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting sekarang udah berasa nyaman kan Vit.

      Delete
  10. pingin punya rumah yg halamannya luas aku mbak

    ReplyDelete
  11. Makasih byk atas sharringnya ya Mba.. Pas benar artikelnya aku baca disaat sedang galau.. Aku lagi naksir tanah bessrta bangunan rumah mungil di atasnya.. Tapi aku galau karena harganya mahal dan aku gak punya uang sebanyak itu..

    ReplyDelete
  12. Intinya sudah punya rumah mbak, kalo sudah punya rumah sendiri kan enak ya mbak :)

    ReplyDelete
  13. Bermanfaat banget infonya mbak.. Pas nich lagi rencana pengen beli rumah. Ijin share ya mbak..

    ReplyDelete
  14. Terkadang masalah dalam membeli rumah itu, selain ngumpulin duitnya, adalah ribetnya urusan administrasi ya Mak. Teman ada yg cerita, dia kena tipu suatu property, surat rumahnya gak dikasih2 padahal udah lunas...

    ReplyDelete
  15. Dan yg pasti, duit nya mesti cukup yaaa biar ngak makin stresss hahaha

    ReplyDelete
  16. saya sangat setuju dengan tips ini, dan yang peling penting poin berkenaan dengan lingkungan. karena anak tidak hanya dipengaruhi oleh pendidikan tapi juga lingkungan

    ReplyDelete
  17. Tispnya bener banger nih, Mbak.
    Aku juga freelancer, dan harus giat banget biar cepet punya rumah pribadi :D
    Aminnn

    ReplyDelete
  18. Terima kasih tipsnya ya mbaaa. Stelah diinget2 waktu beli rumah dulu memang agak gimanaaa gitu prosedurnya. Heboh hehehe

    ReplyDelete
  19. Wah... mba uniek menyederhanakan menjadi 4 bagian... Hmm.. Memang membeli rumah pilihan yang bagi sebagian orang sangat sulit dan njelimet.. Selain sulit untuk mendapatkan dana talangan, kepercayaan tambahan hingga lamanya waktu pinjaman...

    Tapi semuanya kembali lagi demi kenyamanan kita sendiri sebagai pemilik rumah nantinya.. :)

    ReplyDelete