25 September 2019

Writing For Healing : Connecting to Your Inner Wisdom

Pernah nggak sih kita mencoba berdialog dengan diri sendiri, apa yang ingin kita sampaikan pada diri sendiri?

Selama ini mungkin kita terlalu sibuk mengambil keputusan yang based on logic. Ya urusan kerja, pertemanan, bahkan mungkin dalam mengurus rumah tangga. Selalu ada aturan baku yang harus diterapkan dan dipatuhi. Bahkan oleh diri sendiri. 





Seringkali ketika berinteraksi dengan orang lain, kita hanya memunculkan sisi kepantasan yang layak bagi khalayak umum. Misal kalau bicara dengan orang lain ya yang santun, tempo bicara diatur dengan baik, nada pengucapan disesuaikan dengan daya tangkap telinga normal.

Memang sih harus begitu. Kita tentu tak mau dianggap menjadi orang yang menyimpang ketika berperilaku ugal-ugalan di hadapan umum.

Dalam kasus yang berbeda, misalnya nih tempat kerja. Ada kondisi ketidakadilan yang menimpa diri kita. Merasa sudah bekerja dengan benar, tentu saja menurut standar kita sendiri, tapi kok ya masih ditegur atasan melulu. Bahkan teman sekantor ikut-ikutan mencela, saling berebut perhatian boss agar posisi yang saat ini kita tempati bisa berpindah ke tangannya.

Pernah? Pernah mengalami rasa seperti itu?

Segala macam tekanan batin yang sepanjang hidup kita dapatkan, kemana kah harus menyalurkannya?

Selama ini banyak di antara kita yang memilih untuk memendamnya rapat-rapat. Sudah, nggak perlu orang lain mengetahui apa yang sedang menjadi beban pemikiran kita. Orang tahunya kita ini kuat dan waras.

Yaqueen?

Ketika suatu saat pendaman segala rasa, bisa jadi ketidakpuasan di tempat kerja, kekecewaan kepada kekasih, harapan yang tidak terpenuhi, telah mencapai titik tertingginya, kira-kira apa yang bakal terjadi? Ingat pada tekanan di dalam perut bumi ketika lahar memaksa untuk naik ke permukaan?

Ya, ledakan emosi bisa saja terjadi ketika jiwa kita meronta untuk dipahami. Apa yang selama ini terpendam rapat tanpa pernah kita dialogkan dengan diri sendiri, serta merta menyeruak ke permukaan.

Duuuh ngeri yaaaa... Makin banyak orang mengalami stres dan depresi karena merasa sendirian.

Sesungguhnya saat kita sedang sendiri, kita tidak sendirian.
- Wahyu Bramastyo -

Selama ini aku juga gitu lho. Punya prinsip bahwa apapun yang tidak mengenakkan dan berupa pendaman rasa, udah simpan aja rapat-rapat. Palingan ntar lupa sendiri.

Ternyata salah. Apa yang kupendam dan kutekan dalam-dalam itu tak pernah hilang begitu saja dari dalam diri.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh Wahyu Bramastyo saat aku mengikuti acara Writing for Healing di Teko Deko Semarang. Acara yang mengambil tema Connecting to Your Inner Wisdom ini membuatku kembali berpikir,  apakah selama ini abai pada suara hati.



Saat kita sedang sendiri, sebenarnya kita tidak sendirian. Ada si 'aku' jauh di dalam diri yang bisa kita ajak ngobrol. Bener nggak sih kita sudah bisa berkompromi pada diri sendiri tentang berbagai 'ketidakadilan' yang melanda.

Salah satu upaya yang bisa kita tempuh untuk menjembatani kekikukan kita dengan inner wisdom kita sendiri adalah dengan menuliskannya. Udah tulis aja deh, kan enggak ada orang lain yang ikutan baca.

Caranya?

Sebelum masuk ke sesi menulis, aku dan beberapa peserta lainnya diajak untuk melakukan Yin Yoga terlebih dahulu. Berbagai gerakan yang lembut namun menguatkan bagian-bagian tubuh dilakukan secara bersama-sama. Tentu saja disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Misalkan saat harus duduk dengan kaki terjulur, setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda ketika harus meraih ujung kakinya. Ada yang bisa dengan mudah melakukannya, ada juga yang masih kaku.

Tak perlu khawatir. Yin Yoga ini tidak untuk saling beradu hebat. Sama dengan prinsip yoga pada umumnya, setiap gerakan yang kita lakukan haruslah didasari pada kemampuan diri. Senyamannnya saja.




Gerakan demi gerakan kami lakukan, diiringi dengan musik yang menenangkan dan kalimat-kalimat menenteramkan dari Mas Wahyu. Rasanya, segala beban hidup kayak enggak ada deh pas gini ini. πŸ˜‰

Secara perlahan-lahan, peserta acara Writing for Healing dibimbing untuk melakukan gerakan Yin Yoga mulai dari awal hingga ke beberapa challange yang dibuat oleh Mas Wahyu. Tidak lupa juga ketika pertama kali hendak mengawali aktivitas yoga ini, semua dipersilakan untuk memperkenalkan diri.

Aku sudah lupa apa saja challange-nya waktu itu. Berasa kelipet-lipet dan ketarik-tarik deh buat aku yang tidak pernah melakukan yoga dalam jangka waktu sangat lama. πŸ˜€


Dengan terengah-engah bisa juga mencoba gerakan Twist 😊

Wahyu Bramastyo, mentor Writing for Healing 

Apa hubungannya ya gerakan yoga dengan writing for healing?

Gerakan yoga harus dilakukan sesuai dengan kemampuan diri pribadi. Nggak perlu gengsi karena tak bisa melakukan hal yang sama dengan orang lain, yang kemungkinan kemampuan beryoganya sudah ada jauh di atas kita.

Menyayangi diri sendiri dan setiap anggota tubuh kita. Dari sinilah kita bisa mencoba untuk mengenali diri kita sebenar-benarya. Menggali kemampuan pribadi inilah yang nantinya bisa kita aplikasikan saat mencoba menuliskan sesuatu dengan jujur apa yang kita rasakan.

Coba deh teman-teman lakukan hal ini. Ketika ada banyak kegundahan di dalam hati, pernahkah mencoba untuk menuliskannya?

Ketika ada rasa emosi melanda, baper muncul ke permukaan, di saat itulah berbagai tekanan yang selama ini kita simpan butuh 'pengakuan'. Masih ada sesuatu yang belum selesai di diri kita. Hal ini lah yang harus kita cari tahu.

Ketika sesi menulis ini berjalan, para peserta dipersilakan untuk bertanya ataupun sharing tentang hal-hal seputar perasaan di dalam diri. Ada yang sempat menyatakan ketidaknyamanan diri ketika orang di sekelilingnya bercanda dengan menggunakan kelemahan kondisi tubuh.

Bisa jadi ketidaknyamanan ini juga terkait dengan perasaan kita sendiri terhadap kondisi tubuh yang menjadi bahan olok-olok. Bullying memang menyebalkan. Akan tetapi ketika kita sanggup berdamai dengan diri sendiri dan mencintai diri apa adanya, segala macam kalimat jelek yang terlontar itu menjadi tak berarti lagi.

Orang mau ngomong apa saja tentang tubuh kita, it's fine with our body. Nothing's wrong. Justru yang punya masalah adalah orang yang mengolok-olok itu kan yaaa...

Nah, terkait dengan pendaman rasa, kebanyakan orang menganggap : halah sudah deh, ntar masalahnya juga kelar sendiri. Nah, iniiii... ini nih yang memicu tumpukan perasaan ketidakpuasan yang suatu saat bisa meledak tak terkendali jika kita tak mencari cara untuk mengatasinya.


Writing for healing : connecting to your inner wisdom

Mas Wahyu mengajak para peserta untuk menuliskan tentang berbagai hal secara spontan. Ini adalah upaya untuk menghubungkan diri dengan inner wisdom yang setiap orang punya. Inner wisdom inilah yang sering diabaikan demi logika yang menjadi dominasi pengambilan keputusan.


Suasana interaktif di kelas Writing for Healing

Tubuh bisa menjadi salah satu jalan masuk untuk healing. Healing dari segala rasa luka, tersakiti, teraniaya dan gundukan kesedihan lainnya. Oleh karena itu menurutku tepat sekali jika kelas Writing for Healing ini diawali dengan yoga yang membuat kita makin tahu dengan kondisi tubuh kita sendiri.

Beberapa topik menulis spontan yang ditugaskan oleh Mas Wahyu kepada para peserta kelas meliputi tentang apa yang dirasakan setelah melakukan yoga, apa harapan untuk diri sendiri, jua cita-cita yang terpendam dalam diri. Para peserta diminta pula untuk menuliskan seandainya saat ini kita sudah berhasil mencapai cita-cita tersebut, apa yang akan kita katakan kepada diri kita yang dulu, yang belum berhasil menggapai cita-cita tersebut.

Simple kan ya temanya, tapi apakah teman-teman yakin bisa menuliskan secara spontan dan jujur saat diberi penugasan dengan tema di atas?

Ingin tahu lebih lanjut tentang kelas Writing for Healing ini? Boleh banget lho pantengin akun instagram di bawah ini :


simplereader

Beautiful Soul


Sudah siap 'mengobati' diri sendiri dengan menulis? Gabung aja yuk di kelas Writing for Healing yang diadakan oleh Mba Arum Sukma Kinasih (Beautiful Soul) dengan pemateri Wahyu Bramastyo (simplereader).


42 comments:

  1. Whoaaa ada sesi yoganya jugaaakkk
    Kalo ga rutin beryoga, biasanya habis yoga tuh badan terasa pegel kayak abis ditonjokin tentara belanda :P
    Ini mba Uniek malah langsung (workshop) nulis yaaa, wehhh hebaaattt! Puengeeenn ikutan dah
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoganya yang ringan-ringan aja kok mba, kayak peregangan gitu. Jadi ya palingan ketarik2 dikit lah uratnya kalau sama sekali belum pernah yoga.

      Delete
  2. Duh asiknya yang ikutan kelas menulis.. plus diawali Yoga.. menulisnya jadi relax yaa gak spaneng hehe..

    ReplyDelete
  3. Begitu, ya. Iya, sih. Jangan sampai hak pribadi diabaikan ya. Diri dan jiwa kita juga harua dirawat dengan baik. Dimengerti, didengar dan diberi ruang. Terima kasih sudah mengingatkan.

    ReplyDelete
  4. Katanya Yoga itu bisa membuat tubuh jadi rileks. Setelah rileks, lanjut dengan menulis. Nulisnya kayaknya mudah ya, tapi kalau orang terbiasa "menutupi" yang sesungguhnya demi tampak baik-baik saja, mengungkapkan kebenaran itu, walau cuma dalam bentuk tulisan, susah juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, susah lhooo... Biasanya dalam kehidupan kan kita hanya menunjukkan sisi terbaik diri. Nah ini harus menulis jujur tentang apa yang dirasakan dalam diri dengan mengesampingkan logika. Susyeee loh.

      Delete
  5. Asyik banget pastinya ya mbak ada acara workshop temanya pun bermanfaat banget aku jadi pingin ikut nulis tema nya juga

    ReplyDelete
  6. Hebat deh bisa gerakan twist gitu. Terus aku kepo dong hasil tulisannya. Rahasia ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak rahasia sih mba, cuma kontemplasi diri aja kok. Saat di dalam kelas, tiap orang dipersilakan membacakan hasil tulisannya, jadi yang lain bisa ikutan mengerti apa yang dirasakan si penulis.
      Susah kan ya bagi yang biasa menutup diri? ;)
      Justru di situlah letak pentingnya ikutan kelas writing for healing ini.

      Delete
  7. Mas Wahyu ini badannya bisa lentur gitu ya .... eh iya ding, beliau instruktur yoga hehehe. Beruntung banget Mbak Uniek bisa ikut sesi ini. :)

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah, ikutan ini entah kenapa jadi lega..aku berbaikan mungkin dengan diriku..hehe..

    ReplyDelete
  9. Jarang2 nih workhop nulis dibuka dgn acara olahraga yoga dulu . Seru n asik ya

    ReplyDelete
  10. Mba makasih sudah mengingatkan. Seringkali aku sih kalau merasa begitu memang cenderung memendam palingan ngobrol ama suami sih. CUma kadang juga aku sampaikan langsung. Tapi aku mau nyoba saran mba :)

    ReplyDelete
  11. Yoga salah satu olahraga favorit, tiap selesai yoga selalu adem gitu. Menarik banget ini yoga terus dipadukan dengan sesi menulis. Semacam self healing, ya. Emang bener ya mbak, love yourself itu penting. Kadang kita suka melewatkan untuk berdialog dengan diri, mengucapkan terima kasih pada diri sendiri padahal itu hal dasar yang penting.
    Thanks for sharing mbak.

    ReplyDelete
  12. Pengin eeekooot Mbakkkk....
    Biar berkurang beban hidupkuuhhhh. Wkwkwk

    ReplyDelete
  13. Aku pernah sih mbak awalnya memendam gitu sama kejadian di tempat kerja. Emang keliatannya woles aja, cuman ya nggak mau ngomong ya wes ben-ben ngunu. Etapi lama kelamaan perasaan nggak enak itu muncul
    Jadi kalau pas ada unek2 yg nggak pas dan ngeganggu banget buatku, aku buru2 tulis di blog khusus curhat
    Misal udah waras, dan inget aku buka catatan itu rasanya udah plong gitu mbak eihiehehheeee
    Bagus ya mbak Healingnyaa hehhee

    ReplyDelete
  14. Waah aku malah belum pernah yoga.Pasti badan kaku kaku ya belum pernah soalnya. Mbaak Uniek lemes juga ya badannya. Bisa melakukan gerakan yoga

    ReplyDelete
  15. Komplit ada sesi yoganya juga. Writing for healing beneran writing ya..pakai tangan nulisnya?
    Keren ini, temanya aja dalem banget, writing for healing connecting to your inner wisdom

    ReplyDelete
  16. Whaa...menarik banget nih, menyembuhkan diri dengan menulis. Tiba2 ingat eyang habibie yang memilih menulis utk terapi penyembuhannya.

    ReplyDelete
  17. Wih keren banget ini mas writingnga ada yoga nya segala. Ada tenang ya mau nulis, bener jadinya writing fot healing kalau begini

    ReplyDelete
  18. Wih keren banget ini mas writingnga ada yoga nya segala. Ada tenang ya mau nulis, bener jadinya writing for healing kalau begini

    ReplyDelete
  19. Kalau berdialog dengan diri sendiri sering Saya lakukan. Seringkali berhasil menjaga kewarasan. Tetapi, untuk beberapa hal, kadang-kadang malah jadi berasa sendiri *mendadak curhat :D

    ReplyDelete
  20. Dulu waktu zaman smp juga aku suka nulis diary gitu, mencurahkan oerasaan2 yg ga enak. Somehow itu membantu menstabilkan emosi juga sih. Dan memberi waktu bagi diri untuk memaafkan dan berpikir jernih. Writing is indeed one of heaking theraoy and i agree to that!

    ReplyDelete
  21. Penasaran banget sama writing for healing, untuk ngeluapin semua rasa yang terpendam dilimpahin semua ke tulisan

    ReplyDelete
  22. Wah keren ada kelas menulis seperti ini. Apalagi ada sesi yoga nya dulu ya, jadi lebih rileks dan nggak kaku. Penasaran sama materi nya deh hehe.

    ReplyDelete
  23. Cara gabungnya gimana, kak Uniek...?
    Mau juga doonk kak..

    Btw,
    Aku selalu memilih dan memilih tulisan yang di publish.
    Mungkin kalau healing begini...adalah tulisan-tulisan model yang ga untuk di publish yaa, kak Uniek?

    ReplyDelete
  24. Mba aku tertarik sama temanya, aku baca pelan2 berasa lagi ngomongin diri sendiri ini mah, aku jadi pengen ikutan. Terima kasih mba kata2 mba membuat saya banyak berfikir tentang beberapa karakter saya yang mungkin bisa jadi perlu diperbaiki, love banget Mba tulisannya

    ReplyDelete
  25. Aku juga mau ikutan kelas menulis ini apalagi ada sesi Yoga nya ya jadi biar lebih rileks juga dan bisa menulis dengan lancar

    ReplyDelete
  26. asyik banget acaranya kok rasanya jadi pengen banget ikutan sayangnya jauhnyaa, penasaran soalnya ada sesi yoganya juga sebleum menulis

    ReplyDelete
  27. seru ya sepertinya kegiatannya. bisa belajar nulis tapi juga yoga bareng, asik banget

    ReplyDelete
  28. Aku belum pernah ikutan kayak gini, nampaknya emang sesekali boleh nih buat diikuti ya. Sejujurnya yang paling sulit itu adalah berdamai dengan diri sendirikan, kadang aku biar lepas gitu suka me time.

    ReplyDelete
  29. seru banget ka Uniek, makanya pas d post d ig, ak penasaran sama pose dari Yoga ini dan salah satu bagian dari writing for healing ya

    ReplyDelete
  30. wah menarik banget nih writing for healing. kayaknya udah lama banget ga bener2 dialog sama diri sendiri

    ReplyDelete
  31. saya males cerita ke orang bukan supaya dinilai tegar sih, tapi sering takut dengan tanggapan orang yg diceritain, misal : halah gitu aja to masalahmu,atau kalimat nyelekit lainnya. Mending bicara dari hati ke hati ama diri sendiri lebih dulu. Nah, kalau ada writing for healing gini saya gak berani jujur di depan yg lain hihihi. Tapi pengen sih ikut

    ReplyDelete
  32. Writing for healing ini efektif aih Mbak buat saya. Buat ngobatin luka dan sedih di hati. Pokoknya kalau sudah menulis gundah gulana jadi reda meskipun belum menemukan solusinya.

    ReplyDelete
  33. Jadi harus dikeluarkan ya baiknya gak cuma dipendam aja. Memang sih kalo habis yoga beban tuh kay ahilang pikiran fresh, duh aku belum mulai lagi nih yoganya

    ReplyDelete
  34. menarik banget acaranya mba ada sesi yin yoga yang menkankan kemampuan diri lalu belajar nulis jadi penasaran pengen ikutan juga ini :) semoga ada di Bandung

    ReplyDelete
  35. Aku uda beli diary kecil, kak Uniek.
    Rencananya mau mengalirkan rasa setiap hari melalui tulisan.
    Tapi,
    Berasa menarik atau engga...itu gak penting yaa, kak?

    ReplyDelete
  36. Menulis smbil olahraga dan menenangkan pikiran ya mbak

    Hikz, aku butuh kayaknya :(

    ReplyDelete
  37. Seruuu ada sesi yoga nya, aaah asik banget ini pastinya. btw menulis ini emang efeknya keren sih menurut aku, bisa menjaga dari stress. karena kalo udh ditulis semua yang dipikirkan, rasanya lega banget

    ReplyDelete
  38. Aku suka bnget dgn kata2 Sesungguhnya saat kita sedang sendiri, kita tidak sendirian,, Ada Allah,, lg mncoba nih healing tetapi dgn menulis

    ReplyDelete
  39. wah ada yoga untuk healing ya, aku suka banget yoga :D
    betul banget yoga untuk healing. aku sendiri tiap habis yoga pasti berasa tenang hatinya, badan juga enak karena stretching tapi gak maksa hehe ternyata bisa dihubungin sama nulis juga ya. pingin deh ikut workshopnya :)

    ReplyDelete