27 Maret 2022

5 Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Mana yang Lebih Menguntungkan?

 
 Menjadi reseller dan dropship adalah cara menguntungkan untuk mendapatkan pundi-pundi uang dengan minim modal, bahkan tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun. Meski demikian, banyak orang yang masih salah sangka dengan menganggap bahwa reseller dan dropshipper adalah dua sistem bisnis yang sama. Nyatanya, keduanya berbeda dengan sistem dan cara yang kerja yang berbeda pula.



Nah, sebelum membahas lebih lanjut mengenai reseller dan dropshipper, lebih dulu mesti kita pahami pengertian keduanya. Apa itu reseller dan dropshipper?
 
Dropshipper merupakan kegiatan jual beli atau bisnis ketika seseorang menjualkan barang kembali dengan mempromosikan barang tanpa harus menyetok barang tersebut. Sederhananya, dropshipper tidak membutuhkan stok barang dalam berjualan. Seorang dropshipper hanya mengandalkan promosi melalui sosial media atau mulut ke mulut untuk memasarkan produknya. 

Saat barang laku, ia akan mendatangi reseller, lalu membeli dan mengirimkan barang tersebut. Dalam artian lainnya, dropshipper ini merupakan perantara antara pembeli dan pemilik barang.
 
Sementara itu, reseller merupakan seseorang yang memasarkan produk dengan stok minimum yang didapatkannya dari distributor. Namun, reseller berbeda dengan distributor. Pada prinsipnya, mereka tidak memproduksi sendiri barang yang dijual. Di saat berjualan mereka hanya akan membeli ketersediaan produk dari distributor atau reseller dengan modal yang tak terlalu besar.
 
Salah satu platform yang bisa kita gunakan ketika ingin bergabung menjadi dropshipper atau reseller adalah Evermos. Menjadi reseller produk Evermos tentunya memiliki banyak keuntungan.
 
Lantas, apa saja perbedaan reseller dengan dropship? 



Perbedaan Reseller dengan Dropshipper



1. Jumlah Stok Barang


Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perbedaan utama dan mendasar antara reseller dan dropshipper adalah di jumlah stok barang. Seorang dropshipper tak perlu memasok banyak barang, sedangkan reseller harus menyediakan beberapa barang lebih dulu sebagai syarat untuk mendapatkan diskon atau potongan harga dari distributor maupun supplier.
 
Hal ini dilakukan reseller agar harga barang yang diidapatkan bersaing sehingga perbedaan harga penjualannya tidak terlalu jauh, namun tetap memberikan keuntungan yang melimpah. Lebih lanjut, reseller juga bertugas untuk mengirimkan barang ke alamat pembeli.
 
Sementara itu, dropshipper tugasnya hanya mencari konsumen atau pelanggan yang berminat membeli barang dagangannya. Apabila barang laku terjual, maka dropshipper akan jadi perantara ke reseller untuk menginfokan barang mana yang terjual. Lalu reseller akan mengirimkan barang tersebut ke calon pembeli.
 
Jadi, tugas dropshipper hanya sampai dengan memasarkan barang tidak melakukan pengiriman ataupun menyetok barang.



2. Modal


Meskipun baik reseller dan dropshipper tidak membutuhkan modal yang besar, tapi tetap saja modal jadi pembeda keduanya. Sebab, dalam hal ini, reseller harus dan butuh modal minimal untuk menyetok barang atau membeli barang ke supplier maupun distributor dengan jumlah tertentu. Sedangkan dropshipper, mereka tidak memerlukan modal sama sekali.
 
Dropshipper hanya bertugas memasarkan produknya saja sehingga tidak perlu mengeluarkan modal yang besar. Hanya butuh kuota internet dan ponsel serta akun sosial media untuk pemasarannya. Sama halnya ketika kita bergabung sebagai Evermos reseller tanpa modal, mudah, praktis, aman, dan berkualitas.

evermos reseller tanpa modal




3. Keuntungan


Dari segi keuntungan, reseller dan dropshipper juga punya porsi yang berbeda. Dalam hal ini, reseller dapat meraup keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan dropshipper

Mengapa demikian? Sebab, reseller mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dropshipper. Hal ini mengingat reseller membeli sejumlah barang untuk mendapatkan diskon atau potongan harga dari supplier

Selain itu, barang yang dijual pun juga lebih cepat laku karena persaingan harga yang tak terlalu besar. Reseller punya harga beli yang lebih murah, sehingga harga jualnya pun juga bisa lebih tinggi dan mendapatkan keuntungan maksimal dibandingkan dropshipper.



4. Strategi Pemasaran


Dari segi strategi pemasaran, reseller dan dropshipper juga memiliki strategi yang berbeda. Reseller dapat melakukan pemasaran secara direct selling atau langsung mendatangi konsumen, karena ia memiliki barang yang siap diperjualbelikan. 

Sedangkan dropshipper tidak bisa melakukan hal itu dan hanya bisa memasarkan produknya secara tidak langsung seperti sosial media, karena ia tak memiliki barangnya. Begitu pula ketika dropshipper mendapatkan pemesanan, maka ia tak bisa langsung kirim barang melainkan harus menghubungi reseller atau supplier terlebih dahulu.




5. Risiko


Dari segi risiko, reseller dan dropshipper juga punya risikonya masing-masing. Dalam hal ini, reseller memiliki risiko yang lebih besar karena ia punya barang yang harus dihabiskan. Jika tidak, maka ia akan rugi. Hal ini berbeda dengan dropshipper yang lebih minim risiko karena mereka tidak memiliki stok barang yang disimpan, sehingga tidak berisiko mengalami kerugian yang signifikan sama halnya dengan reseller.




Nah, itulah lima perbedaan reseller dan dropshipper. Jika teman-teman tertarik untuk menjadi reseller dan dropshipper, bisa langsung berkunjung ke situs resmi Evermos, lantas klik daftar menjadi reseller atau dropshipper.

24 komentar:

  1. Aku pernah merasakan semuanya mba uniek, dari yang berhasil bahkan sampe rugi. Apalagi sebagai Reseller huhuu rasanya pengen garuk2 tembok. Makanya aku sekarang lebih nyaman jadi dropshiper aja, hahaaa.

    BalasHapus
  2. Belum pernah nyobain keduanya, tapi aku punya reseller untuk produk sarung instan anak, dan sangat terbantu dengan kehadiran mereka untuk memasarkan produk kita 😁

    BalasHapus
  3. oooo jadi begini ya bedanya reseller dengan dropshiper. Emang kalau mau dapat keuntungan besar, kemungkinan resikonya juga lebih besar ya mbak.

    Menurutku, kalau bagi yang baru belajar berbisnis, enakan jadi dropshiper dulu aja ya, sambil melatih kemampuan memasarkan barang

    BalasHapus
  4. Jaman sekarang itu semua serba digital ya, kita bisa tetep jualan tanpa perlu punya barang dan punya toko. Modal promosi aja. Bahkan kalau jadi dropshipper istilahnya bisa tanpa modal. Saya sendiri punya usaha wedang rempah, sejauh ini juga ada orang yang menjadi dropshipper. Mereka tinggal kirim alamat pengiriman aja. Sama-sama untungnya, saya nggak perlu promosi sudah dapat pelanggan. Sedangkan para dropshipper nggak perlu nyetok barang dan keluar modal sudah dapat keuntungan. Simbiosis mutualisme.

    BalasHapus
  5. Saya pernah coba keduanya nih. Jadi reseller, iya. Demikian pula jadi dropshipper. Seperti yang mbak bilang, ya masing-masing pasti ada risikonya. Tapi saya pribadi sih lebih milih jadi dropshipper, based on pengalaman ya. Hihihi. Ngintip komennya teh Nchie, ternyata udah pernah jadi keduanya juga toh. Yuk yuk toss dulu kita..sama nih~

    BalasHapus
  6. Pernah semuaa dicoba dan sreg dropshipper saja main aman, modal tidak gedhe, tidak butuh space khusus buat tempat barang dirumah.

    BalasHapus
  7. Aku pernah jadi reseller dan pernah pusing karena stok barang numpuk kwkw. Coba intip Evermos, pengin coba jadi dropshipper aja yang lebih minim risikonya:)

    BalasHapus
  8. thanks yaa mba Un.. aku jadi lebih paham nih perbedaannya dan apa yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan or kemampuan kita ya. Dropshipper sekarang jadi favorit banyak orang ya

    BalasHapus
  9. Nyaman banget kalau menjadi dropshipper.
    Karena gak butuh menimbun barang. Tapi sebagai penjual, kudu banget tahu detail dari barang yang kita jual. Agar amanah dalam menyampaikan informasi.

    BalasHapus
  10. Ohhh, sekarang aku paham bedanya mbaaa
    soale sering denger/baca istilah2 ini, tadinya kupikir sami mawon.
    wahh, menarik nih klo jadi dropshipper, minim modal ye kannn

    BalasHapus
  11. Aku udah jadi reseller nya Evermos mba udah beberapa bulan tapi belum rajin nih aku jualannya hehe

    BalasHapus
  12. Aku sempet jadi dropshipper butik temenku mba adanya d surabaya lumayan banget sih keuntungan tapi pas pindah ke Depok udah gΓ k diterusin lagi krn peminatnya Juga berkurang

    BalasHapus
  13. barulah tau aku tuh bedanya reseller dan dropshipper. coba ah ngeklik evermos ini

    BalasHapus
  14. Aku baru tau ada Evermos ini, Bun. Coba gabung di mari buat nambah uang jajan keknya seru juga. Dropshipper dulu nyobanya, minim risiko.

    BalasHapus
  15. Ah iya, beda ya antara reseller dan dropshipper
    Semuanya ada kekurangan dan kelebihan masing-masing ya mbak
    Tapi teman-temanku, banyak yg milih jadi dropshipper mbak

    BalasHapus
  16. wah baru tahu perbedaan dropship dan reseller, ternyata keduanya itu berbeda yaa. Saya juga sedang mencari peruntungan jadi reseller. jadi tertarik juga jadi reseller di evermos, nanti cus ah liat-liat

    BalasHapus
  17. Setiap pilihan ada peluang dan resiko masing-masing ya mbak. tapi kalo aku lebih memilih jadi reseller karena akan dapat potongan dan harga khusus.

    BalasHapus
  18. Meski belum pernah jadi reseller atau dropshipper, tapi pernah lihat adikku ngerasain dua2nya. Dua-duanya punya resiko yang berbeda. Tapi buat yg minim modal bisa banget sih coba jadi dropshipper dulu.

    BalasHapus
  19. Kadang pengin jadi dropshipper. Tapi sudah keder duluan. Kayaknya gak bakat dagang. Pernah coba 2 kali orang nanya-nanya aja gak beli. Sepertinya aku tidak punya semangat juang.

    BalasHapus
  20. Iya selama ini masih rancu soal reseller dan dropshiper. Baca tulisan Mbak Uniek ini jadi lebih jelas. Aku pernah sih jadi dropshipper. Tapi taunya ya dulu itu jualan online gitu aja, hahaha..
    Makasih ilmunya, Mbak :)

    BalasHapus
  21. Pernah jadi keduanya. Menurut saya enak jadi reseller karena produk yang dijual sudah ada di tangan. Jadi lebih merasa aman. Tapi memang potensi ruginya besar jika tidak laku atau tidak pandai promosi.

    BalasHapus
  22. Aku sukanya belanja ke reseller, karena produknya udah di tangan dia dan dia udah tau kualitasnya. Pernah belanja di dropshipper, eh dia sendiri gak tau kualitas produknya gimana. Jadi kalo ditanya ya gak tau, karena yg mengirimkan itu sellernya. Wah, takut produknya jelek.

    BalasHapus
  23. Berarti selama ini aku salah Mbak, kupikir reseller itu enggak harus stok brang, justeru dropshiper yang harus stik. Ketuker ini 🀦‍♀️🀦‍♀️🀦‍♀️

    BalasHapus
  24. huah jadi lebih paham ini perbedaannya
    selama ini kukira sama aja sih
    tapi kalau untuk yang situasi rumah tidak memungkinkan untuk stok barang bisa lgsg aja jd dropshipper ya

    BalasHapus